Anda di halaman 1dari 34

PNEUMOTHORAKS

FRENGKI CHRISTORIA
FAA 11O O11
Pembimbing
Dr. MUAL B.E. PARHUSIP, Sp.P
FK UNPAR / RS dr. DORIS SYLVANUS
SMF PARU

Definisi: Pneumotorak udara bebas di dalam


rongga pleura
Dalam keadaan N udara(-)

KIRCHER & SWARTEL

A.Ba.
A.B

X 100% = LUAS PNEUMOTORAK

Jenis pneumotorak berdasarkan fistel

Pneumotorak tertutup

Setelah terjadi pneumotorak vistel tertutup secara spontan

Pneumotorak terbuka
Ada hub antara pleura dengan brokus
Ada hub antara pleura dengan dinding dada
Pneumotorak ventil
Berbahaya oleh karena termasuk kegawatan paru
Sifat ventil dimana udara bisa masuk tapi tidak
bisa keluar
Gejala mendadak dan makin lama makin berat
Segera pasang wsd atau mini wsd ( kontra ventil )

Jenis Pneumotorak Menurut kejadian


n

n
n
n
n

P. spontan
n Primer ( idio patik )
n Sekunder ( disertai py dasar )
P. traumatik
P. iatrogenik ( oleh karena efek samping
tindakan )
P. katamenial
Terapeutik

Pneumotoraks Spontan Primer (PSP)


Pneumotorak yang tidak diketahui penyebabnya sering
terjadi pada ;
n
n

n
n
n

Laki-laki muda
Tinggi dan kurus ( Astenik )
n setiap kelebihan tinggi 2 inchi dan penurunan
BB lebih dari 25 pound tekanan intra pleura
akan turun sekitar 0,2 cm H2o keadaan ini akan
meningkatkan distensi/ reegangan dari alveoli
Perokok / bekas perokok
Kanan (55%) > kiri (45%)
Bilateral 2%

Pneumotorak spontan sekunder


Defenisi adalah pneumotorak yang terjadi akibat
dari suatu penyakit paru
Seperti, asma , ppok, tb paru, bekas tb paru dll

PNEUMOTORAK KATAMENIAL

Pneumotorak yg terjadi pada wanita saat menstruasi


oleh karena adanya jaringan endometrium di pleura.

Pneumotoraknya sering berulang sesuai dengan siklus


menstruasi .
Petalakasanaan ndikasikan untuk dilakukan pleurodesis

Udara

Ruptur / kebocoran
dinding alveol

Intertisial paru

Septa lobuler
Perifer

Bleb

Distensi

Pecah

Pneumotoraks

Pato fisiologi

Sentral

Pneumomediastinum

Mekanisme pneumotorak

Diagnosis pneumotorak
An : Gejala penyakit dasar
Sesak napas mendadak
Nyeri dada
Tanpa atau dg penyakit paru sebelumnya

Diagnosis pneumotorak
PF ; Takipnea Taki kardi
PF Paru
:In ; Tertinggal pada pergerakan napas
Lebih cembung , sela iga melebar
Pal ; Fremitus melemah , Deviasi trakea
Per; Hipersonor, tanda 2 pendorongan organ
Aus; Suara napas melemah / tidak terdengar

Diagnosis pneumotorak
Ro : Paru kolaps
Pleural line
Daerah avascular
Hiper radio lusen
Sela iga melebar
tanda-tanda pendorongan
Kalau kurang jelas ro torak
Ro Densitas lemah
CT Scan Thorak

Diagnosis pneumotorak
AGD ( analisa gas darah )
Tidak khas ut pneumotorak

PNEUMOTORAKS

WSD

HIDROPNEUMOTORAKS

Air fluid level

Penatalaksanaan
Operatif
Fistulo rapi
Non operatif
n
Observasi
n
Aspirasi
n
Water sealed drainage (WSD)

