Anda di halaman 1dari 9

3.

2 EKSODONSIA
3.2.1 Tehnik Pencabutan
Pada dasarnya hanya ada 2 metode pencabutan . Metode pertama yang cukup memadai dalam
sebagian besar kasus biasanya disebut forceps extraction (pencabutan dengan tang) dan terdiri
dari pencabutan gigi atau akar dengan menggunakan tang atau bein atau kedua-duanya. Blade
instrument-instrumen ini ditekan masuk ke dalam membrane periodontal antara akar gigi dan
dinding tulang soket. Metode ini biasa disebut sebagai pencabutan intraalveolar
Metode pencabutan yang lain adalah memisahkan gigi atu akar dari perlekatannya dengan
tulang. Pemisahan ini dilakukan dengan mengambil sebagian tulang penyanngga akar gigi itu
yang mana kemudian dikeluarkan dengan bein dan/tang. Teknik ini lazimnya disebut surgical
method (metode pembedahan), tetapi karena semua pencabutan yang dilakukan merupakan
prosedur bedah, maka nama yang lebih baik dan lebih akurat adalah pencabutan trans-alveolar.
Prinsip-prinsip Mekanik pencabutan
Ekspansi dinding tulang soket, untuk memungkinkan pengambilan gigi yang terdapat di
dalamnya. Tindakan ini dilakukan dengan menggunakan gigi sebagi instrument yang dapat
melebarkan dan ini merupakan factor terpenting dalam pencanutan dengan tang.
Penggunaan sebuah pengungkit dan titik tumpu , untuk mendesak gigi atau akar keluar dari
soketnya sepanjang lintasan dengan hambatan terkecil. Ini merupakn factor dasar yang
menentukan penggunaan bein untuk mencabut gigi geligi serta akar0-akar dan penggunaan
instrument .
Penggunaan sebuah penjepit, antara akar gigi dan dinding tulang soket, yang mana menyebabkan
gigi terangkat dari soketnya.
Pencabutan Intra-Alveolar
Pencabutan gigi geligi rahang atas
Insisivus sentral sering memilki akar yang berbentuk konis dan dapat dapat diatasi dengan hanya
melakukan pergerakan rotasi.
Insisisvus lateral memilki akar-akar yang ramping dan seringkali permukaan mesial maupun
distalnya rata. Pilihlah tang blade yang kecil dan pegang akarnya dengan baik sebelum
memberikan tekanan pada gigi tersebut.
Caninus memilki akar yang panjang dan kuat dengan potongan melintang yang berbentuk
segitiga. Beberapa tang gigi caninus memilki ujung yang terlalu lebar sehingga membentuk
kontak 2 titik jika digunakan. Dengan benar dengan akarnya. Dalam sebagian kasus gigi ini lebih
baik dipecah.Bila akan melakukan pencabutan berganda, maka kemungkinan terjadinya fraktur
pada lapisan tulang labial pada saat caninus di cabut dapat berkurang dengan mencabut gigi ini
sebelum gigi insisivus lateral dan premolar pertamanya, karena pencabutan terlebih dahulu pada
gigi insisivus lateral dan premolar akan melemahkan lapisan tulang labial.
Premolar pertama rahang atas memilki dua akra kecil yang mungkin membengkok dan
meregang. Dan selama pencabutan sering terjadi fraktur.
Pencabutan Gigi geligi Rahang Bawah
Incisivus rahang bawah memiliki akar-akar yang kecil dan rata pada bagian
sampingnya(pipih).Gigi geligi ini mungkin sangat mudah untuk dicabut tapi kadang-kadang juga
sangat rapuh, sehingga harus digunakan tang dengan blade yang kecil.
Pencabutan dari keenam gigi anterior bawah, sering dapat di permudah dengan
menggoyangkannya dengan bein lurus.

Akar dari caninus rahang bawah lebih panjang dan lebih kokoh daripada akar gigi tetangganya.
Apeknya sering memiliki inklinasi ke distal. Harus dgnkan sbh tang dengan blade yang lebih
lebar dan penggunaannya pada gigi memerlukan kecermatan yang tinggi.
