Anda di halaman 1dari 5

BAB 1

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam industri kimia, proses transportasi sangat berperan penting
dalam penyaluran bahan baku maupun produuk yang dihasilkan dari unit proses
dan unit operasi. Bahan baku dalam jenis cair umumnya cenderung lebih mudah
untuk ditangani dibandingkan dengan jenis padatan.
Dalam pelaksanannya fluida dialirkan dari tempat yang satu ke tempat
yang lain dengan menggunakan pompa atau blower. Alat yang digunakan untuk
mendistribusikan fluida tersebut bergantung pada jenis fluida yang yang akan
dialirkan. Untuk fluida cair digunakan pompa, sedangkan blower digunakan untuk
mengalirkan gas, pada system pengoprasiannya pompa dipengaruhi oleh
bebearapa factor yaitu tinggi tekanan pompa, laju alira volumetric dan daya
pompa yang dibutuhkan. Spesifikasi ini berpengaruh pada pemilihan pompa yang
digunakan dalam unit proses.
Dalam industri juga sering terdapat masalah dalam hal sifat dinamis
yang tidak stabil dalam pengoperasiannya, Hal ini sering terjadi pada sistem pure
capacity. Sistem pure capacity merupakan suatu sistem terintegrasi dimana saat
terjadinya proses didapatkan respon yang tidak stabil. Salah satu contohnya
adalah sistem tangki dengan aliran output yang diatur menggunakan pompa. Jika
hal ini belum dapat diatasi, maka proses akan terus berlangsung, sehingga
menimbulkan efek yang sangat besar terhadap proses berikutnya atau sering
disebut snowball effect. Maka dari itu, perlu adanya sistem pengendalian dalam
prosesnya. Kajian mengenai dinamika proses yang timbul pada sistem pure
capacity ini jarang sekali dijumpai. Oleh karena itu, penelitian ini mengambil
topik dinamika pengaruh pemanas coil pada proses sistem pure capacity
sehingga dapat diketahui pengaruh input dan kecepatan pada pompa terhadap
dinamika ketinggian dan suhu cairan pada tangki.
Dalam penelitian ini sistem yang diterapkan adalah sistem pure capacity
dengan t untuk mempelajari dinamika proses pada sistem pure capacity. Sistem
pure capacity pada penelitian ini dirancang menggunakan dua tangki yang disusun

secara seri. Laju alir volumetrik keluaran tangki 1 diatur menggunakan pompa dan
pengaturan suhu lalu dialirkan menuju tangki 2 sehingga mempengaruhi level
pada kedua tangki.
B. Tinjauan Pustaka
1. Aliran Fluida
Kapasitas merupakan kemampuan daya tampung dari suatu alat.
Sedangkan kapasitas pompa sendiri merupakan kemampuan pompa untuk
dapat mengalirkan cairan (fluida) sampai batas kemampuannya. Karena
dalam pengiperasiannya cairan yang dipindahkan dari pompa jumlahnya
tertentu, maka dalam pompa terdapat istilah kapasitas volumetris pompa.
Kapasitas volumetris pompa adalah banyaknya cairan yang dipindahkan
oleh pompa setiap satuan waktu.
Pada penelitian ini kapasitas pemimmpaan dapat berubah-ubah
sekalan dengan perubahan temperatur pada fluida yang dialirkan. Semakin
tinggi suhu fluida cair yang dialirkan maka menurunnya kapasitas cair
yang keluar dari pompa.
2. Pure Capacity
Sifat dinamis pada suatu sistem seringkali tidak stabil dalam
pengoperasiannya. Masalah yang sering terjadi adalah proses pada sistem
pure capacity. Sistem pure capacity merupakan suatu sistem terintegrasi
dimana saat terjadinya proses didapatkan respon yang tidak stabil. Salah
satu contohnya adalah sistem tangki dengan aliran output yang diatur
menggunakan

pompa.

C. Tujuan Penelitian
Tujuan yang akan dicapai dari pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai
berikut:

1. Mempelajari Pengaruh Suhu pemanas coil terhadap dinamika proses


pada sistem pure capacity.
2. Menganalisis kestabilan respon yang diperoleh dari pengaruh suhu
pemanas coil pada sistem pure capacity dengan cara:
Pengamatan yang dilakukan di laboratorium.
Simulasi model matematika sistem pure capacity dengan

pemrograman komputer.
Membuat Nyquist Plot atau Bode Diagram.

D. Perumusan Masalah
Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah suhu fluida yang
mempengaruhi laju alir fluida dan respon pure capacity yang tidak stabil sehingga
diperlukan percobaan di dalam laboratorium dan simulasi pemrograman komputer
untuk pemodelan secara matematis. Hal tersebut dilakukan untuk menganalisis
respon yang tidak stabil dari sistem pure capacity dan pengaruh suhu cairan.

E. Batasan Masalah
Adapun batasan masalah yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan tugas
akhir penelitian ini adalah:
1. Permodelan sistem pure capacity menggunakan 2 tangki berbentuk
balok dengan volume masing-masing 10 liter yang tersusun secara
seri dengan coil pemanas di masing- masing tangki. Cairan pada
tangki 1 dialirkan menggunakan pompa ke tangki
2. Gangguan yang digunakan adalah:
a. Perubahan laju alir volumetrik arus umpan tangki 1
mengikuti fungsi tahap (step increase/step decrease).
b. Perubahan suhu tangki 1 yang mempengaruhi laju alir
volumetrik arus keluaran tangki 1
c. Perubahan speed pump pada aliran keluar tangki 1
mengikuti fungsi tahap (step increase/step decrease).
Perubahan speed pump diatur menggunakan wattmeter.
3. Model matematika (persamaan diferensial biasa) sistem pure
capacity diselesaikan secara analitis dengan transformasi Laplace.

4. Dinamika suhu dan level pada sistem pure capacity yang diperoleh
melalui pengamatan di laboratorium akan dibandingkan dengan
penyelesaian model matematika menggunakan software berupa
Microsoft Excel dan Scilab.
5. Analisis kestabilan sistem pure capacity juga dilakukan melalui
Nyquist Plot atau Bode Diagram.
F. Landasan Teori
Berdasarkan tinjauan pustaka proses pure capacity dipengaruhi oleh suhu
masing-masing pada setiap tangki maka dapat ditentukan dengan 2 dasar yaitu:
1. Neraca massa
Laju alir massa masuk masuk laju alir massa keluar = laju alir massa
akumulasi
qi hi (t) q h(t) V
2. Neraca energi

du (t)
dt