Anda di halaman 1dari 29

Super Absorbent Polimer

By, Jay.

Kelompok 7:

Zainuri

(2012430044)

Wahyu

(2013430043)

M. Bachtiar
Rizky

(2014300XX)

(201430087)

STUDI KASUS
Di suatu waktu
di suatu temp
at, dua orang
bercakap-cak
mahasiswi DT
ap mengenai
K sedang
k
e
h
ebatan diaper
yang mempun
bayi dan pem
yai daya sera
balut wanita
p yang ting
gi. Mereka berta
nya tanya..
Wah kalau be
gitu SAP ini h
e b a t b e na r y a
hanya untuk d
. Ternyata keg
iaper atau pro
un a a n n y a b u k
d
uk higienis sa
sebenarnya
an
ja komenta
poli-asam akri
R
r
it
la
a
t
.
(poly acrylic a
Kenapa ya s
cid) itu apa ya
enyawa itu b
?balas Mira.
a
is
m
e
njadi polimer
bagaimana m
superabsorbe
ensintesa sen
n ?
yawa itu dan
lanjut Rita.
mekanismenya
seperti apa?
A p a y a hu b u
ngan cross lin
k dengan kem
kalau pemak
ampuan penyera
aian diaper da
pan air?
n produk lainn
banyak bagaim
ya dari SAP in
ana dengan li
i sudah demik
mbahnya?ta
Wah kalau se
ian
nya Rita
nyawa SAP itu
ti
d
kita bisa buat
ak biodegrada
SAP yang biod
ble jadi runya
m juga ya?Ap
egradable? la
Kalau kamu d
a
njutnya.
ja i peneliti dan
sekaligus prod
kerjakan? Tan
user SAP apa
tang Mira.
yang akan ka
mu

ANALISIS

a
r
e
a
n
C ja
r
?
e
e
k iy
p

SAP
??

Bahanne
OPO?
Bentuke?

?
?

Car
a

?
?

gaw
py? ene

Limbah
e piye?

Super Absorbent polimer


(SAP)
Super Absorbent Polymer (SAP) adalah
Suatu polimer hidrophilik yang memiliki sifat
unik dalam kemampuannya menyerap suatu
cairan sampai lebih dari 100 kali dari berat
hidrogel itu sendiri, dan cairan yang terserap
tidak mudah dilepaskan meskipun diberi
tekanan.
Contoh SAP: Poli Asam akrilat, Poli
akrilamida dll

Aplikasi : Bahan penyerap air urin (Popok bayi,


produk kesehatan feminin, dan produk
inkontinensia dewasa), bahan pengolahan
limbah,media tumbuh tanaman,bahan untuk
mengurangi friksi dalam pipa,bahan pelapis anti
bocor,pelindung jaringan kabel bawah tanah,bahan
pembuatan kemasan barang dan bahan pemadam
kebakaran dll.

SAP dibuat dari monomer dengan


cara melalui reaksi polimerisasi

Reaksi polimerisasi
Reaksi polimerisasi digolongkan menjadi dua :
1. Reaksi polimerisasi berantai
Pada polimerisasi berantai suatu monomer
teraktivasi M menyerang monomer yang lain dan
bergabung, kemudian akan menyerang monomer
yang lain dan seterusnya. Monomer yang digunakan
bereaksi dengan lambat membentuk rantai polimer.
2. Reaksi polimerisasi bertahap.
Pada polimerisasi polimer tingkat tinggi
terbentuk dengan cepat. Pada polimerisasi bertahap
untuk setiap dua monomer pada reaksi bercampur
yang bergabung pada suatu waktu dan kemudian
tumbuh membentuk rantai yang segera terbentuk

Reaksi polimerisasi

Perbedaan polimerisasi bertahap


dan berantai

Mekanisme reaksi rantai

. Inisiasi rantai

2. Propagasi/
pertumbuhan rantai

3. Terminasi rantai

Poli Asam Akrilat????