Observasi
Indikasi
n

Tanpa keluhan / ringan

luas pneumotorak < 15%

Alasannya ; Dalam keadaan normal absorbsi


pneumotorak 1,25 %/ hari
n

Terapi dengan oksigen

Ro ulang beberapa hari

Hati-hati pneumotoraks tension

ASPIRASI
n
n
n

Venocath 14
Infus set / blood set
Spuit 50 ml
Keberhasilan PSP 65%
PSS 35%

Operatif
Indikasi Water sealed drainage (WSD)

PSP luas pneumotorak > 15%


Pneumotoraks ventil
PSS luas pneumotorak > 15%
PSS luas pneumotorak < 15%
Disertai keluhan sesak berat
Disertai kelainan paru kontra lateral

POINT OF ENTRY
(First)

Standard:
Mid Axillar Line
ICS 5, 6, 7 for
Pleural Effusion

Laporan Kasus
Identitas
Nama : Isbandi
Umur : 29 th
Pendidikan
: SMP
Agama : Islam
Suku/Bangsa : Dayak
Alamat : Desa Panarangan

Anamnesis

Keluhan Utama : Sesak Nafas


Pasian datang dengan keluhan sesak nafas sejak 1 minggu
SMRS dan semakin bertambah sesak dari sebelumnya. Sesak
dirasakan pasien sepanjang hari dan dalam aktivitas ringan dan
berat. Pasien merasakan lebih enak jika pasien berbaring miring
kesebelah kanan. Pasien juga mengeluhkan demam pada pagi
hari dan tidak terlalu tinggi, mengigil (-), pasien sudah minum
obat penurun panas tapi panas tidak turun. Pasien juga
mengeluhkan batuk bersamaan dengan sesaknya, batuk
berdahak (-) darah (-) paling sering kambuh pada saat malam
hari. Pasien juga mengeluhkan penurunan Berat badan secara
cepat dan nafsu makan pasien berkurang. Pasien juga berkeringat
dingin malam. Pasien tidak pernah menjalani pengobatan paru 6
bulan. Di lingkungan keluarga tidak ada yang batuk lama atau
pengobatan paru 6 bulan.

Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum
: Tampak sakit sedang
Kesadaran
: kompos mentis,
Tanda-tanda vital
: TD
: 100/70
Nadi
: 92 x/ m
Pernapasan
: 27 x/m
Suhu
: 36,9 C
Kepala
: CA -/- , SI -/Leher
: limfonodi (-), JVP (-) KGB>> (-)
Jantung
: S1 S2 tunggal regular, murmur (+)
diastolik,

Paru
:
Inspeksi Anterior: simetris +/+, retraksi intercostal
(+), spider nevi (-)
Palpasi Anterior : Fremitus vocal +/+. Fremitus
taktil +/+, ekspansi baik
Perkusi Anterior : hipersonor / sonor
Auskultasi Anterior : Vesikuler / vesikuler (+), Rh
+/+, Wh -/
Inspeksi Posterior : simetris +/+, retraksi
intercostal (+), spider nevi (-)
Palpasi Posterior
: Fremitus vocal +/+. Fremitus
taktil +/+, ekspansi baik
Perkusi Posterior
: hipersonor / sonor
Auskultasi Posterior : Vesikuler / vesikuler (+), Rh
+/+, Wh -/-

Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
Hb
: 12,2
Hematokrit : 37,6
Leukosit : 16.220
Trombosit
: 471.000
GDS : 65
SGOT : 16
SGPT : 14
BTA : A = +2
B = Negatif
C = Liur
LED : 40

Foto Thorax
28-10-2014

Foto Thorax
29-10-2014

Foto Thorax
03-11-2014

Diagnosis

Tension Pnemothorax (D) on WSD +


TB Paru Aktif + Hidropnemothorax

Terapi

O2 4 lpm
Infus Livamin 20 tpm / 12 jam
Infus Futrolit 20 tpm / 12 jam
Injeksi Meropenem 3x1gr iv H5
Injeksi Metilprednisolone 2x125 mg iv
Injeksi Ranitidin 2x1 A iv
As. Mefanamat 3x500 mg
Condipront 2x1 C
4 FDC 1x3 tab
Curcuma 3x1 tab
Pro Pemasangan WSD

TERIMA KASIH