Premolar rahang bawah memiliki akar yang berbentuk runcing dan apeknya mungkin memiliki
inklinasi ke distal. Akar-akar premolar rahang bawah sering tertanam dalam tulang yang padat
dan jika terjadi fraktur selama pencabutan, biasanya harus dikeluarkan dengan jalan
pembedahan. Sepasang tang dengan blade yang cukup kecil untuk mendapatkan kontak dengan
dua titik pada akar harus digunakan secara hati-hati pada gigi tersebut.
Molar rahang bawah paling tepat dicabut dengan tang molar tapi banyak operator yang tidak
menggunakan tang ini oleh karena mereka menjumpai banyak kesulitan dalam memasukkan
blade yang lebar itu ke dalam membrane periodontal. Jika ia tidak bertindak hati-hati dalam
mendorong masuk blade ke dalam membrane periodontal sehingga massa akar dapat dipegang,
maka mahkota gigi itu akan hancur di dalam tang.
Pencabutan gigi geligi susu
Sementara pencabutan gigi geligi aanterior ini biasanmya sangatlah mudah bila menggunakan
tehnik dasar, tapi pencabutan terhadap gigi molar pertama san molar kedua susu kadang-kadang
lebih sulit daripada gigi permanen penggantinya. Kesulitan ini ditimbulkan oleh gabungan dari
beberapa factor.mulut yang kecil dan memberikan jalan masuk terbatas, dan gigi premolar yang
sedang di bentuk terdapat diantara akar-akar gigi susu pendahulunya
Tehnik pencabutan gigi geligi susu ini pada dasarnya sama dengan tehnik yang digunakan dalam
pencabutan terhadap gigi geligi permanen. Yang penting terutama bila menggunakan tang, adalah
memastikan bahwa bladenya cukup kecil agar dapat masuk ke dalam membrane periodontal dan
blade ini digunakan pada akar.
Pencabutan Trans-Alveolar
Metode pencabutan ini terdiri dari pemisahan gigi atau akar dari perlekatannya dengan tulang.
Metode ini sering disebut dengan metode terbuka atau metode pembedahan. Namun karena
semua pencabutan yang dilakukan merupakan suatu prosedur bedah, maka nama yang lebih baik
dan lebih akurat adalah pencabutan :trans-alveolar, dan metode ini harus digunakan bila
terdapat salah satu dari indikasi-indikasi berikut ini :
Setiap gigi yang tidak dapat dicabut dengan pencabutan intra-alveolar dengan menggunakan
gaya yang cukup besar.
Sisa akar yang tidak dapat dipegang dengan tang atau dikeluarkan dengan bein, terutama sisa
akar yang berhubungan dengan sinus maksilaris
Riwayat pencabutan-pencabutan yang sulit
Setiap gigi dengan restorasi yang cukup besar , terutama bila akarnya telah diisi atau tak
berpulpa
Gigi geligi yang mengalami hipersementosis atau ankilosis
Gigi geligi yang m,engalami geminasi atau dilaserasi
Gigi geligi yang secara roentgenologis menunjukkan pola-pola akar yang rumit, atau akar akar
dengan arah lintasan pengeluaran yang tidak menguntungkan atau rumit.
Bila akan dicabut pemasangan gigi tiruan segera atau sesaat setelah pencabutan.
Setelah memutuskan akan menggunakan metode trans-alveolar untuk mencabut sebuah gigi
atau akar, jenis anastesi yang akan digunakan harus ditetapkan, dan rencana secara keseluruhan
untuk mengatasi kesulitan-kesulitan serta menghindari atau menghadapi setiap komplikasi-

komplikasi yang mungkin terjadi harus disusun.komponen-komponen yang penting dari rencana
semacam ini adalah bentuk flap mukopeiostealnya, metode yang akan digunakanuntuk
mengeluarkan gigi atau akar-akar dari soketnya , dan pengambilan tulang yang dibutuhkan untuk
memudahkannya.
3.2.2 Instrumen Untuk Eksodonsia
Tiap dokter gigi memiliki instrument favorit dan ini menyebabkan kesulitan dalam penyusunan
alat-alat yang dipergunakan . Mahasiswa yang sedang belajar melakukan pencabutan gigi, harus
dilatih menggunakan instrument yang terbatas pada tahap pertama. Untuk itu amatlah baik bila
digunakan instrument dasar dan meskipun para pembimbing mungkin memiliki pandangan yang
berbeda tentang komposisi satu perangkat instrument, kebanyakan menyetujui penggunaan
instrument baja tahan karat karena kepraktisannya.
