Anda di halaman 1dari 67

ALAM SEMESTA DAN TATA SURYA

KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa, sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul ALAM SEMESTA &
TATA SURYA, untuk memenuhi kebutuhan mata kuliah Ilmu Alamiah
Dasar, Semester IV, Fakultas Hukum, Universitas Batam.
Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Isramilda, SSi,
MSi selaku dosen pembimbing mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar, yang
sangat membantu dan memberikan bimbingan, sehingga makalah ini
tersusun.
Kami menyadari makalah ini masih banyak kekurangan dan perlu
penyempurnaan lagi. Untuk itu kami sangat mengharapkan bantuan kritik
dan saran dari semua pihak untuk penyempurnaan makalah ini.
Batam, Maret 2009
KELOMPOK II
Penulis
-i-

DAFTAR ISI
Halaman

Kata Pengantar i
Daftar Isi .... ii
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang.............................................................. 1
2. Tujuan Penulisan.......................................................... 1
3. Ruang Lingkup Penulisan............................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
1. Ruang Lingkup IPA..................................................... 2
2. Alam Semesta............................................................. 5
3. Bumi............................................................................. 12
4. Penemuan Terkini Mengenai Tata Surya..................... 16
BAB III PENUTUP
Kesimpulan & Saran ................................................... 18
- ii BAB I
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG

Kegiatan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berawal dari pengamatan dan


pencatatan

baik

terhadap

percobaan-percobaan

gejala-gejala

yang

dilakukan

alam
dalam

pada

umumnya

laboratorium.

maupun

Dari

hasil

pengamatan atau observasi ini manusia berusaha untuk merumuskan konsepkonsep, prinsip-prinsip, hukum dan teori.
Jika dilihat dari arah prosesnya maka dalam hal ini eksperimen mendahului teori.
Proses IPA tidak berhenti disini tetapi dari hasil IPA yang berupa konsep, hukum
dan teori ini maka terbuka kesempatan untuk diuji kebenarannya. Demikian
proses IPA berlangsung terus sehingga selalu terdapat mekanisme kontrol,
bersifat terbuka untuk selalu diuji kembali dan bersifat kumulatif. Pengetahuan
yang diperoleh selalu bertumpu di atas dasar-dasar sebelumnya dalam kerangka
yang bersifat kumulatif, sehingga karenanya bersifat konsisten dan sistematis.
IPA berkembang secara dinamis. Proses IPA yang dinamis ini oleh karena
menggunakan metode keilmuan di mana peranan teori dan eksperimen saling
memperkuat. Keuntungan dari IPA yang dinamis ini adalah perkembangan IPA
yang pesat bahkan dalam jangka waktu yang singkat. Kemajuan IPA ini
mendukung perkembangan teknologi yang pada gilirannya dapat menaikkan
kesejahteraan manusia.
2. TUJUAN PENULISAN
Semoga dengan penulisan makalah ini kita dapat memperoleh gambaran yang
lebih mendalam mengenai salah satu ruang lingkup IPA yaitu tentang Alam
Semesta, Tata Surya dan Teori terbentuknya Bumi.
3. RUANG LINGKUP PEMBAHASAN
Tulisan ini memfokuskan pada topik permasalahan mengenai salah satu ruang
lingkup IPA yaitu, Alam Semesta, Tata Surya dan Teori terbentuknya Bumi.
Dalam makalah ini akan mengupas sejauh mana hubungan dari topik makalah
tersebut,

sehingga

kita

dapat

mengetahui

dengan

jelas

sejarah

dan

perkembangan mengenai topik yang disajikan dan menjadikan nilai tambah


dalam pelajaran mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar.

-1BAB II
PEMBAHASAN
1. RUANG LINGKUP ILMU PENGETAHUAN ALAM (NATURAL SCIENCE)
Ilmu Pengetahuan Alam atau Ilmu Alamiah (Natural Science) adalah suatu ilmu
yang membahas tentang alam semesta dengan semua isinya dan merupakan
ilmu pengetahuan teoritis yang diperoleh/disusun dengan cara yang khusus yaitu
dengan melakukan observasi eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori,
eksperimentasi, observasi dan demikian seterusnya kait mengkait antara cara
yang satu dengan yang lain. Cara ini dikenal dengan metode ilmiah yang pada
dasarnya merupakan suatu cara yang logis untuk memecahkan suatu masalah
tertentu.
Sejak digunakannya metode ilmiah didalam penelitian ilmiah, dimulailah IPA
modern yang kemudian berkembang sangat pesat. Perintis-perintis IPA modern
mempunyai andil besar dalam mengembangkan ilmu ini sesuai dengan
bidangnya masing-masing sebagai berikut :
a. Ilmu Kimia (Chemistry)
Suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari benda hidup dan tidak hidup
dari aspek susunan materi dan perubahan-perubahan yang bersifat tetap.
Kimia secara garis besar dibagi menjadi Kimia Anorganik dan Kimia
Organik. Kedua bagian itu pada dasarnya membahas dasar keseluruhan,
kemudian diikuti dengan analisis kualitatif dan kuantitatif.

Baru pada akhir abad ke-17 ilmu kimia berkembang sebagai suatu ilmu
pengetahuan setelah Antoine Lauzent Lavoisier lewat Metode Ilmiah'
melakukan

pengamatan,

mengemukakan

menghubungkan

perkiraan,

percobaan selanjutnya

menguji

dan akhirnya

perkiraan

kenyataan-kenyataan,
dengan

percobaan-

menarik kesimpulan

melalui

penyelidikannya secara kuantitatif pembakaran zat-zat seperti besi, timah


dan sebagainya. Ternyata hasil pembakaran mempunyai massa lebih
besar dari zat semula yang dibakar, sedangkan tekanan udara dalam
tabung berkurang, berarti ada sesuatu dari udara tersebut bersenyawa
dengan zat yang dibakar.
Selanjutnya ilmu pengetahuan ini berkembang deangan pesat sehingga
kita dapat memperoleh hasil seperti :

Penggunaan teknik kimia ; orang dapat mendirikan industri dasar yang


menghasilkan bahan-bahan dasar untuk keperluan industri seperti
asam cuka, asam nitrat, asam sulfat, dll.

Penggunaan teknik nuklir ; Untuk membuat reaktor nuklir yang dapat


menghasilkan zat-zat radioaktif, misalnya sinar rontgen, perbaikan bibit
unggul.

Penggunaan

teknik mekanik ; Membuat desain bermacam-macam mesin

dari instrumen yang sangat halus sampai lokomotof dan mesin-mesian


yang sangat kompleks.
-2b. Ilmu Biologi (Biological Science)
Ilmu pengetahuan yang mempelajari mahluk hidup dan gejala-gejalanya.
Ilmu Bilologi meliputi : Botani, Zoologi, Morfologi, Anatomi, Fisiologi,
Sitologi, Histologi dan Palaentologi.

Asal Mula Kehidupan di Bumi


Sebelum abad ke-17 para ahli menganggap bahwa mahluk hidup terjadi
dengan sendirinya dari mahluk tak hidup yang disebut teori generatio
spotanea atau abiogenesis.
Dengan adanya renaissance, mulai timbul paham baru :
1. Francesco Redi (1626-1697), ahli Biologi dari Italia, membuktikan
bahwa ulat pada bangkai berasal dari telur lalat, yang meletakkan
telurnya dengan sengaja. Dari berbagai percobaan, mendapatkan
peristiwa yang serupa. Ia menemukakan pendapat bahwa kehidupan
berasal dari telur atau comne vivum ex ovo.
2. Lazzaro Spallanzani (1729-1799), ahli Biologi dari Italia, dengan
eksperimen erhadap kaldu membuktikan bahwa jasad renik yang
mencemari kaldu dapat membusukkan kaldu itu. Bila kaldu ditutup
rapat setelah mendidih, maka tak terjadi pembusukan. Ia mengambil
kesimpulan, bahwa untuk adanya telur harus ada jasad hidup atau
omne ovum ex vivum.
3. Louis Pasteur (1822-1895), sarjana Perancis, melanjutkan teori
Spallanzani,

dengan

eksperimen

berbagai

jasad

renik.

Ia

mendukungnya, meskipun banyak yang menentang. Kemudian


menarik kesimpulan bahwa harus ada kehidupan sebelumnya agar
tumbuh kehidupan baru atau omne vivum ex vivum. Maka timbullah
teori biogenesis.
4. Oparin (1938) sarjana Rusia, mengemukakan hipotesis bahwa ada
mahluk peralihan dari makhluk tak hidup ke makhluk hidup. Hipotesiss
ini berdasarkan penelitian ahli lain di bidang Ilmu Kimia. Kita telah
mengetahui bahwa tubuh organisme 99% terdiri dari senyawa Karbon,
Hidrogen, Oksigen dan Nitrogen.

5. Harold Urey (1893) di Amerika Serikat mengemukakan pendapat


bahwa atmosfer bumi suatu waktu pernah mengandung banyak CH4
(metana), HN3 (amonia), H2 (hidrogen) dan H2O (air) dalam bentuk
gas. Zat tersebut sangat mungkin bergabung membentuk ikatan
organik, dimana kehidupan biasanya berlangsung. Pendapat ini
dikenal dengan teori Urey.
6. Stanley Miller (1953) berhasil membuat model alat laboratorium yang
sederhana untuk membuktikan teori Urey.
Ekologi
Ilmu yang mempelajari interaksi mahluk hidup dengan lingkungannya.
Suatu sistem di mana terdapat keseimbangan ekologis dinamakan
ekosistem yang terdiri dari :
-3a) Komponen abiotik, misalnya tanah, udara air, cahaya & suhu.
b) Komponen biotik, semua mahluk hidup yang ada di kawasan non biotik
yang terdiri dari produsen, konsumen, pengurai dan rantai makanan.
Sejarah Perkembangan Mahluk Hidup
Menurut suatu teori, organisme sekarang yang beraneka ragam adalah
hasil dari proses evolusi kehidupan yaitu suatu perubahan kehidupan
menjadi kehidupan lainnya melalui suatu proses yang perlahan-lahan dan
mungkin memakan waktu ribuan bahkan jutaan tahun.
Perbedaan mahluk hidup dengan benda mati
Makhluk hidup merupakan suatu substansi yang dapat menjalankan
proses kehidupan sedangkan benda mati merupakan substansi yang tidak

menjalankan proses kehidupan dengan masing-masing mempunayi ciriciri antara lain :


1. Makhluk hidup bergerak, benda mati tidak dapat bergerak.
2. Makhluk hidup mengadakan metabolisme, benda mati tidak dapat
mengadakan metabolisme
3. Makhluk hidup dapat mempertahankan jenisnya/hidupnya, benda mati
tidak.
4. Makhluk hidup tanggap terhadap rangsang, benda mati tidak.
c. Ilmu Fisika (Physics)
Ilmu fisika adalah ilmu yang mempelajari benda tidak hidup/mati dari
aspek wujud dengan perubahan-perubahanyang bersifat sementara.
Fisika secara klasik dibagi dalam mekanika, panas, bunyi, cahaya,
gelombang, listrik, magnit, teknik mekanik, teknik sipil, teknik listrik.
Astromoni merupakan pengetahuan tertua karena seperti matahari, bulan,
bintang yang demikian mudah disaksikan bersangkut paut dengan
kegiatan sehari-hari. Dalam beberapa tahun terakhir ini manusia telah
banyak belajar tentang antariksa, banyak informasi yang diperoleh melalui
satelit. Pada tahun 1973 Skylab telah diluncurkan untuk penyelidikan
ilmiah mengenai kehidupan di ruang angkasa karena pengaruh tanpa
bobot akan menyebabkan pembuluh darah melembek akibat kurang
penggunaannya, badan akan kekurangan cairan, kekurangan kalsium
yang kan mengeraskan tulang. Untuk itu antariksawan harus bersenam 30
menit sehari. Setelah 2 minggu mengorbit jantung antariksawan mengerut
3%.
Para ilmuwan menemukan fakta dan berusaha mendefinisikan secermat
mungkin melalui pengukuran berdasarkan hasil perolehan fakta yang

didapat dan dibuktikan melalui eksperimen- eksperimen lebih lanjut.


Seperti Maxwell mengemukakan teorinya tentang elektromagnetik, Hertz
mencari gelombang radio, dll.
-4Laju perkembangan ilmiah makin lama makin cepat, sehingga manusia
terus berusaha dan mencoba menjelaskan mengenai benda-benda dia
alam disekelilingnya yang tidak diketahuinya.
khususnya pemahaman teori-teori tentang terbentuknya alam semesta,
sistem tata surya serta pengetahuan lebih jauh tentang bumi dengan
segala lapisan selubungnya.
2. ALAM SEMESTA
Pengertian alam semesta mencakup tentang mikrokosmos dan makrokosmos.
Mikrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat kecil,
misalnya atom, elektron, sel, amuba dan sebagainya. Sedangkan makrokosmos
adalah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat besar, misalnya
bintang, planet dan galaksi.
Para ahli astronomi menggunakan istilah alam semesta dalam pengertian
tentang ruang angkasa dan benda-benda langit yang ada didalamnya.
a. Teori Terbentuknya Alam Semesta :
(1) Teori Keadaaan Tetap (Steady-state theory)
Teori ini berdasarkan prinsip kosmologi sempurna yang menyatakan
bahwa alam semesta dimanapun dan bilamanapun selalu sama.
Berdasarkan prinsip tersebut alam semesta terjadi pada suatu saat
tertentu yang telah lalu dan segala sesuatu di alam semesta selalu tetap
sama walaupun galaksi-galaksi saling bergerak menjauhi satu sama lain.

Teori ini ditunjang oleh kenyataan bahwa galaksi baru mempunyai jumlah
yang sebanding dengan galaksi lama. Dengan diketahui kecepatan radial
galaksi-galaksi menjauhi bumi yang dihubungkan dengan jarak antara
galaksi-galaksi dengan bumi dari hasil pemotretan satelit, maka
disimpulkan bahwa makin jauh jarak galaksi terhadap bumi, makin cepat
galaksi tersebut bergerak menjauhi bumi. Hal ini sesuai dengan garis
spektra yang menuju merah, yang hal ini sering dikenal dengan
pergeseran merah. Dari hasil penemuan ini menguatkan bahwa alam
semesta selalu mengembang (ekspansi) dan menipis (kontraksi).
Dengan demikian harus ada ledakan atau dentuman yang memulai
adanya pengembangan.
(2) Teori Dentuman Besar (Big-bang theory)
Teori ini dikembangkan oleh George Lemaitre. Teori ini menyatakan pada
mulanya alam semesta berupa sebuah primeval atom yang berisi
semua materi dalam keadaan yang sangat padat. Suatu ketika atom ini
meledak dan seluruh materinya terlempar keruang alam semesta.
Berdasarkan dari asumsi adanya massa yang sangat besar dan
mempunyai masa jenis yang sangat besar, karena adanya reaksi inti
kemudian

meledak

dengan

hebat.

