Anda di halaman 1dari 29

YAYASAN ASH-SHAFF BENGKULU

KOMITE SEKOLAH
SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU (SDIT) AL-MARJAN
Jl. Kebun Vetaran No.16 A Kel. Nusa Indah Kec. Ratu Agung Kota Bengkulu
DRAFT ANGGARAN DASAR

MUKADIMAH
Dengan nama Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, sesungguhnya pembangunan
Indonesia pada hakekatnya adalah pembangunan manusia seutuhnya yang diridhai Allah SWT,
Tuhan Yang Maha Esa untuk mencapai cita-cita terwujudnya masyarakat adil dan makmur
berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang dasar 1945.
Bahwa Pendidikan merupakan tanggng jawab bersama antara orangtua, Masyarakat dan
Sekolah (pemerintah). Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Marjan dalah salah satu satuan
pendidikan yang diselenggarakan di lingkungan Dinas Pendidikan Dasar Kota Bengkulu. Dalam
rangka meningkatkan kualitas pendidikan maka SDIT Al-Marjan membentuk suatu lembaga
yang mandiri, yang menjadi mitra sekolah, beranggotakan perwakilan orang tua/ wali murid,
komunitas sekolah dan juga tokoh-tokoh masyarakat yang perduli terhadap pendidikan yang
selanjutnya disebut sebagai Komite Sekolah.
Kemudian sebagai dasar acuan operasional kegiatan maka Komite Sekolah menyusun &
menetapkan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Komite SDIT AlMarjan. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan Rahmat dan
Petunjuk dalam merealisasikan AD/ART tersebut.

BAB I
NAMA, TEMPAT DAN KEDUDUKAN
Pasal 1
NAMA
Organisasi ini bernama Komite Sekolah SDIT AL-MARJAN Kota Bengkulu. Disebut dalam
Anggaran Dasar dengan istilah Komite Sekolah.
Pasal 2
TEMPAT KEDUDUKAN
Komite Sekolah bertempat di SDIT Al-Marjan. Alamat Jalan Kebun Veteran No.16 A Kota
Bengkulu

BAB II
AZAS, VISI, MISI, TUJUAN, FUNGSI, DAN PERANAN
Pasal 3
AZAS
Komite Sekolah berazaskan Pancasila
Pasal 4
VISI
Menjadi organisasi mitra sekolah yang akuntabel dan bermartabat dalam menfasilitasi
pendidikan SDIT Al-Marjan yang berakhlak mulia dan berakhlaq Quran
Pasal 5
MISI
Menfasilitasi
Pasal 6
TUJUAN
a. Menghimpun harapan dan menyatukan aspirasi serta prakarsa masyarakat dalam melahirkan
kebijakan operasional program pendidikan di satuan pendidikan disatuan pendidikan masingmasing.
b. Meningkatkan tanggung jawab dan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan
pendidikan di satuan pendidikan masing-masing.
c. Membantu menciptakan suasana yang kondusif, transparan, akuntabel, dan demokratis dalam
penyelenggaraan serta pelayanan pendidikan yang bermutu di satuan pendidikan masingmasing.
Pasal 7
FUNGSI
Komite Sekolah berfungsi:
Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan
pendidikan yang bermutu.
a. Melakukan kerja sama dengan masyarakat ( perorangan / organisasi dunia usaha/ dunia
industri) dan pemerintah berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.
b. Menampung dan menganalisis aspirasi, ide, tuntutan, dan berbagai kebutuhan pendidikan
yang diharapkan oleh masyarakat.
c. Memberi masukan, pertimbangan,dan rekomendasi kepada satuan pendidikan mengenai:
1) Kebijakan dan program pendidikan:
2) Rencana angaran pendidikan dan belanja sekolah (RAPBS):
3) Kriteria kinerja satuan pendidikan:
4) Kriteria tenaga kependiidkan;
5) Kriteria fasilitas pendidikan: dan
6) Hal- hal lain yang berkaitan dengan pendidikan
d. Mendorong orang tua dan masyarakat berpartisipasi dalam pendidikan guna mendukung
peningkatan mutu dan pemeratan pendidikan.
e. Menggalang dana masyarakat dalam rangka pembiayaan penyelengaraan pendidikan di
satuan pendidikan.
f. Melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan, program,penyelenggaran, dan
keluaran pendidikan di suatu pendidikan.

Pasal 8
PERANAN
a. Pemberi pertimbanngan (Advisory Agency) dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan di
suatu pendidikan.
b. Pendukung (Supporting Agency) baik yang berwujud finansial, pemikiran, maupun tenaga
dalam penyelenggaran pendidikan di suatu pendidikan.
c. Pengontrol (Controlling Agency) dalam rangka transparansi dan akuntabilasi
penyelenggaraan dan keluaran pendidikan di suatu pendidikan.
d. Mediator antara pemerintah dan masyarakat di suatu pendidikan.
BAB III
KEANGGOTAN DAN KEPENGURUSAN
Pasal 9
KEANGGOTAAN
Keanggotaan Komite Sekolah terdiri dari :
1. Unsur Masyarakat dapat berasal dari :
a. Pewakilan orang tua / wali peserta didik
b. Tokoh masyarakat (Ketua RT / RW/ RK, ulama,budayawan, dll)
c. Anggota masyarakat yang mempunyai perhatian atau dijadikan figure untuk
meningkatkan mutu pendidikan.
d. Pejabat pemerintahan setempat (Lurah, Kepolisian, Korem I, Depnaker, dan Instansi lain)
e. Dunia usaha/ industri (Pengusaha Industri, jasa,asosiasi,dan lain-lain).
f. Pakar pendidikan yang mempunyai perhatian pada peningkatan mutu pendidikan.
g. Organisasi profesi tenaga pendidikan (PGRI, ISPI, BMPS).
h. Perwakilan forum alumni SDIT Al-Marjan yang dewasa dan mandiri.
2. Unsur Dewan Guru, Yayasan/lembaga penyelenggara pendidikan.
Pasal 10
KEPENGURUSAN
1. Kepengurusan Komite Sekolah,
a. Pengurus Komite sekurang-kurangnya terdiri dari 9 orang dengan susunan sebagai
berikut :
1. Ketua
2. Sekretaris
3. Bendahara
4. dan 6 bidang tertentu sesuai dengan kebutuhan.
b. Masa bakti Kepengurusan
Masa bakti kepengurusan komite sekolah selama 2 tahun dan dapat dipilih kembali.
c. Pengurus dipilih dari dan oleh anggota secara demokratis dan terbuka dalam musyawarah
komite sekolah.
d. Jika diperlukan dapat menunjuk atau dibantu oleh tim ahli sebagai konsultan sesuai
dengan bidang keahliannya.
e. Ketua bukan berasal dari kepala satuan pendidikan/ketua yayasan sekolah yang
bersangkutan.
2. Surat Keputusan Tentang Komite Sekolah
a. Sekolah negeri diterbitkan oleh Kepala sekolah diketahui oleh Dewan Pendidikan

b. Sekolah swasta diterbitkan oleh kepala sekolah disejutui oleh ketua Yayasan yang
diketahui oleh Dewan Pendidikan Kota Bengkulu

BAB IV
HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA DAN PENGURUS
Pasal 11
HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA
1. Anggota Komite Sekolah mempunyai hak :
a. Hak suara yaitu hak memilih dan hak dipilih serta dalam pemungutan suara untuk
pengambilan keputusan
b. Hak bicara untuk menyalurkan pendapat dan mengajukan pertanyaan
c. Hak untuk mengikuti kegiatan baik formal maupun non formal.
2. Anggota berkewajiban untuk :
a. Mentaati semua ketentuan AD/ART
b. Menjaga dan menjunjung tinggi nama baik Komite Sekolah

BAB V
KEUANGAN
Pasal 12
SUMBER KEUANGAN
Sumber keuangan diperoleh dari :
a. Dana hasil dari swadana pengurus komite sekolah dan anggota komite sekolah
b. Usaha lain yang sah dan tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran
Rumah Tangga.
c. Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan anggaran pendapatan Belanja Negara
(APBN)
Pasal 13
PENGGUNAAN ANGGARAN
Penggunaan Anggaran Komite Sekolah dana masyarakat yang dihimpun oleh komite sekolah
digunakan untuk :
1. Kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan lainnya.
2. Menunjang KBM
3. Peningkatan mutu pendidikan/sarana dan prasarana
4. Kegiatan evaluasi belajar
5. Kegiatan kesiswaan dan lingkungan hidup
6. Kegiatan Pembinaan Imtaq dan cinta tanah air
7. Kegiatan operasional komite sekolah.

