Anda di halaman 1dari 6

PENYEMBUHAN FRAKTUR TULANG

pertumbuhan jaringan tulang baru (callus) pada awalnya membentuk jembatan


antara tulang yang terputus. Bagian-bagian pembentuk callus berasal dari
osteoblast (dari periosteum yang robek) dan berkembang di sekitar patahan
(disebut eksternal callus). Bagian callus yang terbentuk dari sel osteoblast (dari
endosteum) berkembang diantara fragmen akhir tulang yang patah dan diantara
dua sumsum tulang (internal callus)
sekitar 48 jam setelah fracture, osteoblast dan osteosit mulai aktif membelah,
menutupi fracture. Selama satu minggu, osteoblast membentuk trabeculae baru di
dekat garis patahan (internal callus). Beberapa hari setelah itu, osteoblast dari
periosteum membentuk lengkung disekitar fragmen tulang (eksternal callus).
fase yang terakhir adalah remodeling. Komponen-komponen tulang yang mati dari
fragmen ynag patah diserap oleh osteoclast. Tulang kompak yang patah mula-mula
diganti dengan jaringan berongga lalu lama kelamaan akan digantikan dengan
tulang kompak lagi. ( Tortora, 2005 )
Sabtu, 21 Januari 2012
Penyembuhan Jaringan Tulang Trauma Dentoalveolar

Trauma fraktur pada tulang didapatkan karena kondisi kekuatan luka trauma
lebih kuat dari kekuatan tulang menahan tekanan tersebut. Seperti kondisi jaringan
lainnya, didapatkan keadaan luka membentuk bekas luka, tulang pun memiliki
kapasitas regenerasi perbaikan jaringan, (Berman, 2007) Penyembuhan fraktur
yang memuaskan bergantung pada reduksi (mengembalikan fragmen-fragmen)
yang adekuat, dan immobilisasi. (Pedersen, 1996). Penyembuhan fraktur tulang
prinsipnya hampir sama dengan proses penyembuhan luka pada umumnya, bisa
dapat secara primer maupun sekunder tergantung dari banyak faktor yang
berpengaruh dalam penyembuhan tersebut. Perbedaannya justru pada hasil akhir
penyembuhan tulang itu sendiri.
Penyembuhan tulang terbagi menjadi dua, Penyembuhan fraktur tulang secara
primer, yaitu penyembuhan yang relative secara cepat tanpa pembentukan kalus
terlebih dahulu. Penyembuhan secara primer dapat terjadi bila dilakukan excellent
anatomic reduction, yaitu pengembalian posisi tulang fraktur secara anatomis
sangat sempurna. Kedua, Penyembuhan tulang secara sekunder. Diartikan
penyembuhan ini melalui tahapan pembentukan kalus yang berfungsi untuk
mencegah atau mengurangi mobilitas antar fragmen tulang selama proses
penyembuhan berlangsung. Penyembuhan ini terjadi bila perawatan dilakukan
dengan metode tertutup tanpa intervensi bedah dan dilakukan fiksasi dengan
semirigid.

