Anda di halaman 1dari 6

0

Analisis Kejadian Geologi pada Filum Brachiopoda sebagai Fosil Index


Zaman Cambrian
Dina Kusumawardani
21100113140076
Teknik Geologi Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Sari
Filum brachiopoda adalah invertebrata bentik laut yang secara visual mirip dengan moluska
dengan memiliki sepasang cangkang atau katup. Bedanya, katup pada brachiopoda bagian dorso-ventral
dan pelecypoda yang lateral. Mereka merupakan kelompok hewan purba dan banyak dari mereka
menjadi catatan fosil. Ada 260 spesies makhluk hidup yang telah tercatat dan salah satu genusnya,
Lingula, dikenal sebagai fosil hidup. Brachiopoda merupakan kelompok hewan lain selain Ectoprocta
yang terkait dengan fosil-fosil dari jaman Cambria. Mereka dinamakan demikian karena anggapan yang
salah bahwa hewan ini menggunakan lengan-lengan mereka yang menggulung untuk bergerak. Dalam
kelompok ini lebih banyak jenis yang menjadi fosil daripada yang masih hidup Phylum ini merupakan
salah satu phylum kecil dari benthic invertebrates. Hingga saat ini terdapat sekitar 300 spesies dari
phylum ini yang mampu bertahan & sekitar 30.000 fosilnya telah dinamai Brachiopoda modern
memiliki ukuran cangkang rata-rata dari 5 mm hingga 8 cm. secara garis besar, jenis phylum
Brachiopoda ini merupakan hewan yang hidup di zaman Paleozoikum, sehingga dalam penentuan fosil
indeks sangat baik. Paper ini akan membahas bagaimana peran filum Brachiopoda dalam penentuan
umur geologi sebagai Fosil Index.
Kata kunci : brachiopoda, fosil index
Abstract

Phylum brachiopods are marine benthic invertebrates that are visually similar to the mollusca to
have a pair of shells or valves. The difference, the valve on the dorso-ventral part brachiopods
and Pelecypoda the lateral. They are an ancient group of animals, and many of them into the
fossil record. There are 260 living species have been recorded and one genus, lingula, known as
a living fossil. Brachiopods is a group of animals other than Ectoprocta associated with fossils
from the era of Cambria. They are so named because of the incorrect assumption that these
animals use their arms that roll to move. In this group are becoming more types than living
fossil Phylum is one small phylum of benthic invertebrates. Until now there are about 300
species of this phylum are able to survive and about 30,000 fossils have been named after
modern brachiopods have an average shell size from 5 mm to 8 cm. in outline, this is the type of
brachiopods phylum of animals that live in the Paleozoic era, resulting in the determination of
an excellent index fossils. This paper will discuss how the role of the phylum brachiopods in
geological age determination as index fossils.
Keywords : Brachiopod, index fossil

