Anda di halaman 1dari 102

BAB I

PENDAHULUAN
1.

Latar Belakang
Perkembangan komputer dewasa ini telah mengalami banyak perubahan yang

sangat pesat, seiring dengan kebutuhan manusia yang semakin banyak dan kompleks.
Komputer yang pada awalnya hanya digunakan oleh para akademisi dan militer, kini
telah digunakan secara luas di berbagai bidang, misalnya bisnis, kesehatan,
pendidikan, psikologi, permainan dan sebagainya. Hal ini mendorong para ahli untuk
semakin mengembangkan komputer agar dapat membantu kerja manusia atau bahkan
melebihi kemampuan kerja manusia. Sistem pendukung keputusan (decision support
systems disingkat DSS) adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer
(termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan) yang dipakai untuk
mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan.
Rumah Sakit sebagai salah satu institusi kesehatan mempunyai peran penting
dalam melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna, dan berhasil guna dengan
mengutamakan upaya penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi
dan terpadu dengan upaya peningkatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya
rujukan. Pelayanan gizi di rumah sakit sebagai salah satu komponen penunjang
diselenggarakan oleh instalasi gizi yang bertujuan untuk menyelenggarakan makanan
bagi pasien. Penyelenggaraan makanan di rumah sakit adalah suatu rangkaian mulai
dari perencanaan sampai dengan pendistribusian makanan kepada pasien.

Penyelenggaraan makanan di rumah sakit dilaksanakan dengan tujuan untuk


menyediakan makanan yang kualitasnya baik, jumlah sesuai kebutuhan serta
Pelayanan yang baik, dan layak sehingga memadai bagi klien atau konsumen yang
membutuhkan.
Menurut Irawan (2007: 35) metode forward chaining adalah suatu metode dari
inference engine untuk memulai penalaran atau pelacakan suatu data dari fakta-fakta
yang ada menuju suatu kesimpulan.
Menurut Wilson dalam Kusrini (2008: 8) metode forward chaining (runut maju)
merupakan suatu metode yang menggunakan himpunan aturan kondisi-aksi. (Jurnal
EECCIS Vol. 6, No. 1, Juni 2012)
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat berguna untuk
menunjang kinerja dalam hal penetuan makanan dan gizi pasien pada RSUP H. Adam
Malik. Maka dari latar belakang tersebut penulis mencoba untuk melakukan
perancangan sistem pakar diberi judul Sistem Pendukung Keputusan Penentuan
Menu Makanan Sehat Bagi Pasien Rawat Inap Dengan Metode Forward
Chaining (Studi Kasus : RSUP H. Adam Malik Medan)

2.

Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka permasalahan yang ingin

dirumuskan yaitu:
a. Bagaimana menganalisa data dan sistem yang berjalan pada penentuan
makanan untuk pasien rawat inap oleh ahli gizi pada RSUP H. Adam Malik.

b. Bagaimana merancangan sistem pendukung keputusan penetuan makanan bagi


pasien rawat inap dengan metode forward chaining.
c. Bagaimana mengimplementasikan

sistem sistem pendukung keputusan

penetuan makanan bagi pasien rawat inap dengan metode forward chaining.

3.

Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah diperoleh, penulis

akan fokus pada batasan masalah sebagai berikut :


a. Input data pada sistem yang akan dibangun adalah data diet, data makanan dan
data penyakit sebagai pengelolaan data.
b.

Sistem akan menghasilkan output berupa data makanan diet yang dianjurkan
dan yang telah disesuaikan dengan penyakit dan umur pasien sebagai bahan
pertimbangan keputusan bagi pakar gizi dalam menentukan makanan pasien.

c. Penerapan sistem inferensi pada sistem yang akan dibangun menggunakan


metode Forward Chaining
d. Metode penelusuran penyelesaian masalah menggunakan Algoritma Certainty
Factor.
e. Sistem ini diperuntukan untuk pakar gizi pada bagian intalasi gizi pada RSUP
H. Adam Malik.
f. Perangkat Lunak yang digunakan dalam membangun sistem pakar ini adalah
PHP sebagai bahasa pemrograman MySQL sebagai Database.

4.

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Membuat Sistem Pendukung keputusan yang dapat membantu bagian ahli gizi
menentukan jenis-jenis makanan yang akan diberikan pada pasien rawat yang
banyak mengeluarkan waktu, dan pengetahuan literatur menjadi berbasis sistem
pakar.
b. Mempermudah penentuan jenis makanan yang akan diberikan pada pasien
rawat inap pada RSUP H. Adam Malik.
c. Penulis dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki, yang telah
didapat di perkuliahan dalam mengimplementasikan perangkat lunak dan
merancang sistem pakar

5. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan penulis dalam menyelesaikan masalah
sebagai berikut:
a. Studi Kepustakaan ( Library Research )
Menggunakan bukubuku yang berhubungan dengan tujuan penulis yang dapat
membantu menyelesaikan masalah dan dapat digunakan sebagai landasan teori.
b. Studi Lapangan ( Field Research )
Studi lapangan yang dilakukan penulis secara langsung maupun tidak langsung
di RSUP H. Adam Malik Medan yang merupakan sumber data yang diperoleh
sesuai dengan kebutuhan yang digunakan.

Metode Pengumpulan Data yang digunakan untuk mengumpulkan data-data


yang diperlukan selama proses penyusunan tugas akhir yang diawali dengan tahap
perancangan sampai dengan implementasi dan pengujian adalah sebagai berikut:
a. Wawancara
Penulis telah mewawancarai bagian Intalasi Gizi RSUP H. Adam Malik Medan
yang telah ditulis pada studi lapangan.Wawancara dilakukan secara langsung
maupun bertanya langsung. Dari hal tersebut didapatlah data atau keterangan
yang diperlukan penulis sebagai bahan untuk menganalisa sistem yang berjalan
pada RSUP H. Adam Malik Medan.
b. Observasi
Dalam penelitian ini teknik observasi digunakan untuk memperkuat data,
terutama aktivitas penentuan makanan dan gizi pasien. Dengan demikian hasil
observasi ini sekaligus untuk mengkonfirmasikan data yang telah terkumpul
melalui wawancara dengan kenyataan yang sebenarnya. Observasi ini
digunakan untuk mengamati secara langsung dan tidak langsung tentang proses
pada Instalasi gizi pada RSUP H. Adam Malik Medan dan sebagainya.

6. Sitematika Penulisan
Sistematika penulisan yang digunakan pada penulisan skripsi ini adalah sebagai
berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan
masalah, tujuan penulisan, metoda penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II GAMBARAN UMUM
Bab ini data yang menjelaskan latar belakang, profil dan sejarah dari tempat
observasi atau studi kasus dalam hal ini RSUP H. Adam Malik.
BAB III LANDASAN TEORI
Bab ini berisi tentang teori-teori yang mendasari permasalahan yang dibahas yaitu
mengenai sistem pakar, PHP, HTML, MySQL, dan sebagainya sesuai kebutuhan
judul dan perancangan skripsi.
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN
Bab ini menggambarkan sistem yang sedang berjalan serta rancangan sistem yang
akan dibangun.
BAB V IMPLEMENTASI SISTEM
Bab ini berisi tentang implementasi sistem yang telah dirancang dan pengujian
dari program yang dibangun.
BAB VI PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan dan saran dari rancangan dan impelementasi sistem
yang telah dilakukan.

BAB II
GAMBARAN UMUM RSUP HAJI ADAM MALIK MEDAN

1. Sejarah Singkat Berdirinya RSUP Haji Adam Malik Medan


Kebutuhan akan RS pendidikan dikemukakan oleh para dosen Fakultas
Kedokteran Universitas Sumatera Utara kepada Menteri Kesehatan Republik
Indonesia (RI) Bapak Dr. Suarjono Surjaningrat sewaktu kunjungan kerja di RS Dr.
Pringadi, Medan pada tahun 1980 dan mendapat tanggapan positif dari Bapak
Menteri.
Pada mula didirikan, Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik merupakan
Rumah Sakit Umum Kelas A di Medan yang berdasarkan pada Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 335/Menkes/SK/VII/1990. Namun, nama
rumah sakit ini mengalami perubahan yang pada mulanya bernama Rumah Sakit
Umum Kelas A di Medan menjadi Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik. Perubahan
nama rumah sakit ini berdasarkan pada Keputusan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia Nomor: 775/MENKES/SK/IX/1992. Adapun alasan pergantian nama
rumah sakit ini disebabkan karena perlunya pencantuman nama Pahlawan Nasional
Sebagai Nama Rumah Sakit Umum Pemerintah yang merupakan bagian penghargaan
dan kebanggaan rakyat Indonesia. Nama Haji Adam Malik perlu diabadikan pada
rumah sakit umum pemerintah sebagai penghargaan dan kebanggan terhadap
Pahlawan Nasional, terlebih lagi Adam Malik merupakan ikon kebanggaan
7

masyarakat Sumatera Utara yang mana namanya tidak hanya dikenal di Indonesia
saja, tetapi juga di Internasional.
Rumah sakit yang ada di Indonesia tidak hanya berdasarkan satu kepemilikan
saja, tetapi banyak kepemilikan, termasuklah di dalamnya Rumah Sakit Umum yang
dimiliki pemerintah. Rumah Sakit Milik Pemerintah memiliki 2 bagian, yaitu Rumah
Sakit milik Pemerintah Pusat dan rumah sakit milik Pemerintah Provinsi dan
Kabupaten atau Kota. Adapun perbedaan dari kedua rumah sakit ini adalah: Rumah
Sakit milik Pemerintah Pusat (Rumah Sakit Umum Pusat atau RSUP) mengacu
kepada Departemen Kesehatan (Depkes) sehingga segala urusan rumah sakit
bergantung pada Depkes Republik Indonesia (Pemerintah Pusat). Rumah sakit ini
sebagian besar adalah rumah sakit pendidikan yang cukup besar dan luas dengan
hubungan khusus ke Fakultas Kedokteran, rumah sakit inilah yang digolongkan
kepada RSUP H. Adam Malik. Sedangkan Rumah Sakit Milik Pemerintah Propinsi
dan Kabupaten atau Kota (Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD) mengacu pada
pimpinan daerah dan lembaga perwakilan masyarakat daerah. Rumah sakit ini
mempunyai keunikan karena secara teknik medis berada di bawah koordinasi
Departemen Kesehatan, sedangkan kepemilikan sebenarnya berada di bawah
pemerintah propinsi atau kabupaten atau kota dengan pembinaan urusan
kerumahtanggaan dari Departemen Dalam Negri (depdagri).
Dalam rangka penyelenggaraan pelayanan kesehatan secara berjenjang dan
fungsi rujukan, maka rumah sakit diklasifikasikan berdasarkan fasilitas dan
kemampuan pelayanan rumah sakit, yaitu :

a. Rumah Sakit Umum Kelas A;


b. Rumah Sakit Umum kelas B;
c. Rumah Sakit Umum kelas C;
d. Rumah Sakit Umum kelas D.
RSUP H. Adam Malik termasuk kepada bagian a, yaitu Rumah Sakit Umum
Kelas A. Adapun syarat dari Rumah Sakit Umum Kelas A adalah rumah sakit umum
yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 4 (empat)
spesialis dasar, 5 (lima) spesialis penunjang medik, 12 (dua belas) spesialis lain, dan
13 (tiga belas) subspesialis dan RSUP H. Adam Malik memiliki semua dari
persyaratan di atas.
RSUP H. Adam Malik ini beralamat di Jalan Bunga Lau no. 17 Medan, terletak
di kelurahan Kemenangan, kecamatan Medan Tuntungan. Letak RSUP H. Adam
Malik ini agak berada di daerah pedalaman yaitu berjarak 1 km dari jalan Djamin
Ginting yang merupakan jalan raya menuju ke arah Brastagi. Letak daerah yang di
pedalaman ini sangat mendukung bagi para pasien karena suasana tenang di daerah
tersebut akan semakin mempercepat proses penyembuhan dari pasien. Selain itu,
RSUP H. Adam Malik yang berada jauh dari pusat kota medan, masih memiliki udara
yang sangat sejuk dan belum terpolusi oleh udara kendaraan bermotor. Di sekeliling
area RSUP H. Adam Malik terdapat tempat-tempat seperti toko buah, warung
ataupun rumah makan, apotik, toko yang menyediakan jasa foto kopi sehingga
berguna bagi para pengunjung rumah sakit untuk menjenguk, para pegawai ataupun
mahasiswa yang berada di rumah sakit.

10

RSUP H. Adam Malik merupakan Rumah Sakit kelas A sesuai dengan SK


Menkes No. 335/Menkes/SK/VIII/1990. Di samping itu, RSUP H. Adam Malik
adalah Rumah Sakit Rujukan untuk wilayah pembangunan A yang meliputi Propinsi
Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, dan Riau. RSUP H. Adam Malik juga
ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan berdasarkan Keputusan Menteri
Kesehatan RI No.502/Menkes/IX/1991 tanggal 6 September 1991 dan secara resmi
pusat pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara dipindahkan ke
RSUP H. Adam Malik pada tanggal 11 Januari 1993. Dengan ditetapkannya RSUP H.
Adam Malik sebagai Rumah Sakit Pendidikan, maka Fakultas Kedokteran
Universitas Sumatera Utara dapat menggunakannya sebagai Pusat Pendidikan Klinik
calon dokter dan Pendidikan Keahlian calon dokter spesialis.
RSUP H. Adam Malik mulai berfungsi sejak tanggal 17 Juni 1991 dengan
pelayanan rawat jalan dan untuk pelayanan rawat inap mulai berfungsi tepatnya pada
tanggal 2 Mei 1992. Rumah Sakit ini mulai beroperasi secara total pada tanggal 21
Juli 1993 yang diresmikan oleh mantan Presiden RI, H. Soeharto.

