Anda di halaman 1dari 15

PERTEMUAN 2

SUMBER HUKUM ISLAM


(Al-Quran)

SUMBER HUKUM ISLAM (Al-Quran)


Al-Qur'an menurut bahasa = Bacaan
Al-Qur'an menurut definisi = firman Allah yang diwahyukan
kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril yang
mengandung aqidah, syariah dan ibadah sebagai petunjuk
hidup bagi manusia di dunia dan bagi yang membacanya
mendapat pahala (Studi ilmu-ilmu Al-Quran : hal 17)

Cara diturunkannya Al-Quran


1. Diturunkan sekaligus dari lauhul mahfudz ke baitul izzah
pada malam qodar (sebuah tempat di lapisan-lapisan
langit). Kaum jin diwajibkan pula taat pada Al-Quran (al
ahqoof : 29)
2. Dari baitul izzah ke bumi secara berangsur-angsur
Hikmah diturunkannya Al-Quran secara bertahap
1. Menguatkan dan meneguhkan hati rasul (al kahfi : 6)
2. Tantangan dan mukjizat (al furqon : 33, Hud : 13)
3. Memudahkan hafalan dan pemahaman (al jumuah : 2)
4. Disesuaikan dengan situasi dan kondisi
5. Bukti bahwa Al-Quran benar-benar firman Allah (Huud : 1)

Bukti Bukti Kebenaran Al-Quran


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Tetap dalam bahasa aslinya (QS Yusuf : 2)


Dijamin kemurniannya (QS Al Hijr : 9)
Penyampainya Ummiy (QS Al Jumuah : 2)
Menundukkan semua mahluk (QS Al ahqof : 29)
Tidak ada yang dapat meniru (QS Al Isra : 88)
Tidak ada pertentangan di dalamnya (An Nisa : 82)
Mampu dihapal oleh jutaan orang (Al Qomar : 17,
22, 32, 40)
8. Menjelaskan hal-hal yang gaib, kisah masa lalu,
masa sekarang dan masa yang akan datang
(kiamat)
9. Dan lain-lain

1.

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Al-Quran adalah kitab suci yang paripurna,


mengakomodasi seluruh kepentingan umat
manusia dalam hal :
Aqidah (Rukun iman), ibadah (rukun islam) dan
akhlak (muamalah)
Perekonomian, pemerintahan
Pernikahan, perceraian, jual-beli
Berperang di jalan Allah, harta rampasan perang,
perlakuan terhadap tawanan
Ilmu pengetahuan dan teknologi (geografi,
kosmologi, biologi, dll)
Etika, moral, hukum dan HAM
Hak-hak bertetangga
Dan lain-lain

Cara diturunkannya wahyu kepada rasul


(Sirah nabawiyah : 191 195)
1. Mimpi yang hakiki. (kitab Jamiush shahih : 96)
2. Apa yang disusupkan kedalam hati atau jiwa
Rasulullah, tanpa dilihatnya
3. Malaikat muncul dihadapan Rasulullah berupa
seorang laki-laki (Kitab Jamiush shahih : 5)
4. Wahyu datang seperti bunyi lonceng.
5. Rasulullah melihat malaikat dalam bentuk
aslinya. (An Najm : 6)

6. Wahyu disampaikan kepada Rasulullah


dilapisan
langit ketika terjadi isra dan miraj
7. Allah
berfirman
secara
langsung
kepada
Rasulullah tanpa perantara seperti yang terjadi
pada Musa Bin Imran (perintah sholat)

Penyebutan ayat dalam Al-Quran


1. Assab atuth thiwaal (tujuh surat yang panjang
panjang yaitu surat QS Al-Baqoroh QS Ali-Imran , QS
An-Nisaa , QS Al-A'raf , QS Al-An'am ,QS Al-Maidah
,QS Yunus )
2. Fawaatihush shuwaar (surat yang diawali dengan
huruf hizaiyyah), ada 29 surat

3. Al miun (surat yang ayatnya lebih dari 100 ayat)


4. Al matsani (surat yang ayatnya kurang dari 100 ayat)
5. Al mufashshol (surat yang ayatnya pendek - pendek)

Sikap manusia terhadap Al-Quran : Beriman, Munafiq


dan Kafir (berpaling)
Peringatan Allah kepada manusia :

Dan

barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku (AlQuran), maka sesungguhnya baginya penghidupan


yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya
pada hari kiamat dalam keadaan buta". (Thohaa :
124)

