Anda di halaman 1dari 67

A U TIS M E

D efi
nisi
Gangguan perkembangan yg muncul

sebelum3 th,
dan anak mempunyai mempunyai
fungsi abnormal dalam 3 bidang:
interaksi sosial,komunikasi, dan
perilaku yg terbatas dan berulang

Angka kejadian
Jepang: 1,3 kasus per 1000 anak
Amerika: 4 kasus per 1000 anak
Indonesia: meningkat, penelitian blm

ada
70% anak autisme menderita RM

Etiologi
Teori yg diperkirakan menjadi penyebab
terjadinya autisme
1. Faktor psikososial
2. Faktor pranatal, perinatal, pascanatal
3. Teori imunologi
4. Teori infeksi
5. Faktor genetik
6. Faktor neuroanatomi
7. Faktor neurokimiawi/neurotransmiter

1. Faktor psikososial
Dulu: faktor psikogenik: pengasuhan yg

kaku dan obsesif dalam suasana


emosional yg dingin
Sikap ibu kurang memperhatikan anak,
tidak menghendaki kehadiran anak
penarikan diri pada anak
Akibat teori ini: ibu merasa bersalah dan
stres
Sekarang disanggah: tdk ada perbedaan
situasi keluarga antara anak yg autisme
dg yg normal

2.

faktor pranatal,perinatal, pascanatal


Perdarahan setelah trimester pertama
Mekoneum pada cairan amnion
Fetal distres
Preeklampsia
Infeksi rubella pada ibu
Inkomptabilitas rhesus
Fenilketonuria yg tidak diobati
Obat2 pada ibu: valproic, thalidomide
Asfiksia/gangguan pernapasan lainnya
Anemia pada janin
Kejang pada neonatus

3. Teori imunologi
Ditemukan antibodi ibu thd antigen
tertentu menyebabkan penyumbatan
sementara aliran darah otak janin
antibodi ibu merusak jaringan otak
janin
Ibu dg penyakit autoimun 8,8 kali
ditemukan anaknya autisme
DM tipe-1, artritis rheumatoid,
hipotiroid, SLE

4. Teori infeksi
Rubella kongenital
Ensefalitis herpes simpleks
CMV
C. albicans mengeluarkan enzim fosfolipid
dan protease mengakibatkan peningkatan
permeabilitas usus, shg mudah dilalui protein
yg belum sempurna dipecah seperti gluten
dan kasein
Diet rendah gluten dan kasein untuk
autisme belum terbukti

5. Faktor genetik
Anak kembar Monozygot36-95% autisme
Anak kembar dizygot 0-23%
Keluarga dr anak autismeautisme 2,5-3%
saudara kandung
Komponen genetik autisme cenderung
heterogen, melibatkan 100 gen
Ditemukan hampir semua mitokondria dan
kromosom, kec. Kromosom 14 dan 20

6. Faktor neuroanatomi
Neuron dalam hipokampus dan amigdala sangat
padat dan kecil2
Amigdala:
mengendalikan fungsi emosi dan agresi
peka thd rangsang sensoris (suara, penglihatan,

penciuman, emosi-rasa takut)

Hipokampus:
bertanggung jawab thd fungsi belajar dan daya ingat
Kerusakan hipokampus kesulitan menyerap dan

mengingat informasi baru

MRI: lesi lobus temporalis, parietalis, frontalis,

serebelum terbatasnya perhatian thd lingkungan

7. faktor neurokimiawi/neurotransmiter
Gangguan neurotransmiter
gangguan fungsi perilaku dan
kognitif
a. Serotonin
b. Dopamin hiperaktivitas dan

stereotipi
c. Opiat endogen gangguan interaksi
sosial dan kurang sensitif thd rasa sakit

