Anda di halaman 1dari 9

Masing2 kelompok beranggotakan 3 atau 4 mahasiswa Tugas : Silahkan anda mencari

contoh riil konflik yang terjadi serta bagaimana negosiasi yang dilakukan untuk
menyelesaikan konflik tersebut. Silahkan anda kembangkan dan analisis konflik tersebut dari
sisi : konflik Intra-Individual, konflik Interpersonal, atau Konflik Organisasi
Jawab :
Sexton (1982) Konflik dikenal sebagai fenomena alami yang memperkuat organisasi
dengan mendamaikan pendapat-pendapat yang berbeda dan menyelesaikan paham golongan.
Gillies (1994) Konflik diartikan sebagai bentuk perselisihan antara sikap bermusuhan atau
kelompok penentang ide-ide. Deutsch (1969) dan L. Monica (1986) Konflik diartikan sebagai
perselisihan atau perjuangan yang timbul akibat terjadinya acaman keseimbangan antara
perasaan, pikiran, hasrat, dan prilaku seseorang. Marquis dan Huston (1998) Konflik sebagai
masalah internal dan eksternal yang terjadi sebagai akibat dan perbedaan pendapat, nilainilai, atau keyakinan dari dua orang atau lebih. Douglass dan Brevis (1979)Konflik sebagai
suatu bentuk perjuangan diantara kekuatan interdependen. Littelfield (1995) Konflik
dikategarikan sebagai suatu kejadian atau proses.
Sejak dahulu hingga kini, konflik mengalami perubahan arti, jika dahulu konflik
dianggap sebagai hal yang tabu atau negatif sehingga penyelesaiannya pun bisa dengan
mendiamkan dan berusaha membiarkan berlalu atau bisa dengan penyelesaian sampi ke akarakarnya. Sekarang, konflik dianggap sebagai sebuah pemicu terjadinya perubahan dimana
kini penyelesaian konflik dapat difasilitasi demi tercapainya tujuan bersama yang telah
disepakati. Karenanya, ada dua asumsi dasar konflik, yaitu:
1.

Konflik adalah suatu yang tidak dapat dihindari dalam suatu organisasi.

2.

Jika konflik dapat dikelola dengan bai, konflik akan menghasilkan suatu kualitas
produksi, penyelesaian yang kreatif dan berdampak terhadap peningkatan dan
pengembangan. Peran penting manajer dalam mengelola konflik adalah dengan
menciptakan lingkungan dengan menggunakan konflik yang konstruktif dalam
pengembangan, peningkatan, dan produkifitas. Jika konflik mengarah kesuatu yang
menghambat, maka manajer harus mengenali sejak awal dan aktif melalukan interfensi
supaya produktifitas dan interfensi tidak terkena efek.
Kedua hal penting diatas, mengharuskan seorang manajer untuk mengetahui,

mengerti, memahami, dan dapat menemukan sosusi atas konflik yang sedang terjadi.
Segingga, hal-hal penting diluar konflik tidak terkena imbasnya dan kualitas suatu produk
tetap terjaga.