Disiplin ilmu dalam Al-Qur'an


Mawatin nuzul : ilmu tentang tempat-tempat turunnya
ayat (1. makiyyah ayat yang turun sebelum rasul
hijrah. 2. Madaniyyah ayat yang turun setelah rasul
hijrah).
Asbabun nuzul : Ilmu tentang sebab-sebab turunnya
ayat
1. Kisah turunnya surah al lahab
2. Kisah turunnya surat al kafirun, dll

Muhkamat dan mutasyabihat : ilmu tentang kata atau


kalimat yang mudah dan yang sulit difahami, contoh
:Alim lam mim, nun, thoha, yasin disebut
Fawatihushuwar (semua ayat ini hanya Allah yang
tahu maknanya). Orang yg dalam hatinya condong
pada kesesatan cenderung mengikuti ayat
mutasyabihat (ali imran : 7)
Nasakh dan mansukh : ilmu tentang ayat-ayat yang
menghapus dan yang dihapus hukumnya, contoh
hukum yang dihapus
1. Sholat menghadap baitul maqdis
2. Menikahi mantan istri bapak
3. Praktik perbudakan, dll

Aqsamul quran : ilmu tentang sumpahsumpah Allah dalam Al Quran


(demi
masa, demi malam, demi
bukit sinai, demi
waktu duha, dll)
Amtsalul quran : ilmu tentang perumpamaanperumpamaan dalam Al Quran (perumpamaan
orang berinfaq,
perumpamaan orang kafir, dll)
Qoshoshul quran : ilmu tentang
kisah- kisah
dalam Al Quran (kisah para
nabi
dan
umatnya, kisah munculnya
sihir di jaman
nabi sulaiman, dll)
Tajwid : ilmu tentang tata cara membaca Al
Quran

Tiga cara berinterkasi dengan Al-Qur'an


1. Membaca dan menghafal (membaca adalah langkah
awal untuk memahami)
a. Perintah rasul untuk membaca Al-Quran karena
dapat memberi syafaat di hari kiamat
b. rasul mengutamakan orang yang menghafal AlQuran dalam hal kepemimpinan dan tugas
dakwah
2. Memahami dan menafsirkan (memahami adalah
langkah awal untuk mengamalkan)
a. memahami
Al-Quran
yang
ideal
dengan
mengetahui
karakteristik
bahasa
arab,
pengetahuan tentang sebab turunnya ayat,
tujuan turunnya ayat, kandungan hukum dalam
ayat dan lain-lain

Cara menafsirkan Al-Quran


1. Ayat dengan ayat
2. Ayat dengan sunnah Rasul yang shahih
3. Ayat dengan perilaku sahabat
4. Ayat dengan perilaku tabiin
5. Ayat dengan perilaku tabiut tabiin
Hal-hal yang harus dihindari dalam memahami &
menafsirkan Al-Quran
1. Mengikuti ayat yang mutasyabihat (ayat yang sulit
dipahami) dan meninggalkan ayat yang muhkamat
(yang mudah dipahami)
2. Menghindari takwil yang tanpa dalil
3. Menafsirkan ayat hanya berdasarkan hasil pemikiran
akal

4. Menghindari kisah-kisah israiliyat (kisah dari ahli kitab


yang baru masuk islam)
5. Keluar dari ijma (kesepakatan) para ulama
6. Mengikuti selain jalan orang mukmin yang tulus dan
ikhlas
7. Taqlid (mengikuti pendapat orang lain tanpa dasar)

1.
2.
3.
4.

Menafsirkan ayat Al-Quran dengan cara lain tidak


dibenarkan, misalnya :
Kaum rasionalis (mengandalkan akal, rasio)
Kaum sufi dengan ajaran tasawufnya
Tafsir ilmiah (berdasarkan teknologi)
Dan lain-lain

3. Mengamalkan dan berdakwah


a. Al-Quran harus menjadi kitab yang diikuti, bukan
mengikuti
b. Al-Quran pengobat hati (sombong, hasad,
gelisah, putus asa, dll), bukan semata obat fisik
c. Al-Quran bukan semata penolak jin atau Setan
yang biasa ditempel di dinding, dikalungkan
di leher, ditulis di piring lalu airnya diminum
d. Akal harus tunduk pada Al-Quran, karena
kemampuan akal sangat terbatas
e. Menyampaikan Al-Quran dengan dasar ilmu yang
benar dan niat yang lurus (dakwah)
f. Peringatan Allah dan janganlah kamu
mengatakan terhadap Allah, kecuali yang
benar (Annisa : 171)