Anda di halaman 1dari 5

CHECK LIST PEMERIKSAAN NEONATUS

No.
1.
2.
3.
4.

Aspek yang dinilai

Nilai
1
2

Menjelaskan maksud dan tujuan pemeriksaaan kepada orang tua bayi


Menilai Apgar Score
Laju jantung, Usaha bernafas, Tonus otot, Refleks, Warna kulit
Pemeriksaan Umum Kulit, (warna kulit, kelainan-kelainan yang ditemukan, seperti
petekie ekimosis dll)
Pemeriksaan Regio Facei

- Pemeriksaan wajah, (simetris atau tidak, apakah terdapat kelainan yang khas seperti
Sindrom Down/Mongolism, ataupun tanda-tanda trauma)
- Pemeriksaan kepala, apakah terdapat: molding, kaput suksedenum, hematoma sefal,
kelainan kongenital seperti anensefali, mikrosefali)
- Pemeriksaan mata, perhatikan apakah terdapat mikroftalmia kongenital, katarak
kongenital, trauma pada mata, sekret pada mata.
- Pemeriksaan hidung, apakah terdapat atresia koana bilateral, fraktur tulang hidung
atau ensafalokel yang menonjol ke nasofaring, pernafasan cuping hidung, serta adanya
sekret pada lubang hidung
- Pemeriksaan mulut, perhatikan simetris atau tidak, apakah terdapat kelainan kongenital
seperti labiognato-palatokisis.
- Pemeriksaan telinga, perhatikan letak daun telinga dan liang telinga, serta kelainan
kongenital
5.
Pemeriksaan leher, apakah tampak pendek, kelainan pada tulang leher, tumor, trauma
leher, dan webbed neck (yang terdapat pada beberapa kelainan kongenital)
6.
Pemeriksaan Dada:
- Inspeksi : bentuk dada (pektus eksavatum atau karinatum) gerakan dinding dada, laju
nafas, tipe pernafasan dan kelenjar payudara neonatus.
- Palpasi : gerakan dinding dada (simetris atau tidak)
7.
Pemeriksaan Abdomen :
- Inspeksi : bentuk dinding dada perut, kelainan kongenital, tali pusat (kesegaran,
adakah simpul, arteri dan vena umbilikalis)
- Palpasi : hepar, limpa dan ginjal
8.
Pemeriksaan Genitalia dan Anus
9.
Melaporkan hasil pemeriksaan dan follow up lebih lanjut
Professional behaviors
10.

TOTAL
Keterangan:
0: tidak dilakukan; 1: dilakukan tetapi tidak benar; 2: dilakukan dengan benar; 3: dilakukan dengan
sempurna

CHECK LIST PEMERIKSAAN NEUROLOGIS NEONATUS


No.

Aspek yang dinilai

1.
2.

Menjelaskan maksud dan tujuan pemeriksaaan kepada orang tua bayi


Menilai Apgar Score

3.

Laju jantung, Usaha bernafas, Tonus otot, Refleks, Warna kulit


Moro reflex
- Bayi dalam posisi telentang kepalanya dibiarkan jatuh dengan cepat beberapa
cm dengan hati-hati ke tangan pemeriksa

