Anda di halaman 1dari 16

MATA KULIAH DASAR DASAR BISNIS

LAPORAN KUNJUNGAN BISNIS KE ADS (AGRIBUSINESS


DEVELOPMENT STATION) DI CIKARAWANG

Di susun Oleh :
Nufikha

Dosen :
Yanti Nuraini Muflikh, S.P.MAgribuss

DEPARTEMEN AGRIBISNIS
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2015

PROFIL UNIT BISNIS

Institut Pertanian Bogor bekerjasama dengan Taiwan International Cooperation


Development Fund (ICDF) dan Taiwan Technical Mission (Misi Teknik Taiwan) membangun
sebuah proyek agribisnis hortikultura bernama Agribusiness Development Center (ADC).
Fasilitas ADC tersebut dibangun di lahan seluas +/- 6 ha. Lahan tersebut merupakan lahan milik
IPB dibawah pengelolaan University Farm IPB. Misi Teknik Taiwan menugaskan 4 orang tenaga
ahli (expert) di bidang budidaya jambu kristal, budidaya sayuran organik, budidaya sayuran
konvensional, dan pemasaran untuk menjalankan keseluruhan kegiatan ADC. Sedangkan IPB
menunjuk Kepala University Farm (UF) untuk mendampingi pelaksanaan kegiatan
tersebut.Salah satu program Misi Teknik Taiwan dalam proyek ADC adalah dikenalkannya
tanaman jambu kristal untuk pertama kali di Indonesia. Kerja sama ini sendiri juga telah
mengalami beberapa kali tahap modifikasi. Berikut adalah metamorfosa ICDF IPB yang kni di
kenal dengan nama ADS (Agribusiness Development Station) IPB.

Pada tahun 2011, dalam rangka peningkatan kapasitas sumberdaya manusia dan alih
kontrol ADC ke IPB, maka IPB menugaskan 4 orang sebagai timcounterpart untuk belajar
mengenai proses pengembangan agribisnis hortikultura di ADC.
Pada tahun 2014 Proyek ADC di serahkan ke IPB, dikelola oleh 4 orang counterpart dan
tim khusus yang dibentuk oleh Kepala UF. Misi Teknik Taiwan beralih fungsi sebagai tim
konsultan, dan keseluruhan proyek ADC dipertanggungjawabkan kepada Wakil Rektor Bidang
Riset dan Kerjasama IPB. Proyek ADC berakhir Desember 2014.
Pada

tahun

2015

IPB

mentransformasi

proyek

ADC

menjadi

institusi

bernamaAgribusiness Development Station (ADS) yang bersifat otonom di bawah koordinasi


Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) IPB.

PEMBAHASAN

1.1 Potensi dan Peluang Bisnis yang di jalankan


Potensi merupakan kemampuan seseorang atau pebisnis untuk melihat adanya
kesempatan berbisnis dari lingkungan sekitarnya. Peluang usaha adalah sebuah
kesempatan yang datang dari keadan yang terdesak ataupun ide kreatifitas pegiat
bisnis.
Pada perusahaan ADC (Agribusiness Development Center University Farm) IPB,
telah menentukan potensi bisnis yang tepat terhadap IPB. Misi Taiwan yang bekerja
sama dengan segala tanggungan yang akan diterima telah diolah terlebih dahulu
sebelum direncanakan menjadi aspek bisnis pertanian. ADS dari ADC merupakan
organinasi Taiwan di kementrian pertanian Taiwan yang bekerja sama dengan Negara
berkembang, tidak hanya diindonesia, tetapi di dunia. Indonesia merupakan Negara
agraris, maka potensi agraris Indonesia ini dimanfaatkan sebagai potensi pertanian
yang baik bagi Indonesia dan Taiwan. Peluang agraris di Indonesia dimanfaatkan
untuk mengeksplorasi sumberdaya tanaman tropis baik hortikultura dan tanaman
agronomi. Peluang yang dijanjikan paling utama adalah buah jambu kristal, dan
kemudian potensi sayuran seperti asparagus, sawi, dan kacang panjang menjadi
komoditas unggulan ADS ini. Melihat sector pertanian disni cukup menjanjikan,
eksplorasi terus dilakukan untuk menciptakan produk organik karena masyarakat

