Anda di halaman 1dari 3

Guta Perca yang Diplastiskan Secara Kimiawi (Eukaperca, Kloroperca)

Guta perca dapat diplastiskan dengan pelarut kimiawi seperti kloroform, eukaliptol,
atau xylol. Hasilnya adalah guta perca yang agak lembek dan sangat plastis yang
dapat didorong ke dalam saluran yang kecil berliku-liku, ke tempat dimana bahan
pengisi padat lainnya tidak dapat dimasukkan dengan baik.
Eukaperca menggantikan kloroperca karena kloroform mungkin sekali adalah suatu
karsinogen. Eukaperca adalah suatu pasta yang dibuat dengan melunakkan
permukaan guta perca dengan minyak eukaliptus (eukaliptol) hangat. Karena
minyak ini tidak cepat melarutkan guta perca, seperti kloroform, kerucut guta perca
yang dilunakkan dapat digunakan untuk melapisi dinding saluran dengan lapisan
tipis eukaperca. Kemudian kerucut yang sama dapat dimasukkan dan dimampatkan
dengan pluger sampai hubungan apical, untuk menutup saluran akar dan saluran
aksesori. Sayangnya sukar untuk menghindari pengisian saluran akar yang berlebih.
Kelebihan eukaperca, yang tertekan melalui foramen apical, biasanya terabsorbsi
dalam waktu setahun. Pada mulanya dapat bertindak sebagai suatu iritan, tetapi
tidak menganggu perbaikan jaringan periapikal.
Kerugian penggunaan bahan pengisi yang dilarutkan secara kimiawi adalah
ketidakmampuan untuk mengontrol pengisian berlebih, yang mengakibatkan reaksi
jaringan periapikal dan pengerutan bahan pengisi setelah mengeras, dan
menghasilkan penutupan apical dan lateral yang tidak baik.

Teknik Injeksi Untuk Mengobsturasi Saluran


Greenberg menganjurkan penggunaan alat semprit tekanan untuk memasukkan
semen ke dalam suatu saluran, dan Krakow serta Berk mempopulerkan gagasan
menutup saluran akar dengan semen menggunakan alat semprit tekanan. Goldman,
dkk. Memperkenalkan Hydron sebagai bahan pengisi yang dapat diinjeksikan, dan
Torabinejad serta Marlin dkk. Menjelaskan cara baru menginjeksi guta perca yang
ditermoplastiskan dalam saluran akar.
Hydron
Adalah bahan plastic hidrofilik yang cepat mengeras dan digunakan sebagai suatu
siler saluran akar tanpa penggunaan kor. Menurut Goldman, dkk. Hydron adalah
suatu polimer hydroxyl-ethyl-methacrylate dan dianggap sebagai suatu bahan
biokompatibel yang menyesuaikan diri dengan bentuk saluran akar karena
plastisitasnya.
Instruksi penggunaan hydron menyatakan bahwa saluran harus kering, dan
bahannya mengeras di dalam saluran akar dalam 10 menit. Menginjeksikan hydron
ke dalam saluran akar memerlukan penggunaan alat sempit dan jarum khusus.
Rising, dkk dan juga Benkel dkk menganggap hydron suatu bahan kompatibel untuk

mengisi saluran akar. Meskipun begitu, harus bekerja secara hati-hati bila
menggunakan hydron karena bahan tersebut diinjeksikan sebagai bahan yang
belum mengeras, dan polimer yang mempercepat pengerasannya dapat
menyebabkan toksisitas jaringan yang menghasilkan inflamasi dengan aktivitas
makrofag, menurut Langeland dkk. Pyner melaporkan kasus parestesia yang
disebabkan pengisian berlebihan pada gigi molar bawah.

