Anda di halaman 1dari 44

Case Presentation 2

GLAUKOMA KONGENITAL
BILATERAL
5/5/2015

Arrum Chyntia
Yuliyanti, S.Ked
H1A 010 024

PENDAHULU
AN
Glaukoma adalah neuropati optik
yang disebabkan oleh tekanan
intraokular (TIO) yang (relatif) tinggi,
yang ditandai oleh kelainan lapangan
pandang yang khas dan atrofi papil
saraf optik.
penyebab kebutaan peringkat kedua
di Indonesia setelah katarak.

Insidensi Glaukoma kongenital 1 dari


10.000 kelahiran.
Glaukoma kongenital bermanifestasi
sejak lahir pada 50% kasus.
Glaukoma kongenital terjadi karena
saluran Aqueous humor tidak
terbentuk dengan baik atau bahkan
tidak terbentuk sama sekali.

LAPORAN
IdentitasKASUS
Pasien

Nama
: By Z. M
Umur
: 3 bulan
Jenis Kelamin
: perempuan
Alamat
: Pringgarata, Kab Lombok Tengah
Pekerjaan Ayah
: buruh bangunan di Malaysia
pendidikan ayah
: SD
Pekerjaan ibu
: IRT
Pendidikan ibu
: tidak sekolah
Agama
: Islam
No RM
: 5592932
Tanggal MRS
: 25 April 2015
Tanggal Pemeriksaan : 29 April 2015

ANAMNESIS
a) Keluhan Utama :
Kedua mata menonjol
b) Riwayat Penyakit Sekarang :
) Pasien merupakan rujukan dari RSUD Praya
dengan observasi dispnea suspect
bronkopneumonia. Pasien mengeluhkan
sesak napas sejak 3 hari. Sesak semakin
memberat sejak 1 hari sebelum MRS.
Sebelum terjadi sesak pasien dikeluhkan
batuk dan pilek sejak 3 hari. Pasien juga
dikeluhkan demam sejak 3 hari. BAK dan

Pasien dirawat di bangsal anak RSUP NTB


dengan bronkopneumonia dan multipel
kongenital anomali (PJB asianotik,
palatoskizis). Kemudian dikonsulkan ke
bagian ilmu penyakit mata setelah 4 hari
perawatan di bangsal anak karena mata
menonjol dan dicurigai infeksi mata. Ibu
pasien mengaku kedua mata anaknya
tampak menonjol yang disadari sejak 2 bulan
sebelum MRS. Ibu tidak pernah membawa
anaknya berobat karena ibu berpikir itu hal

Mata pasien tidak dapat menutup


sempurna saat pasien tidur. Setelah
keluar dari NICU RSUD Praya, Ibu
menyadari anaknya sering
mengeluarkan air mata saat terjaga.
Pasien juga sering rewel sejak 1 bulan
terakhir. Riwayat keluar kotoran mata
dan mata merah disangkal. Riwayat
muntah, kejang, dan trauma mata

c) RPD:
Setelah dilahirkan pasien pernah dirawat inap
di NICU RSUD Praya selama 22 hari. Menurut
ibu pasien anaknya memiliki lubang di rongga
mulut.
Pasien pernah sesak napas seperti sekarang
saat berumur 2 bulan namun tidak sampai
dirawat inap.
d) RPK:
riwayat penyakit mata pada keluarga pasien,
asma dan jantung disangkal. nenek pasien

Riwayat Pengobatan :
Pasien dibawa berobat ke Polindes
karena sesak napas dan dirujuk ke
RSUD Praya dan mendapatkan
Oksigen, infus, injeksi cefotaxim 3x150
mg, injeksi lasic 2x125 mg. Pasien
kemudian diberikan rujukan ke IGD
RSUP NTB. Pasien tidak pernah berobat
mata sebelumnya.

Riwayat kehamilan dan persalinan


ANC >4 kali, tidak pernah mengkonsumsi obat-obatan,
jamu, rokok, maupun alkohol selama hamil, tidak
pernah menderita sakit berat, seperti tekanan darah
tinggi, kejang, perdarahan, demam lama, ataupun
trauma. Ibu pasien rutin mengkonsumsi tablet
penambah darah selama kehamilan.
Pasien lahir di Polindes melalui persalinan spontan dan
ditolong oleh bidan, cukup bulan dengan berat badan
lahir 2600 gram, tidak langsung menangis dan
kebiruan pada wajah dan dibawa ke RSUD Praya.

g) Riwayat nutrisi :
Saat lahir pasien tidak langsung minum ASI
sampai usia 22 hari. Pasien minum ASI
hanya 1 minggu setelah 22 hari, karena
produksi ASI yang kurang, akhirnya pasien
minum susu formula sampai sekarang.
h) Perkembangan dan Kepandaian
Ibu pasien mengatakan anaknya berespon
jika diberikan mainan bersuara namun
jarang tertawa spontan.

j) Riwayat Imunisasi :
Ibu mengaku pasien belum pernah
mendapat imunisasi apapun.
k) Riwayat Sosial :
Pasien merupakan anak ke 2 dari 2
bersaudara. Pasien tinggal bersama ibunya,
nenek, kakek, dan tante dan kakaknya. Ibu
menyangkal ada yang merokok di dalam
rumah. Keluarga memakai kompor minyak
dan kayu bakar untuk memasak.

