Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

Protozoa merupakan hewan yang paling sederhana di dunia, karena hewan


tersebut hanya terdiri dari satu sel dan biasanya berukuran mikroskopis antara 55.000 mikron. Protozoa mempunyai keanekaragaman jenis yang sangat tinggi,
habitat hidupnya di laut, air payau, air darat dan daratan yang lembab maupun pasir
kering.
Protozoa dibagi menjadi 3 subfilum menurut alat geraknya, yaitu:
1. Subfilum Sarcomastigophora; organela untuk bergerak adalah flagella,
pseudopodia, atau
tidak ada. Nukleus satu macam.
2. Subfilum Sporozoa; tidak mempunyai alat gerak, semua anggotanya parasit.
3. Subfilum Ciliophora; mempunyai cilia atau organel cilia pada sebagian atau
seluruh stadium hidupnya. Mempunyai dua macam nuklei.
Sporozoa berasal dari bahasaYunani (Spore= Biji, Zoe= Hewan) yang
artinya hewan yang berbentuk seperti biji. Sporozoa merupakan golongan protista
yang dapat membentuk spora untuk menginfeksi inangnya.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Sporozoa
Sporozoa berasal dari bahasaYunani (Spore= Biji, Zoe= Hewan) yang
artinya hewan yang berbentuk seperti biji. Sporozoa merupakan golongan protista
yang dapat membentuk spora untuk menginfeksi inangnya. Sporozoa tidak
memiliki alat gerak khusus, sehingga gerakannya dilakukan dengan mengubah
kedudukan tubuhnya. Sporozoa hidup secara parasit pada hewan dan manusia dan
mengambil makanan dengan menyerap dari tubuh inangnya. Respirasi dan ekskresi
terjadi secara difusi. Cara mendapatkan makanan dengan menyerap nutrisi
inangnya.
Sporozoa memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

Eukariot ; Uniseluler

Mempunyai satu inti yang berbentuk bulat atau oval.

Dapat membentuk semacam spora dalam siklus hidupnya.

Tidak mempunyai alat gerak.

Bersifat Parasit pada hewan dan manusia.

Reproduksi secara aseksual dengan schizogoni


(membelah diri dalam tubuh inang) atau
sporogoni (membentuk spora dalam tubuh
inang) dan secara seksual dengan peleburan dua
gamet dalam tubuh nyamuk (inangnya).

Struktur tubuh sporozoa :


Tubuhnya berbentuk bulat panjang.
Ukuran tubuhnya hanya beberapa micron, tetapi pada usus manusia dan
hewan dapat mencapai 10 mm.
Tubuh dari kumpulan tropozoid berbentuk memanjang dan di bagian
anterior terdapat kait pengikat atau filament sederhana untuk melekat kan
pada inang.

Siklus hidup/perkembang biakan sporozoa dapat dibagi menjadi tiga stadium :


Schizogonia :
membelah

dan

terbentuk

secara

terjadi

setelah

menginfeksi inang
Sporogoni : pembentukan spora
diluar inang dan merupakan stadium
efektif

Gamogoni : tahap pembentukan sel-sel gamet terjadi di dalam tubuh inang


perantara atau nyamuk
B. Reproduksi pada sporozoa dapat terjadi secara aseksual dan seksual.
1. Aseksual
Reproduksi secara aseksual dengan spizogoni dan sporogoni.Spizogoni
adalah pembelahan yang terjadi di dalam tubuh inang.Sporogoni adalah
pembentukan spora diluar inang dan merupakan stadium efektif.
2. Seksual
Reproduksi secara seksual melalui persatuan gamet (mikrogamet : gamet
jantan dan makrogamet : gamet betina) yang berlangsung dalam tubuh
inang.
C. Klasifikasi sporozoa

Genus Plasmodium :
Bentuk tubuh dari plasmodium berbentuk cincin tebal,Pada genus ini
terdapat 4 spesies Plasmodium, yaitu :
Plasmodium vivax
Plasmodium falcifarum

Plasmodium malariae
Plasmodium ovale

Siklus hidup Plasmodium di dalam tubuh inang berhasil diungkapkan oleh


Charles

Laverans

dan

Grasy,

dengan

siklus

sebagai

berikut

- Bila seekor nyamuk anopheles menghisap darah , maka dikeluarkanlah zat


anti pembekuan darah agar darah korban tidak membeku . zat ini disebut
dengan anti kougulan. Bersamaan dengan zat anti kogulan maka keluarlah
sporozoit zporozoit dari mulut nyamuk dan masuk melalui luka gigitan di
tubuh

korban.

- Setelah tiga harisporozoit keluar dari inti, kemudian menyerang sel-sel darah
merah

dan

memasukinya.

Fase

ini

disebut

fase

eritrositer.