G ejala klinis
1. Pada masa bayi
< 1th
Membelakangi/tidak berani menatap mata

pengasuhnya, menghindari kontak fisik


Agar tdk diangkat, bayi dg sikap diam dan asyik bermain
sendiri berjam2 di ranjangnya tanpa menangis
Agresif menangis berjam2 tanpa sebab yg jelas
Membentur2kan kepalanya ke ranjang
Menolak dipeluk/disayang
Tdk menyambut ajakan ketika kedua tangannya
diangkat
Kurang bisa meniru pembicaraan/gerakan badan
Gagal menunjukkan obyek
Kurang responsif thd isyarat sosial (kontak mata,
senyuman)
Tidak bergumam

2. Pada masa anak


a. Gangguan perilaku
b. Gangguan interaksi sosial
c. Gangguan komunikasi
d. Gangguan kognitif
e. Respon abnormal thd perangsangan
indera
f. Gangguan emosi

a. Gangguan perilaku
Stimulasi diri (gerakan aneh yg diulang2, perilaku tanpa

tujuan: menggoyang2kan tubuhnya ke depan dan belakang,


tepuk2 tangan dll)
Menciderai diri sendiri (menggigit2 tangannya, melukai diri,
membentur2kan kepala)
Masalah tidur
Masalah makan
Tdk sensitif thd rasa nyeri
Hipo/hiper aktifitas
Gangguan pemusatan perhatian
Pada masa anak dini: kelekatan yg aneh thd benda yg tidak
lembut
Insistence on sameness/perilaku perseverative: sikap yg
sangat rutin (perubahan sedikit saja akan marah), stereotipik

b. Gangguan interaksi sosial


Tidak ada reaksi saat dipanggil
Senang menyendiri, tidak tertarik

bergaul/bermain dg anak lain


Tidak memahami aturan2 yg berlaku
Menghindari kontak mata

c. Gangguan komunikasi
Kemampuan berbahasa sangat

lambat/tidak ada
Bahasa planet
Ekolali (meniru tanpa mengetahui artinya)
Nada monoton seperti robot
Menggunakan kata ganti orang terbalik:
dirinya sendiri : kamu, orang lain : saya

d. Gangguan kognitif
70% RM, derajat sejalan dg beratnya autis
Tidak terjadi pada semua sektor perkembangan,

ada yg luar biasa di bidang musik, matematik, dll


e. Respon abnormal thd perangsangan indera
f. Gangguan emosi

Perubahan perasaan yg tiba2 (tertawa, menangis)


Rasa takut thd obyek yg tdk menakutkan
Keterikatan thd benda2 tertentu
Cemas/depresi berat thd perpisahan
Tdk empati

3. Pada masa pubertas


Kejanghormonal
Ada yg mempunyai IQ normal, dpt
menyelesaikan pendidikan
Ada yg bekerja, tetapi harus dg
bimbingan
Ada yg sulit mendapat pekerjaan

D eteksidiniautism e :CH AT (Checklist for


Autism in Toddler)
N
o

Y Tid
A. Alo-anamnesis (ditanyakan pada
OT)
a ak

1.
2.
3.
4.
5.

Senang diayun2/diguncang2 naik turun


(bounced) di lutut?
Tertarik dg anak2 lain?
Suka memanjat benda2, seperti memanjat
kursi?
Senang/bisa bermain cilukba atau petak umpet?
Pernah bermain peran seolah2 membuat
secangkir the menggunakan mainan berbentuk
cangkir&teko atau permainan peran yg lain?
Pernah menunjuk2 untuk menyatakan
ketertarikannya thd sesuatu/meminta sesuatu
dg menunjukkan jari?
Pernah menggunakan jari untuk menunjuk ke
sesuatu agar Anda melihat ke sana?

6.
7.
8.
9.

B. Pengamatan
N
o

1.
2.

3.

4.
5.

Selama pemeriksaan apakah anak menatap atau kontak


mata dg pemeriksa?
Usahakan menarik perhatian anak, kemudian pemeriksa
menunjuk sesuatu di ruangan. Pemeriksa sambil
mengatakan: Lihat itu, ada bola (atau mainan lain).
Perhatikan mata anak apakah anak melihat ke benda yg
ditunjuk, bukan melihat tangan pemeriksa
Usahakan menarik perhatian anak, berikan mainan
gelas/cangkir dan teko, katakan pada anak, Apakah
kamu bisa membuat secangkir susu/teh?
Diharapkan anak seolah2 membuat minuman,
mengaduk, menuang, meminum; atau anak mampu
bermain peran yg lain seperti pura2 menyapu, meninabobokkan boneka dll
Tanyakan pada anak: Coba tunjukkan mana
lampu?(nama benda yg dikenal anak& ada di sekitar
kita). Apakah anak dapat menunjukkan dg jarinya?