2. Visi dan Misi Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik


Misi rumah sakit merupakan pernyataan mengenai mengapa sebuah rumah sakit
didirikan, apa tugasnya, dan untuk siapa rumah sakit tersebut melakukan kegiatan.
Misi rumah sakit dapat menggambarkan tugas, cakupan, tindakan yang dilakukan,
kelompok masyarakat yang dilayaninya, pengguna yang harus dipuaskan, dan
nilainya. Perincian misi mencakup pernyataan mengenai tujuan yang akan dicapai

11

oleh lembaga. Menurut Keputusan Menkes RI NO.983/SK/MENKES/XI/92, rumah


sakit umum mempunyai misi memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan
terjangkau oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat. Misi khusus rumah sakit umum adalah aspirasi yang ditetapkan dan ingin
dicapai oleh pemilik rumah sakit.
Misi RSUP H. Adam Malik yang berdasarkan pada SK Menteri Kesehatan RI
Nomor: 547/MENKES/SK/VI/1994 BAB I, pasal I adalah:
1) Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan yang dalam keputusan ini
selanjutnya disebut RSUP H. Adam Malik Medan mempunyai misi memberikan
pelayanan kesehatan paripurna, bermutu dan terjangkau oleh semua lapisan
masyarakat, tempat pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan serta tempat
penelitian dan pengembangan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat.
2) Misi khusus RSUP H. Adam Malik Medan adalah sebagai rumah sakit rujukan
ragional untuk wilayah bagian Sumatera Utara dan Sumatera bagian tengah serta
meningkatkan

dan

mengembangkan

pelayanan

penanggulangan

penyakit

pendarahan saluran pencernaan bagian atas.


Tetapi pada tahun 1996 SK Menkes ini mengalami perubahan dalam hal Misi,
yaitu adanya penambahan visi dan misi. Visi Rumah Sakit adalah gambaran keadaan
rumah sakit di masa mendatang dalam menjalankan misinya. Isi pernyataan visi tidak
hanya berupa gagasan-gagasan kosong. Visi merupakan gambaran mengenai keadaan

12

lembaga di masa depan yang berpijak dari masa sekarang. Adapun penambahan
tersebut adalah:
Visi RSUP H. Adam Malik adalah sebagai Pusat Rujukan Kesehatan
Regional. Dengan Misi RSUP H. Adam Malik adalah:
1) Memberikan pelayanan kesehatan paripurna, bermutu dan terjangaku oleh lapisan
masyarakat;
2) Menyelenggarakan pendidikan dan latihan yang bermutu untuk menghasilkan
sumber daya manusia yang profesional di bidang kesehatan;
3) Menyelenggarakan penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan;
4) Menyelenggarakan pelayanan penunjang kesehatan yang berkualitas dalam rangka
meningkatkan mutu pelayanan.
Dalam melaksanakan visi dan misi RSUP H. Adam Malik senantiasa
berpedoman kepada nilai-nilai sebagai berikut:
1) Pelayanan harus berfokus kepada penderita, dengan mengutamakan keselamatan
pasien.
2) Pelayanan harus diberikan secara utuh (Seamless) melalui organisasi dan sistem
yang memungkinkan terjadinya pendekatan kerja sama tim, sehingga terlaksana
pelayanan yang utuh dan bermutu.
3) Pelayanan medik dilaksanakan para staf medik fungsional merupakan leading
sektor yang didukung oleh instalasi-instalasi pelayanan.

13

4) Adanya pemisah wewenang dan tanggung jawab antara para manajer produksi (ka.
Instalasi), manajear klinik (ka. SMF/para dokter) dan para manajer koorporal
(struktural).
5) Koordinasi pelayanan medik dilakukan melalui forum komite medik beserta
timtimnya (panitia bersama direksi).
6) Harus terjadi koordinasi, sinkronisasi, dan integritasi dengan Fakultas Kedokteran
di semua tingkatan Departemen, Dekan, Direksi, Bagian dan Instalasi.
7) Pelayanan yang bermutu dengan perbandingan tempat tidur yang sesuai untuk
dapat menghasilkan suatu pendapatan (revenue) untuk subsidi silang.

3. Kedudukan RSUP H. Adam Malik Medan


Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor:
547/MENKES/SK/VI/1994, pada BAB I pasal 2 disebutkan tentang kedudukan
RSUP H. Adam Malik. Adapun kedudukan RSUP H. Adam Malik adalah:
1) RSUP H. Adam Malik Medan adalah unit organik di lingkungan Departemen
Kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada
Direktur Jenderal Pelayanan Medik.
2) RSUP H. Adam Malik berlokasi di Kotamadya Daerah Tingkat II Medan Propinsi
Sumatera Utara dan merupakan Pusat Rujukan Regional Sumatera Bagian Utara
dan Sumatera Bagian Tengah.
3) RSUP H. Adam Malik Medan dipimpin Oleh seorang kepala dengan sebutan
direktur.

14

4. Tugas dan Fungsi RSUP H. Adam Malik Medan


Menurut Undang-Undang Rumah Sakit pasal 4 dan 5, Suatu rumah sakit harus
mempunyai tugas dan fungsi. Rumah sakit mempunyai tugas memberikan pelayanan
kesehatan perorangan secara paripurna. Untuk menjalankan tugas sebagaimana
dimaksud dalam pasal 4, rumah sakit mempunyai fungsi:
a. Penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan sesuai dengan
standar pelayanan rumah sakit;
b. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan kesehatan
yang paripurna tingkat kedua dan ketiga sesuai kebutuhan medis;
c. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dalam rangka
peningkatan pelayanan kesehatan dengan memelihara etika ilmu pengetahuan
bidang kesehatan;
d. Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan serta penapisan teknologi bidang
kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan dengan memelihara
etika ilmu pengetahuan bidang kesehatan.
Dari pengertian ataupun penjelasan Undang-undang Rumah Sakit tersebut di
atas, maka RSUP H. Adam Malik Medan mempunyai tugas:
a. Melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan
mengutamakan upaya penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara
serasi dan terpadu dengan upaya peningkatan dan pencegahan serta melaksanakan
upaya rujukan.

15

b. Bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara dan


lembaga lainnya dalam menyelanggarakan pendidikan klinik calon dokter dan
pendidikan dokter keahlian, calon dokter spesialis serta tenaga kesehatan lainnya.
Fungsi RSUP H. Adam Malik. Adapun fungsi rumah sakit ini adalah:
a. Menyelenggarakan Pelayanan Medis;
b. Menyelenggarakan Pelayanan Penunjang Medis dan Non Medis;
c. Menyelenggarakan Pelayanan dan Asuhan Keperawatan;
d. Menyelenggarakan Pelayanan Rujukan;
e. Menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan;
f. Menyelanggarakan Penelitian dan Pengembangan;
g. Menyelenggarakan Admisistrasi Umum dan Keuangan.

5. Struktur Organisasi
Pengembangan Organisasi dan tata kelola setelah RSUP H.Adam Malik
menjadi Badan Layanan Umum ( BLU ) dibagi sesuai dengan fungsinya. Persyaratan
minimal dari para pimpinan dan pejabat BLU serta seluruh jajaran RSUP H.Adam
Malik ditata ulang sesuai kondisi organisasi.
RSUP H. Adam Malik

adalah Unit Pelaksana Teknis di lingkungan

Kementerian Kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada


Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan.
RSUP

H. Adam

Malik mempunyai

tugas

menyelenggarakan

upaya

penyembuhan dan pemulihan secara paripurna, pendidikan dan pelatihan, penelitian

16

dan pengembangan secara serasi, terpadu dan berkesinambungan dengan upaya


peningkatan kesehatan lainnya serta melaksanakan upaya rujukan.
Dalam melaksanakan tugas tersebut RSUP H. Adam Malik Medan mempunyai
fungsi :
a. Pelayanan medis;
b. Pelayanan dan asuhan keperawatan;
c. Penunjang medis dan non medis;
d. Pengelolaan sumber daya manusia;
e. Pendidikan dan penelitian secara terpadu dalam bidang profesi kedokteran dan
pendidikan kedokteran berkelanjutan;
f. Pendidikan dan pelatihan di bidang kesehatan lainnya;
g. Penelitian dan pengembangan;
h. Pelayanan rujukan;
i. administrasi umum dan keuangan.
Sebagaimana ketentuan PP 23 Tahun 2005, maka Susunan organisasi Rumah
Sakit yang menerapkan PPK BLU terdiri dari unsur-unsur :
a. Pemimpin sebagai pejabat penanggungjawab umum operasional dan keuangan.
Titelatur yang digunakan adalah Direktur Utama;
b. Pejabat Keuangan sebagai pejabat yang bertanggung jawab terhadap
pengelolaan keuangan. Pejabat Keuangan ini direpresentasikan oleh Direktur
Keuangan.

17

c. Pejabat Teknis sebagai pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas
pokok dan fungsi (core business) rumah sakit. Pejabat teknis ini
direpresentasikan oleh Direktur Medik dan Keperawatan, Direktur SDM &
Pendidikan, Direktur Umum dan Operasional.
Disamping itu pula terdapat Dewan Pengawas untuk melaksanakan fungsi
pengawasan terhadap rencana strategis, rencana bisnis dan anggaran serta Satuan
Pemeriksaan Intern sebagai unit kerja dibawah pimpinan BLU untuk melaksanakan
fungsi pemeriksaan yang bersifat internal.
Susunan organisasi RS PPK BLU adalah sebagai berikut :
a. Dewan Pengawas
b. Direktur Utama
c. Direktur Medik dan Keperawatan
1) Bidang Pelayanan Medik;
a) Seksi Pelayanan Medik Rawat Jalan;
b) Seksi Pelayanan Medik Rawat Inap;
c) Seksi Pelayanan Medik Rawat Khusus.
2) Bidang Pelayanan Keperawatan;
a) Seksi Pelayanan Keperawatan Rawat Jalan;
b) Seksi Pelayanan Keperawatan Rawat Inap;
c) Seksi Pelayanan Keperawatan Rawat Khusus
3) Bidang Pelayanan Penunjang;
a) Seksi Pelayanan Penunjang Medik;

18

b) Seksi Pelayanan Penunjang Non Medik ,


c) Kelompok Jabatan Fungsional.
4) Instalasi :
a) Instalasi Rawat Jalan
b) Instalasi Rawat Gawat Darurat
c) Instalasi Rawat Inap Terpadu A
d) Instalasi Rawat Inap Terpadu B
e) Instalasi Perawatan Intensif (IPI)
f) Instalasi Kardiovaskuler
g) Instalasi Bedah Pusat
h) Instalasi Hemodialisa
i) Instalasi Rawat Anesthesi dan Reanimasi
j) Instalasi Patologi Klinik
k) Instalasi Patologi Anatomi
l) Instalasi Mikrobiologi
m) Instalasi Radiologi
n) Instalasi Diagnostik Terpadu
o) Instalasi Rehabilitasi Medik
d. Direktur SDM dan Pendidikan
1) Bagian Sumber Daya Manusia;
a) Subbagian Administrasi Kepegawaian;
b) Subbagian Pengembangan Sumber Daya Manusia.