Peralatan modern yang dianjurkan untuk tujuan ini secara mudahnya digolongkan menjadi dua
golongan yaitu tang dan elevator,
Tang Pencabut Gigi
Untuk Gigi Tetap Nomor
Tang akar gigi bawah (kecil) 74n
Tang akar gigi bawah (besar) 137
Tang mahkota gigi molar bawah 73
Tang atas lurus (kecil) 29
Tang atas lurus (besar) 2
Tang premolar atas (read) 76s
Tang premolar atas (kecil) 147
Tang mahkota gigi molar atas (kiri dan kanan) 94 dan 95
Tang bayonet atas 101
Untuk Gigi Sulung
Tang atas lurus 163
Tang akar gigi atas lurus 159
Tang mahkota gigi molar atas 157
Tang akar gigi bawah 162
Tang mahkota gigi molar atas 160

Elevator
Bentuk Warwick James (kiri dan kanan)
Bentuk Cryer 30/31 (kiri dan kanan)
Bentuk Lindo Levien (besar, sedang dan kecil)
Mouth gag dengan lidah Ferguson
Pengganjal gigi McKesson (1 set terdiri dari 3 buah)
3.2.4 Perbedaan Eksodonsia Pada Gigi Sulung Dan Gigi Permanen
Pencabutan Gigi Susu
Pencabutan gigi susu atas : Gigi susu bisa dicabut dengan menggunakan tang (#150 atau #151
(#150 S atau # 151 S). Gigi molar susu atas mempunyai akar yang memancar,yang menyulitkan

pencabutannya. Apabila masalah tersebut ditambah dengan adanya resorpsi maka tekanan
berlebihan sebaiknya dihindari. Seperti pada pencabutan semua gigi atas, digunakan pinch grasp
dan telapak menghadap keatas.
Pencabutan gigi susu bawah : Untuk pencabutan gigi molar susu, digunakan tang #151 dengan
sling grasp, seperti pada gigi molar atas, biasanya gigi ini mempunyai akar resopsi yang
divergen. Pertimbangan utama pada pencabutan gigi susu adalah menghindari cedera pada gigi
permanen yang sedang berkembang. Misalnya tang #23 (crownHorn), bukan merupakan pilihan
yang cocok untuk molar bawah susu. Apabila diperkirakan akan terjadi cedera selama
pencabutan dengan tang, sebaiknya direncanakan pembedahan dan pemotongan gigi susu.
Resorpsi akar menimbulkan masalah dalam apakah akar ini sudah keluar semuanya atau belum.
Apabila ada keraguan, sebaiknya dilakukan foto rontgen. Sedangkan apabila pengambilan fraktur
akar dianggap membahayakan gigi permanen penggantinya, pencabutan gigi sebaiknya ditunda
karena rasio manfaat / resiko tidak menguntungkan.
Meskipun pencabutan gigi anterior susu biasanya amat mudah dilakukan dengan teknik dasar
pencabutan gigi. Gigi posterior susu terkadang lebih sulit dicabut daripada gigi tetap
penggantinya. Beberapa faktor berkombinasi menyebabkan kesulitan ini. Mulut anak kecil dan
akses terbatas serta gigi premolar yang sedang terbentuk terletak dikitari akar gigi susu sehingga
dapat rusak bila gigi molar susu diatasnya dicabut. Gigi molar susu tidak memiliki massa akar
dan karies yang kadang meluas hingga ke akar gigi membuatnya sulit untuk dipegang dengan
tang. Resorpsi akar gigi pada gigi geligi campuran tidak terjadi dalam pola yang teratur dari
apeks ke mahkota gigi. Sering bagian samping dari akar gigi teresopsi dan secara tidak sengaja
menahan fragmen akar gigi.
Teknik pencabutan gigi susu pada dasarnya dalah sama seperti teknik yang dipergunakan untuk
mencabut gigi tetap. Yang amat penting adalah ketika mengaplikasikan tang harus yakin bahwa
bilah tang cukup kecil untuk melewati membrane periodontal dan bahwa bilah benar
diaplikasikan pada akar gigi. Bila tang hanya ditempatkan pada sisi bukal dan lingual dari gigi
dan dipaksakan masuk kedalam jaringan benih gigi tetap pengganti dapat menjadi rusak.