Penyebab
Banyak penyebab yang dapat memicu tejadinya konflik, bisasanya paling sering terjadi antara
suatu kelompok hingga organisasi, dan banyak faktor yang dapat menyebabkan konflik itu
muncul. Baik yang berawal dari dalam diri individu atau merespon terhadap perubahan yang
terjadi. Mempertahankan keinginan atau merubahnya juga dapat menimbulkan konfik baik
dalam diri maupun dalam organisasi. Faktor-faktor yang bertanggung jawab terhadap
terjadinya konflik, yaitu:
1. Perilaku Menentang, sebagai bentuk dari ancaman terhadap suatu dialog rasional,
dapat menimbulkan gangguan protocol penerimaan untuk interaksi dengan orang lain,
berupa verbal dan nonverbal. Contoh perilaku menentang, seperti menolak,
menggerutu, kepatuhan semu, dan atau menolak untuk berpartisipasi.
2. Stress, juga menyebabkan konflik. Stress timbul disebabkan oleh banyaknya stressor
dalam lingkungan kerja. Kondisi stress dapat menyebabkan adanya tekakan mental
pada seseorang bila bersinggungan padasedikit saja masalah dapat memicu terjadinya
konflik.
3. Kondisi ruangan, terlalu sempit atau tidak kondusif dalam melalukan kegiatan rutin.
Sehingga mudah terjdi konflk, baik antar pengunjung pasien di ruangn yang sempit
atau hubungan moton di dalam lingkungan tersebut.
4. Kewenangan yang berlebihan, dan tidak saling mengindahkan usulan-usulan.
Contoh : Adanya jarak yang jauh antara dokter dan perawat dapat memperlambat
penyembuhan pasien, mungkin disebabkan oleh keengganan perawat menyampaikan
perkembangan pasien dan sifat ketus dokter kepada perawat yang menyebabkan
terjadinya keengganan.
5. Penyebab lainnya, diakibatkan oleh adanya perbedaan nilai dan keyakinan antara tim
kesehatan atau antara tim kesehatan dengan keluarga pasien. Seperti terjadinya
eksldusifisme, yaitu pemikiran kelompok tertentu memiliki kemampuan yang lebih
dibandingkan kelompok lainnya.
6. Kekurangan sumber daya inisiasi, merupakan penyebab absolute terjadinya konflik.
Contohnya, persaingan yang berorientasi pada uang (money orientated) dalam
memperebutkan klien, jabatan atau kedudukan.
7. Perubahan. Perubahan yang terjadi cepat atau lambat dapat menyebabkan terjadinya
konflik. Terjadi pada individu yang tidak siap perubahan atau sebaliknya yang sangat
menginginkan perubahan.
8. Komunikasi. Penyampain informasi yang tidak seimbang dapat merusak tatanan
organisasi maupun suatu hubungan. Penggunaan bahan dan media yang tidak efektif
akan menyebabkan terjadinya kecemburuan sosial maupun konflik yang merusak.

Jenis Konflik
Mariner (1979a), menkatagorikan konflik dalam organisasi structural sebagai konflik
vertical dan horizontal. Konflik vertical meliputi perbedaan diantara pemimpin dan anak
buah. Konflik horizontal adalah garis konflik antara staf dan ada hubungannya dengan
praktik, keahlian, otoritas, dan sebagainya. Selain berupa perselisihan antar departemen.
Misalnya saja konflik vertical dapat terjadi karena perbedaan komunikasi antara pemimpin
kesatu staf dan ke staf lainnya. Begitu juga konflik horizontal dapat dikarenakan oleh
perbedaan keyakinan atau kecemburuan sosial terhadap prestasi masing-masing.
Konflik dapat dibekan menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Intrapersonal
Konflik yang terjadi masalah internal untuk mengklarifikasikan nilai dan keinginan
dari konflik yang terjadi.
2. Interpersonal
Konflik yang terjadi antara dua orang atau lebih dimana nilai, tujuan, dan keyakinan
yang berbeda.
3. Antar Kelompok (intergroup)
Konflik yang terjadi antara dua orang atau lebih dari kelompok orang, departemen
atau organisasi. Bersumber pada hambatan dalam mencapai kekuasaan dan otoritas
(kualitas jasalayanan), keterbatasan prasarana.
Proses Konflik
Perbedaan keyakinan dan benturan sosial dapat mengindikasikan terjadinya konflik.
Berikut beberapa tahapan terjadinya konflik.

Konflik Laten. Tahapan konflik yang terus menerus (laten) dalam suatu organisasi, sepeti

kondisi keterbatasan staf.


Felt konflik (affectives). Konflik yang terjadi karena adanya suatu yang dirasakan

sebagai ancaman, ketakutan, tidak percaya, marah.


Konflik yang Nampak (sengaja dimunculkan). Konflik yang sengaja dimunculkan untuk

dicari solusi. Memerlukan suatu upaya dan strategi untuk mencapai tujuan organisasi.
Resolusi Konflik adalah suatu penyelesaian masalah dengan cara memuaskan semua

orang yang ada didalamnya.


Konflik Aftermath. Konflik yang terjadi akibat terselesaikannnya konflik yang pertama.

Penyelesaian Konflik
Konflik yang terjadi dalam suatu tatanan organisasi harus segera dikenali sifat, jenis,
penyebab, lamanya, dan kepelikan konflik dalam rangka menyelesikannnya. Seorang manajer
(missal kepala ruang) hendaknya tanggap dalam menyelesaikan konflik yang ada. Seorang

manajer bisa saja mengabaikan konflik jka konflik tersebut tidak mempengaruhi asuhan
keperawatan yang diberikan kepada klien. Bila konflik yang terjadi sangat mempengaruhi
pemberian asuhan keperawatan, seorang manajer dapat segera mengambil inisiatif untuk ikut
campur dan menyelesaikannya.
Strategi penyelesaian konflik, diantaranya:
1.

