Anda di halaman 1dari 18

Seminar Tugas Akhir

Juni
2014

INKUBATOR BAKTERI 2 CHAMBER


(SUHU 10 25 oC)
Inayati Rosyida1,Endro Yulianto 2 ,dan Priyambada Cahya Nugraha 3
ABSTRAK
Pesawat Inkubator Bakteri 2 Chamber merupakan alat Laboratorium yang digunakan untuk
menginkubasi sampel(khususnya bakteri) atau menyesuaikan suhu sesuai tempat asal bakteri agar bakteri
dapat berkembangbiak didalamnya, sedangkan suhu lingkungan untuk hidupnya bakteri berbeda-beda ada
yang dapat bertahan hidup pada suhu panas dan ada juga yang dapat bertahan hidup pada suhu dingin.
Untuk itu dalam tugas akhir ini seiring dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang saat
ini, penulis mencoba untuk mengembangkan suatu alat yang diharapkan mampu memberikan kontribusi
yang baik dalam dunia kesehatan maupun dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi. Alat yang akan
dibuat adalah incubator bakteri, dimana alat ini juga pernah dibuat sebelumnya oleh oleh (Yuliadi
Kurniawan Th 2002) yang berjudul Pesawat Incubator Bakteri Berbasis Mikrokontroller pada alat ini
incubasi hanya ditujukan pada bakteri yang dapat hidup pada suhu 25 hingga 70 oC saja. Untuk itu dalam
tugas akhir ini penulis mencoba untuk membuat incubator bakteri untuk bakteri yang dapat bertahan
hidup disuhu dingin 10oC, 15oC, 20oC dan 25oC serta bakteri yang dapat bertahan hidup disuhu panas
32oC, 35oC, 37oC, 55oC, 60oC dan 70oC. Dalam pembuatan alat ini penulis merancang dengan
menggunakan IC mikrokontroler Atmega 8535 sebagai pengontrol utama, yang dikontrol adalah timer dan
suhu dengan tampilan pada LCD.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa alat ini mampu berjalan dengan baik dan Perhitungan data
pengukuran data pengukuran pada outputan LM35 untuk suhu 10oC, 15oC, 20oC, dan 25oC didapatkan
rata-rata % Error sebesar % . Perhitungan data pada tampilan LCD dibandingkan dengan thermometer
untuk suhu 10oC, 15oC, 20oC dan 25oC didapatkan rata-rata % Error sebesar %.

Kata Kunci: Kata-kata yang menjadi ciri atau sering muncul pada penelitian ini

PENDAHULUAN
Latar Belakang
(Penjelasan
tentang
definisi,
fungsi, carakerja, cara pengoperasian,
tempat pengoperasian dari sistem modul
atau hasil penelitian yang telah ada
sebelumnya/terdahulu).
(Pengidentifikasian dan pengumpulan
masalah-masalah yang timbul dari
penelitian (Modul Alat Kesehatan) yang
terdahulu / telah ada. Selanjutnya dibuat
urutan prioritas penelitian (penyelesaian
masalah)
berikut

konsekuensinya/dampaknya bila tidak


dilakukan. Tentunya dengan ditunjang
data empiris.)
(Penjelasan
proses
terjadinya
masalah
dengan
melihat
keadaan/kondisi/status
penelitian
(Modul Alat Kesehatan) yang
terdahulu/telah ada.)
(Penentuan/pemilihan penyelesaian
masalah dari altenatif-alternatif
penyelesaian/solusi
(modifikasi/perancangan modul) dari
masalah tersebut.)
1

Seminar Tugas Akhir

Juni
2014
dapat
berkembang
biak
pada
lingkungan yang berbeda
secara
bersamaan, sehingga dapat mempermudah
peneliti untuk melakukan penelitian
terhadap dua buah sampel yang kondisi
asalnya berbeda tanpa menunggu masa
incubasi salah satu sampel (tanpa menyita
waktu lama dalam melakukan suatu
penelitian
(lebih efisien) dan lebih ekonomis).
METODOLOGI
Diagram Mekanis Sistem
BLOWER
RANGKAI
AN
BLOWER
1
ISOLATOR
BLOWER
2

Tujuan Penelitian
Tujuan Umum
Merancang
alat
inkubator
bakteri dua chamber (suhu 10-25oC).

O
N

Rumusan Masalah
Dapatkah dibuat Inkubator bakteri
dua chamber (suhu 10-25oC)?