19

c) Bagian Pendidikan dan Penelitian;


d) Subbagian Pendidikan dan Penelitian Tenaga Medis;
e) Subbagian Pendidikan dan Penelitian Tenaga Keperawatan dan Non Medis;
2) Kelompok Jabatan Fungsional.
3) Instalasi;
a) Instalasi Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit
b) Instalasi Pendidikan dan Pelatihan
c) Instalasi Penelitian dan Pengembangan
e. Direktur Keuangan
1) Bagian Program dan Anggaran;
a) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran;
b) Subbagian Evaluasi Program dan Anggaran.
2) Bagian Perbendaharaan dan Mobilisasi Dana;
a) Subbagian Perbendaharaan;
b) Subbagian Mobilisasi Dana.
3) Bagian Akuntansi dan Verifikasi;
a) Subbagian Akuntansi;
b) Subbagian Verifikasi.
4) Kelompok Jabatan Fungsional.
5) Instalasi;
a) Instalasi Verifikasi Asuransi Kesehatan

20

f. Direktorat Umum dan Operasional


1) Bagian Data dan Informasi;
a) Subbagian Teknologi Informasi dan Komunikasi;
b) Subbagian Pengolahan Data dan Pelaporan.
2) Bagian Hukum, Organisasi dan Hubungan Masyarakat;
a) Subbagian Hukum dan Organisasi;
b) Subbagian Hubungan Masyarakat.
3) Bagian Umum;
a) Subbagian Tata Usaha;
b) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan
4) Kelompok Jabatan Fungsional ;
5) Instalasi
a) Instalasi Farmasi
b)Instalasi Gizi
c) Instalasi Rekam Medik
d)Instalasi Laundry
e) Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS)
f) Instalasi Sterilisasi Pusat
g)Instalasi Kesehatan Lingkungan
h)Instalasi Bank Darah
i) Instalasi Pengaduan Masyarakat & Kepuasan Pelanggan
j) Instalasi Gas Medis

21

k)Instalasi Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS)


l) Instalasi Kedokteran Forensik dan Pemulasaraan Jenazah
g. Komite
h. Satuan Pemeriksaan Intern

Struktur organisasi PPK BLU RSUP H.Adam Malik berdasarkan Permenkes


nomor : 244/Men/Per/III/2008 tanggal 11 Maret 2008 adalah sebagai berikut :

Gambar 1. Struktur Organisasi

22

6. Prosedur Kerja
Prosedur kerja dalam menjalankan kegiatan di RSUP H Adam Malik telah
mengikuti Prosedur tetap (SOP) yang telah dibuat oleh setiap unit, revisi prosedur
kerja terus dilakukan sesuai dengan perkembangan yang ada dilingkungan unit
masing masing.
Beberapa prosedur tetap yang telah dipergunakan didalam memberikan
pelayanan kepada unit unit terkait dalam menunjang pelayanan kepada masyarakat
sebagaimana tujuan RS dapat dilihat seperti dibawah ini:
a. Prosedur Tetap Pelayanan Medis
1) Protap alur pasien rawt inap
2) Protap penyusunan / revisi standar pelayanan medis
3) Protap triase IGD
4) Protap pelayanan pasien untuk pelayanan rawat inap
5) Protap pelayanan pasien dengan rujukan PHB/ Askes
6) Protap pelayanan pasien baru rawat jalan tanpa rujukan
7) Protap pelayanan pasien dengan rujukan intern SMF yang lain
8) Protap pelayanan pasien perencanaan operasi elektif di rawat jalan
9) Protap pelaksanaan hemodialisa
10) Protap pemakaian alat bedah listrik
11) Protap pelaporan kasus medik
12) Protap penanganan etika kedokteran
13) Protap pegawasan dan evaluasi standar pelayanan medis
14) Protap pemasangan NGT
15) Protap menimbang berat badan
16) Protap merubah posisi terlentang, miring, semi rowter, tredelenburg
17) Protap melakukan pengukuran tanda-tanda vital

23

18) Protap penggunaan ventilator pada neonati


19) Protap pemberian terapi oksigen nasal
20) Protap pemakaian alat incubator pada neonati
21) Protap pemberian transfusi darah pada neonati
22) Protap pemberian minum melalui selang sonde pada neonati
23) Protap pemberian makan melalui selang sonde pada neonati
24) Protap perawatan infus vena perifer pada neonati
25) Protap resusitasi jantung paru pada neonati
26) Protap pemasangan WSD pada neonati
Protap pemberian obat topikal pada neonati
Protap memandikan bayi
Protap pemberian kompres dingin pada bayi
b. Prosedur Tetap Penunjang Medis
1) Protap koordinasi radiologi dengan instalasi gawat darurat
2) Protap koordinasi radiologi dengan instalasi farmasi
3) Protap pemakaian Monitor EKG
4) Protap infark Miokard Akut
5) Protap koordinasi Radiologi dengan Instalasi Diagnostik Terpadu (IDT)
untuk pemeriksaan Ultrasonografi (USG)
6) Protap koordinasi Radiologi dengan Instalasi Diagnostik Terpadu (IDT)
untuk pemeriksaan ERCP
7) Protap koordinasi Instalasi Radiologi dengan Instalasi Diagnostik Tepadu
untuk pemeriksaan RPG / APG
8) Protap Instalasi Radiologi dengan Instalasi Teknik Sipil (ITS)
9) Protap Instalasi Radiologi dengan Instalasi CSSD (Centaral Sterilisasi
Suply Kementerian) tentang prosedur pencucian linen
10) Protap Instalasi Radiologi dengan Instalasi CSSD tentang prosedur
Sterilisasi ruangan / fogging

24

11) Protap koordinasi Instalasi Radiologi dengan Instalasi Rawat jalan


12) Protap Koordinasi Instalasi Radiologi dengan Instalasi Bio Elektro Medik
(IBEM)
13) Protap penggunaan Cardiac Monitor Data Scope / Dinamap Plus
c. Prosedur Tetap Keperawatan
1)

Protap monitoring mutu pelayanan keperawatan

2)

Protap mutasi tenaga keperawatan

3)

Protap asuhan keperawatan

4)

Protap evaluasi asuhan keperawatan

5)

Protap perencanaan tenaga keperawatan

6)

Protap rotasi tenaga keperawatan

7)

Protap pembuatan jadwal dinas perawat

8)

Protap pengkajian asuhan keperawatan

9)

Protap perencanaan asuhan keperawatan

10) Protap pelaksanaan tindakan asuhan keperawatan


11) Protap diagnosa asuhan keperawatan
12) Protap penempatan tenaga keperawatan yang baru
d. Prosedur Tetap Keuangan
1)

Protap jurnal biaya

2)

Protap jurnal pendapatan

3)

Protap jurnal aktiva

4)

Protap jurnal piutang

5)

Protap pembayaran rumah sakit kepada pihak ketiga

6)

Protap jurnal persediaan

7)

Protap sub bagian verifikasi

8)

Protap bagian program dan anggaran

9)

Protap sub bagian evaluasi program dan anggaran

10) Protap sub bagian penyusunan program dan anggaran

25

e. Prosedur Tetap Pengelolaan Sumber Daya Manusia


1) Prosedur Tetap Kepegawaian untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS)
a) Protap pelaksanaan cuti
b) Protap pembinaan pegawai
c) Protap persyaratan kenaikan pangkat
d) Protap pemindahan PNS RSUP H.Adam Malik ke instansi lain
e) Protap persyaratan pengangkatan menjadi PNS dan usulan karpeg
f) Protap Pembuatan Kartu Askes
g) Protap persyaratan izin perkawinan
h) Protap persyaratan izin perceraian
i)

Protap pelaksanaan pindah

j) Protap prosedur PNS yang baru masuk


k) Protap persyaratan pensiun janda / duda
l) Protap perencanaan pengadaann pegawai
m) Protap pelimpahan wewenang pimpinan
n) Protap pemberiaan piaganm penghargaan
o) Protap untuk mendapatkan tunjangan keluarga
p) Protap pengajuan uang tabungan pensiun (TASPEN) bagi PNS
q) meninggal dunia
r) Protap tunjangan jabatan struktural
s) Protap pengangakatan pertama dalam jabatan fungsional
t) Protap penetapan angka kredit
u) Protap orientasi CPNS yang baru diterima
v) Protap pengajuan KARSU / KARIS
w) Protap persyaratan pensiun
x) Protap pembinaan pegawai
y) Protap Nota Tugas dan Aktif Tugas Pegawai Baru
z) Protap Pembuatan TASPEN
) Protap pengangkatan CPNS menjadi PNS

26

f. Prosedur Tetap untuk pegawai non PNS (Kontrak)


1) Protap pengangkatan Tenaga Kontrak
2) Protap pemberhentian Tenaga Kontrak
3) Protap pemberhentian dengan Tidak Hormat Tenaga Kontrak
4) Protap pemberhentian dengan Tidak Hormat Tenaga Kontrak SATPAM
5) Protap pengangkatan Tenaga Kontrak SATPAM
g. Prosedur Tetap Bidang Pendidikan dan Pelatihan
1) Protap Pembayaran tarif pelayanan diklat bagi PBL mahasiswa/siswa
paramedis dan non medis
2) Protap izin Testing, Tugas Belajar/ Pendidikan bagi Pegawai RSUP
H.Adam Malik
3) Protap pelaksanaan pendidikan bagi KKS FK USU
4) Protap pelaksanaan pendidikan bagi PPDS FK USU
5) Protap pengembalian peserta didik PPDS dari RSUP H.Adam Malik ke
Fakultas Kedokteran USU
6) Protap praktek belajar lapangan mahasiswa/I paramedis dan non medis
7) Protap penilaian bagi Peserta Praktek Kerja Lapangan Mahasiswa/ Siswa
Paramedis/ non medis
8) Protap ujian Praktek mahasiswa/ mahasiswa Paramedis
h. Prosedur Tetap Administrasi Umum
1)

Protap surat keterangan sakit

2)

Protap surat keterangan kematian

3)

Protap pengangkatan sumpah medis dari ruangan-ruangan

4)

Protap penatausahaan surat masuk

5)

Protap penatausahaan surat keluar

6)

Protap pemeliharaan gedung

7)

Protap surat keterangan dirawat

8)

Protap surat keterangan hamil

9)

Protap surat keterangan keperluan asuransi

27

10) Protap surat keterangan penyidikan / visum


11) Protap surat keterangan kelahiran
12) Protap pemeliharaan mesin incenerator
13) Protap pemeliharaan mesin cuci, mesin pengering dan mesin gosok di
laundry
14) Protap pembakaran sampah medis dengan mesin incenerator
15) Protap penjahitan kain
16) Protap pencucian piama operasi/ selimut
17) Protap pencucian kain operasi
18) Protap pencucian spray/sarung bantal kotoran berat
19) Protap pencucian laken
20) Protap pencucian laken infeksius RSUP H.Adam Malik
21) Protap pencucian spray/sarung bantal kotoran ringan
22) Protap penerimaan dan pengembalian kain kotor di laundry
23) Protap pengawas asrama
24) Protap pengelolaan asrama perawat
25) Protap kebersihan ruang administrasi
26) Protap pengaduan kehilangan / pencurian dilingkungan RSUP H.Adam
Malik
Protap pemeliharan kendaraan dinas
Protap kebersihan ruangan / gedung perawatan steril
Protap pengoperasian ambulance
Protap Pengaduan Tindakan Kekerasan, Penganiayaan dilingkungan
RSUP H.Adam Malik

BAB III
LANDASAN TEORI

1. Siklus Hidup Pengembangan Sistem


Siklus hidup pengembangan sistem merupakan suatu bentuk yang digunakan
untuk menggambarkan tahapan utama dan langkah-langkah pada tahapan tersebut
dalam proses pengembangan sistem. (Tata Sutabri, 2012 : 56)
Siklus hidup pembangunan atau pengembangan sistem informasi menyajikan
metodelogi atau proses yang diorganisasikan guna membangun suatu sistem
informasi. Ada beberapa fase-fase dari siklus hidup pengembangan sistem, yaitu:
a. Fase perencanaan
Perencanaan pengembangan sistem informasi bertujuan untuk mengidentifikasi
dan memprioritaskan sistem informasi apa yang dikembangkan, sasaran-sasaran
yang ingin dicapai, jangka waktu pelaksanaan, serta mempertimbangkan dana yang
tersedia dan siapa yang akan melaksanakan.
b. Fase Pengembangan
Fase pengembangan sistem informasi disebut juga sebagai siklus hidup
pengembangan sistem informasi yang garis besarnya terdiri dari enam langkah.
Tahapan-tahapan pekerjaan dalam pelaksanaan tidak kaku namun dapat disesuaikan
dengan kebutuhan, seperti cara iterasi. Tahapan utama dalam proses pengembangan
sistem informasi adalah sebagai berikut:

28

29

1) Investigasi Sistem
Manfaat dari fase penyelidikan ini adalah untuk menentukan masalah-masalah
atau kebutuhan yang timbul. Hal itu memerlukan pengembangan sistem secara
meyeluruh ataukah ada usaha lain yang dapat dilakukan untuk memecahkannya.
2) Analisis Sistem
Tahap analisis bertitik-tolak pada kegiatan-kegiatan dan tugas-tugas di mana
sistem yang berjalan dipelajari lebih mendalam, dan usulan dibuat untuk
menjadi landasan bagi sistem yang baru yang akan dibangun.
3) Desain Sistem
Pada tahap ini sebagian besar kegiatan yang berorientasi ke komputer
dilaksanakan.
4) Implementasi Sitem
Tahap ini adalah prosedur yang dilakukan untuk menyelesaikan desain sitem
yang ada dalam dokumen sistem baru atau sistem yang disetujui dan menguji,
menginstall dan memulai penggunaan sistem baru atau sistem yang diperbaiki.
5) Pemeliharaan Sistem
Tahap ini merupak bentuk evaluasi untuk memantau supaya sistem informasi
yang dioperasikan dapat berjalan secara optimal dan sesuai dengan harapan
pemakai maupun organisasi yang menggunakan sistem tersebut..

30

2. Sistem Pakar
Menurut Kusrini (2008:3) mengungkapkan: Sistem Pakar adalah aplikasi
komputer yang digunakan untuk menyelesaikan masalah sebagaimana yang
dipikirkan oleh pakar. Pakar yang dimaksud di sini adalah orang yang mempunyai
keahlian khusus yang dapat menyelesaikan masalah yang tidak dapat diselesaikan
oleh orang awam.
Menurut McLeon (2008 : 537), sistem pakar (expert system) adalah suatu
program komputer yang berusaha menampilkan pengetahuan manusia yang ahli
dalam bentuk heuristic.
Sistem pakar (dalam bahasa Inggris :expert system) adalah sistem informasi
yang berisi dengan pengetahuan dari pakar sehingga dapat digunakan untuk
konsultasi. Pengetahuan dari pakar di dalam sistem ini digunakan sebagi dasar oleh
Sistem Pakar untuk menjawab pertanyaan (konsultasi). (Wikipedia.org) ciri-ciri
sistem pakar :
a. Terbatas pada bidang yang spesifik.
b. Dapat memberikan penalaran untuk data-data yang tidak lengkap atau tidak
pasti.
c. Dapat mengemukakan rangkaian alasan yang diberikannya dengan cara yang
dapat dipahami.
d. Berdasarkan rule atau kaidah tertentu.
e. Dirancang untuk dapat dikembangkan secara bertahap.
f. Outputnya bersifat nasihat atau anjuran.

