Anda di halaman 1dari 8

ALAT TANGKAP SET NET MASU AMI

Definisi dan Klasifikasi


Set net yang dalam bahasa jepang disebut teichi ami merupakan alat tangkap
pasif yang pengoprasiannya bersifat perangkap (trap). Ada banyak jenis dan tipe
set net seperti dai ami (keddle net), masu ami
(pot net), hari ami (fyke net), dashi ami
(barier net),eri mai (sero), dan otoshi ami
(trap net).
Masu ami dalam bahasa Jepang, Masu
adalah alat untuk mengukir volume suatu
benda yang bentuknya dapat segi tiga, segi
empat atau segi banyak, sedangkan ami
adalah jaring. Jenis set net ini dalam bahasa
Jepang disebut juga dengan Tsubo ami atau Nejumi ami dan dalam bahasa Inggris
diartikan sebagai Pound net, sedangkan dalam bahasa Indonesia adalah jaring
tikus. Jenis set net berkantong kerucut ada yang berskala kecil dan ada juga yang
berskala besar (Martasuganda 2008).

Kontruksi Alat Penangkapan Ikan


Konstruksi dari set net berkantong kerucut terdiri dari serambi, pintu masuk,
pelampung, penaju, tiang penyangga dan pemberat. Rangka utama dari set net
berkantong kerucut ada yang memakai bambu, kayu atau bahan lain. Penaju
adalah bagian dari set net yang bentuknya menyerupai pagar. Bentuk dari penaju
umumnya hampir menyerupai bentuk gillnet yang fungsinya adalah untuk
menghadang dan mengarahkan atau menuntun gerombolan ikan supaya mau
menuju ke arah jaring utama. Tinggi jaring penaju disesuaikan dengan kedalaman
perairan yang dilewati penaju. Sebagai patokan tinggi jaring penaju disamakan

dengan kedalaman perairan pada saat pasang tertinggi. Ukuran mata jaring dari
penaju disesuaikan dengan musim, jenis ikan dan ukuran ikan yang akan dijadikan
target tangkapan. Bahan jaring untuk penaju ada yang terbuat dari bahan alami
seperti ijuk, manila rope, straw dan ada juga terbuat dari bahan sintetik seperti
saran, nylon, cremona, vinylon dan lainnya (Martasuganda 2008).
Serambi pada set net berkantong kerucut pada umumnya sama dengan
serambi set net trap net di mana pada bagian bawahnya tidak dilengkapi dengan
jaring. Fungsi dari serambi adalah sebagai penampungan sementara sebelum ikan
atau gerombolan ikan diarahkan untuk nemasuki jaring bagian kantong. Salah satu
yang membedakan serambi set net berkantong kerucut dengan set net jenis trap
net adalah bentuknya yang bersudut, ada yang bersudut 3, 4, 6, 8 buah atau lebih
dari jaring serambinya ada yang berfungsi sebagai jaring insang (Gill net) Bahan
jaring yang dipakai pada jaring bagian serambi umumnya terbuat dari bahan
sintetik. Tinggi jaring set net berkantong kerucut disesuaikan dengan kedalaman
di mana set net dipasang atau dengan kata lain tinggi jaring serambi mulai dari
permukaan air sampai dasar perairan. Bubu atau perangkap tikus berfungsi untuk
mencegah supaya ikan tidak keluar (Martasuganda 2008).
Pelampung terbagi dalam dua bagian yaitu pelampung rangka utama atau
pelampung pondasi (main buoy) dan pelampung rangka (float). Fungsi dari
pelampung rangka utama adalah untuk menjaga bentuk rangka set net supaya
tidak berubah dan posisi set net supaya dapat selalu menetap dan stabil di daerah
penangkapan. Pemberat yang digunakan disesuaikan dengan besar kecilnya skala
set net, dasar perairan dan kondisi perairan. Pada set net jenis ini yang biasanya
beroperasi diarus cepat memilik pemberat berkisar 10.0-22.0 kg. Bentuk dari set
net berkantong kerucut sangat bervariasi sesuai dengan tujuan ikan yang akan
dijadikan target tangkapan, dasar perairan dan kondisi perairan (Martasuganda
2008).

