Anda di halaman 1dari 9

Audit Investigatif PT ABC

(Tugas Akhir Kelompok)


Dosen Pengampu: Nurlita Novianti, MSA.,Ak.

Nama:
Akhmad Nurhadi Putranto
Anisa Ayu Kharismasari

Pendidikan Profesi Akuntansi


Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Brawijaya
2014

Audit Investigatif PT ABC


Informasi Awal
Pada bulan maret 2010, pimpinan PT ABC merasakan ada ketidakberesan dengan
keuangan yang ada di PT ABC, hal ini salah satunya disinyalir dari laporan Eriana pegawai
yang resign pada bulan Maret 2008 yang sampai sekrang belum menerima tunjangan
koperasi yang berasal dari iuran wajib pegawai. Padahal berdasarkan perjanjian ketika
karyawan resign, perusahaan akan membayarkan iuran wajib pegawai mulai pegawai masuk
sampai resign.
Penelahaan Informasi
Berdasar informasi awal diatas maka ada indikasi ada sesuatu yang tidak sesuai dan
diyakinkan secara tidak memadai di PT ABC. Maka dari itu selanjutnya pengumpulan
informasi tambahan sebagai berikut:

Informasi Tambahan
Seluruh pegawai yang ada di perusahaan ini juga merupakan anggota Koperasi.
Koperasi ini merupakan salah satu lini bisnis yang dimiliki oleh PT ABC, namun
pengelolaannya menggunakan satu payung. Setiap pegawai menerima gaji dari perusahaan
bersih setelah dipotong dari beberapa potongan terkait koperasi dan lainnya setiap bulan pada
tanggal 1. Penghitungan gaji dan beberapa tunjangan karyawan lainnya setiap bulan termasuk
potongan Koperasi dilakukan oleh Staf Keuangan (Indah Rosidah) yang disetujui oleh
Manager Keuangan (Indah S. Wahyuni). Indah rosidah adalah staf keuangan lulusan D3
Akuntansi yang sangat periang namun akhir-akhir ini mengalami permasalahan keluarga dan
bercerai dengan suaminya, sedangkan Indah S. wahyuni adalah manager keuangan lulusan S1
Hukum yang memiliki gaya hidup yang mewah. Selain itu, Koperasi juga memiliki staf
administrasi yang juga khusus menangani penghitungan simpanan wajib maupun sukarela
dan pinjaman anggota. Staf administrasi tersebut bernama Asep Ridwan. Asep Ridwan adalah
staf administrasi lulusan D3 Administrasi Bisnis yang sangat pendiam dan selalu bersikap
sopan, namun baru-baru ini diketahui bahwa Asep Ridwan ternyata pernah melakukan
tindakan lapping di perusahaan tempat sebelumnya dia bekerja. Selanjutnya manager
keuangan (Indah S. Wahyuni) yang menjabat sebagai Pimpinan Koperasi bertugas
mengotorisasi daftar yang dibuat oleh Asep Ridwan tersebut.

PROGRAM AUDIT
Tujuan Pemeriksaan
1. Untuk menjamin keamanan seluruh aset perusahaan PT ABC
2. Untuk meyakinkan bahwa sistem pengendalian internal pengelolaan dana PT ABC telah
berjalan dengan efektif
3. Untuk meyakinkan bahwa penggunaan dana telah dialokasikan sesuai dengan ketentuan
yang ditetapkan perusahaan PT ABC
4. Untuk menilai efisiensi dan efektifitas kinerja keuangan PT ABC.
5. Untuk dijadikan dasar dalam pengendalian keuangan perusahaan PT ABC secara
keseluruhan.
6. Untuk menentukan dan menemukan indikasi terjadinya fraud di PT ABC.
Prosedur Pemeriksaan
1. Mempelajari serta mengevaluasi internal control atas proses bisnis perusahaan PT
ABC
2. Meminta keseluruhan Laporan Keuangan perusahaan PT ABC khususnya lini bisnis
koperasi
- Untuk periode yang diperiksa
- Periode sebelumnya
- Data dari pihak ketiga (bank, investor, kreditor, shareholder)
- Melakukan analytical review procedures dan perbandingan antar sumber data.
3. Melakukan analisis proporsional (common size) masing-masing alokasi pengeluaran
terhadap total penerimaan
4. Melakukan sampling terhadap pengeluaran dan penerimaan dana yang signifikan
disertai pengumpulan semua bukti
5. Meminta mutasi atas seluruh penggunaan dana dan keseluruhan transaksi
6. Melakukan koreksi yang diperlukan atas keseluruhan transaksi yang terjadi
7. Melakukan konfirmasi dan diskusi dengan pihak audit internal dan auditor eksternal
8. Wawancara dengan pihak yang dicurigai dan diduga sebagai fraudster.
9. Menentukan dan memaparkan adanya kronologi penyimpangan.
10. Membuat kesimpulan atas laporan audit investigasi serta memberikan rekomendasi
yang bisa diberikan

