Anda di halaman 1dari 4

APA YANG DISEBUT DENGAN PENYAKIT GLAUKOMA ?

Glaukoma adalah suatu kelainan mata yang berupa rusaknya serabut syaraf optic pada daerah sekitar tempat keluar
bola mata. Serabut syaraf ini berfungsi membawa informasi dari lapisan retina yang sensitive terhadap sinar, menuju
otak agar dapat diterima sebagai gambar yang dapat kita lihat. Mata anda membutuhkan sejumlah tekanan tertentu
agar dapat berfungsi baik. Pada beberapa orang, tekanan bola mata ini dapat meninggi sehingga akan
menyebabkan kerusakan syaraf optic. Dapat pula terjadi bahwa tekanan bola mata masih normal akan tetapi tetap
terjadi kerusakan syaraf optic yang disebbakan karena syaraf optiknya sendiri yang sudah lemah. (tekanan bola mata
tidaklah sama dengan tekanan darah )
FAKTOR APA SAJA YANG MENGONTROL TEKANAN BOLA MATA ?
Satu lapisan sel dibelakang iris bertugas memproduksi cairan yang disebut AKUOS. Cairan ini akan mengalir menuju
lubang pupil dan akan meninggalkan bolata mata melalui saluran kecil menuju pembuluh darah. Normalnya antara
produksi AKUOS dan aliran keluarnya adalah seimbang. Jika lairan keluarnya terhambat atau produksinya
berlebihan, maka tekanan bola mata akan meninggi (cairan akuos bukanlah air mata).
MENGAPA TEKANAN BOLA MATA YANG TINGGI BERBAHAYA ?
Apabila saraf optic mendapat tekanan yang berlebihan, maka akan menjadi kerusakan disana. Besarnya kerusakan
tergantung pada besarnya dan lamanya tekanan, maupun buruknya liran darah disarf optic. Tekanan yang sangat
tinggi akan menyebabkan kerusakan yang cepat, sedangkan tekanan yang tidak tinggi akan menyebabkan
kerusakan yang perlahan-lahan dan akan menyebabkan kebutaan perlahan0lahan dan akan menyebabkan kebutaan
perlahan-lahan pula apabila tidak segera ditangani.
ADA BERAPA JENIS GLAUKOMA ?
Ada 4 jenis, 1. Glaukoma Kronis (kronis=lambat), mula-mula cairan akuos dapat berjalan lancar akan tetapi semakin
lama aliran akan melambat karena ada hambatan. Tekanan bola mata akan meninggi perlahan-lahan sehingga tak
ada gejala nyeri sama sekali akan tetapi lapang pandang mata akan menyempit perlahan-lahan. 2. Galukoma akut
(akut=tiba-tiba). Hal ini terjadi cairan akibat adanaya hambatan mendadak dan aliran akuos di sudut bilik mata
depan. Serangan ini akan menimbulkan rasa nyeri dan dapat membuat kerusakan permanent pada penglihatan
apabila diobati. 3. Glaukoma sekunder. Tekana bola mata yang meninggi akibat penyakit mata lainnya. 4. Glaukoma
Kongenital. Merupaakn penyakit yang jarang terjadi, terutama pada anak-naka akibat gangguan perkembangan pada
matanya.
ADAKAH FAKTOR RESIKO TERJADINYA GLAUKOMA KHRONIK ?
Ya, ada bebrapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan Glaukoma Khornik. Umur, Resiko akan meningkat
pad umur 40 ahun keatas (1%) dan pada 65 tahun keatas 5 % Ras. Resiko sangat tinggi pad ras Afrika Riwayat
keluarga. Apabila dalam keluarga ada yang terkena Glaukoma Khronik, maka sebaiknya anda memeriksakan mata
secara rutin apabila umur lebih dari 40 tahun. Disarankan agar anggota keluarga yang lain juga memeriksakan diri.
Miopia. Penderita rabun jauh terutama dengan minus besar mempunyai kecenderungan terjadinya Glaukoma
Khronik. Diabetes dipercaya meningkatkan terjadinya resiko penyakit ini.

BAGAIMANA GLAUKOMA KHRONIK DAPAT MENYEBABKAN KEBUTAAN ?