Secara rinci disebutkan Weinmann dan Sicher proses penyembuhan dalam 6


tahap penting:
1) Tahap Pembekuan darah atau clotting, maka akan terjadi kerusakan jaringan
pembuluh darah, bone marrow, cortex, periosteum, otot-otot dan jaringan lunak di
sekitar fraktur. Proses ini terjadi 6-8 jam. Pertama setelah fraktur.
2) Tahap organisasi bekuan darah. Pada daerah perdarahan terdapat fragmenfragmen dari periosteum, otot, fascia, tulang dan bone marrow sebagian akan
mengalami resorbsi dan pengeluaran dari daerah ini. Selanjutnya terjadi invasi
kapiler ke dalam bekuan darah yang diikuti sel-sel fibroblaspada sekitar 24-48 jam.
tahapan ini secara klinis terlihat hematom pada daerah sekitar trauma.(Berman,
2007) Hematom adalah perdarahan setempat yang membeku dan membentuk
massa yang padat.(Pedersen, 1996) Hematom dapat meluas sepanjang atau
periosteum, biasanya bermula sebagai pembengkakan rongga mulut, fasial atau
keduanya yang sering berwarna merah atau ekhimotik. Keadaan ini terjadi selama
24-48 jam awal dari trauma yang terjadi pada jaringan tersebut menghasilkan
proses aktif fagositosis dan lisis monosit dan pembentukan osteoklas yang
membentuk jaringan granulasi. (Berman, 2007). Bentukan dasar kapiler pada
bekuan darah akan mengecil dan berubah menjadi arteri untuk mensuplai daerah
dimana terjadi fraktur. Proliferasi kapiler terus berlanjut hingga diluar daerah
hematoma. Terlihat peningkatan Ca dan resorbsi tulang pada akhir fase ini, banyak
disebabkan besarrnya aliran darah.
Tahapan kedua yaitu reparative phase, keadan ini terjadi sekitar 4-40 hari
yaitu proses proliferasi jaringan pembuluh darah sehingga terbentuk vaskularisasi
untuk menghasilkan sel-sel fibroblast (Pedersen, 1996) untuk mendukung
pembentukan fibrous callus , hal terjadi pada kurun waktu selama fase reparatif
dengan menghasilkan sejumlah banyak fiber kolagen. Dilanjutkan dengan
pembentukan sel tulang keras dan tulang rawan atau callus, sepanjang bagian
dalam dan luar tulang yang fraktur. Callus menjadi keras dengan
proses endochondral ossification dan mineralisasi dari tulang muda. (Berman, 2007)
pada fase awal terbentuk callus ini secara struktural dibandingkan dengan tulang
normal dapat dibedakan karena kandungan kalsium yang sangat minimal sehingga
secara fisik sangat rentan, bahkan tidak tampak melalui foto radiografik. Callus
terbentuk baik bagian luar mauoun dalam dari tulang fraktur. Bagian luar callus
dibatasi septum fibrous. Dengan meningkatnya pembuluh darah didalam septa,
keadaan hipoksemia menjadi berbalik dan terjadi perubahan segera secara simultan
yaitu, Kalsifikasi tulang cartilage yang terbentuk dan terjadi perubahan chondroblas
menjadi chondrosit. Dan meningkatnya osteoblast, sedangkan osteoclast menjadi
lebih terlihat proses fisiologisnya. Pada saat terbentuknya eksternal callus, Internal
callus juga bersamaan diantara dua fragmen tulang juga terjadi. Yaitu dengan
pembentukan bony callus tanpa terjadi intermediate fibrocartilage, yaitu dimana
osteoblas yang berperan langsung berasal dari endosteum. Fungsi callus adalah
sebagai stabilizer pada daerah terjadinya fraktur, callus juga berpengaruh pada

peningkatan kelembaban jaringan yang berimplikasi dengan meningkatkan


kekuatan dan kekakuan tulang.
Pembentukan secondary callus, merupakan struktur tulang dewasa yang
menggantikan struktur tulang muda yang terbentuk pada kalus primer. Callus ini
mengandung lebih banyak kalsium sehingga gambarannya dapat terlihat pada
rontgenogram. Pembentukan kalus sekunder ini terlihat mirip seperti pembentukan
endochondral yang terjadi pada saat pertumbuhan dan perkembangan dimana
callus cartilaginous callus mengalami kalsifikasi menjadi tulang dewasa. Proses ini
terjadi selama 30-60 hari.
Tahapan ketiga yaitu, remodeling phase, keadaan ini terjadi sekitar 40-140
hari setelah trauma. Tulang menyatu kembali dengan terbentuknya tulang lamellar
hingga pada akhir tahapan ini didapat bentukan tulang yang menyatu kembali yang
kuat. Penyembuhan tulang primer dapat terjadi dengan reduksi yang terbentuk dari
segmen-segmen yang yang menyatu, dengan kondisi yang mobilitas minimal atau
sama sekali tanpa mobilitas. Keadaan ini dapat dicapai dengan reduksi terbuka dan
fiksasi rigid antar gigi. pada penyembuhan tulang sekunder, terdapat jaringan
fibrokartilago diantara celah fraktur. Yang kemudian menjadi tulang. (Berman, 2007)
Prosesremodeling dapat terpacu dengan apabila tulang yang yang fraktur
digunakan untuk aktivitas kembali (Pedersen, 1996)
Penyembuhan dari fraktur tulang alveolar dapat terganggu dengan kondisi,
asupan nutrisi yang buruk, kondisi kelainan pada pasien, kelainan endokrin seperti
diabetes mellitus, trauma oklusi, fiksasi yang tidak adekuat pada sgmen yang
fraktur. Reduksi yang tidak adekuat dapat memungkinkan terjadinya infeksi pada
jaringan lunak yang terletak diantara teoian tulang pada fraktur.(Berman, 2007)

