Anda di halaman 1dari 9

All Description of Bhentic

Amphistegina
Cangkang relatif besar , lebih dari 10 kamar pada setiap putaran, aperture tipis (slit)
permukaan cangkang tidak beraturan, cangkang trochospiral, dinding cangkang berpori.
Bolivina goesii CUSHMAN
Cangkang sagitate-lanccolate dan gepeng, hyalin, susunan kamar biserial, aperture
memanjang, memiliki gigi.
Cassidulina
Cangkang planisipiral, bentuk relatif kecil, involute, aperture terminal.
Cibicides
Cangkang biconvex, bagian tepi acute dengan keel yang tipis, trochospiral, tersusun oleh 3
putaran dengan 11 - 13 kamar pada putaran terakhir, dinding kamar tebal, berpori halus,
aperture interiomarginal.
Dentalina
Bentuk cangkang melengkung, susunan kamar triserial terdiri atas beberapa kamar, dinding
cangkang berpori halus, letak aperture terminal berbentuk radiate.
Elphidium
Cangkang planispiral dihiasi oleh sutura yang berupa "Retral procecesses", cangkang
tersusun oleh beberapa kamar, dinding cangkang berpori.
Elphidium discoidale DORBIGNY
Cangkang planispiral, simetri bilateral, trochoid, bagian sisi memipih tajam, dinding
cangkang berpori dengan komposisi calcareous, dihiasi oleh sutura yang berupa "Retral
procecesses", cangkang tersusun oleh beberapa kamar, aperture sub-terminal, kosentris pada
kamar pertama.
Elphidium incsertum DORBIGNY
Cangkang planispiral, simetri bilatreal, involute, hyalin. Kamar banyak, agak pipih.. Apertur
berupa sebuah lubang atau sebaris pori-pori pada permukaan septa.
Globobulimina
Kamar saling melingkupi dengan kamar - kamar sebelumnya, aperture "Loop shape" tanpa
leher, susunan triserial, cangkang tersusun oleh beberapa kamar, dinding cangkang berpori.
Gyroidina
Cangkang sirkular, trocosphiral, planoconvex, tersusun oleh 3 - 4 kamar pada setiap putaran.
Kenampakan dorsal saling melengkapi, dinding cangkang halus, mengkilap, umbilicus lebar,
aperture interiomarginal rendah, umbilical extraumbilical.
Nodosaria
Bentuk cangkang melengkung, susunan kamar uniserial terdiri atas beberapa kamar, dinding
cangkang berpori halus, sutura relatif tegak lurus kamar, letak aperture terminal berbentuk
radiate.
Nonion grateloupi DORBIGNY
Cangkang memanjang, hyalin, berpori halus, susunan kamar triserial, aperture terminal,
virgulite.
Planulina

Cangkang Planoconvex - concavconvex, evolute, tersusun oleh 6 - 7 kamar pada putaran


yang terakhir, dinding cangkang berpori halus, aperture interiomarginal, tipis (slit).
Pleurosomella
Aperture terminal yang dibatasi oleh dua gigi yang terletak saling berlawanan, cangkang
uniserial, cangkang tersusun oleh beberapa kamar, dinding cangkang berpori.
Robulus Sp
Cangkang palnispiral, lenticular, simetri bilateral, involute, dengan komposisi hyalin, coiled
test , kamar polythalamus, pada sisi samping berbentuk segitiga, aperture berupa lubang yang
terletak pada puncak luar dari permukaan septa (top of spertural face), pada bentuk yang tua
bulat, pada bentuk muda radiate.
Siphonina
Cangkang lenticular, trochospiral, biconvex, bagian tepi acute dengan keel yang tipis, terdiri
atas 5 kamar pada putaran yang terakhir, dinding cangkang berpori halus - kasar, aperture
elips dibatasi dengan lip
Uvigerina
Cangkang elongate, fisiform, susunan kamar triserial dengan 2 putaran yang membesar
secara nerangsur, dinding cangkang berpori halus, aperture terminal pada leher yang lebar.
Uvigerina flintii CUSHMAN
Cangkang fusiform, elongate, melintang pada irisan melintang, dinding cangkang hyalin atau
calcareous, berpori halus, susunan kamar triserial dengan 2 putaran yang membesar secara
berangsur, aperture terminal menonjol, melingkar dengan leher dan bibir pada leher yang
lebar, bergigi spiral.