Gambar 3.1
Tampak Depan

O
F
F

Batasan Masalah
Untuk memperjelas penulisan
pembahasan dan mengarahkan ke tujuan
serta manfaat pembuatan modul maka
penulis membatasi bagian-bagian yang
berkaitan dengan alat yang akan penulis
buat. Hal tersebut dimaksudkan agar tidak
terjadi kerancuan dan pelebaran masalah.
Adapun batasan-batasan tersebut meliputi:
1. Memakai suhu optimum (10-25 oC)
karena pada suhu tersebut bakteri
dapat berkembang biak dengan baik.
(dengan kenaikan suhu 5 oC)
2. Memakai timer selama 24 jam untuk
proses incubasinya

KOMPRE
Gambar 3.2
SSOR

Tampak Belakang

Tujuan Khusus
1.4.3.1 Memfungsikan LCD karakter
1.4.3.2 Membuat Rangkaian AVR
1.4.3.3
Memfungsikan
AVR
sebagai
pengolah data dan pengontrol Alat
secara keseluruhan
1.4.3.4
Membuat
rangkaian
Driver
Compresor(Freon)
1.4.3.5 Membuat rangkaian Control Suhu
Dingin
1.4.3.6 Melakukan Uji Alat
1.4.3.7 Melakukan kalibrasi suhu dan waktu

Manfaat
Manfaat Teoritis
Meningkatkan
wawasan
atau
penge-tahuan
di
bidang
teknik
elektromedik,
khususnya
alat
laboraturium.

Gambar 3.3
Tampak Samping kanan

Gambar3.4
Tampak Samping kiri

Manfaat Praktis
Dengan adanya alat ini peneliti
(pihak
laboratorium)
dapat
mengembangbiakkan
bakteri
yang

Seminar Tugas Akhir

Juni
2014

Diagram Blok Sistem

timer akan bekerja sesuai settingan


operator. Setelah waktu habis maka proses
inkubasi akan berhenti dan buzzer akan
berbunyi.Lalu tekan tombol Silent untuk
menghentikan bunyi buzzer. Selain itu
tombol
Reset
digunakan
untuk
mengembalikan pada keadaan awal.
Diagram Alir Proses/Program

Keterangan :

Bagian yang dikerjakan oleh Inayati dan


Rifky
Bagian yang dikerjakan oleh Inayati
Rosyida
Bagian yang dikerjakan oleh
Rifky Maulana

Gambar 3.5 Diagram Blok Keseluruhan

Pada saat tombol ON ditekan,


maka tegangan dari PLN akan masuk ke
rangkaian power supply, tegangan AC
akan diubah menjadi tegangan DC.
Kemudian tegangan tersebut akan
digunakan untuk mensupply rangkaian
pada masing-masing blok. Pada saat kita
melakukan setting suhu, dan timer akan
ditampilkan pada tampilan LCD oleh
mikrokontroller. Saat tombol enter
ditekan maka compresor akan aktif dan
dikontrol oleh driver compresor. Suhu
disensor oleh LM35, sinyal yang didapat
akan dikuatkan di rangkaian pengkondisi
sinyal lalu masuk ke avr untuk diproses
dan diinputkan ke blok penerima perintah
(LCD dan driver compresor). Apabila
suhu sudah sesuai dengan pemilihan maka
LM35 akan memutus tegangan pada
compresor dan compresor akan mati dan
sebaliknya apabila suhu belum tercapai,
maka compresor akan aktif. Selain itu
3

Seminar Tugas Akhir

Juni
2014
mengatur
driver
compresor
dan
heater+blower (mode 2) atau salah
satunya (mode 1) sesuai pilihan. Ketika
suhu dingin sudah tercapai maka program
akan mematikan driver compresor dan
ketika suhu panas sudah tercapai maka
program akan mematikan heater+blower
(mode 2) atau salah satunya (mode 1) dan
timer berjalan. Setelah timer habis maka
proses inkubasi akan berhenti dan buzzer
akan menyala. Ketika tombol silent
ditekan maka buzzer akan berhenti
berbunyi.

Gambar 3.6 Diagram Alir Program


Saat alat dihidupkan mikrokontroller
akan melakukan inisialisasi LCD lalu
program akan bekerja dan menampilkan
pilihan mode 1 (pilih jika akan
menggunakan salah satu chamber saja)
dan mode 2(pilih jika akan menggunakan
kedua chamber secara bersamaan).
Kemudian pilih suhu sesuai dengan
sampel yang akan diteliti. Setelah ditekan
tombol enter maka program akan bekerja
dan jika tidak program tidak akan
diproses.Suhu akan masuk dan diproses di
adc mikro setelah itu akan di tampilakan
di lcd dan program dari mikro juga akan