31

g. Output tergantung dari dialog dengan user.


h. Knowledege base dan inference engine terpisah.

3. Sistem Pendukung Keputusan


Menurut Raymond McLeod dan George (2008:14) mengungkapkan: Sistem
pendukung pengambilan keputusan (decision support system DSS) adalah suatu
sistem yang membantu seorang manajer atau sekelompok kecil manajer
memecahkan suatu masalah.
Sistem Pendukung Keputusan merupakan Computer Based Information System
(CBIS) yang interaktif, fleksibel, mudah disesuaikan (dapat beradaptasi) yang
secara khusus dikembangkan untuk mendukung penyelesaian dari permasalahan
yang tidak terstruktur untuk meningkatkan pembuatan keputusan. Turban E
mengklasifikasikan Sistem Pendukung Keputusan terdiri dari beberapa komponen
yaitu subsistem database, subsistem modelbase, subsistem pengetahuan dan
subsistem dialog. (JURNAL INFORMATIKA Vol 3, No. 2, Juli 2009 : Hal 333)

32

Gambar 2. Model Konseptual Sistem Pendukung Keputusan

4. Metode Forward Chaining


Menurut Irawan (2007: 35) metode forward chaining adalah suatu metode dari
inference engine untuk memulai penalaran atau pelacakan suatu data dari fakta-fakta
yang ada menuju suatu kesimpulan.
Menurut Wilson dalam Kusrini (2008: 8) metode forward chaining (runut maju)
merupakan suatu metode yang menggunakan himpunan aturan kondisi-aksi.
Forward chaining merupakan salah satu metode yang dapat diterapkan pada
sistem inferensi dalam kecerdasan buatan, metode ini dapat digunakan untuk
penalaran dari aturan aturan yang ada dalam sistem sehingga dapat ditarik sebuah
kesimpulan. Nilai Boolean dari masukan data disebut anteseden (antecedent) dan
hasil atau efek dari anteseden disebut konsekuensi (consequent).

33

Forward chaining dapat bekerja jika data data awal dan aturan pada sistem telah
ada. Metode ini melakukan penalaran dari data yang ada lalu disesuaikan dengan
aturan yang ada, hasil dari tahap tersebut dapat menimbulkan fakta baru sehingga
penalaran dianjutkan ke peraturan berikutnya yang ada pada sistem. Penalaran terus
berlangsung

(looping)

sampai

pada

akhirnya

ditemukan

sebuah

kesimpulan,sehingga hasil pengolahan sebuah faktor(data) dapatmenimbulkan


masalah baru dan melangkah ke peraturan berikutnya, inilah mengapa disebut
berantai(chaining).
a. Algoritma Forward Chaining
1) Inisialisasi. Dapat dibuat tiga tabel kosong, yaitu tabel Working Memory, tabel
Attribute Queue, dan tabel Rule/Premis

Status. Tabel Working Memory

berguna untuk menyimpan setiap input, yaitu semua fakta yang disimpulkan
selama

proses

konsultasi.

Tabel

Attribute

Queue

berguna

untuk

menyimpan semua atribut dari value yang sedang diperiksa. Atribut pada awal
tabel adalah atribut yang sedang menjalani proses

pemeriksaan.

Tabel

Rule/Premis Status menyimpan status dari rule-rule yang ada yaitu Active,
Marked, Unmarked, Discarded, Triggered, Fired. Status setiap premis pada saat
inisialisasi adalah bebas (Free). Dan status setiap rule pada saat inisialisasi
adalah tidak bertanda (Unmarked) dan aktif (Active). Notasi yang digunakan
untuk merepresentasikan keadaan suatu rule dan premis adalah sebagai berikut:
A

= Active Rule

34

= Discarded Rule U

= Unmarked Rule M = Marked Rule TD

Triggered Rule FD = Fired Rule


FR = Free Clause FA = False Clause TU = True Clause
2) Memulai proses pengambilan keputusan. Sebuah value dari sebuah atribut
premis

diambil.

Di

mana atribut tersebut tidak boleh ada pada klausa

kesimpulan. Atribut ini disimpan pada bagian teratas tabel Attribute Queue.
Juga simpan atribut ini beserta valuenya pada bagian terbawah tabel Working
Memory.
3) Penelitian satu persatu rule yang ada untuk memeriksa ada tidaknya kesamaan.
Periksa tabel Rule/Premis Status, jika tidak ada rule yang statusnya Active,
pencarian dihentikan. Bila ada, dilakukan penelitian bagian klausa premis rule
yang statusnya Active untuk mencocokkan klausa premis yang sesuai dengan
value dari atribut pada bagian teratas tabel Attribute Queue. Simpan perubahan
status klausa premis dari sekumpulan rule yang statusnya Active. Pada tabel
Rule/Premis Status diberikan tanda FA (False Clause) pada status klausa premis
yang bernilai salah dan tanda TU (True Clause) pada status klausa premis yang
bernilai benar. Periksalah status Rule pada tabel Rule/Premis Status :
a) Bila ada premis dari sebuah rule yang bernilai salah, maka diberi tanda
D (Discarded) pada rule tersebut untuk menunjukkan bahwa rule
tersebut bernilai salah dan tidak dipakai lagi. Langkah tersebut
dilakukan pada setiap setiap rule yang memiliki premis yang bernilai salah.

35

b) Bila ada sebuah rule yang semua premisnya dari bernilai benar, diberi
tanda TD (Triggered) pada rule status. Kemudian dilanjutkan ke langkah
3c.
c) Bila tidak ada rule yang statusnya TD (Triggered),

dilanjutkan ke

langkah ke 5, bila ada satu atau lebih rule yang statusnya TD (Triggered),
dilanjutkan ke langkah ke 4.
4) Rule firing, atau menyatakan rule tersebut benar dan mengambil klausa
kesimpulan rule tersebut sebagai kesimpulan akhir. Coretlah atribut pada
bagian teratas tabel Attribute Queue, kemudian status rule tersebut diganti
dan ditempatkan atribut kesimpulan pada bagian terbawah tabel Attribute
Queue dan value-nya pada tabel Working Memory.
5) Status antrian. Bagian teratas tabel Attribute Queue dicoret .
6) Menandai

rule. Telitilah kumpulan rule active untuk mencari rule yang

statusnya U (Unmarked) dan A (Active). Bila tidak ditemukan, pencarian


dihentikan. Bila ada, rule pertama yang ditemui ditandai dengan M (Marked).
7) Query. Pada rule yang baru saja diberi tanda M (Marked), ditanyakan pada user
untuk memperoleh input. Apabila user memberikan jawaban, dilanjutkan ke
langkah 8. Sedangkan bila user tidak memberikan jawaban atau bila atribut
rule yang ditanyakan tersebut tidak memerlukan jawaban dari user, dilanjutkan
langkah ini pada setiap klausa premis pada rule yang diberi tanda M (Marked)
tersebut. Apabila setiap klausa premis pada rule yang diberi tanda M (Marked)
tersebut telah diperiksa, kembali ke langkah 6.

36

8) Menghilangkan tanda M (Marked) pada rule. atribut dan nomor rule diletakkan
pada bagian teratas tabel Attribute Queue. Atribut ini diletakkan juga
beserta value-nya pada bagian terbawah tabel Working Memory. pada rule
yang baru saja diberi tanda M (Marked) diberikan tanda U (Unmarked), dan
kembali ke langkah 3.

Contoh Kasus : Pengkodean yang diperoleh saat knowledge acquisition


A1 = suhu tubuh >= 38C
A2 = pusing
A3 = pilek
A4 = batuk
A5 = batuk yang terus menerus dimalam hari
A6 = nafas berbunyi
P1 = demam biasa
P2 = batuk biasa
P3 = influensa/infeksi virus
P4 = batuk rejan
P5 = infeksi saluran nafas

Rule yang ada pada knowledge base


R1 : IF A1 THEN P1
R2 : IF A4 THEN P2
R3 : IF (P1 or A2) and (P2 or A3) THEN P3

37

R4 : IF P3 and A5 THEN P4
R5 : IF P3 and A6 THEN P5
Fakta-fakta yang diperoleh dari user adalah demam, pusing, batuk dan batuk
tersebut lebih sering di malam hari (A1, A2, A4, A5 -> benar

Tree untuk rule tersebut

Algoritma Forward chaining


Catat semua fakta yang diinputkan oleh user
Catat semua rule yang bagian premisnya menggunakan fakta yang sesuai ke
dalam queue Q
Sampai tidak ada rule, pada Q :
Analisa rule pertama pada Q

38

Jika premis tidak terpenuhi, hapus rule dari Q dan kembali ke a


Jika premis terpenuhi :
eksekusi rule, catat konklusi dari rule
Cari rule yang menggunakan konklusi tersebut sebagai premis
Jika rule belum ada pada Q, catat rule tersebut meskipun premis tidak
sepenuhnya terpenuhi.
Hapus rule awal dari Q
Konklusi akhir diperoleh

Penyelesaian dengan forward chaining


Fakta dari user A1, A2, A3, A4, A5
Rule yang sesuai = R1, R2, R3, R4
Sampai tidak ada rule pada Q

Sumber : http://elearning.upnjatim.ac.id/courses/SBP/document/materi_kuliah/

39

5. Mengenal Beberapa Istilah Dasar Ilmu Gizi dan Diet


a. Gizi
Gizi, kata ini sering diucapkan oleh tenaga kesehatan (Dokter maupun
Perawat) kepada pasien atau orang umum dalam berbagai kesempatan. Secara
etimologi, kata

gizi berasal dari bahasa Arab, yaitu "ghidza" yang berarti

makanan. Menurut dialek Mesir, "ghidza" dibaca "ghizi". Sedangkan Mary E.


Beck dalam bukunya Ilmu Gizi dan Diet menyebutkan bahwa gizi adalah
keseluruhan dari berbagai, proses di dalam tubuh makhluk hidup untuk menerima
bahan-bahan dari lingkungan hidupnya serta menggunakan bahan-bahan tersebut
agar menghasilkan berbagai aktivitas penting dalam tubuhnya sendiri. Bahanbahan tersebut dikenal dengan istilah nutrisi (gizi).
Sumber lain mendefinisikan bahwa gizi adalah elemen yang terdapat di dalam
makanan serta dapat dimanfaatkan secara langsung oleh tubuh, seperti halnya
karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Gizi yang seimbang
dibutuhkan oleh tubuh, terlebih pada balita yang masih dalam masa pertumbuhan.
Di masa tumbuh kembang balita yang berlangsung secara cepat, dibutuhkan
makanan dengan kualitas dan kuantitas yang tepat serta seimbang.
Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi
secara normal melalui proses digestif, absorpsi, transportasi, penyimpanan,
metabolisme,

dan

pengeluaran

zat-zat

yang

tidak

digunakan

untuk

mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ,


serta menghasilkan energy. (Sitiatava Rizema Putra, 2013:10)

40

b. Nutrisi (Unsur Gizi)


Menurut Mary E. Beck (2012:15), secara umum, istilah nutrisi (unsur gizi)
dipakai pada setiap zat yang dicerna, diserap, dan digunakan untuk mendorong
kelangsungan faal tubuh. Nutrisi dapat dipilah menjadi protein, lemak,
karbohidrat, mineral, vitamin, dan air.
c. Diet
Menurut Mary E, Beck (2012:19), diet adalah pilihan makanan yang lazim
dimakan oleh seseorang atau suatu populasi penduduk. Menurut wikipediaorg, diet
adalah jumlah makanan yang dikonsumsi oleh seseorang atau organisme tertentu.
Jenis diet sangat dipengaruhi oleh latar belakang asal individu atau keyakinan
yang dianut oleh masyarakat tertentu. Meskipun dasarnya manusia adalah
omnivora, seringnya suatu kelompok masyarakat memiliki preferensi atau
pantangan terhadap beberapa jenis makanan. Dan, inilah yang dimaksud dengan
diet.
Menurut Encyclopedia Websters New World, diet adalah seleksi makanan
bagi orang tertentu. Mungkin, diet khusus disarankan untuk alasan medis, yang
bertujuan menyeim- bangkan, membatasi, dan meningkatkan nutrisi tertentu.
Sedangkan, menurut dr. Yunita Hendy dari Majesty Beauty Skin Center, diet
adalah suatu perilaku yang mengatur pola makan. Pada kondisi tertentu, seseorang
melakukan diet karena kepentingan kesehatan, misalnya terkena diabetes,
kolesterol, obesitas, atau menjaga keindahan tubuh.

41

d. Makanan
Makanan adaiah bahan yang jika dimakan, dicerna, dan diserap akan
menghasilkan (paling sedikit) satu macam nutrisi.
e. Metabolisme
istilah metabolisme dipakai untuk menjelaskan semua perubahan yang terjadi
secara terus-menerus di dalam tubuh sebagai hasil aktivitas jaringan. Kata
metabolisme sendiri berarti perubahan. Dalam proses metabolisme, nutrisi
mengambil banyak bagian pada reaksi transformasi yang menghasilkan
pembebasan energi, pembentukan jaringan dan stimulasi, serta pengaturan
berbagai faal tubuh yang diperlukan dalam mempertahankan kehidupan.

