Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN PRAKTIK BENGKEL

VALVE

OLEH :
NAMA

: MUHAMMAD RIFKI

NIM

: 1305011075

KELAS

: ME-4D

KONSENTRASI PERAWATAN DAN PERBAIKAN


PROGRAM STUDI TEKNIK MEKANIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
2015

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada ALLAH SWT karena atas berkat dan karuniaNya penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktik Bengkel Valve dengan baik dan tepat
waktu.
Laporan Praktik Bengkel ini disusun untuk melengkapi hasil praktik yang telah
dilakukan oleh setiap mahasiswa/i di Bengkel Teknik Mesin Politeknik Negeri Medan dan
merupakan syarat yang harus dikerjakan oleh mahasiswa/i setelah melakukan praktik sebagai
bahan perbandingan antara teori yang didapatkan dengan praktik sebenarnya.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih banyak kekurangan,
sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi
kesempurnaan laporan ini.
Dalam penulisan laporan praktik bengkel ini, penulis telah banyak menerima bantuan
dan bimbingan dari berbagai pihak, baik yang secara langsung maupun secara tidak langsung,
pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Nelson Manurung
ST.MT dan Bapak Abdul Basir ST.MT selaku dosen pembimbing yang telah banyak
membantu dalam teori maupun praktik bengkel ini dan juga kepada seluruh teman-teman
Program Studi Teknik Mekanik terutama teman-teman mahasiswa ME-4D.
Akhir kata semoga Laporan Praktik Bengkel ini bermanfaat bagi seluruh pihak yang
memerlukannya.
Medan, 13 April 2015
Penulis,
Muhammad Rifki

DAFTAR ISI
Kata pengantar..........................................................................................................i
Daftar isi...................................................................................................................ii
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar belakang Masalah...............................................................................1
B. Batasan masalah...........................................................................................1
C. Tujuan...........................................................................................................2
D. Manfaat........................................................................................................2
E. Teknik pengumpuan data.............................................................................3
BAB II : TEORI DASAR
A. Pengertian valve...........................................................................................4
B. Bagian-bagian utama pada valve..................................................................5
C. Jenis dan klasifikasi valve............................................................................7
D. Prinsip kerja gate valve..............................................................................15
BAB III : PEMBONGKARAN
A. Persiapan....................................................................................................16
B. Pembongkaran............................................................................................16
BAB IV : PEMERIKSAAN DAN PERBAIKAN
A. Komponen gate valve.................................................................................19
B. Troubleshooting pada gate valve dan solusinya.........................................19
C. Pemeliharaan gate valve.............................................................................20
D. Perbaikan gate valve..................................................................................21
BAB V : PERAKITAN..........................................................................................23
BAB VI : KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan................................................................................................24
B. Saran...........................................................................................................24
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah

Perkembangan

teknologi

yang

kian

meningkat,

kususnya

dalam

bidang

perindustrian. Kita ketahui bahwa dalam bidang perindustrian sangat dibutuhkan pekerjapekerja yang ahli didalam bidangnya masing-masing, didalam industri-industri baik sekala
kecil, menengah, maupun sekal besar sangat banyak kita jumpai Gate Valve (katup) yang
berfungsi untuk membuka dan menutup saluran berupa minyak, air, udara serta gas. Setiap
peralatan-peralatan yang digunakan dalam industri-industri tidaklah selalu dalam keadaan
baik. Namun pada sewaktu-waktu akan mengalami kerusakan atau tidak berfungsi secara
maksimal.
Untuk itu maka dibutuhkanlah pekerja-pekerja yang ahli dibidangnya agar peralatanperalatan yang digunakan dapat dirawat dengan baik. Kita sebagai mahasiswa/i Teknik Mesin
yang akan terjun didalamnya haruslah memiliki ilmu pengetahuan baik secara teori maupun
praktek. Untuk itulah mahasiswa/i Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Medan dibekali
ilmu pengetahuan secara teori maupun praktek terhadap peralatan-peralatan yang digunakan
dalam industri-industri.