Poli Asam Akrilat adalah suatu polimer yang
disusun melalui rantai radikal bebas dari
monomer asam akrilat.
a. Sintesa Asam Poliakrilat (PAA)
Asam Poliakrilat (PAA) disintesa melalui proses
polimerisasi radikal terhadap monomer asam
akrilat (AA) menggunakan pelarut organik
dalam suasana atmosferik.
Mekanisme sintesa PAA meliputi inisiasi
suhu, propagasi dan terminasi seperti
dibawah:

Ikatan silang polimerisasi


Ikatan silang merupakan
ikatan yang menghubungkan
rantai polimer lainya, dapat
berupa interaksi kovalen(Gel
kimia) maupun non kovalen
(Gel fisik) dan dapat dan
dapat meningkatkan masa
molekul polimer, reaksi
ikatan silang pada saat
polimerisasi sangat penting
untuk menghasilkan jejaring
polimer yang dapat
menyerap air.

Ikatan silang polimerisasi


MENGAPA SAPs DAPAT MENYERAP CAIRAN BEGITU
BANYAK ??
Ketika air ditambahkan ke SAP
terdapat interaksi pelarut :
hydration dan pembentukan ikatan
hidrogen.

HYDRATION =
Ini adalah interaksi ion dari zat
terlarut dengan molekul dari
yaitu COO- dan Na + ion pelarut
menarik H2O.

Ikatan silang polimerisasi


MENGAPA SAPs DAPAT MENYERAP CAIRAN BEGITU
BANYAK ??
PEMBENTUKAN IKATAN HIDROGEN
=
adalah interaksi elektrostatik
antara molekul, terjadi pada
molekul yang memiliki atom
hidrogen melekat pada atom
elektronegatif kecil seperti N, F &
O.
Dalam air atom elektronegatif oksigen yang
menarik elektron hidrogen terhadap dirinya
menyiapkan dipol dalam molekul. Atom
hidrogen positif tertarik ke oksigen pasangan
elektron bebas pada molekul air lainnya.

Ikatan silang polimerisasi


APA HUBUNGANNYA CROSS LINK DENGAN KEMAMPUAN MENYERAP
CAIRAN ??

Meningkatkan penyerapan cairan


terhadap tekanan dan laju
pembengkakan SAP dapat dicapai
dengan cross linking permukaan
partikel.
Saat pembuatan cross linking
dilakukan pengeringan dan penggiling
sebagai tahap akhir dari proses.
Bahan kimia yang melakukan cross
linking biasanya memiliki setidaknya
dua kelompok fungsional mampu
bereaksi dengan gugus karboksil

Handling limbah SAP (Untuk Aplikasi


Pampers dll)
1. Mendaur ulang limbah diaper dengan cara

MEMANFAATKAN LIMBAH DIAPER SEKALI PAKAI


UNTUK PEMBUATAN KOMPOS MENGGUNAKAN
KOMPOSTER ROTARY DRUM

2. Dengan cara membersihkan diaper terlebih dahulu =


- siram dengan air mengalir popok habis pakai, hingga
dirasa bersih
- peras popok hingga keluar air (masa jijik kan bekas
anak sendiri)
- jemur untuk mengeringkan popok (atau bisa melewati
tahap ini)
- robek popok, dan pisah-pisahkan bagian-bagian popok
sesuai jenisnya
- barulah buang ketempat sampah.

Super Polymer Absorbent


Biodegrable

Salah satu contoh polimer alam yang


sudah dimanfaatkandalam pembuatan
SAP yakn ipati(sigh, et al., 2007)
danselulosa (Wang, et al., 2009). Pati dan
selulosa merupakan polimer alam yang
dapat diperbaharui, bersipat
biodegradable, mudah didapatkan dan
murah. Pati dan selulosa yang telah
banyak digunakan sebagai bahan baku
material superabsorbent diantaranya
berasal dari onggok singkong
(Ramadhani, 2009)

TUGAS.!!!!!
1.

2.

3.
4.
5.

6.