LEMBAR KERJA KONFIRMASI


1. Jenis Kegiatan
2. Perusahaan

Audit Investigatif
PT ABC

3. Uraian Kegiatan
a. Tujuan

1. Untuk menjamin keamanan seluruh aset perusahaan PT


ABC
2. Untuk meyakinkan bahwa sistem pengendalian internal
pengelolaan dana PT ABC telah berjalan dengan efektif
3. Untuk meyakinkan bahwa penggunaan dana telah
dialokasikan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan
perusahaan PT ABC
4. Untuk menilai efisiensi dan efektifitas kinerja
keuangan PT ABC.
5. Untuk dijadikan dasar dalam pengendalian keuangan
perusahaan PT ABC secara keseluruhan.
6. Untuk menentukan dan menemukan indikasi terjadinya
fraud di PT ABC.
1. Wawancara dengan pimpinan unit dan beberapa staf
terkait dengan sistem pengendalian dan pengelolaan
dana
2. Observasi, review dan analisis atas Laporan Keuangan

b. Prosedur

a.
b.

Temuan symptom of fraud


Temuan indikasi pelaku
fraudster

c. Output

c.

4. Data-data yang diperlukan

: a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Uraian tugas masing-masing bagian.


Bagan Organisasi.
Pedoman kebijakan, aturan, dan prosedur operasional.
Anggaran.
Buku catatan keuangan
Laporan keuangan/penggunaan dana.
Bukti-bukti transaksi laporan keuangan.

5. Tim Pelaksana

Tim Audit

6. Waktu Pelaksanaan

April-Juni 2010

Dibuat oleh : Tim


Audit

Disetujui Oleh : PT
ABC

Red flags/Symptomps of Fraud


Anomali akuntansi
Perlu digarisbawahi adalah bagaimana sumber daya manusia yang ada di PT ABC khususnya
bagaimana metode rekrutmen serta pemilihan tugas dan jabatan yang ada di PT ABC antara
lain ketidak cocokkan antara skill dan jabatan yang dimiliki. Misalnya Indah S. Wahyuni
yang lulusan sarjana Hukum bisa menjadi Manajer Keuangan berarti latar belakan pendidikan
yang bersangkutan kurang bisa memadahi tugasnya yang sekarang. Selain itu staf
administrasi Asep Ridwan yang memiliki pengalaman latar belakang kurang baik di
perusahaan sebelumnya dia bekerja tetapi tetap di rekrut sebagai pegawai di PT ABC. Selain
itu Laporan yang disediakan baik daftar karyawan, daftar tunjangan sampai daftar gaji bila
dihubungkan dengan sistem informasi akuntansi dari segi input proses output kurang bisa
dipertanggungjawabkan dan kurang informatif dan bisa dinilai kurang kevalidan data.
Evaluasi Sistem Pengendalian Internal
Dari informasi yang telah didapat bisa didapat bahwa sistem pengendalian internal di PT
ABC cukup lemah bagaimana bisa pengelolaan berbagai lini bisnis di PT ABC dilakukan satu
payung/satu pintu atau sangat tersentral pada satu orang tanpa ada pengawasan atau
monitoring, ini sangat memiliki resiko cukup tinggi dan rawan sekali menjadi
celah/kesempatan untuk berbuat kecurangan
Anomali analytis
Selain kurang di update database karyawan yang bisa menimbulkan karyawan fiktif, banyak
temuan antara lain salah perhitungan dan salah alokasi dalam daftar yang disiapkan oleh staf
administrasi maupun staf keuangan antara lain temuan yang ada:
-