Penggunaan disiplin

2.

Pertimbangan tahap kehidupan dengan pemberian dungungan untk mencapai


tujuan dalam perkembangan tahap kehidupan.

3.

Komunikasi

4.

Lingkaran kualitas, melalui kegiatan peningkatan motivasi personal.

5.

Latihan kearsetifan

Vestak (1994) menjabarkan langkah-langkah menyelesaikan suatu konflik:


a. Pengkajian
Analisa situasi
Identifikasi jenis dan menetukan waktu yang sesuai.
Analisa dan memastikan isu yang berkembang
Jelaskan masalah dan prioritas fenomena yang terjadi
Menyusun tujuan
b.

Identifikasi (mengelola peasaan)

c.

Intervensi
Masuk pada konflik yang diyakini dapat diselesaikan dengan baik.
Menyelesaikan metode dalam penyelesaian konflik. Seleksi metode yang sesui dengan
konflik yang dihadapi.

Strategi penyelesaian konflik


Beberapa strategi dapat digunakan untuk menyelesaikan konflik, yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Kompromi atau negosiasi


Kompetisi
Akomodasi
Smoothing, dengan mengurangiomponen emosional dalam konflik.
Menghindar
Kolaborasi

(Bowditch dan Buono, 1994)


Contoh Riil :
Australia Tawarkan Biaya Penjara 2 Terpidana Hukuman Mati
Pemerintah Australia siap membayar biaya penjara seumur hidup bagi Chan dan
Sukumaran jika hukuman mati tidak dilaksanakan. Pemerintah Australia telah menawarkan

untuk membayar biaya-biaya penahanan dua pengedar narkoba Australia seumur hidup
mereka jika pemerintah Indonesia memberikan pengampunan atas hukuman mati, menurut
Menteri Luar Negeri Julie Bishop, Kamis (12/3). Australia berusaha keras melobi Indonesia
agar Andrew Chan, 31, dan Myuran Sukumaran, 33, tidak dihukum mati. Mereka adalah dua
diantara sembilan warga negara asing dan seorang warga negara Indonesia yang akan
dieksekusi segera di Nusakambangan. Penawaran biaya penahanan itu disampaikan Bishop
minggu lalu dalam suratnya kepada Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, dan
dilaporkan oleh surat kabar The West Australian, Kamis. Bishop mengukuhkan penawaran
tersebut termasuk beberapa usul alternatif atas hukuman mati. "Kami belum mendapat respon
spesifik mengenai usulan tersebut," ujar Bishop pada wartawan. Surat tersebut menawarkan
pertukaran narapidana dimana Australia akan mengembalikan tiga pengedar narkoba yang
dipenjara di Australia. "Pemerintah Australia akan bersiap membayar biaya penjara seumur
hidup bagi Tuan Chan dan Tuan Sukumaran jika pertukaran tersebut tidak dimungkinkan,"
tulis Bishop.
Dalam sebuah tanggapan yang bertanggal 8 Maret 2015, Retno menulis bahwa
Presiden Joko Widodo "ada dalam posisis yang tidak akan mengambil pilihan pertukaran
tersebut." Para pengacara warga Australia itu telah naik banding ke Pengadilan Tinggi
Administratif, yang dijadwalkan kan mengeluarkan putusan Kamis. Mereka beralasan bahwa
penolakan Presiden untuk memberikan pengampunan tidak berdasarkan pertimbangan pantas
dan individual untuk aplikasi-aplikasi mereka. Sebuah pengadilan Jakarta sebelumnya telah
menolak banding tersebut, memutuskan bahwa pengampunan adalah hak prerogatif Presiden.
Bishop menulis bahwa penyelidikan atas dugaan korupsi para hakim dalam peradilan wargawarga Australia tersebut adalah peluang hukum lain yang terbuka bagi keduanya."Komisi
Yudisial telah mengundang Tuan Chan, Tuan Sukumaran dan pengacara mereka untuk
membuat pernyataan terkait dugaan korupsi hakim-hakim pengadilan tersebut," tulisnya."Ini
adalah dugaan-dugaan serius dan saya meminta pemerintah Anda menghentikan proses
hukum dan kelembagaan dalam mempersiapkan eksekusi ini sampai dua proses penting ini
dituntaskan," tambahnya.
Menteri Koordinator urusan Politik, Hukum dan Keamanan, Tedjo Edy Purdjianto
pada Selasa memperingatkan Australia untuk memperhalus kritikan terhadap eksekusi yang
direncanakan itu, dengan mengatakan bahwa pemerintah Canberra seharusnya bersyukur
Indonesia menjaga para pencari suaka tidak mencapai pantai Australia.Tedjo mengatakan
dalam sebuah seminar bahwa jika 10.000 migran yang transit ke Indonesia dibiarkan

