Anda di halaman 1dari 4

Review Peristiwa Kemudian

Review peristiwa kemudian dilakukan auditor untuk menentukan apakah terdapat


transaksi atau Peristiwa yang muncul setelah tanggal neraca yang mempengaruhi penyajian
dan pengungkapan pada laporan periode berjalan.Prosedur audit ini disyaratkan di PSA 46
(SA 560).Tanggung jawab auditor atas review Peristiwa setelah tanggal neraca biasanya
terbatas pada periode awal, yaitu pada tanggal neraca dan berakhir pada tanggal laporan
auditor. Oleh karena tanggal laporan auditor merupakan saat penyelesaian prosedur audit
yang penting di kantor klien, maka review Peristiwa setelah tanggal neraca harus diselesaikan
mendekati akhir audit.
Tanggal neraca

Tanggal laporan audit

31-12-07

11-03-08

Periode review

Tanggal penerbitan LK
26-03-08

periode memproses LK

Gambar 1.Periode yang tercakup dalam review peristiwa kemudian.


Dari gambar di atas, auditor bertanggung jawab untuk menelaah Peristiwa setelah
tanggal neraca yang terjadi antara 31-12-07 dan 11-03-08, tetapi tidak melebihi tanggal
laporan audit. Kebanyakan proses audit pada Peristiwa setelah tanggal neraca dilakukan
mendekati tanggal laporan audit.
Jenis-Jenis Peristiwa Kemudian
Peristiwa kemudian yang harus dipertimbangkan oleh manajemen dan dievaluasi oleh
auditor yaitu:
1. Peristiwa yang berdampak langsung pada Laporan Keuangan dan membutuhkan
penyesuaian.
Beberapa Peristiwa setelah tanggal neraca memberikan informasi tambahan kepada
manajemen agar dapat menentukan penyajian dan pengungkapan yang wajar atas saldo akun
pada tanggal neraca. Informasi ini membantu auditor dalam melakukan verifikasi saldo.
Peristiwa Kemudian seperti berikut ini, memerlukan penyesuaian atas saldo akun pada
laporan keuangan tahun berjalan jika jumlahnya material:
a) Pernyataan kebangkrutan oleh pelanggan atas saldo piutang dagang yang beredar karena
kondisi keuangan pelanggan memburuk.
b) Penetapan proses litigasi pada nilai yang berbeda dengan nilai yang ditetapkan pada
pembukuan.
c) Penghentian aset tetap yang tidak digunakan dalam operasi pada nilai di bawah nilai
buku.
d) Penjualan investasi pada harga di bawah harga perolehan.

Auditor harus memisahkan antara kondisi pada tanggal neraca dan kondisi setelah
akhir tahun. Informasi setelah tanggal neraca tidak boleh dimasukkan dalam laporan jika
keadaan yang menyebabkan perubahan nilai terjadi setelah akhir tahun.
2. Peristiwa yang tidak berdampak langsung pada Laporan Keuangan, tetapi memerlukan
pengungkapan.
Peristiwa ini memberikan bukti dari kondisi yang tidak ada pada tanggal neraca yang
dilaporkan, tetapi sangat signifikan sehingga memerlukan pengungkapan meskipun tidak
memerlukan penyesuaian akun.Akun ini biasanya diungkapkan dengan catatan kaki, tetapi
terkadang bisa cukup signifikan sehingga memerlukan pengungkapan pada laporan keuangan
tambahan (supplemental financial statements) yang memasukkan dampak peristiwa seolaholah peristiwa tersebut muncul pada tanggal neraca.
Peristiwa atau transaksi yang terjadi setelah tanggal neraca yang memerlukan
pengungkapan, bukan penyesuaian dalam laporan keuangan, meliputi:
a) Penurunan nilai pasar atas sekuritas milik perusahaan untuk investasi sementara atau
untuk dijual kembali
b) Penerbitan obligasi atau sekuritas ekuitas
c) Penurunan nilai pasar atas persediaan sebagai dampak dari tindakan pemerintah yang
membatasi penjualan produk
d) Kerugian persediaan yang tidak diasuransikan akibat kebakaran
e) Penggabungan usaha atau akuisisi.
Auditor perusahaan publik dapat juga mengidentifikasi Peristiwa yang berhubungan
dengan pengendalian internal atas laporan keuangan yang muncul setelah tanggal neraca. Jika
auditor menentukan bahwa peristiwa setelah tanggal neraca ini berdampak material pada
pengendalian internal atas laporan keuangan perusahaan, maka laporan auditor harus
memasukkan paragraph penjelasan, baik yang menjelaskan peristiwa dan dampaknya atau
pun yang langsung mengarahkan pembaca kepada pengungkapan laporan manajemen dalam
pengendalian internal berikut dampaknya.
Pengujian Audit
Prosedur audit untuk Review Peristiwa setelah tanggal neraca terbagi dalam dua
kategori yaitu:
1. Prosedur yang biasanya terintegrasi sebagai bagian dari verifikasi saldo akun akhir tahun.
Kategori ini meliputi pengujian pisah batas dan penilaian yang dilakukan sebagai
bagian dari pengujian rincian saldo. Misalnya auditor memeriksa transaksi penjualan dan
pembelian setelah tanggal neraca untuk menentukan apakah pisah batasnya akurat. Auditor
juga menguji tertagihnya piutang dagang dengan menelaah penerimaan kas periode setelah
tanggal neraca untuk mengevaluasi penilaian penyisihan piutang tidak tertagih.
2. Prosedur yang dilakukan khususnya untuk menemukan peristiwa atau transaksi yang harus
diakui sebagai peristiwa setelah tanggal neraca.
Pengujian ini dilakukan secara khusus. Pengujian tersebut meliputi:

a)
b)
c)
d)
e)
f)

Tanya Jawab dengan Manajemen


Koresondensi dengan Pengacara.
Review atas Laporan Internal yang Dibuat setelah Tanggal Neraca.
Review atas Pencatatan yang Dibuat setelah Tanggal Neraca.
Pemeriksaan Notulensi Pertemuan Dewan Direksi setelah Tanggal Neraca.
Permintaan Surat Representasi.