Gerakan kearah lingual yang kuat biasanya menyebabkan gigi muncul dari soketnya dan dapat
dicabut dengan gerakan kebukal dan rotasi kedepan. Lebih baik meninggalkan patahan fragmen
akar gigi susu yang kecil yang akan mengalami resopsi atau eksfoliasi daripada merusak atau
mengubah posisi benih gigi tetap pengganti dalam upaya menenemukan lokasi dan mengambil
fragmen akar gigi susu tadi. Keputusan untuk mengambil akar gigi tersebut, jaringan lunak harus
cukup terbuka sehingga operator dapat melihat jelas hubungan benih gigi tetaP pengganti dan
memmungkinkan operator mengeluarkan fragmen akar gigi tadi dengan melihat langsung.
Sewaktu mengaplikasikan bilah tang pada akar yang mengalami karies didaerah gusi harus
disadaribahwa gusi cenderung untuk tumbuh masuk ke dalam gigi tersebut, sehingga bagian tepi
akar gigi tersebut sebaiknya benar-benar terlihat. Akar gigi susu yang tidak dpat dipegang
dengan tang, harus digoyangkan kedalam kearah gigi tetap yang sedang bertumbuh
menggunakan elevator Warwick James, dengan memakai dinding soket sebagai tumpuan. Akar
gigi susu yang dicabut harus diperiksa untuk memeriksa bahwa pencabutan telah sempurna.
Permukaan gigi yang patah terasa rata dan mengkilap dengan tepi yang tajam, akar yang
mengalami resopsi biasanya kasar dengan tepi tidak berbentuk tidak teratur.

Pencabutan Gigi Permanen


Pencabutan gigi geligi atas
Insisivus pertama memiliki akar gigi yang konus dan dapat dilakukan pencabutan hanya dengan
gerakan rotasi saja. Insisivus kedua memiliki akar gigi yang yang lebih ramping dan sering datar
pada permukaan distal dan mesial. Pilihlah bilah tang yang lebih kecil dan bilah tang harus
benar-benar masuk ke dalam akar gigi sebelum memberikan tekanan pada gigi.
Kaninus memiliki akar gigi yang panjang dan kuat dengan potongan melintang yang berbentuk
segitiga. Beberapa tang kaninus memiliki bilah tang yang terlalu lebar untuk membentuk
kontak dua titik, jika diaplikasikan dengan benar pada akar gigi.
Premolar pertama atas memiliki dua akar gigi yang kecil, yang melengkung atau divergen dan
fraktur dapat terjadi selama pencabutan.
Pada mulut dengan gigi yang berjejal, gigi premolar kedua atas sering keluar dari lengkung gigi.
Pada beberapa kasus gigi tersebut dipegang dalam arah mesiodistal dengan tang yang dipegang
menyilang lengkung gigi dan pencabutan dilakukan, berarti pencabutan gigi ini harus dengan
pembedahan.
Akar gigi molar pertama atas tetap dapat menyebar sehingga bila tang molar dipergunakan,
haruslah hati-hati untuk memastikan bahwa bilah tangbenar-benar masuk kemembran
periodontal sehingga dapat memegang masa akar gigi. Pada beberapa kasus, diindikasikan
pencabutan transalveolar dengan pemecahan akar gigi.
Posisi sumbu panjang akar gigi molar ketiga atas adalah sedemikian rupa sehingga mahkota gigi
terletak lebih posterior daripada akar giginya. Ini mempersulit aplikasi tang.dan bila mulut pasien
membuka terlalu lebar, prosesus koronoid dapat mengganggu masuknya tang dan menambah
kesulitan. Namun, bila pasien menutup separuh mulut dan tang bayonet atau tang
premolardigunakan, biasanya gigi dapat dipegang dengan benar, dan dengan tekanan kearah
bukal sudah dapat mengeluarkannya. Gerakan kearah bukal ini dapat dilakukan apabila pasien
menggerakan mandibulanya kesisi pencabutan, sehingga menggerakan procesus koronoid keluar
dari daerah operasi. Pada banyak kasus, akar gigi ini memiliki bentuk konus yang sederhana ,
tapi terkadang bentuk akar menjadi lebih rumit sehingga menghambat pencabutan dengan tang
dan untuk kasus ini diindikasikan pencabutan dengan pembedahan.