meneruskan perjalanan mereka, "akan ada tsunami manusia di Australia."Perdana Menteri


Australia Tony Abbott menanggapi Rabu dengan mengatakan bahwa ia tidak ingin bertengkar
dengan siapa pun.
Konflik : Pengedar narkoba akan di hukum mati di Indonesia, dan Pemerintah Australia
ingin menebus dengan uang untuk memulangkan pengedar narkoba tersebut ke
negara asalnya dan melakukan hukum di negaranya
Negosiasi : Pemerintah Australia tawarkan biaya penjara 2 terpidana hukuman mati pada
Indonesia, dan sayangnya negosiasi tidak berjalan lancar dan ditolak oleh pihak
Indonesia
Konflik Intra-Individual : Sesungguhnya terjadi konflik dalam diri terpidana mati, rasa takut
akan dihukum mati, tetapi tetap ingin tampak tegar dan kuat
sehingga saat di wawancara tidak menampakkan kekhawatiran.
Keinginan untuk tidak dihukum mati tetapi tidak terwujud.
Konflik Interpersonal : Konflik yang terjadi dari perdana menteri australia yang merupakan
negara asal dari 2 pengedar narkoba yang dihukum mati di
Indonesia dengan warga Indonesia. Bahwa warga Indonesia tidak
suka adanya pernyataan tentang diungkitnya bantuan tsunami dari
Australia kepada Indonesia, sehingga Indonesia menggalang dana
dan pengumpulan coin untuk diberikan kepada perdana menteri
Australia, dan presiden tetap tidak bersedia melepaskan terpidana
mati, Indonesia akan memberikan apapun kecualii membatalkan
hukuman mati dari terpidana mati.
Koalisi Pro Indonesia kembali menggalang pengumpulan koin untuk
Perdana Menteri Australia Tony Abbott, di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu
(1/3/2015). Rahmat Himran, koordinator dalam aksi tersebut mengatakan,
pengumpulan koin dilakukan untuk menyatakan bahwa masyarakat tidak ingin
pernyataan seperti yang dikatakan Abbott mengenai bantuan tsunami, terulang di
kemudian hari. "Rakyat sudah kecewa, bantuan yang diungkit, itu yang ingin
kami kembalikan. Kami tidak mau nantinya diungkit-ungkit lagi kalau ada
eksekusi warga Australia," ujar Rahmat saat ditemui di Kawasan Bundaran HI.