6. Unsur-unsur Gizi
a. Karbohidrat
Bentuk karbohidrat paling sederhana yang perlu men- dapat perhatian dalam
gizi manusia adalah gula sederhana, yakni meliputi glukosa, fruktosa, dan
galaktosa. Ketiga bentuk gula sederhana tersebut dikenal dengan nama
monosakarida.
b. Protein
Protein merupakan salah satu sumber gizi yang penting bagi tubuh manusia.
Protein berperan penting dalam menunjang keberadaan setiap sel tubuh dan
memperkuat

kekebalan

tubuh. Setiap orang dewasa (sedikitnya)

wajib

mengonsumsi 1 gram protein per kilogram berat tubuhnya. Dan, kebutuhan akan

42

protein bagi perempuan yang sedang mengandung dari para atlet akan bertambah
karena aktivitasnya.
Protein (zat putih telur) merupakan konstituen penting bagi semua sel. Jenis
nutrisi ini berupa struktur kompleks yang terbuat dari asam-asam amino. Semua
makanan yang berasal dari hewan maupun tumbuhan mengandung protein. Protein
akan dihidrolisis oleh enzim-enzim proteolitik guna melepaskan asam-asam amino
yang kemudian diserap lewat usus. Masukan segala jenis asam amino dalam
jumlah yang memadai diperlukan bagi pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh.
Jenis-jenis asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh harus tersedia dalam
makanan. Jenis asam amino yang tidak dapat disintesis disebut asam amino
esensial.
c. Lemak
Lemak terbentuk dari 95% asam lemak dan gliserol. Lemak merupakan
sumber energi, selain karbohidrat dan protein. Dengan mengonsumsi lemak secara
berlebih, maka dapat disimpan oleh tubuh sebagai cadangan energi. Jika seseorang
berada dalam kondisi kekurangan kalori, maka lemak merupakan cadangan
pertama yang akan digunakan untuk mendapatkan energi setelah protein. Oleh
karena itu, dengan adanya cadangan lemak, maka penggunaanaprotein sebagai
energi akan dapat dihemat. Namun, hal ini hanya bersifat sementara.
d. Vitamin
Mulanya, istilah vitamine atau vitamin diperkenalkan oleh seorang ahli kimia
dari Polandia, yang bernama Funk percaya bahwa zat penangkal penyakit beri-beri

43

yang dalam air adalah suatu amina yang sangat vital. kata tersebut lahirlah istilah
vitamine, yang kemudian berubah menjadi vitamin. Saat ini, vitamin dikenal suatu
kelompok senyawa organik yang tidak termasuk golongan protein, karbohidrat,
maupun lemak. terdapat dalam jumlah yang kecil dalam bahan makanan tetapi
sangat penting peranannya bagi tubuh guna menjaga kelangsungan hidup serta
pertumbuhannya.
e. Mineral
Sebagian besar bahan makanan, yaitu sekitar 96% terdiri dari bahan organik
dan air, sisanya adalah unsur-unsur mineral. Jenis mineral banyak dan sebagian
besar diperlukan oleh manusia agar dapat secara sehat dan tumbuh dengan baik.

7. Basis Data (Database)


a.

Pengertian Database
Database adalah sebuah struktur yang umumnya terbagi dalam hal, yaitu sebuah

database flat dan sebuah database relasional. Database relasional lebih mudah
dipahami daripada database flat: karena database relasional mempunyai bentuk yang
sederhana semudah dilakukan operasi data. MySQL sendiri adalah sebuah data
relasional. Database yang memiliki struktur relasional terdapat tabel untuk
menyimpan data. Pada setiap tabel terdiri dari kolom baris serta sebuah kolom untuk
mendefinisikan jenis informasi harus disimpan. (Wahana Komputer, 2010:2)

44

Salah satu keunggulan utama database adalah berkurangnya redundan: data.


Konsekuensinya tidak hanya ruang penyimpanan harddisk menjadi berkurang, tetapi
kecepatan pemrosesan data juga berkurang. Selain itu ada kelebihan lainnya, yaitu:
a. Fleksibilitas: jika data berubah, Anda dapat meng-update nilainya hanya di satu
tempat. Dengan demikian, semua query, form, dan lainnya akan berubah secara
konsekuen dengan nilai yang baru tersebut.
b. Simple: model penyimpanan tabel yang merupakan dasar dari sistem relasional
memang simple, dan merupakan metode penyim- panan data yang tak redundan.
Tiap tabel didesain relasional untuk objek tunggal yang mengandung data, yang
konsekuen terhadap aspek tertentu dari database, seperti pegawai, produk, atau
order.
c. Power: menyimpan data dalam tabel-tabel yang terpisah lebih memudahkan
adanya pengelompokan, searching, dan pengambilan data menggunakan banyak
cara yang tak terbatas.
d. Kemudahan manajemen: dengan tabel yang kecil dan tidak kompleks, informasi
jadi mudah dilacak dan diatur.

8.

Database MySQL

a. Pengertian MySQL
MySQL adalah program database yang mampu mengirim dan menerima data
dengan sangat cepat dan multi user. MySQL pertama kali dirintis oleh seorang
programmer database bernama Michael Widenius. MySQL memiliki dua bentuk

45

lisensi, yaitu free software dan shareware. Dan yang penulis gunakan adalah yang
berlisensi free software karena bebas menggunakan database ini untuk keperluan
pribadi atau usaha tanpa harus membeli atau membayar lisensi. (Wahana Komputer,
2010:5)
b. Kelebihan dan keuntungan menggunakan MySQL
MySQL memilik beberapa kelebihan dan keuntungan disbanding database lain,
di antaranya adalah:
1) Banyak ahli yang berpendapat MySQL merupakan server tercepat.
2) MySQL merupakan systemmanajemen database yang OpenSource (kode
sumbernya terbuka), yaitu software ini bersifat free atau bebas digunakan oleh
perorangan atau instansi tanpa harus membeli atau membayar kepada
pembuatnya.
3) MySQL memiliki performa yang tinggi tapi simpel.
4) MySQL dapat diakses melalui protocol ODBC (Open Database Connectivity)
buatan Microsoft. Ini menyebabkan MySQL dapat diakses oleh banyak software.
5) Semua klien dapat mengakses server dalam satu waktu, tanpa harus menunggu
yang lain untuk mengakses database.
6) Database MySQL dapat diakses dari semua tempat di internet dengan hak akses
tertentu.
7) MySQL merupakan database yang mampu menyimpan data berkapasitas besar,
sampai berukuran Gigabyte.

46

8) MySQL dapat berjalan diberbagasi operating system seperti Linux, Windows,


Solaris, dan lain-lain.

9.

Pengenalan HTML (Hyper Text Markup Language)


HTML merupakan kependekan dari Hyper Text Markup Language. Biasanya

html ini digunakan sebagai pondasi dari suatu aplikasi web. Pengerjaan file html
dapat dilakukan sembarang, maksudnya ialah menggunakan editor apa saja, html
dapat dikerjakan. Untuk menciptakan file html. Setidaknya ada dua macam ekstensi
yang dapat kita gunakan diantaranya .htm dan .html. ekstensi dokumen html yang
menggunakan tiga karakter awalnya adalah untuk mengakomodasikan sistem
penamaan yang ada dalam sistem operasi DOS. Dokumen html merupakan dokumen
yang disajikan dalam browser web dan biasanya hanya untuk menampilkan informasi
maupun interface. (Agus Saputra dan Feni Agustin, 2011:1).Berikut contoh sintak
program html sederhana:

Gambar 3. Contoh sintak html

47

Jika dilihat dibowser, maka hasilnya seperti berikut:

Gambar 4. Contoh program html

10. Pengenalan PHP


a.

Defenisi PHP
PHP atau PHP Hypertext Preprocessor, adalah sebuah bahasa pemprograman

web berbasis server (server-side) yang mampu mem-parsing kode php dari kode web
dengan ekstensi .php, sehingga menghasilkan tampilan website yang dinamis di sisi
client (browser). Dengan PHP, anda bisa menjadikan halaman HTML menjadi
powerful dan bisa dipakai sebagai aplikasi lengkap, misalnya untuk beragam aplikasi
cloud computing. (Edy Winarmo, 2011:53)
b. Kelebihan PHP
Berikut adalah beberapa kelebihann PHP :
1) Bahasa pemrograman PHP adalah sebuah bahasa script yang tidak melakukan
sebuah kompilasi dalam penggunaanya.

48

2) Web Server yang mendukung PHP adalah apache dengan konfigurasi yang
relatif mudah.
3) Dalam sisi pengembangan lebih mudah, karena banyaknya milis - milis dan
developer yang siap membantu dalam pengembangan.
4) Dalam sisi pemahamanan, PHP adalah bahasa scripting yang paling mudah
karena memiliki referensi yang banyak.
5) PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai mesin
(Linux, Unix, Macintosh, Windows) dan dapat dijalankan secara runtime
melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah sistem.
Berikut adalah contoh sintak php:

Gambar 5. Contoh sintak PHP

49

Jika dilihat dibowser, maka hasilnya seperti berikut:

Gambar 6. Contoh sintak PHP

11. Cascading Style Sheet (CSS)


Cascading Style Sheet (CSS) merupakan aturan untuk mengendalikan beberapa
komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam. CSS
bukan merupakan bahasa pemograman. Sama halnya styles dalam aplikasi
pengolahan kata seperti Microsoft Word yang dapat mengatur beberapa style,
misalnya heading, subbab, bodytext, footer, images, dan style lainnya untuk dapat
digunakan bersama-sama dalam beberapa berkas (file). Pada umumnya CSS dipakai
untuk memformat tampilan halaman web yang dibuat dengan bahasa HTML dan
XHTML, CSS dapat mengendalikan ukuran gambar, warna bagian tubuh pada teks,
warna tabel, ukuran border, warna border, warna hyperlink, warna mouse over, spasi
antar paragraf, spasi antar teks, margin kiri, kanan, atas, bawah, dan parameter

50

lainnya. CSS adalah bahasa style sheet yang digunakan untuk mengatur tampilan
dokumen. Dengan adanya CSS memungkinkan kita untuk menampilkan halaman
yang sama dengan format yang berbeda. (Madcoms, 2009 : 57)

12. Situs Web (Website)


Situs web (bahasa Inggris: web site) atau sering disingkat dengan istilah situs
adalah sejumlah halaman web yang memiliki topik saling terkait, terkadang disertai
pula dengan berkas-berkas gambar,video, atau jenis-jenis berkas lainnya. Sebuah situs
web biasanya ditempatkan setidaknya pada sebuah server web yang dapat diakses
melalui jaringan seperti internet, ataupun jaringan wilayah lokal (LAN) melalui
alamat internet yang dikenali sebagai URL. Gabungan atas semua situs yang dapat
diakses publik di internet disebut pula sebagai Waring Wera Wanua atau lebih
dikenal dengan singkatan WWW. Meskipun setidaknya halaman beranda situs
internet umumnya dapat diakses publik secara bebas, pada prakteknya tidak semua
situs memberikan kebebasan bagi publik untuk mengaksesnya, beberapa situs web
mewajibkan pengunjung untuk melakukan pendaftaran sebagai anggota, atau bahkan
meminta pembayaran untuk dapat menjadi aggota untuk dapat mengakses isi yang
terdapat dalam situs web tersebut, misalnya situs-situs yang menampilkan pornografi,
situs-situs berita, layanan surel (e-mail), dan lain-lain. Pembatasan-pembatasan ini
umumnya dilakukan karena alasan keamanan, menghormati privasi, atau karena
tujuan komersil tertentu.

51

Sebuah halaman web merupakan berkas yang ditulis sebagai berkas teks biasa
(plain text) yang diatur dan dikombinasikan sedemikian rupa dengan instruksiinstruksi berbasis HTML, atau XHTML, kadang-kadang pula disisipi dengan
sekelumit bahasa skrip. Berkas tersebut kemudian diterjemahkan oleh peramban
web dan ditampilkan seperti layaknya sebuah halaman pada monitor komputer.
Halaman-halaman web tersebut diakses oleh pengguna melalui protokol
komunikasi jaringan yang disebut sebagai HTTP, sebagai tambahan untuk
meningkatkan aspek keamanan dan aspek privasi yang lebih baik, situs web dapat
pula mengimplementasikan mekanisme pengaksesan melalui protokol HTTPS.

13. World Wide Web (WWW)


World Wide Web atau lebih sering dikenal sebagai Web adalah suatu layanan
sajian informasi yang menggunakan konsep hyperlink (tautan) yang memudahkan
surfer (sebutan para pemakai komputer yang melakukan browsing .atau penelusuran
informasi melalui internet). Keistimewaan inilah yang telah menjadikan Web sebagai
service yang paling cepat pertumbuhannya. (YM Kusuma Ardana, 2012:3)

14. Pengertian Web Server


Web Server atau server web adalah komputer yang digunakan untuk menyimpan
dokumen-dokumen web, komputer ini akan melayani permintaan dokumen web dari
kliennya. Web Browser seperti Explorer atau navigator berkomunikasi melalui
jaringan (termasuk jaringan internet) dengan web server, menggunakan HTTP.