BAB VI
MEKANISME KERJA DAN RAPAT-RAPAT

Pasal 14
MEKANISME KERJA
Mekanisme kerja diatur kemudian dalam bentuk tata laksana/pembagian tugas
Pasal 15
RAPAT-RAPAT
Rapat-rapat terdiri dari :
1. Rapat Anggota
2. Rapat Kerja
3. Rapat Pleno
4. Rapat pengurus harian
BAB VII
PERUBAHAN AD/ART DAN PEMBUBARAN KOMITE SEKOLAH
Pasal 16
1. Keputusan perubahan AD/ART dapat dilakukan apabila cukup alasaan yang kuat serta
disetujui oleh anggota dalam rangka peningkatan efisiensi dan kewajiban usaha komite
sekolah.
2. Perubahan AD/ART Komite sekolah dilakukan melalui Rapat yang dihadiri oleh sekurangkurangnya 2/3 anggota dan disetujui oleh lebih dari separoh jumlah yang hadir.
Pasal 17
PEMBUBARAN ORGANISASI
Pembubaran organisasi komite sekolah dilakukan berdasarkan peraturan yang berlaku.
Pasal 18
Apabila Komite Sekolah secara resmi dinyatakan bubar, maka seluruh asset organisasi komite
sekolah dalam bentuk apapun diserahkan kepada satuan pendidikan yang akan digunakan untuk
kepentingan kependidikan.

BAB VIII
PENUTUP
Pasal 19
1. Anggaran dasar komite sekolah berlaku sejak ditetapkan
2. Dengan berlakunya AD ini maka segala ketentuan yang terdahulu dengan sendirinya tidak
berlaku.
3. Keberhasilan pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi Komite Sekolah ditentukan oleh niat
baik, kerja keras yang tulus Komite Sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan
pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan.

Pasal 20
Hal-hal yang belum diatur dalam AD akan diatur lebih lanjut dalam ART

Ketua Komite Sekolah

Ditetapkan di : Bengkulu
Pada Tanggal :
Sekretaris Komite Sekolah

ANGGARAN RUMAH TANGGA


KOMITE SDIT AL-MARJAN
KOTA BENGKULU

BAB I
PEMILIHAN DAN KOMPOSISI ANGGOTA DAN PENGURUS
Pasal 1
SYARAT SYARAT MENJADI ANGGOTA/PENGURUS KOMITE SEKOLAH
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;


Sehat jasmani dan rohani;
Memiliki komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan;
Menyatakan bersedia menjadi anggota komite sekolah secara tertulis;
Tidak menuntut imbalan (Honor);
Tidak cacat hukum.
Pasal 2
PEMILIHAN ANGGOTA

1. Pemilihan anggota diawali dengan pembentukan panitia persiapan yang dibentuk oleh Kepala
satuan pendidikan dan/atau oleh masyarakat;
2. Panitia persiapan berjumlah sekurang-kurangnya 5 (lima) orang dan berjumlah gasal yang
terdiri dari unsur guru, kepala sekolah/penyelenggara pendidikan /Yayasan, perwakilan orang
tua peserta didik berdasarkan jenjang kelas yang dipilih secara demokratis, pemerhati
pendidikan/alumni, tokoh masyarakat/tokoh agama, kalangan dunia usaha dan industri,
pejabat pemerintah setempat, organisasi profesi tenaga kependidikan, dan unsur pengurus
komite sekolah yang sudah ada;
3. Panitia persiapan mengadakan forum sosialisasi kepada masyarakat (termasuk majelis
sekolah dan komite sekolah yang sudah ada) tentang komite sekolah menurut keputusan ini.
4. Panitia persiapan bertugas menyusun criteria calon anggota, menyeleksi serta menyusun
nama-nama anggota, mengumumkan calon-calon anggota.
5. Memfasilitasi pemilihan pengurus dan anggota berdasarkan suara terbanyak
Pasal 3
PEMILIHAN PENGURUS
1. Pemilihan pengurus dilakukan dalam forum musyawarah anggota
2. Pemilihan pengurus ditentukan dengan suara terbanyak
3. Ketentuan lebih lanjut tentang proses pemilihan diatur dalam Tata tertib tentang pemilihan
pengurus.
4. Menyampaikan nama pengurus dan anggota Komite Sekolah kepada Kepala Sekolah untuk
diteruskan ke Sudin Dikmenti Kotamadya Jakarta Utara serta Dewan Pendidikan Kotamadya
Jakarta Utara.
Pasal 4
KOMPOSISI ANGGOTA PENGURUS
1. Calon anggota komite sekolah yang disepakati dalam musyawarah atau mendapat dukungan
suara terbanyak melalui pemungutan suara secara langsung menjadi anggota komite sekolah
sesuai dengan jumlah anggota yang disepakati dari masing-masing unsur, yakni unsur
masyarakat dan unsur dewan guru dan atau yayasan/lembaga penyelenggara pendidikan.

2. Pengurus terdiri seorang ketua, sekretaris, dan seorang bendahara dan bidang-bidang sesuai
dengan kebutuhan.
3. Bidang-bidang antara lain terdiri dari : Bidang Penggalian Sumber Daya Sekolah, Bidang
Pengelolaan Sumber Dana Sekolah, Bidang Pengendalian Kualitas Pelayanan Pendidikan,
Bidang Jaringan Kerjasama dan Sistem Informasi, Bidang Sarana dan prasarana, dan Bidang
Usaha.
4. Kepengurusan dipilih dari dan oleh anggota komite sekolah
5. Pemilihan kepengurusan dilakukan dalam rapat forum musyawarah anggota yang dipimpin
oleh salah satu anggota atas persetujuan anggota terpilih.
Pasal 5
Ayat 1
STRUKTUR KEPENGURUSAN
Struktur Kepengurusan Komite SDIT Al-Marjan Periode 2011-2013 adalah :
1. Ketua
:
2. Wakil Ketua :
3. Sekretaris
:
4. Bendahara
:
Anggota / Bidang bidang :
1. Bidang Penggalian Sumber Daya Sekolah
a.
b.
2. Bidang Pengelolaan Sumber Dana Sekolah
a
a.
3. Bidang Pengendalian Kualitas Pelayanan Pendidikan
a.
b.
4. Bidang Jaringan Kerja sama dan Sistem Informasi
a.
b.
c.
5. Bidang Sarana Prasarana
a.
b.
6. Bidang Usaha
a.
b.
Ayat 2
MEKANISME PERGANTIAN PENGURUS
Keputusan pergantian pengurus dilakukan dalam rapat pleno anggota yang dihadiri sekurangkurangnya 2/3 jumlah anggota dan disetujui oleh sekurang-kurangnya lebih dari 50 % anggota
yang hadir.
Ayat 3
SEBAB SEBAB PENGGANTIAN PENGURUS
a. Berakhirnya masa bakti
b. Meninggal dunia
c. Mengundurkan diri
d. Melanggar ketentuan organisasi

BAB II
RINCIAN TUGAS KOMITE SEKOLAH
Pasal 6
1. Menyelenggarakan rapat rapat sesuai dengan program yang telah ditentukan;
2. Menyusun program kerja bersama-sama dengan sekolah;
3. Membantu merumuskan dan menetapkan visi, misi, moto, dan dasar filosofi lainnya
bersama-sama pihak sekolah;
4. Membantu merumuskan dan menetapkan program sekolah, serta APBS bersama-sama
dengan pihak sekolah;
5. Berperan serta kelancaran penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di sekolah;
6. Berperan serta memelihara, menumbuhkan, meningkatkan, serta mengembangkan sekolah
sebagai wawasan wiyata mandala;
7. Berperanserta dalam usaha peningkatan kesejahteraan sekolah, guru, staf tata usaha dan
penjaga sekolah;
8. Menetapkan standar pelayanan pengajaran dan pembelajaran sekolah bersama-sama dengan
pihak sekolah;
9. Mengembangkan potensi ke arah prestasi unggulan, baik dalam bidang akademis (Nilai tes
harian, catur wulan, dan ujian akhir sekolah) maupun bidang non akademis, seperti (akhlak
dan budi pekerti luhur, bahasa, seni dan olah raga, kerajinan tangan, dan ketrampilan untuk
hidup). Bersama-sama dengan pihak sekolah ;
10. Menggali, menghimpun dan megelola sumber dana dari masyarakat untuk mengembangkan
dana abadi sekolah dan peningkatan mutu sekolah.
11. Menghimpun dan mengelola saran, masukan,bahan pemikiran dan tenaga yang berasal dari
masyarakat peduli pendidikan;
12. Mengidentifikasi permasalahan dan pemecahannya bersama-sama pihak sekolah;
13. Memberi otonomi professional kepada guru dalam melaksanakan pengajaran dan
pembelajaran, bimbingan serta penilaian pendidikan;
14. Memberi motivasi dan penghargaan kepada guru dan kepada seseorang yang memiliki
dedikasi yang tinggi untuk meningkatkan mutu pendidikan.
15. Membangun kerjasama dengan pihak lain dalam rangka upaya meningkatkan mutu
pendidikan;
16. Melaksanakan pengawasan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan penggunaan
keuangan sekolah;
17. Membuat laporan pertanggungjawaban dalam pelaksanan tugas dan program kerja sekolah
kepada warga sekolah dan stake holder;
18. Memberikan masukan terhadap pelaksanaan dan pengembangan kurikulum, baik kurikulum
nasional maupun local.
BAB III
MEKANISME RAPAT
Pasal 7
1. Pengurus komite sekolah melaksanakan rapat kerja pengurus sekurang-kurangnya 1 (satu)
kali dalam satu tahun.
2. Apabila dalam rapat pleno anggota jumlah anggota yang hadir belum mencapai quorum,
maka dapat di tangguhkan selama 2 (dua ) kali 30 (tiga puluh ) menit.
3. Apabila dalam tenggang waktu tersebut jumlah Anggota yang hadir belum juga memenuhi
quorum, rapat di anggap syah dan dapat dilanjutkan.
4. Keputusan dinyatakan syah jika disetujui lebih dari 50 % anggota yang hadir.

