Anda di halaman 1dari 2

Perbandingan efektivitas krim ekstrak bawang putih 1

persen dan krim mikonazol 2 persen pada pengobatan Tinea


Kruris
Penulis

Rusetiyanti, Nurwestu
Pembimbing: dr. Soedirman Sastrodiprodjo, SpKK(K)

ABSTRACT : Background. Tinea cruris is dermatophytosis of the groin and pubic region.
Based on dermatovenerology outpatient clinic Dr. Sardjito Hospital data, tinea cruris is the most
prevalent dermatomycosis. Miconazole is first line topical agent to treat tinea cruris. Garlic has
been proved as potent antidermatophyte agent. Objective. To determine the effectiveness of
garlic extract 1% cream compared to miconazole 2% cream. Hypothesis. Garlic extract 1%
cream more effective than miconazole 2% cream in treatment of tinea cruris. Methods. Study
design is double blind randomised controlled trial parallel design. Subjects is patient with tinea
cruris at dermatovenerology outpatient clinic, age 15-65 year old, clinical values same or more
than 4, hyphae or arthrospora on wet mounting technique and culture grow. Evaluation will be
done on day 7, 14 and 28. Subject characteristics analyzed using student t test or chi square test.
Potassium hydroxide examination, culture, effectiveness and side effects analyzed using chi
square test. Clinical values analysed using MannWhitney test.
INTISARI : Latar Belakang. Tinea kruris merupakan dermatofitosis yang mengenai pangkal
paha dan regio perianal. Di RS Dr. Sardjito, berdasarkan kunjungan poliklinik Kulit dan
Kelamin, tinea kruris menduduki peringkat pertama dari seluruh dermatomikosis. Mikonazol
merupakan standar terapi topikal untuk tinea kruris. Bawang putih terbukti sebagai anti
dermatofita yang poten. Tujuan. Mengetahui efektivitas krim ekstrak bawang putih 1%
dibandingkan dengan krim mikonazol 2%. Hipotesis. Pemakaian ekstrak bawang putih 1% lebih
efektif dibandingkan dengan krim mikonazol 2% pada pengobatan tinea kruris. Metode. Desain
penelitian adalah double blind randomised controlled trial paralell design. Subyek penelitian
adalah penderita tinea kuris di poliklinik Kulit dan Kelamin, usia 15-65 tahun, nilai klinis sama
dengan atau lebih dari 4, kerokan skuama didapatkan hifa atau artrospora dan kultur tumbuh.
Penilaian dilakukan pada hari ke 7, 14 dan 28. Karakteristik subyek dinilai dengan student t test
atau chi square test. Pemeriksaan KOH, kultur jamur, efektivitas terapi dan ada tidaknya efek
samping diuji dengan chi square test. Nilai klinis diuji dengan Mann-Whitney test.
Penyakit Kulit,Tinea Kruris,Krim Ekstrak Bawang Putih 1 Persen dan
Mikonazol 2 Persen
Program Studi S2 Ilmu Kedokteran Klinik (Ilmu Kesehatan Kulit Kelamin) UGM
No Inventaris c.1 (0432-H-2005)
Kata kunci

Deskripsi
Bahasa
Jenis
Penerbit
Lokasi
File

xiii, 66 p., bibl., ills., 30 cm


Indonesia
Tesis
[Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2004
Perpustakaan Pusat UGM
Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi

* Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas

<< kembali