Pencabutan gigi geligi bawah
Gigi insisivus bawah memiliki akar yang kecil dengan sisi yang rata. Gigi-gigi ini dapat dengan
mudah dicabut, tapi terkadang sangat rapuh. Tang dengan bilah kecil harus digunakan.
Pencabutan dari keenam gigi anterior bawah, dapat juga dibantu dengan menggoyangkannya
menggunakan elevator atau bein lurus.
Akar gigi dari kaninus bawah lebih panjang dan lebih besar daripada gigi sebelahnya. Apeksnya
terkadangmiring kedistal. Tang dengan bilah yang lebih besar harus digunakan dan diaplikasikan
dengan cermat pada gigi.
Gigi premolar bawah memiliki akar berbentuk mengecil kebawah dan apeksnyadapat miring
kedistal. Akar gigi premolar bawah akarnya sering tertanam pada tulang yang padat dan apabila
fraktur selama pencabutan gigi biasanya dilakukan pembedahan untuk mengeluarkannya. Tang
dengan bilah kecil dengan menghasilkan kontak 2 titik pada akar, harus diaplikasikan dengan
hati-hati. Gerakan pertama harus kuat tapi perlahan, dan hanya untuk pencabutan gigi premolar
kedua saja, gerakan pertama yang harus dilakukan adalah rotasi. Bila terasa ada tahanan pada
rotasi. Bila terasa ada tahanan padarotasi pertama jangan dipaksakan dan cobalah gerakan yang
lebih klasik yaitu gerakan kelateral. Bila pencabutan drngan gerakan rotasi tetap diteruskan,

fraktur akar berbentuk spiral dapat terjadi dan meninggalkan patahan akar gigi yang sulit
dikeluarkan.
Gigi molar bawah paling bagus dicabut dengan tang molar, tapi banyak operator tidak
menggunakan tang ini karena mereka ,erasa lebih sulit memasukkan bilah tang membrane
periodontal tidak dilakukan dengan hati-hati, mahkota gigi dapat hancur akibat terjepit oleh tang.
Pada pencabutan gigi dengan karies gigi yang amat besar, banyak dokter gigi lebih suka
mengaplikasikan tang pada akar gigi daripada bagian mahkota gigi yang lebih sehat. Gigi ini
sering digoyangkan dengan tekanan kearah bukolingual dan paling baik dicabut dengan
tambahan gerak rotasi. Pencabutan gigi molar kedua dan ketiga bawah, terkadang dapat dibantu
dengan aplikasi elevator pada sebelah mesial sebelum aplikasi tang. Teknik ini seharusnya tidak
dilakukan selama pencabutan dengan tang gigi molar pertama tetap bawah karena dengan pola
akar berbeda premolar kedua, perlekatan gigi premolar kedua dapat rusak akibat tekanan yang
disalurkan melalui septum interdental. Bentuk akar dari gigi molar ketiga bawahtetap amat
bervariasi sehingga harus dibuat pemotretan radiografi sebelum pencabutan gigi, meskipun gigi
tersebut erupsi penuh. Dalam banyak kasus, gigi ini lebih baik dibedah dari perlekatannya.
3.2.5 Perbedaan Tindakan Eksodonsi pada Mandibula dan Maksila serta Regio-regionya
Pengaturan Umum
Posisi Operator. Untuk mencabut semua gigi kecuali gigi molar kanan bawah, premolar dan
kaninus, operator berdiri pada samping tangan pasien, seperti gambar A. Untuk pencabutan gigi
kanan bawah dengan metode intra-alveolar, operator harus di belakang pasien seperti gambar C.
Terkadang operator harus berdiri lebih tinggi dengan menginjak suatu kursi kecil supaya
memperoleh posisi kerja optimal.
Tinggi Kursi Pasien. Ini adalah pertimbangan penting yang terkadang diabaikan. Bila daerah
pencabutan terlalu tinggi atau terlalu rendah bagi operator, berarti operator bekerja pada keadaan
mekanis yang tidak menguntungkan dan dalam posisi yang melelahkan serta tidak nyaman.
