Anda di halaman 1dari 4

NAMA

: WILLIAM YOHANES S

NIM

: M0211075

TUGAS

: OPTOELEKTRONIKA

TEKNOLOGI LOW LEVEL LASER TERAPI (LLLT) UNTUK ATASI


NYERI
Diabad 20 ini, manfaat laser sangat banyak dirasakan di berbagai bidang. Contohnya
penggunaan teknologi laser pada bidang industri (pemotongan lempeng-lempeng baja,
pengelasan, dan pengeboran), bidang elektronika (penyimpanan memori optik di dalam
komputer), bidang komunikasi (penyalur suara dan sinyal gambar dalam serat optik), serta
bidang kedokteran dan kesehatan (pendiagnosa penyakit, pengobatan penyakit, dan perbaikan
suatu cacat serta pembedahan), dan lain-lain.
Laser merupakan istilah dari light amplification by the stimulated emission of
radiation. Penemuan laser merupakan perkembangan yang sangat panjang dan pada awalnya
dikenal dengan nama Maser (Microwave Amplification by the Stimulated Emission of
Radiation). Pencetus pertam kali, istilah Maser adalah Albert Einstein. Ia mengungkapkan
hanya sebatas teori. Dan pada zamannya merupakan teori yang sangat kontroversial karena
teknologi pada zaman tersebut belum mampu mendukung nya. setelah dua dekade berlanjut,
maser dapat dibuat dengan gas amoniak oleh Charles. H. Townes. Pengembangan
selanjutnya, dibuat maser dengan emisi tingkat kedua oleh Nikolai Basov dan Alexander
Proskhorov. Ketiga nya diberikan hadiah nobel pada tahun 1964. Sedangkan pembuatan laser
sendiri atau maser serat optik oleh Gordon Gould.
Prinsip kerja laser dapat dijelaskan dengan model atom. Atom terdiri dari inti atom
(berisi proton dan netron), dan awan elektron. Elektron-elektron ini selalu berputar
mengelilingi inti atom pada orbit-orbit tertentu, sesuai dengan tingkat energinya. Orbit
elektron yang mempunyai tingkat energi paling rendah adalah yang paling dekat dengan inti.
Jadi, semakin jauh elektron dari inti, semakin besar pula tingkat energinya. Ini
mengindikasikan bahwa apabila kita memberikan energi pada atom maka elektron yang
berada di tingkat energi dasar (ground-state energy level) dapat tereksitasi (pindah) ke orbit
yang tingkat energinya lebih tinggi. Elektron yang telah pindah ke tingkat energi yang lebih
tinggi ini (excited electron) berada dalam keadaan tidak stabil. Elektron ini selalu berusaha
untuk kembali ke keadaan awalnya dengan cara mengeluarkan kelebihan energi tersebut.
Energi yang dikeluarkan berbentuk foton (energi cahaya) yang mempunyai panjang
gelombang tertentu (warna tertentu) sesuai dengan tingkat energinya. Ini disebut juga dengan
radiasi atom.