sekarang telah menyadari bahwa pentingnya mengkonsumsi makanan bebas residu


bahan kimia yang dapat merusak fungsi organ tubuh. Oleh karena itu, peluang
sayuran organik menjadi tujuan selanjutnya untuk memenuhi tuntutan konsumsi
masyarakat zaman sekarang selain buah jambu kristal yang masih disukai
masyarakat.Sistem ADS yang sekarang masih tetap membudidayakan tanaman yang
dulu tetapi saat ini embudidayaan di bagi lagi menjadi jenis budidaya sayur dan
buah. Kemudian untuk sistem pembudidayaan ke depannya, ADS akan menambahkan
item-item tertentu yang di minta oleh pasar.

1.2 Lingkungan Bisnis


Lingkungan bisnis merupakan segala sesuatu yang mempengaruhi aktivitas bisnis
dalam suatu lembaga organisasi atau perusahaan. Faktor lingkungan bisnis terdiri dari
faktor mikro bisnis dan makro bisnis. Faktor mikro bisnis adalah para pelaku yang
secara langsung berkaitan dengan lingkungan yang mempengaruhi perusahaan
sedangkan faktor makro bisnis adalah kekuatan-kekuatan yang timbul dan berada
diluar jangkauan serta biasanya terlepas dari situasi operasional perusahaan.
Lingkungan Makro terdiri dari : Faktor ekonomi meliputi siklus ekonomi, gejala
inflasi dan deflasi, kebijaksanaan moneter dan neraca pembayaran
Lingkungan bisnis dalam mitra ADC ini berada dalam konteks agraris artinya
seluruh pelaku dan faktor lingkungan bisnis berada dalam konteks pertanian. Dimulai
dari lingkungan petani, petani yang bekerja di ADC cikarawang bogor merupakan
petani mitra dan petani binaan yang telah berjumlah 110 petani dan tersebar diwilayah
bogor. Petani berkontribusi dalam mengembangkan hasil pertanian hortikultura
meliputi jambu kristal dan tanaman sayuran yang meliputi tomat cherry, sawi darat,
kacang panjang, dan asparagus. Lingkungan bisnis ADC telah berkembang dari tahun
2007 sampai sekarang yang telah berubah nama menjadi ADS (Agribusiness
Development Station). Hal ini dikarenakan ADS berada dibawah PKHT yang berbasis
tanaman hortikultura tropis dan berada pada jajaran pemerintahan (lingkungan

pemerintahan). Bisnis ADC pada awalnya hanya membina para petani untuk
mempunyai keahlian khusus dalam menjalankan sistem Good Farming System dan
Good Manajemen System. Setelah itu, karena produk yang ditawarkan banyak
diminati masyarakat, lingkungan bisnis tanaman agraris ini dapat diterima disemua
outlet pemasaran diantaranya alfamart dan giant. Pemasaran dan pengelolaan usaha
telah membuka lowongan bagi para mahasiswa untuk melakukan magang dalam hal
perbibitan dan pengelolaan produksi di ADS ini sehingga lingkungan bisnis hanya
terfokus pada aktifitas penjualan produk jambu kristal dan tanaman sayur-sayuran.

1.3 Kendala yang di hadapi


Kendala bisnis dalam pengembangan dan pertumbuhan usaha kecil secara ratarata lebih majemuk daripada perusahaan besar dengan jenjang bisnis yang nasional
atau internasional. Karena strategi bisnis perusahaan besar telah melampaui masamasa kedewasaan, baik didapatkan secara alami dalam proses, improvisasi atau
menggunakan jasa konsultan bisnis sebagai arahan konsultasi utama. Banyak UKM
yang mencoba bangkit dari usaha yang minim menuju level yyang lebih bak terhambat
oleh tidak terjadinya penjualan, atau dengan kata lain penjualan masih tidak menentu
dan tidak dapat menyeimbangkan dengan potensi produksi. Sedangkan biaya produksi
baik bahan baku, SDM, operasional, biaya teknis (listrik, telp) tetap harus terbayar.
Kemampuan