Bahanya glaucoma jenis ini adalah bahwa pasien merasa normal, idak ada nyeri dan penglihatan dirasakan normal,
padahal sudah mulai terjadi kerusakan penglihatan. Terkadang hanya mengeluh penglihatan satu mata agak meurun
dibandingkan mata sebelahnya. Tanda awal hilangnya lapang pandang biasanya terlihat berupa adanya area
lengkungan yang idak terlihat (gelap) sedikit diatas atau dibawah penglihatan sentral. Daerah gelap ini akan meluas
apabila idak diobati atau ditangani sehingga daerah yang sempit seperti kita melihat pada lubang kunci (tunnel
vision).
BAGAIMANA CARA MENGETAHUI GLAUKOMA KHRONIK ?
Sebagaimana diketahui bahwa glaucoma khronik lebih sering terjadi pada umur 40 tahun keatas, maka sebaiknya
memeriksakan diri setiap 2 tahun dan melakukan 3 tes : 1. Mengukur tekanan bola mata 2. Memeriksakan keadaan
saraf optic 3. Melakukan pemeriksaan lapang pandang.
BAGAIMANA CARA MENGOBATI GLAUKOMA KHRONIK ?
Tujuan utama pengobatan glaucoma khronik adalah dengan cara menurunkan tekanan bola mata menggunakan
obat-obatan terutama obat tetes. Apabila pengobatan tidak berhasil maka dapat beralih kep pengobatan dengan
sinar laser atau operasi yang disebut TRABEKULEKTOMI.
APAKAH GLAUKOMA KHRONIK DAPAT DISEMBUHKAN ?
Walaupun kerusakan tang sudah terjadi tidak dapat diperbaiki lagi, tetapi dengan diagnosa dini dan pemeriksaan
serta pengobatan yang teratur maka kerusakan dapat dihambat seminimal mungkin.
APAKAH ITU GLAUKOMA AKUT ?
Pada Glaukoma akut terjadi peninggian tekanan bola mata secara mendadak karena adanya hambatan aliran
AKUOS.
BAGAIMANA GEJALA GLAUKOMA AKUT ?
Mata mendadak teras nyeri, merah, penglihatan terganggu bahkan sampai tidak dapat melihat. Terkadang disertai
mual, muntah dan dapat pula ,elihat gambaran pelangi sewaktu melihat bola lampu.
DAPATKAH GLAUKOMA AKUT DISEMBUHKAN ?
Apabila cepat didiagnosa dan cepat ditangani dengan tepat kemungkinan penglihatan dapat kembali membaik.
Menunda-nunda pengobatan dapat menyebabkan kehilangan penglihatan yang permanent. Glaukoma adalah
kelompok penyakit mata yang disebabkan oleh tingginya tekanan bola mata sehingga menyebabkan rusaknya saraf
optik yang membentuk bagian-bagian retina retina dibelakang bola mata. Saraf optik menyambung jaringan-jaringan
penerima cahaya (retina) dengan bagian dari otak yang memproses informasi pengelihatan.
Glaukoma adalah bagian penyakit mata yang menyebabkan proses hilangnya pengelihatan, tetapi proses ini dapat
dicegah dengan obat-obatan, terapi laser dan pembedahan. Perlu dicatat bahwa setelah terjadi hilangnya

pengelihatan yang disebabkan oleh glaukoma, maka hal ini tidak dapat disembuhkan kembali, maka sangat penting
untuk mencegah atau menghentikan proses hilangnya penelihatan ini.
Apa saja gejala-gejala Glaukoma?
Yang mengkhawatirkan, glaukoma seringkali timbul tanpa gejala sampai pada fase terakhir, kecuali glaukoma jenis
akut (tekanan bola mata tiba-tiba meninggi sehingga mata terasa sakit sekali). Karena itu deteksi dini glaukoma
sangat penting, konsultasikan ke dokter spesialis mata anda mengenai glaukoma untuk pendeteksian dini.
Pada fase lanjut glaukoma, gejala-gejala berikut mungkin timbul: Hilangnya pengelihatan sisi samping (perifer). Sakit
kepala Pengelihatan kabur Melihat pelangi bila melihat sumber cahaya terang (misalnya lampu)
Siapa-siapa saja yang berisiko terkena Glaukoma? Pada prinsipnya siapa saja dapat terkena glaukoma. Mulai dari
bayi baru lahir sampai pada orang tua. Tetapi penting bila kita mengetahui faktor-faktor risiko dari glaukoma.
Faktor-faktor risiko glaukoma:
Umur
Risiko glaukoma bertambah tinggi dengan bertambahnya usia. Terdapat 2% dari populasi usia 40 tahun yang terkena
glaukoma. Angka ini akan bertambah dengan bertambahnya usia.
Riwayat anggota keluarga yang terkena glaukoma
Untuk glaukoma jenis tertentu, anggota keluarga penderita glaukoma mempunyai resiko 6 kali lebih besar untuk
terkena glaukoma. Resiko terbesar adalah kakak-beradik kemudian hubungan orang tua dan anak-anak.
Tekanan bola mata
Tekanan bola mata diatas 21 mmHg berisiko tinggi terkena glaucoma. Meskipun untuk sebagian individu, tekanan
bola mata yang lebih rendah sudah dapat merusak saraf optik. Untuk mengukur tekanan bola mata dapat dilakukan
dirumah sakit mata dan/atau dokter spesialis mata.
Obat-obatan
Pemakai steroid secara rutin misalnya: Pemakai obat tetes mata yang mengandung steroid yang tidak dikontrol oleh
dokter, obat inhaler untuk penderita asthma, obat steroid untuk radang sendi dan pemakai obat yang memakai
steroid secara rutin lainnya. Bila anda mengetahui bahwa anda pemakai obat-abatan steroid secara rutin, sangat
dianjurkan memeriksakan diri anda ke dokter spesialis mata untuk pendeteksian glaukoma.
Riwayat trauma (luka kecelakaan) pada mata.
Penyakit lain Riwayat penyakit diabetes (kencing manis), hipertensi dan migren.

