Anda di halaman 1dari 6

ALAT ALAT PENGUKUR HUJAN

-MANUAL
Penakar Hujan Observatorium (OBS)

Alat ini lebih dikenal dengan dengan nama Penakar Hujan OBS atau Penakar Hujan Manual,
sedang di kalangan pertanian dan pengairan biasa disebut ombrometer. Sebuah alat yang
digunakan untuk menakar atau mengukur hujan harian.
Penakar Hujan Obs ini merupakan jejaring alat ukur cuaca terbanyak di Indonesia.
Penempatannya 1 PH Obs mewakili luasan area 50 km2 atau sampai radius 5 km. Fungsinya
yang vital terhadap deteksi awal musim (Hujan/kemarau) menjadikannya sebagai barang
yang dicari dan sangat diperlukan oleh penyuluh, P3A dan kelompok tani yang tersebar
keberadaannya dll. Bahan yang digunakan adalah semurah dan semudah mendapatkannya.
Tujuan akhir pengukuran curah hujan adalah tinggi air yang tertampung, bukan volumenya.
Hujan yang turun jika diasumsikan menyebar merata, homogen dan menjatuhi wadah
(kaleng) dengan penampang yang berbeda akan memiliki tinggi yang sama dengan catatan
faktor menguap, mengalir dan meresap tidak ada.
Spesifikasi :
a. Type : Observasi (OBS)
b. Bahan :
- Ring corong, ring pipa dan kran terbuat dari kuningan.
- Badan terbuat dari seng kualitas baik dengan ketebalan
- 0.8 mm atau stainless steel (DOP) ketebalan 0.5 mm.
- Seluruh badan (kecuali ring corong) dicat luar dalam dengan
cat anti karat warna bronce-metallic.
- Dilengkapi dengan water pass.
c. Luas corong : 100 cm2

d. Diameter badan terlebar : 21.5 cm


e. Tinggi badan : 60 cm
-OTOMATIS
PENAKAR HUJAN JENIS HELLMAN

Penakar hujan jenis Hellman merupakan suatu instrument/alat untuk mengukur curah hujan.
Penakar hujan jenis hellman ini merupakan suatu alat penakar hujan berjenis recording atau
dapat mencatat sendiri.Alat ini dipakai di stasiun-stasiun pengamatan udara
permukaan.Pengamatan dengan menggunakan alat ini dilakukan setiap hari pada jam-jam
tertentu mekipun cuaca dalam keadaan baik/hari sedang cerah.Alat ini mencatat jumlah curah
hujan yang terkumpul dalam bentuk garis vertical yang tercatat pada kertas pias. Alat ini
memerlukan perawatan yang cukup intensif untuk menghindari kerusakan-kerusakan yang
sering terjadi pada alat ini.
Curah hujan merupakan salah satu parameter cuaca yang mana datanya sangat penting
diperoleh untuk kepentingan BMG dan masyarakat yang memerlukan data curah hujan
tersebut.Hujan memiliki pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan manusia,karena dapat
memperlancar atau malah menghambat kegiatan manusia.Oleh karena itu kualitas data curah
hujan yang didapat haruslah bermutu;memiliki keakuratan yang tinggi.Maka seorang
observer / pengamat haruslah mengetahui tentang alat penakar hujan yang dipakai di stasiun
pengamat secara baik. Salah satu alat penakar hujan yang sering dipakai ialah Penakar
hujan jenis hellman
Penakar hujan jenis hellman beserta bagian-bagiannya keterangan gambar :
1.Bibir atau mulut corong
2. Lebar corong
3.Tempat kunci atau gembok
4.Tangki pelampung
5.Silinder jam tempat meletakkan pias
6.Tangki pena
7.Tabung tempat pelampung

8. Pelampung
9. Pintu penakar hujan
10. Alat penyimpan data
11.Alat pengatur tinggi rendah selang gelas (siphon)
12.selang gelas
13.Tempat kunci atau gembok
14.Panci pengumpul air hujan bervolume

Evaporasi yang bersumber dari badan-badan air seperti lautan,


danau, sungai dan rawa-rawa yang menghasilkan uap air di
atmosfer, sebagai sumber presipitasi, merupakan peristiwa yang
menyebabkan siklus hidrologi. Kebutuhan air untuk tanaman sangat
tergantung dari besarnya curah hujan rata-rata dengan
penguapan (evapotranspirasi). Jika semakin kecil curah hujan ratarata bulanan, semakin besar penguapan, maka kebutuhan air untuk
tanaman akan semakin besar. Demikian pula kaitannya dengan
luas sawah yang dapat diairi, jika kebutuhan air untuk tanaman
besar, ketersediaan air sedikit, maka luas sawah yang dapat diairi
semakin kecil. Alat-alat untuk mengukur evaporasi adalah
evaporimeter (panci terbuka).
Curah hujan dapat diukur dengan alat pengukur curah hujan
otomatis atau yang manual. Alat-alat pengukur tersebut harus
diletakkan pada saerah yang alamiah, sehingga curah hujan yang
terukur dapat mewakili wilayah yang luas. Salah satu tipe pengukur
hujan manual yang paling banyak dipakai adalah tipe
observatorium (obs) atau sering disebut Ombrometer. Data yang
didapat dari alat ini adalah curah hujan harian. Curah hujan dari
pengukuran alat ini dihitung dari volume air hujan dibagi dengan
luas mulut penakar. Alat tipe observatorium ini merupakan alat baku
dengan mulut penakar seluas 100 cm2 dan dipasang dengan
ketinggian mulut penakar 1-2 m dari permukaan tanah.

