Anda di halaman 1dari 3

PENGERTIAN

1. Sistem rujukan adalah pelimpahan tanggung jawab secara timbal balik atas suatu kasus/
masalah medik yang timbul, baik secara vertikal maupun harizontal kepada yang lebih
berwenang dan mampu, terjangkau dan rasional (Depkes RI, 1991)
TUJUAN RUJUKAN
Menurut Mochtar, 1998 Rujukan mempunyai berbagai macam tujuan antara lain :
1. Agar setiap penderita mendapat perawatan dan pertolongan sebaik-baiknya
2. Menjalin kerja sama dengan cara pengiriman penderita atau bahan laboratorium dari unit
yang kurang lengkap ke unit yang lebih lengkap fasilitasnya
3. Menjalin perubahan pengetahuan dan ketrampilan (transfer of knowledge & skill) melalui
pendidikan dan latihan antara pusat pendidikan dan daerah perifer

4. Persiapan penderita (BAKSOKUDA)


Persiapan yang harus diperhatikan dalam melakukan rujukan , disingkat
BAKSOKU yang dijabarkan sebagai berikut :
B (bidan) : pastikan ibu/bayi/klien didampingi oleh tenaga kesehatan yang kompeten dan
memiliki kemampuan untuk melaksanakan kegawatdaruratan
A (alat) : bawa perlengkapan dan bahan bahan yang diperlukan, seperti spuit, infus set,
tensimeter, dan stetoskop
K (keluarga) : beritahu keluarga tentang kondisi terakhir ibu (klien) dan alas an mengapa ia
dirujuk. Suami dan anggota keluarga yang lain harus menerima Ibu (klien) ke tempat rujukan.
S (surat) : beri surat ke tempat rujukan yang berisi identifikasi ibu (klien), alasan rujukan, uraian
hasil rujukan, asuhan, atau obat obat yang telah diterima ibu (klien)
O (obat) : bawa obat obat esensial diperlukan selama perjalanan merujuk
K (kendaraan) : siapkan kendaraan yang cukup baik untuk memungkinkan ibu (klien) dalam
kondisi yang nyaman dan dapat mencapai tempat rujukan dalam waktu cepat
U (uang) : ingatkan keluarga untuk membawa uang dalam jumlah yang cukup untuk membeli
obat dan bahan kesehatan yang di perlukan di temapat rujukan
DA(darah): siapkan darah untuk sewaktu-waktu membutuhkan transfusi darah apabila terjadi
perdarahan.

Pengiriman Penderita
Untuk mempercepat sampai ke tujuan, perlu diupayakan kendaraan / sarana
transportasi yang tersedia untuk mengangkut penderita.

Persiapan penderita
a. Sebelum dikirim, keadaan umum penderita harus diperbaiki terlebih dahulu. Keadaan umum
perlu dipertahankan selama dalam perjalanan. Untuk itu obat-obatan yang diperlukan untuk
mempertahankan keadaan umum perlu disertakan pada waktu pasien diangkut.
b. Surat rujukan perlu disiapkan dengan format rujukan
c. Dalam hal penderita gawat darurat maka seorang perawat/ bidan perlu mendampingi
penderita dalam perjalanan untuk menjaga keadaan umum penderita
6. Pengiriman penderita
Untuk mempercepat sampai ke tujuan, perlu diupayakan kendaraan/ sarana transportasi
untuk mengangkut penderita
Stabilisasi penderita dengan pemberian oksigen, cairan infus intravena, transfusi
darah serta obat-obatan. Stabilisasi kondisi penderita dan merujuknya dengan
cepat dan tepat sangat penting (essensial) dalam menyelamatkan kasus gawat
darurat, tidak peduli jenjang atau tingkat pelayanan kesehatan.

Sistem rujukan kasus ginekologi meliputi :


1. Stabilisasi Klien
Merupakan hal yang harus diperhatikan dalam memberikan pelayanan
kasus ginekologi yang akan dirujuk, misalnya : pemberian oksigen, pemberian
cairan infus atau transfusi darah, dan pemberian obat-obatan (antibiotik,
analgetik, dll).
2.

Persiapan Administrasi

Memberikan surat ke tempat rujukan. Surat ini harus berisi identifikasi mengenai
klien. Cantumkan alasan rujukan dan uraikan hasil pemeriksaan, asuhan atau
obat-obatan yang diterima klien tersebut. Sertakan juga kartu klien atau status
yang dipakai untuk membuat keputusan klinik.
3.

Melibatkan Keluarga

Beritahui keluarga kondisi terakhir klien dan jelaskan pada mereka alasan atau
tujuan merujuk klien dirujuk ke fasilitas rujukan tersebut. Anggota keluarga harus
menemani klien ke tempat rujukan.
4. Persiapan Keuangan
Ingatkan pada keluarga agar membawa uang dalam jumlah yang cukup untuk

membeli obat-obatan yang diperlukan dan bahan-bahan kesehatan lain yang


diperlukan selama klien tersebut tinggal di fasilitas rujukan.
5.

Kerjasama antara pengirim dan penerima rujukan

Hubungan kerjasama antara petugas yang merujuk dan petugas di tempat


rujukan. Petugas yang merujuk perlu menghubungi petugas di tempat rujukan
untuk menyampaikan informasi mengenai kondisi klien. Dengan adanya
informasi tersebut, petugas di tempat rujukan mempunyai cukup waktu untuk
menyiapkan segala kebutuhan, sehingga kasus rujukan langsung dapat
ditangani. Setiap tempat rujukan harus selalu siaga 24 jam untuk menerima
kasus rujukan.
Umpan balik rujukan dan tindak lanjut kasus pasca rujukan. Tempat rujukan
mengirim umpan balik mengenai keadaan klien beserta anjuran tindak lanjut
pasca rujukan terhadap klien ke petugas yang merujuk (puskesmas/polindes).