Anda di halaman 1dari 47

THEORY OF REASONED

ACTION

NAMA KELOMPOK
Fiana Faiqoh (211)

Linda Agustinawati
(216)

Putri Utami (212)

Devita Nur Aprilia


(217)

Erika Kusuma (213)


Brigita Novianti (214)

Dianita Desti K (218)


Ummi Khairunisa
(219)
Nova Adiani P. (220)

Ayu Rahmadani (215)

Sejarah TRA

Pertama kali diperkenalkan oleh


Fishbein and Ajzen tahun 1967,
dikembangkan tahun 1970 dan mulai
diterapkan pada tahun 1980-an.
Berasal dari ranah ilmu socialphsylogical

Apa Itu Theory of


Reasoned Action ?

TRA menjelaskan bahwa perilaku


(behavior) dilakukan karena
individu mempunyai niat atau
keinginan untuk melakukan atau
tidak melakukannya (behavioral
intention)

Apa itu niat / intention ?

Niat Rencana atau (probabilitas)


kemungkinan
seseorang berperilaku
tertentu dalam situasi tertentu, apakah
nantinya mereka melakukan perilaku tsb
atau tidak.
Contoh : Andi berpikir akan berhenti
merokok atau dia berencana untuk
berhenti merokok. Andi mungkin akan
mengikuti
niatnya
untuk
berhenti
merokok tapi mungkin saja tidak.

Model Theory of Reasoned Action

Penjelasan Variabel

Belief of Behavior
Outcome (Kepercayaan
Terhadap Hasil Perilaku)

Keyakinan seseorang terhadap hasil


perilaku tertentu.
Contohnya : jika saya
menyelesaikan pengobatan saya,
maka saya akan sembuh

Evaluation Regarding of The


Outcome (Evaluasi Terhadap
Hasil Perilaku)
Dipertimbangkan pentingnya konsekuensikonsekuensi yang akan terjadi (positif
negative atau baik buruknya) bagi individu
bila melakukan perilaku tersebut. Contohnya
Keluarga Berencana.
(+) percaya bahwa KB meningkatkan
kesejahteraan keluarga dan harmonisasi
keluarga lebih terjaga.
(-) percaya bahwa KB membuat gemuk
dan tidak nyaman

Attitute Toward
Behavior (Sikap
Terhadap Perilaku)
Perasaan atau respon positif/negatif
seseorang jika menerapkan suatu
perilaku.
Atau dgn kata lain, sikap adalah
penilaian
menyeluruh
terhadap
perilaku atau tindakan yang akan
diambil.

Komponen Sikap
Kognitif

Afektif

Konatif

Persepsi,
kepercayaa
n, dan
stereotype
yang dimliki
individu
mengenai
sesuatu

Perasaan
individu
terhadap
objek sikap
dan
menyangku
t masalah
emosi.

Bagaimana
perilaku
atau
kecenderun
gan
berperilaku
yang ada
dalam diri
seseorang
berkaitan
dengan
objek sikap
yang
dihadapinya
.

Belief of Behavior
(Kepercayaan) dan Evaluation
of the Outcome (Evaluasi Hasil)
akan mempengaruhi Attitude
(sikap) sesorang terhadap
suatu perilaku

Normative Belief
(Kepercayaan
Normatif)
Keyakinan seseorang terhadap bagaimana dan apa yang
dipikirkan orang-orang yang dianggap penting oleh individu.
Keyakinan apakah orang yang dianggap penting tsb setuju
atau tidak jika kita menerapkan suatu perilaku
Biasanya pendapat datang dari orang orang terdekat
seperti keluarga, pasangan dan teman.
Contoh: Suami saya mengatakan bahwa saya harus ikut
program KB demi kebaikan bersama.

Motivation to Comply
(Motivasi untuk
Mematuhi/Menurut)

yaitu apakah individu mematuhi


pandangan orang lain yang
berpengaruh terhadap hidupnya atau
tidak.