52

Browser akan mengirimkan request ke server untuk meminta dokumen tertentu atau
layanan lain yang disediakan oleh server. Server memberikan dokumen atau
layanannya jika tersedia juga dengan menggunakan protocol HTTP. Beberapa
aplikasi perangkat lunak pembangun Web Server yang dapat dipergunakan
diantaranya adalah Apache, Xitami, PWS, IIS dan sebagainya. (Yeni Kustiyahningsih
dan Devie Rosa Anamisa, 2011:8)

15. ERD (Entity Relationship Diagram)


ERD merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam
basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar
relasi.
ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk
menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol. Pada dasarnya ada tiga
simbol yang digunakan, yaitu :
a. Entiti
Entiti merupakan objek yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan
dari sesuatu yang lain .Simbol dari entiti ini biasanya digambarkan dengan persegi
panjang.
b. Atribut
Setiap entitas pasti mempunyai elemen yang disebut atribut yang berfungsi
untuk mendeskripsikan karakteristik dari entitas tersebut. Isi dari atribut

53

mempunyai sesuatu yang dapat mengidentifikasikan isi elemen satu dengan yang
lain. Gambar atribut diwakili oleh simbol elips.
c. Hubungan / Relasi
Hubungan antara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang
berbeda. Relasi dapat digambarkan sebagai berikut :
Relasi yang terjadi diantara dua himpunan entitas (misalnya A dan B) dalam
satu basis data yaitu :
1) Satu ke satu (One to one)
Hubungan relasi satu ke satu yaitu setiap entitas pada himpunan entitas A
berhubungan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B.
2) Satu ke banyak (One to many)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak
entitas pada himpunan entitas B, tetapi setiap entitas pada entitas B dapat
berhubungan dengan satu entitas pada himpunan entitas A.
3) Banyak ke banyak (Many to many)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak
entitas pada himpunan entitas B.

54

Tabel 1. Simbol Entity Relationship Diagram


No

Simbol

Nama

Keterangan

Entitas

Jenis entitas dapat berupa suatu


elemen lingkungan, sumber
daya atau transaksi yang fieldfieldnya dipergunakan
dalam
aplikasi program.
Menunjukkan nama relasi

Hubungan atau
Relasi

antar satu entitas dengan


entitas lainnya

Atribut

Atribut adalah karakteristik


dari sebuah entitas

Garis Relasi

Entitas Lemah

Menunjukkan

hubungan

(keterkaitan) antar entitas


Entitas
yang
kemunculannya tergantung dari
entitas lain yang lebih kuat

(Sumber : Harianto Kristanto, 2009:13)

16. UML (Unified Modeling Language)


Unified Modeling Language (UML) adalah himpunan struktur dan teknik untuk
pemodelan desain program berorientasi objek (OOP) serta aplikasinya. UML adalah
metodologi untuk mengembangkan sistem OOP dan sekelompok perangkat tool
untuk mendukung pengembangan sistem tersebut. UML mulai diperkenalkan oleh
Object Management Group, sebuah organisasi yang telah mengembangkan model,
teknologi, dan standar OOP sejak tahun 1980-an. Sekarang UML sudah mulai banyak

55

digunakan oleh para praktisi OOP. UML merupakan dasar bagi perangkat (tool)
desain berorientasi objek dari IBM.
UML

adalah

suatu

bahasa

yang

digunakan

untuk

menentukan,

memvisualisasikan, membangun, dan mendokumentasikan suatu sistem informasi.


UML dikembangkan sebagai suatu alat untuk analisis dan desain berorientasi objek
oleh Grady Booch, Jim Rumbaugh, dan Ivar Jacobson. Namun demikian UML dapat
digunakan untuk memahami dan mendokumentasikan setiap sistem informasi.
Penggunaan UML dalam industri terus meningkat. Ini merupakan standar terbuka
yang menjadikannya sebagai bahasa pemodelan yang umum dalam industri peranti
lunak dan pengembangan sistem.
(Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Unified_Modeling_Language diakses 27 April
2014)
UML menyediakan 10 macam diagram untuk memodelkan aplikasi berorientasi
objek, yaitu:
a. Use Case Diagram untuk memodelkan proses bisnis.
b. Conceptual Diagram untuk memodelkan konsep-konsep yang ada di dalam
aplikasi.
c. Sequence Diagram untuk memodelkan pengiriman pesan (message) antar
objects.
d. Collaboration Diagram untuk memodelkan interaksi antar objects.
e. State Diagram untuk memodelkan perilaku objects di dalam sistem.

56

f. Activity Diagram untuk memodelkan perilaku Use Cases dan objects di dalam
system.
g. Class Diagram untuk memodelkan struktur kelas.
h. Object Diagram untuk memodelkan struktur object.
i. Component Diagram untuk memodelkan komponen object.
j. Deployment Diagram untuk memodelkan distribusi aplikasi.
Berikut adalah beberapa simbol-simbol UML Diagram :
Tabel 2. Simbol Use Case Diagram
NO

NAMA

KETERANGAN

Actor

Menspesifikasikan himpuan peran yang


pengguna mainkan ketika berinteraksi
dengan use case.

Dependency

Hubungan dimana perubahan yang


terjadi pada suatu elemen mandiri
(independent) akan mempengaruhi
elemen yang bergantung padanya
elemen
yang
tidak
mandiri
(independent).

Generalizatio
n

Hubungan
dimana
objek
anak
(descendent) berbagi perilaku dan
struktur data dari objek yang ada di
atasnya objek induk (ancestor).

Include

Menspesifikasikan bahwa use case


sumber secara eksplisit.

GAMBAR

57

Extend

Menspesifikasikan bahwa use case


target memperluas perilaku dari use
case sumber pada suatu titik yang
diberikan.

Association

Apa yang menghubungkan antara objek


satu dengan objek lainnya.

System

Use Case

Menspesifikasikan
paket
yang
menampilkan sistem secara terbatas.

Deskripsi dari urutan aksi-aksi yang


ditampilkan sistem yang menghasilkan
suatu hasil yang terukur bagi suatu
aktor

Interaksi aturan-aturan dan elemen lain


yang bekerja sama untuk menyediakan
Collaboration
prilaku yang lebih besar dari jumlah
dan elemen-elemennya (sinergi).

10

Note

Elemen fisik yang eksis saat aplikasi


dijalankan dan mencerminkan suatu
sumber daya komputasi

Tabel 3 . Simbol Class Diagram


NO

GAMBAR

NAMA

KETERANGAN

Hubungan
dimana
objek
anak
Generalization (descendent) berbagi perilaku dan
struktur data dari objek yang ada di
atasnya objek induk (ancestor).

58

Upaya untuk menghindari


dengan lebih dari 2 objek.

asosiasi

Nary
Association

Class

Himpunan dari objek-objek yang


berbagi atribut serta operasi yang sama.

Collaboration

Deskripsi dari urutan aksi-aksi yang


ditampilkan sistem yang menghasilkan
suatu hasil yang terukur bagi suatu aktor

Realization

Operasi yang benar-benar dilakukan


oleh suatu objek.

Dependency

Hubungan dimana perubahan yang


terjadi pada suatu elemen mandiri
(independent)
akan
mempegaruhi
elemen yang bergantung padanya
elemen yang tidak mandiri

Association

Apa yang menghubungkan antara objek


satu dengan objek lainnya

Tabel 4. Simbol StateChart Diagram


NO

GAMBAR

NAMA

KETERANGAN

State

Nilai atribut dan nilai link pada suatu


waktu tertentu, yang dimiliki oleh suatu
objek.

Initial Pseudo
State

Bagaimana objek dibentuk atau diawali

59

Final State

Bagaimana objek
dihancurkan

Transition

Sebuah kejadian yang memicu sebuah


state objek dengan cara memperbaharui
satu atau lebih nilai atributnya

Association

Apa yang menghubungkan antara objek


satu dengan objek lainnya.

Node

Elemen fisik yang eksis saat aplikasi


dijalankan dan mencerminkan suatu
sumber daya komputasi.

dibentuk

dan

Tabel 5. Simbol Actifity Diagram


NO

GAMBAR

NAMA

KETERANGAN

Actifity

Memperlihatkan bagaimana masingmasing


kelas
antarmuka
saling
berinteraksi satu sama lain

Action

State dari sistem yang mencerminkan


eksekusi dari suatu aksi

Initial Node

Bagaimana objek dibentuk atau diawali.

Actifity Final
Node

Bagaimana
dihancurkan

Fork Node

objek

dibentuk

dan

Satu aliran yang pada tahap tertentu


berubah menjadi beberapa aliran

(Sumber : http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=93150 diakses 27 April 2014)

BAB IV
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
1.

Analisis Sistem yang Berjalan


Setelah mengamati dan mencari informasi baik dari pakar gizi, diketahui bahwa

jenis penyakit harus menyesuaikan dengan jenis makanan yang disarankan untuk
dikonsumsi agar mempermudah proses penyembuhan penyakit bagi pasien dan
sebaliknya beberapa jenis penyakit juga menghindari beberapa jenis makanan yang
mengandung zat-zat tertentu, sehingga dapat menghambat proses penyembuhan
pasien.
Pada RSUP H. Adam Malik, penentuan menu dan bahan makanan bagi pasien
masih bergantung pada keputusan pakar gizi pada Instalasi Gizi pada RS tersebut
berikut langkah-langkah yang dilakukan pakar gizi dan perawat serta pegawai
lingkungan Instalasi Gizi dalam menentukan menu dan bahan makanan bagi pasien
rawat inap RSUP H. Adam Malik :
a. Ahli Gizi
1) Menyelenggarakan diagnosa/pengkajian dietetik dan pola makan pasien
berdasarkan anamnesis diet dan pola makan.
2) Menyusun perencanaan pelayanan gizi yang akan diberikan kepada pasien.
3) Menterjemahkan preskripsi diet, penyediaan dan pengolahan sesuai dengan
kebutuhan dan keadaan pasien.
4) Mengelola konseling gizi.

63

64

5) Mengelola dapur dan gizi yang meliputi jumlah pemberian serta cara
pengolahan bahan makanan dan penyaluran makanan.
6) Merencanakan jumlah dan macam alat yang dibutuhkan untuk pelayanan
gizi.
7) Menentukan bentuk pembelian bahan makanan dan peralatan.
8) Memberikan bimbingan pada bawahannya dalam meningkatkan mutu
pelayanan.
9) Mempertimbangkan surat cuti, pindah/ berhenti.
10) Melakukan pemantauan/ controll dan evaluasi terhadap preskripsi diet dan
penyajian makanan yang diberikan kepada pasien.
b. Juru Masak
1) Melakukan pembelian bahan makanan basah dan kering.
2) Merencanakan cara memasak dan memperhitungkan waktu agar sesuai
dengan menu dan jadwal pembagian makanan untuk pasien yang telah
ditentukan.
3) Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan untuk memasak.
4) Mengambil bahan makanan kering/ basah yang akan diolah.
5) Melakukan persiapan terhadap bahan makanan yang akan digunakan untuk
memasak.
6) Memasak bahan makanan sesuai dengan menu yang telah ditentukan.
7) Membuat laporan belanja harian untuk pembelian bahan makanan basah dan
kering, membuat registrasi pesanan pasien, membuat pembukuan keuangan,

65

pengaturan hal-hal yang berkaitan dengan kepegawaian instalasi gizi


meliputi absensi pegawai, daftar dinas.
8) Penyediaan barang-barang pecah belah.
c. Pramusaji
1) Menyiapkan dan mengantar makanan dan minuman pasien dari Instalasi Gizi
untuk dibawa ke ruang pasien.
2) Menyajikan makanan untuk pasien.
3) Membuat snack (selingan).
4) Menyiapkan buah untuk pasien.
5) Mengambil peralatan makan pasien yang kotor.
6) Melaporkan pasien baru dan pasien yang pulang kepada ahli gizi.
7) Mencatat perubahan diet dan mencatat keluhan pasien.
8) Bertanggung jawab pada kelengkapan peralatan makan dan minum yang
dipakai oleh pasien.
9) Melakukan operan kepada pramusaji yang bertugas pada shift berikutnya.
10) Melakukan kegiatan penyimpanan bahan makanan basah maupun kering di
ruang penyimpanan bahan makanan.
Perlu diketahui bahwa pada Instalasi Gizi sudah tersedia komputer yang
terhubung jaringan LAN yang nampaknya belum digunakan secara maksimal
penggunaannya oleh Instalasi gizi.

66

2.

Evaluasi Sistem
Dari hasil analisa sistem yang berjalan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa

pekerjaan bagian Instalasi Gizi cukup kompleks dan diperlukan rantai koordinasi
yang berpusat pada pakar gizi namun dengan tugas yang cukup banyak kegiatan
Instalasi Gizi sangat bergantung pada pengetahuan dan pengalaman pakar gizi
tersebut dalam menentukan makanan dan gizi pasien. Pengetahuan yang dapat diingat
manusia sangatlah terbatas untuk itu dibutuhkan sistem terintegerasi yang dapat
membantu pengambilan keputusan bagi pakar gizi dalam menentukan bahan makanan
yang sesuai bagi gizi pasien.
Sistem Pendukung Keputusan untuk pendukung keputusan penentuan makanan
bagi pasien dalam hal ini bekerja dengan mengadaptasi pengetahuan dan kreativitas
pakar gizi dalam memberikan solusi diet sehat dan seimbang melalui makanan yang
didukung dengan literatur-literatur yang berkaitan dengan penyakit dan gizi makanan,
baik dari buku- buku kesehatan, kedokteran maupun dari internet.
Sistem Pendukung Keputusan ini dibuat untuk memberikan pengetahuan
makanan dan gizi sebagai asupan nutrisi untuk penyakit yang diderita serta juga
sebagai alat bantu bagi seorang pakar gizi untuk dapat mengambil keputusan yang
tepat terhadap penyakit, sehingga diperoleh makanan yang sesuai untuk pasien
tersebut. Perancangan sistem ini meliputi:
a. Sistem mengadaptasi pemikiran pakar gizi dalam menentukan asupan gizi dan
makanan bagi pasien dengan penyakit tertentu.
b. Sistem menganalisa masukan pengguna dengan aturan yang ditetapkan.