menjual

berhubungan

dengan

kualitas

produk/layanan, strategi

marketing, relationship dan membaca peluang/perubahan pasar. Biaya Awal yang


tinggi adalah biaya untuk operasional dan perputaran awal. Bisa diartikan bahwa
belum ada strategi keuangan dalam pengertian improvisasi anggaran dan belanja. Bisa
juga diartikan ketika masih mendirikan usaha pada awalnya tentu menguras dana
untuk membeli semua bahan dan penduukngnya, sehingga terkadang wirausahawan
baru membli bahan tanpa prediksi untuk jangka waktu yang efektif, karena dalam
tahap awal belum tentu ada lonjakan penjualan yang tinggi. Strategi bisnis yang
mendasari sebagin UKM dan wirausahawan masih berorintasi pada kuanitas
penjualan. Misal persaingan harga yang sangat jenuh yang terkadang menjadi pemicu
penjualan dan pemasaran harga murah. Kejenuhan akan produk sejenis yang
ditawarkan semakin tinggi, pilihan semakin beragam, sedangkan daya beli masyarakat

menurun, karena masyarakat dipengaruhi kenaikan harga, termasuk biaya pendidikan


dll. Demi menarik peminat, terkadang harus menyertakan diskon tinggi, atau dengan
kata lain bahwa diskon rate menjadi penentu dari faktor terjualnya barang, padahal
biaya produksi justru semakin meningkat. Ini yang terkadang melemahkan usaha
menengah dan kecil. Faktor lain tidak dikuasainya strategi bisnis berbasis pemasaran
efektif, sehingga banyak pengusaha frustasi karena tempo penjualan yang panjang,
maksudnya bahwa kekawatiran dari pedagang atau produsen akan menumpukknya
stok karena pemasaran yang tidak baik memacu untuk mengobral stok yang ada, ini
mungkin sering terjadi di usaha pemodal terbatas, sehingga dengan harga-harga diskon
tersebut menyebabkan keutungan yang minim (Pranashakti Ipan 2014).
Kendala bisnis yang sering dihadapi oleh ADC sendiri adalah tentang produk, iklim,
dan petani. Produk hasil pertanian merupakan produk yang tidak tahan terhadap
penyimpanan dalam waktu yang lama. Seluruh produk hasil produksi ADC berbasis
produk pertanian basah, artinya pengepakkan dilakukan tanpa pengeringan, namun
dipak dalam keadaan basah. Seringkali penggunaan metode manual membuat produk
sayuran mudah patah, sehingga mengurangi bobot total produksi. Selain itu, total
produk yang gagal karena serangan hama penyakit menjadi suatu kendala tantangan
karena akan menurunkan produktivitas. Selain itu, penanganan dengan sisten good
manajemen system belum didukung pada ADC ini, karena SOP kelayakan produksi
belum terstandar sperti penggunaan hair net, penggunaan sarung tangan, serta steriliasi
ruangan pengepakan dan produksi.
klim juga membuat fluktuatif produktivitas. Cuaca buruk sering kali membuat produk
tanaman yang ditanam tanpa perlindungan (seperti house net) akan rusak, seperti
kebun jambu kristal yang rentan terhadap terpaan angin dan serangan hama penyakit.
Jambu kristal akan menurun produktivitasnya pada bulan mei hingga juni karena
memasuki musim panas dengan produktivitas hanya 5 kg/hektar lahan. Sedangkan
pada bulan juli September, produktivitasnya mencapai 3 ton/ hektar lahan.
Petani juga menjadi kendala, karena beberapa dari petani binaan banyak yang berhenti
untuk bekerja sehingga menyebabkan kekurangan tenaga sumberdaya manusia. Oleh
karena itu, menejemen sumber daya manusia harus ditunjang sedemikian rupa
sehingga tersaring para petani yang berkontribusi penuh.