Metode Termoplastik Guta Perca


Telah diuraikan oleh Torabinejad dkk, Marlin dkk, serta Yee dkk. Peralatan
penekanan terjadi barel, alat semprit yang dipanaskan dengan listrik yang disekat
dan seleksi jarum berkisar dalam ukuran dari 18 sampai 25 gauge. Alat penyedot
didesign untuk mencegah pengaliran kembali guta perca. Derajat panas diatur
untuk menetapkan ekstruksi guta perca yang tepat menurut ukuran jarum.
Untuk cara injeksi, preparasi saluran harus dibatasi ke arah apical dengan
mengembangkan badan saluran ke arah lubang jalan masuk (preparasi step back).
Injeksi guta perca yang diplastiskan dari alat semprit tekanan menghasilkan
obsturasi yang sama memuaskannya seperti pada kondensasi lateral atau vertical.
Pada pemeriksaan klinis lanjutan terhadap 125 gigi dalam waktu 6 bulan sampai 1
tahun, yang sekitar separuhnya mempunyai lesi periapikal, Marlin dkk menemukan
penyembuhan sebagian atau seluruhnya pada 94% kasus.
Metode termoplastik lain telah diuraikan oleh Michanowicz dan Czonsatkowsky.
Metode ini melibatkan penggunaan suatu karpul yang mengandung formulasi guta
perca dengan temperature rendah (70%). Suatu alat pemanas khusus memanasi
guta perca sampai dapat mengalir bila ditekan dan dikeluarkan melalui sebuah
jarum dengan gauge cocok, langsung ke dalam saluran akar.
Schilder dkk memperingatkan bahwa metode obsturasi termoplastik yang
menggunakan guta perca di atas 450 memberi kecendrungan bahan pengisi
mengalami pengerutan bila guta perca menjadi dingin kecuali bila dimampatkan
dengan instrument ke arah apeks.
Metode termoplastik mempunyai satu kekurangan yang sama dengan semua teknik
injeksi, yaitu: kurang dapat membawa guta perca dengan tepat ke dekat foramen
apical dan tidak melebihinya, sekalipun metode ini dapat mengisi saluran lateral
pada semua celah-celahnya. Teknik injeksi mengandalkan pada guta perca yang
dipanasi dan diplastiskan untuk mengalir ke apical dengan tekanan apical yang
minimal, bila dibandingkan dengan kekuatan dan tekanan yang digunakan pada
kondensasi lateral dan vertical. Kecuali bila tekanan vertical dikombinasi dengan
metode injeksi obsturasi, penutupan interface antara guta perca dan dinding
saluran akan menjadi lemah, dan kekosongan dapat terjadi pada pengerasan akhir
bahan pengisi.

Keberhasilan Kegagalan Endodonsia


Beberapa penyebab kegagalan adalah:
1. Pertimbangan yang salah dalam menerima gigi untuk perawatan, baik karena
kesukaran operatif atau kesehatan pasien yang jelek
2. Debridement yang tidak memadai pada waktu preparasi saluran
3. Injuri traumatic jaringan periapikal pada waktu insturmentasi saluran
4. Irigan / bahan irigasi yang mengiritasi atau antiseptic melampaui foramen
apical
5. Gagal dalam mendesinfeksi saluran akar, masih banyak gigi tanpa pulpa
dirawat tanpa pemeriksaan bakteriologik
6. Infeksi pada saluran aksesori yang gagal untuk disterilkan; ini terdiri dari
presentasi kecil kasus
7. Obsturasi saluran akar yang tidak baik gagal menutup foramen apical
8. Aksi suatu saluran yang diisi berlebih sebagai iritan
9. Jumlah semen terlalu banyak pada jaringan periapikal
10.Saluran yang tidak dapat dimasuki gigi berakar banyak
11.Saluran lateral yang tidak dapat dimasuki
12.Intrumen patah atau sebab lain rintangan saluran
13.Perforasi
14.Instrumentasi yang kurang memadai
15.Sterilisasi yang kurang memadai
16.Obsturasi yang kurang memadai
17.Keterlibatan periodontal yang hebat, yang berhubungan dengan saluran akar