Bila hendak dilakukan pencabutan gigi atas, kursi pasien harus disesuaikan sehingga daerah
kerja lebih kurang 8 cm di bawah bahu operator (gambar A). Selama pencabutan gigi bawah,
tinggi kursi pasien harus diatur sehingga gigi yang akan dicabut lebih kurang 16 cm di bawah
siku operator (gambar B). Bila operator berdiri di belakang pasien (gambar C), kursi pasien harus
direndahkan secukupnya agar dokter gigi dapat melihat jelas daerah kerja dan memperoleh posisi
kerja yang nyaman. Hal ini dapat diperoleh bila dokter gigi menggunakan kotak pijakan
khususnya untuk pasien yang tinggi.
Lampu. Walaupun agak berlebihan untuk mnegatakan bahwa pencahayaan yang baik pada
daerah kerja adalah mutlak untuk keberhasilan pencabutan gigi, kegagalan memperoleh
penerangan yang cukup pada daerah kerja adalah kesalahan yang biasa terjadi, dan merupakan
alasan utama kegagalan sejumlah pencabutan gigi.
Dokter gigi harus mencoba untuk melakukan pekerjaan dalam suasana yang tenang, efisien, tidak
terburu-buru, dan sesuai dengan metode. Ini, bersamaan dengan dorongan yang simpatik, akan
banyak berpengaruh dalam memperoleh kerjasama dan kepercayaan dari pasien. Operator harus
mencegah timbulnya kekhawatiran dari pihak pasien dengan hanya menunjukkan instrumen bila
tidak lagi dapat disembunyikan. Ia harus berpijak stabil selama prosedur perawatan dan harus
yakin bahwa sepatu maupun lantai yang dipijaknya tidak mengganggu keseimbangan tubuh.

Pencabutan dengan Tang


Pencabutan Gigi Geligi Atas
Insisivus pertama memiliki akar gigi yang konus dan dapat dilakukan pencabutan hanya dengan
gerakan rotasi saja.
Insisivus kedua memiliki akar gigi yang lebih ramping dan sering datar pada permukaan distal
dan mesial. Pilihlah bilah tang yang lebih kecil dan bilah tang harus benar-benar masuk ke dalam
akar gigi sebelum memberikan tekanan pada gigi.
Kaninus memiliki akar gigi yang panjang dan kuat dengan potongan melintang berbentuk
segitiga. Beberapa tang kaninus memiliki bilah yang terlalu lebar untuk membentuk kontak dua
titik, jika diaplikasijan dengan benar pada akar gigi. Pada banyak kasus, gigi ini lebih baik
dibelah. Bila pencabutan multipel dilakukan, kemungkinan patahnya pelat tulang alveolar
sebelah labial sewaktu mencabut gigi kaninus dapat dikurangi dengan mencabut gigi ini sebelum
pencabutan gigi insisivus kedua dan gigi premolar pertama akan melemahkan pelat tulang
alveolar sebelah labial.
Premolar pertama atas memiliki dua akar yang kecil, yang melengkung atau divergen, dan
fraktur dapat terjadi selama pencabutan. Pada beberapa kasus, sumbu panjang gigi semakin ke
atas semakin miring ke medial, apeksnya lebih dekat dengan gigi kaninus daripada apeks gigi
premolar kedua. Inklinasi gigi perlu diperhatikan dan berhati-hatilah ketika menempatkan bilah
tang yang kecil sepanjang sumbu panjang gigi.
Sering dianjurkan agar gigi ini ditarik, tapi pada praktiknya gerakan ke lateral sering diperlukan
untuk mengeluarkan gigi dengan akar pipih yang divergen. Bila lebih dominan dilakukan
gerakan lateral dalam arah ke bukal dan terjadi fraktur akar gigi, akar palatal biasanya dapat
dikeluarkan semuanya, meninggalkan akar bukal yang lebih mudah untuk dikeluarkan dengan
pembedahan. Bila gigi telah nekrosis atau memiliki restorasi yang besar, atau bila pasien
mempunyai riwayat kesulitan dalam pencabutan gigi, teknik transalveolar merupakan indikasi.