Buatlah suatu laporan singkat yang berisikan jawaban atas


pertanyaan Mira dan Rita serta rencana Rita menjawab
tantangan Mira.(buatlah peta konsep)
Anda diminta untuk membuat penjelasan singkat tentang
reaksi rantai radikal pembentukan poli-asam akrilat dari
monomer asam akrilat yang akan disampaikan pada acara
diskusi kelompok. Bila rekanan dan membahas tentang
reaksi polimerisasi bertahap, bagaimana anda
membedakannya dengan polimerisasi rantai radikal dalam
hal distribusi berat molekul pada awal dan akhir
polimerisasi. Mengapa demikian?
Bagaimana anda menjelaskan pengaruh suhu polimerisasi
pada reaksi rantai radikal?
Di lab. Mira dan Rita merencanakan pembuatan senyawa
poli-asam akrilat:
Proses sintesis yang akan digunakan adalah polimerisasi
rantai radikal menggunakan inisiator Azobisisobutironitril
(AIBN) 0.5 mol yang mengalami reaksi pembentukan
radikal secara termolisis dengan efisiensi sebesar 0.8 pada
60 C. Bagaimana mereka menentukan nilai tetapan laju
disosiasi (kd) senyawa azobisisobutironitril menjadi
radikal bebas?. Bila reaksi termolisis dilakukan dalam 8
jam 15 menit teramati jumlah inisiator yang bereaksi
hanya 10%.
Sewaktu mereka melakukan polimerisasi dengan pelarut
akuatik, monomer yang digunakan adalah asam akrilat
sebanyak 30 mol dengan jumlah inisiator

Pertanyaan
1. Buatlah suatu laporan singkat yang
berisikan jawaban atas pertanyaan
Mira dan Rita serta rencana Rita
menjawab tantangan Mira.(buatlah
peta konsep)

?
?

Penyelesaian

Proses polimerisasi
Reaksi
Terbentuknya
Pengkomposan
Limbah
cross
terdegradasi
linked
SAP,
limbah
Pengujian
untuk
melalui
dan
SAP
dapat
merubah
reaksi
menjadi
karakteristik
dimanfaatkan
polimerisasi
polimer
pupuk molekul
melalui
yang
kembali
larutan
didapatkan
pengkomposan
SAP,
dengan
Pengujian
menjadi
konsentras
daya
sistem
seny
Sw

Pertanyaan

Anda diminta untuk membuat penjelasan


singkat tentang reaksi rantai radikal
pembentukan poli-asam akrilat dari monomer
asam akrilat yang akan disampaikan pada
acara diskusi kelompok. Bila rekanan dan
membahas tentang reaksi polimerisasi
bertahap, bagaimana anda membedakannya
dengan polimerisasi rantai radikal dalam hal
distribusi berat molekul pada awal dan akhir
polimerisasi. Mengapa demikian?

Penyelesaian
Reaksi rantai radikal poliakrilat
1. Asam akrilat dipolimerisasi melalui mekanisme radikal dan memerlukan
pemicu radikal yang dapat larut-air. Suatu pemicu sering
sangat
peka terhadap keberadaan oksigen dan memerlukan pengasingan
dengan gas argon atau nitrogen. Oksigen
mengganggu polimerisasi
karena bereaksi dengan tapak radikal (R. + O2 menghasilkan radikal
sedikit reaktif ROO.).
Contoh pemicu termal yang mudah, dan dapat larut-air dan berfungsi
pada temperatur
rendah adalah VA-044.
2. Bila pemicu ini dipanaskan sekitar 40 - 45C, akan mengurai untuk
menghasilkan gas nitrogen dan dua radikal dihasilkan, yang
kemudian menginisiasi polimerisasi. Dengan VA-044, polimerisasi lebih
toleran dengan udara, mungkin karena
radikal dibangkitkan lambat
pada waktu yang lama (waktu dekomposisi pada 44C adalah 10 jam),
lebih efisien mengkonsumsi oksigen yang ada. Dalam hal lain,
konsentrasi inisiator yang sangat rendah (0,04 mol% relatif
terhadap asam akrilat) digunakan untuk mempromosikan pembentukkan
rantai-rantai panjang.
3. Penelitian ini berkaitan dengan sintesis hidrogel dari akrilamida (AM), asam
akrilat (AA) dan kalium akrilat melalui polimerisasi larutan pada
konsentrasi monomer yang tinggi. Kalium persulfat (KPS) dan natrium
metabisulfit (SMBS) digunakan sebagai pemicu pasangan redoks. Tujuan
penelitian adalah untuk mensintesis hidrogel pada kondisi polimerisasi
atmosferik dan mengetahui derajat penggembungan hidrogel terhadap
air ataupun urine.
4. Polimer superabsorbent dibuat dari asam akrilat dan suatu cross-linker