Y
a

Tida
k

Interpretasi
Risiko
tinggi menderita
autisme

Bila tidak bisa melakukan A5,


A7, B2, B3, & B4

Risiko sedang menderita


autisme

Bila tidak bisa melakukan A7&


B4

Risiko kecil menderita autisme

Bila tidak termasuk kedua


kelompok tersebut

D iagnosis berdasarkan D SM -IV


A. Harus ada 6 gejala/lebih dari 1,2, dan 3 :
1. Gangguan kualitatif pada interaksi soaial (minimal 2

gejala)
a. Terdapat kelainan pada berbagai perilaku nonverbal, seperti kontak mata, ekspresi wajah, sikap,
dan isyarat tubuh dalam melakukan interaksi soaial
b. Tidak mampu bermain dengan teman sebaya
c. Tidak mampu berbagi secara spontan dg orang lain
dalam hal kesenangan minat, dan prestasi
(misalnya anak tidak mampu memperlihatkan,
membawa, atau menunjuk benda yg diinginkan)
d. Tidak mampu melakukan hubungan sosial dan
emosional timbal balik

D iagnosis berdasarkan D SM -IV


A. Harus ada 6 gejala/lebih dari 1,2, dan 3 :
2. Gangguan kualitatif komunikasi (minimal 1 gejala)

a. Perkembangan bicara terlambat atau sama sekali


tidak berkembang dan tidak ada usaha anak untuk
berkomunikasi dg cara lain (sikap tubuh, ekspresi
wajah, dll)
b. Bila anak sudah dapat berbicara, kemampuannya
itu tidak digunakan untuk berkomunikasi
c. Anak menggunakan bahasa atau bahasa aneh yg
diulang2
d. Cara bermain tidak bervariasi, kurang spontan,
atau tidak dapat bermain imitasi sesuai dg tingkat
perkembangannya

D iagnosis berdasarkan D SM -IV


A. Harus ada 6 gejala/lebih dari 1,2, dan 3 :
3. Ada suatu pola perilaku, minat, dan aktifitas yg

dipertahankan dan diulang2 (minimal 1 gejala)


a. Asyik dg satu atau beberapa kegiatan yg
terbatas dan diulang2; intensitas maupun yg
menjadi pusat perhatiannya abnormal
b. Terpaku pada satu kegiatan ritualistik atau
rutinitas yg tidak ada gunanya
c. Terdapat gerakan motorik yg diulang2 (misal,
tepuk tangan, memutar2 tangan/jari, atau
gerakan2 tubuh yg lebih kompleks)
d. Sangat asyik dg bagian2 suatu benda tertentu

B. Keterlambatan atau fungsi yg


abnormal tersebut terjadi sebelum
umur 3 th, dg disertai gangguan
dalam 3 bidang, yaitu interaksi
sosial; penggunaan bahasa untuk
komunikasi sosial, dan bermain
simbol atau imajimasi
C. Kelainan tersebut bukan disebabkan
oleh penyakit Rett atau gangguan
disintegratif (sindrom Heller)

Penatalaksanaan
1. Terapi psikodinamik, bl diduga sbg

kelainan emosi akibat pola asuh yg


salah
2. Terapi medis/biologis termasuk
obat2an/vitamin
Hiperaktifitas: clonidin, guanfacine,

imipramin
Agresivitas: haloperidol, risperdone
Menciderai diri sendiri: naltrexone,
trazodone, fluoxetine

3. Terapi perilaku

Latifah Hanum

AD H D

ADHD (Attention Deficit-

Hyperactivity Disorder)=
GPPH (Gangguan Pemusatan
Perhatian dan Hiperaktifitas
4-12%

