Anda di halaman 1dari 2

Muhamad Akmal R

TAPLAK (Tas Anyam Pandan Rajapolah Asli Kreatif)


FPIK
Socio Preneur
Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira secara bahasa dapat diartikan
sebagai ksatria, pahlawan, pejuang atau gagah berani. Sedangkan usaha adalah bekerja atau
melakukan sesuatu. Jadi, pengertian kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah perilaku
aktif yang berani mengambil risiko atau tantangan serta kreatif dan berkembang.
Sedangkan, pengertian wirausaha (entrepreneur) adalah seseorang yang tangguh melakukan
sesuatu.
Dalam setiap menjalankan sebuah usaha atau berwirausaha pasti yang dicari hasil
dari kegiatan wirausaha tersebut yaitu keuntungan. Disisi lain perwujudan dari wirausaha
sejati atau wirausaha yang sebenarnya yaitu bukan hanya sekedar mencari keuntungan
semata tetapi kita berwirausaha yang dapat bermanfaat bagi oranglain.
Wirausaha sejati atau socio-preneur ini dapat diperoleh dengan tiga makna elemen
dasar dalam berwirausaha. Creating, membuat sebuah kreatifitas, inovasi, dan variasi baru.
Evaluating, mengevaluasi atau mengkoreksi setiap kegiatan wirausaha guna memperbaiki
kekurangan yang ada dan meningkatkan kekuatan yang menjadi cri khas dari sebuah
wirausaha. Analyzing, mengenalisis semua peluang yang ada kemudian memberikan
penilaian baik atau tidak kemudian hasil dari penilaian tersebut membuat sebuah inovasi
baru.
Wirausaha sejati atau socio-preneur ini dapat diperoleh dengan cara menyiapkan
rencana bisnis yang matang serta dijalankan. Pondasi kuat untuk menciptakan wirausaha
sejati yaitu dengan adanya visi. Visi merupakan tujuan kita dalam berwirausaha dalam
waktu yang cukup lama. Dengan adanya visi atau tujuan nantinya akan muncul tantangan
tantangan untuk mencapai tujuan tersebut. Agar visi dapat tercapai maka kita hanya perlu
menjawab tantangan tantangan tersebut dengan kesiapan dan kesempatan yang ada.
Diperolehnya wirausaha sejati atau socio-preneur dengan merencanakan misi. Misi
disini mengandung arti alasan seberapa pentingnya berwirausaha. Cara berikutnya yaitu
merencanakan nilai atau pedoman untuk menjalankan wirausaha. Setelah nilai terbentuk
maka akan terciptanya perbaikan dalam hal prilaku sehingga memiliki prilaku yang sama.
Dari ketiga cara yang tadi yaitu merencanakan visi, misi dan nilai atau pedoman,
sehingga akan terwujud sebuah tata nilai sosial (social values). Membuat rencana tata nilai

sosial (social values) disini artinya membangun atau membuat sesuatu yang nantinya
menjadi manfaat bagi orang banyak. Seperti contoh, mengadakan pelatihan kepada para
pengrajin guna meningkatkan keterampilan mereka.
Pertanyaannya, kenapa kita harus menjadi seorang socio preneur? Sebuah riset
dari dikti yang menyebutkan bahwa jumlah penduduk Indonesia usia kuliah yang
berkesempatan kuliah hanya 20%, persaingan wirausaha pada 2015 akan lebih ketat karena
munculnya AFTA 2015, free mium facilities artinya fasilitas premium yang free sehingga
seharusnya fasilitas yang gratis seperti itu dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk
menjadi socio preneur. Sebenarnya masih banyak jawaban yang bisa menjawab
pertanyaan di atas.
Socio preneur dapat digambarkan dengan sebuah jembatan yang menghubungkan
pulau kecil dengan pulau besar. Pulau kecil tersebut ibarat kesuksesan akan meraih
keuntungan disisi lain pulau besar tersebut ibarat bukan sukses dari sekedar mencari
keuntungan semata tetapi ada yang lebih penting yaitu dapat bermanfaat bagi orang lain.