BAB IV
KERJASAMA
Pasal 8
1. Pengurus komite sekolah dapat menjalin kerjasama dengan pihak instansi terkait dalam
rangka upaya pencapaian tujuan kerja program kerja komite sekolah atas sepengetahuan
pihak kepala sekolah/ penyelenggaraan pendidikan/ yayasan.
2. Pengurus komite sekolah memiliki hubungan tata kerja dengan sekolah lainnya , Kasi
Dikmenti kecamatan, Sudin Dikmenti Kotamadya Jakarta Utara, organisasi profesi asosiasi
dunia usaha dan industi dan kemasyarakatan dengan tetap harus memperhatikan dan
mengedepankan cirri kemandirian demi menjaga kredibilitas Komite Sekolah.
BAB V
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 9
1. Apabila dalam Anggaran Rumah Tangga ini terdapat ketentuan yang dianggap bertentangan
dengan Anggaran Dasar maka yang berlaku adalah ketentuan Anggaran Dasar.
2. Hal-hal lain yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan di atur dan
ditetapkan kemudian.
3. Anggaran Rumah Tangga ini disesuaikan oleh satuan pendidikan masing-masing berdasarkan
karakteristik, kondisi dan kemampuan sekolah.
4. Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak ditetapkan.

Ka. SDIT Al-Marjan

Ditetapka di : Bengkulu
Pada tanggal :
Komite Sekolah

_________________

____________________

STRUKTUR ORGANISASI KOMITE SDIT AL-MARJAN KOTA BENGKULU


PERIODE 2011-2013
BIDANG A : Penggalian Sumber Daya Sekolah
BIDANG B : Pengelolaan Sumber Dana Sekolah
BIDANG C : Pengendalian Kualitas Pelayanan Pendidikan
BIDANG D : Jaringan Kerja Sama dan Sistem Informasi
BIDANG E : Sarana Prasarana
BIDANG F : Usaha
Ketua Komite

Sekretaris

JOB DISCRIPTION (RINCIAN TUGAS )


PENGURUS KOMITE SEKOLAH
KETUA KOMITE
1. Bersama sama pengurus lain dan anggota menyusun rencana program kerja komite
sekolah
2. Mengesahkan rencana program kerja komite sekolah
3. Melaksanakan keputusan hasil musyawarah yang ditetapkan oleh anggota melalui rapat
rapat
4. Mengundang rapat rapat harian komite sekolah kepada kepala sekolah
5. Mengkomunikasikan hasil rapat komite sekolah kepada kepala sekolah
6. Mengundang rapat pihak sekolah atas undangan kepala sekolah
7. Menghadiri rapat dinas sekolah atas undangan kepala sekolah
8. Menerima klarifikasi sumber pembiayaan sekolah yang berasal pemerintahan dan
kebutuhan sekolah
9. Menerima klarifikasi persoalan yang dihadapi sekolah
10. Memberikan edaran, himbauan dan atau bentuk lain kepada stakeholders
11. Mengesahkan segala keputusan komite sekolah dan atau keputusan bersama dengan
sekolah, melalui penandatanganan yang disyahkan dengan cap resmi
12. Mengadakan pertanggungjawaban keuanganyang ditipkan masyarakat kepada sekolah
13. Mengesahkan pemberian penghargaan komite sekolah kepada kepala sekolah, guru, staf
TU yang berprestasi
14. Memberikan perintah kepada bendahara untuk mengeluarkan / memberikan sejumlah
dana atas pengajuan sekolah
15. Memberikan sanksi kepada anggota pengurus yangtidak dapat menunaikan tugas dengan
baik
16. Mengevaluasi program kerja komite sekolah
SEKRETARIS KOMITE
1. Membuat agenda kerja bersama sama ketua dan bidang yang ada
2. Menyusun administrasi ( personil, sarana dan prasarana, serta hal yang dipandang penting
3. Membuat dan mengedarkan undangan rapat rapat dibantu oleh staf yang ditunjuk
4. Membuat laporan laporan kepada pihak yang terkait
5. Membuat notulen rapat rapat
6. Mengagendakan surat masuk dan keluar dibantu oleh staf yang ditunjuk
BENDAHARA KOMITE
1. Menerima , membukukan, mengamankan dana yang diperoleh dari bantuan masyarakat
setelah memperoleh pengesahan komite sekolah
2. Mengeluarkan dan membukukannya pengeluaran dana kepada sekolah atas persetujuan
komite sekolah
3. Melaporkan keadaan keuangan kepada anggota komite sekolah dan masyarakat atas
persetujuan ketua komite sekolah
BIDANG BIDANG

1. BIDANG PENGGALIAN SUMBER DAYA SEKOLAH


1. Bersama sama pihak sekolah menganalisa potensi sumber daya sekolah, pada lingkup
kewilayahan , sosial ekonomi masyarakat, instansi diwilayah setempat
2. Mengklarifikasi hasil analisis masyarakat sekolah menyangkut SDM dan bentuk lain
yang dianggap sebagai potensi yang diduga kuat dapat membantu sekolah
3. Mendaftar dan memetakan potensi yang diduga kuat dapat membantu sekolah
4. Melaksanakan penarikan dana dan menyerahkan kepada pengelola dana masyarakat
5.
Melaksanakan pemikiran, ide dan gagasan masyarakat untuk dijadikan bahan
pertimbangan kebijakan komite sekolah untuk kepentingan sekolah
6. Melaksanakan pnarikan SDM kependidikan yang dianggap strategis dan dibayar oleh
masyarakat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah
2. BIDANG PENGELOLAAN DANA MASYARAKT
1. Atas persetujuan ketua komite sekolah menyerahkan dana masyarakat kepada bendahara
untuk dibukukan
2. Mendistribusikan perolehan dana masyarakat sesuai dengan kebutuhan yang diajukan
oleh pihak sekolah
3. Bersama sama bendahara membukukan penerimaan dan pengeluaran dana masyarakat
4. Atas persetujuan ketua komite memberikan laporan keadaan keuangan kepada
stakeholders
3. BIDANG PENGENDALIAN KULITAS PELAYANAN PENDIDIKAN
1. Bersama sama sekolah menyusun standar pelayanan pendidikan, seperti jumlah guru,
fasilitas / sarana dan prasarana, kurikulum dan ekstrakurikuler
2. Bersama sama sekolah menyusun target pencapaian hasil belajar siswa, harian semester
dan akhir tahun dan ujian nasional
3. Bersama sama sekolah menetapkan salah satu unggulan prestasi sekolah baik yang
bersifat akademis maupun non akademis
4. Bersama sma sekolah mengangkat tenaga ahli yang dapat membantu peningkatan
kualitas pendidikan
5. Mengundang pengawas sekolah untuk melakukan dialog dan tindak lanjut hasil
pengawasan professional yang dapat dijadikan bahan pertimbangan komite sekolah
6. Bersama sama komite sekolah lain melakukan kolaborasi system pengendalian kualitas
pelayanan baik sekolah sejenis setingkat maupun tidak sejenis dan tidak setingkat,
misalnya SD dengan SLTP, SLTP dengan SMA / SMK dalam satu wilayah atau luar
wilayah
4. BIDANG JARINGAN KERJASAMA DAN SISTEM INFORMASI
1. Bersama sama sekolah menyusun program kerjasama dengan pihak luar masyarakat
sekolah ( Instansi non pendidikan , dunia usaha dan dunia industry
2. Bersama sama sekolah ikut membantu memberikan, mencarikan informasi yang dapat
mendukung rencana dan program sekolah
3. Bersama sama sekolah melaksanakan kerjasama dengan pihak luar sekolah
5. BIDANG SARANA DAN PRASARANA
1. Bersama sama dengan pengurus lain menyusun program kerja komite sekolah
2. Melaksanakan tugas yang diberikan oleh ketua komite atau hasil keputusan musyawarah
komite sekolah
6. BIDANG USAHA