D efi
nisi
Suatu gangguan yg ditandai oleh
ketidakmampuan mempertahankan
perhatian, mengatur tingkat
aktifitas, dan mengontrol tingkah
laku impulsif

Etiologi
1. Faktor genetik
2. Faktor neurokimia
3. Faktor neurofisiologi
4. Faktor lateralisasi, dihubungkan dg disfunsi pd

hemisfer kanan yg mengatur pemusatan


perhatian, konsentrasi dan fungsi emosi
5. Faktor lingkungan
6. Masalah saat kehamilan (merokok, depresi,
alkohol, kekurangan oksigen, keracunan plumbun)
dan kelahiran (trauma lahir, infeksi), mariyuana
saat remaja, makanan pengawet,pewarna,
fenobarbbital jangka panjang

D iagnosis
1. Anamnesis : DSM-IV
2. Pemeriksaan fisikgangguan

sensoris: gangguan pendengaran


3. Pemeriksaan laboratorium tdk
spesifik, fungsi hepar untuk efek
terapi
4. Pemeriksaan radiologi MRI, PET
untuk menyingkirkan kemungkinan
adanya gangguan organik lain

Kriteria diagnosis D SM -IV


Tidak dapat memusatkan perhatian
6/> gejala tidak dapat memusatkan perhatian yg menetap
paling sedikit 6 bl sampai pada derajat terjadinya
maladaptif dan tidak sesuai dg tingkat perkembangan:
Sering gagal memusatkan perhatian pada hal-hal kecil
atau membuat kesalahan/ kecerobohan pada pekerjaan
sekolah atau aktifitas lain
Sukar mempertahankan perhatian pada tugas atau
aktifitas
Tidak mendengarkan bila diajak berbicara langsung
Tidak mengikuti petunjuk dan gagal menyelesaikan
pekerjaan sekolah, tugas atau kewajiban
Kesukaran mengatur tugas dan aktifitas
Sering menghindari atau enggan terikat pada tugas yg
membutuhkan dukungan mental yg terus menerus
(pekerjaan sekolah atau rumah)

Kriteria diagnosis D SM -IV


Hiperaktifitas dan impulsivitas
6/> gejala hiperktivitas-impulsivitas yg menetap 6 bl
sampai pada derajat terjadinya maladaptif dan tidak sesuai
dg tingkat perkembangan:
Tampak gelisah dg tangan atau kaki yg menggeliat2 di
tempat duduk
Sering meninggalkan tempat duduk ketika situasinya
diharapkan ia duduk tenang
Sering berlari atau memanjat berlebihan dalam situasi
yg tidak sesuai
Sering mengalami kesulitan bila bermain atau
bersenang2 di waktu senggang dg kondisi tenang/diam
Selalu bergerak terus atau berlaku bagaikan didorong
oleh mesin
Sering bicara berlebihan
Sering menjawab dahulu sebelum pertanyaan selesai

Kriteria diagnosis D SM -IV


Semua gangguan tersebut:
Muncul sebelum usia 7 th
Muncul dlm 2/> keadaan (misal di rumah, sekolah atau
tempat kerja)
Bukan gangguan perkembangan pervasif, skizofrenia,
gangguan psikotik lainnya
Tidak lebih baik bl besama dg gangguan mental lainnya
(misalnya gangguan mood atau gangguan cemas)

Penatalaksanaan
Multidisiplin: SpA, psikiater anak, psikolog, terapis

okupasi, fisioterapis, terapi wicara, pekerja sosial


Medikamentosa:
Methylphenidate dan dextroamphetamin
Obat lain: cathecolamin, atomoxetine, bupropion,

antidepresan trisiklik (imipramin, despramin), agonis


adrenergic 9clonidin), obat2 psikotropik

Nonmedikamentosa:
Terapi perilaku
Terapi aktifitas fisik (OR)
Konseling keluarga, guru, pengasuh
Terapi edukasi
Lain2: neurofeedback, terapi chelation, anti jamur sistemik,

terapi diet, vitamin

Latifah Hanum

R ETA R D A S I M EN TA L

D efi
nisi
Kemampuan mental yg tidak

mencukupi (WHO)
Melly Budhiman (1991):
1. Fungsi intelektual umum di bawah

normal
2. Terdapat kendala pada perilaku adaptif
sosial
3. Gejalanya timbul dalam perkembangan,
yaitu di bawah usia 18 th