67

c. Sistem dapat mengambil keputusan berdasarkan masukan dari pengguna.


d. Sistem memberikan informasi berupa pengetahuan kepada pengguna mengenai
bahan makanan yang disarankan dan dihindari yang berdasarkan keluaran dari
penyakit yang dialami.
Sistem akan dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan basis
data MySQL dengan tujuan menghasilkan sistem yang user friendly atau mudah
dalam penggunaan dan mudah dalam pengembangan sistem berkelanjutan.

3.

Perancangan Sistem
a. Rancangan Secara Umum
Dari gambaran sistem sistem secara umum diatas maka penulis membuat
langkah-langkah perancangan sistem untuk memudahkan dalam pembuatan
aplikasi sistem agar lebih mudah memahami alur perancangan sistem ini,
Pengujian sistem ini dilakukan untuk mengetahui apakah sistem sudah
berjalan sesuai dengan tujuan yang diinginkan atau belum. Dimana tujuan utama
dari pembuatan sistem ini adalah membuat sistem yang mampu mendiagnosa.

68

Tabel 5. Kesimpulan Uji Pakar


No Penyakit
1

Maag

Hasil Diagnosa Sistem


-

Diabetes

Anemia

Stroke

Makanan yang disarankan : Kentang, Pisang,


Brokoli, Bubur Ayam, Lidah Buaya, Kol, dan
Permen Karet
Makanan yang dikurangi : Cokelat, Minuman
Besoda, Makanan yang digoreng, Minuman
Beralkohol, Susu tinggi lemak, Daging berlemak,
dan Kafein.
Tips : Makan Teratur dan Perkecil Porsi Makan
Makanan yang disarankan : Nasi Merah, Gandum
(Ceral dan Roti Gandum Murni), Sayuran, Bijibijian, Cereal Yang Mengandung Serat dan Nutrisi
Tinggi.
Makanan yang dikurangi : Nasi Putih, Kentang, Saus
Tomat, Pasta, Soda, Alkohol, Makanan Yang
Mengandung Pemanis
Tips : Jangan lewatkan sarapan/makan pagi, Makan
teratur, dengan porsi secukupnya, dan Jaga asupan
kalori yang tetap
Makanan yang disarankan : Telur, Jagung,
Kangkung, Molase, Aprikot, Chard, Bit Hijau,
Kismis, Bayam, Daging, Sayuran Warna Hijau,
Kacang Almond dan Roti
Makanan yang dikurangi : Kacang-kacangan, Bijibijian, Tepung, Teh, Kopi dan Cokelat
Tips : Menjaga Asupan Zat Besi, Menghindari
Makanan yang Mengandung Phytate
Makanan yang disarankan : Telur Ayam, Susu
Kedelai, Jeruk, Pepayah, Kacang Hijau, Tempe, Ikan
Tawar.
Makanan yang dikurangi : Daging, Makanan yang
digoreng, Jeroan, Kepiting, Cumi-cumi, udang,
kerang, ikan laut, Roti, Margarin dan Mentega,
Kacang mera, sawi, lobak, Buah Asam, Alkohol,
Soda, Kopi dan Tea.
Tips : Menghindari Makanan Berlemak dan
Berkadar Natrium tinggi

Pakar

69

1) Forward Chaining
Inferensi merupakan proses untuk menghasilkan informasi dari fakta yang
diketahui atau diasumsikan. Inferensi adalah konklusi logis (logical conclusion)
atau implikasi berdasarkan informasi yang tersedia. Dalam sistem pakar, proses
inferensi dilakukan dalam suatu modul yang disebut mesin inferensi (inference
engine).
Forward Chaning berarti menggunakan himpunan aturan kondisi-aksi.
Dalam metode ini, data digunakan untuk menentukan aturan mana yang akan
dijalankan, kemudian aturan tersebut dijalankan. Cara kerja metode Forward
Chaining dapat dilihat:

Misalkan :
IF Penyakit A THEN Makanan Disarankan 1, 2 , 3 dan Makanan Dihindari 4, 5, 6
IF Penyakit B THEN Makanan Disarankan 2, 5 , 6 dan Makanan Dihindari 1, 3, 4
IF Penyakit C THEN Makanan Disarankan 1, 4 , 5 dan Makanan Dihindari 2, 3, 6
IF Penyakit D THEN Makanan Disarankan 3, 4 , 6 dan Makanan Dihindari 1, 2, 5

70

2) Use Case Diagram


Prosedur

sistem

akan

digambarkan

dengan

menggunakan

UML.

Penggambaran UML menggunakan diagram use-case yang selanjutnya setiap


proses bisnis yang terjadi akan diperjelas dengan diagram activity lalu
diilustrasikan secara detail menggunakan diagram sequence. Aktor atau pelaku
yang terlibat dalam sistem adalah sebagai berikut :

Gambar 7. UML Use Case Diagram

71

3) Class Diagram
Diagram yang digunakan untuk menampilkan beberapa kelas serta paketpaket yang ada dalam sistem atau perangkat lunak yang sedang kita kembangkan.
Diagram kelas (Class Diagram) memberi kita gambaran (diagram statis) tentang
sistem atau perangkat lunak dan relasi-relasi yang ada di dalamnya. Bentuk Class
Diagram dari system yang dibangun dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 8. UML Class Diagram

72

4) Activity Diagram
Activity diagram adalah teknik untuk menggambarkan logika prosedural,
proses bisnis, dan jalur kerja. Dalam beberapa hal, diagram ini memainkan peran
mirip sebuah diagram alir, tetapi perbedaan prinsip antara diagram ini dan notasi
diagram alir adalah diagram ini mendukung behavior paralel.

Gambar 9. UML Activity diagram

73

b. Rancangan Secara Detail


Rancangan secara detail ini merancang antarmuka yang akan dibangun meliputi
perancangan struktur menu perancangan keluaran (output) dan perancangan
masukan (input).
1) Rancangan Halaman User
Halaman Utama / Menu Aplikasi Untuk User
Berikut adalah rancangan halaman utama yang terdapat pada menu aplikasi
sistem pendukung keputusan :

Gambar 10. Rancangan Halaman Utama / Menu Aplikasi

74

Halaman Hasil Pencarian / Menu Aplikasi


Berikut adalah rancangan halaman utama yang terdapat pada menu
aplikasi sistem pendukung keputusan :

Gambar 11. Rancangan Halaman Hasil Pencarian / Menu Aplikasi

75

2) Rancangan Halaman Admin


Pada rancangan Halaman admin ini akan tampil sebagai otorisasi bagi
pengguna yang akan masuk sistem pendukung keputusan, pengguna memiliki
otoritas untuk menambah data dan mencetak laporan pada sistem pendukung
keputusan ini maka diwajibkan untuk login dengan memasukkan username dan
password. Berikut tampilan rancangannya :

Rancangan Halaman Login


Berikut adalah rancangan halaman login untuk masuk aplikasi sistem
pendukung keputusan :

Gambar 12. Rancangan Halaman Login

76

Rancangan Halaman Menu Data Penyakit


Berikut adalah rancangan halaman menu data penyakit pada aplikasi
sistem pendukung keputusan :

Gambar 13. Rancngan Halaman Data Penyakit

77

Rancangan Halaman Input Data Penyakit


Berikut adalah rancangan halaman input data penyakit pada aplikasi
sistem pendukung keputusan :

Gambar 14. Rancangan Halaman Input Data Penyakit

78

Rancangan Halaman Menu Data Makanan


Berikut adalah rancangan halaman menu data makanan pada aplikasi
sistem pendukung keputusan :

Gambar 15. Rancangan Halaman Menu Data Makanan

79

Rancangan Halaman Input Data Makanan


Berikut adalah rancangan halaman input data makanan pada aplikasi
sistem pendukung keputusan :

Gambar 16. Rancangan Halaman Input Data Makanan

80

Rancangan Halaman Menu Pengaturan/Rules


Berikut adalah rancangan halaman menu aturan pada aplikasi sistem
pendukung keputusan :

Gambar 17. Rancangan Halaman Menu Aturan

81

Rancangan Halaman Input Pengaturan


Berikut adalah rancangan halaman input Pengaaturan pada aplikasi
sistem pendukung keputusan :

Gambar 18. Rancangan Halaman Input Data Aturan

82

Rancangan Halaman Menu Ganti Password


Berikut adalah rancangan halaman menu ganti password pada plikasi
sistem pendukung keputusan :

Gambar 19. Rancangan Halaman Ganti Password

83

c. Rancangan Basis Data


Perancangan basis data merupakan tahapan untuk memetakan model
konseptual ke model basis data yang akan dipakai dan Struktur Tabel merupakan
urutan isi atau data yang berada dalam suatu record pada database Db_Makanan
Berikut perancangan struktur tabelnya :
1) Tabel Admin
Tabel admin digunakan untuk menyimpan data admin yaitu pengguna sistem,
penggunaan datanya untuk login ke Sistem Pendukung Keputusan.
Nama Database

: Db_Makanan

Nama Tabel

: ma_admin

Primary Key

: adm_id
Tabel 6. Admin

Field Name
adm_id
adm_nama
adm_user
adm_pass

Type Data Size


Extra
Primary
Yes
4
Autoincreament
tinyint
32
varchar
32
varchar
128
varchar

Keterangan :
Adm_d Field yang digunakan untuk menyimpan data id unik untuk
membedakan data admin yang juga sebagai Primary key.
Adm_nama Field yang digunakan untuk menyimpan data nama lengkap
admin.
Adm_user Field yang digunakan untuk menyimpan data username untuk

84

login admin.
Adm_pass Field yang digunakan untuk menyimpan data password login
admin.
2) Tabel Makanan
Tabel ini digunakan untuk menyimpan data bahan makanan penggunaan
datanya untuk rule Sistem Pendukung Keputusan.
Nama Database

: Db_Makanan

Nama Tabel

: ma_makanan

Primary Key

: Mak_Id
Tabel 8. Makanan

Field Name Type Data Size


Extra
Primary
Mak_id
smallint
6
Autoincreament Primary Key
Mak_nama
varchar
64
Not Null
Mak_gizi
Text
Not Null
Keterangan :
Mak_id Field yang digunakan untuk menyimpan data id makanan untuk
membedakan data makanan yang juga sebagai Primary key.
Mak_nama Field yang digunakan untuk menyimpan data nama makanan.
mak_Gizi Field yang digunakan untuk menyimpan data kandungan gizi dari
makanan yang dimaksud.

85

3) Tabel Penyakit
Tabel ini digunakan untuk menyimpan data penyakit penggunaan datanya
untuk rule Sistem Pendukung Keputusan.
Nama Database

: Db_Makanan

Nama Tabel

: ma_penyakit

Primary Key

: pen_id
Tabel 7. Penyakit

Field Name
pen_id
pen_nama
pen_diet

Type Data Size


Extra
Primary
Autoincreament Primary Key
smallint
6
varchar
128
Text

Keterangan :
Pen_id Field yang digunakan untuk menyimpan data id penyakit untuk
membedakan data penyakit yang juga sebagai Primary key.
Pen_nama Field yang digunakan untuk menyimpan data nama penyakit.
pen_diet Field yang digunakan untuk menyimpan data jenis diet.

86

4) Tabel Saran
Tabel ini digunakan untuk menyimpan pengaturan data makanan yang
disarankan pada aplikasi Sistem Pendukung Keputusan.
Nama Database

: Db_Makanan

Nama Tabel

: ma_saran

Primary Key

: sar_id
Tabel 9. Saran

Field Name
sar_id
mak_id
pen_id

Type Data Size


Extra
Primary
smallint
6
Autoincreament Primary Key
smallint
6
smallint
6

Keterangan :
Sar_id Field yang digunakan untuk menyimpan data id saran untuk
membedakan data saran makanan yang juga sebagai Primary key.
Mak_id Field yang digunakan untuk menyimpan data id makanan.
Pen_id Field yang digunakan untuk menyimpan data id penyakit.

87

5) Tabel Tolak
Tabel ini digunakan untuk menyimpan pengaturan data makanan yang di
hindari pada aplikasi Sistem Pendukung Keputusan.
Nama Database

: Db_Makanan

Nama Tabel

: ma_tolak

Primary Key

: Rule_Id
Tabel 10. Tolak

Field Name Type Data Size


Extra
Primary
smallint
6
Autoincreament
Yes
tol_id
mak_id
smallint
6
pen_id
smallint
6
Keterangan :
Tol_id Field yang digunakan untuk menyimpan data id rule untuk
membedakan data aturan yang juga sebagai Primary key.
Mak_id Field yang digunakan untuk menyimpan data id makanan diambil
dari tabel makanan.
Pen_id Field yang digunakan untuk menyimpan data id penyakit diambil
dari tabel penyakit.

88

d. Entity Relationship Diagram (ERD)


ERD ini merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam
basis data sistem pengambilan keputusan yang akan dibangun berdasarkan objekobjek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi.