1. Bersama sama dengan pengurus lain menyusun program kerja komite sekolah
2. Melaksanakan tugas yang diberikan oleh ketua komite atau hasil keputusan musyawarah
komite sekolah
3. Memberikan saran terobosan cara mencari sumber dana sekolah
Bengkulu
Pengurus Komite Sekolah
Ketua

Sekretaris

PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) SDIT Al-Marjan Kota
Bengkulu dibuat berdasarkan acuan hukum yang kuat., karena itu kehadirannya perlu
disambut dengan terbuka dan saling mendukung antara komite sekolah dengan pihak
sekolah
2. Implementasi Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah (ART) Tangga Komite SDIT
Al-Marjan Kota Bengkulu ini tentu melihat situasi dan kondisi lingkungan setempat
sehingga tidak terkesan kaku yang akhirnya berakibat pada hubungan keduanya tidak
harmonis. Hal ini perlu kita hindari agar tidak mengganggu penyelenggaraan pendidikan
yang bermutu di lingkungan SDIT Al-Marjan.
3. Struktur Pengurus, Job Discription (rincian tugas) pengurus komite, program kerja
komite bersifat terbuka dan dinamis sehingga masih memungkinkan beberapa perubahan
dikemudian hari bila dikehendaki dan disepakati bersama antara pengurus komite dengan
sekolah yang merupakan mitra kerja paten.
B. Saran Saran
1. Hendaknya seluruh komponen stakeholder yang ada di SDIT Al-Marjan Kota Bengkulu
dapat membaca dan memahami isi yang terkandung dalam Anggaran Dasar (AD) dan
Anggaran Rumah Tangga (ART) Komite ini, karena itu merupakan acuan kita bersama
antara Komite Sekolah dengan keluarga besar SDIT Al-Marjan Kota Bengkulu sehingga
tidak menimbulkan misunderstanding yang merugikan kita bersama
2. Bila ada perbedaan penafsiran terhadap AD/ART Komite SDIT Al-Marjan Kota
Bengkulu hendaknya bisa diselesaikan melalui musyawarah bersama sehingga dapat
ditemukan kesamaan pandang.

PEDOMAN PENGELOLAAN DANA


KOMITE SEKOLAH
SDIT AL-MARJAN KOTA BENGKULU
Jl. Kebun Veteran No. 16A Kel. Nusa Indah Kec. Ratu Agung
Tahun 2011
LEMBAR PENGESAHAN
Dengan mengucapkan syukur Al-Hamdulillah kehadirat Allah SWT kami Tim Manajemen
sekolah dan Pengurus Komite SDIT AL-MARJAN telah dapat menyusun PEDOMAN
PENGELOLAAN KEUANGAN KOMITE SEKOLAH SDIT AL-MARJAN KOTA
BENGKULU sebagai acuan bersama dalam penyusunan dan pengelolaan anggaran
SMK/SMA Jakarta agar lebih transparan dan akuntabel.
Pedoman ini kami setujui dan disahkan bersama sebagai bentuk KOMITMEN antara Manajemen
Sekolah dan Komite Sekolah SMK/SMA Jakarta untuk diberlakukan mulai tahun pelajaran
2008/2009.

Kepala Sekolah

Disahkan di : Bengkulu
Pada Tanggal :
Pengurus Komite Sekolah

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahiim
Puji syukur kami panjatkan kehadhirat Allah SWT, yang telah memberikan Rahmat, Taufik dan
HidayahNya, sehingga kami dapat menyusun , PEDOMAN PENGELOLAAN KEUANGAN
KOMITE SEKOLAH SMK/SMA JAKARTA
Kami berupaya semaksimal mungkin untuk menyusun menyiapkan perangkat/instrumen, dengan
harapan pada pelaksanaan Manajemen Pengelolaan Keuangan pada kegiatan masing-masing unit
dapat berjalan dengan lancar sesuai Prosedur yang terstandar yang telah ditetapkan, namun
demikian kami yakin bahwa dalam penyusunan ini masih terdapat kekurangan, untuk itu kami
berharap mendapatkan saran-saran perbaikan dari berbagai pihak yang berkompeten, kiranya hal
demikian akan menjadikan pelajaran bagi kami dan perjalanan yang lebih baik dimasa yang akan
datang.
Demikian Pedoman Pengelolaan Keuangan Komite Sekolah SMK/SMA Jakarta ini dibuat,
agar perjalanan menuju SMK Mandiri berstandar Nasional dan bertaraf Internasional tercapai
dengan memperoleh jalan kemudahan melalui Visi-Misi menghasilkan tamatan yang
Competence, Conscience dan Compassion
emoga Allah SWT selalu menyertai kita semua dalam melaksanakan motto

Jakarta, .
Ketua Komite Sekolah
SMK/SMA Jakarta

PEMBUKAAN
Road to democracy telah dirintis dalam penataan dan pengembangan SMK/SMA Jakarta
sejak awal September 2007 di sekolah ini dan akan terus dijaga dengan terlaksananya proses
Manajemen Mutu Berbasis Sekolah (MMBS) dalam suasana yang lebih baik dan rasional.
Melalui pengelolaan keuangan yang BTP. (Bersih, Transparan dan Profesional ) sebagai impian
akan kondisi yang lebih baik ( good governance ) diharapkan dapat menjadi kenyataan walaupun
masih perlu diupayakan dengan seoptimal mungkin oleh seluruh warga sekolah. Keberhasilan
menegakkan BTP diawali dengan peningkatan pelayanan oleh SMK/SMA kepada seluruh
stakeholder-nya. Sebagai konsumen utama dan penerima layanan tertinggi, masyarakat, orang
tua berhak untuk mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang diamanahkan
kepada para pengelola kegiatan sekolah. Pada beberapa tahun terakhir , pelaporan keuangan
sebuah lembaga tertentu kepada publik menjadi suatu keharusan. Hal tersebut terjadi karena
publik ingin mengetahui efisiensi dan efektivitas dana yang telah disumbangkan pada lembaga
tersebut.
Seiring dengan tuntutan untuk menciptakan good governance yang bebas dari segala bentuk
korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), maka diperlukan transparansi dalam segala bidang. Oleh
karena itu, SMK/SMA Jakarta bertanggung jawab untuk mengembangkan suatu sistem
akuntansi pengelolaan dana komite yang mempunyai sistem pengkodean unit organisasi /
kegiatan dan klasifikasi buku besar yang seragam, mempunyai seperangkat buku besar dan buku
pembantu yang bisa menyediakan ikhtisar transaksi akuntansi dan identifikasi kedokumen
sumber, mencatat transaksi / kejadian sesuai dengan standar akutansi, memiliki pengendalian
internal yang berupa organisasi, prosedur dan catatan yang mempertimbangkan pengamanan aset
dan keandalan catatan keyakinan yang wajar bahwa transaksi-transaksi dicatat sebagaimana
mestinya. Dengan demikian Komite sekolah SMK/SMA Jakarta dapat mempersiapkan
laporan keuangan yang dapat mendukung akuntabilitas pencatatan.

