Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pariwisata sebagai indusri terbesar di dunia, tidak ada yang meragukan
lagi. Penelitian yang dilakukan oleh World Tourism Organizatioan (WTO)
menunjukkan kecenderungan permintaan terhadap pariwisata akan terus
meningkat. Permintaan (demand) terhadap pariwisata harus dipenuhi melalui
penyediaan destinasi oleh negara-negara sebagai tujuan wisata di dunia jika ingin
merasakan keuntungan yang optimal dari pariwisata. Namun tidak dapat
dilupakan bahwa permintaan dalam pariwisata tersebut sangat sensitif dengan
citra (image) suatu negara yang dijadikan sebagai negara tujuan wisata. Indonesia
sebagai salah satu negara tujuan wisata internasional, menerima kunjungan wisata
sebesar 6.323.730 wisatawan pada tahun 2009 (Anonim, 2010). Walaupun secara
global terjadi penurunan jumlah wisatawan sebesar 4,2 persen dari tahun
sebelumnya , akibat terjadinya krisis keuangan dan resesi ekonomi di negaranegara Eropa dan Amerika Serikat, namun Indonesia mengalami peningkatan
sebesar 1,4

persen. Indonesia jika dilihat dari tingkat persaingannya, masih

harus bekerja keras dalam mengembangkan kepariwisataannya. dalam persaingan


industri perjalanan dan pariwisata, Indonesia masih berada pada peringkat 81 dari
133 negara, dan berada pada peringkat 15 dari 25 negara wilayah Asia-Pasifik,
serta berada pada peringkat 5 di Asia Tenggara. Negara-negara pesaing dalam
pemasaran kepariwisataan Indonesia seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand,
telah menempati peringkat yang cukup jauh jika dibandingkan dengan Indonesia.
Sebaliknya, dinyatakan juga di dalam laporan World Economic Forum, bahwa
Indonesia masuk dalam peringkat 3 dari 133 Negara setelah Mesir dan Brunei
Page 1

Darussalam dalam hal persaingan tingat harga. Artinya jika wisatawan


berkunjung ke Indonesia, maka biaya yang dikeluarkan relatif lebih sedikit atau
lebih murah dibandingkan dengan ketika wisatawan memasuki negara lain.
Melihat perkembangan dunia pariwisata khususnya pada pariwisata
wilayah Nusa Tenggara Barat, cukup banyak lokasi wisata yang benar-benar
sangat menjanjikan. Beberapa lokasi wisata tersebut memiliki potensi yang sangat
bagus dan bahkan mungkin melebihi lokasi wisata pulau Bali. Namun untuk
menunjang itu semua maka diperlukan turutnya campur tangan dari pemerintah
daerah untuk membantu membangun kemajuan pariwisata daerah NTB. Banyak
cara yang harus dilakukan pemerintah daerah untuk memajukan lokasi wisata
tersebut, mulai dari peningkatan sarana dan prasarana, tingkat keamanan lokasi
wisata dan dengan promosi-promosi menarik terkait lokasi pariwisata.
Dewasa ini promosi yang lebih banyak digunakan

dalam

mempromosikan lokasi wisata antara lain melalui dunia maya atau dengan
mamanfaatkan situs-situs internet. Dengan menggunakan internet sebagai media
promosi, hal tersebut memberikan banyak keuntungan. Beberapa keuntungan
yang didapat dari promosi dengan dunia maya antara lain, menghemat biaya yang
dikeluarkan, menghemat waktu yang digunakan dan luas sasaran dalam promosi
dapat menjangkau wilayah yang lebih luas. Adapun media yang digunakan dapat
melalui media social seperti facebook, twitter, path, instagram ataupun line,
namun tidak sedikit pula promosi yang menggunakan web resmi yang dibuat oleh
pemerintah daerah.
Dari uraian di atas maka dilakukanlah penelitian ini dengan maksud
untuk melihat sejauh mana tingkat pengetahuan wisatawan local terhadap daerah
wisata yang terdapat di pulau Lombok dan untuk mengetahui promosi seperti apa

