Anda di halaman 1dari 5

1.

Mekanisme terjadinya vitamin D3 setelah terjemur matahari

Seperti yang dutunjukkan dalam gambar diatas, sinar matahari yang


menyentuh kulit akan mengkonversi substansi 7-dehydrocholesterol, yang
mempunyai struktur kimia yang mirip dengan kolesterol, menjadi vitamin D3.
Kemudian vitamin D3 dimetabolisme di hati menjadi 25-dyhydroxy vitamin D.
Seterusnya, 25-dyhydroxy vitamin D diubah menjadi 1,25-dyhydroxy vitamin D
(vitamin D yang aktif) di ginjal.

2. Mekanisme terjadinya melanogenesis setelah terjemur sinar matahari


Pembentukan Pigmen Melanin (melanogeneis )
Melanin dibentuk oleh melanosit dengan enzim tirosinase memainkan peranan
penting dalam proses pembentukannya. Sebagai akibat dari kerja enzim tironase,
tiroksin diubah menjadi 3,4 dihidroksiferil alanin (DOPA) dan kemudian menjadi
dopaquinone, yang kemudian dikonversi, setelah melalui beberapa tahap
transformasi menjadi melanin. Enzim tirosinase dibentuk dalam ribosom,
ditransfer dalam lumer retikulum endoplasma kasar, melanosit diakumulasi dalam
vesikel yang dibentuk oleh kompleks golgi. 4 tahapan yang dapat dibedakan pada
pembentukan granul melanin yang matang.
Tahap 1 :
Sebuah vesikel dikelilingi oleh membran dan menunjukkan awal proses dari
aktivitas enzim tirosinase dan pembentukan substansi granul halus; pada bagian
perifernya. Untaian-untaian padat elektron memiliki suatu susunan molekul
tirosinase yang rapi pada sebuah matrik protein.
Tahap 2 :
Vesikel (melanosom) berbentuk oval dan memperlihatkan pada bagian dalam
filamen-filamen dengan jarak sekitar 10 nm atau garis lintang dengan jarak sama.
Melanin disimpan dalam matriks protein.

Tahap 3 :
Peningkatan pembentukan melanin membuat struktur halus agak sulit terlihat.
Tahap 4 :
Granul melanin matang dapat terlihat dengan mikroskop cahaya dan melanin
secara sempurna mengisi vesikel. Utrastruktur tidak ada yang terlihat. Granul
yang matang berbentuk elips, dengan panjang 1 m dan diameter 0,4 m..

Ketika dibentuk granul melanin migrasi di dalam perluasan sitoplasma melanosit


dan ditransfer ke sel-sel dalam stratum germinativum dan spinosum dari
epidermis. Proses transfer ini telah diobservasi secara langsung pada kultur
jaringan kulit.
Granul melanin pada dasarnya diinjeksikan ke dalam keratinosit. Ketika di dalam
keratinosit, granul melanin berakumulasi di dalam sitoplasma di daerah atas inti
(supranuklear), jadi melindungi nukleus dari efek merusak radiasi matahari.
Meskipun melanosit yang membentuk melanin, namun sel-sel epitel/keratinositlah
yang menjadi gudang dan berisi lebih banyak melanin, dibandingkan melanosit
sendiri. Di dalam keratinosit, granul melanin bergabung dengan lisosom alasan
mengapa melanin menghilang pada sel epitel bagian atas.
Faktor-faktor penting dalam interaksi antara keratinosit dan melanosit yang
menyebabkan pigmentasi pada kulit:
1. kecepatan pembentukan granul melanin dalam melanosit
2. perpindahan granul ke dalam keratinosit, dan
3. penempatan terakhirnya dalam keratinosit
Mekanisme umpan balik bisa bertahan selama dalam keratinositMelanosit dapat
dengan mudah dilihat dengan fragmen inkubasi epidermis pada dengan dopa.
Komposisi ini dikonversikan menjadi deposit coklat gelap melanin pada
melanosit, reaksinya dikatalisasi oleh enzim tirosinase. Metode ini memungkinkan
untuk menghitung jumlah melanosit per unit area epidermis. Beberapa penelitian
menunjukkan bahwa melanosit tidak didistribusikan secara random di antara
keratinosit, agak tampak ada pola pada distribusinya, yang disebut dengan
epidermal-melanin unit.

Pada manusia, ratio dopa-positif melanosit terhadap keratinosit pada statum basah
adalah konstan di dalam setiap area tubuh, tetapi bervariasi dari satu regio ke
2
regio yang lain. Sebagai contoh, ada sekitar 1000 melanosit/mm di kulit daerah
2
paha dan 2000/mm di kulit skrotum. Jenis kelamin dan ras tidak mempengaruhi
jumlah melanosit/unit area. Perbedaan pada warna kulit terutama karena
perbedaan jumlah granul melanin pada keratinosit.

Makin gelapnya kulit (tanning) setelah terpapar radiasi matahari ( panjang gel:
290- 320mm) adalah akibat proses tahap 2. Pertama, reaksi fisis dan kimiawi
menggelapkan warna melanin yang belum muncul ke luar melanosit, dan
merangsangnya secara cepat untuk masuk ke keratinosit. Kedua, kecepatan
sintesis melanin dalam melanosit mengalami akselerasi, sehingga semakin
meningkatkan jumlah pigmen melanin.