Massa

tersebut

kemudian

mengembang dengan sangat cepat menjauhi pusat ledakan. Sejak


-5itulah dimulai ekspansi yang berlangsung ribuan juta tahun dan akan
terus berlangsung jutaan tahun lagi. Pada suatu saat nanti ekspansi
tersebut akan berakhir.
b. Teori terbentuknya Galaksi dan Tata Surya
Menurut Fowler, 12 ribu juta tahun yang lalu galaksi kita masih berupa kabut
gas hidrogen yang sangat besar sekali yang berada diluar angkasa. Ia

bergerak perlahan mengadakan rotasi sehingga keseluruhannya berbentuk


bulat. Karena gaya beratnya maka ia mengadakan kontraksi. Massa bagian
luar banyak yang tertinggal pada bagian yang berkisar lambat dan
mempunyai berat jenis yang besar terbentuklah bintang-bintang. Gumpalan
kabut yang telah menjadi bintang itupun secara perlahan mengadakan
kontraksi. Energi potensialnya mereka keluarkan dalam bentuk sinar dan
panas radiasi dan bintang-bintang itupun makin turun temperaturnya. Setelah
berpuluh ribu juta tahun ia mempunyai bentuknya yang tetap seperti
matahari.
Galaksi merupakan kumpulan 1011 atau 100 milyard bintang-bintang, salah
satu diantaranya adalah Matahari atau pusat tata surya kita ini. Kumpulan
bintang-bintang dan dalam galaksi bentuknya menyerupai lensa cembung
yang pipih atau berbentuk cakram. Dimana garis tengahnya mempunyai
panjang 100 tahun cahaya, tebalnya 10 tahun cahaya. Matahari atau pusat
tata surya kita berada pada jarak 30 tahun cahaya dari pusat galaksi.
Berdasarkan apa yang nampak dari hasil pengamatan, dapat kita bedakan
adanya 3 macam galaksi :
a. Galaksi berbentuk spiral
b. Galaksi berbentuk elips
c. Galaksi berbentuk tak beraturan
Induk dari matahari kita adalah galaksi Bima Sakti (Milky Way) yang
berbentuk spiral dan memiliki tidak kurang dari 100 ribu juta bintang dan
masih banyak gumpalan-gumpalan kabut gas maupun galaksi kecil yang
banyak jumlahnya. Galaksi Andromeda merupakan galaksi terdekat yang
juga berbentuk spiral dan jauhnya 870.000 tahun cahaya. Galaksi
mengadakan rotasi dengan arah berlawanan dengan jarum jam.

1) Hipotesis Nebular
Dikemukakan oleh Kant dan Laplace pada tahun 1796 yang menyatakan
bahwa sistem tata surya terbentuk dari kondensasi awan panas atau
kabut gas yang sangat panas (nebule). Pada proses kondensasi ada
sebagian yang terpisah dan merupakan cincin terbentuklah planet beserta
satelitnya yang mengelilingi pusat, pusatnya itu menjadi sebuah
bintang/matahari.
2) Hipotesis Planettesimal
Dikemukakan oleh Chamberlin dan Moulton. Terbentuknya planet-planet
tidak harus dari satu badan tetapi diasumsikan ada bintang besar
-6lain yang kebetulan sedang lewat dekat bintang dimana tata surya kita
merupakan bagiannya. Kabut gas dari bintang lain itu sebagian
terpengaruh oleh daya tarik matahari kita dan setelah mendingin
terbentuklah benda-benda yang disebut planettesimal.
(3) Teori Tidal/Teori Pasang Surut
Dikemukakan pertama kali oleh James Jeans dan Harold Jeffreys (1919).
Menurut teori ini planet merupakan percikan dari matahari yang sampai
kini masih nampak ada. Percikan tersebut disebut Tidal. Tidal yang besar
kemudian akan menjadi planet itu disebabkan oleh adanya dua buah
matahari yang bergerak saling mendekat.
c. Sistem Tata Surya
Pada zaman Yunani kuno, seorang filsafat bernama Clausius Ptolomeus
mengemukakan pendapatnya bahwa bumi adalah pusat dari alam semesta.
Menurut pandangan

ini, matahari,

bulan

dan

planet-planet

beredar

mengelilingi bumi yang tetap diam sebagai pusatnya. Pandangan Geosentris


ini 14 abad lamanya dianut orang.
Pada abad ke-16, seorang ilmuwan Polandia Nikolas Kopernikus mengubah
pandangan diatas. Menurutnya bumi adalah planet dan seperti halnya
dengan planet planet yang lain, beredar mengelilingi matahari sebagai
pusatnya

(heliosentris).

Pandangan

ini

didasari

oleh

adanya

hasil

pengamatan yang teliti serta perhitungan yang sistematis. Kesemuanya ini


berkat bantuan teropong sebagai alat pengamat dan telah berkembangnya
matematika dan fisika sebagai sarana penunjang pada masa itu.
Setelah adanya teropong dapat diamati planet-planet dan benda angkasa lain
yang lebih banyak lagi seperti satelit, komet, meteor, debu dan gas antar
planet. Semua benda angkasa ini beredar mengelilingi matahari sebagai
pusat disebut Sistem Tata Surya.
Planet di dalam Tata Surya kita dapat dibagi menjadi 2 golongan :
1. Planet Kecil (kerdil), seperti : Merkurius, Venus, Bumi dan Mars. Ciri
umumnya garis tengahnya kecil, tetapi padat, rapat masa rata-ratanya
terletak antara 2,4 5,5 gram setiap sentimeter kubik, biasanya tidak
berlapisan angkasa tebal. Golongan ini menempati lintasan yang dekat
dengan matahari.
2. Planet Raksasa, terdiri dari Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. Garis
tengahnya jauh lebih besar dibandingkan pada golongan pertama namun
kurang padat. Rapat masa sangat rendah, misalnya Saturnus antara 0,7
1,6 gram setiap sentimeter kubik. Lintasan golongan ini jauh dari
matahari.
-7Kesamaan planet di dalam tata surya :

1. Berevolusi (beredar mengelilingi titik pusat gravitasi, dalam hal ini matahari)
dan berotasi (bergasing mengelilingi pusat masa planet sendiri).
Keduanya bergerak searah berlawanan dengan jarum jam jika dilihat dari
kutub utara. Aturan ini hampir tidak kecualinya diikuti denga patuh, kecuali
oleh beberapa satelit.
2. Bentuk lapisan planet mengelilingi matahari ataupun satelit mengelilingi
planet hampir menyerupai lingkatan. Yang mengingkari hukum ini ialah
Merkurius dan Pluto yang masing-masing mempunyai keeksentrikan
0,206 dan 0,247.
3. Selain lintasannya yang sepusat (konsentris) semua lintasan tersebut
terdapat pada bidang edar yang satu dengan lainnya hampir berhimpitan.
b. Bagian-bagian Tata Surya
Tata surya terdiri dari matahari sebagai pusat dan benda-benda lain seperti
planet, satelit, meteor-meteor, komet-komet, debu dan gas antar planet
beredar mengelilinginya. Keseluruhan sistem ini bergerak mengelilingi pusat
galaksi.
(1) Matahari
Matahari merupakan tata surya yang paling besar, dimana 89% massa
tata surya terkumpul pada matahari. Matahari merupakan pusat sumber
tenaga di lingkungan tata surya, matahari terdiri dari inti dan tiga lapisan
kulit : fotosfer, chromosfer dan corona. Pada pusat matahari suhunya
mencapai jutaan derajat celcius dan tekanannya ratusan juta atmosfer.
Kulit fotosfer suhunya + 60000oC dan memancarkan hampir semua
cahaya.
Beberapa pendapat para ahli tentang matahari :

1. MJ. Meyer : Panas matahari berasal dari batu meteor yang berjatuhan
dengan kecepatan tinggi pada permukaan matahari.
2. H. Helmholz : Teori kontraksi bahwa panas berasal dari menyusutnya bola
gas.
3. Dr. Bothe : Panas matahari berasal dari reaksi-reaksi nuklir yang disebut
reaksi hidrogen helium sintetis.
Matahari sangat penting bagi kehidupan di muka bumi karena :
a. Merupakan sumber energi (sinar panas). Energi yang terkandung dalam
batubara dan minyak bumi sebenarnya juga berasal dari matahari.
b. mengontrol stabilitas peredaran bumi yang juga berarti mengontrol
terjadinya siang dan malam, bulan, tahun serta mengontrol peredaran
planet lain.
c. Dengan mempelajari matahari yang merupakan bintang yang terdekat,
berarti mempelajari bintang-bintang lain.
-8(2) Planet Merkurius
Merupakan planet terkecil dan terdekat dengan matahari. Merkurius tidak
mempunyai satelit atau bulan, dan tidak mempunyai hawa. Planet ini
mengandung

albedo,

yaitu

perbandingan

antara

cahaya

yang

dipantulkan dengan yang diterima dari matahari sebesar 0,07. Ini berarti
0,93 atau 93% cahaya yang berasal dari matahari diserap. Garis
tengahnya 4500 km. Diperkirakan tidak ada kehidupan di Merkurius.
Merkurius mengadakan rotasi dalam waktu 58,6 hari dan mengelilingi
matahari dalam waktu 88 hari.

(3) Planet Venus


Venus menempati urutan kedua terdekat dengan matahari, dikenal
dengan Bintang Kejora yang bersinar terang pada waktu sore dan pagi
hari. Mempunyai albedo 0,8 atau 20% cahaya matahari yang datang
diserap. Planet ini diliputi awan tebal (atmosfer) yang mungkin terjadi dari
karbon dioksida tetapi tidak mengandung uap air dan oksigen. Planet ini
tidak mempunyai satelit. Venus bergaris tengah 12.320 km, Rotasi venus
+ 247 hari dan berevolusi (mengelilingi matahari) selama 225 hari.
(4) Planet Bumi
Bumi menempati urutan ketiga terdekat dengan matahari dan bergaris
tengah 12.640 km. Jarak bumi dan matahari 149 juta km. Bumi
mengalami rotasi 24 jam, bumi mempunyai atmosfer dan mempunyai
sebuah satelit yaitu bulan. Bumi mengadakan revolusi selama 365
hari. Massa jenis bumi rata-rata + 5,52.
a. Gerak Rotasi Bumi
Pepatan bumi besarnya 1/300 hingga dapatlah dianggap bumi
memiliki bentuk bola. Titik pusatnya berimpit dengan titik pusat bola
langit. Para sarjana dari Yunani seperti Pythagoras, Philolaus,
Herakleitos dan Kopernikus dari Polandia mengemukakan bahwa bola
langit tetap tinggal diam sedang bumi berputar pada sumbunya dari
barat ketimur dan disebut rotasi yang arahnya sama dengan arah
revolusi.
b. Akibat Rotasi Bumi
1. Gerak semu harian dari matahari yang seakan-akan matahari,
bulan, bintang-bintang dan benda-benda langit lainnya terbit dari
Timur dan terbenam di barat.

2. Pergantian siang dan malam, di mana separuh dari bola bumi


menerima sinar matahari (siang), sedang separuh bola lainnya
mengalami kegelapan (malam).
3. Penyerongan/penyimpangan arah angin, arus laut, yang dapat
diterangkan dengan hukum Buys Ballot. Arus-arus hawa (angin)
tidak begerak lurus dari daerah maksimum ke daerah minimum,
tetapi membias ke kanan bagi belah bulatan utara dan membias ke
kiri bagi belah bulatan selatan.
4. Penggelembungan di katulistiwa serta pemepatan di kutub bumi.
-95. Timbulnya gaya sentrifugal yang menyebabkan pemepatan bumi
tersebut serta pengurangan gaya tarik hingga arah vertikal tidak
tepat menuju ke titik pusat bumi, terkecuali di katulistiwa dan di
kutub.
6. Adanya dua kali air pasang naik dan pasang surut dalam sehari
semalam.
7. Perbedaan waktu antara tempat-tempat yang berbeda derajat
busurnya.
c. Gerak Revolusi dari Bumi
Berkat penyelidikan para sarjana : Galileo Galilei, Tycho Brahe dan
Keppler maka susunan alam secara Heliosentris dari Kopernikus
diakui

keunggulannya.

Dalam

susunan

ini

bumi

berevolusi

mengelilingi matahari dalam satu kali revolusi selama 1 tahun. Akibat


dari revolusi bumi :

1) Pergantian 4 musim yakni di sebelah utara garis balik utara (23


LU)
2) Perubahan lamanya siang dan malam.
3) Terlihatnya rasi (konstelasi) bintang yang beredar dari bulan ke
bulan. Lintasan bumi dalam revolusinya terhadap matahari disebut
orbit. Menurut hukum Keppler pertama, maka orbit-orbit setiap
planet memiliki bentuk bangun elips
d. Gaya Gravitasi Terrestrial dari Bumi
Bumi mempunyai gaya gerak atau gaya berat. Gaya tarik bumi ini
dinamakan gara gravitasi terrestrial bumi. Benda di bumi memiliki
bobot karena pengaruh gaya gravitasi bumi.
e. Waktu
Waktu 24 jam dalam sehari semalam adalah berdasarkan gerak semu
matahari dalam membuat satu revolusi lengkap. Bagi tujuan seharihari maka kita menggunakan waktu solar. Bagi keperluan tujuan
astronomi atau perjalanan antar planet maka digunakan waktu sideris
yang 4 menit lebih awal dari waktu solar.
f. Tahun Penanggalan (Kalender)
Bangsa mesir kuno, Sumeria dan Hindu sejak jaman dahulu memiliki
perhitungan waktu yang berdasarkan revolusi bumi dan tahunnya
disebut tahun matahari. Semenjak Julius Caesar (46 BC) telah
ditetapkan bahwa tiap-tiap tahun terdiri dari 365 hari. Tahun keempat
ditambah dengan satu hari yang disebut tahun kabisat (leap year)
(5) Planet Mars

Jarak planet Mars dengan matahari 226,48 juta km. Garis tengahnya
6272 km dan revolusinya 1,9 tahun, rotasinya 24 jam 37 menit.
Berdasarkan data yang dikirimkan oleh satelit Mariner IV di Mars tidak
ada oksigen, hampir tidak ada air, sedangkan kutub es yang diperkirakan
mengandung banyak air itu tak lebih merupakan lapisan salju yang sangat
tipis. Mars mempunyai 2 satelit/bulan yaitu phobus dan daimus.
- 10 (6) Planet Yupiter
Merupakan planet terbesar bergaris tengah 138.560 km dengan rotasinya
10 jam dan mempunyai kurang lebih 14 satelit. Berdasarkan analisis
spektroskopis yupiter mengandung gas metana dan amoniak banyak,
serta mengandung gas hidrogen, albedonya 0,44. Massa planet ini hampir
300 kali massa bumi dan gravitasinya 2,6 kali gravitasi bumi.
(7) Planet Saturnus
Merupakan planet terbesar setelah Yupiter, bergaris tengah 118.400 km,
berotasi 10 jam dan merupakan planet yang mempunyai cincin sabuk
raksasa. Mempunyai massa jenis 0,75 g/cm 2, sehingga terapung diair.
Planet ini berupa gas yang terdiri dari metana dan amoniak dengan suhu
rata-rata 103oC. Saturnus mempunyai 10 satelit dan diantaranya yang
terbesar disebut Titan.
(8) Planet Uranus
Jarak Uranus ke matahari 2860 juta km dan berevolusi dalam waktu 84
tahun, rotasinya 10 jam 47 detik dan arah geraknya berbeda dengan yang
lainnya yaitu dari timur ke barat. Uranus bergaris tengah 50.560 km.
Berdasarkan pengamatan pesawat Voyager pada Januari 1986 Uranus
memiliki 14 satelit.