Nilai
1
2

- Nilai reaksi yang timbul : bayi akan kaget, lengan-lengan direntangkan dalam
posisi abduksi ekstensi, tangan terbuka dan disusul dengan gerakan lengan
adduksi dan fleksi.
Tonic neck reflex
4.
- Bayi dalam posisi terlentang, kepala digaris tengah dan anggota gerak dalam
posisi fleksi
- Kemudian kepala dipalingkan ke kanan, nilai reaksi yang timbul (akan terjadi
ekstensi pada anggota gerak sebelah kanan dan fleksi pada anggota gerak
sebelah kiri)
- Setelah selesai, ganti kepala dipalingkan ke kiri.
Palmar grasp reflex
5.
- Meletakkan telunjuk pemeriksa di telapak tangan pasien
- Nilai: telunjuk akan dipegang oleh pasien dengan adanya rileks memegang
(grasp reflek)
Refleks Babinski
6.
- Mengores permukaan plantar kaki dengan alat yang sedikit runcing
- Menilai hasil (bila positif reaksinya berupa ekstensi ibu jari kaki disertai dengan
menyebarnya jari-jari kaki yang lain)
Stepping reflex
7.
- Memegang bayi pada bagian bawah lengannya dalam posisi tegak dan kakinya
menyentuh permukaan datar
- Nilai reaksinya : normalnya secara otomatis bayi akan meluruskan tungkainya
seolah hendak berdiri
8.
Memberikan informasi hasil pemeriksaan dan follow up lebih lanjut
Professional behaviours
9.

TOTAL
CHECK LIST PEMERIKSAAN FISIK UMUM ANAK
No.

Aspek yang dinilai

1.

Menjelaskan maksud dan tujuan pemeriksaaan kepada orang tua anak

2.

Pemeriksaan data antropometrik : TB, BB, LK

3.

Pemeriksaan umum
kulit : warna, sianosis, ikterik, exzema, edema, pucat dll.
rambut : warna, ketebalan, distribusi, karakteristik
Pemeriksaan kelenjar getah bening
Pemeriksaan regio facei
kepala: bentuk dan ukuran kepala, kraniotabes, ubun-ubun, wajah
mata : kemampuan melihat, palpebra, alis dan bulu mata, konjungtiva, sclera,
pupil, dll
telinga: daun telinga, membran timpani, kemampuan mendengar, sekret, dll
hidung: mukosa hidung secret, epistaksis, NCH, sekret, dll
mulut: trismus, halitosis, bibir, mukosa pipi, gusi, gigi geligi, faring, laring,
sianosis, kelainan kongenital, dll
-

4.

Nilai
1
2

5.

Pemeriksaan leher : tortikolisis, kaku kuduk, masa dileher, pembesaran


kelenjar getah bening (KGB)

6.

Pemeriksaan dada : Payudara, paru (inspeksi, palpasi, perkusi, auskultasi),


jantung (inspeksi, palpasi, perkusi, auskultasi), dll

7.

Pemeriksaan abdomen : inspeksi, auskultasi, palpasi, perkusi,

8.

Pemeriksaan genitalia & anus

9.

Melaporkan hasil

10

Professional behaviour

CHECK LIST BANTUAN HIDUP DASAR


No.

Aspek yang dinilai

1.
2.
3.
4.

Nilai kesadaran korban dengan menepuk pundak dan memanggil korban


Meminta bantuan orang lain atau telpon ke 118/Rumah Sakit
Periksa nadi karotis maksimal 10 detik jika nadi tidak teraba
Posisikan penolong berjongkok dengan lutut di samping korban sejajar dengan dada
korban
Tentukan letak titik kompresi pada pertengahan dada, 2 jari diatas processus xiphoideus
Posisikan tangan saling mengunci dan lengan tegak lurus,titik tumpu pada sendi panggul
dan menggunakan kekuatan bahu saat melakukan kompresi
Lakukan kompresi dengan kedalaman 4-5 cm, dengan tidak melakukan tahanan (full
release) pada setiap akhir kompresi
Lakukan Kompresi dengan kecepatan 80-100 kali/menit
Melakukan siklus kompresi dan ventilasi dengan perbandingan 30:2
Melakukan evaluasi setelah 5 siklus dengan mengecek nadi karotis, jika tidak ada
Lanjutkan siklus kompresi dada dan ventilasi dengan perbandingan 30:2 (evaluasi ulang
tiap 5 siklus- RJP dihentikan jika nadi dan nafas spontan, bantuan datang, 30 menit
resusitasi,tidak ada tanda tanda kehidupan
Evaluasi ulang setelah 5 siklus

5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

12.
13.
14.
15.
16.
17.