Penetapan Tanggal Ganda


Kadang auditor menentukan bahwa peristiwa kemudian yang mempengaruhi laporan
keuangan periode berjalan terjadi setelah pekerjaan lapangan selesai, tetapi sebelum laporan
audit diterbitkan. Dalam situasi ini, PSA 43 (SA 530) mensyaratkan auditor untuk
memperluas pengujian audit pada Peristiwa setelah tanggal neraca yang baru ditemukan
untuk memastikan hal itu sudah diungkapkan. Auditor memiliki dua pilihan atas perluasan
pengujian Peristiwa setelah tanggal neraca, yaitu:
1. Memperluas seluruh Peristiwa setelah tanggal neraca ke batas tanggal yang baru.
2. Membatasi review Peristiwa setelah tanggal neraca sehubungan dengan Peristiwa baru
setelah tanggal neraca.
Akumulasi Bukti Akhir
Auditor mempunyai beberapa tanggung jawab akumulasi akhir yang dapat diterapkan
untuk seluruh siklus lain disamping penelitian atas kewajiban kontijensi dan menelaah
peristiwa kemudian. Pengumpulan bukti akhir dapat dilakukan melalui 5 jenis berikut,
diantaranya :
1. Melakukan Prosedur Analitis Akhir
Saat melakukan prosedur analitis selama tahap review akhir, yang disyaratkan dalam
standar audit, rekanan biasanya membaca laporan keuangan, termasuk penjelasan tambahan
dan mempertimbangkan hal berikut:
a) Kecukupan bukti yang dikumpulkan atas saldo akun yang tidak lazim atau tidak
diharapkan atau hubungan yang teridentifikasi selama perencanaan atau selama
pelaksanaan audit.
b) Saldo akun yang tidak lazim atau tidak diharapkan atau hubungan yang tidak
teridentifikasi sebelumnya.
Hasil dari prosedur analitis akhir bisa jadi mengindikasikan bahwa bukti audit
tambahan dibutuhkan.
2. Mengevaluasi Asumsi Kelangsungan Usaha
PSA 30 (SA 341) mensyaratkan auditor untuk mengevaluasi bila ada keraguan yang
substansial mengenai kemampuan klien dalam melanjutkan usaha, setidaknya dalam waktu
satu tahun atau lebih setelah tanggal neraca.

3. Memperoleh Surat Representasi Manajemen


PSA 17 (SA 333) mensyaratkan auditor untuk memperoleh surat representasi yang
mendokumentasikan representasi penting bagi manajemen yang dibuat selama audit.
Penolakan klien untuk membuat dan menandatangani surat tersebut berakibat pada
munculnya opini dengan pengecualian. Ada tiga tujuan surat representasi klien tersebut,
yaitu:
1) Menekankan kepada manajemen bahwa mereka bertanggung jawab atas penilaian laporan
keuangan.
2) Mengingatkan manajemen atas potensi salah saji atau hal yang tidak dimasukkan dalam
laporan keuangan.
3) Mendokumentasikan jawaban dari manajemen atas tanya jawab mengenai berbagai spek
dalam audit.
SA 333 menyebutkan empat kategori penting yang perlu dimasukkan. Keempat
kategori adalah sebagai berikut:
c) Laporan keuangan
d) Kelengkapan informasi
e) Pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan
f) Peristiwa setelah tanggal neraca
4. Mempertimbangkan Informasi yang Menyertai Laporan Keuangan Dasar
Auditor harus jelas memisahkan audit dan tanggung jawab pelaporan atas laporan
keuangan utama dan untuk informasi tambahan. Biasanya, auditor tidak melakukan audit
terperinci yang memadai untuk memberikan opini atas informasi tambahan, tetapi dalam
kondisi tertentu auditor dapat saja mengandalkan bahwa informasi tersebut disajikan dengan
wajar. Standar pelaporan profesi mensyaratkan auditor untuk membuat pernyataan yang jelas
mengenai tingkat tanggung jawab yang diambil atas informasi tambahan ini. Dua jenis opini
yang diperbolehkan: opini positif yang mengindikasikan tingkat kepastian tinggi atau tidak
memberikan pendapat yang mengindikasikan tidak ada keyakinan.
5. Membaca Informasi Lain Dalam laporan Tahunan
PSA 44 (SA 550) mensyaratkan auditor untuk membaca informasi lain yang
dimasukkan dalam laporan tahunan mengenai laporan keuangan. SA 550 hanya berkaitan
dengan informasi yang bukan bagian dari laporan keuangan, tetapi diterbitkan bersama
dengan laporan ini. Misalnya, surat direktur dan penjelasan atas aktivitas perusahaan yang
dimasukkan dalam laporan tahunan untuk hampir seluruh perusahaan publik. Jika auditor
menyimpulkan bahwa ada ketidakkonsistenan yang material, maka ia harus meminta klien
untuk mengubah informasi tersebut. Jika klien menolak, dan hal ini tidak biasa, maka auditor
akan memasukkan paragraf penjelasan dalam laporan audit atau mengundurkan diri.