D efi
nisi
AAMR (American Associated on

Mental Retardation):
fungsi intelektual umum secara
bermakna di bawah normal, disertai
adanya keterbatasan pada 2 fungsi
adaptif atau lebih, yaitu komunikasi,
menolong diri sendiri, ketrampilan
sosial, mengarahkan diri, ketrampilan
akademik, bekerja, menggunakan
waktu luang, kesehatan dan atau

D efi
nisi
Fungsi intelektual dapat diketahui dg

tes fungsi kecerdasan, hasilnya sbg


taraf kecerdasan/ IQ
IQ adalah MA/CAx100%
MA=Mental Age, umur mental yg
didapat dr hasil tes
CA=Chronological Age, umur
berdasarkan perhitungan tanggal lahir
RM=IQ <70

Klasifi
kasi
Derajat
AAMD
1. Klasifikasi AAMD-WHO

WHO

Ringan
Sedang
Berat
Sangat berat

50-70
35-49
20-34
0-20

55-69
40-54
25-39
0-24

2.

Klasifikasi Melly Budhiman


a. Retardasi mental tipe klinik
Penyebab: kelainan organik
b. Retardasi mental tipe sosiobudaya
Saat masuk kelas tdk dpt mengikuti
pelajaran, saat keluar bermain spt anak
normal
Gagal naik kelas beberapa kali

Derajat
DSM-IV AAMR AAMR
3. Klasifikasi DSM-IV,
1. Ringan
55-69
51-75
2. Sedang
40-54
3. Berat
25-39
<50
4. Sangat berat <24

Kategor
IQ berdasarkan
Pendidikankemampuan
Bimbing
Preval
4. Klasifikasi
untuk
i dididik/bimbingan
an
en
1. Ringan 55- Mampu didik
Kadang2 0,92. Sedan 70
Mampu latih
Terbatas 2,7%
g
40- Tidak mampu
Ekstensif
3. Berat
54
latih
Pervasif
0,34. Sangat 25- Tidak mampu
0,4%
berat
39
latih
<25

5. Klasifikasi berdasarkan ada dan


tidaknya komorbid
a. RM dg kelainan dismorfik
b. RM tanpa kelainan dismormik

Etiologi
1. Non-organik
Kemiskinan dan keluarga yg tidak harmonis
Faktor sosiokultural
Interaksi anak dan pengasuh yg tidak baik
Penelantaran anak

2. Organik
a. Faktor prakonsepsi: kelainan kromosom
b. Faktor pranatal:TORCH,HIV, kelainan kromosom, disfungsi

plasenta, toksemia gravidarum, zat teratogen, ibu


malnutrisi
c. Faktor perinatal: prematur, asfiksia, HIE, trauma lahir,
meningitis, kelainan metabolik
d. Faktor pascanatal: trauma kepala, hidrosefalus, anoksia,
metabolik, gizi buruk, infeksi, kelainan hormonal,metabolik

D iagnosis
Baru bs ditegakkan mulai umur 6 th
Disebut: GDD (Global Developmental

Delay): bl ada keterlambatan 2/>


sektor perkembangan, terutama
adapatif dan bahasa
Kecuali mengikuti sindrom
Lakukan tes IQ

D iagnosis
Berdasar DSM IV:
1. Intelegensi secara bermakna di bawah
rata2. rata2 IQ sekitar 70
2. Terdapat kelainan fungsi adaptif, paling
sedikit 2 area, yaitu: komunikasi, merawat
diri, kemampuan sosial dan interpersonal,
menggunakan sarana prasaran yg ada di
masyarakat, kemampuan fungsi akademik,
bekerja, menggunakan waktu luang,
kesehatan, dan keamanan
3. Onset terjadi sebelum umur 18 th