- Sporozoit di dalam sel darah merah disebut tropozoit. Setelah sel-sel darah
merah pecah, merezoit keluar dan mencari sel-sel darah merah yang baru .
kejadian ini berulang beberapa kali. Bersama dengan pecahnya sel-sel darah
merah

itu,

penderita

merasa

demam

(panas).

- Setelah beberapa waktu mengalami skizogami, beberapa merezoit berubah


menjadi gametogenesit yaitu persiapan untuk menjadi gamet jantan dan betina.
- Jika saat itu sel darah manusia ini dihisap oleh nyamuk anopheles betina,
maka di dalam tubuh nyamuk , gametosit akan berubah menjadi gamet jantan
dan betina, dua gamet ini kemudia melebur menjadi satu membentuk zigot.
Zigot ini akan menjadi ookinet, dan pengisap makanan dari nyamuk.
- Ookinet berubah menjadi bulat disebut oosita. Menghasilkan beribu-ribu

sporozoit dengan cara sporozoit. Dari tahapan inilah kemudian sporozoit akan
sampai pada kelenjar liur nyamuk untuk ditularkan

Genus Isospora
Isospora

adalah

parasit intraselular oblig


at, yang berarti mereka harus tinggal dan bereproduksi pada sel hewan. Salah satu
spesies adalah
Isospora belii
dan

Isospora

hominis yang
dapat
menyebabkan
Isosporiasis.

Genus Eimera
Eimeria adalah genus parasit aplicomplexa yang

termasuk

berbagai spesies yang menyebapkan penyakit koksidiosis pada unggas. Nama


genus ini diambil dari ahli zoologi Jerman Theodor Eimer. Ookista Eimeria
steidai pertama

kali

dilihat

oleh Antoni

van

Leeuwenhoek di

empedu kelinci pada tahun 1674. Contoh spesies nya adalah Eimera jubleri

Genus

Toxoplasma

dalam

Toxoplasma gondii adalah spesies protozoa parasit pada genus Toxoplasma.


T.gondii menyerang kucing, tetapi parasit
dapat

dibawa

oleh

semua mamalia. T.gondii menyebabkan


penyakit toksoplasmosis.
Hingga kini penyakit ini belum ada
vaksinnya. Penyakit ini kadang-kadang
tidak menimbulkan gejala yang nyata,
penapisan TORCH dapat

mengetahu

terjadinya infeksi dan penyakit ini dapat


diobati hingga sembuh tuntas.

D.
D.
D.
E.
F.

D. Peranan Sporozoa
Semua Sporozoa bersifat Parasit Obligat dan memiliki peranan yang
merugikan bagi manusia maupun Hewan. Diantara contohnya sebagai berikut;
Plasmodium sp., menyebabkan penyakit malaria pada manusia. Plasmodium
masuk kedalam tubuh manusia melalui gigtan nyamun Anopheles betina. Didalam
tubuh manusia, Plasmodium menyerang sel darah merah dan sel hati.
Taxoplasma gondii, menyebabkan penyakit taxoplasmosis. Organism ini masuk
kedalam tubuh manusia melalui makanan, misalnya daging yang tercemar kista
taxoplasma dari kotoran kucing. Infeksi Taxoplasma gondii membahayakan bagi
ibu hamil karena dapat membunuh embrio/keguguran dan mengakibatkan bayi
lahir cacat.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Sporozoa merupakan salah satu kelompok eukariot uniseluler yang hidup di
tubuh inang. Kelompok ini tidak memiliki alat gerak sehingga tidak dapat
diketahui cara pergerakkannya. Sporozoa terdiri dari empat genus, yaitu :
Plasmodium, Isospora, Eimera dan Taxoplasma. Semua sporozoa ini bersifat
parasit obligat.

DAFTAR PUSTAKA
http://dc433.4shared.com/doc/Xgfr_nzr/preview.html
Cruz, Oswaldo.2012. Three new species of Isospora Schneider, 1881
(Apicomplexa: Eimeriidae) from the double-collared seed eater, Sporophila
caerulescens (Passeriformes: Emberizidae), from Eastern Brazil.Online=
http://www.scielo.br/scielo.php?script=sci_arttext&pid=S007402762005000200007

MIKROBIOLOGI DASAR
SPOROZOA
Diajukan Untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Mikrobiologi Dasar

Disusun Oleh:
Nama :

Aida Fitriani
Gita Aprilia
Irpan
Lulu Umairoh
Muhamad Helmi Tamuji
Putri Ayu Febrianti
Ririn Munawarah
Risma Herliani

Kelas :

IV B
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, atas rahmat dan karunianya sehingga kita
dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada junjungan
nabi besar Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan kita sebagai umatnya sampai yaumul
akhir. Amin.
Makalah ini menjelaskan tentangProtozoa, kelas sporozoa.
Dalam penyelesaian makalah ini kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan
bimbingan berbagai pihak. Atas kekurangannya kami mohon maaf, kritik dan sarannya kami
terima. Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.

Serang, Mei 2014

Penyusun