Di daftar database karyawan pegawai bernama Nurrachman dengan NIK 302052


tercatat T0 tetapi saat di daftar gaji yang disiapkan tahun 2008 tercatat K0 sehingga

gajinya bertambah karena mendapat 55.000 dari family allowance


Sama juga dengan karyawan atas nama Indah Rosidah sebagai staf keuangan dengan
NIK 307152 di database karyawan tercatat K0 tetapi di daftar gaji karyawan tercatat
K1 sehingga pendapatannya bertambaha karena mendapat 92.500 dari family
allowance.

Dalam database karyawan berjumlah 20 pegawai tetapi di dalam daftar gaji yang
disiapkan Asep Ridwan sebagai staf administrasi tercatat berjumlah 21 pegawai, ada
pegawai fiktif atas nama Sri Wahyuningsih dengan NIK 303229

Gaya Hidup (Life style)


Indah S. Wahyuni sebagai manager keuangan yang memiliki gaya hidup yang mewah.
Padahal ia adalah satu-satunya orang yang memiliki tugas mengotorisasi seluruh tugas
keuangan termasuk pembayaran gaji karyawan.
Perilaku Tidak Biasa
Adanya beberapa pegawai yang resign pada waktu yang hampir bersamaan. Lalu selanjutnya,
Indah Rosidah selaku Staf Keuangan sedang mengalami permasalahan keluarga dan bercerai
dengan suaminya. Selain itu Asep Ridwan sebagai Staf Administrasi pernah melakukan
tindakan lapping di perusahaan tempat sebelumnya dia bekerja.
Tips and Complain
Ada pengaduan dari salah satu pegawai atas nama Eriana yang telah resign di bulan Maret
2008 tetapi belum menerima tunjangan koperasi yang seharusnya sebagai haknya.

Ruang Lingkup Audit Investigasi


Terkait symptom of fraud dan red flags yang terjadi di PT ABC maka digunakan untuk
menentukan luasan ruang lingkup audit investigasi di PT ABC khususya di bagian lini bisnis
koperasi. Untuk selanjutnya keterbatasan audit tidak bisa mengaudit semua lini bisnis di PT
ABC karena keterbatasan informasi, data serta waktu dan tujuan pemeriksaaan.

Gambaran Sistem Pengendalian Internal di PT ABC


Struktur organisasi di PT ABC

Pemisahan fungsi

Manual report/ flow chart/dokumentasi\


Dokumen data daftar karyawan yang resign tidak semua ada tanggal resignnya. Selain itu
database karyawan dan daftar yang disiapkan oleh staf administrasi jumlahnya karyawan
berbeda, berarti ada karyawan fiktif selain data yang disiapkan hanya memberikan informasi
tentang unsur dan total pengurang gaji. Dan jumlah perhitungan yang ada di laporan dari staf
keuangan untuk daftar gaji karyawan ada beberapa salah perhitungan
Berikut gambaran flow chart rekomendasi di penggajian PT ABC
Staf Administrasi

Staf Keuangan

Manajer Keuangan

Menyiapkan
serta
pemutakhiran
daftar karyawan

Menyiapkan
daftar gaji
karyawan

Mengecek dan
mengotorisasi
gaji

Daftar Gaji
Karyawan

Daftar
Karyawan

Selesai dan
diserahkaan ke
bagian
pengeluaran kas
sampai
karyawan
menerima gaji

Daftar
Karyawan

Mencocokkan
data

Tidak maka dicek ulang


ya

Laporan
Keuangan

Daftar Total Gaji


Daftar
Total Gaji
DaftarKaryawan
Total Gajidan
Karyawan
dan
Tunjangan
Karyawan
dan
Tunjangan
Tunjangan