Gambar 1 Set net Masu ami (Pot net)


Sumber: Martasuganda 2008

Kelengkapan Dalam Unit Penangkapan Ikan


Kapal
Kapal yang digunakan dalam pengoperasian set net berukuran 30 GT dan hanya
digunakan sebagai alat transportasi.
Nelayan
Nelayan set net merupakan kelompok besar yang bernaung dalam suatu organisasi
(koperasi) dimana pembagian ke untungan disesuaikan dengan tugas dan
tanggung jawab yang dibebankan oleh masing-masing nelayan. Menurut Akiyama
2012, jenis set net ini dioperasikan oleh 1-3 orang
Alat Bantu
Alat tangkap jenis ini tidak memerlukan alat bantu dalam pengoperasiannya
Umpan
Alat tangkap ini tidak memerlukan umpan dalam pengoperasiannya.

Metode Pengoperasian Alat

Pengoperasian set net terbagi menjadi dua tahap yaitu tahapan pertama
adalah memasang rangka dan jaring di daerah penangkapan terpilih dan tahapan
kedua adalah mengangkat hasil tangkapan.
Cara pemasangan rangka adalah dengan cara membawa semua bagian
rangka seperti bagian rangka utama yang telah dilengkapi pelampung dan
pemberat ke tempat di mana set net akan dipasang. Setelah sampai di daerah
penangkapan terpilih, pelampung rangka utama di set menetap dengan pemberat,
kemudian rangka set net diset sampai bentuknya sesuai dengan bentuk yang
diinginkan. Penyetelan bentuk rangka set net dilakukan dengan cara memasang
dan menyetel kedudukan permberat. Setelah rangka terbentuk dengan sempurna,
jaring utama seperti bagian jaring serambi, bagian daun pintu, bagian jaring bubu
atau perangkap tikus dan perlengkapan lainnya dipasang dengan cara
digantungkan pada tali rangka utama kemudian dilakukan pemasangan jaring
bagian penaju. Pemasangan penaju di sesuaikan dengan arah mana ikan yang
beruaya ke tempat di mana set net dipasang.
Pengangkatan jaring bagian perangkap tikus biasanya dilakukan satu kali
dalam sehari yaitu pada pagi hari. Pengangkatan bagian tersebut yang dilakukan
secara manual yang bisa dilakukan oleh beberapa orang.

Daerah Pengoperasian
Menurut Martasuganda 2008, penentuan daerah penangkapan ikan (fishing
ground) untuk pemasangan set net harus memperhitungkan faktor - faktor yang
antara lain; Keberadaan dan arah ruaya ikan, faktor oseanografi, faktor lingkungan
di sekitarnya, faktor pendukung dan faktor lainnya.
Keberadaan dan arah ruaya ikan
Jenis ruaya ikan dalam sistem perikanan set net tediri dari ruaya utama dan
ruaya cabang. Ruaya utama adalah perairan yang dilewati oleh gerombolan ikan
yang jaraknya biasanya jauh dart perairan pantai, sedangkan maya cabang adalah

perairan yang dilewati gerombolan ikan yang keluar dan ruaya utama menuju ke
perairan pantai.
Di negara Jepang, penangkapan ikan dengan menggunakan set net banyak
dilakukan di hampir seluruh perairan pantai. Perairan pantai di Jepang umumnya
mempunyai daerah ruaya ikan utama yang kemudian ikan yang beruaya di daerah
maya utama banyak yang beruaya ke perairan pantai untuk tujuan yang berbeda
menurut jenisnya.
Luasan perairan yang harus diamati untuk menentukan daerah penangkapan
untuk set net sekurang-kurangnya mencapai radius 3 - 4 km dan perairan yang
akan dijadikan tempat pemasangan set net.
Faktor oseonografi
Faktor oseanografi yang harus diperhatikan untuk pemasangan set net
diantaranya adalah: kedalaman, arus, gelombang dan dasar perairan.
1. Kedalaman. Untuk yang berskala kecil umumnya dioperasikan pada
kedalaman tidak lebih dari 15 m dan jarak pemasangan tidak lebih dari
100 m dan garis pantai, sedangkan yang berskala besar letak
pemasangannya berkisar antara 2000 - 3000 m dari garis pantai dengan
kedalaman perairan bisa diatas 15 m.
2. Arus. Dioperasikan di perairan yang berarus cepat
3. Gelombang. Gelombang maksimal yang masih bisa ditolerir selama set net
terpasang di perairan, adalah sekitar 2.0 m, sedangkan mulai pada
ketinggian 5.0 m jaring akan mulai terbawa arus.
4. Dasar Perairan. Dasar perairan yang baik untuk pemasangan set net adalah
dasar perairan yang berlumpur, berpasir atau berpasir bercampur kerang
kerangan atau campuran dari ketiganya. Kemiringan dasar perairan yang
baik adalah dasar perairan yang mempunyai kemiringan antara 100
25% dan yang mempunyai garis kedalaman (isodepth) yang mengumpul
atau padat.
Set net berkantong kerucut bisa dioperasikan di perairan yang berarus cepat di
mana set net jenis Dai ami (keddle net) dan otoshi ami (trap net) tidak bisa
dioperasikan. Perairan yang baik untuk pemasangan set net jenis ini adalah
perairan yang keruh dengan dasar perairan lumpur, pasir atau campuran dari
lumpur dan pasir.

