Anda di halaman 1dari 13

PEMAHAMAN PRAKTEK

DAN PRAKTIKUM
KELOMPOK 9
MUNIROTUS SAADAH 125404019
LAILI ROHMA 125404027

Pengertian Praktek & Praktikum

Praktik adalah kegiatan belajar yang menuntut siswa


berlatih
menerapkan
teori,
konsep,prosedur,
dan
keterampilan dalam situasi nyata atau buatan secara
terprogram/terstruktur di bawah pengawasan atau
bimbingan langsung dari guru, pembimbing/supervisor
atau secara mandiri.
Praktikum
adalah
tugas
yang
terkendali
yang
berhubungan dengan validasi fakta atau hubungan antar
fakta, sesuai dengan yang disyaratkan dalam tugas yang
berupa kegiatan pengamatan, percobaan atau pengujian
suatu konsep atau prinsip suatu materi yang dilakukan di
dalam
atau
di
luar
laboratorium
tempat
tutorial/sekolah/pokjar/pokjarcil/ rumah.

Hasil Belajar Praktek dan Praktikum


Efektivitas kegiatan pembelajaran perlu diupayakan,
Sujana (1991:46) mengemukakan bahwa pembelajaran
efektif meliputi :
(1) pembelajaran konsisten dengan kurikulum;
(2) program yang telah direncanakan dilaksanakan oleh
guru tanpa mengalami hambatan dan kesulitan yang
berarti;
(3) siswa melakukan kegiatan belajar sesuai dengan
program yang telah ditentukan tanpa mengalami
hambatan dan kesulitan yang berarti;
(4) guru memotivasi belajar siswa;
(5) siswa aktif mengikuti kegiatan pembelajaran;
(6) interaksi timbal-balik antara guru dan siswa;
(7) guru terampil dalam mengajar; dan
(8) kualitas hasil belajar yang dicapai oleh para siswa.

Hasil Belajar Praktek dan Praktikum

Berdasarkan beberapa pendapat di atas,


dapat disimpulkan bahwa efektivitas
pembelajaran praktik adalah Pembelajaran
Praktikum pada Program Keahlian Busana
di SMK ukuran tercapainya sasaran
kuantitas, kualitas dan waktu yang telah
dicapai. Ukuran ketercapaian sasaran
dalam pembelajaran praktik antara lain
dapat diketahui melalui prestasi belajar
hasil pembelajaran praktik, kualitas
lulusan, dan kemampuan lulusan untuk
dapat bekerja sesuai bidang keahliannya.

Pengertian Misi Pendidikan


Misi pendidikan adalah cara atau jalan yang ditempuh oleh
lembaga pendidikan untuk mencapai visi yang diinginkan.
Misi juga bisa di artikan pekerjaan apa yang harus kita
lakukan terlebih dahulu untuk mencapai visi serta akan
berusaha dengan berbagai cara untuk mencapainya.
Misi berfungsi sebagai penjelas atau penerang mengapa
sekolah itu ada, apa yang hendak dilakukan sekolah itu, dan
bagaimana melakukannya.
Jika misi telah ditetapkan dengan baik dalam sebuah
lembaga pendidikan maka diharapkan seluruh pegawai dan
pihak yang berkepentingan dapat mengenal sekolah dan
mengetahui peran dan program-programnya serta hasil
yang akan kita peroleh dimasa mendatang. oleh karena itu
jika cita-cita dan landasan kerja yang harus diikuti dan
didukung oleh seluruh pihak sekolah.

Misi Makro Pendidikan


Misi makro jangka panjang ialah mempersiapkan
individu masyarakat Indonesia menuju masyarakat
madani. Pendidikan menghasilkan individu yang
mandiri, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berbudi luhur, terampil, berteknologi dan
mampu berperan sosial.
Misi makro pendidikan nasional jangka menengah
adalah pemberdayaan individu peserta didik
maupun institusi.
Misi makro pendidikan nasional jangka pendek
adalah mengatasi krisis nasional. Pendidikan
dilaksanakan secara efektif dan efisien.

Misi Pendidikan
1. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan
memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh
rakyat Indonesia.
2. Membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi
anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir
hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar.
3. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses
pendidikan
untuk
mengoptimalkan
pembentukan
kepribadian yang bermoral.
4. Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga
pendidikan
sebagai
pusat
pembudayaan
ilmu
pengetahuan. keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai
berdasarkan standar nasional dan global.
5. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam
penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi
dalam konteks Negara Kesatuan Republik Inonesia.