PEDOMAN PENGELOLAAN DANA KOMITE SEKOLAH


SMK/SMA JAKARTA

BAB I
PENDAHULUAN

Pasal 1
Ketentuan Umum
1. Bahwa dana Komite Sekolah SDIT Al-Marjan adalah dana amanat masyarakat yang
dikumpulkan oleh komite sekolah, untuk dipergunakan semaksimal mungkin membantu
kelancaran dan peningkatan mutu layanan kegiatan belajar mengajar agar terjadi
peningkatan mutu pendidikan di SDIT Al-Marjan Kota Bengkulu.
2. Bahwa untuk meningkatkan daya guna serta tercapainya tujuan peningkatan kualitas dan
pemerataan pendidikan, kepedulian sosial di lingkungan SDIT Al-Marjan Kota Bengkulu,
serta upaya menggalang peningkatan partisipasi masyarakat maka perlu adanya pedoman
pengelolaan keuangan Komite Sekolah SDIT Al-Marjan Kota Bengkulu.
3. Bahwa untuk memudahkan proses penerimaan, pencatatan, pelaporan dan pengawasan
terhadap dana Komite Sekolah SDIT Al-Marjan Kota Bengkulu, maka perlu dituangkan
dalam bentuk peraturan intern Komite yang tercakup dalam Ketentuan Umum
Pengelolaan Dana Komite Sekolah SDIT Al-Marjan Kota Bengkulu dan sistem akuntansi
pengelolaannya.
Pasal 2
Maksud dan Tujuan
1. Pedoman ini dimaksudkan untuk mengatur pengelolaan dana di lingkungan Komite
Sekolah SMK/SMA Jakarta.
2. Pedoman ini bertujuan untuk dijadikan acuan standar pengelolaan keuangan yang bersih,
transparan dan profesional sebagai kepastian bentuk pelayanan guna memudahkan upaya
akuntabilitas, transparansi dan responsible dalam pengelolaan dana Komite Sekolah
SMK/SMA Jakarta.
Pasal 3
Dasar Kebijaksanaan
1. Undang-undang No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 39 tentang Peran serta masyarakat dalam Pendidikan
Nasional
3. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI No.044/U/2002 tahun 2002 tentang Dewan
Pendidikan dan Komite Sekolah.
4. Acuan Operasional dan Indikator Kinerja Komite Sekolah, Direktorat Jendral Pendidikan
Menengah dan Tinggi Depdiknas Jakarta tahun 2003.

5. Keputusan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta nomor 59 tahun 2003 tentang
petunjuk Pelaksanaan Pembentukan Komite Sekolah pada Sekolah di Provinsi DKI
Jakarta.
6. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Komite Sekolah SDIT Al-Marjan Kota
Bengkulu tahun 2011
Pasal 4
Pengertian-pengertian
1. Komite Sekolah SDIT Al-Marjan Kota Bengkulu adalah organisasi kemasyarakatan yang
bersifat mandiri, dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan
dengan memberikan pertimbangan, arahan dan dukungan tenaga, sarana dan prasarana,
serta pengawasan pendidikan yang bertugas di lingkungan SDIT Al-Marjan Kota
Bengkulu
2. Pengurus Komite Sekolah SDIT Al-Marjan Kota Bengkulu adalah orang-orang yang
dipilih dari perwakilan orang tua murid SDIT Al-Marjan Kota Bengkulu dan atau para
guru, serta pegawai di lingkungan SDIT Al-Marjan Kota Bengkulu, serta masyarakat
yang mempunyai kepedulian terhadap pendidikan, dengan masa jabatan 2 (dua) tahun.
3. Ketua Komite Sekolah adalah salah seorang Pengurus Komite Sekolah SDIT Al-Marjan
Kota Bengkulu yang dipilih untuk memimpin kepengurusan Komite sesuai anggaran
dasar dan rumah tangga Komite, yang diberi kewenangan untuk mengendalikan
keuangan Komite Sekolah SDIT Al-Marjan Kota Bengkulu.
4. Bendahara Komite Sekolah adalah seorang yang diberi tugas membantu Ketua Komite
Sekolah dalam menerima, mencatat, menyimpan, dan membayarkan serta membuat
laporan uang Komite Sekolah, dan sejauh tidak ada ketentuan khusus dari pemerintah
maka seorang Bendahara Komite adalah bendahara masyarakat dan bukan wajib pungut
pajak.
5. Akuntan Komite Sekolah adalah seorang yang diberi tugas membantu Ketua Komite
Sekolah dalam mencatat BKK yang diberikan dari bendahara,membuat Jurnal, menerima
SPJ, faktur-faktur pembelian dari fungsi operasi, memverifikasi dan membandinkan
faktur-faktur tersebut dengan BKK, SPD, SPP,SPO/TOR dengan APBS SDIT Al-Marjan
Kota Bengkulu mengarsipkan BKK menurut nomor dan faktur-faktur menurut tanggal,
dan membuat laporan hasil audit SPJ kepada Fungsi Otorisator.
6. Arus Kas/Cash Flow adalah gambaran dari keadaan uang Tunai Komite Sekolah mulai
dari Saldo Awal, Penambahan dan Pengurangan dan saldo akhir dalam kurun waktu
tertentu.
7. Laporan Keuangan Komite adalah laporan Arus Kas/Cash Flow dalam kurun waktu
tertentu yang dilengkapi buku-buku pendukung yaitu, Buku Kas, Buku Bank, Journal Kas
dan Bank Masukan, Journal Kas dan Bank Keluaran, serta Buku Daftar Hutang dan
Piutang dan Buku Daftar Inventaris yang dibeli dari Dana Komite Sekolah SDIT AlMarjan Kota Bengkulu.
8. IPBD (Iuran Peserta Didik Baru) adalah dana sumbangan awal yang diberikan orang tua
peserta didik baru baik yang baru masuk kelas X, maupun peserta didik pindahan, dan
Iuran Peserta Didik Baru ini hanya dikenakan sekali selama peserta didik yang
bersangkutan bersekolah di SMK/SMA, dibayarkan paling lambat setahun pertama
kecuali ada kesanggupan lain yang tidak mengikat dari orang tua peserta didik.
9. IRB (Iuran Rutin Bulanan) adalah iuran rutin peserta didik yang besarnya ditetapkan
melalui Rapat Pleno Komite Sekolah, dan dibayarkan oleh peserta didik selambatlambatnya tanggal 10 setiap bulan.
10. IKP (Iuran Kegiatan Penunjang) adalah sumbangan lain-lain peserta didik yang berkaitan
dengan aktivitas peserta didik yang besarnya ditetapkan melalui Rapat Pleno Komite
Sekolah, terdiri antara lain; sumbangan bahan praktik, prakerin (PSG), UTS, UAS, TKM,
Asuransi Kecelakaan, OSIS dan Kegiatan Akhir Tahun.

BAB II
SUMBER DANA, ALOKASI PENGGUNAAN
DAN PROSEDUR PENERIMAAN
Pasal 5
Sumber Dana Komite Sekolah
Sumber Keuangan Komite Sekolah SDIT Al-Marjan Kota Bengkulu berasal dari :
1. Iuran peserta didik Baru (IPDB), termasuk peserta didik pindahan
2. Iuran rutin bulanan (IRB)
3. Iuran Kegiatan Penunjang (IKP)
4. Unit Produksi dan Jasa (UPJ)
5. Sumbangan Donatur yang tidak mengikat
6. Sumbangan Insendental atas kesepakatan
7. Jasa bank
8. Sumbangan lain yang tidak mengikat
Pasal 6
Alokasi Penggunaan
Alokasi penggunaan komite diatur sebagai berikut;
1. Iuran Peserta Didik Baru (IPDB) :
a. Urusan Pengembangan Peserta Didik / Kesiswaan
b. Urusan Pengembangan Ketenagaan
c. Urusan Pengembangan Organisasi dan Ketatausahaan
d. Urusan Pengembangan Manajemen Sekolah
2. Iuran Rutin Bulanan(IRB) :
a. Urusan Wajib/Rutin Kurikulum
b. Urusan Wajib/Rutin Peserta Didik /Kesiswaan
c. Urusan Wajib/Rutin Ketenagaan
d. Urusan Wajib/Rutin Sarana dan Prasarana
e. Urusan Wajib/Rutin Organisasi dan Manajemen
f. Urusan Wajib/Rutin Manajemen Sekolah dan Ketatausahaan
g. Urusan Wajib/Rutin Peran Serta Masyarakat
3. Iuran Kegiatan Penunjang (IKP) :
a. Urusan Pengembangan Kurikulum
b. Urusan Pengembangan Sesuai Peruntukannya
4. Unit Produksi dan Jasa (UPJ) :
a. Urusan Pengembangan Kurikulum
b. Urusan Pengembangan Organisasi dan Ketatausahaan
c. Urusan Pengembangan Manajemen Sekolah
d. Urusan Pengembangan Peranserta Masyarakat
Pasal 7
Prosedur Penerimaan

1. Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS). Sebelum ditetapkan


besarnya rencana penerimaan dan biaya yang diperlukan dalam tahun anggaran tertentu,
maka terlebih dahulu Kepala Sekolah dan Staf manajemen mengajukan kebutuhan biaya
yang dituangkan dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Biaya Sekolah (RAPBS)
dengan langkah sebagai berikut :
a. Kepala Sekolah melalui musyawarah kerja sekolah menyusun RAPBS yang dikaji
secara mendalam dengan perkiraan kemampuan Komite Sekolah.
b. RAPBS diajukan Kepala Sekolah kepada Ketua Komite Sekolah, dan selanjutnya
Ketua Komite dan Pengurus lainnya melakukan verifikasi dan penilaian terhadap
RAPBS yang diajukan.
c. Setelah diverifikasi dan penilaian oleh Ketua Komite dan Pengurus, selanjutnya
RAPBS dibawa ke Rapat Pleno Pengurus Komite dan Kepala Sekolah untuk
dibahas dan disahkan.
d. Setelah disahkan dan ditetapkan berapa besar IPBD serta besarnya sumbangan
rutin masing-masing peserta didik per bulan, RAPBS ini dipaparkan ke depan
orang tua (Orang tua Peserta didik Kelas X yang baru)
e. Setelah dipaparkan ke anggota baru, jika ada yang perlu direvisi dilakukan
perbaikan dan penyesuaian seperlunya, untuk selanjutnya program kerja dan
RAPBS dianggap sah dan dapat dijalankan.
f. Untuk bukti pengesahan RAPBS yang telah disepakati, cukup disahkan dalam
berita yang ditandatangani secara bersama-sama oleh Komite Sekolah dan Kepala
Sekolah dan atau divalidasi melalui Notaris atau Akuntan Publik.
g. Jika karena sesuatu dan lain hal Kepala Sekolah tidak dapat mengajukan RAPBS
untuk tahun tersebut, maka Komite Sekolah akan berpedoman kepada APBS
tahun yang lalu.

2. Pelaksanaan Penerimaan
Setelah RAPBS disahkan menjadi APBS dan diketahui besarnya kebutuhan biaya serta
beban masing-masing peserta didik, baik IPDB maupun Iuran bulanan serta sumbangan
kesiswaan, maka dilakukan langkah sebagai berikut :
1. Kepala Sekolah menentukan Kolektor yang membantu memungut dana Komite, yang
terdiri dari :
1) Kolektor, petugas yang berasal dari Petugas Tata Usaha Sekolah, bersifat menetap
di Kantor Komite atau Kantor Sekolah.
2) Wali Kelas/Pembina akademik, bertugas mengumumkan/ memberikan arahan
kepada peserta didik untuk Pembayaran dana Komite Sekolah.
2. Setiap penerimaan uang dari peserta didik, maka kolektor harus membuat kuitansi 2
(dua) rangkap, asli diberikan ke peserta didik dan tembusan diserahkan sebagai
control Bendahara Komite.
3. Setiap penerimaan Kolektor pada hari yang sama dan atau pada kesempatan pertama
harus segera disetorkan kepada Bendahara Komite Sekolah yang dilengkapi bukti
atau keterangan keuangan yang meliputi : Nama dan Kelas Pembayar, dan jenis iuran
misal IPDB atau Iuran rutin (Contoh Model Form 1)
4. Disamping pembayaran melalui Kas, maka pembayaran dapat dilakukan melalui
Bank, dengan cara orang tua murid menyetor/transfer ke Rekening Komite Sekolah
yang sudah ditentukan.
5. Untuk Peserta didik pindahan/mutasi, dibebankan IPDB sebagaimana peserta didik
kelas X yang baru, dan disetor ke Bendahara Komite dan atau Kolektor, untuk
selanjutnya diperuntukkan sebesar 25% untuk Kas Operasional Komite
SMK/SMA dan 75% diserahkan ke sekolah untuk biaya administrasi mutasi dan
manajemen sekolah.

Pasal 8
Penyimpanan Uang
1. Setelah Bendahara menerima uang dari kolektor, maka Bendahara mencatat dan
menyimpan uang tersebut.
2. Menyimpan uang tunai di brangkas besarnya maksimum Rp 5.000.000,00 (limajuta
rupiah)
3. Jika uang telah melebihi Rp 5.000.000,00 maka dalam kesempatan pertama segera disetor
ke bank.
4. Rekening bank penampungan dana Komite Sekolah harus atas nama Komite Sekolah
SMK/SMA dan dapat berbentuk :
a. Rekening Giro, jika Rekening Bank dalam Rekening Giro maka Specimen pada
Check dan Bilyet Giro harus bersama-sama Ketua Komite Sekolah/Bendahara
Komite Sekolah dengan Kepala Sekolah
b. Rekening Tabungan, jika Rekening Bank dalam bentuk tabungan, maka dilakukan
QQ atas nama 2 (dua) orang yaitu Bendahara Komite Sekolah dan Kepala Sekolah
c. Deposito, jika dana disimpan dalam bentuk deposito maka sertifikat dibuat atas nama
Komite Sekolah SMK/SMA QQ Ketua Komite dan Kepala Sekolah sedangkan
sertifikat Deposito dipegang oleh Bendahara Komite Sekolah
BAB III
KEWENANGAN DAN PROSEDUR PENGELUARAN APBS
Pasal 9
Kewenangan
1. Kewenanga pengeluaran keuangan komite diatur melalui mekanisme 4 fungsi, yaitu;
fungsi operasi/pelaksana, fungsi otorisator, fungsi bendahara dan fungsi akuntansi.
2. Rincian kewenangan masing-masing adalah sebagai berikut;
a. Fungsi Operasi; Yaitu pelaksana/penanggung jawab kegiatan atau proyek, yang
memiliki tanggung jawab dalam penggunaan APBS dengan mekanisme sbb;
1) Membuat Surat Permintaan dana (SPD) dilampiri SPP, SPO/TOR sebanyak 4
rangkap;
2) Menyerahkan SPD,SPP,SPO/TOR ke fungsi Akuntansi
3) Menerima dan mengarsipkan asli SPD,SPP,SPO/TOR berikut BKK dari
Bendahara
4) Menerima dan membelanjakan dana sesuai program/termin pembelanjaan dari
Fungsi Bendahara
5) Mengumpulkan faktur-faktur pembelian, dan kwitansi
6) Mengarsipkan SPD,SPP, SPO/TOR l dan BKK menurut nomor
7) Membuat dan menyerahkan SPJ kegiatan berikut bukti kegiatan (lampirannya) ke
Akuntansi Komite setiap tanggal 5 setiap bulan
8) Menyerahkan sisa dana kegiatan ke bendahara komite.
9) Mengembalikan uang sisa kegiatan ke fungsi akuntansi, bila ditemukan selisih
harga antara pembelian dengan harga pasar.
10) Membukukan kedalam Jurnal Kas Program/Unit Kegiatan dan membuat daftar
inventarisasi bahan praktik/kegiatan.