Pendahuluan
Brachiopoda berasal dari bahasa latin
brachium yang berarti lengan (arm), poda yang
berarti kaki (foot). Brachiopoda artinya hewan
ini merupakan suatu kesatuan tubuh yang
difungsikan sebagai kaki dan lengan atau dengan
kata lain binatang yang tangannya berfungsi
sebagai kaki. Phylum ini merupakan salah satu
phylum kecil dari bentik invertebrates. Hingga
saat ini terdapat sekitar 300 spesies dari phylum
ini yang mampu bertahan dan sekitar 30.000
fosilnya telah dinamai. Mereka sering kali
disebut dengan lampu cangkang atau lamp
shell.
Brachiopoda adalah hewan laut yang
hidup di dalam setangkup cangkang terbuat dari
zat kapur atau zat tanduk. Mereka biasa hidup
menempel pada substrat dengan semen langsung
atau dengan tangkai yang memanjang dari ujung
cangkang. Hewan kecil yang halus dan
bercangkang ini dinamakan kerang lampu.
Mereka sering dikira kerang karena memiliki
setangkup cangkang. Tetapi cangkang hewan ini
menghadap
dorso-ventral
(atas-bawah),
sedangkan cangkang kerang lateral (kiri-kanan)
(Romimohtarto, 2001). Brachiopoda adalah
Bivalvia yang berevolusi pada zaman awal
periode Cambrian yang masih hidup hingga
sekarang yang merupakan komponen penting
organisme benthos pada zaman Paleozoikum.
Brachiopoda adalah filum hewan laut yang telah
keras "katup" (kerang) pada permukaan atas dan
bawah, tidak seperti susunan kiri dan kanan
dalam kerang moluska. Katup Brachiopod yang
berengsel pada bagian belakang, sementara
bagian depan dapat dibuka untuk menyusui atau
mentutup untuk perlindungan. Brachiopoda
memiliki engsel bergigi dan membuka secara
sederhana dengan otot penutup, sementara
brachiopoda juga tidak jelas memiliki engsel
untoothed dan otot yang lebih kompleks.
Tunjauan Pustaka
Brachiopoda adalah Bivalvia yang
berevolusi pada zaman awal periode Cambrian
yang masih hidup hingga sekarang yang
merupakan komponen penting organisme
benthos pada zaman Paleozoikum.
Brachiopoda berasal dari bahasa latin
brachium yang berarti lengan (arm), poda yang

berarti kaki (foot). Brachiopoda artinya hewan


ini merupakan suatu kesatuan tubuh yang
difungsikan sebagai kaki dan lengan atau dengan
kata lain binatang yang tangannya berfungsi
sebagai kaki.
Phylum ini merupakan salah satu phylum
kecil dari bentik invertebrates. Hingga saat ini
terdapat sekitar 300 spesies dari phylum ini yang
mampu bertahan dan sekitar 30.000 fosilnya
telah dinamai. Mereka sering kali disebut dengan
lampu cangkang atau lamp shell.
Secara umum brachiopoda merupakan
salah satu fosil hewan yang sangat melimpah
keberadaannya pada sedimen yang berasal dari
zaman paleozoikum. Salah satu kelasnya, yaitu
Inartikulata bahkan menjadi penciri penting
(fosil index) zaman Cambrian awal.
Karakteristik dari Brachiopoda
Lophoporates Coelomate, Enterocoelic.
Tubuh tertutup oleh 2 cangkang, satu kearah
Dorsal dan yang lainnya ke arah Ventral
(Bilvalve).
Biasanya melekat pada substrat dengan
Pedicile.
Cangkang dilapisi oleh mantel yang dibentuk
oleh pertumbuhan dinding tubuh dan
membentuk rongga mantel.
Lophorpe membentuk kumparan dengan atau
tanpa didukung oleh Skeletel Internal.
Usus berbentuk U.
Mempunyai satu atau sepasang Metanefridia.
System peredaran darah terbuka.
Sebagian besar Diocious, larve disebut
Lobate.
Ganate berkembang dari jaringan Gonad pada
Peritonium.
Hidup soliter sebagai oganisme bentik di laut.
Kehidupan Filum Brachiopoda
Hidup di air laut: Bentos sesil.
Ada yang hidup diair tawar, namun sangat
jarang.
Mampu hidup pada kedalaman hingga 5.600
meter secara benthos sessil.
Genus Lingula hanya hidup pada daerah
tropis/hangat dengan kedalaman maksimal 40
meter.
Hingga saat ini diketahui memiliki sekitar 300
spesies dari Brachiopoda.

Brachiopoda modern memiliki ukuran


cangkang rata-rata dari 5mm hingga 8 cm.
Kehadiran rekaman kehidupannya sangat
terkait dengan proses Bioconose dan
Thanathoconose.