Nilai
1
2

Jika nadi karotis teraba hentikan kompresi,segera cek pernafasan dengan teknik look, feel
& listen jika nafas tidak ada
Berikan nafas bantuan(ventilasi) 10-12 kali permenit sampai nafas spontan atau bantuan
datang, evaluasi tiap 2 menit
Nafas spontan (RJP berhasil) hentikan siklus kompresi dan ventilasi
Mengetahui tindakan selanjutnya yaitu survei sekunder, anamnesa, pemeriksaan tanda
vital, pemeriksaan menyeluruh dari kepala hingga kaki
Posisikan korban pada posisi Recovery (posisi mantap)

TOTAL
CHECK LIST PEMASANGAN DAN PEMBACAAN EKG
No.
1.

Aspek yang dinilai


Menjelaskan maksud dan tujuan pemeriksaaan kepada pasien

Nilai
1
2

2.

Menyiapkan alat EKG, sandapan dan gel

3.

Meminta pasien untuk melepaskan baju dan asesoris berbahan logam yang dapat
mengganggu pemeriksaan (misal jam tangan, gelang, kalung, cincin)

4.

Melakukan pemasangan 4 sandapan ekstremitas


a. merah : lengan kanan
b. kuning : lengan kiri
c. hijau : tungkai kiri
d. hitam : tungkai kanan

5.

Melakukan pemasangan 6 sandapan prekordial


a. V1 : ICS 4 PSL D
b. V2 : ICS 4 PSL S
c. V3 : antara V2 dan V4
d. V4 : ICS 5 MCL S
e. V5 : ICS 5 AAL S
f. V6 : ICS 5 MAL S

6.

Melakukan perekaman
pemeriksaan pasien

7.

Mampu menyebutkan dan menunjukkan komponen gelombang EKG


(gelombang P, kompleks QRS, gelombang T, RR interval, PR Interval, segmen ST)

8.

Mampu melakukan pembacaan hasil rekaman EKG


a. Irama
b. Frekuensi

9.

Professional behaviours

EKG

kemudian

memberi

identitas,

tanggal

dan

waktu

TOTAL
CHECK LIST PEMERIKSAAN KEPALA LEHER
No.
1.
2.
3.

Aspek yang dinilai


Menjelaskan maksud dan tujuan pemeriksaaan kepada pasien
Meminta pasien duduk tegak dengan kepala menghadap ke depan
Pemeriksaan Kepala

- Bentuk dan ukuran kepala


- Pemeriksaan wajah
- Pemeriksaan rambut
Pemeriksaan mata
4.
- Posisi dan kesejajaran mata
- Alis (normal, hilang 1/2)dan kelopak mata (edema, ptosis, lagoftalmus)
- Sklera dan konjungtiva (ikterik, anemia, perdarahan)
- Refleks cahaya
Pemeriksaan Telinga
5.
6.

- Bentuk dan ukuran


Pemeriksaan Hidung

Nilai
1
2

- Inspeksi permukaan luar (bentuk, ukuran, tumor, benda asing)


- Pemeriksaan mukosa (kemerahan, pucat)
- Pemeriksaan septum nasi (normal/deviasi)
Pemeriksaan Rongga Mulut
7.
- Inspeksi bibir dan pergerakannya
- Inspeksi mukosa oral, gigi dan gusi
- Inspeksi lidah dan palatum (durum & mole)
- Inspeksi faring
- Inspeksi tonsil
Pemeriksaan Leher
8.
9.
10.
11.

Inspeksi leher secara umum


Inspeksi dan palpasi kelenjar ludah
Inspeksi dan palpasi kelenjar limfonodi leher secara berurutan
Inspeksi dan palpasi kelenjar tiroid
Pemeriksaan trakhea
Melaporkan temuan-temuan yang didapatkan
Professional behaviors