(9) Planet Neptunus


Jaraknya dengan matahari 4470 juta km, mengelilingi matahari dalam 165
tahun sekali putar. Mempunyai 2 satelit, satu diantaranya disebut Triton
yang bergerak berlawanan arah dengan gerak rotasi Neptunus.
(10) Planet Pluto
Merupakan planet terjauh dari matahari dengan jarak + 5811 juta km dan
tidak memiliki satelit. Suhu rata-rata pada planet ini 220 oC. Pluto adalah
nama dewa kegelapan dari bangsa Yunani berdasarkan kenyataan planet
itu mendapat sinar matahari paling sedikit.
d. Benda-benda lain dalam Tata Surya
Selain planet-planet, pada tata surya terdapat benda-benda sebagai berikut:
(1) Planetoida/Asteroida
Pada tahun 1801, Piazzi astronom dari Italia menemukan benda langit
yang berdiameter + 900 km beredar mengelilingi matahari pada jarak
antara Mars dan Yupiter yang berjumlah + 2.000 buah. Benda-benda
langit itu disebut Planetoida. Pada tahun 1801 astronom Italia, Piazzi
menemukan asteroid Ceres yang bergaris tengah 750 kilometer.
(2) Komet/Bintang Berekor
Merupakan kumpulan bungkah-bungkah batu yang diselubungi oleh
kabut asap yang berdiameter + 100.00 km (termasuk selubung gas) dan
diamter intinya yang berupa bungkah-bungkah batu berkisah 10-20 km.
- 11 Cahaya matahari yang mengenai komet sebagian dipantulkan, sedang
lainnya berupa sinar ultra violet akan terjadi eksitasi pada gas yang

menyelubungi komet. Akibat eksitasi ini akan terjadi resonansi atau


fluorescensi dan gas yang berpendar memancarkan cahaya.
(3) Meteor/Bintang Beralih
Merupakan batu-batu kecil yang berdiameter antara 0,2 0,5 mm dan
massanya < 1 gram. Merupakan semacam debu angkasa yang bergerak
dengan kecepatan rata-rata 60 km/detik.Jika oleh sesuatu sebab meteor
masuk atmosfer bumi, karena gesekan dengan atmosfer akan timbul
panas dan nampak berpijar. Gerak meteor yang pijar ini biasanya disebut
bintang beralih. Jika meteor akan nampak memasuki atmosfer bumi
karena suhunya yang tinggi meteor itu akan hancur sampai kepermukaan
bumi.
Meteor yang sampai ke permukaan bmi disebut meteroid yang massanya
+ 10.000 ton pernah jatuh di permukaan bumi yang menimbulkan kawah
meteor di Arizona dan Siberia. Meteorid tersebut mengandung besi dan
nikel.
(4) Satelit
Merupakan pengiring planet. Yang bersama-sama mengelilingi matahari.
Bulan merupakan satu-satunya satelit bumi yang berotasi dalam 1 hari
dan berevolusi satu bulan. Jarak bumi dan bulan + 384.403 km.
Perbandingan antara bumi dan bulan sebagai berikut :
(1) Massa bulan = 1/10 massa bumi.
(2) Diameter bulan = Diameter Bumi = 3000 km
(3) Gravitasi bulan = 1/6 gravitasi bumi
Permukaan bulan penuh dengan kawah-kawah dan gunung-gunung.
Dipermukaan bulan tidak ada hawa mengakibatkan :

(1) Suhu berubah sangat cepat, suhu tertinggi 100 oC dan terendah
-173oC.
(2) Bunyi tidak dapat merambat sehingga sangat sunyi.
(3) Langit tampak kelam
(4) Tidak ada peredaran air, sehingga kering kerontang.
3. BUMI
a. Hipotesis Kejadian Bumi
(1) Hipotesis Kabut dari Kant dan Laplace
Immanuel Kant (1755) dari Jerman, mengemukakan pikiran tentang
kejadian bumi bahwa asal segalanya dari gas yang bermacammacam, yang tarik menarik membentuk kabut besar. Terjadinya
benturan masing-masing gas menimbulkan panas. Matahari berputar
kencang dan di katulistiwanya memiliki kecepatan linear paling besar
sehingga terlepaslah fragmen-fragmen. Fragmen- 12 fragmen inilah yang tadinya pijar melepaskan banyak panas dan
mengembun,

kemudian

cair

dan

bagian

luar

makin

padat.

Demikianlah terjadi planet-planet, termasuk bumi.


Pierrre de Laplace (1796) dari Perancis mengemukakan adanya
kabut yang berputar dan pijar. Dikatulistiwa terjadi penumpukan
awan. Jika masa ini mendingin maka terlepaslah sedikit material dari
induknya. Fragmen tadi jadi dingin dan mengembun, berputar
mengelilingi induknya. Kemudian menyusul terlepasnya fragmen

yang kedua dan seterusnya. Sembilan buah planet yang kini beredar
dianggap terjadi dengan cara yang sama. Induknya adalah matahari.
(2) Hipotesis Planetesimal
Dikemukakan oleh Chamberlain dan Moulton, kira-kira seratus tahun
setelah Kant dan Laplace, beranggapan matahari asal yang didekati
oleh suatu bintang besar yang sedang beredar, maka terjadi tarik
menarik sesuai dengan hukum Newton. Peledakan dimatahari
melepaskan sebagaian materialnya dan tertarik oleh adanya bintang
yang mendekat tadi. Material matahari itu akan sedikit menjauh dan
kemudian mendingin sementara bintang besar itu terus berlalu.
Selanjutnya terjadi pengembunan dan terbentuk sembilan planet dan
planetoida.
(3) Hipotesis Pasang Surut Gas
Dikemukakan oleh Jeans dan Jeffrries (1930) yang mendukung
hipotesis planetesimal, mengemukakan adanya bintang besar yang
mendekat, kira-kira seperti bulan dan bumi, yaitu bulan menyebabkan
adanya pasang dan surut lautan. Bulan tak cukup kuat menarik air
menjulur jauh. Akan tetapi matahari yang mendekati bintang besar itu
menjauh, lidah api dari matahari asal itu putus dari induknya, pecah
berkeping-keping seraya mengembun dan membeku menjadi planetplanet serta planetoida.
b. Susunan Lapisan Bumi
Menurut Hipotesisi Kant-Laplace : Bahwa bumi kemudian mendingin
disebelah luar sedangkan di dalam masih panas. Didekat permukaan menjadi
beku dan disebut kerak bumi.
Suess dan Wiechert (1919) membagi lapisan bumi sebagai berikut :

1) Kerak bumi, tebalnya 30-70 km, terdiri batuan basal dan acid. Massa
jenisnya kira-kira 2,7 mengandung banyak Silikat dan Aluminium.
2) Selubung bumi atau sisik silikat (Si), tebalnya 2.200 km, massa jenisnya
3,6-4. Selubung bumi bersama kerak bumi disebut Lithosfera.
3) Lapisan Chalkosfea, tebalnya 1.700 km, massa jenisnya 6,4 terdiri dari
oksida besi dan sulfida besi.
4) Inti bumi, atau Barisfera, merupakan bola dengan jari-jari 3.500 km, massa
jenisnya 9,6 terdiri dari besi dan nikel.
- 13 Kuhn dan Pittman (1940) mengemukakan bahwa sesungguhnya bumi berasal
dari matahari, maka inti bumi seharusnya juga seperti material matahari. Yaitu
terdiri sebagaian besar Hidrogen.
Holmes (1936) mengemukakan bahwa kerak bumi sebagai berikut :
1. Bagian atas setebal 15 km, massa jenisnya 2,7 dan disebut magma-granit.
2. Lebih kedalam tebalnya 25 km, massa jenisnya 3,5 dan disebut magmabasal.
3. Bagian terbawah kerak bumi, setebal 20 km, massa jenisnya 3,5 dan
disebut magma-peridotit dan eklogit.
Wiechert (1910), mengemukakan bahwa pada pokoknya bagian Lithosfera
terdiri dari Silikat dan Aluminium.
Disebelah bawah terutama di lautan terdapat lapisan berat yang terdiri dari
Silikat dan magnesium.

Wegner (1930) mengajukan hipotesis Continental drift (perkisar benua) :


permukaan bumi terdiri dari beberapa lempeng besar berukuran benua,
masing-masing terdiri dari bagian oceanis dan kontinental yang bergerak
relatif yang satu terhadap yang lainnya. Tebal tiap lempeng kerak bumi kirakira 80 km. Kecepatan relatif lempeng-lempeng ini berkisar 1 13 cm
setahun. Lempeng-lempeng kerak bumi ini dipisahkan yang satu dengan
yang lain oleh batas lempeng yang geraknya dapat bersifat divergensi,
konvergensi atau shear (gesekan). Batas lempeng ini adalah sangat labil dan
ditandai oleh gunung api yang aktif serta kegempaan yang tinggi.
c. Atmosfer, Hidrosfer dan Lithosfera
(1) Atmosfer
Merupakan selimut gas yang mengelilingi bumi. Menurut pendapat para
ahli pada jarak 100 km diatas permukaan bumi masih terdapat udara.
Lapisan dalam Atmosfer :
1) yang dekat dengan permukaan bumi setebal + 10 km disebut troposfer
2) Lapisan diatas troposfer disebut stratosfer
Troposfer mempunyai susunan gas yang beragam, hal ini disebabkan
karena adanya angin yang vertikal maupun horizontal. Susunan gas
dalam troposfer :
78%
1%

zat lemas

gas oxigin

0,0%

asam arang

Selain itu juga mengandung :

Uap

air yg %nya tidak tetap, jumlah tersebut tergantung pada tempat

dan waktu.
Benda

bukan gas yaitu debu berfungsi sebagai inti kondensasi.

Selanjutnya

masih ada Ozon, Argon, Helium dan zat cair.


- 14 -

Di Stratosfer sususnannya tidak homogen dan terdapat mlapisan-lapisan


udara yang B.D nya berbeda-beda.
Bumi menerima panas dari matahari, dari bumi sendiri dan dari bulan. Di
pusat bumi terdapat temperatur yang sangat tinggi. Panas yang dikirim
matahari ke bumi relatif tidak berubah tetapi yang berubah adalah
penerimaan panas tersebut oleh bumi. Penerimaan yang berubah-ubah ini
disebabkan kondisi awan yang ada diudara.
(b) Hidrosfer
Hidrosfer tidak sepenuhnya menutupi seluruh permukaan bumi, tapi
hanya 75% yang meliputi lautan, danau-danau dan es yang terdapat
dalam kedua kutub. Kedalaman laut rata-rata 4.000 m, yang terdalam di
dekat pulau Guam, dengan kedalaman 11.000 m.
Hidrosfer mempunyai pengaruh yang besar terhadap atmosfer, karena air
yang menguap akan membentuk awan yang selanjutnya menimbulkan
hujan, kembali ke laut lagi. Siklus air semacam itu berlangsung berabadabad. Siklus ini menyebabkan air laut menjadi asin karena garam mineral
yang mudah larut pada kerak bumi terbawa ke laut secara terus menerus.
(c) Lithosfera

Lithosfera ini tebalnya hanya kurang lebih 32 km, merupakan bagian yang
penting dalam kehidupan manusia yang berupa benua-benua dan pulaupulau sebagai tempat tinggal. Ketebalan lithosfer tidak sama bagian tebal
berupa benua setebal 8 km, bagian tipis berupa dasar laut yang dalam
setebal 3,5 km dan terdiri atas 2 lapisan yaitu lapisan sebelah atas terdiri
atas silikon dan aluminium dengan Berat Massa (BM) rata- rata 2,65 dan
lapisan sebelah dalam terdiri atas silikon dan magnesium, dengan BM
2,9.
c. Kelahiran Alam Semesta ditinjau dari Sudut Islam
Menurut sudut pandang Islam, dunia diciptakan Allah, dipelihara oleh-Nya
serta kembali kepada-Nya. Salah satu makna ayat Allah adalah Yang Awal
dan Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batil(QS. 57:3), yakni Allah adalah asal
dan akhir alam semesta. Dia juga makna gaib segala sesuatu dan bahkan
tanda-tanda nyata atau aspek luar segala sesuatu yang menrefleksikan
nama-nama dan sifat-Nya.
Kaum muslim memandang hukum alam bukan sebagai hukum independen
yang berjalan dengan sendirinya seolah-olah dunia memiliki independensi
ontologis. Mereka memilah hukum-hukum ini sebagai refleksi kebijaksanaan
Allah dan perwujudan kehendak-Nya. Begitu banyak ayat Al-Qur'an
menyebutkan hukum paling mendasar yang mengatur perputaran alam.
Hukum moral Islam berlaku tidak hanya dalam masyarakat manusia, tetapi
mencakup hewan, tumbuhan dan seluruh alam tak bernyawa. Sebagai
muslim yang baik di dunia adalah memperhatikan kebijaksanaan Allah di
manapun berada dan manjaga ciptaan-Nya seperti Dia menjaga kita dan
seluruh ciptaan-Nya.
- 15 -

4. PENEMUAN TERKINI MENGENAI TATA SURYA

a. Penemuan Planet dengan Tiga Matahari

Jum'at, 15 Juli 2005 10:25


[1]

Sejumlah astronom mendeteksi sebuah planet di luar sistem tata surya kita yang
memiliki tiga matahari, bukan satu, dalam sebuah penemuan yang menantang
teori para astronom mengenai formasi planet.
Planet itu, sebuah kumpulan gas raksasa yang sedikit lebih besar daripada
Yupiter, mengorbit bintang utama dari sistem tiga bintang yang dikenal sebagai
HD-188753 dalam konstelasi Cygnus (Angsa).
Ketiga matahari dan planetnya itu berjarak sekitar 149 tahun cahaya dari Bumi,
dan antara satu dan yang lain terletak pada jarak kurang-lebih sama dengan
jarak dari matahari kita ke Saturnus, kata ilmuwan-ilmuwan AS dalam
laporannya Kamis pada edisi terkini majalah Nature.
Satu tahun cahaya sama dengan sekitar 10 trilyun kilometer, jarak yang
ditempuh cahaya dalam waktu satu tahun.
"Jika anda berdiri di permukaan planet itu, anda akan melihat tiga matahari di
angkasa, namun orbitnya terpusat di sekitar bintang utama kuning diantara
ketiga bintang itu. Bintang yang besar dari dari dua matahari lain berwarna
oranye, sedang yang kecil berwarna merah," kata para astronom di Institut
Teknologi California dalam sebuah pernyataan.

Gambaran perkiraan para seniman mengenai planet dan ketiga bintangnya itu
yang

dilihat

dari

sebuah

bulan

hipotetis

bisa

dilihat

di

http://pr.caltech.edu/media/trinary_sunset_small-1.jpg.
Temuan baru itu bisa mengacaukan teori-teori yang sudah ada yang
menyebutkan bahwa planet biasanya terbentuk dari gas dan debu yang
mengitari sebuah bintang tunggal, dan bisa mendorong para ilmuwan mencari
tempat-tempat baru planet.
"Implikasinya adalah ada lebih banyak planet di luar sana daripada yang kita
perkirakan," kata astronom-astronom itu dalam pernyatan tersebut.
Astronom Caltech, Maciej Konacki, yang menulis artikel penelitian itu, menunjuk
tipe baru planet itu sebagai Planet Tatooine karena kesamaannya dengan
gambaran Luke Skywalker mengenai planet rumahnya dengan nama yang
sama, dengan lebih dari satu matahari, dalam film asli Star Wars.
Kenyataan bahwa sebuah planet bisa berada dalam sistem multi-bintang
merupakan hal yang menakjubkan, menurut Konacki. (*/erl)

- 16 b.

