Anda di halaman 1dari 6

Kelalaian ODHA

HIV / AIDS adalah penyakit yang sangat ditakuti oleh semua lapisan masyarakat.
Tak jarang ODHA ( orang dengan HIV / AIDS ) yang dijauhi karena takut tertular. HIV (Human
Immunodeficiency Virus itu sendiri adalah virus yang menyerang system kekebalan tubuh
manusia tepatnya pada sel limposit T-helper (CD4). Sel limposit T-helper (CD4) ini berfungsi
untuk memberikan informasi kepada otak sehingga tidak ada rangsangan pada tubuh untuk
mengahasilkan sel limposit T lainnya yang digunakan sebagai system kekebalan tubuh. Selain
itu, CD4 dibajak dan digunakan sebagai pabrik untuk membuat virus baru dalam jumlah besar.
Virus yang baru ini kemudian menyerang sel CD4 lain, dan semakin lama jumlah sel CD4 yang
sehat semakin berkurang. Maka dari itu akan semakin mudah virus dan bakteri lain untuk masuk
serta menginfeksi tubuh kemudian menyebabkan penyakit. Kumpulan dari penyakit itulah yang
kita sebut dengan AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syindrome). Dari HIV menjadi AIDS
diperlukan waktu 3-10 tahun. penyakit HIV dapat dideteksi jika jumlah CD4 dalam tubuh
<200/mm3 atau di bawah 14%, atau jika terkena satu macam atau lebih infeksi oportunistik
Di Indonesia pertahunnya terjadi peningkatan ODHA. Pengobatan untuk ODHA ini
sendiri dengan jalan terapi ARV ( Anti Retroviral Virus ). Oleh karena harga dari obat ini
sangatlah mahal. Pemerintah Indonesia memberikan subsidi untuk pembelian obat ini. Sehingga
ODHA dapat membeli obat ini. Obat ini dapat diperoleh di klinik VCT.
Obat ARV ini tidak dapat membunuh virus itu, namun dapat memperlambat
pertumbuhan virus, waktu pertumbuhan virus diperlambat, begitu juga penyakit HIV.

Tujuan

utama terapi antiretrovirus adalah penekanan secara maksimum dan berkelanjutan terhadap
jumlah virus, pemulihan atau pemeliharaan fungsi imunologik, perbaikan kualitas hidup, dan
pengurangan kematian akibat HIV.

Obat ini bekerja dengan jalan meningkatkan CD4 dalam

tubuh dan menekan virus tersebut.


Di Amerika Serikat (2001), US Food and Drug Administration (FDA) telah
menyetujui tiga golongan obat untuk infeksi HIV :
a.

nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NRTI)

b. non nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NNRTI)


c.

inhibitor protease (PI)

NRTI menghambat enzim DNA polymerase dependen RNA HIV (reverse


transcriptase) dan menghentikan pertumbuhan untai DNA. Mengkonsumsi obat pada waktu
yang tepat, dengan dosis yang tepat dan dengan cara yang tepat merupakan faktor penting dalam
keberhasilan pengobatan antiretroviral. Agar obat bekerja dengan baik, harus dikonsumsi dengan
semestinya. Inilah yang menyebabkan gagalnya terapi ARV ini sendiri sehingga banyak ODHA
yang mengalami kematian.
Kurangnya kepatuhan terhadap ARV sering merupakan kegagalan pengobatan karena
banyaknya obat yang harus dikonsumsi (8 sampai 9 jenis obat sehari) dengan waktu khusus dan
keadaan-keadaan misalnya kecanduan obat dan tidak memiliki rumah. Selain itu ada faktor lain
yang menyebabkan ketidak patuhan ODHA dalam mengkonsumsi obat ARV
Faktor yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan
Faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan antara lain :
a.

Pemahaman tentang intruksi

Tak seorang pun dapat mematuhi intruksi jika ia salah paham tentang intruksi yang diberikan
kepadanya.
b. Kualitas Interaksi
Kualitas interaksi antara professional kesehatan dan pasien merupakan bagian yang penting
dalam menentukan derajat kepatuhan.
c.

Isolasi sosial dan keluarga

Keluarga dapat menjadi factor yang sangat berpengaruh dalam menentukan keyakinan dan nilai
kesehatan individu serta juga dapat menentukan tentang program pengobatan yang dapat mereka
terima.
d. Keyakinan, sikap dan kepribadian

Keyakinan yang kuat untuk hidup sehat merupakan hal yang penting juga, jika tidak ada
keyakinan untuk sehat maka sikap dan kepribadiannya pun tidak mencerminkan sikap yang ingin
sehat, selain itu keyakinan bisa diibaratkan sebagai sugesti yang kuat bagi tubuh kita.
Faktor yang Berhubungan dengan Ketidakpatuhan
Lima faktor yang perlu diperhatikan untuk menghindari ketidakpatuhan pasien adalah :
a.

Penyakit pasien

b.

Individu pasien

c.

Sikap dokter

d.

Obat yang diberikan

e.

Lingkungan pengobatan

Akibat Ketidakpatuhan
Ketidakpatuhan dapat memberikan akibat pada program terapi yang sedang dijalankan,
diantaranya :
a.

Bertambah parahnya penyakit atau penyakit cepat kambuh lagi

b.

Terjadinya resistensi

c.

keracunan

Strategi untuk Meningkatkan Kepatuhan


Menurut Smet (1994) dalam Niven (2000:15) berbagai strategi telah dicoba untuk meningkatkan
kepatuhan adalah :
a.

Dukungan profesional kesehatan

Dukungan professional kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan, contoh


yang paling sederhana dalam hal dukungan tersebut adalah dengan adanya teknik komunikasi.
Komunikasi memegang peranan penting karena komunikasi yang baik diberikan oleh
professional kesehatan baik dokter/perawat dapat menanamkan ketaatan bagi pasien.
b. Dukungan sosial

Dukungan social yang dimaksud adalah keluarga. Para professional kesehatan yang dapat
meyakinkan keluarga pasien untuk menunjang peningkatan kesehatan pasien maka
ketidakpatuhan dapat dikurangi.
c.

Perilaku sehat

Modifikasi perilaku sehat sangat diperlukan. Untuk pasien dengan hipertensi diantaranya adalah
tentang bagaimana cara untuk menghindari dari komplikasi lebih lanjut apabila sudah menderita
hipertensi. Modifikasi gaya hidup dan control secara teratur atau minum obat anti hipertensi
sangat perlu bagi pasien hipertensi.
d. Pemberian informasi
Pemberian informasi yang jelas pada pasien dan keluarga mengenai penyakit yang dideritanya
serta cara pengobatannya.

DAFTAR PUSTAKA
Ijchy, riezal.2013. Kepatuhan ODHAKEBERHASILAN TERAPI ANTIRETROVIRAL
(ARV) DI LANTERA MINANGKABAU SUPPORT PADANG TAHUN 2011.
[online].tersedia : http://riezal-ijchy.blogspot.com/2012/04/kepatuhanodha-dengan-keberhasilan.html.[diakses 13 April 2015. 21.14]
Spiritia.2009.Pengobatan Untuk AIDS.[online].tersedia :
http://spiritia.or.id/cst/bacacst.php?artno=1004.[diakses 13 April
2015.21.01]

PROMOSI KESEHATAN
KELALAIAN ODHA

Oleh:
PUTU RINA WIDHIASIH
P07134014002

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
2015