Subjective Norm
(Norma Subjektif)
Persepsi atau pandangan seseorang terhadap
kepercayaan
orang
lain
yang
akan
mempengaruhi niat untuk melakukan atau
tidak melakukan perilaku yang sedang
dipertimbangkan.
Kepercayaan tentang apa yang orang lain
pikirkan terhadap suatu perilaku

Normative Belief (Kepercayaan


Normatif) dan Motivation to
Comply (Motivasi Seseorang
untuk Patuh terhadap Orang
Tertentu) akan mempengatuhi
Subjective Norm (Norma

Importance Norm / General


Norm (Norma yang Penting /
Norma Umum)

Norma sosial yang dipercayai luas oleh


masyarakat / lingkungan sosial dimana orang
tersebut berada
Unsur-unsur sosial budaya yang dimaksud
seperti gengsi juga dapat membawa
seseorang untuk mengikuti atau meninggalkan
sebuah perilaku.
Contohnya: anggapan masyarakat umum jika
memiliki keluarga kecil maka disebut keluarga
modern.

Sikap terhadap perilaku (attitude


towards behavior), norma penting
(importance norm) dan norma subjektif
(subjective norm) akan berpengaruh
pada keinginan berperilaku (behavior

Behavioral Intention
(Keinginan Berperilaku)
Kecenderungan seseorang untuk memilih melakukan
atau tidak melakukan suatu perilaku.
Suatu ukuran tentang kekuatan tujuan seseorang
untuk melakukan tindakan khusus.
Seseorang dengan niat berperilaku tinggi, maka
seseorang tersebut akan melakukan perilaku tersebut
Jika seseorang memiliki niat yang rendah, maka
perilaku tersebut tidak akan dilakukan atau tidak
terwujud.

Behavioral intention lebih baik dibuat secara spesifik


seperti kapan, bagaimana dsb.
Seperti : saya berniat untuk berolahraga lebih rajin lagi.
Mengapa ? Untuk lebih hidup sehat. Bagaimana ?
Dengan berjogging. Kapan ? Mulai besok pagi. Berapa
lama ? 1 jam sehari dan paling sedikit 4x seminggu, dsb.
Riset menunjukan bahwa spesifikasi dalam perencanaan
dapat memperbesar kemungkinan seseorang dalam
menerapkan perilaku.

Actual Behavior
(Perilaku yang
Terlaksana)
Perilaku adalah sebuah tindakan yang
telah dipilih seseorang untuk ditampilkan
berdasarkan atas niat yang sudah
terbentuk.
Bentuk nyata dari niat.

Pada akhirnya Behavior Intention


( Niat Berperilaku) akan
menentukan apakah suatu
Behavior (Perilaku) akan terlasana
atau tidak.

Kekurangan & Kelebihan


TRA

Kelebihan

Kekurangan

Teori ini memberikan pegangan


untuk menganalisis komponen
perilaku dalam item yang
operasional.

Tidak mempertimbangkan
pengalaman sebelumnya yang
merupakan prediktor kuat untuk
perilaku di masa mendatang

Dapat memprediksi perilaku yang


akan diterapkan seseorang.

Kadang nampak meremehkan


akibat-akibat yang jelas dari
variabel eksternal (variabel
demografi, gender, usia, dan
keyakinan kesehatan) terhadap
kehendak perilaku

TRA menyediakan beberapa


Kehendak dan perilaku hanya
strategi spesifik dalam
berkorelasi sedang.
membangun pesan persuasive
yang nantinya akan
mempengaruhi sikap dan perilaku
seseorang.
Hanya dapat diterapkan pada
perilaku yang dikehendaki diri
sendiri.

Pengukuran Variabel TRA

Keterangan
BI
= Behavioral Intention
AB
= Attitude toward Behavior
SN
= Subjective Norm
W1 & W2 = Weight (Bobot)

Keterangan
AB = Attitude Behavior
B(i) = Behavioral Belief / Belief of Behavior
Outcome
E (i)
= Evaluation of The Outcome

Rumus ini menggambarkan bahwa sikap (AB)


adalah

hasil

berpegang
(behavioral

dari

pada

seberapa

kuat

kepercayaan

belief)

dikali

seseorang

pada

perilaku

dengan

apakah

kepercayaan tsb dianggap / dievaluasi secara


positif atau negatif oleh orang tsb (Evaluation of

Keterangan
SN = Subjective Norm
NB = Normative Belief
MC = Motivation to Comply

Hasil dari perkalian diatas menunjukan seberapa


besar

tekanan

dari

orang

lain

mempengaruhi

seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan


suatu perilaku.