DESKRIPSI FORAMINIFERA BENTONIK

Cibicides aff. floridanus CUSHMAN


Cangkang plano-convex, trochoid, dinding kamar calcareous atau hyalin, berpori kasar,
bagian tepi acute dengan keel yang tipis, trochospiral, tersusun oleh 3 putaran dengan 11 - 13
kamar pada putaran terakhir, aperture interiomarginal-peripheral terletak di pinggir lingkaran
atau pada dasar kamar, ciri khas celah panjang ke arah dorsal diantara pinggir kamar bagian
dalam dan putaran terakhir.

Amphistegina lessonii DORBIGNY

Cangkang relatif besar , lebih dari 10 kamar pada setiap putaran, aperture tipis (slit)
permukaan cangkang tidak beraturan, cangkang trochospiral, dinding cangkang berpori.

Elphidium discoidale DORBIGNY


Cangkang planispiral, simetri bilateral, trochoid, bagian sisi memipih tajam, dinding
cangkang berpori dengan komposisi calcareous, dihiasi oleh sutura yang berupa "Retral
procecesses", cangkang tersusun oleh beberapa kamar, aperture sub-terminal, kosentris pada
kamar pertama.

Bolivina goesii CUSHMAN


Cangkang sagitate-lanccolate dan pipih, hyalin,
susunan kamar biserial, aperture memanjang, memiliki
gigi.

Rotalia beccari (DORBIGNY)


Cangkang lenticular, biconvex, trochospiral rendah
berputar 3 4 lilitan, periphery sedikit lobulate,
membundar. Pada sisi umbilical biasanya 6 8, terlihat
kamar yang sedikit menggembung, semua putaran pada
sisi berlawanan. Sutura sedikit melengkung, menebal,
tertekan pada umbilicalnya. Dinding berpori halus.
Apertur rendah, bukaan umbilical interiomarginal,
sepanjang batas kamar umbilical yang menebal.

Nonionella atlantica CUSHMAN


Cangkang trochospiral, asimetris, tertekan. Periphery agak tajam. Sisi spiral sedikit convex
dan sebagian evolute. Sisi umbilical hampir seluruhnya evolute dan relatif rata. Umbilicus
yang kecil sebagian tertutupi oleh cuping kamar. Kamar-kamar jelas, pada 10 12 putaran
terakhir, bertambah tinggi dengan cepat, sutura jelas, melengkung lembut, sedikit tertekan,
dibatasi oleh kalsit terang yang sejajar. Dinding halus, berpori halus. Apertur sempit pada
dasar muka apertural.

1. Uvigerina DORBIGNY
Cangkang elongate, fisiform, susunan kamar triserial dengan 2 putaran yang membesar
secara nerangsur, dinding cangkang berpori halus, aperture terminal pada leher yang lebar.
2. Uvigerina flintii CUSHMAN
Cangkang fusiform, elongate, melintang pada irisan melintang, dinding cangkang hyalin atau
calcareous, berpori halus, susunan kamar triserial dengan 2 putaran yang membesar secara
berangsur, aperture terminal menonjol, melingkar dengan leher dan bibir pada leher yang
lebar, bergigi spiral.
3. Pullenia
Cangkang hampir sphaeroidal, planispiral, involute, tertekan kuat, sisinya tidak labolate,
membundar lebar, komposisi cangkang calcareous atau hyalin, kamar agak convex, tersusun
oleh empat sampai empat setengah putaran, pada kamar terakhir muka aperture besar,
aperture sempit, interiomarginal berbentuk bulat sabit, menerus dari umbilikus, tertekan pada
bagian tengah, ventral ditutupi material sekunder.
4. Robulus Sp. MONFORT
Cangkang palnispiral, lenticular, simetri bilateral, involute, dengan komposisi hyalin, coiled
test , kamar polythalamus, pada sisi samping berbentuk segitiga, aperture berupa lubang yang
terletak pada puncak luar dari permukaan septa (top of spertural face), pada bentuk yang tua
bulat, pada bentuk muda radiate.

