Anda di halaman 1dari 1

Jangan Asal-asalan Memupuk Sawit

Memupuk tanaman kelapa sawit tidaklah bisa asal-asalan. Misalnya memupuk setahun sekali atau setahun dua kali
dengan urea dan TSP saja. Padahal, tanaman sawit, seperti tanaman perkebunan lain umumnya, membutuhkan lebih dari
sekedar unsur nitrogen dan phosfat.Bagaimana mengetahui sebenarnya tanaman sawit kita membutuhkan pupuk apa?
Berikut kami uraikan cara mengetahui ciri kukurangan unsur hara pada tanaman kelapa sawit.
1.Kekurangan unsur nitrogen.
Ciri-ciri : daun muda pucat dan bila dilihat dari bawah pada siang hari daunnya seperti transparan atau tembus cahaya.
Solusi : pemupukan dengan urea atau ZA.
2.Kekurangan unsur magnesium.
Ciri-ciri : Gejala yang di timbukan kelapa sawit yang kekurangan unsur hara magnesium adalah daun yang menguning
dan akhirnya gosong seperti terbakar mulai dari tepi anak daun. Solusi : pemupukan dengan Dolomit atau Kieserite.
3.Kekurangan unsur phosfat.
Ciri-ciri : gejala kekurangan unsur hara Phosfat pada tanaman kelapa sawit di tunjukkan dengan gejala batang yang
meruncing dan pelepah yang berwarna kemerahan. Selain itu juga sering ditunjukkan dengan gulma (rumput-rumputan) di
sekitar tanaman kelapa sawit memiliki daun berwarna ungu. Solusi : pemupukan dengan TSP atau RP.
4.Kekurangan unsur hara kalium.
Ciri-ciri : gejala kekurangan unsur hara kalium adalah pada daun tua kelihatan bintik - bintik merah seperti orang panuan
dan kalau gejala sudah berat maka bercak tersebut akan membesar dan merata pada daun kelapa sawit. Solusi :
pemupukan dengan MOP atau KCL.
5.Kekurangan unsur boron.
Ciri-ciri : gejala sawit yang kekurangan unsur hara boron di tunjukkan melalui daun yang keriting dan kadang ujung anak
daun melipat seperti mata pancing.
Solusi : pemupukan dengan puput borate atau HGFB.
Adapun jumlah pupuk yang harus diberikan berikut jadwal tepatnya, Insya Allah akan kami tulis pada kesempatan
berikutnya. Ingat, cara, jumlah dan jadwal pemupukan yang tidak tepat akan sangat merugikan petani. Contoh : memupuk
pada musim hujan, memupuk degan sistim tebar pada tanah miring atau mencampur pupuk yang punya sifat berlawanan.