Astronom

Temukan

Tata Surya Baru dengan


Dua Planet
Jumat, 15 Februari 2008 |
16:33 WIB

WASHINGTON, JUMAT - Sebuah bintang seukuran Matahari yang terletak


triliunan kilometer dari Bumi dikelilingi dua buah planet. Temuan ini semakin
menguatkan anggapan bahwa sistem planet-planet yang mirip tata surya kita
banyak

tersebar

di

alam

semesta.

Para astronom yang dipimpin Scott Gaudi dari Universtas Ohio State, AS dapat
mengamatinya dengan teknik yang disebut lensa mikro gravitasi. Bintang dan
dua planet yang mengelilinginya itu teramati saat bergerak di depan bintang
yang lebih jauh pada tahun 2006.
Kedua planet ditemukan pada bintang OGLE-2006-BLG-109L yang berada
5.000 tahun cahaya dari Bumi (1 tahun cahaya setara dengan 9,6 triliun
kilometer). Gaudi dan timnya menemukan distorsi cahaya bintang yang
diperkirakan sebagai sebuah planet yang bergerak mengelilinginya. Distorsi
yang lebih kuat teramati sehari kemudian. Perlu dua bulan untuk memastikan
bahwa

kedua

distorsi

memang

disebabkan

planet.

Kedua planet mungkin jenis planet gas seperti Jupiter atau Saturnus. Meskipun
demikian, besarnya hanya sekitar 80 persennya.

"Ini pertama kalinya kami mengamati peristiwa penguatan cukup besar dengan
sensitifitas sangat tinggi sehingga sangat jelas menunjukkan planet kedua - dan
yang satunya tentunya," ujar Gaudi, yang melaporkan temuan tersebut dalam
jurnal

Science

terbaru.

Penemuan sebuah bintang yang dikelilingi beberapa planet seperti ini termasuk
langka. Sebelumnya

para astronom dari

Universitas Ohio State

juga

menemukan sistem planet-planet dengan sebuah bintang yang mengelilingi


empat planet melalui program Microlensing Follow Up Network (MicroFUN) yang
melibatkan lembaga riset dari 11 negara.(AP/WAH)

- 17 -

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan dan Saran
Semoga uraian diatas dapat menambah pengetahuan kita tentang IPA khususnya
mengenai alam semesta, tata surya dan teori terbentuknya bumi. Walaupun tidak
secara mendalam namun makalah diatas dapat menambah wawasan kita tentang topik
yang disajikan.
Pada dasarnya hasil-hasil IPA memang bersifat netral, tetapi pemanfaatannya tidak
terarah dan tidak terkendali oleh nilai-nilai kemanusiaan adalah sangat berbahaya.
Demikian pula, meskipun hasil IPA netral, tetapi keputusan untuk melakukan atau tidak
melakukan eksperimen dan keputusan untuk memilih fakta yang diperlukan adalah
tidak bebas dari nilai. Dan disinilah peranan dan perlunya nilai kemanusiaan yang luhur
sangat diperlukan untuk menuntun perkembangan dan pemanfaatan IPA ke arah yang
lebih benar.
Jadi perkembangan IPA yang dinamis ini disamping banyak memberikan keuntungan
juga membawa resiko. Bila tidak diarahkan pemanfaatannya justru akan merugikan
manusia, bahkan dapat menghancurkan peradaban manusia itu sendiri. Seperti senjata
nuklir, senjata kimia dan biologis serta timbulnya pencemaran udara, air dan tanah yang
dapat mengganggu keseimbangan dan keserasian lingkungan hidup. Agar resiko
sekecil-kecilnya maka arah perkembangan IPA dan pemanfaatan hasil IPA harus
dilandasi oleh nilai-nilai kemanusiaan yang luhur.
DAFTAR PUSTAKA :
1. Ilmu Alamiah Dasar - Drs. Maskoeri Jasin

2. Ilmu Alamiah Dasar - Ir. Heri Purnama


3. Ilmu Alamiah Dasar - Drs. Abdullah Aly & Ir. Eny Rahma
4. Internet - Google
- 18

http://darusnal.blogspot.com/2011/04/makalah-ilmu-alamiahdasar.html

BENUA
6)

TUGAS ILMU ALAMIAH DASAR

TERBENTUKNYA BENUA
A. PENGERTIAN BENUA
Benua adalah bagian bumi berupa tanah atau daratan yg sangat luas yang di batasi oleh
laut dan lautan sehingga bagian tengah benua itu tidak mendapat pengaruh langsung dari angin
laut. Daratan yang ada didunia luasnya kurang lebih 30% dari seluruh muka bumi .
Dibandingkan dengan lautan, daratan yang ada merupakan daratan yang cukup sempit, apalagi
terpecah-pecah menjadi benua, kepulauan, dan pulau. Saat ini di Bumi terdapat 6 benua yang
terbentuk yaitu benua Asia, benua Eropa, benua Amerika, benua Afrika, benua Australia, dan
benua Antartika.
B. SEJARAH TERBENTUKNYA BENUA
Sekitar 250 juta tahun yang lalu, hanya ada superkontinen yang dinamakan Pangaea.
Pada awalnya hanya terbentuk satu benua besar yang disebut Pangaea dan dikelilingi satu
samudera Panthalassa. Kemudian sekitar 200 juta tahun yang lalu selama Periode Trias, Pangaea
pecah menjadi dua superkontinen, Laurasia di sebelah utara dan Gondwana di sebelah selatan

1. BENUA LAURASIA
Nama Laurasia menggabungkan nama Laurentia, nama yang diberikan ke Amerika Utara,
dan Eurasia. Seperti yang diusulkan oleh penamaan geologi, Laurasia meliputi sebagian besar
daratan yang membentuk benua hari ini dari belahan bumi utara, terutama Laurentia (yaitu inti
benua Amerika Utara), Baltica, Siberia, Kazakhstania, dan Cina Utara dan Cina Timur.
Laurasia dihimpun, kemudian putus, karena tindakan lempeng tektonik, pergeseran benua
dan dasar laut menyebar. Selama Kambrium, Laurasia sebagian besar terletak di garis lintang
khatulistiwa dan mulai putus, dengan Cina Utara dan Siberia hanyut ke garis lintang utara lebih
dari yang diduduki oleh benua selama 500 juta tahun sebelumnya. Oleh Devon, Cina Utara
terletak di dekat Lingkaran Kutub Utara dan itu tetap tanah utara di dunia selama Zaman Es
Karbon antara 300 dan 280 juta tahun yang lalu. Periode dingin melihat kembali bergabung dari
Laurentia dan Baltica dengan pembentukan Pegunungan Appalachian dan tambang batubara
besar yang hari ini, atau sangat baru-baru ini, andalan ekonomi daerah seperti Virginia Barat,
bagian dari Amerika Kerajaan dan Jerman.
Siberia bergerak ke selatan dan bergabung dengan Kazakhstania, sebuah wilayah benua kecil
diyakini saat ini telah diciptakan selama Siluria oleh vulkanisme luas. Ketika dua benua
bergabung bersama, Laurasia hampir direformasi, dan awal Trias, dengan Timur China telah
bergabung dengan Laurasia pembangunan kembali karena bertabrakan dengan Gondwana untuk
membentuk Pangea. Cina Utara menjadi, seperti melayang ke arah selatan dari garis lintang yang
mendekati Kutub Utara, benua terakhir yang bergabung dengan Pangaea.
Kemudian 135 juta tahun yang lalu, Laurasia bergerak dan pecah menjadi tiga yaitu Benua
Amerika Utara, Benua Eropa, dan Benua Asia. Sekitar 200 juta tahun yang lalu, Pangaea
mulai putus. Antara Amerika Utara bagian timur dan barat laut Afrika, samudra baru terbentuk Samudra Atlantik, meskipun Greenland (terlampir ke Amerika Utara) dan Eropa masih
bergabung bersama-sama. Pemisahan Eropa dan Greenland terjadi sekitar 60 juta tahun yang lalu
(di Paleosen). Laurasia akhirnya dibagi ke dalam benua setelah itu bernama: Laurentia (sekarang
Amerika Utara) dan Eurasia (kecuali India dan Arab), meninggalkan hanya sebuah batu kecil
(Rockall modern-hari) antara keduanya.
2. BENUA GONDWANA
Benua Gondwana dinamai oleh ilmuwan Austria, Eduard Suess, setelah wilayah Gondwana
di India utara pusat (dari bahasa Sansekerta "hutan dari Gonds" gondavana), dari mana sekuens

Gondwana sedimen (Permian-Trias) juga dijelaskan. Kata sifat Gondwanan sedang digunakan
umum dalam biogeografi ketika mengacu pada pola distribusi organisme hidup, biasanya ketika
organisme dibatasi untuk dua atau lebih daerah sekarang-kontinu yang dulu merupakan bagian
dari Gondwana, termasuk flora Antartika. Sebagai contoh, Proteaceae, sebuah keluarga tanaman
yang dikenal hanya dari selatan Amerika Selatan, Afrika Selatan, dan Australia yang dianggap
memiliki "distribusi Gondwanan". Pola ini sering dianggap untuk menunjukan kuno, atau janda,
keturunan.
Perakitan

Gondwana

adalah

sebuah

proses

berkepanjangan.

Beberapa

orogenies

menyebabkan penggabungan akhir 550-500 Mya pada akhir Ediacaran, dan masuk ke
Kambrium. Ini termasuk Brasiliano, Afrika Timur, yang oMalagasi, dan Kuunga. Tahap akhir
perakitan Gondwana tumpang tindih dengan pembukaan Samudera Iapetus antara Laurentia dan
Gondwana barat. Selama interval ini ledakan Kambrium terjadi.
Salah satu situs utama dari penggabungan Gondwana adalah Afrika Timur, di mana kedua
orogenies utama yang saling:
Afrika Timur (seperti kemudian ditetapkan) pada 650-630 juta tahun lalu terpengaruh sebagian
besar dari Saudi, Afrika utara-timur, Afrika Timur dan Madagaskar. Collins dan Windley (2002)
mengusulkan bahwa dalam Azania bertabrakan dengan Blok Kongo-Tanzania-Bangweulu.
Kemudian Malagasi di 550-515 juta tahun lalu terpengaruh Madagaskar, Timur Afrika Timur
dan India selatan. Di dalamnya Neoproterozoic India bertabrakan dengan Azania sudah
gabungan dan Kongo-Tanzania-Bangweulu Blok. Pada saat yang sama, di Kuunga dan India
bertabrakan dengan benua Australia Mawson.
Gondwana mulai terpecah di-awal Jurasik (sekitar 184 juta tahun lalu) disertai dengan
letusan besar lava basal, sebagai Gondwana Timur, terdiri dari Antartika, Madagaskar, India dan
Australia, mulai terpisah dari Afrika. Amerika Selatan mulai melayang perlahan ke arah barat
dari Afrika Selatan Samudera Atlantik dibuka, dimulai sekitar 130 Mya selama Kapur Awal, dan
mengakibatkan kondisi laut terbuka oleh 110 Mya. Gondwana Timur kemudian mulai terpisah
sekitar 120 Mya ketika India mulai bergerak ke utara.
Blok Madagaskar, dan sisa mikrokontinen sempit saat ini diduduki oleh Kepulauan
Seychelles, telah dipatahkan India; elemen tentang perpisahan ini hampir bertepatan dengan
peristiwa kepunahan Cretaceous-Tersier. India-Madagascar-Seychelles perpisahan tampaknya
bertepatan dengan letusan Deccan basal, letusan situs yang dapat bertahan hidup sebagai hotspot
Runion.

Australia mulai terpisah dari Antartika mungkin 80 Mya (Kapur Akhir), tapi dasar laut
menyebar di antara mereka menjadi yang paling aktif sekitar 40 Mya selama zaman Eosen
Periode Paleogen. Selandia Baru mungkin terpisah dari Antartika antara 130 dan 85 juta tahun
lalu.
Benua Australia-New Guinea mulai secara bertahap untuk memisahkan dan bergerak ke utara
(55 juta tahun lalu), berputar pada porosnya untuk memulai dengan, dan dengan demikian
mempertahankan beberapa hubungan dengan sisa Gondwana selama sekitar 10 juta tahun.
Sekitar 45 juta tahun lalu, Lempeng India bertabrakan dengan Asia, tekuk kerak dan
membentuk Himalaya. Pada waktu yang sama, bagian selatan Australia (Tasmania modern)
akhirnya terpisah dari Antartika, membiarkan aliran arus laut antara dua benua untuk pertama
kalinya. Cooler dan iklim kering dikembangkan di kedua benua karena arus laut membungkus
Antartika tidak lagi diarahkan ke subtropis, di mana mereka akan mengalir di sekitar Australia
utara.
Pemisahan Amerika Selatan dari Antartika Barat beberapa waktu selama Oligosen, mungkin
30 juta tahun lalu juga menyebabkan perubahan iklim. Segera sebelum ini, Amerika Selatan dan
Antartika Timur tidak terhubung secara langsung, tapi banyak microplates Semenanjung
Antartika tetap dekat selatan Amerika Selatan bertindak sebagai "batu loncatan" yang
memungkinkan pertukaran biologis lanjutan dan menghentikan sirkulasi arus laut. Tapi ketika
Drake Passage dibuka, ada sekarang tidak ada penghalang untuk memaksa air dingin dari utara
Samudra Selatan, untuk ditukar dengan air hangat tropis. Sebaliknya, dingin sirkumpolar saat ini
dikembangkan dan Antartika menjadi seperti sekarang ini: sebuah benua dingin yang terkunci
banyak air tawar di dunia seperti es. Laut suhu turun hampir 10 C, dan iklim global menjadi
jauh lebih dingin. Dengan sekitar 15 juta tahun lalu, tabrakan antara New Guinea (di tepi
terkemuka Lempeng Australia) dan bagian barat daya Lempeng Pasifik didorong dataran tinggi
New Guinea, menyebabkan efek bayangan hujan yang berubah drastis pola cuaca di Australia,
pengeringan itu keluar.
Kemudian, Amerika Selatan dihubungkan ke Amerika Utara melalui Tanah Genting Panama,
memotong sirkulasi air hangat dan dengan demikian menciptakan Arktik. Laut Merah dan Afrika
Timur Rift adalah contoh modern dari pemotongan terus dari Gondwana.
C. BENUA SAAT INI

Setelah diuraikan diatas tentang pemisahan Superbenua Pangaea menjadi benua Laurasia dan
benua Gondwana dan kemudian baik benua Laurasia dan benua Gondwana kemudian terpisah
lagi menjadi enam benua yang kita kenal saat ini, yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Benua Asia
Benua Amerika
Benua Afrika
Benua Australia
Benua Eropa
Benua Antartika

http://biologiandri.blogspot.com/2011/04/makalah-iad-terbentuknyabenua.html

BENUA
Proses Terbentuknya Benua dan Samudra

Benua dan samudra terbentuk melalui proses yang sangat panjang. Dahulu
bentuk benua dan samudra tidak seperti sekarang ini. Setelah melalui proses yang
panjang maka terbentuklah benua seperti pada saat ini. Bagaimanakah benua dan
samudra terbentuk? Ada seorang ilmuwan asal Jerman yang bernama Alfred
Wagener yang mengemukakan teori tentang pembentukan benua. Menurut Alfred
Wagener, sebelum zaman Carbon (+ - 300 juta tahun yang lalu), semua benua
yang ada sekarang ini tergabung menjadi satu yang disebut Benua Pangea. Benua