5. Rotalia sp.LAMARCK
Cangkang trochoid, biconvex, daerah umbilicus tertutup, dengan sumbat kerucut dari material
cangkang yang jelas, sutura-sutura bercabang secara dorsal, secara ventral terdepresi dalam,
sering berornamentasi sepanjang sisi-sisinya, dinding gampingan, berperforasi, sering berdinding
ganda, dengan sistem kanal, aperture pada sisi ventral antara periferi dan daerah umbilikus.
6. Planulina
Cangkang Planoconvex - concavconvex, evolute, tersusun oleh 6 - 7 kamar pada putaran yang
terakhir, dinding cangkang berpori halus, aperture interiomarginal, tipis (slit).
7. Nodosaria LAMARCK
Bentuk cangkang melengkung, susunan kamar uniserial terdiri atas beberapa kamar, dinding
cangkang berpori halus, sutura relatif tegak lurus kamar, letak aperture terminal berbentuk
radiate.
8. Nodosaria sublineata BRADY
Cangkang pada sisi linear lurus, bentuk mikrosferik, pada bentuk dewasa terdapat garis
sutura, komposisi hyalin, susunan kamar uniserial, sutura relatif tegak lurus kamar, aperture
terminal, bentuk radiate, circular.
9. Bolivina goesii CUSHMAN
Cangkang sagitate-lanccolate dan gepeng, hyalin, susunan kamar biserial, aperture
memanjang, memiliki gigi.
10. Bullimina
Cangkang memanjang, dinding kamar hyalin, berpori halus, susunan kamar triserial, aperture
terminal, berbentuk koma, memanjang dari sutura.
11. Cassidulina
Cangkang planisipiral, bentuk relatif kecil, involute, aperture terminal.
12. Cibicides MONFORT
Cangkang biconvex, bagian tepi acute dengan keel yang tipis, trochospiral, tersusun oleh 3
putaran dengan 11 - 13 kamar pada putaran terakhir, dinding kamar tebal, berpori halus,
aperture interiomarginal.
13. Cibicides aff. floridanus CUSHMAN
Cangkang plano-convex, trochoid, dinding kamar calcareous atau hyalin, berpori kasar,
bagian tepi acute dengan keel yang tipis, trochospiral, tersusun oleh 3 putaran dengan 11 - 13
kamar pada putaran terakhir, aperture interiomarginal-peripheral terletak di pinggir lingkaran
atau pada dasar kamar, ciri khas celah panjang ke arah dorsal diantara pinggir kamar bagian
dalam dan putaran terakhir.
14. Dentalina
Bentuk cangkang melengkung, susunan kamar triserial terdiri atas beberapa kamar, dinding
cangkang berpori halus, letak aperture terminal berbentuk radiate.

15. Elphidium
Cangkang planispiral dihiasi oleh sutura yang berupa "Retral procecesses", cangkang
tersusun oleh beberapa kamar, dinding cangkang berpori.
16. Elphidium discoidale DORBIGNY
Cangkang planispiral, simetri bilateral, trochoid, bagian sisi memipih tajam, dinding
cangkang berpori dengan komposisi calcareous, dihiasi oleh sutura yang berupa "Retral
procecesses", cangkang tersusun oleh beberapa kamar, aperture sub-terminal, kosentris pada
kamar pertama.