b. Fungsi Otorisator; Yaitu Kepala Sekolah/Ketua Komite Sekolah/Wakil Kepala


Sekolah Urusan OM yang memiliki kewenangan untuk menyetujui pencairan
dana APBS melalui mekanisme sbb;
1) Menerima dan menandatangani SPD,SPP,SPO/TOR dari Fungsi Akuntansi yang
telah diperiksa dan diferifikasi kelayakannya dan atau sesuai program yang telah
direncanakan dalam APBS.
2) Untuk SPD,SPP,SPO/TOR dibawah Rp. 200.000,- ( Dua ratus ribu Rupiah)
disetujui dan ditandatangani oleh Wakil Kepala Sekolah Urusan OM dan untuk
diatas Rp. 1.000.000,- (Satu Juta rupiah) disetujui dan ditanda tangani oleh
Kepala Sekolah.
3) Untuk SPD,SPP,SPO/TOR mulai Rp. 10.000.000,- ( Sepuluh Juta Rupiah) harus
disetujui oleh KETUA KOMITE SEKOLAH.
4) Memberikan SPD SPP,SPO/TOR yang disetujui kefungsi bendahara
5) Menandatangani cek/kwitansi yang dikeluarkan bendahara
c. Fungsi Bendahara; Yaitu petugas yang mempunyai kewenanangan untuk
membayar pembiayaan kegiatan/proyek sesuai APBS melalui mekanisme sbb;
1) Menerima SPD, SPP,SPO/TOR yang telah disetujui dari fungsi
otorisator sebanyak dua rangkap
2) Membuat Bukti Kas Keluar (BKK) sebanyak tiga rangkap
3) Menyerahkan ASLI SPD, SPP,SPO/TOR lembar kesatu, BKK lembar
kesatu kefungsi operasi
4) Menyerahkan Copy 1 SPD, SPP,SPO/TOR dan BKK lembar kefungsi
akuntansi
5) Mengarsipkan Copy 2 SPD, SPP,SPO/TOR dan BKK menurut tanggal
6) Menyerahkan / mentransfer dana kefungsi Operasi
7) Menerima uang sisa kegiatan dan BKM dari fungsi Akuntansi
8) Membuat dan mengisi jurnal kas harian dan Kas Besar
9) Membuat laporan keadaan Kas ke Kepala Sekolah
d. Fungsi Akuntansi; ; Yaitu petugas yang mempunyai kewenangan untuk mencatat
dan mengaudit SPJ pembiayaan kegiatan/proyek sesuai APBS melalui mekanisme
sbb;
1) Mencatat BKK yang diberikan dari bendahara
2) Membuat Jurnal
3) Menerima SPJ, faktur-faktur pembelian dari fungsi operasi
4) Memverifikasi dan membandinkan faktur-faktur tersebut dengan BKK,
SPD, SPP,SPO/TOR dengan APBS SMK/SMA
5) Mengarsipkan BKK menurut nomor dan faktur-faktur menurut tanggal.
6) Membuat laporan hasil audit SPJ kepada Fungsi Otorisator
Pasal 10
Prosedur Pemakaian APBS
1. Prosedur pemakaian dan kelengkapan dalam penggunaan dana komite adalah; Pengguna
(fungsi operasi) mengajukan Permintaan Dana (SPD) dilengkapi dengan Surat
Permintaan Pembeliaan/Pembayaran (SPP)/Surat Pengajuan Order Pembelian
Barang/Bahan (SPO) untuk penggunaan pembelian bahan/barang dan TOR ( Term Of
Referens ) untuk pembayaran pembiayaan kegiatan/belanja insedental sebanyak 4
rangkap (Model Form.2) kepada komite sekolah untuk diteliti kebenarannya sesuai
program APBS SMK/SMA, kemudian dimintakan persetujuan pengeluaran dana
kepada fungsi otorisator ( Kepala Sekolah/Wakil Kepsek/Ketua Komite) untuk diteliti
kelayakannya, dengan ketentuan :
a. Nilai nominal Uang lebih besar dari Satu Juta Rupiah (>Rp.1.000.000) otoritas ada
pada Kepala Sekolah.
b. Nilai diatas Rp.10.000.000 otoritas ada pada Ketua Komite dan Kepala Sekolah

c.

Nilai nominal Uang antara lima ratus ribu sampai dengan Satu Juta Rupiah (Rp.
500.000 s.d Rp.1.000.000) otoritas ada pada Wakil Kepala Sekolah Urusan OM.
2. Jika pengajuan dana tersebut disetujui, fungsi otorisator menandatangani SPD, SPP
tersebut dan memberikan kebendahara. Jika pengajuan dana tersebut tidak disetujui,
fungsi otorisator membuat pernyataan penolakan atas SPD/SPP tersebut dan
mengembalikannya kefungsi operasi/pengguna.
3. Setelah menerima SPD dan SPP yang telah ditandatangani Kepala Sekolah/Ketua
Komite/Wakil Kepsek, bendahara memverifikasi kebenaran data dalam dokumen tersebut
dan membuat Bukti Kas Keluar (BKK) dan Kwitansi sebanyak empat rangkap dengan
tembusan ;
1 lembar diserahkan ke fungsi otorisator
1 lembar diserahkan ke fungsi operasi
1 lembar diserahkan ke fungsi Akuntansi
1 lembar (asli) untuk arsip bendahara
4. Pengguna (fungsi operasi) mengarsipkan SPD, SPP,SPO, TOR, BKK dan Kwitansi
lembar kesatu menurut tanggal. Fungsi operasi membelanjakan / menggunaakan uang
yang diterima sesuai jadwal termin penggunaan setiap bulan dan setiap bulan paling
lambat tanggal 5 harus sudah menyerahkan SPJ ( Surat Pertanggung Jawaban )
penggunaan dana kepada Bagian Akuntansi (fungsi Akuntansi) sekolah dengan ketentuan
sebagai berikut ;
a. SPJ Belanja Barang meliputi ; SPO / DO, Laporan Penerimaan Barang / Bahan,
Faktur Pembelian, dan Kwitansi Pembelian
b. SPJ Honorarium Kegiatan meliputi ;TOR Kegiatan, Daftar Hadir Peserta
Kegiatan, Daftar Penerimaan Honorarium dan Bukti Kegiatan
5. Kemudian fungsi akuntansi. membuat jurnal. SPJ yang diterima dari fungsi operasi
diteliti dan diperiksa kesesuaiannya dengan BKK.dan Program, untuk kemudian
membuat jurnal menurut nomor dan faktur-faktur menurut tanggal.dan melakukan audit
serta memberikan surat hasil audit kepada fungsi Otorisator dengan tembusan kepada
fungsi operasi dan komunitas program.
Pasal 11
Penggunaan Dana
1. Penggunaan dana APBS berupa program kegiatan, proyek dan operasional yang sudah
terprogram dalam APBS, dapat dilaksanakan oleh satuan operasional/penanggung jawab
kegiatan, dengan persyaratan sesuai prosedur pasal 10.1.a,b,c dan memperoleh
persetujuan Kepala Sekolah/Wakil Kepsek /Ketua Komite, sejauh ada koordinasi dengan
Bendahara Komite Sekolah tentang ketersediaan dananya.
2. Besarnya dana yang dapat digunakan oleh satuan operasional/penanggung jawab kegiatan
sebesar prosentase jumlah dana yang masuk pada kode akun mata anggaran yang sesuai.
3. Disamping pengeluaran dalam bentuk kegiatan/proyek dan operasional, Komite Sekolah
dapat membayarkan kepada Kepala Sekolah, guru dan karyawan berupa Tunjangan
Fungsional berdasarkan eselonisasi dan Tunjangan Prestasi Kerja (TPK) yang ditetapkan
berdasarkan SK. Komite Sekolah SMK/SMA Jakarta.
Pasal 12
Kegiatan diluar Program
1. Semua kegiatan diluar program yang ada di APBS harus diajukan proposal secara tertulis,
kepada Ketua Komite Sekolah, untuk selanjutnya dibahas dalam Rapat Komite untuk
memohon persetujuan pengurus bersama Staf Manajemen Sekolah SMK/SMA
Jakarta.

2. Perubahan program yang ada dalam APBS harus dilakukan usulan revisi kepada Ketua
Komite Sekolah, dan setelah mendapatkan persetujuan baru dapat dilaksanakan.
Pasal 13
Pajak
1. Sejauh belum
adanya ketentuan tertulis dari pemerintah, maka sebagai bendahara masyarakat, maka
Bendahara Komite Sekolah tidak wajib memungut dan menyetor pajak.
2. Dalam hal pembelian barang dan jasa, Bendahara Komite wajib membayar PPn jika
penjual merupakan wajib Pungut yang memungut PPn, tetapi jika penjual tidak
mengenakan PPn maka Bendahara Komite tidak wajib memungtut PPn.
3. Dalam hal pembayaran Honorarium dan sejenisnya dan pembayaran pajak dilakukan oleh
para penerima honor dengan cara self assessment pada saat menghitung pajak terhutang
pada akhir tahun fiscal.
Pasal 14
Dokumen Pendukung Pengeluaran Uang
Setiap pengeluaran uang Komite Sekolah SMK/SMA selain dilengkapi lembar bukti
persetujuan pembayaran dari Kepala Sekolah, Ketua Komite atau Wakil OM, sesuai dengan
tingkat kewenangan pada pasal 10.1a,b,c, maka pengeluaran tersebut harus juga dilengkapi
dokumen pendukung sebagai berikut:
1. Barang Inventaris
a. Lembar Persetujuan SPD dan SPP
b. Kuitansi bermaterai yang cukup dan stempel took
c. Faktur Umum
d. Faktur Pajak (jika penjual memungut PPn)
e. Surat Jalan dan Tanda Terima/ Periksa Barang dari User/sekolah
2. Jasa dan Proyek dalam APBS
a. Lembar Persetujuan SPD dan SPP
b. Kuitansi bermaterai yang cukup, yang ditandatangani oleh Penanggung Jawab
Proyek/ Kegiatan
c. Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan yang diketahui oleh User/ atau pihak sekolah
dan atau Litbang LPM ( Lembaga Penjaminan Mutu)
d. Proposal dan Resume Hasil Kegiatan ( jika pekerjaan Proyek Pendidikan)
3. Honorarium/ Belanja Pegawai
a. Lembar Persetujuan SPD dan SPP
b. Daftar Nominatif Penerima Honor yang sudah ditandatangani lengkap.
c. Daftar Hadir
d. Daftar Hasil Kegiatan/penilaian
4. ATK dan Barang Habis Pakai
a. Lembar Persetujuan SPD dan SPP
b. Kuitansi atau Faktur Toko yang sudah ditandatangani Penerima Barang
c. Rekap pengeluaran barang/ATK
5. Taktis dan Dana Insidental
a. Lembar Persetujuan Otoritas
b. Nota Permintaan dari Penanggung Jawab
c. Kuitansi Tanda Terima