Evapotranspirasi adalah penguapan total baik dari permukaan


air, daratan, maupun dari tumbuh-tumbuhan. Banyak faktor yang
dapat mempengaruhi evapotranspirasi ini antara lain: suhu udara,
kembaban udara, kecepatan angin, tekanan udara, sinar matahari,
ketinggian lokasi proyek, dan lain sebagainya. Di dalam
perencanaan irigasi, penilaian jumlah air yang dibutuhkan untuk
suatu areal tidak memisahkan antara evaporasi dan transpirasi.
Istilah yang digunakan adalah ET, dan merupakan kombinasi antara
evaporasi dan transpirasi. Oleh karena air yang digunakan oleh
tanaman untuk proses metabolisme hanya sedikit atau kurang dari
1%, nilai tersebut diabaikan (Asnawi Marjuki, 1993).
Kebutuhan air tanaman (crop water requirement) didefinisikan
sebagai banyaknya air yang hilang dari areal pertanaman setiap
satuan luas dan satuan waktu, yang digunakan untuk pertumbuhan,
perkembangan (transpirasi) dan dievaporasikan dari permukaan
tanah dan tanaman. Kebutuhan air tanaman adalah transporasi.
Evapotranspirasi dipengaruhi oleh kadar kelembaban tanah, suhu
udara, cahaya matahari, dan angin. Evapotranspirasi dapat
ditentukan dengan cara, yaitu (1) menghitung jumlah air yang
hilang dari tanah dalam jangka waktu tertentu, (2) menggunakan
factor-faktor iklim yang mempengaruhi evapotranspirasi, (3)
menggunakan Iysimeter (Hasan Basri Jumin, 2002).
Evapotranspirasi ialah gabungan penguapan oleh semua
permukaan dan transpirasi tumbuhan penguapan oleh tumbuhan
dapat berupa penguapan biasa secara fisika (evaporasi). Kalau
penguapan tersebut berasal dari air yang melengket pada organ
tumbuhan dan dapat pula berupa transpirasi, kalau berasal dari
proses fisiologis. Penyediaan energi luar untuk evaporasi
permukaan organ-organ yang prinsipnya oleh perubahan energi
radiasi menjadi energi panas, jenis vegetasi alam, dan keadaan
tanah (Gazali Ismail, 1989).

Curah Hujan
Kedua alat penakar hujan otomatis diletakkan pada tempat
terbuka. Jarak antara penakar hujan 150 meter dari tempat
penelitian. Kedua tipping bucket berada pada ketinggian 15 meter
dari permukaan tanah. Tipping bucket dihubungkan dengan
sebuahdata logger (Delta-T Devices Ltd.,Cambridge,UK) dengan
interval 5 menit untuk mendapatkan data secara terus menerus.
Sebuah corong dan jerigen berukuran 65 Liter ditempatkan pada
daerah yang terbuka, dengan ketinggian 1 meter diatas permukaan
tanah, dan bersudut tidak lebih dari 45 derajat dari tajuk pada plot
penelitian. Untuk setiap kejadian hujan, pencatatan dilakukan setiap
hari dari pukul 08.00 pagi hingga selesai. Apabila pada pukul
tersebut masih terjadi hujan, maka pencatatan dilakukan setelah
hujan benar-benar berhenti (Anonim, 2010)
Pada alat penakar manual, untuk mendapatkan data curah
hujan dalam satuan milimeter, dilakukan perhitungan dengan
menggunakan persamaan curah hujan kotor (Pg). Intersepsi
diperkirakan dari hasil pengukuran hujan di tempat yang terbuka
( Gross Presipitation / Pg ), Air lolos ( Troughfall / Tf ), dan Aliran
Batang ( Steamflow / Sf ). Selisih antara curah hujan di tempat
terbuka, air lolos, dan aliran batang merupakan besaran intersepsi
hujan ( Ic ). Pemilihan vegetasi yang digunakan untuk mengukur
aliran batang pada plot penelitian berdasarkan kelas diameter
batang pohon. Pemilihan tersebut berdasarkan diameter pohon
diatas 10 cm (Anonim, 2008)
Curah hujan yaitu jumlah air hujan yang turun pada suatu
daerah dalam waktu tertentu. Alat untuk mengukur banyaknya
curah hujan disebut Rain gauge. Curah hujan diukur dalam harian,
bulanan, dan tahunan. Curah hujan yang jatuh di wilayah Indonesia
dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain adalah bentuk

medan/topografi, arah lereng medan, arah angin yang sejajar


dengan garis pantai dan jarak perjalanan angina diatas medan
datar. Hujan merupakan peristiwa sampainya air dalam bentuk cair
maupun padat yang dicurahkan dari atmosfer ke permukaan bumi
(Handoko, 2003).