1.4 Pengelolaan Produksi


Manajemen produksi merupakan salah satu bagian dari bidang manajemen yang
mempunyai peran dalam mengoordinasi kan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan.
Untuk mengatur kegiatan ini, perlu dibuat keputusan-keputusan yang berhubungan
dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan agar barang dan jasa yang dihasilkan
sesuai dengan apa yang direncanakan. Dengan demikian, manajemen produksi
menyangkut pengambilan keputusan yang berhubungan dengan proses produksi untuk
mencapai tujuan organisasi atau perusahaan. Pemasaran Industri berbeda arti dan
fungsinya kalau dibandingkan dengan pemasaran konsumsi. Pemasaran ini khusus
memperbincangkan langkah-langkah dan strategi yang akan digunakan perusahaan
industri untuk memasarkan produk industrinya. Produk industri artinya adalah produk
yang digunakan untuk proses produksi selanjutnya dan belum dapat dikonsumsi
.Misalnya

bahan

baku,

komponen-komponen

produk

industri,

mesin-mesin,

komponen-komponen mesin dan lain-lain. Sedangkan produk konsumsi adalah produk


yang sudah siap untuk dikonsumsi para pembeli. Selama ini, pemasaran industri sering
dianggap sama dengan pemasaran konsumsi. Tetapi kalau kita telusuri lebih dalam
ternyata kedua pemasaran ini mempunyai perbedaan tertentu, terutama didalam
strategi pemasaran. Pemasaran industri sifatnya dinamis dan penuh dengan tantangan.
Oleh karena itu, negara-negara maju sangat mengharapkan tenaga-tenaga ahli
pemasaran industri yang ahli dan ulet untuk menghadapi persaingan di pasar. Dalam
pengelolaan produksi hal yang harus diperhatikan adalah jenis barang yang diproduksi,
Kualitas barang, Jumlah barang, Bahan baku. Pengendalian produksi Bertujuan agar
mencapai hasil yang maksimal demi biaya seoptimal mungkin. Adapun kegiatan yang
dilakukan antara lain : Menyusun perencanaan, Membuat penjadwalan kerja,dan
Menentukan kepada siapa barang akan dipasarkan. Pengawasan produksi Bertujuan
agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai dengan rencana. Kegiatanya meliputi :
Menetapkan kualitas, Menetapkan standar barang, dan Pelaksanaan prouksi yang tepat
waktu.
Kapasitas produksi di ADC sendiri dibedakan menjadi tiga, yakni khusus tanaman
sayuran organik, tanaman sayuran non-organik, dan tanaman jambu kristal. Proses
pembibitan sayuran organik dilakukan didalam net house (seperti rumah kaca namun

penutupnya terbuat dari jarring net). Sayuran yang dibudidayakan adalah sayuran
kalian, pokcoy, selada, dan lainnya. Media tanaman biasanya berupa kompos, arang
sekam, dan kokopit. Kokopit merupakan hasil modifikasi yang berguna agar media
lebih poros dan agregat. Sayuran yang lepas semai akan dikembangbiakkan pada
media kokpit tersebut, terlihat lebih rapid an indah. Net house berfungsi menjada suhu
lingkungan didalamnya sehingga pertumbuhan sayuran lebih optimal. Sistem pertanian
sayuran non-organik dilakukan pada tanaman tomat cherry dan tanaman asparagus.
Asparagus disemai terlebih dahulu sebelum dimasukkan di net house. Begitu juga
dengan tomat cherry. Sayuran yang telah memasuki tahapan budidaya akan dipanen
untuk kemudian di pak. Pengelolaan pengepakan dilakukan di ruang pengepakan
dengan kapasitas pegawai terbatas. Setiap pegawai terdiri dari pegawai pengepak,
distribusi, pencucian sayuran dan seleksi. Sayuran dicuci terlebih dahulu dan
kemudian ditiriskan untuk menghilangkan airnya. Setelah itu dipak menggunakan alat
pengepak plastic penekan oksigen sehingga sayuran tahan lebih lama. Kemudian
sayuran akan disimpan didalam ruang pendingin, ruang pendingin juga dipisahkan
antara sayuran organik dan sayuran non organik. Pemisahan ini dimaksudkan agar
memudahkan manajemen distribusi nantinya dan agar sayuran organik tidak
terkontaminasi.
Pengelolaan produksi mencakup prosedur penangan produksi juga. Seharusnya jika
ingin diekspor, maka semua harus diperhatikan seperti pemakaian sarung tangan yang
fungsinya sangat vital untuk menghindari tergoresnya tanaman dari cemaran tangan
selain dari kontaminasi bakteri. Namun ADC sendiri belum melakukan sistem ekspor
market.