Kebijakan manajemen

Resiko Potensial atau Resiko Yang Mungkin Terjadi


-

Lemahnya sistem pengendalian internal sangat rawan dan beresiko menjadi kesempatan

terjadinya kecurangan
Dokumen dan laporan yang diperlukan kurang informatif beresiko memberikan
kerancuan

informasi

bagi

para

penggunananya

sehingga

kurang

bisa

dipertanggungjawabkan.
Pemisahan Fungsi yang tidak jelas beresiko penyelewengan jabatan dan job description
bisa tidak ada kejelasan tentang tugas pokok dan fungsi tiap bagian yang ada di PT

ABC.
Tidak ada kontrol dan pengawasan secara memadai dan periodik menimbulkan
mudahnya dan longgarnya seseorang bisa bertindak curang
Rekomendasi

Dengan memperkuat sistem pengendalian internal perusahaan yaitu salah satunya


dengan membentuk sebuah tim pengendali atau sebuah komite pengawasan sebagai
pengontrol keuangan sekaligus mengecek semua perihal keuangan perusahaan,
pemisahan fungsi yang jelas dengan job description yang jelas untuk pemisahan tugas
bagian otorisasi dan ada yang mengawasi/mengontrol. Selain itu diadakan secara intens

dan konsisten cash opname dan stock opname sebagai bentuk pengecekan fisik.
Pemberian sanksi terhadap berbagai macam hal kecurangan.
Kebijakan perusahaan yang membangun untuk bisa mencegah kecurangan

Kesimpulan Laporan Hasil Audit Investigatif


Tim Audit bisa menyimpulkan adanya indikasi kecurangan/fraud yang terjadi di PT
ABC utamanya disebabkan oleh lemahnya sistem pengendalian internal di PT ABC
khususnya dalam elemen aktivitas pengendalian, pengawasan (monitoring) serta penilaian
resiko (risk assessment). Indikasi terjadinya kronologi kecurangan ataupun penyelewangan
dan yang dicurigai sebagai fraudster adalah bisa didefinisikan dan diuraikan sebagai berikut:
Dalam lini bisnis koperasi di PT ABC kami bisa menyimpulkan bahwa yang terjadi adalah

termasuk kecurangan conflict of interest atau konflik kepentingan dan juga termasuk
financial statement fraud/fraudulent statement fraud. Yang dicurigai sebagai fraudster adalah
bu Indah S. Wahyuni sebagai manager keuangan selain sebagai otorisasi keuangan perusahan
dia juga sebagai pengotorisasi tunggal di Koperasi dan tidak ada pengawasan dari pihak atau
bagian yang lain, sehingga bisa terindikasi terjadi manipulasi keuangan gaji pegawai, karena
bu Indah S. Wahyuni mendapat gaji paling besar, dan dihubungkan dengan symptom fraud
yaitu gaya hidup mewah yang dimiliki bu Indah S. Wahyuni, atau bisa saja dimungkinkan bu
Indah S.Wahyuni melakukan fraud dengan bekerjasama dengan Asep Ridwan sebagai staf
administrasi dan pernah punya pengalaman melakukan fraud sebelumnya, terindikasinya juga
terlihat dari daftar gaji bahwa bu Indah S. Wahyuni mendapat uang overtime yang paling
besar Selanjutnya untuk rekomendasi yang bisa diberikan tim audit bisa menjadi
pertimbangan bagi pimpinan struktural di PT ABC untuk bisa mem-follow up atau
menindaklanjuti berbagai hal yang telah dipaparkan sebelumnya mengenai kelemahan dan
resiko potensial yang terjadi dan sekaligus menjadi evaluasi untuk periode selanjutnya.