Page 2

yang diinginkan oleh wisatawan agar dapat lebih menarik dan memudahkan
wisatawan dalam mengunjungi web pariwisata tersebut.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka yang menjadi
pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah :
1. Apa saja yang menjadi kebutuhan Wisatawan pada sebuah situs internet
informasi wisata?
2. Bagaimanakah cara seorang wisatawan untuk memenuhi kebutuhannya
terhadap situs internet informasi wisata ?

C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan pada pokok permasalahan diatas, maka tujuan dari
penelitian Adalah untuk:
1. Untuk mengetahui kebutuhan Wisatawan pada sebuah situs internet informasi
wisata
2. Untuk mengetahui cara seorang wisatawan untuk memenuhi kebutuhannya
terhadap situs internet informasi wisata.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pariwisata
Koen Meyers (2009), pariwisata adalah aktifitas perjalanan yang
dilakukan oleh sementara waktu dari tempat tinggal semula ke daerah tujuan
dengan alasan bukan untuk menetap atau mencari nafkah melainkan hanya untuk

Page 3

memenuhi rasa ingin tahu, menghabiskan waktu senggang atau libur serta tujuantujuan lainnya.
Gamal (2002), pariwisata didefinisikan sebagai bentuk suatu proses
kepergian sementara dari seorang, lebih menuju ke tempat lain di luar tempat
tinggalnya. Dorongan kepergiannya adalah karena berbagai kepentingan ekonomi,
sosial, budaya, politik, agama, kesehatan maupun kepentingan lain.
Soekadijo (1996), pariwisata adalah gejala yang komplek dalam
masyarakat, di dalamnya terdapat hotel, objek wisata, souvenir, pramuwisata,
angkutan wisata, biro perjalanan wisata, rumah makan dan banyak lainnya.
Pariwisata merupakan salah satu industri yang mampu menyediakan
pertumbuhan ekonomi yang cepat dalam hal penyediaan lapangan kerja,
pendapatan, tarif hidup, dan dalam mengaktifkan sektor produksi lain di dalam
negara penerima wisatawan.
Menurut UU No. 9 Tahun 1990 Tentang Kepariwisataan, yang dimaksud
dengan kepariwisataan adalah sebagai berikut:
1. Wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang
dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati obyek
atau daya tarik wisata.
2. Wisatawan adalah orang yang melakukan kegiatan wisata.
3. Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk
pengusahaan obyek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang terkait
dibidang tersebut.
4. Kepariwisataan adalah

segala

sesuatu

yang

berhubungan

dengan

penyelenggaraan pariwisata.
5. Usaha pariwisata adalah kegiatan yang bertujuan menyelenggarakan
jasa.
pariwisata adalah sebuah industri hiburan, di mana orang atau sekelompok
orang mengeluarkan uang untuk mendapatkan hiburan berupa perjalanan yang
menyenangkan dan memuaskan sehingga dapat menghibur hati.
Page 4