B. Batasan Masalah
Dalam penulisan laporan praktik perawatan dan perbaikan valve ini, penulis membatasi
ruang lingkup masalah pada :
1.
2.
3.
4.
5.

Jenis-jenis valve.
Pengertian dan prinsip kerja Gate valve.
Komponen utama Gate valve.
Bagaimana cara membongkar dan merakit kembali Gate valve.
Perawatan pada Gate valve.

C. Tujuan

Adapun tujuan dari dilakukannya praktik perawatan dan perbaikan valve dan penulisan
laporan ini adalah sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.

Untuk mengetahui jenis-jenis valve.


Untuk mengetahui pengertian dan prinsip kerja gate valve.
Untuk mengetahui apa saja komponen utama dari gate valve.
Untuk mengetahui bagaimana cara membongkar dan merakit kembali gate valve.
Untuk mengetahui bagaimana cara melakukan perawatan pada gate valve.

D. Manfaat
Laporan hasil praktik perawatan dan perbaikan valve ini diharapkan dapat bermanfaat
bagi :
1. Penulis sendiri, dimana dalam penulisan laporan ini penulis dapat menambah wawasan
tentang bagaimana perawatan dan perbaikan pada valve terutama pada gate valve.
2. Adik-adik mahasisiwa Program Studi Teknik Mekanik yang ingin menggunakan
laporan ini sebagai bahan panduan dan referensi ketika melakukan praktik perawatan
dan perbaikan valve di semester IV (empat) nantinya.
3. Pembaca dan khayalak umum yang membutuhkan.

E. Teknik Pengumpulan Data


Dalam penulisan laporan hasil praktik perawatan dan perbaikan valve ini, penulis
melakukan pengumpulan data melalui :
1. Bahan/materi yang diberikan dosen pembimbing.
2. Study literature, yaitu membaca referensi yang berhubungan dengan perawatan dan
perbaikan pada valve terutama gate valve, baik melalui buku maupun internet.
3. Pengamatan dan praktik langsung pada gate valve yang ada pada bengkel Maintenance
and Repair Politeknik Negeri Medan.
4. Diskusi dengan teman-teman mahasiswa ME-4D.

BAB II
TEORI DASAR
A. Pengertian Valve
Valve atau juga disebut katup adalah sebuah alat untuk mengatur aliran suatu fluida
dengan menutup, membuka atau menghambat sebagian dari jalannya aliran. Contoh yang
mudah adalah keran air.
Valve atau biasa juga disebut dengan kerangan, sangat berperan penting dalam sistem
pipa di suatu pabrik, cargo pump dan lain-lain guna menjaga kestabilan proses operasional,
valve bertugas mengatur aliran (fluida) dalam suatu proses pembongkaran dan pemuatan
cargo. Secara tidak langsung, maka valve dapat diandalkan untuk mengatur besar kecil nya
flow, rendah tingginya level, rendah tingginya temperatur ataupun tekanan.

Ketika valve telah dipasang dalam suatu rangkaian pipa. Pada saat valve di buka,
fluida mulai mengalir, dan ketika valve ditutup maka fluida pun berhenti mengalir. Valve
seperti ini bertugas untuk menutup penuh (fully closed) ataupun membuka penuh (fully
opened) suatu aliran. Karena tugasnya hanya untuk membuka atau menutup maka valve
sejenis ini dinamakan dengan ON/OFF valves atau Isolation valve.
Selain untuk membuka dan menutup atau fully opened dan fully closed, ada juga valve
yang berfungsi untuk mengatur (regulate) aliran (fluida). Valve sejenis ini sering disebut
sebagai Throttling valve.
Ada juga valve yang tugas nya mengatur agar aliran berjalan ke satu arah saja ataupun
agar tidak terjadi reversed flow atau backflow. valve seperti ini disebut check valve atau one
way valve.
Beberapa valve ada juga yang dirancang untuk melepaskan (release) kelebihan
pressure untuk menjaga keamanan alat ataupun operator. Valve yang berfungsi untuk
melepaskan kelebihan pressure ini sering disebut sebagai pressure relieve valve ataupun
pressure safety valve (kedua jenis valve ini mempunyai fungsi yang sama tetapi prinsip
kerjanya berbeda).

