Anda di halaman 1dari 5

BAB 2

METODOLOGI PENELITIAN
2.1 BAHAN
Bahan yang digunakan adalah air kran pada Laboratorium Proses
Teknik Kimia UPN Veteran Yogyakarta.
2.2 ALAT
Rangkaian alat percobaan dapat dilihat pada gambar 2.1.

fi

10

f1
9

f2

1
Keterangan
alat:
7. Tangki recycle
1. Tangki 1
8. Pompa umpan
2. Tangki 2
9. Pipa recycle
3
8
3. Speed pump
10. Wattmeter
4. Kran umpan
11. Koil 1
5. Kran output
12.capacity
Koil 2
Gambar 2.1: Rangkaian
alatumpan
sistem pure
6. Tangki
2.3 CARA KERJA
Penelitian ini dilakukan dengan satu percobaan pendahuluan untuk

mengetahui parameter-parameter dalam keadaan steady, tiga percobaan utama


untuk mengetahui dinamika proses pada sistem pure capacity, dan satu simulasi
pemrograman komputer untuk mengetahui respon yang terbentuk pada sistem.
1. Percobaan pendahuluan
Percobaan pendahuluan dilakukan untuk mengetahui parameter-parameter
dalam keadaan steady. Parameter-parameter steady state yang harus diketahui
antara lain; gain process pada pompa (Kp), konstanta waktu (p), koefisien
valve (Cv), laju aliran masuk tangki 1 (f 1), laju aliran masuk tangki 2 (f 2), laju
aliran keluar tangki 2 (f3), suhu umpan masuk tangki 1 (T 1), suhu masuk

tangki 2 (T2), suhu keluar tangki 2 (T3), tinggi cairan di tangki 1 (h 1), dan
tinggi cairan di tangki 2 (h2).
Laju aliran masuk tangki 1 dapat dihitung dengan mengalirkan air dari tangki
umpan dengan persen bukaan kran yang diukur menggunakan busur. Waktu
yang diperlukan air mengalir sepenuhnya dari tangki umpan dicatat.
Dilakukan percobaan ini sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh hubungan antara
persen bukaan kran dan laju aliran masuk tangki 1.
Suhu pada tangki 1 dapat dihitung dengan mecelupkan thermometer kedalam
tangki 1. Diperoleh suhu awal pada tangki 1 dengan membaca
thermometernya.
Laju aliran masuk tangki 2 dapat dihitung menggunakan wattmeter untuk
mengukur daya pada pompa yang diubah-ubah. Air dari tangki 1 dipompa
menuju tangki 2 pada daya tertentu yang tercatat pada wattmeter. Saat seluruh
air masuk ke tangki 2, diukur waktu yang diperlukan. Percobaan ini
dilakukan sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh hubungan antara daya pompa
yang tertera pada wattmeter dan laju aliran masuk tangki 2.
Untuk mengukur laju aliran keluar pada tangki 2 menggunakan cara yang
hampir sama dengan cara mengukur laju aliran masuk tangki 1. Air dari
tangki 2 dialirkan ke tangki recycle dengan mengatur persen bukaan kran.
Ketika semua air masuk ke tangki recycle, diukur waktu yang diperlukan.
Percobaan ini dilakukan sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh hubungan antara
persen bukaan kran dengan laju aliran keluar tangki 2.
Tinggi cairan pada tangki 1 dan tangki 2 pada keadaan steady dapat diketahui
dengan mengatur setiap laju aliran masuk dan keluar tangki sehingga didapat
aliran yang steady state. Apabila sistem telah mencapai keadaan steady,
dilanjutkan dengan mengukur tinggi cairan pada tangki 1 dan tangki 2.
2. Percobaan dinamis
Percobaan dinamis merupakan percobaan utama dari penelitian ini. Percobaan
ini bertujuan untuk mengetahui perubahan dinamik yang terjadi pada
ketinggian atau level cairan pada tangki 1 dan tangki 2 apabila diberi
gangguan berupa laju aliran umpan atau kecepatan pompa pada aliran masuk
tangki 2.
Pertama-tama, air pada tangki umpan dialirkan menuju tangki 1 dengan
bukaan kran yang lebih besar/kecil sebagai gangguan. Dari tangki 1 air

dipompa menuju tangki 2 dengan laju aliran konstan atau sama dengan laju
aliran masuk tangki 2 pada keadaan steady. Suhu tangki 1 dan tangki 2 dijaga
konstan. Persen bukaan kran keluar tangki 2 juga dijaga konstan, sehingga
laju aliran keluar tangki 2 sama dengan saat keadaan steady. Terjadi
perubahan level pada tangki 1 dan tangki 2. Perubahan level pada kedua
tangki dicatat setiap waktu tertentu.
Untuk percobaan dinamis yang ke-2, air pada tangki umpan dialirkan menuju
tangki 1 dengan bukaan kran dan suhu pada tangki 2 yang dijaga konstan.
Dari tangki 1 air dipompa menuju tangki 2 dengan laju aliran konstan atau
sama dengan laju aliran masuk tangki 2 pada keadaan steady. Tetapi suhu
pada tangki 1 dengan suhu yang di ubah sebagai gangguan.
Untuk percobaan dinamis yang ke-3, air pada tangki umpan dialirkan menuju
tangki 1 dengan dengan bukaan kran yang dijaga konstan atau sama dengan
laju aliran masuk tangki 1 saat keadaan steady dan suhu di tangki 2 dijaga
kosntan tetapi suhu pada tangki 1 divariasikan sebagai ganguan. Dari tangki 1
air dipompa menuju tangki 2 dengan laju aliran konstan atau sama dengan
laju aliran masuk tangki 2 pada keadaan steady. Persen bukaan kran keluar
tangki 2 juga dijaga konstan, sehingga laju aliran keluar tangki 2 sama dengan
saat keadaan steady. Terjadi perubahan level pada tangki 1 dan tangki 2.
Perubahan level pada kedua tangki dicatat setiap waktu tertentu.
Untuk percobaan dinamis yang ke-4, air pada tangki umpan dialirkan menuju
tangki 1 dengan bukaan kran yang konstan atau sama dengan laju aliran
masuk tangki 1 saat keadaan steady. Suhu tangki 1 dan tangki 2 dijaga
konstan. Dari tangki 1 air dialirkan ke tangki 2 dengan kecepatan pompa yang
lebih besar/kecil sebagai gangguan. Persen bukaan kran keluar tangki 2 dijaga
konstan atau sama dengan laju aliran keluar tangki 2 pada keadaan steady.
Perubahan level pada kedua tangki dicatat setiap waktu tertentu.
Pipa recycle diperlukan untuk mengalirkan air pada tangki apabila terjadi
overflow saat berlangsungnya percobaan.

2.4 DIAGRAM ALIR


Untuk mencapai tujuan penelitian ini, dilakukan beberapa tahapan yang
disajikan dalam bentuk diagram alir.
Mulai
Pengaturan bukaan
valve

Percobaan pendahuluan

Peneraan wattmeter
pada pompa

Parameter steady state


Kp, p, Cv, , f1, f2, f3, T1, T2, T3 h1, h2
Pengamatan
laboratorium

Percobaan dinamis
Respon dinamis

Variabel pengganggu:
input (fi) dan daya
pompa (m) serta suhu
(T)

Data laboratorium
Model matematika

Analisis kestabilan menggunakan


metode Nyquist atau Bode

Software
(Microsoft Excel
dan Scilab)

Nyquist Plot
Bode Diagram

Selesai
Gambar 2.2: Diagram alir proses