2.2 Pemandu Wisata


(Menurut Oka A. Yoeti) Pramuwisata adalah seseorang yang memberi
penerangan, penjelasan, serta petunjuk kepada wisatawan (tourist) dan travelers
lainnya, tentang segala sesuatu yang hendak di lihat, disaksikan oleh wisatawan
yang bersangkutan, bilamana mereka berkunjung pada suatu objek, tempat atau
daerah tertentu.
Adapun tugas secara umum seorang pemandu wisata berdasarkan tempat
melaksanakan tugasnya adalah sebagai berikut (Farida, 2010):
1. Local Guide (On Site Guide)
Pemandu wisata lokal adalah seorang pemandu wisata yang menangani suatu
tur selama satu atau beberapa jam di suatu tempat yang khusus, pada suatu
atraksi wisata, atau disuatu areal yang terbatas, misalnya gedung bersejarah,
museum, taman hiburan, pabrik dan pusat riset ilmiah.
2. City Guide
City Guide adalah pemandu wisata yang bertugas membawa wisatawan dan
membberikan informasi tentang obyek obyek wisata utama disuatu kota,
biasanyan dilakukan di dalam bus atau kendaraan lainnya. Seorang City Guide
yang berumur 17 tahun melakukan tugas rangkap sekaligus sebagai
pengemudi disebut Sightseeing Guide. Atas dasar tugas secara umum
pemandu wisata tersebut, maka aplikasi yang akan dikembangkan ini sebagai
pelengkap pemandu wisata local guide.
3. Wisata Sejarah
Wisata sejarah adalah sebuah perjalanan atau kunjungan yang dilakukan baik
secara individu maupun kelompok baik itu wisatawan lokal maupun
mancanegara ke tempat-tempat yang dikaitkan dengan sejarah, peninggalan,
kenangan tentang peristiwa dan kejadian yang benar - benar terjadi pada masa
lampau, baik itu untuk tujuan belajar, nosltalgia, mengisi waktu berlibur,
ataupun yang lainnya (Nurchalis, 2011).
Page 5

Pemandu wisata memiliki peranan yang sangat penting bagi wisatawan


yaitu memberikan informasi mengenai deskripsi detail dan akses menuju lokasi
objek pariwisata. Namun untuk menggunakan jasa pemandu wisata, wisatawan
harus menyediakan biaya tambahan dan belum tentu pemandu wisata yang
mendampingi adalah pemandu wisata yang handal dalam mengetahui semua
tempat wisata dan lokasi tempat wisata yang di kunjungi dan juga tidak semua
wisatawan ingin didampingi oleh jasa para pemandu wisata.

Page 6

2.3 Teknologi Informasi Yang Dibutuhkan Oleh Wisatawan


Dengan adanya teknologi para wisatawan dengan mudah untuk
mendapatkan informasi tentang wisata. Saat ini banyak wisatawan berwisata
hanya dengan menggunakan teknologi perangkat mobile. Kemajuan terbaru dalam
teknologi internet dan mobile, dituntut untuk meningkatan akses informasi wisata
(Dickson et. al, 2009). Salah satu aplikasi mobile yang berkembang saat ini yaitu
tentang layanan berbasis lokasi dan telah menarik perhatian banyak orang di
belahan dunia ini, yang dimana layanan berbasis lokasi ini sudah banyak
menunjukkan keberhasilan yang sangat konteks yang juga relevan untuk
pariwisata.
Menurut Portolan et. al. (2011) mengintegrasikan industri perangkat
mobile dengan biro perjalanan dan pariwisata dengan sebuah layanan mobile
untuk biro perjalanan dan pariwisata sangatlah menguntungkan. Hal ini juga
dikemukakan Tzu-How et. al. (2011) dengan mengintegrasikan GPS (Global
Positioning System) dan teknik GIS (Geographic Information Systems) mobile
wisatawan dengan mudah mendapatkan informasi tentang pariwisata. sistem ini
dapat membantu wisatawan untuk mengetahui obyek wisata hanya dengan
perangkat mobile. Aplikasi ini digunakan untuk memudahkan para wisatawan
untuk mendapatkan informasi perjalanan dan mencari lokasi wisata yang terdapat
di Daerah NTB tentunya.
Aplikasi mobile yang digunakan oleh wisatawan sebagai panduan wisata
atau untuk membantu wisatawan dengan mudah memperoleh informasi seputar
pariwisata yang ingin dituju hanya dengan mengakses melalui handphone saja.
Wisatawan juga bias menggunakan perangkat mobile maps yang berpotensi
bertujuan sebagai alat bantu visual untuk wisatawan. Potensial dari peta wisata
yaitu untuk memungkinkan wisatawan untuk memahami distribusi nilai-nilai
Page 7