B. Bagian-bagian Utama pada Valve


Pada dasarnya, valve mempunyai bagian-bagian dasar yang sama. Seperti terlihat pada
gambar dibawah ini. Bagian-bagian utama valve adalah: body, seat, disc, bonnet, gland,
packing, stem dan handwheel.

Gambar 2.1 Bagian utama valve

1. Seat dan Disc


Seat adalah bagian pada valve yang mantap/diam. Disc adalah bagian yang bergerak,
bertugas sebagai pengontrol aliran. Disc akan bergerak keatas sehingga memberikan ruang
lebih banyak agar fluida dapat mengalir, bergerak kebawah jika akan menutup dan menekan
seat dengan rapat. Banyak valve yang berbeda namanya karena perbedaan disc dan seat ini.
Seperti Ball Valve, Plug Valve, Needle Valve dan Gate Valve.

2. Stem dan Handwheel


Jika kita telusuri bagian valve dari bawah keatas setelah seat, disc lalu stem dan
handwheel yang semuanya tergabung jadi satu. Stem berbentuk batang yang sebagian berulir
sebagian tidak. Handwheel digunakan oleh operator untuk memutar stem, sehingga dapat
menggerakkan disc keatas dan kebawah. Khusus saat pengoperasian Handwheel, jika diputar
searah jarum jam maka valve akan menutup, sebaliknya jika diputar berlawanan jarum jam
maka valve akan membuka. Namun, ketika hendak menutup valve, hendaknya jangan
memaksa putaran handwell terlalu keras dan kencang, karena akan menyebabkan kerusakan
pada disc dan seat hingga masa pakai valve menjadi lebih cepat.

3. Bonnet dan Packing


Bonnet memberikan ruangan bagi disc untuk bergerak keatas saat valve dalam posisi

membuka. Sedangkan packing, berfungsi sebagai material isolasi agar tak ada kebocoran
fluida melalui stem.

4. Gland dan Gland Nut


Berfungsi untuk mengencangkan posisi packing terhadap stem. Jika ada kebocoran
fluida melalui bagian ini maka dapat diantisipasi dengan mengencangkan Gland Nut. Jika
tidak bisa juga, maka valve kemungkinan besar harus diganti.

C. Jenis dan Klasifikasi Valve


1. Gate Valve
Gate valve mudah dikenali karena mempunyai body dan stem yang panjang. Kegunaan
utama dari gate valve adalah hanya untuk menutup dan membuka aliran (fully closed & fully
opened position), on/off control dan isolation equipment.
Gate valve tidak bisa digunakan untuk mengatur besar kecilnya aliran (regulate atau
trotthling). Karena akan merusak posisi disc nya dan mengakibatkan valve bisa passing pada
saat valve ditutup (passing = aliran tetap akan lewat, walaupun valve sudah menutup), disc
tidak menekan seat dengan baik yang diakibatkan karena posisi disc sudah berubah (tidak
rata lagi). Pada saat Gate valve terbuka sebagian (misal 50% opening), maka aliran fluida

akan sebagian lewat dibawah disc yang menyebabkan turbulensi (turbulensi = aliran fluida
yang bergejolak) pada aliran tersebut, turbulensi ini akan menyebabkan 2 hal:
a. Disc mengayun (swing) terhadap posisi seat, sehingga lama kelamaan posisi disc akan
berubah terhadap seat sehingga apabila valve menutup maka disc tidak akan berada
pada posisi yang tepat, sehingga bisa menyebabkan passing.
b. Akan terjadi pengikisan (erosion) pada badan disc.
Nama Gate valve diambil karena bentuk disc dari jenis valve ini pada saat menutup
atau membuka berlaku seperti Gate (Gate dari bahasa inggris = Gerbang/Pagar).
Dimana saat disc membuka keatas maka seluruh aliran akan bebas masuk tanpa
hambatan yang berarti, namun pada saat disc tertutup rapat maka aliran akan berhenti
tertahan oleh disc tersebut.