Daftar Pustaka:
Berman, Blanco, Cohen. A Clinical Dental Traumatology. 1st ed. Mosby co. Missouri
2007; p:137, 142
Pedersen, Gordon W. Buku Ajar Praktis Bedah Mulut. Alih bahasa Purwanto, drg.,
Basoeseno, MS., drg. EGC. Jakarta. 1996; h.94, 234.
Roberto M S, Buku Ajar Proses Penyembuhan Fraktur Tulang. Seksi Trauma Bagian
Bedah Mulut. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga 2003
Disusun oleh: Ufo Pramigi 02071002
Corn dan Callus
DEFINISI
Katimumul / corns adalah benjolan keras berbentuk-kerucut umumnya ditemukan

pada bagian atas permukaan jari kaki yang lebih kecil, terutama di atas
persendian. Kulit yang tebal keras /Callus adalah berbentuk bulatan datar yang
menebal pada kulit yang terletak di bawah permukaan pada bawah kaki.

PENYEBAB
Corn dan callus biasanya disebabkan oleh pergesekkan dan tekanan, terutama dari
sepatu yang ketat atau tidak pas. Hammer toe dan kelainan jari kaki lainnya sering
bertanggung jawab untuk terbentuknya corn. Callus sering terbentuk di bawah bola
kaki karena kesalahan letak kaki dan penyebaran berat yang tidak baik. Gejalagejala termasuk rasa terbakar yang rata atau (suatu kali) nyeri hebat di daerah
khusus. Jika tidak diobati dengan baik, jaringan di bawahnya bisa menjadi
meradang dan infeksi.

PENGOBATAN
Pengobatan biasanya memerlukan pengangkatan melalui pengikisan dengan
sebuah pisau bedah. Setelah prosedur ini, lapisan berbagai bentuk
(misal, felt atau moleskin) kemungkinan dipakai, untuk menghilangkan tekanan dari
daerah penyembuhan. Orthotic atau sisipan lainnya yang memiliki lapisan bisa
membantu.
Jika suplai darah untuk daerah yang terkena adalah buruk, debridement tidak
mungkin. Pada kasus ini, sepatu khusus yang mengurangi tekanan di atas daerah
yang terkena kemungkinan diperlukan.
PROSES PENYAMBUNGAN TULANG

ASALAMUALAIKUM WARAH MATULLAHI WABARAKATU


SEBELUM, RASA KEINGINTAHUAN KITA TINGGI MENGENAI PROSES PENYAMBUNGAN
TULAN. marilah kita pelajari mengenai PROSESES PENYAMBUNGAN TULANG
PROSES PENYAMBUNGAN TULANG
Sebuah trauma yang cukup keras dapat menyebabkan salah satu tulang di tubuh
kita mengalami patah atau dalam istilah medis disebut fraktur. Walau dapat
mengalami patah, namun secara fisiologis tulang mempunyai kemampuan untuk
menyambung sendiri. Proses penyambungan tulang pada setiap individu berbedabeda.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyambungan tulang :
(1) usia pasien