Contoh Pengukuran

Studi oleh Strader dan Katz (1990)


memberikan contoh pengukuran
behavioral
intention
melalui
pemberian
pertanyaan
tentang
mendaftar di jurusan keperawatan
kepada anak SMA yang belum
menentukan jurusan kuliah .
Strader dan Katz mengidentifikasi
11 behavior belief yang sering
dipertimbangkan untuk mendaftar
jurusan keperawatan

11 behavioral intention
yang diukur
Sense of accomplishment helping
others
(Rasa ingin menolong orang lain)

Bad Hours
(jam kerja yang buruk)

Good salary
(Gaji yang baik)

Meeting interesting people


(bertemu dengan orang2 yang
menarik)

Exposure to unpleasant sight and


smells
(Akan sering melihat dan
mencium hal2 yang tidak enak)

Difficulty of study courses


(kesulitan dalam mata kuliah)

Length of study program


(Lamanya masa studi)

Female profession
(profesi wanita)

Working with illness and death


(bekerja dengan hal yang
berkaitan dgn penyakit dan
kematian)

Relief that career decision is


made
(karir seorang mahasiswa
keperawatan sudah ditentukan,
yaitu akan menjadi
suster/perawat)

Seberapa kuat kita berpegang pada suatu behavior belief


disebut behavior strength.
Berikut adalah contoh bagaimana Strader dan Katz
mengukur seberapa kuat behavior strength murid SMA
tsb tentang mendaftar di jurusan keperawatan
(pertanyaan pertama) :

Setelah diukur behavior strength nya, maka perlu diukur


belief evaluation. Belief evaluation adalah pandangan
positif atau negatif terhadap suatu perilaku.
Berikut adalah contoh bagaimana Strader dan Katz
mengukur belief evaluation pernyataan pertama :

Untuk menghitung sikap terhadap perlaku (attitude towrd


behavior or AB) maka kalian harus mengalikan belief strength /
behavioral bellief ( bi) dengan evaluation of the outcome (ei).
Setelah selesai mengalikan lalu jumlahkan hasil perkalian tsb ()
seperti tabel dibawah ini.

Norma subjektif adalah hasil perkalian dari normative belief dengan


motivation to comply. Normative belief
adalah
kepercayaan
seseorang tentang apa yang dipikirkan oleh orang lain terkait
penerapan perilaku. Strader dan Katz juga menayakan kepada
koresponden siapa saja orang atau kelompok orang yang
berpengaruh pada hidup mereka. Contoh pengukuran normative
belief.

Motivation to comply adalah keinginan seseorang untuk mematuhi


atau tidak mematuhi apa yang orang lain pikirkan terhadap suatu
perilaku. Contoh pengukuran motivation to comply.

Untuk

menghitung

sikap

norma

subjektif

(Subjective Norm or SN) maka kalian harus


mengalikan

normative

bellief

(NB)

dengan

Motivation to Comply (MC). Setelah selesai


mengalikan lalu jumlahkan hasil perkalian tsb ()
seperti

tabel

sebelumnya.

perhitungan

AB

di

slide

Setelah mendapatkan hasilnya,


maka masukkan hasil tersebut ke
AB dan SN. Untuk W1 & W2
sifatnya adalah subjektif,
tergantung dari koresponden
apakah akan menaruh bobot lebih
berat di AB ketimbang SN atau

Aplikasi Teori pada Kasus

Perilaku menggosok gigi dua kali sehari


pada anak dipegaruhi tiga variabel yaitu
Sikap, Norma Umum dan Norma Subjektif.
Ketiga

bentuk

variabel

tersebut

dapat

mempengaruhi niat anak untuk menggosok


gigi

minimal

akhirnya

dua

akan

kali

sehari

terbentuk

sehingga
perilaku

menggosok gigi minimal dua kali sehari.

Kesimpulan

Dalam TRA, perilaku


dipengaruhi oleh NIAT
seseorang tsb untuk
melakukan atau tidak.

TRA hanya dapat


diaplikasikan pada perilaku
dibawah kontrol dan
berasumsi bahwa tiap
orang adalah rasional.

TRA terdiri dari beberapa


variabel yaitu: behavioral
belief; evaluation of
outcome; attitude;
normative belief;
motivation to comply;
subjective norm;
behavioral intention dan
behavior.
Rumus menghitung
Behavioral intention
adalah sbb :

TRA sudah digunakan u/


menjelaskan dan
memprediksi bbrp
masalah kesehatan
seperti: merokok; minum;
penggunaan kondom;
mammograph; vaksin flu;
seat belt dan helmet.

Question Time