LAHIR TIDAK
MENANGIS

TIMEF
RAME

berobat
ke
Polindes
dan
RSUD
Praya:
dirujuk

20/1/2015 11/2
Diraw
at di
NICU
RSUD
Praya

Pulang
ODS menonjol
Air mata >
Kelopak tidak
menutup
sempurna
Rewel

22/4

24/4

Sesak
Batuk
Pilek
demam

MRS
bangsa
l anak
RSUP
NTB

25/4

konsul
mata
RSUP
NTB

29/4

PEMERIKSAAN
A. Status FISIK
Generalis

Keadaan umum : sedang


Kesadaran
: compos mentis / E4V5M5
Berat Badan : 2700 gram
Tinggi badan : 47 cm
Lingkar kepala : 33 cm
Nadi
: 135 x / menit, regular, kuat angkat
Pernapasan
: 46 x / menit, regular,
abdominotorakal
Suhu
: 36,8 C
CRT
: < 2 detik
SpO2
: 99 % dengan Oksigen 1 liter/menit
Status gizi
: BB/U: gizi kurang

FOTO PASIEN
ODS
Makrokornea

buphtalmos

OD
Kornea jernih,
BMD dangkal

epifora

IDENTIFIKASI MASALAH
SUBJEKTIF
OBJEKTIF
pada mata kanan Bronkopneumonia,
PJB
dan kiri :

palatoskizis.

mata

menonjol Pada OD OS didapatkan:

ke luar
-

tidak

dapat

Visus

CSM

+,

asianotik,

buphtalmos,

fissure

palpebra melebar, diameter kornea 16

menutup

mm, Bulat, Cembung, kesan rata dan

sempurna

jernih.

sering keluar air -

BMD Kesan dangkal dan jernih

mata

Pupil Bulat, 3 mm, reflex langsung (+)

suspicious
-

TIO meningkat

Pergerakan bola mata, Lapang pandang,


dan Gambaran fundus sulit dievaluasi

DIAGNOSIS
DIFERENSIAL
Buphtalmos
Glaukoma sekunder
Megalokornea
Retinoblastoma

ANALISIS
KASUS
Glaukoma
kongenital
megalokorne
a
retinoblasto
ma

S: bupfhtalmos, epifora, blefarospasme, fotofobia


O: peningkatan TIO, edema kornea dan Haab striaae,
peningkatan panjang aksial, penurunan densitas sel
endotel, pendataran kornea, penurunan ketebalan
lensa, asimetris, Optic disc cupping.

S: riwayat keluarga (+)


O: pembesaran kornea nonprogresif, TIO normal

S: strabismus,, visus menurun, nyeri, merah


O: leukokoria, neovaskularisasi iris, dan buphtalmos
unilateral, Refleks pupil negative,

DIAGNOSIS
KERJA

OD OS Glaukoma kongenital ec
sindrom rubella kongenital
bronkopneumonia
multipel anomaly kongenital
(Penyakit Jantung Bawaan
asianotik dan palatoskizis)
gizi kurang dengan anemia
ringan

PLANNING
Diagnostik:
gonioskopi untuk memeriksa sudut BMD
ultrasonografi
Funduskopi ( evaluasi diskus optikus )
Slit lamp
Dengan anestesi

Parameter
HGB
RBC
HCT
MCV
MCH
MCHC
WBC
PLT

1. pemeriksaan Darah Lengkap,


kimia klinik
25/4/2015 Normal
9,8
P : 11,516,5 g/dL
3,18
P : 4,0 5,0
[10^6/L]
29,7
P : 37 45 [%]
93,4
82,0 92,0 [fL]
30,8
27,0-31,0 [pg]
33,0
32,0-37,0 [g/dL]
18,01
4,0 11,0 [10^3/
L]
Paramet
28/4/20 Normal
582
400.[100^3/
L]
er
GDS
ureum
kreatini
n
SGOT/AS

15
96
18
0,3

<160
10-50
0,9-1,3

87

<40

Pemeriksaan seroimunologi
Parameter
Toxoplasma
IgG
Toxoplasma
IgM
Rubella IgG
Rubella IgM
CMV IgG
CMV IgM
FT4
TSH

28/4/2015
NEGATIF

Normal

NEGATIF

+
39 <10
mikroL/ml
NEGATIF

NEGATIF

NEGATIF

12,40
9-20
1,2
0,2-5

Planning
Terapi
Pengobatan dari bagian mata yaitu rawat inap,
tirah baring, dengan terapi berikut:
Betaxolol e.d 2 dd 1 gtt OD OS (Cendo Tonor
0,5%)
Cairan lubrikan mata e.d 6 dd 1 gtt OD OS
(cendo lyteers 15 ml)
Terapi pembedahan dengan goniotomi.
Terapi untuk diagnosis lain diberikan dari bagian
ilmu penyakit anak

FOLLOW UP
follow up
Pemeriksaan mata setiap hari sampai TIO
menurun

KIE
Menjelaskan bahwa penyakit yang terjadi
adalah glaukoma kongenital yang dapat
menyebabkan kebutaan permanen akibat
tekanan di dalam mata yang tinggi.
Penyakit merupakan penyakit bawaan
sebagai kumpulan gejala akibat infeksi virus
Rubella sehingga pengobatan cukup sulit.
Pengobatan mata harus dilakukan
secepatnya.
Obat tetes mata diberikan sebelum
pembedahan untuk menurunkan tekanan

PROGNOSIS
Ad vitam

: dubia ad malam

Ad functionam: dubia ad malam

TERIMAKASIH

RECOGNIZING CHILDHOOD
GLAUCOMA IN THE PRIMARY
PEDIATRIC SETTING