Urutan Kegiatan
Dalam penelitian dan pembuatan
modul ini diperlukan urutan kegiatan
untuk
kelancaran
jalannya
proses
pembuatan dan pengamatan yang meliputi
di bawah ini:
1.
Mempelajari alat yang telah dibuat
sebelumnya
kemudian
merancangnya kembali.
2.
Mempelajari
teori-teori
dan
mencari
referensi
yang
berhubungan dengan permasalahan
yang akan dibahas.
3.
Mempelajari dan merancang teknis
pembuatan modul tersebut.
4.
Penentuan Judul
5.
Membuat blok diagram dengan
perancangan secermat mungkin.
6.
Penyusunan Proposal
7.
Membuat jadwal kegiatan untuk
mengatur
waktu
pembuatan
modul.
8.
Menyiapkan
komponen
dan
peralatan yang dibutuhkan
9.
Melakukan percobaan-percobaan
sementara pada projek board
10.
Me-layout wiring diagram ke
papan PCB
11.
Memasang komponen pada papan
PCB tersebut
12.
Melakukan
pengukuran
dan
pengujian
13.
Melakukan Kalibrasi
14.
Pembuatan Laporan KTI

Seminar Tugas Akhir

Juni
2014
dingin) seperti tampak pada gambar

PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN


Teknik Pengujian dan Pengukuran
1.
(Menyiapkan
peralatan yang
dibutuhkan
terutama
alat
ukur(Thermometer).
2.
Merapikan kabel-kabel agar rapi dan
tidak terjadi konsleting.
3.
Memasang LM35 pada masingmasing chamber.
4.
Menyiapkan table untuk mencatat
hasil pengukuran.
5.
Melakukan pengukuran (output
LM35, membandingkan suhu LCD
dengan
Thermometer,
dan
waktunya)
6.
Mencatat hasil pengukuran dalam
table yang telah kita sediakan.

dibawah ini.
J 12

V C C

1
2
3

R 6
150

LM 35

O u tL M 3 5

1
2
3

P O R T A .1
R 7
150

J 13
1

O u tL M 3 5

LM 35

J 18
SENSOR LM35 (panas)

V C C

P O R T A .0

J 19
SENSOR LM35 (dingin)

R 8
150

C 5
10 uF

R 9
150

C 6
10 uF

Gambar 2.6 Test Point Outputan


LM35(dingin)
Tabel 4.2 Data Pengukuran Suhu pada
outputan LM35
Perhitungan pengukuran :
Suhu 10oC (0,10V)

Hasil Pengukuran
Pembuatan modul Tugas Akhir ini
dilakukan
di
Kampus
Teknik
Elektromedik POLTEKKES Surabaya,
khususnya di Lab Radiologi, Pembuatan
dan penelitian dilakukan kurang lebih
6bulan.
4.2.2.1 Pengukuran Output LM35
Kenaikan tegangan output dari
sensor LM35 adalah +10 mV/oC setiap
terjadi kenaikan suhu sebesar 1oC. Untuk
mengetahui besar kesalahan pengukuran

a. Rata-Rata

0,10 0,09 0,09 0,10 0,10


5

= 0,096
b. Simpangan

= 0,096 0,10
= 0,004

c. %

Eror

0,096 0,10
x100%
0,10

yang terjadi pada suhu tampilan maka

= 4%

dilakukan pengukuran sebanyak 5 kali


pada suhu yaitu 10oC, 15oC, 20oC dan
25oC. Pengukuran dilakukan pada pin no.
40 (PORTA.0) sebagai inputan ADC0
(dari LM35 yang mendeteksi chamber

d. SD ( Standart Defiasi )
=

(0,10 0,096) 2 (0,09 0,096) (0,09 0,096) (


5 1

Seminar Tugas Akhir

Juni
2014
=

(0,15 0,146) 2 (0,14 0,146) (0,15 0,146)


0,000016 0,000036 0,000036 0,000016 0,000016
5 1
5 1

=0,005477
e. UA( Ketidak Pastian ) =

0,000016 0,000036 0,000016 0,000036 0,0


5 1

0,005477
5

=0,005477
= 0,0024495

f. U95 = Ua x 2,57 = 0,0024495 x


2,57 = 0,006295

e. UA(Ketidak Pastian)

0,005477
5

Suhu 15oC (0,15V)


= 0,002449
a. Rata-Rata

f. U95 = Ua x 2,57 = 0,002449 x 2,57

0,15 0,14 0,15 0,14 0,15


5

=0,006294

= 0,146
b. Simpangan

Suhu 20oC (0,20V)

