Anda di halaman 1dari 5

Sketsa Alat

Data Pengamatan

Gambar

Keterangan
Air yang dipanaskan dalam tungku
pemanas. Suhu Fluida panas ini sekitar
50-55 0C.

Bak penampung Fluida Dingin

Rotameter Fluida Dingin

Rotameter Fluida Panas

Pelat-pelat Penukar Panas

Seperangkat Alat Plate Heat Exchanger

Pembahasan

Pada praktikum ini dilakukan percobaan perpindahan panas dengan menggunakan alat
Plate heat exchanger (Penukar panas pelat). Alat penukar panas pelat ini merupakan

alat perpindahan panas sistem tidak langsung (indirect heat exchanger) karena kedua

fluida tidak dikontakkan secara langsung.


Plate Heat Exchanger adalah salah satu alat penukar panas dengan media penghantar
panasnya (konduktor) berupa piringan yang bergerigi dan memunyai jalur aliran air
dingin dan air panas masing-masing. Plate ini memiliki luas 0,0525 m2 dengan jumlah
plate sebanyak 25 keping dalam satu alat. Kepingan ini selain berfungsi sebagai
penghantar panas, juga untuk memperluas permukaan kontak antara air dingin dan air
panas. Sehingga, panas dapat berpindah lebih efektif lagi. Alat ini terdiri dari pompa
air dingin, pompa air panas, termometer di setiap saluran keluar masuknya air panas
dan dingin, serta plate heat exchanger itu sendiri. Pada plate heat exchanger,
perpindahan panas terjadi secara konduksi konveksi dan aliran dikontakan secara
counter current. Perpindahan panas pada PHE dapat terjadi akibat adanya driving
force berupa perbedaan suhu antara fluida panas dan fluida dingin. Selain itu laju alir
dari setiap fluida sangat berpengaruh karena laju alir fluida akan berpengaruh pada

besar Q yang akan dilepaskan atau diterima pada saat terjadi kontak.
Percobaan dilakukan dengan 4 variasi laju alir dingin, laju alir panas tetap dan 2
metode perhitungan (empiris dan neraca energi). Pada variasi pertama yaitu laju alir
fluida panas tetap sebesar 442,8 L/h dan laju alir fluida dingin 244,8 L/h, variasi
kedua yaitu laju alir fluida panas tetap sebesar 442,8 L/h dan laju alir fluida dingin
345,6 L/h, variasi ketiga yaitu laju alir fluida panas tetap sebesar 442,8 L/h dan laju
alir fluida dingin 482,4 L/h dan variasi terakhir yaitu laju alir fluida panas tetap

sebesar 442,8 L/h dan laju alir fluida dingin 615,6 L/h.
Dari grafik hasil percobaan terlihat bahwa Nilai koefisien pindah panas keseluruhan
(U) semakin besar laju alir maka nilai U akan semakin besar. Hal ini sesuai dengan
teori bahwa semakin besar laju alir maka nilai koefisien pindah panas (U) semakin
besar. Nilai koefisien pindah panas keseluruhan (U) diperoleh dari perhitungan
empiris dan neraca energi. Karena metoda perhitungan diantara dua cara tersebut
menggunakan parameter yang berbeda, hal ini dapat mempengaruhi nilai perhitungan
yang tidak sama dan mungkin cukup jauh.
Dari grafik terlihat bahwa nilai efisiensi fluktuatif. Berdasarkan teori semakin besar
laju alir maka semakin kecil efisiensinya karena kontak perpindahan panas yang
terjadi semakin sebentar, sehingga perpindahan kalor semakin sedikit atau dengan
kata lain nilai efisiensi yang didapat semakin kecil. Namun, pada data yang terakhir
terjadi peningkatan efisiensi.

KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang didapatkan dari praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Konsep perpindahan panas yang terjadi pada Plate Heat Exchanger (PHE) bahwa
perpindahan panas akan terjadi pada fluida panas ke fluida dingin melewati sebuah
plate. Perhitungan perpindahan panas dihitung secara konveksi dari fluida panas ke
plate, konduksi pada sebuah plate, dan konveksi dari plate ke fluida dingin.
2. Berdasarkan grafik antara koefisien perpindahan panas (U) terhada laju alir fluida
diperoleh pengaruh laju alir terhadap nilai koefisien perpindahan panas (U) semakin
besar laju alir fluida (panas atau dingin) maka nilai koefisien perpindahan panas (U)
semakin besar.
3. Nilai koefisien perpindahan panas berdasarkan perhitungan neraca energi dan empiris
Laju air
panas
(L/Jam)
442,8
442,8
442,8
442,8

Laju air
dingin
(L/Jam)
244,8
345,6
442,8
615,6

U
(Neraca Energi)

U (Empiris)

7,774
8,678
8,61
9,964

274,66
349,42
504,8
448,93

4. Efisiensi kalor yang dilepas fluida panas terhadap kalor yang diterima fluida dingin
Laju air
panas
(L/Jam)
442,8
442,8
442,8
442,8

Laju air
dingin
(L/Jam)
244,8
345,6
442,8
615,6

(efisiensi)
(%)
92,69
58,87
54,72
69,66