wisata di sebuah daerah wisata dan dengan demikian membantu para wisatawan
untuk memilih target objek wisata.
Untuk membantu para wisatawan dalam mencari tempat wisata dan lokasi
tempat wisata yang akan menjadi tujuan mereka, maka dapat dikembangkan
sebuah aplikasi perangkat mobile android yang di mana di dalam sistem ini
memiliki fitur penyedian informasi berupa objek tempat wisata, lokasi, dan rute
tempat wisata dan informasi detail yang disertai juga informasi dalam bentuk text
to speech yang menjelaskan sejarah tempat wisata tersebut. Pengembangan
metode ini adalah untuk membangun sistem yang dapat digunakan untuk
mengumpulkan waktu perjalanan dan jarak, pemilihan moda dan jenis tujuan
seakurat mungkin dan juga dengan beban yang rendah pada responden (Bohte et.
al., 2008).
Kemudian juga wisatawan bias menggunakan Google maps dalam
memperoleh informasi untuk menjadi pemandu wisata yang lebih mudah dan
gampang untuk di akses oleh wisatawan. Google maps adalah sebuah jasa peta
globe virtual gratis dan online disediakan oleh google dapat ditemukan di
http://maps.google.com. Google map menawarkan peta yang dapat diseret dan
gambar satelit untuk seluruh dunia dan juga menawarkan perencana rute dan
pencari letak bisnis di U.S., Kanada, Jepang, Hong Kong, Cina, UK, Irlandia
(hanya pusat kota) dan beberapa bagian Eropa. Google map API merupakan
aplikasi interface yang dapat diakses lewat java script agar google map dapat
ditampilkan pada halaman web yang sedang kita bangun. Untuk dapat mengakses
google map, user harus melakukan pendaftaran API Key terlebih dahulu dengan
data pendaftaran berupa nama domain web yang kita bangun.

Page 8

2.4 Cara seorang wisatawan untuk memenuhi kebutuhannya terhadap situs


internet informasi wisata
Kebutuhan Fsiologis
Menurut Maslow, kebutuhan psiologis menonjol jika kebutuhan tersebut
terus menerus tidak dapat dipenuhi. Bagi orang yang sangat kelaparan, tidak ada
kepentingan lain selain dari makanan. Mimpinya adalah makanan, ingatannya
pada makanan, pikirannya mengenai makanan, emosinya dicurahkan hanya pada
makanan, yang dirasakannya hanya makanan, dan yang diinginknnya hanya
makanan.
Contoh :
Pertama, kebutuhan Fisiologis, berikut keterangan dalam bentuk rubrik:

Page 9

Contoh perilaku
Contoh perilaku

yang dapat

wisatawan yang

dilakukan oleh

mencerminkan

pemandu wisata

kebutuhan fisiologis

untuk memenuhi

manusia.

kebutuhan

Kebutuhan
manusia
Keterangan
berdasarkan
Maslow

Kebutuhan

seperti rasa

Para wisatawan

wisatawan.
Pemandu wisata

fisiologis

lapar, haus,

membutuhkan

dapat inisiatif

(physiological)

kebutuhan

informasi yang lengkap bertanya kepada

untuk tidur,

dan detail mengenai

wisatawan

kebutuhan

kebutuhan dalam

mengenai

untuk

memilih tempat

persyaratan

metabolism

penginapan.

penginapan yang

pencernaan

akan dipilih.