0,146 0,15

= 0,004
c. %Error

0,18 0,19 0,20 0,21 0,18


5

0,146 0,15
x100%
0,15

= 0,192
b. Simpangan
= 2,67%

d. SD ( Standart Defiasi )

a. Rata-Rata

0,192 0,20

= 0,008
c. %Error

0,192 0,20
x100%
0,20

Seminar Tugas Akhir

Juni
2014

= 4%

= 0,008%

d. SD ( Standart Defiasi )

d. SD ( Standart Defiasi )

2
0,248
) 2(0,24 0,248) (0,25 0,248)
(0,18 0,20) 2 (0,19 0,20) (0,20 0,20) (0,21 0,20()0,25
(0,18
- 0,)20
5 1
5 1

0,0004 0,0001 0 0,0001 0,0004


5 1

0,000004 0,000064 0,000004 0,000004 0,00


5 1

=0,0158

=0,00447

0,00548
e. UA(Ketidak Pastian) =
5

e. UA(Ketidak Pastian) =

= 0,00245

0,00447
5

= 0,0019991

f. U95 = Ua x 2,57 = 0,00245 x 2,57

f. U95 = Ua x 2,57 = 0, 0019991x

= 0,0062965

2,57 =0,005138
Keterangan:
a.

Suhu 25oC (0,25V)


a. Rata-Rata

Rata-rata (X)

Adalah nilai atau hasil


pembagian dari jumlah data

yang diambil atau diukur

0,25 0,24 0,25 0,25 0,25


5

dengan banyaknya
pengambilan data atau

= 0,248
b. Simpangan

= 0,248 0,25

Rata Rata ( X ) =

= 0,002
c. %Error
0,248 0,25
x100%
0,25

banyaknya pengukuran.
Dirumuskan sebagai berikut :

b.

Xi
n

Simpangan (Eror)

Adalah selisih dari rata-rata


nilai dari harga yang

Seminar Tugas Akhir

Juni
2014

dikehendaki dengan nilai


yang diukur.
Dirumuskan sebagai berikut:
Simpangan = X - Xn
% Eror

Adalah nilai persen dari

c.

d.

adalah 95%

Dirumuskan sebagai berikut:


U95 = Ua x 2,57
Untuk mengetahui kelayakan antara
pengukuran output LM35 dengan hasil

nilai yang dikehendaki.


Dirumuskan sebagai berikut:
Xn rata rata
% Error =
Xn

perhitungan digunakan rumus:

Suhu 10oC (0,10 Volt)


X U95

menunjukkan tingkat
(derajat) variasi kelompok
data atau ukuran standard
penyimpangan dari rataratanya. Jika standard deviasi
semakin kecil maka data

= X + U95 =9,98 + 0,147


=
10,127
=XU95 =9,98 0,147
=
9,833

SD

X
i 1

+ U95 = 15,1 + 0,48


= 15,58
=X-

n 1

Ketidakpastian (Ua)

Adalah perkiraan mengenai

U95 =15,1 0,48


= 14,62

hasil pengukuran yang


didalamnya terdapat harga

Suhu 20oC(0,20 Volt)


XU95
=X

+ U95 =19,76 + 0,492

yang benar.
Dirumuskan sebagai berikut :
Ketidak pastian =

f.

Suhu 15oC(0,15 Volt)


XU95
=X

tersebut semakin presisi.


Dirumuskan sebagai berikut:
n

e.

data yang dianggap benar

simpangan (Error) terhadap

x 100%
Standart Deviasi (SD)

Adalah suatu nilai yang

ketetapan. U95 menunjukkan

SD

=
20,252
=X-

U95

Adalah hasil dari perkalian

U95 = 19,76 0,492

antara ketidakpastian dengan


2,57 dimana 2,57 merupakan

=
19,268
8

Seminar Tugas Akhir

Juni
2014

Suhu 25oC(0,25 Volt)


XU95

rata

= X + U95 = 24,9 + 0,0642

rata

tegangan

yang

terukur

adalah

0,146V, untuk suhu 20oC didapat ratategangan

yang

terukur

adalah

0,192V, dan untuk suhu 25oC didapat

= 24,9642
=X

rata-rata tegangan yang terukur adalah


0,248V. Alat dapat dikatakan layak pakai

U95 =24,9 0,0642

jika rata-rata %Error <5%. Karena


= 24,8358
Kesimpulan :
* Untuk suhu 10 oC (0,10 Volt) didapat

Perhitungan

data

pengukuran

pada

outputan LM35 untuk suhu 10oC, 15oC,

X U95 = 9,833 sampai dengan

20oC, dan 25oC diatas didapatkan rata-

10,127 sehingga alat layak dipakai.