Glaukoma adalah suatu kelainan mata berupa rusaknya serabut syaraf optic pada daerah sekitar tempat keluar bola mata.
Serabut syaraf ini berfungsi untuk membawa informasi dari lapisan retina yang sensitive terhadap sinar, menuju otak agar
dapat diterima sebagai gambar yang dapat kita lihat. Mata anda membutuhkan sejumlah tekanan tertentu agar dapat
berfungsi dengan baik. Pada beberapa orang, tekanan bola mata ini dapat meninggi sehingga dapat menyebabkan
kerusakan syaraf optic. Bisa pula terjadi tekanan bola mata masih normal akan tetapi tetap terjadi kerusakan syaraf optic
yang disebabkan karena syaraf optiknya sendiri yang sudah lemah.
Penyakit ini termasuk penyebab kebutaan ke-2 di dunia, diperkirakan 70 juta orang di dunia menderita glaukoma. Dengan
memeriksakan mata lebih dini, maka kebutaan akibat glaukoma dapat dicegah. Meski tidak ada cara untuk menyembuhkan
glaukoma,
namun
kerusakan
pandangan
dapat
dikontrol
atau
dicegah.
Sayangnya, banyak orang tidak menyadari adanya gejala glaukoma kronis sampai penglihatannya sudah mencapai tahap
kerusakan yang parah dan permanen. Karena itu, sangatlah penting untuk menyadari semua faktor resiko penyakit ini.
Berikut ini beberapa faktor resiko penyakit glaukoma:
1.
Usia >> Glaukoma kronis jarang terjadi sebelum usia 40 tahun. Risiko terkena glaukoma hampir meningkat dua
kali setiap 10 tahun setelah usia 50 tahun. Glaukoma kronis umumnya terjadi pada perempuan usia lanjut.
2.
Ras >> Kecenderungan orang kulit hitam terserang glaukoma tiga sampai empat kali lebih besar dibandingkan
dengan orang kulit putih, dan enam kali lebih besar untuk menderita kebutaan permanen akibat glaukoma. Orang Asia,
khususnya keturunan Vietnam, juga beresiko lebih besar.
3.
Keturunan >> Glaukoma bisa diturunkan dalam keluarga. Apabila salah satu orangtua Anda mengidap glaukoma,
maka risiko Anda terkena glaukoma mencapai sekitar 20 persen. Apabila saudara kandung Anda mengidapnya, maka
kemungkinan Anda terkena glaukoma mencapai 50 persen.
4.
Kondisi medis >> Bila Anda mengidap diabetes, maka risiko Anda terkena glaukoma tiga kali lebih besar
dibandingkan mereka yang tidak mengidap diabetes. Adanya riwayat tekanan darah tinggi atau penyakit jantung juga dapat
meningkatkan risiko. Selain itu, penyakit radang mata, seperti iritis, tumor mata, terlepasnya retina serta pembedahan mata
juga meningkatkan risiko terjadinya glaukoma.
5.
Rabun jauh >> Hasil kajian yang ekstensif menunjukkan bahwa pengidap rabun jauh (miopia) beresiko dua
hingga tiga kali lebih besar terkena glaukoma dibanding mereka yang tidak menderita miopia.
6.
Cedera fisik >> Trauma parah, seperti mata terkena pukulan, dapat meningkatkan tekanan pada mata. Cedera
juga dapat mengeser letak lensa, sehingga sudut drainase tertutup.
7.
Penggunaan kortikosteroid yang berkepanjangan >> Tetes mata kortikosteroid yang digunakan selama jangka
waktu panjang untuk mengobati suatu penyakit juga bisa meningkatkan risiko Anda terkena glaukoma. (sumber:
DoktersehatCom)

Cara Pencegahan Glaukoma:

Periksa kesehatan mata secara teratur.

Segera periksakan mata jika pandangan terasa kabur, remang dan sempit.

Waspada jika memiliki penyakit hipertensi atau diabetes.

Waspada jika di dalam keluarga ada yang memiliki riwayat penyakit ini.

Jika divonis menderita glaukoma, harus disiplin berobat agar tidak menjadi buta.
Untuk melengkapi pengobatan glaukoma, selain dengan melakukan pencegahan diatas Anda juga bisa menggunakan
bantuan medis atau pengobatan tradisional untuk mengatasi penyakit glaukoma. Itulah faktor resiko dan pencegahan
penyakit glaukoma yang bisa saya sampaikan.