1.5 Pengelolaan Pemasaran


Pemasaran (marketing) adalah suatu proses manajerial dan social dengan mana
individu dan kelompok dapat memuaskan kebutuhan mereka melalui pertukaran
sesuatu yang bernilai. Bauran Pemasaran (Marketing Mix) adalah : serangkaian
variavel yang dapat di kendalikan dalam melaksanakan aktivitas pemasaran (4 P)
yaitu Product (produk), Price (harga), Place (Tempat/saluran distribusi), Promotion
(promosi). Product adalah : segala sesuatu yang di tawarkan dan dapat memuaskan

kebutuhan konsumen. Produk diklasifikasikan kealam dua kelas besar yakni produk
konsumen dan produk industrial. Produk konsumen (Consumer product) adalah
produk yang dipakai ( dikonsumsi )oleh individual/rumah tangga dan tidak akan di
gunakan untuk menghasilkan produk lain atau dijual kembali. Sedangkan Produk
Industrial (Industrial Goods) adalah barang-barang yang digunakan untuk kegiatan
operasional perusahaan maupun untuk menghasilkan produk lain. Price (Harga)
adalah nilai tukar produk yang dinyatakan dalam satuan uang. Jenis-jenis Potongan
harga (Discount Price) :Potongan kuantitas (Quantitiy Discount) : potongan harga
yang diberikan atas pembelian produk dalam jumlah yang lebih banyak. Potongan
kumulatif (Cumulative Discount) : potongan harga yang diberikan atas pembelian
produk yang memenuhi target pada priode tertentu. Potongan tunai (cash discount) :
potongan harga yang di berikan atas pembayaran hutang yang tepat waktu atau
sebelum jatuh tempo. Potongan dagang (Trade Discount) : potongan harga atas
partisipasi pedagang dalam membantu perusahaan /produsen melaksanakan aktivitas
pemasaran. Potongan musiman ( Season Discount) : potongan harga pada musimmusim tertentu. Place (distribusi) adalah : perpindahan produk dari produsen ke
pemakai industri dan konsumen. Dalam menyalurkan produk, produser perlu
mendapatkan bantuan/dukungan dari lembaga perantara/pialang/middlemen. Ada
beberapa lembaga perantara yang dapat ikut membantu produsen, yaitu : Pedagang
Besar (Wholeseller) : pedagang yang memasarkan produk dalam jumlah produk yang
lebih banyak dan tidak berhubungan langsung dengan konsumen akhir. pedagang
Eceran (Retailer) : pedagang yang memasarkan produk yang jumlah lebih sedikit dan
berhubungan langsung dengan konsumen akhir. Agen (Agent) : Individu/lembaga
yang mempertemukan penjual dan pembeli dan mendapatkan balas jasa dalam
bentuk komisi. Promotion (Promosi) adalah serangkain usaha yang dilaksanakan
untuk mempengaruhi konsumen agar memilki produk yang dihasilkan. Tujuan
promosi memberikan informasi, meningkatkan penjualan, menstabilkan penjualan,
memposisikan produk, membentuk citra produk.
ADC telah menerapkan marketing mix dengan bauran 4 P, yakni (4 P) yaitu Product
(produk), Price (harga), Place (Tempat/saluran distribusi), Promotion (promosi).
Produk unggulan dari ADC sendiri adalah jambu kristal. Dari tahun 2007 sampai
sekarang pohon jambu kristal ADC sampai saat ini berjumlah 300 pohon yang
produktif menghasilkan keuntungan 50 juta per bulan (omset). Sehingga produksinya

