Anda di halaman 1dari 6

Judul :GetaranTeredam

Nama :NurilHidayati
NIM :12306141025

Metode Pengukuran
A. Waktu dan Tempat
Penelitian mengenai getaran teredam yang bertujuan untuk mencari
periodenya dilakukan pada :
Waktu : 4 Juli 2013 jam 12.00-15.30 WIB
Tempat : Kos-kosan teman depan FT
B. Alat
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Pegas
2. Beban
3. Kursi
4. Penahan Pegas
5. Mistar
6. Kertas Karton
7. Pensil Warna
8. Kamera
C. Langkah Percobaan
Langkah percobaan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah
1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan
2. Membuat skala pada karton dengan membuat garis-garis dengan jarak
1 cm menggunakan pensil warna
3. Menempel skala pada dinding
4. Meletakkan pegas yang di beri beban pada penyangga beban tepat
didepan ketas karton berskala
5. Menarik pegas dan melepaskannya sehingga terbentuk getaran teredam
6. Mengambil video saat terjadinya getaran
D. Teknik Analisis Data
Analisis data yang dilakukan untuk mencari periode pada getaran
teredam adalah :
1. Memasukkan video pada tracker dan menganalisisnya pada tiap titik.
2. Memindahkan data yang didapat ke microsoft excel

3. Mencari grafik kecepatan getaran teredam pada microsoft excel


dengan rumus dy/dt.
4. Menghitung periode dan amplitudo pada hubungan antara jarak dan
waktu untuk mencari grafik lamda yang dapat dicari dengan
perbandingan ln An/Ao dengan T.

Hasil Analisis Data


A. Hasil Analisis Data
Dari data yang di dapatkan dari pengolahan tracker dapat dicari
grafik hubungan antara jarak dan waktu. Jumlah data yang di dapatkan
pada penlitian ini dalam selang waktu 16.7 detik sebanyak 504 data. Dari
data yang di dapat maka dapat dicari grafik hubungan antara jarak dengan
waktu sebagai berikut :

y
70
60
50
40

30
20
10
0
0

10

12

14

16

18

Pada grafik tersebut dapat pula diolah untuk diketahui grafik


lamdanya. Grafik lamda dapat dicari dengan menghitung T (periode) dan A

(Amplitudo). Grafik lamda merupakan grafik hubungan antara T dengan ln


An/A0.
Dari hasil penghitungan T dan ln An/A0 didapatlkan grafik sebagai
berikut :

0
-0.2 0
-0.4
-0.6

8 10 12 14 16 18 20

Polynomial ()

-0.8
-1

f(x) = 0x^2 - 0.05x - 0.95

-1.2
-1.4
-1.6
-1.8

Selain di dapat grafik hubungan antara jarak dan waktu, dapat pula
dicari kecepatan getaran teredam dengan rumus dy/dt dan dapat diketahui grafik
hubungan antara kecepatan dan waktu sebagai berikut :
250
200
150
100
50
0
-50 0

10

12

14

16

18

-100
-150
-200

B. Pembahasan
Getaran teredam merupakan sebuah getaran yang lama kelamaan
Amplitudonya semakin kecil dikarenakan osilasi gesekan benda terhadap

medium disekitarnya. Menurut Hukum Newton II diketahui rumus persamaan


pada getaran teredam adalah sebagai berikut :
F=ma
Fg = -d (dV/dt)
Fg = gaya gesekan
b = konstanta gesekan
V = kecepatan benda
Fp = - kX
Fp = gaya pemulih
X = simpangan
Sehingga gaya yang bekerja pada massa m adalah :
F =-d (dV/dt) kX
m d2X/dt2= -d (dV/dt) kX
Dalam penelitian mengenai getaran teredam ini menggunakan sebuah
pegas yang diberi beban dan dicari hubungan waktu dengan jarak. Grafik
hubungan waktu dengan jarak adalah sebagai berikut :

y
70
60
50
y

40
30
20
10
0
0

10

12

14

16

18

Dari grafik diatas dapat diketahui bahwa Amplitudo pada getaran yang
dihasilkan oleh pegas semakin lama maka amplitudonya semakin kecil. Hal ini
sesuai dengan tori getaran teredam yakni amplitudo semakin kecil.Ampiltudo
awal atau A0 sebesar 57.676 dan amplitudo terakhir sebesar 44.148.

Setelah mendapatkan grafik hubungan antara jarak dengan waktu, maka


dapat dicari lamda yang merupakan hubungan antara Ln An/A0 dengan T
(periode). Grafik lamda yang dihasilkan adalah berbentuk linear kebawah dengan
nilai negatif. Hal ini terjadi karena nilai An lebih kecil dibanding nilai A0,
sehingga ketika dihitung Ln nya maka akan menghasilkan nilai begatif.
Setelah menghitung nilai lamda dan grafik hubungan jarak dan waktu,
penelitian selanjutnya adalah mencari grafik kecepatan pada getaran teredam.
Rumus yang digunakan untuk mencari kecepatan adalah dengan dY/dt.
Sedangkan untuk mengetahui waktu yang digunakan dalam kecepatan adalah
t(n+1)-t(n)/2 + tn. Dalam mencari waktu menggunakan rumus ini karena
terjadinya kecepatan tiap satu kali getaran adalah waktu diantara tn dengan tn+1.
Dari penghitungan tersebut, didapatkan grafik kecepatan sebagai berikut :
250
200
150
100
50
0
-50 0

10

12

14

16

18

-100
-150
-200

Dari grafik dapat dilihat bahwa kecepatan pada getaran teredam,grafiknya


hampir menyerupai grafik hubungan jarak dan kecepatan. Bedanya, pada
kecepatan terdapat simpangan yang bernilai negatif.Ini terjadi karena ada sebagian
dY bernilai negatif, sehingga ketika di bagi dengan dt hasilnya negatif.Dari grafik
di atas juga dapat dilihat besar A0 adalah -68.090. Karena nilai A0 adalah negatif,
maka akan di dapatkan An lebih besar dibandingkan A0. Ini akan mempengaruhi
proses pencarian grafik lamda. Namun karena nilai An lebih besar di bandingkan
nilai A0 akan menghasilkan nilai An/A0 besar. Dan karena nilai A0 adalah negatif,
maka hasil pembagian antara An dengan A0 adalah negatif. Karena hasil An/A0
adalah besar dan bernilai negatif, maka Ln An/A0 tidak dapat dicari. Sehingga
pada kecepatan, dalam penelitian ini tidak dapat mengetahui grafik Lamdanya.

Kesimpulan dan Saran


A. Kesimpulan
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa :
1. Pada getaran teredam nilai Amplitudoo semakn lama semakin kecil.
2. Pada pengolahan data, dalam getaran teredam hanya dapat dicari grafik
lamda pada grafik antara jarak dan waktu saja.
3. Grafik kecepatan pada getaran teredam memilikibentuk sama dengan
grafik hubungan anatara jarak dan waktu, bedanya pada grafik
kecepatan terdapat beberapa titik yang bernilai negatif.
B. Saran
Saran yang dapat diberikan adalah :
1. Perlu melakukan penelitian lebih lanjut mengenai getaran teredam.
2. Perlu di coba mencari persamaan pada grafik yang ada menggunakan
origin.
Daftar Pustaka
http://id.wikipedia.org/wiki/Getaran
http://translation.babylon.com/indonesian/to-english/getaran_teredam/
http://www.slideshare.net/ArisWidodo2/osilasi-teredam