Gambar 21. Entity Relationship Diagram (ERD)

BAB V
IMPLEMENTASI SISTEM
1. Pengertian dan Tujuan Implementasi
Implementasi adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam menyelesaikan
desain aplikasi yang telah disetujui, untuk menginstal, menguji dan memulai aplikasi
baru atau aplikasi yang diperbaiki. Adapun tujuan dari implementasi ini adalah
berikut:
a. Menyelesaian desain aplikasi yang telah disetujui sebelumnya.
b. Memastikan bahwa pemakai (user) dapat menggunakan aplikasi ini.
c. Menguji apakah aplikasi ini sesuai dengan pemakai.

2. Komponen Utama dalam Implementasi


Agar perancangan yang telah kita kerjakan dapat berjalan baik, maka perlu
kiranya dilakukan pengujian terhadap aplikasi yang telah dikerjakan. Untuk itu
dibutuhkan beberapa komponen utama mencakup perangkat keras (Hardware),
perangkat lunak (Software), dan perangkat manusia (Brainware).
a. Perangkat Keras (Hardware)
Hardware merupakan komponen yang terlihat secara fisik, yang saling
bekerja sama dalam pengolahan data. Perangkat keras (Hardware) yang digunakan
meliputi:

89

90

1) Komputer
Monitor LCD (Wide Screen)
CPU (Central Processing Unit )
Hardisk sebagai tempat sistem beroperasi dan media penyimpanan
Memori minimal 1 GB
Keyboard dan mouse

b. Perangkat Lunak (Software)


Software adalah instruksi atau program-program komputer yang dapat
digunakan oleh komputer dengan memberikan fungsi serta penampilan yang
diinginkan. Dalam hal ini, perangkat lunak yang digunakan penulis adalah:
Sistem Operasi Windows 7
MySQL, XAMPP dan PHP
Aplikasi Browser Mozilla Firefox atau Google Chrome

c. Perangkat Manusia (Brainware)


Brainware merupakan faktor manusia yang menangani fasilitas komputer yang
ada. Faktor manusia yang dimaksud adalah orang orang yang memiliki bagian
untuk menangani sistem dan merupakan unsur manusia yang meliputi :
Analisis Sistem, yaitu orang yang membentuk dan membangun fasilitas
rancangan sistem atau program.

91

Programmer, yaitu orang yang mengerti bahasa pemograman yang digunakan


dalam membuat dan membangun suatu program.
Operator (administrator), yaitu orang yang mengoperasikan sistem seperti
operasikan oleh komputer memasukkan data untuk dioperasikan oleh komputer
dalam menghasilkan informasi dan lain sebagainya.
Publik (pengguna), yaitu orang yang memakai sistem yang telah dirancang
untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

3. Hasil Pengujian Program dan Pembahasan


Program aplikasi yang telah dibuat perlu dilakukan pengujian untuk
membuktikan bahwa program berjalan sesuai dengan yang diinginkan dan benar
hasilnya. Karena sifat bahasa pemrograman adalah melakukan apa yang diinginkan
programmer, jadi komputer hanya memproses. Bila dianggap memenuhi ketentuan
dalam bahasa pemrograman Java maka akan menjalankan perintah dan mengeluarkan
hasil. Untuk itu diperlukan beberapa cara terhadap program yang telah dibuat.
a. Uji Modul
Pengujian ini menangani keandalan dari modul pribadi. Tiap-tiap dari
program diuji untuk mengetahui apakah tiap bagian tersebut dapat bekerja dengan
baik atau tidak. Indikator untuk mengetahui bahwa bagian tersebut sudah sesuai
adalah apabila program dapat berjalan sesuai dengan diagram alir dimana diagram

92

alir itu sendiri dibuat berdasarkan urutan penanganan data secara sistematis.
Pengujian dilakukan pada semua halaman dari program.
b. Uji Pengembangan
Pengujian ini diterapkan pada modul atau bagian-bagian program dipadukan
kedalam seluruh paket program, atau pengujian dilakukan setelah masing-masing
modul dipadukan. Cara efektif melakukannya adalah dengan pendekatan puncakbawah yang dimulai dengan modul pertama dan bergerak kebawah sepanjang
program dalam runtutan eksekusi. Pengujian dalam hal ini dilakukan mulai bagian
atas sampai akhir program.
c. Uji Opersional
Uji operasional merupakan uji yang dilakukan untuk memeriksa bagaimana
program bertindak dalam keadaan realistis. Pengujian dilakukan dengan
menjalankan program kemudian mengaktifkan seluruh bagian sesuai dengan
urutan yang diberikan pada menu-menu dan perintah-perintah yang ada disetiap
program yang dijalankan. Secara operasional program yang telah dibuat dapat
beroperasi dengan baik dan sudah sesuai dengan yang telah dirancang pada
bagian-bagian bagan alir data. Sesuai dengan pengujian yang dilakukan maka
program dapat dikatakan bekerja dengan baik dan telah sesuai dengan rancangan
yang dibuat. Pembuatan program basis data sistem pendukung keputusan
dilakukan dengan menggunakan PHP dan HTML serta database MySQL.
keterangan mengenai pembuatan program ini juga telah dimasukan dalam program
sebagai sebuah panduan program bagi pengguna.

93

4. Prosedur Penggunaan Program


a. Halaman User
Halaman sistem pendukung keputusan adalah halaman yang dapat
dikunjungi oleh pengguna. Dalam implementasi ini sistem infomasi masih
dalam localhost dan dapat dibuka melalui browser dengan url
http://localhost/makanan. Berikut halaman tampilanya :

Gambar 22. Halaman Utama User


Pada halaman tampilan home, user dapat mencari Diet Seimbang
berdasarkan penyakit, berikut halaman tampilanya :

Gambar 23. Halaman Hasil Pencarian

94

b. Halaman Admin
1) Halaman Login
Halaman login akan tampil sebagai otorisasi bagi pengguna yang
akan masuk sistem pendukung keputusan, pengguna memiliki otoritas
untuk menambah data dan mencetak laporan pada sistem pendukung
keputusan ini maka diwajibkan untuk login dengan memasukkan username
dan password. Jika berhasil melakukan login pengguna dapat melakukan
aktivitas pada sistem pendukung keputusan. Berikut halaman login :

Gambar 24 Halaman Login

95

2) Halaman Utama Aplikasi


Halaman ini tampil setelah pengguna berhasil login. Halaman
digunakan pengguna untuk melakukan pencarian data makanan yang sesuai
bagi pasien berdasarkan penyakit pasien. Dari hal tersebut didapatlah bahan
makanan yang disarankan dan tidak disarankan bagi pasien dengan
penyakit tersebut sebagai pertimbangan membuat keputusan makanan yang
sesuai bagi pasien. Seperti yang dapat dilihat pada gambar :

Gambar 25. Halaman Utama Aplikasi

96

3) Halaman Data Penyakit


Halaman ini dapat diakses melalui menu Penyakit. Halaman digunakan
pengguna untuk menampilkan dan manipulasi data penyakit seperti
menambah, mengedit dan menghapus data. Pada halaman ini pengguna
dapat menampilkan data berdasarkan nama penyakit. Seperti yang dapat
dilihat pada gambar :

Gambar 26. Halaman Data Penyakit

97

Untuk menambah data penyakit pengguna dapat memilih tombol TAMBAH


DATA dan mengisi form yang tampil sesuai kebutuhan data penyakit pada sistem.
Berikut seperti dapat dilihat pada gambar:

Gambar 27. Halaman Tambah Data Penyakit


Setelah data terisi dengan benar pengguna dapat menyimpan dengan tombol
SIMPAN agar data masuk ke database dan RESET jika ingin memberisikan form
untuk membatalkan penyimpanan data.

98

4) Halaman Data Makanan


Halaman ini dapat diakses melalui menu Makanan. Halaman digunakan
pengguna untuk menampilkan dan manipulasi data Makanan seperti menambah,
mengedit dan menghapus data. Pada halaman ini pengguna dapat menampilkan
data berdasarkan nama Makanan. Seperti yang dapat dilihat pada gambar :

Gambar 28 Halaman Data Makanan

99

Untuk menambah data Makanan pengguna dapat memilih tombol TAMBAH


DATA dan mengisi form yang tampil sesuai kebutuhan data Makanan pada sistem.
Berikut seperti dapat dilihat pada gambar:

Gambar 29. Halaman Tambah Data Makanan


Setelah data terisi dengan benar pengguna dapat menyimpan dengan tombol
SIMPAN agar data masuk ke database dan RESET jika ingin memberisikan form
untuk membatalkan penyimpanan data.

100

5) Halaman Pengaturan
Halaman ini dapat diakses melalui menu Pengaturan. Halaman ini adalah inti
dari sistem pendukung keputusan dimana halaman digunakan pengguna dalam hal
ini pakar mengatur atau menentukan rule antara penyakit dengan makanan
keterkaitannya dalam menentukan makanan yang disarannkan dan tidak
disarankan sesuai pengetahuan para ahli dengan mencocokkan data yang
sebelumnya telah diinput pada form data penyakit dan makanan. Seperti yang
dapat dilihat pada gambar :

Gambar 30. Halaman Pengaturan

101

6) Halaman Ubah Password


Halaman ini dapat diakses melalui menu Ubah Password. Untuk mengganti
password login pengguna dapat memasukkan password yang berlaku sebelumnya
dan password baru. Kemudia simpan, maka password untuk login sistem
pendukung keputusan akan berubah. Berikut seperti dapat dilihat pada gambar:

Gambar 31. Halaman Ubah Password

BAB VI
PENUTUP
1. Kesimpulan
Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan oleh penulis selama perancangan
sampai implementasi sistem ini, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
a.

Dari ujicoba sistem yang dibangun mampu memenuhi fungsionalitas yang


dibutuhkan yaitu sebagai sistem pendukung keputusan menentukan makanan
sehat yang disarankan dan tidak disarankan bagi pasien RSUP. H. Adam Malik
berdasarkan penyakit.

b. Dengan inferensi forward chaining sistem menganalisis persoalan melalui


pencarian fakta yang diinputkan oleh pengguna yang sesuai dalam bagian IF
dengan hasil pada bagian THEN. dan mengambil kesimpulan berdasarkan
fakta.
c.

Sistem pendukung keputusan ini juga menyediakan informasi tentang penyakit,


diet sehat, bahan-bahan makanan dan dengan fitur pencarian data berdasarkan
penyakit yang kemudian menghasilkan pendukung keputusan bahan makanan
bagi pasien.

102

103

2. Saran
Saran yang dapat diberikan untuk perbaikan dan pengembangan selanjutnya
pada sistem ini adalah :
a. Pengembangan dengan metode dan algoritma lainnya guna perbaikan dan
menghasilkan sistem yang lebih baik sesuai kebutuhan pakar gizi.
b. Pengembangan tampilan yang lebih menarik lagi tanpa mengurangi kemudahan
pengguna misalkan penggunaan tampilan 3 dimensi dan animasi dengan
menggunakan Adobe Flash, 3D Max dan sebagainya.

103

DAFTAR PUSTAKA
Edy Winarmo, 2011. Easy Web Programming with PHP plus HTML 5. Jakarta : Elex
Media Komputindo
Irawan, Jusak, 2007, Buku Pegangan Kuliah Sistem Pakar, Surabaya: Sekolah Tinggi
Manajemen Informatika & Teknik Komputer Surabaya
Nur Rochmah Dyah dan Armandira Maulana P, Sistem Pendukung Keputusan
Perencanaan Strategis Kinerja Instansi Pemerintah Menggunakan Metode
AHP. JURNAL INFORMATIKA Vol 3, No. 2, Juli 2009
Kusrini, 2008, Sistem Pakar, Teori dan Aplikasi, Yogyakarta: Penerbit Andi.
Kusrini, 2008. Aplikasi Sistem Pakar, Yogyakarta : Penerbit Andi
Khotimah, Bain Khusnul, Sistem Pakar Troubleshooting Komputer dengan metode
Certainty Factor Menggunakan Probabilitas Bayesian, Program Studi
Teknik Informatika, Universitas Trunojoyo
Kustiyahningsih, Yeni dan Devie Rosa Anamisa. 2011, Pemrograman Basis Data
Berbasis Web menggunakan PHP & MySQL, Yogyakarta : Graha Ilmu.
Madcoms. 2009, Menguasai XHTML, CSS, PHP,
Dreamweaver. Yogyakarta : Penerbit Andi.

&

MySQL

dengan

Putra, Sitiatava Rizema. 2013. Pengantar Ilmu Gizi dan Diet. Yogyakarta : Penerbit
D-Medika
Raymond McLeod, Jr. dan George P. Schell., 2008, Sistem Informasi Manajemen
Edisi 10, Jakarta : Penerbit Salemba Empat.
Saputra, Agus dan Feni Agustin. 2011, Pemrograman CSS untuk Pemula. Jakarta :
Elex Media Komputindo
Sutabri, Tata. 2012. Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta : Penerbit Andi
Wahana Komputer. 2010, Panduan Belajar MySQL Database Server. Jakarta :
Mediakita
Wibisono, Dermawan., 2008, Riset Bisnis Panduan Parktisi dan Akademis, Jakarta :
Penerbit Gramedia Pustaka Utama.

YM Kusuma, Ardhana. 2012, PHP: Menyelesaikan Website 30 Juta. Jakarta :


Jasakom
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pakar Maret 2014
http://id.wikipedia.org/wiki/Unified_Modeling_Language diakses April 2014
http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=93150 diakses April 2014
http://elearning.upnjatim.ac.id/courses/SBP/document/materi_kuliah diakses April
2014

Anda mungkin juga menyukai