Pangea kemudian terpecah menjadi dua benua, yaitu Benua Laurasia (di bagian
utara) dan Benua Gondwana (di bagian selatan). Proses pecahnya benua Pangea ini
terjadi sekitar 135 juta tahun lalu. Selanjutnya Benua Laurasia bagian barat bergerak
ke utara menjauhi benua Gondwana yang akhirnya membentuk benua Benua
Amerika Utara. Sedangkan Benua Gondwana di selatan terpecah menjadi beberapa
benua, yaitu sebagai berikut.
1) Bagian barat bergeser terus ke arah barat menjadi Benua Amerika Selatan.
2) Bagian timur bergerak ke timur menjadi Benua Afrika.
3) Bagian yang lebih kecil di bagian timur terus bergerak ke arah timur laut dan
menjadi India.
4) Satu bagian lagi terpecah menjadi dua, yaitu bagian timur terus begerak ke
arah timur laut, dan pecahan bagian barat terus bergerak ke arah selatan.
Perkembangan selanjutnya, Amerika Utara bergabung menjadi satu dengan
Amerika Selatan, Eurasia menjadi Benua Eropa dan Benua Asia. Bagian paling selatan
yang bergerak ke selatan menjadi benua Antartika dan bagian dari bagian selatan
yang bergerak ke timur laut menjadi Benua Australia.
Teori Wagener disebut juga Teori Pergeseran Benua. Teori ini didasarkan pada
fakta-fakta sebagai berikut.
a. Lekukan atau bentuk pantai di Afrika Timur, Amerika Utara, dan Amerika
Selatan dengan pantai barat Eropa dan Afrika hampir sama.
b. Daratan Tanah Hijau (Greenland) menjauh dari Eropa sejauh +- 36 centimeter
setiap tahun.
c. Tanah di Amerika Selatan, Afrika, India, Australia dan Antartika menunjukkan
persamaan sifat.
d. Pulau Madagaskar dalam gerakannya ke arah barat terhambat oleh Afrika.

http://gamapenta.blogspot.com/2012/03/prosesterbentuknya-benua-dan-samudra.html

ALAM SEMESTA JUGA


Pengertian Alam Semesta, Galaksi, dan Tata Surya

Alam Semesta
Pengertian alam semesta mencakup tentang mikrokosmos dan makrokosmos.
Mikrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran sangat kecil, misalnya atom,
elektron, sel, amuba, dan sebagainya. Sedang makrokosmos adalah benda-benda yang
mempunyai ukuran yang sangat besar, misalnya bintang, planet, dan galaksi.
Awalnya para ilmuan astronomi menetapkan bahwa manusialah yang sebagai pusat, yang
diberi nama teori Egosentris. Setelah itu mereka menetapkan bumi yang menjadi pusat yang
ditokohi oleh Cladius Ptolemeus. Teori ini dikenal dengan Geosentris. Namun setelah itu Nicolas
Copernicus mengungkap teori baru di mana matahari dijadikan pusat alam semesta, teori ini
diberi nama teori Heliosentris. Namun saat ini mereka baru menyadari bahwa teori tersebut lebih
cocok diterapkan pada Tata Surya. Dan Tata Surya hanyalah sebagian dari galaksi, dan galaksi
adalah satu kumpulan bintang dari banyak kumpulan bintang di alam semesta.
Galaksi
Galaksi adalah sebuah sistem yang terikat oleh gaya gravitasi yang terdiri atas bintang
(dengan segala bentuk manifestasinya, antara lain bintang neutron dan lubang hitam), gas dan
debu kosmik medium antarbintang, dan kemungkinan substansi hipotetis yang dikenal dengan
materi gelap.
Galaksi yang sering kita dengar adalah Bimasakti atau milky way. Kalau kita cermati agak
aneh nama milky way tersebut karena dari benda angkasa luar diumpamakan dengan susu.
Namun dari keanehan tersebut terdapat keunikan, yakni bintang bertebaran di langit pada malam
hari seperti susu yang tercecer di langit. Galaksi kita berbentuk spiral, dapat kita samakan dengan
lingkaran obat nyamuk jika dilihat dari atas dan seperti gasing bila dilihat dari samping. Galaksi
kita tidak sebundar lingkaran namun berbentuk elips. Hal ini dibuktikan dengan ukurannya yang
memiliki panjang sekitar 100 tahun cahaya dan lebar 10 tahun cahaya dan Tata Surya kita berada
30 tahun cahaya dari pusat galaksi.
Selain galaksi Bimasakti kita juga dapat melihat beberapa galaksi dengan mata telanjang
ataupun dengan alat. Yang diungkap oleh para ilmuan yakni galaksi Andromeda, Awan
Megallianic Besar dan Awan Megallanic Kecil. Galaksi Andromeda lebih besar daripada Milky
way.
Tata Surya

Tata Surya terdiri dari matahari, delapan planet dan berbagai benda langit seperti satelit,
komet, dan asteroid. Tata Surya tak lebih hanyalah gugusan kecil dari benda-benda langit dan
satu bintang. Tata Surya adalah bagian kecil dari galaksi.
Kita kenal dengan delapan planet, dari delapan planet tersebut terbagi dua bagian yaitu
planet dalam dan planet luar. Planet dalam adalah planet yang dekat dengan matahari yang terdiri
dari Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Sedangkan Yupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus
termasuk planet luar.
B. Teori Terbentuknya Alam Semesta, Galaksi dan Tata Surya
Teori Terbentuknya Alam Semesta
Teori Keadaaan Tetap (Steady-state theory)
Teori ini berdasarkan prinsip kosmologi sempurna yang menyatakan
bahwa alam semesta dimanapun dan bilamanapun selalu sama. Berdasarkan
prinsip tersebut alam semesta terjadi pada suatu saat tertentu yang telah
lalu dan segala sesuatu di alam semesta selalu tetap sama walaupun
galaksi-galaksi saling bergerak menjauhi satu sama lain.
Teori ini ditunjang oleh kenyataan bahwa galaksi baru mempunyai
jumlah yang sebanding dengan galaksi lama. Dengan diketahui kecepatan
radial galaksi-galaksi menjauhi bumi yang dihubungkan dengan jarak antara
galaksi-galaksi dengan bumi dari hasil pemotretan satelit, maka disimpulkan
bahwa makin jauh jarak galaksi terhadap bumi, makin cepat galaksi tersebut
bergerak menjauhi bumi. Hal ini sesuai dengan garis spektra yang menuju
merah, yang hal ini sering dikenal dengan pergeseran merah. Dari hasil
penemuan ini menguatkan bahwa alam semesta selalu mengembang
(ekspansi) dan menipis (kontraksi). Dengan demikian harus ada ledakan
atau dentuman yang memulai adanya pengembangan.
Teori Dentuman Besar (Big-bang theory)
Teori ini dikembangkan oleh George Lemaitre. Teori ini menyatakan pada
mulanya alam semesta berupa sebuah primeval atom yang berisi semua
materi dalam keadaan yang sangat padat. Suatu ketika atom ini meledak

dan seluruh materinya terlempar keruang alam semesta. Berdasarkan dari


asumsi adanya massa yang sangat besar dan mempunyai masa jenis yang
sangat besar, karena adanya reaksi inti kemudian meledak dengan hebat.
Massa tersebut kemudian mengembang dengan sangat cepat menjauhi
pusat ledakan. Sejak itulah dimulai ekspansi yang berlangsung ribuan juta
tahun dan akan terus berlangsung jutaan tahun lagi. Pada suatu saat nanti
ekspansi tersebut akan berakhir.
Teori Terbentuknya Galaksi dan Tata Surya
Menurut Fowler, 12 ribu juta tahun yang lalu galaksi kita masih berupa
kabut gas hidrogen yang sangat besar sekali yang berada diluar angkasa. Ia
bergerak perlahan mengadakan rotasi sehingga keseluruhannya berbentuk
bulat. Karena gaya beratnya maka ia mengadakan kontraksi. Massa bagian
luar banyak yang tertinggal pada bagian yang berkisar lambat dan
mempunyai berat jenis yang besar terbentuklah bintang-bintang. Gumpalan
kabut yang telah menjadi bintang itupun secara perlahan mengadakan
kontraksi. Energi potensialnya mereka keluarkan dalam bentuk sinar dan
panas radiasi dan bintang-bintang itupun makin turun temperaturnya.
Setelah berpuluh ribu juta tahun ia mempunyai bentuknya yang tetap seperti
matahari.
Galaksi merupakan kumpulan 1011 atau 100 milyardbintang-bintang,
salah satu diantaranya adalah Matahari atau pusat Tata Surya kita ini.
Kumpulan bintang-bintang dan dalam galaksi bentuknya menyerupai lensa
cembung yang pipih atau berbentuk cakram. Dimana garis tengahnya
mempunyai panjang 100 tahun cahaya, tebalnya 10 tahun cahaya. Matahari
atau pusat Tata Surya kita berada pada jarak 30 tahun cahaya dari pusat
galaksi.
Berdasarkan apa yang nampak dari hasil pengamatan, dapat kita
bedakan adanya 3 macam galaksi:
Galaksi berbentuk spiral
Galaksi berbentuk elips

Galaksi berbentuk tak beraturan


Induk dari matahari adalah galaksi Bima Sakti (Milky Way) yang
berbentuk spiral dan memiliki tidak kurang dari 100 ribu juta bintang dan
masih banyak gumpalan-gumpalan kabut gas maupun galaksi kecil yang
banyak jumlahnya. Galaksi Andromeda merupakan galaksi terdekat yang
juga

berbentuk

spiral

dan

jauhnya

870.000

tahun

cahaya.

Galaksi

mengadakan rotasi dengan arah berlawanan dengan jarum jam.


Hipotesis Nebular
Dikemukakan oleh Kant dan Laplace pada tahun 1796 yang menyatakan
bahwa sistem Tata Surya terbentuk dari kondensasi awan panas atau kabut
gas yang sangat panas (nebule). Pada proses kondensasi ada sebagian yang
terpisah dan merupakan cincin terbentuklah planet beserta satelitnya yang
mengelilingi pusat, pusatnya itu menjadi sebuah bintang/matahari.
Hipotesis Planettesimal
Dikemukakan oleh Chamberlin dan Moulton. Disebut Planetesimal yang
berarti planet kecil karena planet terbentuk dari benda padat yang memang
telah ada. Matahari telah ada sebagai salah satu dari bintang-bintang yang
banyak, pada satu waktu ada sebuah bintang yang berpapasan pada jarak
yang tidak terlalu jauh akibatnya terjadi pasang naik antara matahari dan
bintang tadi. Pada waktu bintang itu menjauh sebagian massa dari matahari
itu jatuh kembali ke permukaan matahari dan sebagian lain berhamburan di
sekeliling matahari inilah yang disebut dengan planetesimal yang kelak
kemudian

menjadi

planet-planet

yang

beredar

pada

orbitnya

dan

mengelilingi matahari.
Teori Tidal/Teori Pasang Surut
Dikemukakan pertama kali oleh James Jeans dan Harold Jeffreys
(1919). Setelah bintang itu berlalu dengan gaya tarik bintang yang besar
pada permukaan matahari terjadi proses pasang surut seperti peristiwa

pasang surutnya air laut di bumi akibat gaya tarik bulan. Sebagian massa
matahari

itu

membentuk

cerutu

yang

menjorok

kearah

bintang

itu

mengakibatkan cerutu itu terputus-putus membentuk gumpalan gas di


sekitar matahari dengan ukuran yang berbeda-beda, gumpalan itu membeku
dan kemudian membentuk planet-planet.
Teori ini menjelaskan mengapa planet-planet di bagian tengah seperti
Yupiter,

Saturnus,

Uranus

dan

Neptunus

merupakan

planet

raksasa

sedangkan di bagian ujungnya merupakan planet-planet kecil. Kelahiran


kesembilan planet itu karena pecahan gas dari matahari yang berbentuk
cerutu itu maka besarnya planet-planet itu berbeda-beda yang terdekat dan
terjauh besar tetapi yang di tengah lebih besar lagi.
Teori Awan Debu
Dikemukakan

oleh

Carl

von

Weizsaeker

(1940)

kemudian

disempurnakan oleh Gerard P Kuiper (1950). Tata Surya terbentuk dari


gumpalan awan gas dan debu. Gumpalan awan itu mengalami pemampatan,
pada proses pemampatan itu partikel-partikel debu tertarik ke bagian pusat
awan itu membentuk gumpalan bola dan mulai berpilin dan kemudian
membentuk cakram yang tebal di bagian tengah dan tipis di bagian tepinya.
Partikel-partikel

di

bagian

tengah

cakram

itu

saling

menekan

dan

menimbulkan panas dan berpijar, Bagian inilah yang kemudian menjadi


matahari. Sementara bagian yang luar berputar sangat cepat sehingga
terpecah-pecah menjadi gumpalan yang lebih kecil, Gumpalan kecil ini
berpilin pula dan membeku kemudian menjadi planet-planet.
Teori Bintang Kembar
Teori ini hampir sama dengan teori planetesimal. Dahulu matahari
mungkin merupakan bintang kembar, kemudian bintang yang satu meledak
menjadi kepingan-kepingan. Karena ada pengaruh gaya gravitasi bintang,
maka kepingan-kepingan yang lain bergerak mengitari bintang itu dan

menjadi planet-planet. Sedangkan bintang yang tidak meledak menjadi


matahari.
C. Sistem Tata Surya
Pada zaman Yunani kuno, seorang filsafat bernama Clausius Ptolomeus
mengemukakan

pendapatnya

bahwa

bumi

adalah

pusat

dari

alam

semesta.Menurut pandangan ini, matahari, bulan dan planet-planet beredar


mengelilingi bumi yang tetap diam sebagai pusatnya.Pandangan Geosentris
ini 14 abad lamanya dianut orang.
Pada abad ke-16, seorang ilmuwan Polandia Nikolas Kopernikus
mengubah pandangan diatas. Menurutnya bumi adalah planet dan seperti
halnya dengan planet planet yang lain, beredar mengelilingi matahari
sebagai pusatnya (heliosentris). Pandangan ini didasari oleh adanya hasil
pengamatan yang teliti serta perhitungan yang sistematis.Kesemuanya ini
berkat bantuan teropong sebagai alat pengamat dan telah berkembangnya
matematika dan fisika sebagai sarana penunjang pada masa itu.
Setelah adanya teropong dapat diamati planet-planet dan benda
angkasa lain yang lebih banyak lagi seperti satelit, komet, meteor, debu dan
gas antar planet.Semua benda angkasa ini beredar mengelilingi matahari
sebagai pusat disebut Sistem Tata Surya.
Planet di dalam Tata Surya kita dapat dibagi menjadi 2 golongan :
1.

Planet Kecil (kerdil), seperti : Merkurius, Venus, Bumi dan Mars. Ciri umumnya garis
tengahnya kecil, tetapi padat, rapat masa rata-ratanya terletak antara 2,4 5,5 gram
setiap sentimeter kubik, biasanya tidak berlapisan angkasa tebal. Golongan ini

menempati lintasan yang dekat dengan matahari.


2. Planet Raksasa, terdiri dari Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. Garis tengahnya
jauh lebih besar dibandingkan pada golongan pertama namun kurang padat. Rapat masa
sangat rendah, misalnya Saturnus antara 0,7 1,6 gram setiap sentimeter kubik.
Lintasan golongan ini jauh dari matahari.
Kesamaan planet di dalam Tata Surya :

a.