Hasil Tangkapan dan Musim Penangkapan


Target ikan yang menjadi tujuan penangkapan dari jenis set net berkantong
kerucut adalah cumi-cumi, ikan sebelah, udang barong, ikan kembung dan jenis
ikan lain yang ada di perairan di mana set net berkantong kerucut dipasang.
Ikan yang memasuki Set net ada yang bermigrasi secara soliter, aggregation
atau bermigrasi secara bergerombol dalam bentuk school atau dalam bentuk pood.
Teknologi penangkapan ikan dengan menggunakan Set net merupakan suatu
teknologi penangkapan yang sangat hemat bahan bakar, hemat biaya operasi,
waktu yang dibutuhkan dan mulai pergi ke tempat set net dipasang kemudian
mengambil hasil tangkapan dan kembali lagi ke fishing base tidak memakan
waktu yang lama, biasanya hanya memakan waktu sekitar tiga sampai empat jam,
Musim penangkapan sebaiknya disesuaikan dengan musim ikan yang
beruaya ke tempat di mana set net dioperasikan.

ANALISIS
Basic Capture Methods: Tangling dan trapping
Karena set-net merupakan alat tangkap pasif maka Basic capture methods
digolongkan kedalam Perangkap (Trapping) dimana ikan yang terperangkap di
bagian bubu atau jaring tikus. Di dalam bubu ikan akan berenang berputar
mengitari kantong dan tidak dapat keluar karena dilengkapi jaring penutup bagian
atas. Di bagian inilah ikan akan terperangkap (trapping).
Pada bagian penaju ikan atau gerombolan ikan akan melewati atau
menembus mata jaring penaju. Penaju yang bentuknya menyerupai pagar
memiliki bentuk yang menyerupai gillnet yang fungsinya adalah untuk
menghadang dan mengarahkan atau menuntun gerombolan ikan supaya mau
menuju ke arah jaring utama. Selain itu, pada jenis set net ini adanya serambi

yang berfungsi sebagai jaring insang juga dapat menjadi alat untuk menangkap
ikan. Di kedua bagian inilah ikan dapat tertangkap dengan cara terjerat (tangling).
Basic Ways to Control Fish Behaviour: Repulsion dan Deception
Repulsion terjadi dengan pemasangan penaju yang dimaksudkan untuk
mengarahkan gerombolan ikan ke arah jaring utama atau ke arah mulut jaring agar
memasuki setnet bagian serambi yang seterusnya akan menaiki jaring menaik
untuk selanjutnya memasuki bagian kantong. Pemasangan bagain penaju pada set
net memanfaatkan kebiasaan ikan yang kalau mendapat rintangan akan menuju ke
arah daerah yang lebih dalam atau ke arah yang lebih gelap. Ikan atau gerombolan
ikan yang menyadari penaju akan membelok ke arah yang lebih dangkal untuk
selanjutnya menjauhi penaju. Ikan selanjutnya akan mengarah ke bagian mulut
jaring yang bagian dalam dan lebih gelap sesuai dengan pemasangan set net yang
dimulai dari tempat dangkal menuju perairan yang dalam.

DAFTAR PUSTAKA

Akiyama S. 2012. Set Net Fisheries in Japan. Tokyo(JP): Tokyo University of


Marine Science and Technology. 59p.
Martasuganda S. 2008. Set Net (Teichi ami). Bogor: Departemen Pemanfaatan
Sumberdaya Perikanan dan Pusat Kajian Sumebrdaya Pesisir dan Lautan,
Institut Pertanian Bogor