Metodologi
Untuk memperoleh data yang ada di sini
metodologi yang digunakan pertama adalah
dengan mengambil data dari referensi artikel dan
buku.
Dari data artikel, didapat data data yang
menguatkan untuk penyusunan serta pembuatan
paper ini. Data yang diperoleh dari artikel artikel
tersebut antara lain, sejarah hidup brachipoda,
morfologi, serta cara hidupnya.
Pembahasan
Brachiopoda menurut penelitian, hidup di
Zaman
Kambrium
dan muncul
untuk
pertamakalinya. Tiga spesies unmineralized
ditemukan pada Kambrium dan diinterpretasikan
merupakan nenek moyang yang termineralisasi.
Lingula (fosil hidup).
Sejak tahun 1991, Nielsen telah
mengajukan hipotesis tentang perkembangan
brachiopoda, hal ini diadaptasi oleh Cohen pada
tahun 2003 yang mengatakan brachiopod lipat
dimana hipotesisnya mengatakan Brachiopoda
merupakan evolusi dari Halkieria, sebuah siput
seperti bintang dengan shell dibagian depan dan
belakang. Hipotesis ini mengatakan bahwa
brachiopod pertama berasal dari kerang menjadi
sepasang katup yang melipat bagian belakang
tubuh di bawah depannya.
Namun, pada tahun 2007 telah didukung
penafsiran baru yakni Brachipoda merupakan
evolusi dari tommiids, dimana tommiids adalah
binatang siput yang mirip dengan Halkieria,
dimana tommiids berasal dari organiphospatic
dan Halkieria terbuat/berasal dari kalsit.
Pada puncak Paleozoic, keterdapatan
Brachiopoda makin melimpah, Namun, pada
Premian mulai punah. Pada akhir zaman
Permian, terjadi kepunahan masal yang
melibatkan hampir semua golongan Brachiopoda
dan hanya sedikit taxon yang selamat seperti
golongan Trebatulida dan Lingala dan masih
terdapat hingga sekarang (Holosen).

Fosil Brachipoda telah menjadi indikator


manfaat perubahan iklim pada Era-Paleozoikum.
Ketika suhu global rendah, perbedaan suhu di
katulistiwa dan kutub mengaibatkan perbedaan
jenis fosil pada lintang yang berbeda. Dan pada
periode hangat seperti Silurian, tercipta
perbedaan kecil dalam suhu di semua lautan dan
pada garis lintang tengah menghasilkan spesies
Brachipoda yang sama.
Kegunaan fosil Brachiopoda ini yaitu
sangat baik untuk fosil index untuk strata pada
suatu wilayah yang luas. Brachiopoda dari klas
Inartikulata yakni Genus Lingula merupakan
penciri dari jenis brachiopoda yang paling tua,
yaitu lower Cambrian. Jenis ini ditemukan pada
batuan Lower Cambrian dengan kisaran umur
550 juta tahun yang lalu. Secara garis besar, jenis
phylum Brachiopoda ini merupakan hewanhewan yang hidup pada Masa Paleozoikum,
sehingga kehadirannya sangat penting untuk
penentuan umur batuan sebagai index fossil.
Kesimpulan
Secara garis besar, jenis phylum
Brachiopoda merupakan hewan yang hidup pada
Zaman Paleozoikum, sehingga sangat tepat
untuk menentukan fosil index, dimana diketahui
fosil index merupakan fosil yang dijadikan acuan
dalam openentuan umur gelologi. Dimana jenis
Brachiopoda sangat tepat dijadikan fosil index
untuk strata pada suatu wilayah.
.
Referensi
[1] Herman. 2013. Paleontologi Aplikasi.
GADJAH MADA UNIVERSITY PRESS :
Yogyakarta.
[2] Staff Asisten Makropaleontologi. 2011. Buku
Panduan Praktikum Makropaleontologi.
Semarang. Teknik Geologi Undip.
[3] http://www.iptek.net.id
(Diakses 14 Januari 2015 pukul 9.20 WIB).

Lampiran

Gambar 1. Ordo Brachipoda

Gambar 2. Brachiopoda

Gambar 3. Morfologi Brachiopoda