Berevolusi (beredar mengelilingi titik pusat gravitasi, dalam hal ini matahari) dan
berotasi (bergasing mengelilingi pusat masa planet sendiri). Keduanya bergerak searah
berlawanan dengan jarum jam jika dilihat dari kutub utara. Aturan ini hampir tidak

kecualinya diikuti denga patuh, kecuali oleh beberapa satelit.


b. Bentuk lapisan planet mengelilingi matahari ataupun satelit mengelilingi planet hampir
menyerupai lingkatan. Yang mengingkari hukum ini ialah Merkurius dan Pluto yang
masing-masing mempunyai keeksentrikan 0,206 dan 0,247.
c. Selain lintasannya yang sepusat (konsentris) semua lintasan tersebut terdapat pada
bidang edar yang satu dengan lainnya hampir berhimpitan.
D. Bagian-Bagian Tata Surya
1. Matahari
Matahari merupakan Tata Surya yang paling besar, dimana 89% massa Tata
Surya terkumpul pada matahari. Matahari merupakan pusat sumber tenaga di
lingkungan Tata Surya, matahari terdiri dari inti dan tiga lapisan kulit : fotosfer,
chromosfer dan corona. Pada pusat matahari suhunya mencapai jutaan derajat celcius
dan

tekanannya

ratusan

juta

atmosfer.Kulit

fotosfer

suhunya + 60000oC

dan

memancarkan hampir semua cahaya.


Matahari sangat penting bagi kehidupan di muka bumi karena :

Merupakan sumber energi (sinar panas). Energi yang terkandung dalam batubara dan

minyak bumi sebenarnya juga berasal dari matahari.


mengontrol stabilitas peredaran bumi yang juga berarti mengontrol terjadinya siang dan

malam, bulan, tahun serta mengontrol peredaran planet lain.


Dengan mempelajari matahari yang merupakan bintang yang terdekat, berarti

mempelajari bintang-bintang lain.


2. Planet Merkurius
Merupakan planet terkecil dan terdekat dengan matahari. Merkurius
tidak mempunyai satelit atau bulan, dan tidak mempunyai hawa. Planet ini
mengandung albedo, yaitu perbandingan antara cahaya yang dipantulkan
dengan yang diterima dari matahari sebesar 0,07. Ini berarti 0,93 atau 93%
cahaya yang berasal dari matahari diserap. Garis tengahnya 4500 km.

Diperkirakan tidak ada kehidupan di Merkurius. Merkurius mengadakan rotasi


dalam waktu 58,6 hari dan mengelilingi matahari dalam waktu 88 hari.
3. Planet Venus
Venus menempati urutan kedua terdekat dengan matahari, dikenal
dengan Bintang Kejora yang bersinar terang pada waktu sore dan pagi hari.
Mempunyai albedo 0,8 atau 20% cahaya matahari yang datang diserap.
Planet ini diliputi awan tebal (atmosfer) yang mungkin terjadi dari karbon
dioksida tetapi tidak mengandung uap air dan oksigen. Planet ini tidak
mempunyai satelit. Venus bergaris tengah 12.320 km, Rotasi venus+ 247
hari dan berevolusi (mengelilingi matahari) selama 225 hari.
4. Planet Bumi
Bumi menempati urutan ketiga terdekat dengan matahari dan bergaris
tengah 12.640 km. Jarak bumi dan matahari 149 juta km. Bumi mengalami
rotasi 24 jam, bumi mempunyai atmosfer dan mempunyai sebuah satelit
yaitu bulan. Bumi mengadakan revolusi selama 365 hari. Massa jenis bumi
rata-rata + 5,52.
Gerak Rotasi Bumi
Pepatan bumi besarnya 1/300 hingga dapatlah dianggap bumi memiliki
bentuk bola.Titik pusatnya berimpit dengan titik pusat bola langit. Para
sarjana dari Yunani seperti Pythagoras, Philolaus, Herakleitos dan Kopernikus
dari Polandia mengemukakan bahwa bola langit tetap tinggal diam sedang
bumi berputar pada sumbunya dari barat ketimur dan disebut rotasi yang
arahnya sama dengan arah revolusi.
Akibat Rotasi Bumi
Gerak semu harian dari matahari yang seakan-akan matahari, bulan, bintang-bintang

dan benda-benda langit lainnya terbit dari Timur dan terbenam di barat.
Pergantian siang dan malam, di mana separuh dari bola bumi menerima sinar matahari

(siang), sedang separuh bola lainnya mengalami kegelapan (malam).


Penyerongan/penyimpangan arah angin, arus laut, yang dapat diterangkan dengan
hukum Buys Ballot. Arus-arus hawa (angin) tidak begerak lurus dari daerah maksimum

ke daerah minimum, tetapi membias ke kanan bagi belah bulatan utara dan membias ke

kiri bagi belah bulatan selatan.


Penggelembungan di katulistiwa serta pemepatan di kutub bumi.
Timbulnya gaya sentrifugal yang menyebabkan pemepatan bumi tersebut serta
pengurangan gaya tarik hingga arah vertikal tidak tepat menuju ke titik pusat bumi,

terkecuali di katulistiwa dan di kutub.


Adanya dua kali air pasang naik dan pasang surut dalam sehari semalam.
Perbedaan waktu antara tempat-tempat yang berbeda derajat busurnya.
Gerak Revolusi Bumi
Berkat penyelidikan para sarjana : Galileo Galilei, Tycho Brahe dan
Keppler maka susunan alam secara Heliosentris dari Kopernikus diakui
keunggulannya. Dalam susunan ini bumi berevolusi mengelilingi matahari
dalam satu kali revolusi selama 1 tahun. Akibat dari revolusi bumi :

Pergantian 4 musim yakni di sebelah utara garis balik utara (23 LU)

Perubahan lamanya siang dan malam.

Terlihatnya rasi (konstelasi) bintang yang beredar dari bulan ke bulan.


Lintasan bumi dalam revolusinya terhadap matahari disebut orbit. Menurut
hukum Keppler pertama, maka orbit-orbit setiap planet memiliki bentuk
bangun elips.

Gaya Gravitasi Terrestrial dari Bumi


Bumi mempunyai gaya gerak atau gaya berat. Gaya tarik bumi ini
dinamakan gara gravitasi terrestrial bumi. Benda di bumi memiliki bobot
karena pengaruh gaya gravitasi bumi.
Waktu
Waktu 24 jam dalam sehari semalam adalah berdasarkan gerak semu
matahari dalam membuat satu revolusi lengkap. Bagi tujuan sehari-hari
maka kita menggunakan waktu solar.Bagi keperluan tujuan astronomi atau
perjalanan antar planet maka digunakan waktu sideris yang 4 menit lebih
awal dari waktu solar.

5. Planet Mars
Jarak planet Mars dengan matahari 226,48 juta km. Garis tengahnya
6272 km dan revolusinya 1,9 tahun, rotasinya 24 jam 37 menit. Berdasarkan
data yang dikirimkan oleh satelit Mariner IV di Mars tidak ada oksigen,
hampir tidak ada air, sedangkan kutub es yang diperkirakan mengandung
banyak air itu tak lebih merupakan lapisan salju yang sangat tipis.Mars
mempunyai 2 satelit/bulan yaitu phobus dan daimus.
6. Planet Yupiter
Merupakan planet terbesar bergaris tengah 138.560 km dengan
rotasinya 10 jam dan mempunyai kurang lebih 14 satelit. Berdasarkan
analisis spektroskopis yupiter mengandung gas metana dan amoniak
banyak, serta mengandung gas hidrogen, albedonya 0,44. Massa planet ini
hampir 300 kali massa bumi dan gravitasinya 2,6 kali gravitasi bumi.
7. Planet Saturnus
Merupakan planet terbesar setelah Yupiter, bergaris tengah 118.400
km, berotasi 10 jam dan merupakan planet yang mempunyai cincin sabuk
raksasa. Mempunyai massa jenis 0,75 g/cm 2, sehingga terapung diair. Planet
ini berupa gas yang terdiri dari metana dan amoniak dengan suhu rata-rata
103oC.Saturnus mempunyai 10 satelit dan diantaranya yang terbesar disebut
Titan.
8. Planet Uranus
Jarak Uranus ke matahari 2860 juta km dan berevolusi dalam waktu 84
tahun, rotasinya 10 jam 47 detik dan arah geraknya berbeda dengan yang
lainnya yaitu dari timur ke barat.Uranus bergaris tengah 50.560 km.
Berdasarkan pengamatan pesawat Voyager pada Januari 1986 Uranus
memiliki 14 satelit.
9. Planet Neptunus

Jaraknya dengan matahari 4470 juta km, mengelilingi matahari dalam


165 tahun sekali putar.Mempunyai 2 satelit, satu diantaranya disebut Triton
yang bergerak berlawanan arah dengan gerak rotasi Neptunus.
E. Benda-Benda Lain dalam Tata Surya
Planetoida/Asteroida
Pada tahun 1801, Piazzi astronom dari Italia menemukan benda langit
yang berdiameter + 900 km beredar mengelilingi matahari pada jarak antara
Mars dan Yupiter yang berjumlah + 2.000 buah. Benda-benda langit itu
disebut Planetoida. Pada tahun 1801 astronom Italia, Piazzi menemukan
asteroid Ceres yang bergaris tengah 750 kilometer.
Komet/Bintang Berekor
Merupakan kumpulan bungkah-bungkah batu yang diselubungi oleh
kabut asap yang berdiameter + 100.00 km (termasuk selubung gas) dan
diamter intinya yang berupa bungkah-bungkah batu berkisah 10-20 km.
Cahaya matahari yang mengenai komet sebagian dipantulkan, sedang
lainnya berupa sinar ultra violet akan terjadi eksitasi pada gas yang
menyelubungi komet. Akibat eksitasi ini akan terjadi resonansi atau fluorescensi dan
gas yang berpendar memancarkan cahaya.
Meteor/Bintang Beralih
Merupakan batu-batu kecil yang berdiameter antara 0,2 0,5 mm dan massanya
< 1 gram. Merupakan semacam debu angkasa yang bergerak dengan kecepatan ratarata 60 km/detik.Jika oleh sesuatu sebab meteor masuk atmosfer bumi, karena
gesekan dengan atmosfer akan timbul panas dan nampak berpijar. Gerak meteor yang
pijar ini biasanya disebut bintang beralih. Jika meteor akan nampak memasuki atmosfer
bumi karena suhunya yang tinggi meteor itu akan hancur sampai kepermukaan bumi.
Meteor

yang

sampai

ke

permukaan

bmi

disebut

meteroid

yang

massanya + 10.000 ton pernah jatuh di permukaan bumi yang menimbulkan kawah
meteor di Arizona dan Siberia.Meteorid tersebut mengandung besi dan nikel.

Satelit
Merupakan

pengiring

planet

yang

bersama-sama

mengelilingi

matahari. Satelit bumi yaitu bulan. Bulan merupakan satu-satunya satelit


bumi yang berotasi dalam 1 hari dan berevolusi satu bulan. Jarak bumi dan
bulan + 384.403 km. Perbandingan antara bumi dan bulan sebagai berikut :

Massa bulan = 1/10 massa bumi.

Diameter bulan = Diameter Bumi = 3000 km

Gravitasi bulan = 1/6 gravitasi bumi


Permukaan bulan penuh dengan kawah-kawah dan gunung-gunung.
Dipermukaan bulan tidak ada hawa mengakibatkan :

Suhu berubah sangat cepat, suhu tertinggi 100oC dan terendah -173oC.

Bunyi tidak dapat merambat sehingga sangat sunyi.

Langit tampak kelam

Tidak ada peredaran air, sehingga kering kerontang.


KESIMPULAN
Alam semesta merupakan suatu kumpulan dari makromos dan
mikromos.

Sedangkan

galaksi

adalah

sebuah

sistem

yang

terikat

oleh

gaya gravitasi yang terdiri atas bintang (dengan segala bentuk manifestasinya, antara lain bintang
neutron dan lubang hitam), gas dan debu kosmik medium antarbintang.
Tata Surya adalah gugusan kecil dari benda-benda langit dan satu bintang. Tata Surya
adalah bagian kecil dari galaksi. Tata Surya kita terdiri dari matahari dan planet dan benda-benda
langit lainya.
Teori terbentuknya alam semesta ada 2 yaitu Teori Keadaan Tetap dan Teori Dentuman
Besar atau teori Big-Bang. Dan teori terbentuknya Tata Surya dan galaksi ada 5,yaitu Hipotesis
Nebular, Hipotesis Planettesimal, Teori Tidal atau Teori Pasang Surut, Teori Awan Debu dan
Teori Bintang Kembar.

Sistem Tata Surya terdiri dari dua yaitu planet kecil dan planet raksasa. Planet kecil
terdiri dari Merkurus, Venus, Bumi dan Mars. Sedangkan Planet Raksasa terdiri dari Jupiter,
Saturnus, Uranus dan Neptunus yang lintasanya jauh dari matahari.
Bagian-bagian Tata Surya ada Matahari, Planet Merkurius, Planet Venus, Planet Bumi,
Planet Mars, Planet Yupiter, Planet Saturnus, Planet Uranus, Planet Neptunus, Planetoida atau
Asteroida, Komet, Meteor, dan Satelit.

http://saraswatianasaras.blogspot.com/2013/11/ala
m-semesta-galaksi-dan-tata-surya.html

BUMI
b1Pendahuluan
1.1LatarBelakang
Permukaanbumiterdiridari70%wilayahlaut,dansekitar90%darivolumenyamerupakanwilayah
yangluasdandingin,yangdisebutlautdalam(Nybakken,1988).AirLautDalam(DeepSeaWater)
didefinisikansebagaiairlautyangterletakdikedalamanlebihdari200mdantidakadapenetrasicahaya
matahariyangmasukkelapisanini.Keberadaannyadikedalamanlaut,membuatAirLautDalam
memilikikarakteristikunik,antaralaintemperaturrendah(2C),kayanutrisi(200kalinitratdan20
kalifosfatlebihbanyakdibandingkanairpermukaan),danmemilikikualitasairyangbaikkarenabebas
patogen(NakasonedanAkeda,2000).Sifatsifattersebutberpotensiuntukdimanfaatkanlebihlanjut
dalamberbagaibidang,sepertiindustriperikanan,agrikultur,sertabidangkesehatan.
1.2Rumusanmasalah
PengertianBumi
TeoriPembentukanBumi
StrukturBumi
Gejalaalamyangterjadidibumi
Pembagianmusim,suhu,danwaktupadabumi