17. Elphidium incsertum DORBIGNY


Cangkang planispiral, simetri bilatreal, involute, hyalin. Kamar banyak, agak pipih. Apertur
berupa sebuah lubang atau sebaris pori-pori pada permukaan septa.
Cangkang trochospiral rendah, kompak, peripheral equatornya agak lobulate, kecuali pada
bagian akhir, sumbu perpheralnya membulat, dinding berpori dengan lipatan kecil sekitar
umbilical, kamar menggembung, kamar terakhir menonjol, terletak tiga setengah kali putaran
dengan kamar ke empat dan ke lima dari putaran terakhi, sutura pada sisi spiral agak
melengkung, tertekan, diatas umbilical hampir radial, tertekan, umbilicus dangkal dan
menyempit,
aperture interiomarginal, umbilical, sebuah lengkungan yang hampir
membundar, dibatasi oleh sebuah putaran yang mengarah ke tepi atas dengan jelas.
1. Nodosaria
Bentuk cangkang melengkung, susunan kamar uniserial terdiri atas beberapa kamar, dinding
cangkang berpori halus, sutura relatif tegak lurus kamar, letak aperture terminal berbentuk
radiate.
2. Uvigerina
Cangkang elongate, fisiform, susunan kamar triserial dengan 2 putaran yang membesar secara
nerangsur, dinding cangkang berpori halus, aperture terminal pada leher yang lebar
Uvigerina
Cangkang fusiform, elongate, melintang pada irisan melintang, dinding cangkang hyalin atau
calcareous, berpori halus, susunan kamar triserial dengan 2 putaran yang membesar secara
berangsur, aperture terminal menonjol, melingkar dengan leher dan bibir pada leher yang
lebar, bergigi spiral.
Planulina
Cangkang Planoconvex - concavconvex, evolute, tersusun oleh 6 - 7 kamar pada putaran
yang terakhir, dinding cangkang berpori halus, aperture interiomarginal, tipis (slit).
Nodosaria
Bentuk cangkang melengkung, susunan kamar uniserial terdiri atas beberapa kamar, dinding
cangkang berpori halus, sutura relatif tegak lurus kamar, letak aperture terminal berbentuk
radiate.
Elphidium discoidale DORBIGNY
Cangkang planispiral, simetri bilateral, trochoid, bagian sisi memipih tajam, dinding
cangkang berpori dengan komposisi calcareous, dihiasi oleh sutura yang berupa "Retral

procecesses", cangkang tersusun oleh beberapa kamar, aperture sub-terminal, kosentris pada
kamar pertama.
Dentalina
Bentuk cangkang melengkung, susunan kamar triserial terdiri atas beberapa kamar, dinding
cangkang berpori halus, letak aperture terminal berbentuk radiate.
Bolivina goesii CUSHMAN
Cangkang sagitate-lanccolate dan gepeng, hyalin, susunan kamar biserial, aperture
memanjang, memiliki gigi.
Cassidulina
Cangkang planisipiral, bentuk relatif kecil, involute, aperture terminal.
1. Bullimina
Cangkang memanjang, dinding kamar hyalin, berpori halus, susunan kamar triserial, aperture
terminal, berbentuk koma, memanjang dari sutura.
2. Cassidulina
Cangkang planisipiral, bentuk relatif kecil, involute, aperture terminal.
3. Cibicides
Cangkang plano-convex, trochoid, dinding kamar calcareous atau hyalin, berpori kasar, bagian
tepi acute dengan keel yang tipis, trochospiral, tersusun oleh 3 putaran dengan 11 - 13 kamar
pada putaran terakhir, aperture interiomarginal-peripheral terletak di pinggir lingkaran atau
pada dasar kamar, ciri khas celah panjang ke arah dorsal diantara pinggir kamar bagian dalam
dan putaran terakhir.
1. Bolivina
Cangkang sagitate-lanccolate dan gepeng, hyalin, susunan kamar biserial, aperture memanjang,
memiliki gigi.
2. Cibicides
Cangkang biconvex, bagian tepi acute dengan keel yang tipis, trochospiral, tersusun oleh 3
putaran dengan 11 - 13 kamar pada putaran terakhir, dinding kamar tebal, berpori halus,
aperture interiomarginal.
BENTONIK
!!!!, sorry bentonik yang Rhomah punya cuma segini, kalau punya yang lain andrew bisa
minta ngga, buat ngelengkapin, oke !!!
Amphistegina
Cangkang relatif besar , lebih dari 10 kamar pada setiap putaran, aperture tipis (slit) permukaan
cangkang tidak beraturan, cangkang trochospiral, dinding cangkang berpori.
Bolivina goesii CUSHMAN
Cangkang sagitate-lanccolate dan gepeng, hyalin, susunan kamar biserial, aperture memanjang,
memiliki gigi.
Cassidulina
Cangkang planisipiral, bentuk relatif kecil, involute, aperture terminal.
Cibicides
Cangkang biconvex, bagian tepi acute dengan keel yang tipis, trochospiral, tersusun oleh 3
putaran dengan 11 - 13 kamar pada putaran terakhir, dinding kamar tebal, berpori halus,
aperture interiomarginal.