Bila molar pertama atas tetap telah hilang, gigi premolar atas dapat miring ke distal dan rotasi
pada akar palatalnya. Rotasi ini, dan juga kemiringan, harus dipertimbangkan dengan cermat bila
mengaplikasikan bilah tang pada gigi.
Gigi premolar kedua sering keluar dari lengkung rahang pada mulut dengan gigi yang berjejal.
Pada beberapa kasus gigi tersebut dapat dipegang dalam arah mesiodistal dengan tang yang
dipegang menyilang lengkung gigi, dan pencabutan gigi ini harus dengan pembedahan.
Akar gigi molar pertama atas tetap dapat menyebar sehingga bila tang molar dipergunakan,
haruslah hati-hati untuk memastikan bahwa bilah tang benar-benar masuk ke membran
periodontal sehingga dapat memegang massa akar gigi. Pada beberapa kasus, diindikasikan
pencabutan transalveola dengan pemecahan akar gigi.
Bila gigi molar pertama telah hilang, dan gigi molar atas lainnya migrasi, gigi tersebut cenderung
rotasi pada akar palatal dan miring ke mesial. Atau pada beberapa kasus, posisi massa akar molar
kedua atas oblik terhadap mahkota gigi, sehingga disebut akar molar oblik. Pada kedua
keadaan tersebut, dapat massa akar sulit atau tidak mungkin dipegang dengan tang molar; maka
tang premolar atas harus digunakan, dengan bilah bukal ditempatkan hati-hati pada akar
mesiobukal atau distobukal, tetapi jangan di antaranya.
Posisi sumbu panjang akar gigi molar ketiga atas adalah sedemikian rupa sehingga mahkota gigi
terletak lebih posterior daripada akar giginya. Ini mempersulit aplikasi tang, dan bila mulut
pasien membuka terlalu melebar, prosesus koronoid dapat mengganggu masuknya tang dan
menambah kesulitan. Namun, bila pasien menutup separuh mulut dan tang bayonet atau tang
premolar digunakan, biasanya gigi dapat dipegang dengan benar, dan dengan tekanan ke arah

bukal sudah dapat mengeluarkannya. Gerakan ke arah bukal ini dapat dilakukan bila pasien
menggerakkan mandibulanya ke sisi pencabutan, sehingga menggerakkan prosesus koronoid
keluar dari daerah operasi. Pada banyak kasus, akar gigi ini memiliki konus yang sederhana, tapi
terkadang bentuk akar menjadi lebih rumit, sehingga menghambat pencabutan dengan tang, dan
untuk kasus ini diindikasikan pencabutan dengan pembedahan.
Jangan mencoba mengaplikasikan tang pada gigi molar ketiga atas yang erupsi sebagian atau
pada akar gigi posterior atas kecuali bila kedua permukaan bukal dan lingual terlihat jelas. Bila
tekanan diaplikasikan ke arah atas, gigi atau akar gigi dapat masuk ke dalam sinus maksilaris.
Pencabutan Gigi Geligi Bawah
Gigi insisivus bawah memiliki akar yang kecil dengan sisi yang rata. Gigi-gigi ini dapat dengan
mudah dicabut, tapi terkadang sangat rapuh. Tang dengan bilah kecil harus digunakan.
Pencabutan dari keenam gigi anterior bawah, dapat juga dibantu dengan menggoyangkannya
menggunakan elevator/bein lurus.
Akar dari kaninus bawah lebih panjang dab lebih besar daripada gigi sebelahnya. Apeksnya
terkadang miring ke distal. Tang dengan bilah yang lebih besar harus digunakan dan
diaplikasikan dengan cermat pada gigi.
Gigi premolar bawah memiliki akar berbentuk mengecil ke bawah dan apeksnya dapat miring ke
distal. Akar gigi premolar bawah sering tertanam dalam tulang yang padat dan bila fraktur
selama pencabutan gigi biasanya diperlukan pembedahan untuk mengeluarkannya. Tang dengan
bilah kecil yang menghasilkan kontak dua titik pada akar, harus diaplikasikan dengan hati-hati.