(buang air

Misalnya:

kecil atau

penginapan perlu

buang air

ada fasilitas AC

besar),

dan Wi-Fi, dan

kebutuhan
Para wisatawan

sebagainya.
Pemandu wisata

membutuhkan

diharapkan

untuk
membersihka
informasi yang lengkap mengenali dengan
n diri (cuci
mengenai keterangan

baik wilayah yang

tempat makan dan

menyediakan

minum di sekitar

makan dan minum

daerah wisata.
Para wisatawan

di daerah wisata.
Pemandu wisata

membutuhkan kamar

diharapkan

mandi yang bersih

mengenali lokasi
Page 10

sebagai sarana untuk

kamar mandi yang

cuci kaki, cuci muka,

tersedia di daerah

muka, cuci
kaki, mandi).

Hal yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah berkaitan dengan


kebutuhan fisiologis yang berupa kebutuhan untuk istirahat, maka pemerintah
daerah dapat menyediakan direktori yang lengkap dan valid mengenai tempat
penginapan, berikut detail fasilitas dan harga. Pemerintah juga dapat menyediakan
informasi mengenai bahasa asing yang dikuasai oleh pemilik penginapan,
kemudian dapat juga diberi keterangan seperti penguasaan bahasa asing pemilik
penginapan mencapai level cukup atau rata-rata atau sangat bagus. Direktori yang
lengkap ini dapat berupa situs atau buku, sehingga pemandu wisata dapat
memiliki akses informasi untuk wisatawan. Hal yang berkaitan dengan kebutuhan
fisiologis berupa makan dan minum di daerah wisata, pemerintah daerah dapat
memberikan peta mengenai tempat makan dan minum yang tersedia di daerah
sekitar wisata. Keterangan tersebut dapat berupa aneka ragam menu dan harga
yang ditawarkan oleh rumah makan. Selanjutnya, hal yang dapat dilakukan oleh
pemerintah daerah berkaitan dengan kebutuhan fisiologis yang berupa kebutuhan
metabolisme pencernaan di daerah wisata adalah terjaminnya kebersihan kamar
mandi. Pemerintah perlu memastikan bahwa kamar mandi selalu bersih dan
tersedia air bersih.
Kebutuahan akan keamanan
Setelah kebutuhan tingkat pertama terpenuhi, kebutuhan akan keamanan
dan perlindungan menjadi kekuatan pendorong dibelakang individu, kebutuhan ini
jauh lebih besar dari sekedar keamanan fisik, meliputi ketertiban, satbilitas,
kebiasaan sehari-hari, keakrabatan, dan pengendalian atas kehidupan diri dari
lingkungan.
Kedua, kebutuhan perasaan aman, berikut keterangan dalam bentuk rubrik:

Page 11

Kebutuhan

Keterangan

Contoh perilaku

Contoh perilaku

manusia

wisatawan yang

yang dapat

berdasarkan

mencerminkan

dilakukan oleh

Maslow

kebutuhan manusia

pemandu wisata

akan rasa aman.

untuk memenuhi
kebutuhan

Keamanan

Kebutuhan

Para wisatawan perlu

wisatawan.
Pemandu wisata

(safety) seperti

untuk

merasa aman membawa

dapat memberi

perasaan aman.

melakukan

barang-barang

informasi kepada

hal-hal

elektronik seperti

wisatawan apa

penting, juga

mobile phone, tablet,

sajakah yang

kebutuhan

kamera digital dalam

diperbolehkan

untuk

merekam beberapa

dan tidak dalam

menghindari

daerah wisata.

mereka daerah

Para wisatawan perlu

wisata.
Pemandu wisata

merasa aman dalam hal

perlu memiliki

mendapatkan informasi.

pengetahuan yang

Artinya informasi yang

benar dan tepat

diberikan oleh pemandu

mengenai daerah

wisata merupakan

wisata yang

ancaman.

Page 12

informasi yang valid

hendak

mengenai daerah wisata

dikunjungi atau

yang hendak dituju atau

yang sedang

yang sedang dikunjungi.

dikunjungi.