* Untuk suhu 15 oC (0,10 Volt) didapat

rata%Error sebesar 2,8675% maka bisa

X U95 = 14,62 sampai dengan 15,58


sehingga alat layak dipakai.
* Untuk suhu 20 oC (0,10 Volt) didapat
X U95 = 19,268 sampai dengan
20,252 sehingga alat layak dipakai.
* Untuk suhu 25 oC (0,10 Volt) didapat

dikatakan alat layak pakai.


4.2.2.2 Data Pengukuran Suhu dengan
menggunakan Alat Ukur
(Thermometer) dengan tampilan LCD
Pengukuran pada thermometer
yang akan dibandingkan dengan tampilan

X U95 = 24,8358 sampai dengan

pada LCD akan menunjukkan besar

24,9642 sehingga alat layak dipakai.

kesalahan

pengukuran.

Pengukuran

dilakukan

meletakkan

thermometer

Rata-rata Kesalahan (% Error) =

didalam chamber dan kemudian hasilnya

= 4 2,67 4 0,8
4

= 2,8675 %
Dari perhitungan data pengukuran
pada outputan LM35 untuk suhu 10oC,
15oC, 20oC, dan 25oC diatas didapatkan
rata-rata tingkat kesalahan (% Error)
sebesar

2,8675%.Dimana

pengukuran

dibandingkan dengan tampilan LCD.


Dari pengukuran didaparkan data
sebagai berikut:
Tabel 4.3 Data Pengukuran Suhu
dengan Menggunakan Thermometer
Thermometer

X1

X2

X3

X4

X5

10

10

9,9

10

10

9,98

15oC

15,5

15

15,5 14,5

15

15,1

pada LM35 untuk suhu 10oC dapat

20oC

20

dirata-rata tegangan yang terukur adalah

25oC

dilakukan sebanyak 5 kali untuk suhu


10oC, 15oC,20oC dan 25oC.
Bedasarkan table 5.1 diperoleh outputan

(oC)
10 oC

19,9 19,9

20

19

19,76

24,9 24,9 24,9

25

25

24,9

0,096V, untuk suhu 15oC didapat rata9

Seminar Tugas Akhir

Juni
2014

Perhitungan pengukuran :
=
Suhu 10oC
a.

Rata-Rata

0,0004 0,0004 0,064 0,0004 0,0004


5 1

10 10 9,9 10 10
5

= 9,98
b.

=0,128
e. UA( Ketidak Pastian ) =

= 9,98 10

Simpangan

= 0,02
c.

0,128

% Error = 9,98 10 x100%


10

= 0,05724
f.U95 = Ua x 2,57 = 0,05724 x 2,57 =
0,147

= 0,2%
d.

SD ( Standart Defiasi )
=

Suhu 15oC
a. Rata-Rata

(10 9,98) (10 9,98) (9,9 9,98) (10 9,98) (10 9,98)
5 1
15,5 15 15,5 14,5 15
2

= 15,1

2
(0,02) 2 (0,02) (0,08) (0,02) (0,02)b.
5 1

Simpangan

15,1 15

= 0,1
=

c.

%Error

(10 9,98) 2 (10 9,98) (9,9 9,98) (10 9,15


98,)115
(10 9,98) 2
x100%
5 1
15

=
(0,02) 2 (0,02) (0,08) (0,02) (0,02) 2 d.
5 1

= 0,6%
SD ( Standart Defiasi )

10

Seminar Tugas Akhir

Juni
2014
=

(15,5 15,1) 2 (15 15,1) (15,5 15,1)(20


(14
19
,5,76
15
) 2 ,1
) (19
,(15
9 19
- 15
,76
,1) 2 (19,9 19,76) (2
5 1
5 1

0,16 0,01 0,16 0,36 0,01


5 1

=
0,0576 0,0196 0,0196 0,0576 0,5776
5 1

=0,418
e.

UA(Ketidak Pastian) = 0,418

=0,428

e.

= 0,18694
f.

UA(Ketidak Pastian) =

U95 = Ua x 2,57 = 0,18694 x 2,57

0,428
5

= 0,1914

= 0,48
f.

U95 = Ua x 2,57 = 0,1914 x 2,57

Suhu 20oC
a.

Rata-Rata

= 0,492

20 19,9 19,9 20 19
5

Suhu 25oC

= 19,76
b.

Simpangan

= 19,76 20

a.

= 0,24
c.

%Error

Rata-Rata

24,9 24,9 24,9 25 25


5

= 24,94
19,76 20
x100%
25

b.

Simpangan

= 24,94 25
= 0,06

= 1,2%
d.

SD ( Standart Defiasi )

c.

%Error

24,94 25
x100%
25

11

Seminar Tugas Akhir

Juni
2014
pengambilan data atau banyaknya
= 0,24%

d.