Gambar 2.2 Konstruksi Gate Valve

2. Piston Valve
Piston Valve adalah valve yang bekerja dengan cara begeser (translasi) menggunakan
tekanan fluida untuk membuka dan menutup katupnya. Adapun proses kerjanya adalah:
a. Mula-mula air suplai tertutup .
b. Kemudian air suplai dibuka dan fluida menekan piston hingga piston bergeser hingga
membentur valve seat, dilantutkan dengan mengalirkan fluida dari celah piston
menuju accumulator tank.
c. Langkah berikutnya adalah langkah balik yaitu: fluida dari accumulator tank menekan
piston kembali dan membuang fluida melewati barrel. Dan fluida di belakang piston
di buang melewati celah.

Gambar 2.3 Piston Valve

3. Globe Valve
Globe valve merupakan salah satu jenis valve yang dirancang untuk mengatur besar
kecilnya aliran fluida (regulate atau trotthling). Pada dasarnya bagian utama dari Globe valve
ini sama saja dengan Gate valve. Yaitu terdiri dari body, seat, disc, bonnet, stem, packing dan
gland. Globe valve dengan gate valve bentuknya hampir sama, tetapi ada ciri-ciri tertentu
yang dapat di jadikan acuan untuk membedakan antara keduanya, yaitu:

Pada bagian dalam valve


Pada bagian dalam valve disc dan seat nya berbeda. Perbedaan disc dan seat ini

menyebabkan terjadi profil (pola) aliran yang berbeda. Bentuk dari disc dan seat inilah yang
menyebabkan globe valve dapat diandalkan sebagai throttling valve. Aliran fluida saat
melewati globe valve akan mengalami sedikit hambatan sehingga akan terjadi pressure drop
yang lebih besar dari gate valve, pertama aliran akan mengenai seat lalu membelok keatas
melewati dan mengenai seluruh bagian disc, lalu aliran akan dibelokkan lagi ke arah yang
sama. Seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 2.4 Diagram globe valve

Gambar 2.5 Profil aliran globe valve

Pada bagian luar valve

Pada bagian dalam valve body dari globe valve terlihat lebih menggelembung. Seperti yang
terlihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 2.6 Perbedaan gate valve dengan globe valve

Khusus untuk globe valve yang menangani fluida steam, maka biasanya valve akan
dilengkapi dengan back seat yang terletak berhadapan dengan seat. Back seat ini berperan
sebagai pelapis pelindung bagian atas globe valve mencegah steam untuk menerobos masuk.
Dibawah ini beberapa contoh valve tetapi masih termasuk dalam jenis Globe valve :
a. Angle Valve
Termasuk jenis globe valve, digunakan untuk mengubah aliran sebesar 90 derajat. Valve
ini bisa digunakan juga sebagai pengganti elbow. Contoh gambar Angle valve:

Gambar 2.7 Angle valve

b. Needle Valve
Termasuk jenis globe valve, digunakan untuk mengatur secara lebih akurat aliran
dengan pressure rendah. Bentuk disc nya panjang dan kecil seperti paku. Contoh gambar
Needle valve:

Gambar 2.8 Needle valve

4. Rotating Valve
Dikatakan rotation valve karena valve membuka dan menutup dengan cara rotasi pada
disc. Valve - valve dibawah ini berbeda dengan gate valve dan globe valve dalam hal cara
membuka dan menutup valve. Pada gate valve dan globe valve, kita diharuskan memutar
handwell, namun untuk rotation valve, kita bisa membuka dan munutup valve hanya dengan
memutar handle valve sebesar 90 derajat. Oleh karena itu valve jenis ini bisa membuka dan
menutup lebih cepat dari gate valve ataupun globe valve. Handle pada valve tipe ini adalah
pengganti handwell pada gate valve dan globe valve. Hal penting yang harus diperhatikan
adalah, pada posisi valve fully open maka handle akan searah dengan aliran atau pipa, namun
jika posisi valve fully close maka posisi handle tidak searah dengan aliran atau pipa,
melainkan akan membentuk sudut 90 derajat dengan aliran atau pipa.
Yang termasuk jenis ini adalah: Plug valve, Ball valve dan Butterfly valve.
a. Plug Valve
Secara umum, kegunaan dari plug valve adalah untuk fully open dan fully close
(isolation atau on/off control).
Bagian - bagian utama plug valve sama saja dengan gate valve ataupun globe valve.
Yaitu body, stem, packing bolt, seal, plug. Seal sama fungsinya dengan packing, packing bolt
sama fungsinya dengan gland nut atau gland, sedangkan plug sama fungsinya dengan disc tapi
bentuknya berbeda.
Plug ini digunakan untuk mengontrol (membuka dan menutup) aliran pada plug valve,
plug mempunyai celah atau lubang tempat aliran lewat. Saat handle diputar menuju open
position maka plug akan berputar secara rotasi terhadap seat dan bagian yang bercelah akan

melewatkan aliran. Namun pada saat handle diputar pada close position maka plug akan
berputar secara rotasi terhadap seat dan bagian yang tak bercelah akan menahan aliran,
sehingga aliranpun akan berhenti.

Gambar 2.9 Plug valve

Plug harus rapat dengan body, agar tidak terjadi kebocoran ( leaking ) atau passing.
Antara plug dan body akan terjadi gesekan (friction), maka untuk menimalkan efek gesekan
tersebut, pada daerah sentuhan plug dan body diberikan pelumas. Karena itu ada type plug
valve yang mempunyai tempat pengisian pelumas diatas stem, ada juga yang sudah diberikan
pelumas dari pabrik pembuatnya, ada juga yang yang tidak membutuhkan pelumas namun
pada daerah sentuhan sudah dilapisi material teflon, jenis ini dinamakan self lubricating.
b. Ball Valve
Secara sederhana, Ball valve sama saja dengan plug valve, tetapi bentuk disc nya
berbeda. Dinamakan Ball valve karena bentuk disc nya ini bulat seperti bola, dan bentuk body
nya silinder.

Gambar 2.10 Ball valve

Ball valve digunakan juga sebagai on/off valve, fully opened atau fully closed valve,
dan handal untuk aliran fluida yang mengandung partikel-partkel solid (slurry). Sama seperti
plug valve, ball valve juga membuka dan menutup dengan cara rotasi pada disc sehingga
dapat membuka dan menutup lebih cepat. Ball valve juga mempunyai handle yang sama
dengan plug valve, dimana pada posisi valve fully open maka handle akan searah dengan
aliran atau pipa, namun jika posisi valve fully close maka posisi handle tidak searah dengan
aliran atau pipa, melainkan akan membentuk sudut 90 derajat dengan aliran atau pipa.

c. Butterfly Valve
Butterfly valve digunakan untuk mengontrol (trhottling/regulate valve)

aliran fluida

yang bertekanan rendah. Bagian-bagian utama pada valve ini sama saja dengan valve-valve
yang diatas, yaitu body, disc, seat, dan handle. Disc nya berbentuk piringan yang tipis. Seat
nya, melingkar mengikuti bentuk disc. Handle nya berbeda dengan type plug valve dan ball
valve, karena mempunyai lever yang harus kita tekan apabila ingin membuka dan menutup
valve dan kita lepaskan apabila telah sampai ke posisi yang kita inginkan. Lever inilah yang
akan membantu disc untuk mengunci rapat.

Gambar 2.11 Butterfly valve

Dibagian bawah handle dan lever terdapat skala (scale) yang digunakan untuk
pembacaan posisi valve opening atau valve closing. Butterfly valve juga membuka dan
menutup dengan cara rotasi pada disc sehingga dapat membuka dan menutup lebih cepat. Dan
mempunyai handle yang sama dengan plug valve, dimana pada posisi valve fully open maka
handle akan searah dengan aliran atau pipa, namun jika posisi valve fully close maka posisi
handle tidak searah dengan aliran atau pipa, melainkan akan membentuk sudut 90 derajat
dengan aliran atau pipa.