masih optimal. ADC akan tetap mempertahankan pohon jambu kristal walaupun
umurnya yang sudah 7 tahun. Walaupun umur yang sudah tua, namun
produktivitasnya tinggi, ADC belum akan mengganti dengan pohon yang baru.
Penjualan jambu kristal sendiri tidak serta merta dijual dengan harga yang mahal,
tetapi dijual dari harga yang murah dan kemudian untuk selanjutnya dengan harga
standarisasi. Promosi telah dilakukan oleh pihak ADC. Sistem promosi yang dilakukan
dengan berbagai cara, seperti inisitaif sendiri dan permintaan dari market. ADC akan
mempromosikan produk dengan membawa produk ke pasar untuk kemudian
dipromosikan dengan membawa price list (daftar harga). Selain itu, biasanya dari
pihak pasar akan menawarkan untuk promosi dengan disediakan tenda untuk
kemudian melakukan promosi. SPG dikirim untuk promosi dengan membawa produk
unggulan, biasanya yang dilakukan adalah discount harga dan pemberian produk
secara gratis agar konsumen tertarik. Pasar distribusi telah terjangkau diberbagai
tempat seperti alfa mart dan indo maret. Untuk masalah pesaing dipasar sangat
banyak, produk produk pertanian cakupannya sangat luas sehingga dipasaran
pesaingnya tinggi. Contohnya sayuran bayam, ada 5 merek bayam di pasar yang
berbeda. Upaya agar ADC dapat bertahan dari persaing yang pertama adalah kualitas,
ADC berkomitmen untuk menjaga kualitas agar konsumen tertarik dan layak untuk
membeli produk sayuran yang berkualitas, jika kualitasnya rendah, maka konsumen
akan beralih ke produk lainnya. Jika kualitasnya bagus, maka dengan harga berapapun,
konsumen akan membayar dengan harga yang ditetapkan tersebut, yang kedua adalah
nama baik, nama baik akan menjadi aspek penting dalam pemasran karena konsumen
akan memandang dari nama perusahaan itu sendiri.

1.6 Pengelolaan Sumberdaya Manusia


Sumber daya manusia (SDM) merupakan kemampuan terpadu dari daya pikir, daya
fisik dan memiliki prestasi kerja yang dimiliki tiap individu. Manajemen sumber daya
manusia (MSDM) adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang
lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat
menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah
ditentukan. Fungsi MSDM yaitu untuk meningkatkan efektivitas SDM. Peranan SDM
dalam berorganisasi sangatlah penting karena SDM ini sebagai pengelola system

dengan memperhatikan aspek-aspek penting seperti pelatihan, pengembangan, dan


motivasi. Dalam hal ini sumber daya manusia dijadikan manejemen sebagai salah satu
indikator penting pencapaian tujuan organisasi secara efektif. komponen data-data
SDM untuk meningkatkan dan mengelola SDM dalam mengembangkan usaha yaitu :
1. Kualitas pekerjaan dan inovatifnya 2. Kejujuran dalam bekerja 3. Kehadiran dalam
bekerja 4. Sikap dalam bekerja 5. Inisiatif dan kreatif 6. Kerjasama dengan pihak lain
7. Keandalan dalam bekerja 8. Pengetahuan tentang pekerjaan 9. Tanggung jawab
terhadap pekerjaan 10. Pemanfaatan waktu dalam bekerja. Fungsi pengadaan tenaga
kerja, meliputi kegiatan penentuan kebutuhan tenaga kerja (baik mengenai mutu
maupun jumlahnya), mencari sumber-sumber tenaga kerja secara efektif dan efisien,
mengadakan seleksi terhadap para pelamar, menempatkan tenaga kerja sesuai dengan
posisi yang sesuai, dan memberikan pendidikan serta latihan yang diperlukan untuk
pelaksanaan tugas bagi para tenaga kerja baru. Fungsi pemeliharaan tenaga kerja,
mencakup pelaksanaan program-program ekonomis maupun non-ekonomis, yang
diharapkan dapat memberikan ketentraman kerja bagi pekerja, sehingga mereka dapat
bekerja dengan tenang dan penuh konsentrasi guna menghasilkan prestasi kerja yang
diharapkan oleh organisasi. Tujuan manajemen SDM adalah menigkatkan kontribusi
produktif orang-orang yang ada dalam perusahaan melalui sejumlah cara yang
bertanggung jawab secara strategis, etis, dan sosial. Departemen SDM dikatakan
penting karena departemen tersebut tidak mengontrol banyak factor yang membentuk
andil SDM misalnya : modal, bahan baku, dan prosedur. Departemen ini tidak
memutuskan masalah strategi atau perlakuan supervisor terhadap karyawan (Margi
Utami 2013).
Pegawai di ADC sendiri berasal dari masyarakat sekitar, yakni 90% dari masyarakat
cikarawang dan 10% dari masyarakat luar cikarawang. Sumberdaya manusia
diperuntukkan masyarakat sekitar karena selain untuk menunjang ekonomi warga
sekitar juga berfungsi untuk meminimalisir manajemen karyawan yang birokrasinya
panjang. ADC sendiri menerapkan sistem gaji harian dan sistem lembur, sehingga
karyawan akan digaji pada hari tersebut. Karyawan dibedakan menjadi 2, yakni
karyawan pekerja lahan dan karyawan pekerja packing. Karyawan pekerja lahan
meliputi controlling petani dilahan dalam budidaya dan pekerja packing adalah buruh
yang melakukan sistem pengepakan produk serta distribusinya. Karyawan menejemen
disebut dengan GM (General Manager), GM ini akan membawahi 2 ADS , yakni ADS