SD ( Standart Defiasi )

pengukuran.
Dirumuskan sebagai berikut :
Rata Rata ( X ) =

b.

Xi
n

Simpangan (Eror)
Adalah selisih dari rata-rata nilai

(24,9 24,94) 2 (24,9 24,94) ( 24,9 24,94dari


) harga
(25 yang
24,94dikehendaki
) (25 - 24dengan
,94) 2
5 1

c.
) 2
(0,04) 2 (0,04) (0,04) (0,06) (0,06
5 1

(Error) terhadap nilai yang

0,0016 0,0016 0,0016 0,0036 0,0036


5 1

nilai yang diukur.


Dirumuskan sebagai berikut:
Simpangan = X - Xn
% Eror
Adalah nilai persen dari simpangan

d.

0,012
5 1

dikehendaki.
Dirumuskan sebagai berikut:
Xn rata rata
% Error =
x
Xn
100%
Standart Deviasi (SD)
Adalah suatu nilai yang
menunjukkan tingkat (derajat)

=0,055
e.

variasi kelompok data atau ukuran


standard penyimpangan dari rata-

0,055

UA(Ketidak Pastian) =

ratanya. Jika standard deviasi

5
0,055
= 2,236

semakin kecil maka data tersebut

semakin presisi.
Dirumuskan sebagai berikut:

X
n

=0,0245975
f.

U95 = Ua x 2,57= 0,0245975 x


2,57 = 0,06418575

Keterangan:
a.

SD

e.

diukur dengan banyaknya

n 1

Ketidakpastian (Ua)
Adalah perkiraan mengenai hasil
pengukuran yang didalamnya

Rata-rata (X)
Adalah nilai atau hasil pembagian
dari jumlah data yang diambil atau

i 1

terdapat harga yang benar.


Dirumuskan sebagai berikut :
Ketidak pastian =

SD
N

12

Seminar Tugas Akhir

Juni
2014

f.

U95
Adalah hasil dari perkalian antara

=XU95 = 0,192 0,0063

ketidakpastian dengan 2,57 dimana


=

2,57 merupakan ketetapan. U95


menunjukkan data yang dianggap
benar adalah 95%

Dirumuskan sebagai berikut:


U95 = Ua x 2,57
Untuk mengetahui kelayakan antara

0,1857

Suhu 25oC
XU95
= X + U95 = 0,248 +

pengukuran output LM35 dengan hasil

0,0051

perhitungan digunakan rumus:

Suhu 10oC
X U95

= 0,2531
=X
U95 =0,248 0,0051

= X + U95 =0,096 +
0,0063
=0,1023
=XU95 =0,096- 0,0063

= 0,2429
Kesimpulan :
* Untuk suhu 10 oC didapat X U95 =
0,0897 sampai dengan 0,1023 sehingga
alat layak dipakai.
* Untuk suhu 15 oC didapat X U95 =

= 0,0897
Suhu 15oC
XU95

0,1397sampai dengan 0,1983 sehingga


=X

+ U95 =0,146 + 0,0063

alat layak dipakai.


* Untuk suhu 20 oC didapat X U95 =
0,1857sampai dengan 0,1983ehingga

= 0,1523
=XU95 =0,146 0,0063

0,2429 sampai dengan 0,2531 sehingga


=01397,

Suhu 20oC
XU95

=X

+ U95 = 0,192 + 0,0063


=
0,1983

alat layak dipakai.


* Untuk suhu 25 oC didapat X U95 =
alat layak dipakai.
Rata-rata Kesalahan (% Error) =

0,2 0,67 1,2 0,2


4

=0,5675%
Dari perhitungan data pengukuran
dengan thermometer untuk suhu 10oC,

13

Seminar Tugas Akhir

Juni
2014

15oC, 20oC, dan 25oC diatas didapatkan

dibandingkan

rata-rata tingkat kesalahan (% Error)

LCD.

sebesar

0,5675%.Dimana

pengukuran

dengan

tampilan

pada

Dari pengukuran didapatkan data

dilakukan sebanyak 5 kali untuk suhu

sebagai berikut:

10oC, 15oC,20oC dan 25oC.