BAB IV
ADMINISTRASI KEUANGAN DAN SISTEM PEMBUKUAN
Pasal 15
Administrasi Keuangan
1. Pengelolaan Keuangan Dana Komite Sekolah SMK/SMA, harus dapat memberikan
gambaran kondisi keuangan secara jelas mengenai penerimaan dan pengeluaran dana
hasil partisipasi masyarakat, khususnya Anggota Komite Sekolah (Orang tua, Murid
SMK/SMA)
2. Pengelolaan Keuangan Komite Sekolah SMK/SMA menjadi tanggung jawab
masyarakat/ anggota secara kolektif dan pengelolaannya sehari-hari diserahkan ke
Bendahara Komite dan pengurusannya dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang
berlaku dalam ketentuan umum pengelolaan keuangan Komite Sekolah SMK/SMA
Pasal 16
Sistem Pembukuan
1. Sistem, Pembukuan dan Pencatatan Keuangan Komite Sekolah SMK/SMA,
mengacu kepada system Akuntansi Indonesia, penekanan pada Cash Basis dengan bentuk
laporan Cash Flow dan tidak perlu membuat laporan laba atau rugi maupun neraca
2. Sistem pembukuan harus dapat memberikan data keuangan secara lengkap dengan
pencatatan yang teratur. Semua data keuangan harus dicatat secara rinci, tidak ada yang
ditinggalkan sehingga memberikan informasi secara jelas kepada yang membutuhkan.
Pasal 17
Nomor Mata Anggaran
Untuk memudahkan pengendalian dan pengawasan, maka setiap item penerimaan dan
pengeluaran dana diberikan Kode Mata Anggaran (kode akun) sesuai ketentuan pada lampiran.
Pasal 18
Pelaksanaan Pembukuan
1. Buku Harian
a. Buku Harian terdiri dari Buku Kas dan Buku Bank yang dipergunakan untuk
mencatat penerimaan dan pengeluaran tunai baik melalui Kas maupun Bank.
b. Buku/ Catatan Kas dan Bank dibuat dalam 3 lajur (Debet, Kredit dan Saldo)
sesuai contoh lampiran
c. Kesalahan catat dalam Buku Kas dan Buku Bank tidak boleh dihapus atau di-Tip
Ex, tetapi cukup dicoret dan ditulis ulang di sebelahnya.
d. Buku Kas dan Buku Bank harus ditutup setiap bulan oleh Ketua Komite Sekolah
SMK/SMA dan Bendahara Komite diketahui oleh Kepala Sekolah
2. Buku/ Catatan Pembantu
a. Buku/ Catatan Jurnal Kas Masuk
1) Buku/ Catatan Jurnal Kas Masuk digunakan untuk mencatat uraian sumber
pemasukan kas sesuai kelompok mata anggaran.
2) Tatacara mengerjakan Jurnal Kas Masuk
b. Buku/ Catatan Jurnal Kas Keluar
1) Buku/ Catatan Jurnal Kas Keluar digunakan untuk mencatat uraian Penggunaan
Uang Kas, sesuai pengelompokkan mata anggaran

2) Tatacara mengerjakan Jurnal Kas Keluar


c. Buku/ Catatan Jurnal Bank Masuk
1) Buku/ Catatan Jurnal Bank Masuk diginakan untuk mencatat uraian
sumber pemasukan Bank seauai kelompok mata anggaran.
2) Tatacara mengerjakan Jurnal Bank Masuk
d. Buku/Catatan Journal bank Keluar
1) Buku catatan Journal bank Keluar digunakan untuk mencatat uraian
pengeluaran Bank, sesuai kelompok mata anggaran.
2) Tata cara mengerjakan Journal Bank Keluar
e. Buku Piutang
1) Buku/catatan Piutang digunakan untuk mencatat tagihan tagihan yang
belum dibayar.
2) Tata cara mengerjakan Buku Piutang
f. Buku hutang
1) Buku/catatan Hutang digunakan untuk mencatat kewajiban yang belum
dibayar.
2) Tata cara mengerjakan Buku Hutang
g. Buku catatan Inventaris
1) Buku/catatan Inventaris digunakan untuk mencatat barang barang Inventaris yang
dibeli dari Dana Komite Sekolah.
2) Karena System Pembukuan memakai Cash Basis ( Bukan Acrual), maka
pencatatan biaya/nilai susut pada akhir tahun hanya bersifat Promemory ( tidak
dibebankan lagi pada cash )
3) Tata cara mengerjakan Buku Inventaris
Pasal 19
Bentuk Laporan Keuangan
1. Bentuk Laporan Keuangan Komite Sekolah SMK/SMA adalah bentuk Arus Kas/
Cash Flow, yang dilampiri buku/catatan Kas, Bank, Journal Kas, Bank, Buku/catatan
Hutang, Piutang, dan Inventaris.
2. Bentuk format laporan Cash Flow dan cara mengerjakan lihat pada lampiran
BAB V
ADMINISTRASI KEUANGAN DAN SISTEM PEMBUKUAN
Pasal 20
Pelaksanaan Pengawasan
1. Pengawasan Keuangan Dana Komite Sekolah dilakukan secara Interen oleh Pengurus
Komite Sekolah dan para anggota
2. Untuk pelaksanaan pemeriksaan intern tersebut, Pengurus Komite dapat membentuk tim ad
hoc yang independent yang berasal dari anggota diluar pengurus.
3. Dalam pemeriksaan tutup buku akhir tahun, pemeriksaan secara menyeluruh dapat
diserahkan ke Akuntan Publik beregestrasi
4. Pemeriksaan oleh aparat Fungsional (Bawasda Bengkulu, BPKP, BPK) hanya dapat
dilakukan jika ada permintaan tertulis dari pengurus.
5. Pengajuan tertulis dari pengurus untuk dilakukan pemeriksaan secara fungsional dilakukan
jika :
a. Adanya kecurigaan terhadap tindak pidana oleh salah satu atau beberapa orang pengurus
Komite Sekolah

b. Adanya tidak kesepahaman yang tidak dapat dikompromikan antara Ketua Komite
Sekolah dan Kepala Sekolah
c. Adanya ketidak taan azaz dari pihak sekolah terhadap ketentuan ketentuan tertulis yang
telah ditetapkan oleh Komite Sekolah
d. Pengajuan pemeriksaan fungsional dianggap sah jika diajukan dan ditandatangani oleh
salah satu dari 3 Pejabat Komite Sekolah yaitu Ketua Komite Sekolah, dan atau wakil
Ketua Komite, dan atau Sekretaris Komite Sekolah.
Pasal 21
Laporan-laporan
a. Laporan Keuangan Komite Sekolah dilakukan secara berkala yaitu Laporan Triwulan,
Laporan Semester, dan Laporan Akhir Tahun ( Tutup buku )
b. Laporan Komite Sekolah di sampaikan kepada Anggota Perwakilan Kelas untuk disampaikan
kepada anggota lainnya secara transparan
c. Tembusan Laporan disampaikan kepada Kepala SDIT Al-Marjan Kota Bengkulu
BAB VI
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 22
1. Hal hal yang berhubungan dengan pengelolaan keuangan Komite Sekolah SDIT Al-Marjan
Yang belum diatur dalam ketentuan umum pengelolaan Keuangan Komite Sekolah SDIT AlMarjan ini, akan diajukan ke Rapat Paripurna Pengurus untuk selanjutnya ditambahkan
sebagai addendum dari ketentuan Umum ini
2. Ketentuan ketentuan yang bertentangan dengan Ketentuan Umum Pengelolaan Dana Komite
SDIT Al-Marjan ini dinyatakan tidak Berlaku.
3. Ketentuan ini berlaku saat ditetapkan

Ditetapkan di : Jakarta
Pada Tanggal :
KOMITE SEKOLAH
SMK/SMA JAKARTA
Ketua,

Bendahara,

Menyetujui
KEPALA SMK/SMA JAKARTA