D. Prinsip Kerja Gate Valve


Prisip kerja gate valve sangat sederhana. Pada gate valve terdapat roda pemutar, jika roda
ini diputar maka tangkai tingkap akan ikut berputar. Selanjutnya sambungan tangkai tingkap
dengan disk yang berupa ulir akan menyebabkan disk bergerak naik atau turun. Jika disk
bergerak naik maka gate valve akan terbuka dan fluida dapat mengalir, sebaliknya jika disk
bergerak turun maka gate valve akan tertutup dan fluida tidak dapat mengalir.

BAB III
PEMBONGKARAN
A. Persiapan
Sebelum melakukan pembongkaran pada gate valve perlu dilakukan persiapanpersiapan berikut ini agar proses praktik dapat berlangsung dengan baik.
1. Ruangan kerja untuk pembongkaran gate valve harus bersih dan memadai.
2. Persiapkan peralatan kerja beserta alat bantunya, antara lain :
a. Kunci pas diameter 24;
b. Kunci ring diameter 24;
c. Martil / Palu;
d. Roller / penggaris;
e. Jangka sorong.

B. Pembongkaran

Berikut akan dijelaskan langkah-langkah pembongkaran pada gate valve.


1. Buka roda pemutar dari poros.

2. Membuka pengikat atau mur yang mengikat antara Gland Flange, dari cangkang
Gambar 3.1 Membuka roda pemutar

penutup, dengan menggunakan kunci ring dengan ukuran kunci 24, dengan baut
pengikat yang berjumlah dua buah.

Gambar 3.2 Membuka gland flange dari cangkang penutuk

3. Buka penutup cangkang dengan menggunakan kunci 24 dengan jumlah mur sebanyak
enam buah.

Gambar 3.3 Membongkar penutup cangkang

4. Angkat poros dengan penutup cangkang yang terbuat dari kunigan dan baja untuk
memisahkan poros dari cangkang dimana akan terpisah dengan cangkang utama.

Gambar 3.4 Memisahkan poros dengan cangkang utama

5. Pisahkan stem dengan disk / wedge.

Gambar 3.5 Memisah stem dengan disk

6. Setelah pembongkaran selesai, lakukan pengamatan dan pembersihan pada komponenkomponen gate valve.

BAB IV
PEMERIKSAAN DAN PERBAIKAN
A. Komponen Gate Valve
1. Roda pemutar, roda pemutar berfungsi untuk mentransmisikan gaya ketangkai
tingkap.
2. Tangkai tingkap (steam), tangkai tingkap berfungsi sebagai penghubung antar roda
pemutar dan disk / piringan.
3. Mahkota (bonet), mahkota berfungsi sebagai penutup body.
4. Body (badan), body berfungsi sebagai tempat disk dan penghubung antar pipa yang
menggunakan sambungan flensa.
5. Cuping penekan gland, cuping ini berfungsi untuk menekan mahkota sehingga terjadi
kerapatan dengan body yang diantarai oleh paking.
6. Dudukan, dudukan berfungsi sebagai tempat berdirinya gate valve.
7. Mur selonsong, mur selonsong berfungsi untuk menahan roda pemutar.
8. Disk, disk merupakan bagian penting dari gate valve, sebagai penutup aliran fluida.
B. Troubleshooting pada Gate Valve dan Solusinya
Adapun hal-hal yang sering jadi masalah pada gate valve adalah sebagai berikut:
1. Valve leak (Bocor/Kendor)
Jika valve tidak bekerja dengan baik maka kemungkinan besar terjadi leak. Bagian yang
paling sering terjadi leak adalah pada packing gland. Hal ini bisa diatasi dengan
mengencangkan Gland nut. Setelah itu maka periksa kembali putaran handwell, karena
setelah mengencangkan gland nut maka akan terjadi gesekan antara packing dengan stem
yang menyebabkan handwell susah di gerakkan. Kebocoran juga biasa terjadi didaerah
sambungan body dan bonnet, daerah body, dan disekitar flange.
2. Kerusakan Fisik