Gerakan pertama harus kuat tapi perlahan, dan hanya untuk pencabutan gigi premolar kedua saja,
gerakan pertama adalah rotasi. Bila terasa tekanan pada rotasi pertama , jangan dipaksakan dan
cobalah gerakan yang lebih klasik, yaitu gerakan ke lateral. Bila usaha pencabutan dengan
gerakan rotasi tetap diteruskan, fraktur akar berbentuk spiral dapat terjadi, dan meninggalkan
patahan akar gigi yang sulit dikeluarkan.
Gigi molar bawah paling baik dicabut dengan menggunakan tang molar, tatapi banyak operator
tidak menggunakan tang ini karena mereka lebih sulit memasukkan bilah tang yang lebih lebar
ke dalam membran periodontal. Jika penekanan bilah tang ke dalam membran periodontal tidak
dilakukan dengan hati-hati, mahkota gigi dapat hancur akibat terjepit oleh tang. Pada pencabutan
gigi dengan karies yang amat besar, banyak dokter gigi lebih suka mengaplikasikan tang pada
aka gigi daripada bagian mahkota gigi yang lebih sehat. Gigi ini sering digoyangkan dengan
tekanan ke arah bukolingal dan paling baik dicabut dengan tambahan gerak rotasi. Pencabutan
gigi molar kedua dan ketiga bawah terkadang dapat dibantu dengan aplikasi elevator pada
sebelah mesial sebelum aplikasi tang. Teknik ini seharusnya tidak dilakukan selama pencabutan
gigi molar pertama bawah tetap karena dengan pola akar yang berbeda dengan gigi premolar
kedua, perlekatan gigi premolar kedua dapat rusak akibat tekanan yang disalurkan melalui
septum interdental. Bentuk akar dari gigi molar ketiga bawah tetap amat bervariasi sehingga
harus dibuat pemotretan radiografi sebelum pencabutan gigi, meskipun gigi tersebut erupsi
penuh. Dalam banyak kasus, gigi ini lebih baik dibedah dari perlekatannya.
3.2.6 Penatalaksanaan Bedah
Diagnosis dan Rencana Perawatan
Anamnesis untuk memperoleh riwayat secara lengkap dan pemeriksaan klinis yang didukung
oleh metode pemeriksaan tertentu bila perlu, memungkinkan diduganya kesulitan yang bakal
terjadi, dan komplikasi serta menetapkan pilihan teknik pencabutan yang tepat.
Keputusan yang perlu diambil sehubungan dengan pembedahan

Pasien rawat jalan atau rawat inap, ditentukan oleh


Kondisi pasien
Kemungkinan lamanya operasi
Indikasi jenis anastesi
Apakah perlu kesiapan khusus?
instruksi kepada pasien
- apakah perlu pemberian pramedikasi?
- apakah perlu pemberian nantibotik terlebih dahulu ?
- apakah dipetlukan bentukk perawatan medis yang lain (seperti antikonvulsi, insulin,
antikoagulan atau terapi steroid?
Pada saat operasi
Yakin bahwa semua instrument yang mungkin diperlukan sudah tersedia dan sudah steril (dengan
cara memikirkan tiap tahap prosedur dan mencatat daftar intrumen yang diperlukan untuk
melakukan tahap prosedur tadi)
Letakkan instrument dalam urutan seperti biasa pada baki steril atau pada trolley yang telah
didesinfeksi kering dengan bagian atasnya ditutup dengan lap steril.
Bila instrument yang dipergunakan mempunyai satu ujung, hanya tangkai instrument ygang
boleh disentuh.
Setelah digunakan, instrument harus dikembalikan ke tempat semula pada baki atau trolley.
Bahan-bahan yang kotor harus ditempatkan pada tempat yang terpisah.
Keperluan lain, penerangan yang cukup, asisten yang terampil, gambaran radiografis daerah
operasi, anastesi yg efektif, dan rencana operasi yang disusun untuk mengatasi kesulitan dan
menghindari komplikasi.
Pasca operasi
Resepkan analgesic seperlunya
Memberikan instruksi yang jelas sehubungan dengan
Kebersihan mulut,termasuk penggunaan kumur-kumur larutan saline hangat
Perdarahan, rasa sakit setelah dioperasi dan pembengkakan pasca operasi
Indikasi untuk perawatan darurat serta hal-hal yang perlu dilakukan
Buat janji untuk kanjungan berikutnya.