Bab2Pembahasan
2.1PengertianBumi
Bumiadalahplanetketigadaridelapanplanetdalamtatasurya.Diperkirakanusianyamencapai4.6
milyartahun.Jarakantarabumidanmatahariadalah149.6jutakilometer.Bumimempunyailapisan
udara(atmosfer)danmedanmagnedyangdisebutmagnotosferyangmelinndungibumidarianing
matahari,sinarultrafiolet,danraadiasidariluarangkasa.LapisanudarainidibagimenjadiTroposfer,
Stratosfer,Mesosfer,Termosfer,danEksosfer.Lapisanozon,setinggi50km,beradadilapisanstratosfer
danmesosferuntukmelindungibumidarisinarultrafiolet.Perbedaansuhubumiadalahantara70C
hingga55Ctergantungpadaiklimsetempat.Seharidibagimenjadi24jamdansetahun35,2425hari.
Bumimempunyaimassaseberat59.760miliyarton,denangluaspermukaan510jutakmpersegi.Berat
jenisbumisekitar5.500km/mkubikdigunakansebagaiunitperbandinganberatjenisplanetyanglain.
Kerakbumilebihtipisdidasarlautyaitusekitar5km.Kerakbumiterbagikepadabeberapabagiandan
bergerakmelaluipergerakantektoniklempengyangmenhasilkangempabumi.Titiktertinggi
dipermukaanbumiadalahgunungEverestsetinggi8.848meter,dantitikterdalamadalahpalungmariana
disamudrapasifikdengankedalaman10.924meter.Dandanauterdalamadalahdanaubaikaldengan
kedalam1.637meter.
2.2TeoriPembentukanBumi
TeoriSedimen
PengukuranusiaBumididasarkanatasperhitunganteballapisansedimenyangmembentukbatuan.
Denganmengetahuiketebalanlapisansedimenrataratayangterbentuksetiaptahunnyadengan
memperbandingkantebalbatuansedimenyangterdapatdibumisekarangini,makadapatdihitungumur
lapisantertuakerakBumi.BerdasarperhitunganmacaminidiperkirakanBumiterbentuk500jutatahun
yanglalu.
TeoriKadarGaram
PengukuranusiaBumiberdasarkanperhitungankadargaramdilaut.Didugabahwamulamulalauttiu
berairtawar.Denganadanyasirkulasiairdalamalamini,makaairyangmengalirdaridaratmelalui
sungaikelautmembawagaramgaram.Keadaansemacamituberlangsungterusmenerussepanjangabad.
Denganmengetahuikenaikankadargarampadasaatini,yaitukuranglebih320,makdihasilkan
perhitunganbahwabumitelahterbentuk1000jutatahunyanglalu.
TeoriTermal

PengukuranusiaBumiberdasarkanperhitungansuhuBumi.DidugabahwaBumimulamulamerupakan
batuanyangsangatpanasyanglamakelamaanmendingin.DenganmengetahuimassadansuhuBumi
saatini,makahlifisikabangsaInggrisyangbernamaElfinmemperkirakanbahwaperubahanBumi
menjadibuatanyangdinginseoerisaatinidaribatuanyangsangatpanaspadapermulaannyamemerlukan
waktu20.000jutatahun.
TeoriRadioktivitas
PengukuranusiaBumiyangdianggappalingbenarialahberdasarkanwaktupeluruhanunsurunsur
radioaktif.Dalmperhitunganini,diperlukanpengetahuantentangwaktuparohunsurunsurradioaktif.
Waktuparohadalahwaktuyangdibutuhkanradioaktifuntukluruhataumenguraiseinggamassanya
tinggalseparoh.

2.3StrukturBumi
LithosferdanCentrosfer
Lithosfertebalnyahanyakuranglebih32km(=32.000m)danmerupakanbagianyangpentingdalam
kehidupanmanusiayangberupabenuabenuasanpulaupulausebagaitempattinggal.Ketebalanlithosfer
tidaksama.Bagiantebalberupabenuasetebal3,5kmdanterdiriatas2lapisan,yaitulapisansebelahatas,
terdiridarisilikondanaluminiumdenganBeratMassa(BM)ratarata2,65danlapisansebelahdalam,
terdiridarisilicondanmagnesiumdenganBM2,9.
Dibawahinilithosferterdapatcentrosferyangdapatdibagiatas:
Bagianpalingdalamyangdisebutintidalam.
Bagianluardisebutintiluar,dan
Bagianmantel;BMintiBumi=10,7
Hidrosfer
HidrosfertidaksepenuhnyamenutupiseluruhpermukaanBumi,tetapihanya75%yangmeliputilautan,
danaudanau,danesyangterdapatdalamkeduakutub.Kedalamanlautratarata4000mdanyang
terdalamadalahdidekatpulauGuamdengankedalaman11000m.
Hidrosfermempunyaipengaruhyangbesarterhadapatmosferkarenaairyangmenguapakanmembentuk
awanyangselanjutnyamenimbulkanhujan,kembalikelautlagi.Siklusairsemacamituberlangsung

berabadabad.Siklusitumenyebabkanairlautmenjadiasinkarenagarammineralyangmudahlarutpada
kerakBumiterbawakelautsecaraterusmenerus.
Atmosfer
AtmosfermerupakanlapisangasyangmenyelubungiBumi,yangdalamkehidupansehariharidisebut
udara.TebalAtmosfersebesar4800km,terhitungdaripermukaanairlaut.Atmosferterbagiatastiga
lapisanyaitu:
Troposfer
Lapisansetebal16kmini,padadaerahkhatulistiwahinggahanya8kmpadakutubkutubBumi.Hamper
seluruhuapairyangterkandungdalamatmosferterdapatdidalamlapisanini.Sehubungandengan
kandunganuapairitulahterjadihujan,salju,angin,danbadai.Pesawatterbangmangarungiudarahanya
sampaibatastroposfer.SuhutroposferterhitungdaripermukaanBumikeatasternyataturunsecara
teratur,setiap1,6kmturunsecaradrasticmenjadi.
Sratosfer
Lapisaninimulaidari16kmsampai80kmdiatasBumi.Suhurataratasekitar35C.Pesawatterbang
sebenarnyamasihdapatmengarungipadalapisanterbawahdarisratosfer,asalsemuapintukabindapat
ditutuprapatdanudaradidalampesawatdiatur,terutamakadaroksigennyahinggasepertikondisidalam
troposfer.
Ionosfer
Lapisaniniterdapatdiatas80kmdengantekananudarasangatrendahsehinggasemuapartikelterurai
menjadiionion.Lapisanionosfersangatpentingsehubungandengankomunikasiradiojarakjauhkarena
lapisaninimerupakanpemantulgelombangradio,sehubungandenganpermukaanBumimelengkungdan
dalamtroposferseringterjadigangguancuaca.
Batubatuanbumi
Sedimenklastik(konglomerat,batupasir,arkos,tanahliat,endapanvulkanik)terbentukdaribagian
bagianbatuanataubutirbutirmineral,yangterlepasolehgerakangerakanmekanik.Namabatuan
ditentukanmenurntbesarnya,mineralyangterkandungdaribahanpengikatyangdimilikinya.
Sedimenkimiawi(batukapur,dolomit,gips)terbentnkolehendapandarisuatularutan.
Sadimenorganogene(batukapurtahanfosil,radiolorit)terbentnkdarisisasisahewandantanaman,
yangdapattersimpansebagaifosil.Disampingitujugadijumpaiperalihandanke3jenisbatuantersebut.
Pembentukansedimenterjadipadalapisanteratasdarikerakbumi.Prosespembatuanyangdapatterjadi
setelahpelepasantersebutdiagnese.

BatuanmetamorfKelompokbatuaniniterbentnkdaribatubatuanlainkarenaperubahankeadaansuhu
dan/ataulekanan.Perubahaninimenyebabkanpenyimpanganciricirimineralogidanteksturalsemula,
baiksebagianmaupunmenyeluruh.Metamorfosaregionalterjadikanenaadasuatupaketbatuanjatuhke
suatukedalamanlaindikerakbumi.Padaprosesiniterjadiperuhahantekanansertasuhudanada
kemungkinanterjadikristalisasi.
Prosesitudapatberlangsungterussampaisedemikianrupa,sehingga(tergantungdarisusunankimiawi
batuanasalnya)dapatterbentukgranit(granisasi).Melainorfosakontak(karangtanduk)terutamatarjadi
karenasuatulapisanmagmayangmuncul,menyebabkankenaikansuhupadalapisanbagiandiantaranya..
Batuatuaniniterjadikarenapenggumpalancairanataumagma.Magamaataubatuanituterbentukjauhdi
kedalamankerakataulapisankulit(basal,peridotit)yangsusunannyadapatberbahkarenapercampuran,
pencairanataudiferensiasibatuanlain.Sifatsifatbatuanpenggumpalandiakibatkanolehsusunan
kimiawicairanbahanasalnya(batuanyangkayaakanSi02adalahasam,yangkurangmengandungSi02
bersifatbasa)dancarapengkristalanselamapenggumpalanpendinginanyangcepatataulambatdan
tinggirendahnyakondisitekanan.
Batuandalam(peridotit,gabro,granit)terjadiolehpenggumpalanjauhdidalamkerakataukulitBatuan
saluran(diabas)terjadiolehpenggumpalandidalamcelahcelahkedalamanyangtidakseberapajauh.
Batuanlalehan(basal,riolit)terjadiolehpenggumpalansetelahpelimpahandiatastanahdaratanatau
dasarlaut.Klasifikasilebihlanjutdaribatuanlelehandidasarkanpadasifatsifatterjadinya
(kesempurnaanpengristalan),hubunganantarakristalkristalitu(bentuk,massadasardanukuran)dan
perbandingansusunanmineralnya.Padapendinginanlambat,terjadipengristalansempurnadanterbentuk
batuanbergariskristalpenuh.Padapendinginancepat,sepertipadabatuanlimpahan,hanyamungkin
terjadipengristalansebagian.Mineralmineralbesar(yangdisebutfenoknisataubatuanpertama)yang
sudahmengalamikristalisasisejakmasihberbentukmagma,memilikigarisgariskristalsangathalusatau
bermassadasarhalusdanterbentukpadapenggumpalandipermukaanbumi.Padajeniskuarsaataukadar
gelastertentu,perbandinganantarafeldspatdanmineralplagioklassangatmenentukandalammelakukan
klasifikasi.Jikatidakmengandunggelasdankuarsa,perbandinganitujelasterlihatpadakadartertentu
danmineralpenggantiveldspat.

2.4Gejalayangterjadidibumi
Secarafisik,BumidibagimenjadilapisanLitosferdanlapisanAstenosfer.
Litosfermerupakanlapisanteratasyangmeliputikerakbumidanbagianatasdarimantelbumi.Litosfer

merupakanbagianyangpadat,solidtetapimudahpatah.Litosferbergerakterapungdiatasastenosfer.
Tenagatektonikmenghasilkanbentukanpatahandanlipatan.Patahanadalahperubahanposisibatuan
akibatbekerjanyagayaendogenpadabataslempeng.
Patahandibedakanmenjadi2bentuk,yaitu:
Graben(slenk)adalahbentukpatahanyangmengalamipemerosotankebawahdiantaraduabagian
yangtinggi.
Horstadalahbentukpatahanyangmengalamipengangkatankeatasdiantaraduabagianyangrendah.
Astenosfermerupakanlapisancairyangmeliputimantelbawahdanintiluarbumi.Lapisaninilemah
dengantemperaturyangsangattinggi.Dilapisaniniterjadiaruskonveksiyangmenggerakkanlempeng
lempengpermukaanbumi.
Gempabumiadalahgetaranyangterjadiakibatadanyapergeseranlapisanbatuandidalambumi.Pusat
gempayangterletakdibawahkerakbumidisebuthiposentrum.Pusatgempapadatitikdipermukaan
bumiyangterletaktegaklurusdiatashiposentrumdisebutepisentrum.
Terjadinyagempabumimemilikikaitandenganprosespergeseranlempengbumi.Lempengpembentuk
lapisankulitbumibergerakperlahansekitar1019cmpertahun.Gerakanlempenginiadayangsaling
menjauh,bergesekan,dansalingbertumbukan,yangkemudianmengakibatkangempa.
Sedimentasiadalahprosespengendapanmaterialyangdibawaolehair,anginataugletser.Semua
materialhasilpelapukanyangtererosiakanmengendapdisatutempatsebagaisedimen.
Berdasarkantempatdantenagayangmengendapkannya,prosessedimentasidibedakanmenjaditigajenis,
yaitu:
Sedimentasifluvial
Sedimentasiaeris
Atmosfer
Pemanasanolehmatahariterjadidenganduacara,yaitu:
Pemanasanlangsung,terjadikarenaadanyapenyerapansebagiansinarmatahariolehuapair,debudan
zatzatlainyangadadiudara.
Pemanasantidaklangsung,terjadikarenasebagiansinarmatahariselaindiserapjugadipantulkanke
atmosfer.Sinarmatahariyangdipantulkaniniturutmemanaskanudara,terutamapadalapisanatmosfer
palingbawah.
AnginFohn(anginjatuhpanas)mempunyaicirianginjatuhyangpanasdankering.Maksudangin
jatuhadalahanginyangmenurunilerenggunungsetelahsebelumnyabergeraknaikkepuncakgunung.
Padasaatangintersebutnaikkepuncakgunung,angintersebutmengalamipenurunansuhudanterjadi

pengembunan.Padasaatmelewatipuncakgunung,angintersebuttelahkeringdanturunmelewati
puncak.Namun,suhuangintersebutnaikketikabergerakturunmenujulembah.Bahkan,ketikasampai
lembah,angintersebutsuhunyalebihtinggidarisuhuudaradilembahtersebut,sehinggaorangyang
tinggaldilembahakanmerasakanadanyaalirananginyangpanasdankering.
ContohanginFohnadalahanginGendingdidaerahProbolinggo,JawaTimur.Angininiberhembusdi
dataranProbolinggodariarahtenggarasetelahmelewatipegununganIyangArgopuropadawaktumusim
kemarau.(Moviediatasdikonvertdarianimasiflash)
Hidrosfer
Hidrosferadalahsemuaairyangberadadibumi,baikdalambentukcair(air),padat(esdansalju),
maupundalambentukgas(uapair).Jumlahairyangberadadibumitidakberubah,karenaairsecara
terusmenerusmengalamisirkulasi.Sirkulasiairmeliputiprosespenguapan(evaporasi),hujan
(presipitasi)danpengaliran(flow).Sirkulasiairinidisebutsiklushidrologi.
Secaraumumsebaranairdipermukaanbumidibedakanmenjadiairpermukaandanairtanah.Air
permukaanadalahsegalabentukperairanyangberadadipermukaanbumi.
Berdasarkanletaknyadibedakansebaranairpermukaanmenjadiduabagian,yaituperairandaratdan
perairanlaut.Perairandaratadalahsemuabentukperairanyangberadadidarat,misalnyasungai,danau
danrawa.
Sungaimerupakanalurpanjangdidaratanyangberfungsimenampungdanmengalirkanairdarimataair
atauairhujanmenujukelaut.Profilmemanjangsebuahsungaidibagimenjaditigabagian,yaitubagian
hulu,bagiantengah,danbagianhilir.