Hal yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah adalah memberikan


keterangan kepada para wisatawan mengenai keamanan akan daerah wisata.
Misalnya: apakah daerah wisata sudah layak dikunjungi, atau masih dalam
perbaikan sehingga para wisatawan perlu menggunakan beberapa alat pelindung,
dan sebagainya. Perasaan aman tersebut tidak hanya berupa fisik namun juga
berupa informasi mengenai daerah wisata yang dikunjungi. Para wisatawan perlu
merasa aman bahwa informasi yang ia dapat atau ia terima dari pemandu wisata
merupakan informasi yang benar dan tepat. Alangkah baiknya, apabila pemerintah
daerah memiliki buku panduan untuk para pemandu wisata mengenai tempattempat bersejarah. Pemerintah daerah juga dapat menyediakan booklet, buku dan
sejenisnya, hal tersebut untuk mendukung pengetahuan baik dari pengunjung
maupun pemandu. Baik yang memiliki tujuan untuk melakukan riset suatu daerah
wisata atau hanya sekedar berkunjung untuk hiburan.
Kebutuhan akan Kepentingan Diri Sendiri ( Egoistik )
Jika berbagai kebutuhan sosial sedikit banyaknya sudah terpenuhi,
tingkat hierarki Maslow yang keempat menjadi berlaku. Tingkat ini berhubungan
dengan kebutuhan akan kepentingan diri sendiri. Kebutuhan ini dapat berorientasi
kedalam maupun keluar diri, atau kedua duanya. Kebutuhan Ego yang terarah
kedalam diri mencerminkan kebutuhan individu akan penerimaan diri, harga diri,
kesuksesan, kemandirian, kepuasan pribadi atas pekerjaan yang dilaksanakan

Page 13

dengan baik. Kebutuhan ego yang terarah keluar diri meliputi kebutuhan akan
martabat, nama baik, status, dan pengakuan dari orang lain.

Contoh perilaku
yang dapat
Contoh perilaku
Kebutuhan

dilakukan oleh
wisatawan yang

manusia

pemandu wisata
Keterangan

mencerminkan

berdasarkan

untuk
kebutuhan manusia

Maslow

memenuhi
akan penghargaan.
kebutuhan

Penghargaan

Kebutuhan ini

Para wisatawan juga

wisatawan.
Pemandu wisata

(esteem)

berhubungan

memiliki kebutuhan

dapat melakukan

dengan

untuk disambut sebagai

sambutan kepada

menerima

lambang untuk

para wisatawan

penghargaan

menghargai

baik dengan

sebagai

kehadirannya.

ucapan yang

seorang

hormat, ataupun

manusia yang

memberi barang

patut untuk

kenang-kenangan

dihargai.
yang unik.
Ketigat, kebutuhan akan penghargaan, berikut keterangan dalam bentuk rubik:
Hal yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah adalah mengenal
kebiasaan umum atau universal mengenai perilaku menghargai wisatawan. Dalam
Page 14

hal ini baik wisatawan lokal maupun manca negara. Pemandu wisata juga dapat
dikenalkan mengenai cara bertutur kata yang mencerminkan penghargaan kepada
kehadiran para wisatawan. Istilah lainnya adalah nguwongke atau memanusiakan
pengunjung wisatawan baik dari aneka ragam kelas sosial, ras, suku bangsa.
Kebutuhan akan Aktualisasi Diri
Menurut Maslow, kebanyakan orang tidak akan cukup terpuaskan
kebutuhan egonya jika tidak terus bergerak ketingkat yang kelima kebutuhan
akan aktualisai diri ( pemenuhan diri ). Kebutuhan ini mengacu pada keinginan
individu untuk melengkapi kemampuannya untuk menjadi apa saja yang ia
mampu raih. Dalam kata-kata Maslow, Orang harus menjadi apa pun yang dapat
divapainya dengan kemampuan maksimalnya. Maslow memperhatikan bahwa
kebutuhan mengaktualisasi diri tidak perlu merupakan keinginan yang kreatif,
tetapi mingkin sekali berbentuk demikian pada orang yang mempunyai kemapuan
untuk berkretifitas.
Keempat, kebutuhan akan aktualisasi, berikut keterangan dalam bentuk
rubrik:

Kebutuhan

Keterangan

Contoh perilaku

Contoh perilaku

manusia

wisatawan yang

yang dapat

berdasarkan

mencerminkan

dilakukan oleh

Maslow

kebutuhan manusia

pemandu wisata

akan aktualisasi

untuk memenuhi

diri.

kebutuhan
Page 15

wisatawan.
Pemandu dapat

Aktualisasi

seperti

Para wisatawan

diri (self-

perkembangan

melakukan kunjungan menjalin networking

actualization

yang paling

ulang ke daerah

atau tali silaturahmi

maksimal dalam

wisata.

dengan pengunjung.

diri seseorang.

Misalnya: Pemandu

Aktualisasi diri

memberikan kartu

ini dapat dicapai

nama apabila para

oleh suatu

wisatawan hendak

individu apabila

melakukan kunjungan

kebutuhan

ulang.

fisiologis,
perasaan aman,
dicintai dan
dimiliki,
penghargaan
terpenuhi.
Dampaknya
adalah seseorang
tersebut akan
memiliki
perasaan senang.
kebutuhan psikologis yang meliputi kebutuhan fisiologis, perasaan aman,
dicintai dan dimiliki, penghargaan maka akan menimbulkan perasaan senang pada
pengunjung. Dampak lainnya adalah para wisatawan menemukan makna dari
Page 16

kunjungan yang telah ia lakukan. Makna dalam hal ini dapat berupa para
wisatawan ingin melakukan kunjungan ulang pada tahun berikutnya, atau
membukukan pengalamannya di sebuah buku, menulis di sebuah artikel majalah,
atau memuat perjalanannya di blog.
Hal yang perlu mendapat perhatian adalah perlu proses dan pengembangan
yang bertahap dalam hal memberdayakan pemandu, fasilitas pariwisata, inovasi
dalam akses informasi daerah wisata sehingga para wisatawan yang berkunjung
ke daerah wisata selain memperoleh hiburan dan pengalaman baru juga makna
mendalam dalam hal kunjungan ke daerah wisata. Penulis memiliki pendapat
bahwa ketika wisatawan mencapai aktualisasi diri dalam pengalaman melakukan
kunjungan ke tempat wisata, maka ia akan cenderung melakukan kunjungan
kembali.

Page 17

BAB III
KESIMPULAN
Pariwisata adalah aktifitas perjalanan yang dilakukan oleh sementara waktu dari
tempat tinggal semula ke daerah tujuan dengan alasan bukan untuk menetap atau
mencari nafkah melainkan hanya untuk memenuhi rasa ingin tahu, menghabiskan
waktu senggang atau libur serta tujuan-tujuan lainnya (Koen Meyers, 2009)
Pemandu wisata memiliki peranan yang sangat penting bagi wisatawan
yaitu memberikan informasi mengenai deskripsi detail dan akses menuju lokasi
objek pariwisata. City Guide adalah pemandu wisata yang bertugas membawa
wisatawan dan membberikan informasi tentang obyek obyek wisata utama
disuatu kota, biasanyan dilakukan di dalam bus atau kendaraan lainnya.
Dengan adanya teknologi para wisatawan dengan mudah untuk
mendapatkan informasi tentang wisata. Saat ini banyak wisatawan berwisata
hanya dengan menggunakan teknologi perangkat mobile. Kemajuan terbaru dalam
teknologi internet dan mobile, dituntut untuk meningkatan akses informasi wisata
(Dickson et. al, 2009).

Page 18

DAFTAR PUSTAKA
http://assharrefdino.blogspot.com/2013/11/pengertian-pariwisata-menurutpara-ahli.html
http://furotul29.blogspot.com/2013/10/makalah-pariwisata.html

Page 19