Valve yang tidak bekerja dengan baik kemungkinan juga disebabkan karena adanya
kerusakan fisik pada valve itu sendiri, oleh karena itu pemeriksaan fisik sangat penting untuk
dilakukan lebih dahulu sebelum adanya perlakuan yang lebih jauh.
3. Pemberian Pelumas
Pemberian pelumas pada valve terutama pada stem, sangat penting untuk menjaga
ketahanan valve.

C. Pemeliharaan Gate Valve


Untuk menjaga agar valve dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama maka perlu
dilakukan pemeliharan/perawatan terhadap alat tersebut.
Untuk bahan material:
1. Kuningan : Valve dengan jenis bahan ini tidak boleh digunakan untuk temperatur
diatas 450 F, apabila digunakan pada temperatur yang melebihi dari yang tersebut
diatas maka valve tersebut akan mengalami kerusakan;
2. Besi : Valve dengan jenis bahan ini juga tidak boleh digunakan untuk temperatur yang
lebih besar dari 450 F;
3. Stainless Stell (besi putih) : Valve dengan jenis bahan ini digunakan untuk temperatur
rendah dan aliran korosif valve ini tidak boleh digunakan dalam temperatur yang
tinggi
4. Stell baja : Valve jenis ini digunakan untuk temperatur yang tinggi dan tekanan
yang tinggi (mempunyai kelebihan dibandingkan dengan jenis bahan yang lain
dalam hal penggunaan temperatur).
Jadi untuk bahan material tersebut diatas, agar valve dapat berfungsi dengan baik maka
harus disesuaikan dengan temperatur. Pemeliharaan yang lain yang dapat dilakukan terhadap

valve adalah dengan menggunakan minyak pelumas. Minyak pelumas sangat dibutuhkan
dalam perawatan valve yaitu pada bagian screw. Dalam jangka waktu yang telah ditentukan
minyak pelumas ini perlu diberikan pada bagianbagian screw. Hal ini ditujukan untuk
memperlancar proses pemutaran pada valve.

D. Perbaikan Gate Valve


Proses perbaikan ini dilakukan pada disc/wedge dan set ring. Setelah dibersihkan
periksa kerusakan. Seperti, goresan, galling, atau scooring karena kerusakan tersebut dapat
mempengaruhi kemampuan untuk packing dalam menyekat aliran.
Kerusakan ringan seperti goresan dapat diperbaiki dengan pemolesan menggunakan
bahan abrasive yang halus (Lapping). Apabila kerusakan tidak bisa diperbaiki dengan proses
lapping maka dapat dilakukan built up atau dengan penambahan material yang sama pada
disc dan seat melalui pengelasan. Untuk menagatasi kerusakan pada gasaket, packing,
bushing steam pada valve, maka dilakukan penggantian material yang baru.
1. Proses Lapping
Lapping adalah proses penambahan abrasive pada permukaan seat dan katup,
kemudian seat dan katup diputar-putar sampai keduanya bersentuhan penuh. Setiap seat dan
disc dari relief valve maupun block valve, pada umumnya harus dilakukan proses lapping.
Cara melepping: disc dan seat pada gate valve yang telah di check terdapat goresan
atau permukaan nya tidak rata maka diperlukan alat / mesin lapping untuk menghilangkan
goresan tersebut. Selanjutnya siapkan palte dari cast iron sesuai dengan besar kecilnnya disc
dan seat pada gate valve tersebut. Kemudian siapkan compound grid F(100) untuk tahap
pertama dan lanjutkan kembali dengan compound dengan grid berikutnya hingga goresan
pada disc dan seat hilang atau halus dan rata, sehingga dapat di simpulkan proses lapping

tersebut telah selesai, sehingga ketika di lakukan test maka hasilnya baik (tidak mengalami
kebocoran).
Proses lappingini terbagi menjadi dua, yaitu:
Proses Lapping manual (menggunakan tangan)
Proses Lapping automatis (menggunakan mesin)