cikarawang dan ADS pasir sarongge di cianjur. Wakil GM, kepala bagian keuangan
dan sub nya. Sub terebut dibedakan menjadi manager bagian operasional, manager
pelatihan dan pendampingan petani, dan manager penelitian dan pengembangan.
Bagian operasional berfungsi dalam mengontrol dan memfungsikan kegiatan dan
lahan operasional ADC meliputi lahan demonstrasi, lahan perkantoran, tata ruang,
ruang packing dan distribusinya. Bagian pelatihan dan pendampingan petani berfungsi
dalam memberikan penyuluhan tentang produksi serta pengelolaan pertanian terpadu
kepada petani, sedangkan bagian peneitian dan pengembangan berfungsi untuk
mnerima aspirasi dan menerima riset apabila ada mahasiwa yang akan melakukan
penelitian di ADC, seperti penelitian produksi, budidaya sayuran, budidaya jambu
kristal, pengolahan limbah dan ikutannya. Namun, kecuali untuk pengelolaan
keuangan. Selain itu, bagian litbang juga menerima bagi mahasiswa yang ingin
melakukan magang dengan syarat adanya surat keterangan dari fakultas masing
masing. Seluruh fakultas maupn departemen bisa melakukan magang di ADC itu
sendiri.

1.7 Pengelolaan Keuangan


Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan,
pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh
suatu organisasi atau perusahaan. Seorang manajer keuangan dalam suatu perusahaan
harus mengetahui bagaimana mengelola segala unsur dan segi keuangan, hal ini wajib
dilakukan karena keuangan merupakan salah satu fungsi penting dalam mencapai
tujuan perusahaan. Unsur manajemen keuangan harus diketahui oleh seorang manajer.
Misalkan saja seorang manajer keuangan tidak mengetahui apa-apa saja yang menjadi
unsur-unsur manajemen keuangan, maka akan muncul kesulitan dalam menjalankan
suatu perusahaan tersebut. Sebab itu, seorang manajer keuangan harus mampu

mengetahui segala aktivitas manajemen keuangan, khususnya penganalisisan sumber


dana dan penggunaan-nya untuk merealisasikan keuntungan maksimum bagi
perusahaan tersebut. Seorang manajer keuangan harus memahami arus peredaran uang
baik eksternal maupun internal. Tujuan Manajemen Keuangan adalah untuk
memaksimalkan

nilai perusahaan.

Dengan

demikian

apabila

suatu

saat perusahaan dijual, maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin. Seorang
manajer juga harus mampu menekan arus peredaran uangagar terhindar dari tindakan
yang tidak diinginkan (Margi Utami 2013).
Pengelolaan keuangan di ADC sendiri dibawahi oleh bagian manajer keuangan.
Pengelolaan keuangan dengan sistem biasa dan dengan sistem perbendaharaan. Sistem
pengelolaan keuangan tidak banyak dibahas dalam survey kali ini karena merupakan
fungsi yang wajib dan rahasia dalam pengelolaan usaha bisnis ADC. Namun
disebutkan tentang pengelolaan gaji. Sistem gaji yang dilakukaan adalah sistem gaji
per hari dan sistem lembur. Artinya karyawan akan digaji perhari, jika karyawan tidak
masuk pada hari kerja, maka karyawan tidak akan mendapatkan gaji, selain itu,
karyawan yang melakukan kerja lembur akan mendapatkan gaji tambahan.