Gambar1 Eksitasi elektron ke tingkat energi yang lebih tinggi


Sinar laser merupakan hasil dari pengontrolan dari emisi cahaya. Hal ini dapat
dilakukan dengan meletakkan dua buah cermin di kedua ujung batu ruby. Salah satu cermin
dibuat half-silvered( memantulkan sebagian cahaya; sementara cahaya yang tidak
dipantulkan dapat menerobos keluar). Ruby diberi stimulasi energi (disinari dengan cahaya)
sehingga beberapa elektronnya tereksitasi. Kemudian elektron yang tereksitasi ini berusaha
kembali ke tingkat energi awal dengan melepaskan cahaya (foton). Cahaya ini memantulmantul pada permukaan cermin dan menyinari elenya sehingga mengakibatkan
tereksitasinya para elektron tetangga tersebut. Elektron-elektron ini kemudian
mengemisikan cahaya untuk kembali ke keadaan normalnya. Sebagian cahaya yang berhasil
menerobos keluar dari half-silvered mirror mempunyai sifat monokromatik, koheren, dan
berfasa tunggal. Sinar ini dikenal dengan sinar laser.
Teknologi laser telah banyak dimanfaatkan pada bidang surgery contohnya untuk
mempercantik diri dengan terapi laser, terapi laser untuk atasi nyeri, laser untuk
penyembuhan luka, terapi laser efektif obati sakit laser dan atasi nyeri leher. Laser yang
digunakan pun beragam tergantung jaringan tubuh yang akan dikenai laser serta dosimetri
dari Low Level laser therapi tersebut yakni Power (P) adalah jumlah energi yang berasal dari
probe laser, densitas power (Pd) adalah jumlah energi yang diberikan di bawah area sinar
probe, dan densitas energi (Ed) adalah jumlah energi sebenarnya atau dosis yang diberikan
pada tingkat probe laser per centimeter persegi jaringan.
Laser dapat digunakan untuk penyembuhan luka karena laser adalah suatu gelombang
elektromagnetik yang dapat berinteraksi dengan jaringan tubuh dengna efek samping
bergantung dari daya dan exposure yang diterima oleh jaringan tubuh tersebut. Pada aplikasi
ini, laser dapat dilakukan tanpa menyentuh kulit (non invasive). Dan jenis laser yang
digunakan adalah laser dengan bahan semikonduktor yakni Gallium-Alumunium-Arsenide
yang memiliki panjang gelombang 800-nm. Metoda laser penyembuhan luka masih terus
dikembangkan untuk keperluan medis lainnya.

Gambar 2 Laser untuk penyembuhan luka


Laser semikonduktor merupakan pembangkit untuk laser zat padat. Bahan untuk laser
ini biasanya merupakan kombinasi antara golongan IIIA pada tabel peridoki (Al, Ga, In) dan
golongan IVA (N,P,As,SB), sehingga membentuk compound III IV seperti GaAs, InGaAsP.
Laser ini memiliki panjang gelombang sekitar 630 nm-1600 nm. Prinsip kerja laser
semikonduktor dapat dijelaskan dengan gambar dibawah ini, yang memperlihatkan pita
valensi V dan pita konduksi C yang dipisahkan oleh energi gap Ed. Untuk semikonduktor
non-degenerate, pita valensi terisi penuh oleh elektron-elektron, sedangkan pita konduksi
kosong sepenuhnya. Sekarang diasumsikan, beberapa elektron tereksitasi dari pita valensi ke
pita konduksi karena mekanisme pumping. Setelah waktu tertentu (~1 ps), elektron-elektron
pada pita konduksi akan turun ke tingkatan energi paling bawah di pita konduksi, sementara
itu beberapa elektron di tingkatan energi paling atas pada pita valensi turun ke tingkatan
energi yang paling, sehingga meninggalakan lubang pada pita valensi ( gambar (b)). Situasi
ini digambarkan oleh tingkatan kuasi-fermi EFc untuk pita konduksi dar Efv untuk pita
valensi. Emisi cahaya terjadi apabila suatu elektron pada pita valensi meluruh ke pita valensi
dan berekombinasi dengan suatu lubang (hole). pada kondisi tertentu, dapat terjadi emisi
terstimulasi dari proses rekombinasi sehingga menghasilkan lasing. Energi yang dipancarkan
didefinisikan sebagai :
Eg hv (E' fc E' Fv)

Gambar 3 Prinsip kerja laser semikonduktor

DAFTAR PUSTAKA
Bahtiar, Ayi. 2008. Rekayasa Optik. Diktat Kuliah. Fisika FMIPA, Universitas Sebelas Maret.
Kurniawati, Desi. 2010. Terapi Laser. Kedokteran, Universitas Sebelas Maret.
Syukur, Rahmat. 2010. Jenis laser yang digunakan sebagai modalitas fisioterapi. Fisioterapi,
Poltekkes YRSU RSU DR. Rusdi Medan
Surya, Yohanes. Luar biasa nya laser. Surya University.