Bedasarkan table 5.1 diperoleh data

Tabel

4.4

Data

Perbandingan

pengukuran dengan thermometer untuk

Pengukuran Waktu pada Stopwatch

suhu 10oC dapat dirata-rata yang terukur

dengan Tampilan LCD

adalah 9,98oC, untuk suhu 15oC didapat

Sto

rata-rata tegangan yang terukur adalah pwa


15,1oC, untuk suhu 20oC didapat rata- tch

X1

X2

X3

X4

X5

Simpa

(det

(det

(det

(det

(det

(deti

ngan

Ero

adalah

(det

ik)

ik)

ik)

ik)

ik)

k)

(detik)

19,76oC, dan untuk suhu 25oC didapat

ik)
864

864

864

864

864

864

8646

00

60

62

60

59

60

0,2

rata

tegangan

yang

terukur

rata-rata tegangan yang terukur adalah


24,9oC. Alat dapat dikatakan layak pakai
jika rata-rata %Error <5%. Karena
Perhitungan

data

pengukuran

a.

pada

Rata-Rata

86460 86462 86460 86459 86460


5

outputan LM35 untuk suhu 10oC, 15oC,


20oC, dan 25oC diatas didapatkan rata-

rata%Error sebesar 0,5675% maka bisa


dikatakan alat layak pakai.

60,2

86460,2

detik=24jam 1menit
b.

Simpangan

86460,2 86400

= 60,2 det ik
4.2.2.3

Perbandingan

Waktu

pada

Pengukuran

Stopwatch

dengan

Tampilan LCD
Pengukuran pada stopwatch yang
akan dibandingkan dengan tampilan pada
LCD akan menunjukkan besar kesalahan
pengukuran.

Pengukuran

dilakukan

dengan cara membandingkan waktu pada


stopwatch

kemudian

c.

%Error

86460,2 86400
x100%
86400

= 0,069675925% =
0,069676%

hasilnya

14

0,0
7

Seminar Tugas Akhir

Juni
2014

d.

SD ( Standart Defiasi )

Adalah nilai persen dari


simpangan (Error) terhadap

nilai yang dikehendaki.

Dirumuskan sebagai berikut:


(86460 86460,2) 2 (86462 86460,2) (86460 86460,2) (86459 86460Xn
,2)
(86460
- 86460
rata
,2) 2
rata
% Error =
5 1
Xn
d.

= 1,095
e.

UA(Ketidak Pastian) =

x 100%
Standart Deviasi (SD)

Adalah suatu nilai yang

1,095
5

menunjukkan tingkat
(derajat) variasi kelompok
data atau ukuran standard

= 0,489699
f.

penyimpangan dari rata-

U95 = Ua x 2,57= 0,489699 x 2,57

ratanya. Jika standard deviasi

= 1,259

semakin kecil maka data

Keterangan:
a.

tersebut semakin presisi.


Dirumuskan sebagai berikut:

X
n

Rata-rata (X)

Adalah nilai atau hasil

SD

i 1

n 1

pembagian dari jumlah data


yang diambil atau diukur

e.

dengan banyaknya

b.

pengambilan data atau

hasil pengukuran yang

banyaknya pengukuran.
Dirumuskan sebagai berikut :

didalamnya terdapat harga

Xi
Rata Rata ( X ) =
n

Simpangan (Eror)

Adalah selisih dari rata-rata


nilai dari harga yang
dikehendaki dengan nilai

c.

Ketidakpastian (Ua)

Adalah perkiraan mengenai

yang diukur.

Dirumuskan sebagai berikut:


Simpangan = X - Xn
% Eror

yang benar.
Dirumuskan sebagai berikut :
Ketidak pastian =

f.

SD
N

U95

Adalah hasil dari perkalian


antara ketidakpastian dengan
2,57 dimana 2,57 merupakan
ketetapan. U95 menunjukkan
data yang dianggap benar
adalah 95%
15

Seminar Tugas Akhir

Juni
2014

Dirumuskan sebagai berikut:


U95 = Ua x 2,57
Untuk mengetahui kelayakan antara
pengukuran output LM35 dengan
hasil perhitungan digunakan rumus:
Waktu 24jam
X U95

=X

+ U95 = 86460,2 + 1,26

didapatkan

rata-rata

%Error

sebesar0,07% maka bisa dikatakan


alat layak pakai.

4.2.2.4 Pengukuran BD 140 pada


Driver Refrigrator
Untuk mengetahui besar tegangan
saat saturasi maupun cut off transistor

=86461,46

maka diadakan pengukuran sehingga

= X - U95

didapatkan hasil pengukuran sebagai

=86460,2 1,26
=
86458,94
Kesimpulan :
* Untuk waktu 24jam didapat X
U95 = sampai dengan sehingga alat
layak dipakai.
Rata-rata Kesalahan (% Error) =

0,07
= 0,07%
1

Dari perhitungan data pengukuran


pada outputan LM35 untuk waktu 24
jam

diatas

didapatkan

berikut:
Tabel 4.5 Hasil Pengukuran Basis
Transistor BD 140 (Driver
Refrigrator)
Cut Off
(Volt)

Saturasi
(Volt)

3,33
3,34
3,34
3,21
3,34

0,61
0,64
0,64
0,64
0,64

Dari hasil data pengukuran diatas

rata-rata

didapatkan nilai tegangan dari basis

tingkat kesalahan (% Error) sebesar

transistor jenis PNP type BD140 saat

0,07%.

saturasi yaitu 0,64 volt. Maka dapat

Dimana

pengukuran

dilakukan sebanyak 5 kali untuk

dikatakan

waktu 24jam.
Bedasarkan table 5.3

mendekati teori yang ada yaitu jika

pengukuran

untuk

diperoleh

waktu

yang

terukur 24jam. Alat dapat dikatakan


layak pakai jika rata-rata %Error
<5%.