1.8 Pengelolaan Informasi dan Teknologi


Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi banyak digunakan para
usahawan. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha
merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan
Teknologi Informasi dan Komunikasi menyebabkan perubahan bada kebiasaan kerja.
Misalnyapenerapan Enterprice Resource Planning (ERP). ERP adalah salahsatu
aplikasi perangkat lunak yang mencakup sistem manajemen dalam perusahaan, cara
lama kebanyakan. Dalam dunia bisnis Teknologi Informasi dan Komunikasi
dimanfaatkan untuk perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce.
E-Commerce adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet. Bagi
dunia bisnis, jejaring telekomunikasi awalnya digunakan seperti halnya jejaring listrik,
distribusi air, dan jejaring utilitas lain. Ini merupakan sumber yang penting, tetapi dulu
perusahaan memiliki pengaruh yang kecil. Perusahaan-perusahaan memiliki pilihan
yang terbatas atas layanan yang diperoleh dari penyediaan layanan yang dikelola

secara monopoli. Hari ini, para pengguna korporat meletakkan bersama keseluruhan
jejaring di bawah kontrol mereka, memotong-pintas jejaring publik sebagian atau
seenuhnya. Deregulation dan teknologi digital baru telah mengizinkan perusahaan
untuk secara sadar merancang dan mengoperasikan jejaring telekomunikasi internal
dan privat untuk meningkatkan posisi kompetitif mereka. Apa yang dulunya
merupakan biaya untuk menjalankan bisnis, sekarang menjadi sumber keuntungan
kompetitif. Layanan TIK sekarang digunakan oleh semua sektor ekonomik, mulai dari
pertambangan dan pertanian sampai layanan finansial, manufaktur dan kepariwisataan.
Jejaring privat ini hadir di semua industri global, di mana perusahaan multinasional
menjadi perusahaan jejaring. Para pengguna bisnis berskala besar memiliki kebutuhan
akan sistem yang cost-effective, leluasa, aman, automated, terpadu dan terandalkan.
Jika para penyedia layanan lokal tidak dapat memenuhi kebutuhan ini, dengan biaya
yang

masuk

akal,

perusahaan-perusahaan

besar

memiliki

pilihan

untuk

mengembangkan sendiri jejaring privat.


ADC sendiri telah mengenalkan perusahaannya dan produktnya melalui aktivitas
promosi. Namun, penggunaan layanan informasi belum serta merta dilakukan oleh
pihak ADC. Pihak ADC hanya menggunakan layanan jejaring social (media social)
dalam promosinya, yakni facebook. Namun, menurut ADC sendiri, tanpa melakukan
aktifitas promosi didunia maya (jejaring social), ADC tetap dikenal oleh masyarakat
dan mendapatkan apresiasi yang tinggi dari para konsumen.

SIMPULAN
Bisnis adalah suatu kegiatan yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau
bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Dari analisis diatas, dapat di simpulkan
bahwa menjalankan suatu bisnis itu tidak mudah kita harus memahami terlebih
dahulu apa saja komponen-komponen yang ada di dalam bisnis. Sehingga kita tidak
mengalami kerugian atau gulung tikar dari usaha yang kita jalankan. ADS IPB

merupakan unit bisnis hasil kerja sama antara IPB dengan Taiwan. ADS telah mampu
menghasilkan jenis-jenis atu produk-produk yang telah banyak laku di pasaran dan
telah merekrut banyak petani yang ada di sekitar wilayah untuk ikut membantu
jalannya bisnis ini. Hal seperti ini juga dapat membuka lapangan kerja bagi
masyarakat di sekitar wilayah unit bisnis ADS ini.

DAFTAR PUSTAKA
Widyatmini.1996.DiktatPengantarBisnis.Gunadarma:Jakarta.
DH Basu Swastha DR.1998.PengantarBisnisModern.Liberty:Yogyakarta.
Solihin Ismail.2006.PengantarBisnis.PrenadaMedia:Jakarta.
Zamroni M.2009.Buku Kantong Ekonomi IPS.Pustaka Widyatama:Yogyakarta.
http://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis

http://nataliadwi.blogspot.com/2010/10/kata-pengantar-tiada-kata-yang-pantas.html

DOKUMENTASI