Dentalina
Bentuk cangkang melengkung, susunan kamar triserial terdiri atas beberapa kamar, dinding
cangkang berpori halus, letak aperture terminal berbentuk radiate.
Elphidium
Cangkang planispiral dihiasi oleh sutura yang berupa "Retral procecesses", cangkang tersusun
oleh beberapa kamar, dinding cangkang berpori.
Elphidium discoidale DORBIGNY
Cangkang planispiral, simetri bilateral, trochoid, bagian sisi memipih tajam, dinding cangkang
berpori dengan komposisi calcareous, dihiasi oleh sutura yang berupa "Retral procecesses",
cangkang tersusun oleh beberapa kamar, aperture sub-terminal, kosentris pada kamar
pertama.
Elphidium incsertum DORBIGNY
Cangkang planispiral, simetri bilatreal, involute, hyalin. Kamar banyak, agak pipih.. Apertur
berupa sebuah lubang atau sebaris pori-pori pada permukaan septa.
Globobulimina
Kamar saling melingkupi dengan kamar - kamar sebelumnya, aperture "Loop shape" tanpa leher,
susunan triserial, cangkang tersusun oleh beberapa kamar, dinding cangkang berpori.
Gyroidina
Cangkang sirkular, trocosphiral, planoconvex, tersusun oleh 3 - 4 kamar pada setiap putaran.
Kenampakan dorsal saling melengkapi, dinding cangkang halus, mengkilap, umbilicus lebar,
aperture interiomarginal rendah, umbilical extraumbilical.
Nodosaria
Bentuk cangkang melengkung, susunan kamar uniserial terdiri atas beberapa kamar, dinding
cangkang berpori halus, sutura relatif tegak lurus kamar, letak aperture terminal berbentuk
radiate.
Nonion grateloupi DORBIGNY
Cangkang memanjang, hyalin, berpori halus, susunan kamar triserial, aperture terminal, virgulite.
Planulina
Cangkang Planoconvex - concavconvex, evolute, tersusun oleh 6 - 7 kamar pada putaran yang
terakhir, dinding cangkang berpori halus, aperture interiomarginal, tipis (slit).
Pleurosomella
Aperture terminal yang dibatasi oleh dua gigi yang terletak saling berlawanan, cangkang
uniserial, cangkang tersusun oleh beberapa kamar, dinding cangkang berpori.
Robulus Sp
Cangkang palnispiral, lenticular, simetri bilateral, involute, dengan komposisi hyalin, coiled test ,
kamar polythalamus, pada sisi samping berbentuk segitiga, aperture berupa lubang yang
terletak pada puncak luar dari permukaan septa (top of spertural face), pada bentuk yang tua
bulat, pada bentuk muda radiate.
Siphonina
Cangkang lenticular, trochospiral, biconvex, bagian tepi acute dengan keel yang tipis, terdiri atas
5 kamar pada putaran yang terakhir, dinding cangkang berpori halus - kasar, aperture elips
dibatasi dengan lip
Uvigerina
Cangkang elongate, fisiform, susunan kamar triserial dengan 2 putaran yang membesar secara
nerangsur, dinding cangkang berpori halus, aperture terminal pada leher yang lebar.

Uvigerina flintii CUSHMAN


Cangkang fusiform, elongate, melintang pada irisan melintang, dinding cangkang hyalin atau
calcareous, berpori halus, susunan kamar triserial dengan 2 putaran yang membesar secara
berangsur, aperture terminal menonjol, melingkar dengan leher dan bibir pada leher yang
lebar, bergigi spiral.