Karena

pengukuran

Perhitungan

waktu

24jam

data
diatas

hasil

pengukuran

telah

transistor PNP saturasi tegangan pada


basis adalah positif. Dengan kata lain
untuk menonaktifkan transistor jenis
PNP dengan memberikan logika 0.
Sedangkan

tegangan

pada

basis

16

Seminar Tugas Akhir

Juni
2014

transistor saat cut off sebesar

3,21

3,34 volt.

Analisis
(menampilkan
perhitungan
parameter-parameter yang menunjukkan
kinerja dari sistem modul)
Kinerja Sistem Keseluruhan
(menjelaskan kinerja sistem modul
dengan melihat angka-angka hasil
analisis)
Kelemahan/Kekurangan Sistem
(menjelaskan
kelemahan/
kekurangan sistem modul yang dapat
diperbaiki pada penelitian selanjutnya)
PENUTUP
Kesimpulan
Secara menyeluruh penelitian ini
dapat menyimpulkan bahwa:
1
2
3
Secara umum dapat disimpulkan
bahwa
SARAN
Pengembangan penelitian ini dapat
dilakukan pada:
1.
2.
DAFTAR PUSTAKA
[no.] nama penulis/pengarang, tahun
terbit, judul artikel, nama penerbit,
tempat/kota penerbit
[no.]

Buku

nama penulis/pengarang, tahun


terbit, judul artikel, nama penerbit,
tempat/kota penerbit

Nama pengarang (penulisan nama dibalik


dari belakang Misal: Albert Paul Malvino,
menjadi
[1] Malvino, Albert Paul, 1991,
Electronic Principles, McGrawHill
International
Editions,
Singapore
Nama penulis atau nama pengarang, yang
dikutip
secara
lengkap.
Apabila
penulisnya ada 2 penulis, maka yang
dibalik cukup nama penulis yang pertama.
Misal: nama penulis Madyo Ekosusilo dan
Bambang Triyanto, maka yang ditulis :
[2] Ekosusilo, Madyo dan Bambang
Triyanto,
1995,
Pedoman
Penulisan Karya Tulis Ilmiah,
Dahara Prize, Semarang
Apabila penulisnya lebih dari 2 penulis,
maka yang ditulis cukup nama penulis
yang pertama saja dan diberi singkatan
dkk. (dan kawan-kawan) atau et.al. Misal:
[3]
Ghiselli,
E.,
et.al.,
1981,
Measurement
Theory
The
Behavioral
Science,
WH.
Freeman and Company, San
Francisco
Internet
[4]
Rahimawan.
2014.
Contoh
Penulisan Daftar Pustaka Yang
Baik
dan
Benar,
http://mazinubersahabat.blogspo
t.com/2014/02/contoh-penulisandaftar-pustaka-yang.html,
(diakses 1 Januari 2014)
Koran
[5] Rahimawan, B., 10 Mei 2014, Unsur
penting dalam penulisan daftar
pustaka, Majapahit Pos, hlm. 2
&6
UU, Permen dan Kepres
[6] Republik Indonesia, 2003, UndangUndang
Sistem
Pendidikan
17

Seminar Tugas Akhir

Juni
2014

Nasional,
Jakarta

Sekretariat Negara,

Ensiklopedia, Kamus
[7] Stafford-Clark, D., 1978, Mental
disorders and their treatment.
The
New
Encyclopedia
Britannica.
Encyclopedia
Britannica,
23:
956-975,
Chicago, USA .
[8] Echols, J.M. dan Shadily, H. (Eds).
1989, Kamus Inggris Indonesia,
PT. Gramedia, Jakarta.

Tugas Akhir, Skripsi, Tesis, Disertasi,


Laporan Penelitian
[9] Faisholi, A.Rijalul Haq, 2013,
Bioelectrical Impedance Analysis
Berbasis AT Mega 8535, Tugas
Akhir tidak diterbitkan, Prodi
D-3
Teknik
Elektromedik
Poltekkes Kemenkes Surabaya,
Surabaya

18