Penatalaksanaan
Multidimensional
Individual
Rehabilitasi medis
Pendidikan khusus

Latifah Hanum

PA LS I S ER EB R A L

D efi
nisi
Suatu kelainan gerakan dan postur

tubuh yg tidak progresif, karena


suatu kerusakan/gangguan pada sel2
motorik di SSP yg sedang
tumbuh/belum selesai
pertumbuhannya

Etiologi
1. Faktor ibu
a. Siklus menstruasi yg panjang
b. Riw. Keguguran sebelumnya
c. Riw. Bayi lahir mati
d. Ibu dg RM
e. Ibu dg penyakit tiroid, terutama defisiensi yodium
f. Kejang pada ibu
g. Riw. Melahirkan anak sebelumnya dg BB < 2000g
h. Riw. Melahirkan anak dg defisit motorik, RM, atau

defisit sensori

2. Faktor pranatal
a. Polihidramnion
b. Ibu dlm pengobatan hormon tiroid, estrogen,progesteron
c. Ibu dg proteinuria berat atau hipeertensi
d. Ibu terpapar merkuri
e. Multiple/malformasi kongenital mayor pada bayi/kelainan genetik
f. Bayi laki2/kehamilan kembar
g. Perdarahan pada trimester ketiga kehamilan
h. Bayi dg IUGR
i. TORCH, HIV
j. Radiasi
k. Asfiksia intrauterin (abrupsio plasenta, plasenta previa, anoksia

maternal, kelainan umbilikus, ibu hipertensi, toksemia gravidarum)


l. DIC oleh karena kematian pranatal pada salah satu bayi kembar

3. faktor perinatal
a. Bayi prematur; uk < 30 minggu
b. BB < 1500g
c. Korioamniositis
d. Bayi bukan letak kepala
e. Asfiksia perinatal berat
f. Hipoglikemia lama/menetap
g. Kelainan jantung bawaan sianosis

4. Faktor pascanatal
Infeksi (meningitis, ensefalitis 6 bl I
kehidupan)
Perdarahan intrakranial
PVL
HIE
Kern-ikterus
PPHN
Penyakit metabolik
Racun, logam berat, gas CO

Patogenesis
Infeksi maternal/nflamasi fetus

Prematuritas

Sitokin mikroglia

Iskemia/reperfusi

Glutamat

Pertahanan
antioksidan

Fe++

Reactive oxygen species


Reactive nitrogen species

Kematian sel oligodendrosit

Perdarahan
intrakranial

Klasifi
kasiberdasar gejala
klinis
Tipe

Frekuensi
Subgrup

1. Spastik
. Monoparesis
. Hemiparesis: kongenital,
pascanatal
. Diplegia (paraparesis)
. Triplegia
. Kuadriplegia (tetraplegia)
2. Athetoid (diskinetik, distonik)
3. Rigid
4. Ataksia
5. Tremor
6. Atonik/hipotonik
7. Campuran
. Spastik-athetoid
. Rigid-spastik
. Spastik-ataksik

Seluruhnya
50%

Jarang
5:10
2:10
Jarang
3:10
20%
4%
1%
Jarang
Jarang
25%
2:3
1:3
Jarang

Klasifi
kasiberdasar derajat kem am puan
fungsional
1. Ringan
masih dapat melakukan aktivitas sehari2
sedikit bantuan

2. Sedang
aktivitas sangat terbatas
Membutuhkan bermacam2 bantuan/pendidikan

khusus

3. Berat
Sama sekali tidak dapat melakukan aktivitas fisik
Tidak mungkin hidup tanpa pertolongan orang lain
Pendidikan/latihan khusus sangat sedikit membantu
Tempat perawatan khusus