2.5Pembagianiklim,suhu,danwaktupadabumi
Pembagianiklimdibumi
Iklimhujantropik.
Suhubulanterdinginmasihlebihpanasdaripada18C;meliputi:
iklimhutantropik,curahhujanpadabulanterkeringIebihdan6cm.
Iklimsabana,memilikisaatsaatkeringdimusimpanasdandingin.
Angkacurahhujan(acm)danbulanterkering,kurangdan6cm;curahhujantahunan(rcm)kurangdan
25(10a)cm.
Didaerahdaerahr>25(10a)cmdana<6br=""cm=""iklim=""muson.=""suatu=""terdapat="">

Iklimkering
BWIklimgurun.Jika/menyatakansuhurataratasetahundalamCdanrmenyatakanjumlahcurah
hujansetahundalamcm,makabenlakur18C)daniklimkeningdingin,K=(t<18br="">Iklimhujan
sedang
BulanterdinginLebihpanasdan3C,tetapilebihdingindan18C.
Cw:iklimCdenganmusimdinginkeringatauiklimCina.
Padabulanterbasah,curahhujansetidaktidaknya10kalilipatdaripadabulanterkering.
Cs:iklimCdenganmusimpanaskering,yangjugadisebutetesisatauiklimLautTengah.Curahhujan
padabulanterbasah3kalilipatdaripadabulanterkering.
Cf:iklimCtanpasaatkeringyangmenyolok.Perbedaanantarabulanbulandengancurahhujan
terbesardanterkecillebihkecildaripadaiklimCwdanCs.
Iklimhujansalju
Bulanterpanas,lebihpanasdaripada10C,bulanterdinginlebihdingindan3C.
Df:iklimDtanpaniasakeningyangmenyolok.
Dw:iklimDdenganmusimdinginkering,jugadisebutikliniTransbaikalatauiklimborealkontinental.
Padabutanbulanterbasah,curabhujansetidaktidaknya3xcurahhujanpadabulantenkening.
PadaiklimCdanDmasihdapatdilakukanpembagianlainsebagaiberikut:
a:musimpanasyangsangatpanas(bulanterpanaslebihpanasdan22C);
b:musimpanasyangpanas(bulanterpanaslebihdingindan22C,
danselama4bulanlebihpanasdaripada10C);c:musimpanasyangpendekdandingin(14bulan
lebihpanasdan10C,bulanterdinginlebihpnasdan38C);d:samadenganc,tetapibulanterdingin
lebihdingindan38C.
Pembagiancurahhujan
Beberapaciriumumpembagiandaerahdaerahcurahhujandibumiadalah:
curahhujanbesardidaerahsabukkhatulistiwa,dimanaanginpasat.
diatasdaratandaerahdaerahkhatulistiwaseringterjadigangguancuacapadasianghani,yang
biasanyadisertaibanyakhujan.
pengaruhpegunungansangatmenentukan.Tempattempatdimanaanginharusmenanjakkarena
terbenturdindingpegununganyangtinggi,mengalamicurahhujanbesar;misalnyadaerahdaerah
pantaipegununganCanadadanAmerikaSenikat,daerahChiliSelatansepanjangPegununganAndes
dansepanjanglerengbaratPegununganHimalayadimanaiklimmusimdanCherrapunji(India)sangat
banyakmembawahujan(dalambulanJulisampai2.400mm).

daerahdaerahpantaibaratdandaratansekitargarisgarislintang
subtropiksangatmiskinakanhujan,karenadaerahitutenletakdisebelahtimurselseltekanantinggi
subtropikdimanaudaramenurundansangatstabil;
didaerahyangselalubertekanantinggi(subtropik)dandibatikrangkaianpegunungantinggi
sepanjanganginpembawahujandijumpaidaerahdaerahgurun;
daerahdaerahdaratanpantaibaratdangarisgarislintangsedang,merupakandaerahkayahujan
sedang.
daerahdaerahpantaiyangpadamusimpanasmengalamimusondarat,mengenalhujanmusimpanas.
Untukdaerahlautanperkiraanitudilakukansecarahipotetik.
Tentangpergantianmusimtahunandapatdibedakanbeberapatipeklimatologik
Tipehujan
TipeTropik:padadaerahdaerahlintangtinggi,tetapitidaksampaimelebihigarisbalik,dengan
hujanmusimpanaskonvektif.
TipeMuson:anginmusonmembawahujanmusimpanas.Dimusimdinginterdapatperiodekering
panjang.
TipeLautTengah:denganhujanmusimdingin,musimsemisertamusimrontokdanmusimpanas
yangkering,dijumpaididaerahpantaibaratdandaratanantara3040LintangUtaradanSelatan.
Tipeiniberkaitandenganperalihankedudukanselselbertekanantinggisubtropikyangberlangsung
lapsetengahtahun.
TipeKontinental:hujanmusimpanasdiatasdaerahdaratanpadagarislintangsedang.
Dipantaibaratdaerahdaratanmisetiapmusimnyakayaakanhujan;curahhujanterbesarterjadidi
musimrontot

Bab3Penutup
3.1Kesimpulan
Darimakalahdiataasmakadapatdisimpulkanbahwabumiselainmempunyaistrukturtubuhyang
rumitdanunik,bumijugamemilikiberbagaiiklimdangejalaalamyangadadidalamnya.
Bumimemiliki4iklimantaralain:
Iklimhujantropis
Iklimkering
Iklimhujansedang
Iklimsalju
Selainitubumijugamemilikibeberapaunsurlapisanpembentukantaralain:
Lithrosfer
Centrosfer
Hidrosfer
Atmosfer
Demikianmakalahinisayabuat,kuranglebihnyasayamohonmaafakhirukalam
wassalamualaikum.wr.wb

http://anharululum.blogspot.com/2013/02/reviewmakalahiad
tentangbumi.html

ATMOSFER
Pengertian Atmosfer, Lapisan lapisan Atmosfer : [ Troposfer, Stratosfer, Mesosfer,
Termosfer ( Ionosfer ), dan Eksosfer ], Aawal Evolusi nya, Manfaat Atmosfer, dan
Komposisi Gas di Atmosfer merupakan pembahasan pada postingan kami kali ini.

A. PENGERTIAN ATMOSFER
Atmosfer berasal dari
dan"Sphaira yang

bahasa Yunani "Atmos yang berarti


berarti

selimut.

uap air

Jadi Atmosfer dapat

atau gas
diartikan

sebagi lapisan gas yang menyelimuti sebuahplanet, termasuk bumi, dari permukaan
planet tersebut sampai jauh di luar angkasa dengan ketebalan kurang lebih 1.000 km dari
permukaan bumi dan bermassa 59 x

1014 ton . Di bumi, atmosfer terdapat dari

ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km dari atas
permukaan

bumi.Atmosper

mengikuti

peputaran

bumi(rotasi)

dan

berevolusi

mengelilingi matahari.

Pengukuran lapisan atmosfer antara permukaan bumi di ketinggian 30 km menggunakan


radiosonde. Untuk lapisan atmosfer antara ketinggian 30 km dan 90 km pengukuran
dilakukan dengan menggunakan roket, sedangkan di atas ketinggian 90 km menggunakan
satelit. Meteorologi adalah ilmu yang mempelajari atmosfer yang menekankan pada
lapisan udara yang menyelubungi bumi. Beberapa hal pokok yang dipelajari dalam
meteorologi di antaranya adalah angin, awan, cuaca, guntur, gejala cahaya, endapan air di
udara, serta suhu dan tekanan udara.

B. AWAL EVOLUSI ATMOSFER


Menurut ahli geologi, pada mulanya atmosfer bumi mengandum CO2(karbon dioksida)
berkadar tinggi, maka temperatur permukaan bumi juga tinggi. Pada waktu itu
oksigen(O2) belum terbentuk sehingga belum ada lapisan ozon di stratosfer, karena itu

sinar ultra violet dari matahari yang sampai ke permukaan bumi dengan intensitas radiasi
yang sangat kuat. Kondisi ini tidak mungkin adanya kehidupan, kecuali munkin ada
kehidupan pada perairan yang dalam sehingga terhindar dari sinar ultra violet.
Sekitar 3,5 miliyar tahun yang lalu mulai adanya evolusi makhluk hidup yang berklorofil
yang memungkinkan proses fotositensis. Karena fotositensis memerlukan CO2 maka
kadar CO2 di atmosfer menjadi berkurang dan sebaliknya kadar O2 meningkat. Melalui
proses itu terbentuklah lapisan ozon(O3).

C. MANFAAT ATMOSFER

Melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi sinar ultravioletdari


matahari.

Mengurangi suhu ekstrem di antara siang dan malam.

Melindungi dari batu meteor-meteor yang hendak jatuh ke Bumi, dan benda luar
angkasa lainnya.

Mendistribusikan air ke berbagai wilayah permukaan bumi

Menyediakan okisgen dan karbon dioksida.

Wahana komunikasi.

Sebagai pengubah cuaca dan iklim di bumi.

D. KOMPOSISI GAS ATMOSFER

MACAM-MACAM GAS

VOLUME %

Nitrogen
Oksigen
Argon
Karbondioksida
Neon
Helium
Ozon
Hidrogen
Krypton
Metana
Xenon

78,08
20,95
0,93
0,034
0,0018
0,0005
0,00006
0,00005
0,00011
0,00015
SANGAT KECIL

Oksigen (O2) sangat penting bagi kehidupan, yaitu untuk mengubah zat makanan
menjadi energi hidup. Oksigen dapat bergabung dengan unsur kimia lain, seperti
karbon yang terdapat pada arang, minyak, kayu, atau bahan bakar lainnya yang di
butuhkan untuk pembakaran. Oksigen berasal dari hasil proses fotosintesis pada
tumbuhan

Karbon dioksida (CO2) dihasilkan dari pembakaran bahan bakar, pernafasan


manusia dan hewan, kemudian di butuhkan oleh tanaman. Karbon dioksida
menyebatkan efek rumah kaca terhadap radiasi gelombang pendek dan menyerap
radiasi gelombang panjang. Dengan demikian kenaikan konsentrasi CO2 di dalam
atmosfer akan menyebatkan kenaikan suhu permukaan bumi.

Nitrogen (N2) terdapat di udara dalam jumlah paling banyak, yaitu meliputi 78
bagian. Nitrogen tidak langsung bergabung dengan unsur lain, tetapi pada
hakekatnya unsur ini adalah penting karena nitrogen merupakan bagian dari
senyawa organik.

Neon (Ne), argon (Ar), xenon (Xe), dan kripton (Kr) disebut gas mulia, karena
tidak mudah bergabung dengan unsur lain.

Helium (He) dan hidrogen (H2) sangat jarang di udara kecuali pada paras yang
tinggi. Gas ini adalah yang paling ringan dan sering dipakai untuk mengisi balon
meterologi.

Ozon (O3) adalah gas yang sangat aktif dan merupakan bentuk lain dari oksigen.
Gas ini terdapat terutama pada ketinggian antara 20 dan 30 km. Ozon dapat
menyerap radiasi ultra violet yang menpunya energi besar dan berbahaya bagi
tubuh manusia.

Uap air (H2O) yang terdapat di atmosfer sebagai hasil penguapan dari laut, danau,
kolam, sungai, dan transpirasi tanaman. Uap air sangat penting dalam proses cuaca
atau iklim, karena dapar berubah fase.

E. Lapisan-Lapisan Atmosfer

1. Troposfer
Troposfer merupakan lapisan terbawah dari atmosfer, yaitu pada ketinggian 0 - 10km di
atas permukaan bumi. Tebal lapisan troposfer rata-rata 10 km. Di daerah khatulistiwa,
ketinggian lapisan troposfer sekitar 16 km dengan temperatur rata-rata 80C. Di daerah
sedang ketinggian lapisan troposfer sekitar 11 km dengan temperatur rata-rata 54C,
sedangkan di daerah kutub ketinggiannya sekitar 8 km dengan temperatur rata-rata
46C. Pada lapisan ini tinggi rendahnya suatu tempat di permukaan Bumi berpengaruh
terhadap suhu udaranya. Hal ini mengikuti hukum gradien geothermis, yaitu semakin

tinggi (tiap kenaikan 1.000 meter) suatu tempat di permukaan Bumi, temperatur udaranya
akan turun rata-rata sekitar 6C di daerah sekitar khatulistiwa.

2. Stratosfer
Lapisan ke 2 atmosfer adalah lapisan stratosfer. Stratosfer terletak pada ketinggian antara
10 - 40 km dari permukaan bumi. Suhu di lapisan stratosfer yang paling bawah (lapisan
isotermis) relatif stabil dan sangat dingin yaitu - 70 oF atau sekitar - 57oC. Di lapisan ini
tidak berlaku hukum gradien geothermis karena semakin tinggi posisi di tempat ini, suhu
akan semakin naik. Hal ini disebabkan kandungan uap air hampir tidak ada dan adanya
lapisan ozon. Pada lapisan ini angin yang sangat kencang terjadi dengan pola aliran yang
tertentu.Disini juga tempat terbangnya pesawat yang menggunakan mesin jet. Hal ini
dimaksudkan untuk menghindari gangguan cuaca. Pada ketinggian sekitar 40 km Suhu
pada lapisan ini bisa mencapai sekitar 18oC.

3. Mesosfer
Lapisan ketiga dari atmosfer adalah mesosfer. Mesosfer terletak pada ketinggian antara
40 - 70 km dari permukaan bumi. Susunan tidak sama seperti stratosfer. Kepadatan gasgasnya sudah agak berkurang. Mesosfer mempunyai suatu lapisan ion atau udara yang
bermuatan listrik yang disebut lapisan D yang terletak pada ke tinggian 50-70 km di atas
bumi. Hal ini di sebabkan oleh adanya sinar ultra violet pada molokul-molokul udara
yang bertemu dengan elektron atau muatan listrik negatif. Ozon juga terdapat di
mesosfer, yang terjadi kerena pengaruh ultra violet dan sinar-X pada oksigen.

Pada ketinggian 50 km suhu menjadi 0C. Suhu kembali turun ketika ketinggian
bertambah, sampai menjadi sekitar - 143oC di dekat bagian atas dari lapisan ini, yaitu
kurang lebih 81 km diatas permukaan bumi. Suhu serendah ini memungkinkan terjadi
awannoctilucent, yang terbentuk dari kristal es. Lapisan ini merupakan lapisan
pelindung bumi dari jatuhan meteor atau benda-benda luar angkasa lainnya. Lapisan
mesosfer terdapat lapisanmesopause yang merupakan lapisan peralihan antara mesosfer
dan termosfer.

4. Termosfer(ionosfer)
Termosfer terletak pada ketinggian antara 70-400 km di permukaan bumi. Dinamai
termosfer karena terjadi kenaikan temperatur yang cukup tinggi pada lapisan ini yaitu
sekitar

1982oC. Sedangkan

mengapa

dinamai

inosfer?

Karena

radiasi ultra

violet menyebabkan reaksi kimia sehingga membentuk lapisan bermuatan listrik. Lapisan
ini mengandum ozon dan karbon dioksiad. Kepadatan termosfer sangat rendah, kurang
dari seperjuta kepadatan udara pada permukaan bumi. Namun, meskipun tipis, udara di
termosfer dapat membakar meteor pada ketinggian 300 km, jika sangat besar dan tidak
habis dilapisan udara ionosfer ini maka akan jatuh sampai kepermukaan Bumi yang
disebut Meteorit.

5. Eksosfer

Eksosfer terletak pada ketinggian antara 400 km atau lebih dari permukaan bumi. Lapisan
atmosfer ini yang merupakan batas terluar membentang ke dalam angkasa dan menyatu
dengan atmosfer dan radiasi matahari. Gas di daerah ini amat sangat tipis. Hidrogen
merupakan unsur penyusun paling utama. Cahaya redup muncul di daerah lapisan ini.
Dikenal sebagai cahaya zodiakal dan gegenschein, cahaya redup ini sebenarnya adalah
refleksi cahaya matahari yang dipantulkan oleh partikel debu meteoritik yang tak
terhitung jumlah nya dan bergelantung di dekat bumi. Lapisan ini merupakan lapisan
paling panas dan molekul udara dapat meninggalkan atmosfer sampai ketinggian 3.150
km dari permukaan bumi.

Lapisan ini sering disebut pula dengan ruang antar planet dan geostasioner. Lapisan ini
sangat berbahaya, karena merupakan tempat terjadi kehancuran meteor dari angkasa luar.

Nah itulah penjelasan kami tenang Atmosfer kali ini, jangan lupa untuk berikan komentar
dan di share ya, terimakasih telah berkunjung . Semoga ilmunya terus bermanfaat .

htmlhttp://softilmu.blogspot.com/2014/07/pengertiandan
lapisanatmosfer.html