Pengajaran Teori di SMK


Pendidikan kejuruan akan efisien dan efektif apabila metode
pembelajaran yang digunakan guru disesuaikan dengan
karakteristik siswa sehingga pembelajarannya efektif.
Dalam mengelola proses belajar mengajar (PBM), guru
dituntut menguasai tentang what to teach dan how to
teach. What to teach berkaitan dengan kemampuan guru
dalam menguasai materi yang akan diajarkan, sedangkan
how to teach berkaitan dengan strategi bagaimana
mengajarkan materi secara efektif dan efisien agar dicapai
hasil belajar yang optimal.
Proses interaksi dalam PBM berarti bahwa mengajar tidak
saja menyampaikan informasi dari guru ke peserta didik,
tetapi juga mencakup banyak kegiatan dan tindakan yang
harus diupayakan melalui tahapan-tahapan belajar. Dalam
pengajaran teori di SMK banyak tersedia model
pembelajaran yang dapat diaplikasikan sesuai dengan
kebutuhan siswa.

Aplikasi Praktek Dan Praktikum Dalam


Rencana PBM
Proses belajar mengajar praktik kejuruan, baik praktik laboratorium
maupun bengkel merupakan ciri khas dari proses belajar mengajar di
Sekolah Kejuruan, di samping proses belajar mengajar teori.
Kegiatan
belajar
mengajar
praktik
tersebut
membutuhkan
kemampuan pada ranah kognitif, psikomotor, dan afektif.
Orlich et al . (2007:67- 68) menyatakan, The cognitive domain
encompasses objectives that deal with the recall or recognition of
knowledge and the development of intellectual abilities and skills.
Domain kognitif mencakup sasaran/hasil yang berhubungan dengan
daya ingat atau pengenalan pengetahuan dan pengembangan
kemampuan intelektual dan keterampilan.
Asri (2006:86) mengemukakan bahwa pembelajaran praktik busana
merupakan salah satu pemberian keterampilan pada anak didik yang
bertujuan agar mereka mempunyai bekal keterampilan di bidang
busana, memiliki kualitas yang diharapkan oleh di dunia kerja yaitu
siap latih, ulet, cekatan dan mandiri dan siap kerja di bidang yang
digelutinya.

Kurikulum KTSP (2006) menyebut- kan beberapa mata pelajaran praktik


yang diselenggarakan pada SMK Program Keahlian Busana adalah :
(1)Memberikan pelayanan secara prima kepada pelanggan;
(2)Mengenal, meng- gunakan dan memelihara piranti jahit;
(3)Menggambar busana;
(4)Mengenal dan memilih bahan busana sesuai de- sain;
(5)Membuat pola busana dengan teknik konstruksi;
(6)Membuat pola busana dengan teknik draping;
(7)Membuat pola busana dengan teknik kombinasi;
(8)Menerapkan teknik da- sar menjahit busana;
(9)Menjahit busana, membuat hiasan busana;
(10)
Membuat lenan rumah tangga; dan
(11)Menata busana
Analisis Larson di bidang keterampilan, teknologi dan okupasi menjelaskan
bahwa guru harus mampu mengelola tahapan PBM pada bidang studi praktik.
Guru harus dapat menilai keterampilan, pengetahuan, dan sikap siswa sesuai
dengan tujuan belajar.

4 (empat) tahapan esensial pengajaran di bengkel


kerja agar pembelajaran praktik dapat dikelola
dengan baik yaitu: (1) tahap persiapan; (2) tahap
presentasi; (3) tahap aplikasi; dan (4) tahap evaluasi (Soenarto, 1993:34).
Pengelolaan pembelajaran praktik yang baik merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh
setiap guru sekolah kejuruan keterampilan, agar
tujuan pengajaran dapat dicapai secara optimal.
Suharsimi (1988:248) mengemukakan bahwa
faktor yang menentukan penguasaan materi
pendidikan kejuruan adalah pengalaman yang
erat hubungannya dengan pekerjaan.

Kemampuan
seorang
pekerja
sangat
besar
pengaruhnya terhadap penguasaan tugas yang
dihadapinya. Kemampuan tersebut didapatkan dari
hasil belajar dan pengalaman yang diperoleh,
sehingga
seseorang
yang
lebih
banyak
pengalamannya akan lebih mampu menguasai
pekerjaan.
Hal ini sesuai dengan prinsip learning by doing,
yaitu dengan mengerjakan seseorang dapat belajar
untuk mendapatkan pengalaman, pengetahuan, dan
keterampilan akan menimbulkan pengertian yang
lebih mendalam terhadap apa yang dikerjakan

Pertanyaan

1. Bagaimana peran SMK dalam dunia


pendidikan??
2. Bagaimana kedudukan lulusan siswa
SMK dengan siswa SMA?
3. Bagaimana kedudukan
pembelajaran praktik dan teori di
SMK? dan mengapa demikian?