2. Proses Built Up (Proses Penambahan Daging)


Proses bulid up atau disebut juga proses penambahan daging adalah proses yang
dilakukan dengan cara menambahkan material pada seat dan disc yang merupakan bagian
utama dari komponen gate valve. Proses ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan
proses pengelasan dan dengan proses spraygun (alat penembak material). Proses ini juga
melalui proses lapping, karena setelah melakukan proses built up tahap selanjutnya adalah
dengan meratakan kembali material dengan proses lapping agar seat dan disc dapat mencapai
ukuran semula.

BAB V
PERAKITAN

Adapun proses perakitan (Assembling) pada gate valve adalah sebagai berikut:
1. Masukkan poros pada rumah cangkang kemudian tempelkan katup pada poros dengan
mengunci pada poros dengan mengunci pada ulir yang terdapat pada poros dan katup,
2. Masukkanlah katup dengan penutup rumah katup dimana cara pemasukan disesuaikan
dengan alat yang terdapat didalam rumah katup dan pemasangan penutup sudah
terpasang pada penutup rumah katup,
3. Pada Pemasangannya poros sudah menyangkut sehingga apabila sewaktu pembukaan
poros tetap yang bergerak adalah katup yang terdapat pada rumah katup,
4. Pasanglah gland flange pada poros untuk menetapkan posisi poros supaya tetap
dengan penguncian sehingga poros tetap dimana pada gland flens sudah terdapat
paking karet,
5. Pasanglah bushing kedua pada poros,
6. Pasanglah roda penggerak dengan menggunakan kunci ring/pas

Gambar 5.1 Gate valve yang telah terpasang kembali

BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
1. Pada prinsipnya perbaikan/perawatan gate valve ini tidak begitu sulit, karena konstrusi
yang begitu sederhana yang perlu diperhatikan adalah prosedur penggunaanya.
2. Fluida control elemen dibuat tirus untuk mencegah kebocoran/memperkecil gesekan
antara elemen dengan body gate valve.
3. Gate valve yang dipraktikan ada dua buah, keadaan yang satu masih dalam keadaan baik /
masih bisa beroperasi dan yang lainnya sudah buruk kondisinya (tidak ada disk). Agar
gate valve yang ada di bengkel tetap dalam kondisi yang baik maka perlu perawatan yaitu
dengan cara melumasi bagian-bagian yang sering mengalami gesekan akibat
pengoperasian.
B. Saran
1. Pada saat melakukan praktik perawatan dan perbaikan pada gate valve ini diharapkan
praktikan tetap memperhatikan keselamatan bekerja dan mengikuti prosedur dengan
bijak.
2. Jangan lakukan pembongkaran / pemasangan dengan cara paksa sehingga dapat merusak
perelatan tersebut.
3. Setelah selesai melakukan praktikum, letakkan kembali peralatan-peralatan yang
digunakan ke tempat semula.

DAFTAR PUSTAKA

http://fuelpumps.tpub.com/TM-10-3835-219-24P/css/TM-10-3835-219-24P_45.htm (diakses
tanggal 11-04-2015 pukul 15:20 WIB)
http://ucak-ucakenginer.blogspot.com/2011/12/valve-dan-perbaikannaya.html (diakses
tanggal 11-04-2015 pukul 15:20 WIB )

http://www.scribd.com/doc/112771524/Gate-Valve (diakses tanggal 11-04-2015 pukul 15:21


WIB)
http://zetra.praktek.blogspot.com/2012/04/praktek.klerja.lapangan.html (diakses tanggal 11-042015 pukul 15:21 WIB)

http://obby1909.blogspot.com/2009/10/macam-macam-valve.html (diakses tanggal 11-042015 pukul 15:22 WIB)


http://syae007.wordpress.com/2010/01/16/apa-itu-standard-code/ (diakses tanggal 11-04-2015
pukul 15:22 WIB)