Penyelesaian
Perbedaan polimerisasi bertahap dan berantai

Penyelesaian
Bagaimana anda menjelaskan
pengaruh suhu polimerisasi pada
reaksi rantai radikal?
Jawab:
>>>Suhu polimerisasi dapat
memicu / Berbanding lurus
dengan peningkatan Kd , Ki
dam Kp/Kt1/2 , Sehingga
dengan kenaikan Kd maka
rantai radikal bebas akan
semakin cepat terjadi.

Pertanyaan

Proses sintesis yang akan digunakan adalah


polimerisasi rantai radikal menggunakan
inisiator Azobisisobutironitril (AIBN) 0.5
mol yang mengalami reaksi pembentukan
radikal secara termolisis dengan efisiensi
sebesar 0.8 pada 60 C. Bagaimana mereka
menentukan nilai tetapan laju disosiasi
(kd) senyawa azobisisobutironitril menjadi
radikal bebas?. Bila reaksi termolisis
dilakukan dalam 8 jam 15 menit teramati
jumlah inisiator yang bereaksi hanya 10%.

Penyelesaian
Diketahui:

Inisiator AIBN ; 0.5 mol


Eff: 0.8 pd T: 60C
Waktu : 8 jam, 15 menit = 495 menit (10% inisiator yg bereaksi)

Ditanya: Kd?

kd

Dijawab:

dR
2k d f I
dt
0.25
2k d 0.8 x0.05
495
k d (0.025 / 495) /(2 x 0.05 x0.8)
k d 6.313 x10^ 4

Oke bro!!!!!

I
0.5 mol
0.05 mol
0.45mol

2 R
0.025 mol
0.025 mol

!!!

Pertanyaan
Sewaktu mereka melakukan polimerisasi dengan
pelarut akuatik, monomer yang digunakan adalah
asam akrilat sebanyak 30 mol dengan jumlah
inisiator Azobisisobutironitril sebanyak 0.5 mol.
Diasumsikan tetapan laju propagasi tidak
tergantung pada panjang rantai tumbuh sehingga
selama waktu polimerisasi dapat dianggap
keadaan tunak dan terminasi hanya terjadi karena
reaksi kombinasi. Setelah waktu 2 jam polimerisasi
teramati jumlah sisa monomer adalah 0.0005 mol.
Bagaimana menentukan konstanta kp/(kt1/2) dan
derajat polimerisasi polimer yang terbentuk?.

??
?

penyelesaian

Daftar pustaka
1. Billmeyer et.al. Polymers Science
2. Young , Lovell, Introduction to
Polymers.
3.
http://www.eng.buffalo.edu/Courses
/ce435/Diapers/Diapers.html
4.
http://pep.sric.sri.com/Public/Rep
orts/Phase_87/RP194/RP194.html
5.
http://academic.uofs.edu/faculty/

Renungan kita semua


Bukan t
entang A
pakah tu
selesai at
ga s
au tidak,
teta
bagaiman
a kita bis pi
a
mendapat
k
n
a

il m u d a n
pengetah
uan dari
tugas yan
g kita
kerjakan

Zjay_art
@yahoo.c
o.id-

aran
k
g
n
i
l
dalah
a
i
n
i
p
k,
Hidu kibat..
i
a
b
g
y
a
b
sebab atlah seba apatkan yg
bu
en d
m
n
Jadi
i
g
n
amu i
k
a
k
i
j
.id
..
baik t@yahoo.co
ar
Zjay_