(2) jenis fraktur


(3) lokasi fraktur
(4) suplai darah
(5) kondisi medis
Tahapan-tahapan proses penyambungan tulang
HEMATOMA.
Pada fase Hematoma terjadi suatu proses perdarahan karena kerusakan pada
kanalis havers dan jaringan lunak dimana darah pada pembuluh darah tidak sampai
pada jaringan sehingga osteocyt mati, akibatnya terjadi necrose. Hematoma yang
banyak mengandung fibrin melindungi tulang yang rusak. Setelah 24 jam akan
terbentuk bekuan darah dan fibrin yang masuk ke area fraktur sehingga suplai
darah ke area fraktur mulai meningkat. Kemudian akan membentuk hematoma
sampai berkembang menjadi jaringan granulasi. Stadium ini berlangsung 1 sampai
3 hari.
PROLIFERASI.
Proliferasi adalah proses dimana jaringan seluler yang berisi cartilage keluar dari
ujung ujung fragmen sehingga tampak di beberapa tempat bentukan pulau
pulau cartilage. Pada stadium ini terjadi pembentukan granulasi jaringan yang
banyak mengandung pembuluh darah, fibroblast dan osteoblast yang akan
berproliferasi membentuk fibrokartilago, kartilago hialin dan jaringan penunjang
fibrosa, akan selanjutnya terbentuk fiber-fiber kartilago dan matriks tulang yang
menghubungkan dua sisi fragmen tulang yang rusak sehingga terjadi osteogenesis
dengan cepat. Haematoma merupakan dasar untuk proses penggantian dan
penyembuhan tulang, yang berlangsung 3 hari sampai 2 minggu.
PEMBENTUKAN CALLUS.
Pada pembentukan callus atau kalsifikasi adalah proses dimana setelah terjadi
bentukan cartilago yang kemudian berkembang menjadi fibrous callus sehingga
tulang akan menjadi sedikit osteoporotik. Pembentukan ini terjadi setelah granulasi
jaringan menjadi matang. Jika stadium putus maka proses penyembuhan luka
menjadi lama. Fase ini berlangsung 2 sampai 6 minggu. Selama beberapa minggu
berikutnya, callus bervaskular masih lunak, penuh dengan sel berbentuk kumparan
yang aktif. Tulang spongiosa membentuk callus bila kedua ujung fragmen
berdekatan, sedangkan tulang kortikal dapat membentuk callus walaupun kedua
ujung fragmen tidak berdekatan. Pergerakan yang lembut dapat merangsang
pembentukan callus pada fraktur tulang panjang. Setelah dua minggu endapan
kalsium telah cukup terdapat pada callus yang dapat dilihat pada foto sinar-X dan
diraba dengan palpasi. Callus yang mengalami kalsifikasi ini secara lambat diubah

menjadi anyaman tulang longgar terbuka yang membuat ujung tulang menjadi
melekat dan mencegah pergerakan ke samping satu sama lain (King, 2001).

4. KONSOLIDASI.
Konsolidasi adalah suatu proses dimana terjadi proses transformasi metaplastik
yaitu penyatuan pada kedua ujung tulang menjadi lebih kuat dan lebih
terorganisasi. Callus yang tidak diperlukan mulai diabsorbsi dan membentuk tulang
baru, sementara osteoclas akan menyingkirkan bagian yang rusak sehingga
akhirnya akan terbentuk tulang yang menyerupai keadaan tulang yang aslinya.
Pada tahap ini tulang sudah kuat tapi masih berongga. Fase ini biasanya butuh
waktu 3 minggu sampai 6 bulan. Bila aktivitas osteoklast (sel yang meresorpsi
tulang) dan osteoblast (sel yang membentuk tulang) berlanjut, tulang baru akan
berubah menjadi tulang lamellar (berlapis-lapis). Sistem itu sekarang cukup kaku
untuk memungkinkan osteoklast menerobos melalui reruntuhan pada garis fraktur
dan dekat di belakangnya osteoblast mengisi celah-celah yang tersisa di antara
fragmen dengan tulang yang baru (Apley,1995).
REMODELLING.
Remodeling adalah proses dimana tulang sudah terbentuk kembali atau
tersambung dengan baik. Pada tahap ini tulang semakin menguat secara perlahan
lahan terabsorbsi dan terbentuk canalis medularis. Tahap ini berlangsung selama 6
minggu sampai 1 tahun. Tulang yang fraktur telah dijembatani oleh suatu manset
tulang yang padat. Selama beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun,
pengelasan kasar ini dibentuk ulang oleh proses resorpsi dan pembentukan tulang
yang terus-menerus. Lamella yang lebih tebal diletakkan pada tempat yang
tekanannya tinggi: dinding-dinding yang tidak dikehendaki dibuang, rongga
sumsum dibentuk akhirnya tulang akan memperoleh bentuk yang mirip dengan
bentuk normalnya (Appley,1995).

Anda mungkin juga menyukai