Rahmat mengatakan, masyarakat tidak keberatan untuk mengembalikan bantuan


pemerintah Australia saat bencana tsunami pada 2004 silam. Namun, ia
mengatakan, sebagai seorang Perdana Menteri, Abbott tidak pantas mengaitkan
bantuan kemanusiaan dengan eksekusi mati bagi pengedar narkotika. Martin,
seorang warga yang ikut memberikan koin bagi Abbott, mengatakan, aksi tersebut
diharapkan dapat menyadarkan pemerintah Australia bahwa Indonesia memiliki
kedaulatan hukum yang tidak dapat ditawar oleh negara mana pun. Abbott
seharusnya dapat menerima kenyataan tersebut.
Sementara itu, Wahyono, seorang konsultan teknik, yang ikut
mendukung gerakan koin bagi Abbott mengatakan, apa yang dilakukan Abbott
adalah suatu pembelaan yang berlebihan bagi warga Australia. Menurut
Wahyono, seorang kepala negara memang berkewajiban untuk membela hak-hak
warga negara, termasuk memberikan bantuan hukum. Namun, ia mengatakan,
pembelaan secara berlebihan oleh Abbott terhadap warganya yang terlibat kasus
narkotika adalah hal yang tidak tepat. Ia berharap pernyataan yang diucapkan
Abbott mengenai bantuan tsunami, tidak ditiru oleh pimpinan negara mana
pun. "Membela warga negara memang benar, tetapi membela pengedar narkoba,
kemudian mengaitkan bantuan tsunami, ini kan lucu. Cara dia (Abbott) yang
salah," kata Wahyono. Hingga saat ini, menurut Rahmat, para relawan telah
berhasil mengumpulkan tiga karung berisi koin untuk Abbott. Rencananya, koinkoin tersebut akan diserahkan ke Kedutaan Australia di Jakarta, sebelum
dilakukan eksekusi mati bagi dua warga Australia, Andrew Chan dan Myuran
Sukumaran.
Konflik Organisasi : terjadi antara Indonesia dan Australia, australia melakukan berbagai hal
untuk dapat melepaskan 2 terpidana mati termasuk ancaman
pencekalan WNI untuk tidak masuk Australia dan pelarangan WNI
agar tidak melanjutkan kuliah di Australia. Berbagai hal telah
terjadi tetapi keputusan Indonesia untuk tidak membatalkan
eksekusi mati 2 terpidana mati tersebut tetap tidak berubah.
Pemerintah Australia sampai detik-detik terakhir berusaha menyelamatkan
nyawa dua warganya yang akan dieksekusi di Indonesia. Tawaran barter tahanan
ditolak pemerintahan Jokowi. Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop

menghubungi Menlu Indonesia Retno Marsudi lewat telpon untuk menyampaikan


secara langsung tawaran Australia. "Saya ingin menelusuri, apakah ada suatu
kemungkinan untuk menyelamatkan nyawa kedua orang muda ini, yang sudah
menjalani program rehabilitasi dengan baik," papar Bishop kepada stasiun radio
Australia ABC.
Pemerintah Australia menawarkan pertukaran dengan tahanan narkoba
asal Indonesia yang sedang ditahan di negara itu."Ada tahanan Indonesia di
penjara-penjara Australia. Apakah ada kesempatan bagi kita mempertimbangkan
pertukaran narapidana, atau permohonan grasi dalam pertukaran?" tutur Bishop.
Indonesia menolak Jaksa Agung HM Prasetyo menolak tawaran dari Australia.
Saya rasa tidak lazim," kata Prasetyo di Kejaksaan Agung "Ia menjelaskan,
tawaran itu tidak relevan dengan upaya Indonesia yang berniat menghukum mati
para terpidana narkotika. "Sekarang, saya tanya Anda, rela tidak orang yang
sudah meracuni bangsa kita kemudian kita tukar?" kata Prasetyo. "Itu tidak
pernah terpikirkan." Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo
Edhy Purdijatno juga menegaskan, eksekusi mati akan berlangsung.
Presiden Jokowi berulangkali menyatakan, eksekusi mati para pengedar
narkoba adalah upaya Indonesia menghadapi situasi darurat penyalahgunaan
narkotika yang sudah meluas. Upaya sampai saat-saat terakhir Menurut harian
Australia Sydney Morning Herald, ada tiga terpidana narkoba asal Indonesia yang
ditahan setelah kedapatan membawa 390 kg heroin dengan kapal dekat Port
Macquire, sekitar 400 km di utara Sydney. PM Australia Tony Abbott
menerangkan kepada parlemen, ia tetap meminta sambungan telpon ke kantor
Presiden Jokowi sampai saat-saat terkahir. "Tapi saya tidak bisa menjamin bahwa
permohonan kami akan diterima," kata Abbott
Sejak Januari lalu, perwakilan Australia sudah melakukan sedikitnya 20
pertemuan resmi dengan pejabat Indonesia untuk memohon pengampunan bagi
dua warganya, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Namun semua
permohonan itu ditolak Presiden Jokowi. Harian terkenal Perancis "Le Monde"
dalam tajuknya menulis: "Presiden Widodo menampilkan diri sebagai pemimpin
modern. Ia akan dihormati, jika ia mendemonstrasikan kemajuan berpikir dan
keterbukaan Indonesia dengan menghapus hukuman mati. Hukuman mati

bertentangan dengan hak-hak dasar manusia. Andai eksekusi mati tidak


dilaksanakan, itu saja sudah merupakan suatu langkah maju".