Klasifi
kasiberdasar derajat kem am puan
fungsional
Tingkat I : penderita dapat berjalan tanpa

batasan
Tingkat II : penderita dapat berjalan dengan
batasan
Tingkat III : penderita dapat berjalan
menggunakan alat bantu tongkat
Tingkat IV : penderita dapat memobilisasi
diri sendiri dengan batasan, dapat
menggunakan kursi roda otomatis
Tingkat V : penderita menggunakan kursi
roda yang dikendalikan orang lain

Klasifi
kasiberdasar G M FCS ER (gross m otor function
classifi
cation system -expanded and revised)
berdasarkan kemampuan penderita dalam melakukan

inisiasi gerakan motor sendiri


Dibedakan 2:
1. < 2 th
2. > 2 th

< 2th
Kelainan
ekstremitas
bawah:
Sudut abduktor
Sudut popliteal
Sudut achiles
Simetris
Kekuatan
< 2 kelainan bilateral

> 2 kelainan unilateral

> 2 kelainan bilateral

Kelainan ekstremitas atas:


Tonus
Postur tangan
Ketepatan menggenggam
Refleks proteksi lateral
Reflek parasut
Simetris
Kekuatan

Dignosis palsi serebral

< 3 kelainan bilateral

Bukan palsi serebral

> 3 kelainan unilateral

Hemiparesis

> 3 kelainan bilateral

Kuadriparesis

< 3 kelainan bilateral

Diparesis

> 3 kelainan unilateral

Hemiparesis (sisi sama)

> 3 kelainan unilateral

Kuadriparesis (sisi lain)

> 3 kelainan bilateral

Kuadriparesis

< 3 kelainan bilateral

Diparesis

> 3 kelainan unilateral

Kuadriparesis

> 3 kelainan bilateral

Kuadriparesis

> 2 th
Apakah terdapat tonus yg meningkat pada satu
atau lebih ekstremitas?
YA

TIDAK

Apakah kedua sisi tubuh


terkena?

Apakah terdapat tonus


yg bervariasi?

YA

TIDAK

YA

TIDAK

Serebral palsi Serebral palsi


Serebral palsi
spastik bilateralspastik unilateraldiskinesis

Aktivitas menurun :
tonus meningkat

Apakah terdapat hipotoni


umum dg gejala ataksia?
YA

Serebral palsi
Aktivitas meningkat :ataksia
tonus menurun

Serebral palsi distonikSereral palsi koreoatetosis

TIDAK

Tidak
terklasifikasi

D iagnosis dan gejala klinis


Fisiologi

Topografi

Etiologi

Fungsion
al

Spastik

Monoplegia

Tingkat I

Athetoid
Rigid
Ataksia
Tremor
Atonik
Campuran
Tidak bisa
diklasifikasik
an

Paraplegia
Hemiplegia
Triplegia
Kuadriplegi
a
Diplegia

Pranatal (contoh: infeksi,


metabolik,anoksia, toksin,
genetik)
Perinatal (contoh: anoksia)
Pascanatal (contoh: trauma,
infeksi)

Cara menulis diagnosis palsi serebral

Tingkat
Tingkat
Tingkat
Tingkat

II
III
IV
V

Penatalaksanaan
1. Aspek medis
a. Aspek medis umum: gizi yg baik,jaga kebersihan,
b.

c.
d.
e.
f.
g.

kesehatan, imunisasi
Obat2an: golongan antiparkinson, antispastisitas,
antikonvulsan, antidopamin, antidepresan, mucle
relaxants (baclofen)
Pembedahan ortopedi
Fisioterapi
Terapi okupasi
Ortotik: brace, bidai, tongkat ketiak, tripod,
walker, kursi roda
Terapi wicara

2. Aspek nonmedis
a. Pendidikan
b. Pekerjaan
c. Problem sosial
3. Terapi alternatif
: stem cell

Fungsi Kognitif merupakan kemampuan

seseorang untuk menerima, mengolah,


menyimpan dan menggunakan kembali
semua masukan sensorik secara baik.
Fungsi kognitif
memperhatikan (atensi),
mengingat (memori),
mengerti pembicaraan/berkomunikasi (bahasa),
bergerak (motorik) dan
merencanakan/melaksanakan keputusan

(eksekutif).