Anda di halaman 1dari 4

Seri: Siroh

PERANG BANI QOINIQA


TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa diharapkan mampu memenuhi target-target pengajaran berikut ini:
-

Memberikan argumen bahwa Yahudi tidak menepati perjanjian dan kesepakatan yang telah
dibuat.

Menjelaskan alasan permusuhan Yahudi terhadap kaum muslimin.

Menjelaskan sikap orang Yahuid terhadap kemenangan umat islam.

Menjelaskan latar belakang peperangn Badar

Memberikan penjelasan kecongkakan orang-orang Yahudi

Menjelaskan sikap yang diambil oleh para pembesar Bani Qoiniqa terhadap Rasulullah SAW.

Menjelaskan sikap kaum muslimin terhadap kesepakatan yang diambil bersama orang Yahudi

Menjelaskan asbabun nuzul ayat wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian jadikan
orang Yahudi dan Nasrani sebagai Wali

Menentukan waktu dan lokasi peperangan

Menguraikan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada peperangan tersebut.

Memberikan argumen akan ketakutan orang Yahudi terhadap umat islam.

Menjelaskan peran yang dimainkan oleh Abdullah bin Salul.

Menjelaskan sikap nabi terhadap Abdullah bin Salul

Mengungkap hikmah dan pelajaran yang dapat di ambil dari sikap tersebut.

Menjelaskan yang dimaksud dengan At-thobur Al Khoomis

Menyebutkan hasil dari perang Bani Qoiniqa

Mengungkapkan pelajaran yang dapat diambil dari peristiwa tersebut.

PERANG BANI QOINIQA


Selama sejarahnya, orang-orang Yahudi tidak pernah mengetahui arti dari sebuah penghargaan
terhadap perjanjian, kesepakan, ataupun menjaga hak-hak tetangga. Mereka pun tak pernah
mengenal arti persaudaraan dan interaksi yang dibangun atas kesucian dan kebersihan hati.
Begitu umat islam memperoleh kemenangan sikap permusuhan orang Yahudi pun langsung
tampak dengan sangat jelas dan begitu terbuka. Hal ini terlihat pada perbuatan maupun
perkataan mereka. Nampak sekali bahwa beberapa kelompok Yahudi yang hidup di tengah
komunitas arab ternyata bukanlah termasuk ahlul kitab. Namun mereka adalah kelompokkelompok yang memiliki ambisi pribadi dengan menjadikan agama sebagai tameng yang
melindungi kepentingan politis dan ekonomi mereka. Ketika mereka sadar bahwa kepentingan
tersebut mulai terancam, maka munculah permusuhan, kedengkian, dan konspirasi yang selama
ini tersembunyi, yang kesemuanya merupakan alasan untuk memerangi dan mengusir mereka
dari kota Madinah.
LATAR BELAKANG PEPERANGAN
1. Pasca perang Badar, orang-orang Yahudi tidak lagi segan untuk menganiaya umat islam.
cari kesalahan dan kekurangan umat islam, serta menjadi agen Quraisy dengan memberikan
informasi pergerakan umat islam yang memberi dampak negatif bagi umat islam.

www.tarbiyah-online.com

Page1

Mereka pun tidak pernah kehabisan energi untuk menghasut orang-orang Quraisy, mencari-

Seri: Siroh
2. Mereka mengingkari perjanjian dan kesepakatan yang telah buat bersama Rasulullah SAW.
Mereka pun secara melakukan permusuhan terhadap umat islam secara terang-terangan,
sampai kepada derajat kelaliman terhadap kehormatan umat islam. Suatu saat mereka
melakukan pelecehan terhadap seorang wanita anshor ketika ia sedang berada di pasar Bani
Qoiniqa untuk menjual perhiasannya. Orang-orang Yahudi ingin agar wanita tersebut
membuka cadarnya, namun ia menolak. Seorang tukang emas Yahudi pun dengan sengaja
menarik ujung pakainnya dan mengikatknya ke pundak wanita tersebut. Ketika wanita itu
berdiri aurat bagain belakangnya pun tersingkap. Orang-orang Yahudi itu pun tertawa,
sementara wanita itu berteriak. Seketika itu ada seorang muslim yang langsung loncat dan
menyerang tukang emas tersebut hingga membunuhnya. Orang-orang Yahudi lainnya berang
dan langsung membunuh orang tersebut. Orang-orang muslim pun meneriaki mereka hingga
terjadilah kekacauan.
3. Sikap congkak, menipu, kewaspadaan mereka terhadap Rasulullah SAW. Rasulullah SAW
pernah memanggil para pemuka Yahudi dan meminta mereka untuk menghentikan aksi
kekerasan terhadap umat islam serta komitmen terhadap kesepakatan damai. Rasulullah SAW
mengingatkan kepada mereka konsekwensi yang akan ditanggung apabila mereka melanggar
kesepakatan tersebut. Namun Banu Qoiniqa justru meremehkan peringatan tersebut. Mereka
berkata,wahai Muhammad! Jangan tertipu! Engkau bertemu dengan orang-orang yang tidak
mengetahui cara berperang, lalu kau pergunakan kesempatan tersebut. Demi Tuhan,
sesungguhnya apabila kami memerangimu, niscaya engkau akan tahu bahwa kami adalah
orang yang sebenarnya!
AL QURAN MENJAWAB KLAIM YAHUDI
Melalui pernyataan tersebut sebenarnya orang-orang Yahudi hanya ingin menakut-nakuti kaum
mukminin dan menjatuhkan mental mereka. Maka Allah SWT pun menurunkan firman
Nya:katakanlah kepada orang-orang yang kafir bahwa mereka pasti akan dikalahkan dan digiring
ke dalam neraka jahannam. Dan itulah tempat kembali yang paling buruk. Sungguh bagi kalian
terdapat satu pelajaran pada dua kelompok yang saling bertemu. Kelompok yang satu berperang
di jalan Allah dan yang lain kafir. Kalian melihat mereka dua kali lipatnya atas dasar pandangan
mata. Dan Allah mengokohkan kemenangan kepada siapa yang Ia kehendaki. Sesungguhnya pada
yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang memiliki pandangan (fikiran) 1
Al Quran ingin mengingatkan bahwa orang-orang Yahudi tidak mengambil pelajaran dari apa yang
telah menimpa orang Quraisy pada perang Badar. Mereka tidak membaca dari kekalahan orangorang yang menantang Allah SWT dan rasul-Nya, dan setiap orang yang justru bangga dengan
dosa dan kesalahannya. Dan barang siapa yang melakukan hal tersebut, maka niscaya ia akan
kalah dan binasa. Hingga akhirnya ia harus mendekam di dalam jahannam sebagai tempat tinggal
yang paling buruk.
SIKAP UMAT ISLAM TERHADAP ALIANSI YAHUDI
Orang-orang islam yang selama ini menjalin kesepakatan dengan Yahudi lambat laun mengetahui
semua perbuatan mereka dan penghianatan mereka terhadap perjanjian yang telah disetujui.
yahudi kepada Rasulullah SAW.
1

. Ali Imran 12-13

www.tarbiyah-online.com

Ubadah bin Shamit, salah seorang pemuka Kazraj, akhirnya

Page1

Orang-orang islam pun semakin sadar akan sikap keras kepala dan penganiayaan verbal orang

Seri: Siroh
memutuskan kesepakatan aliansi tersebut. Sebaliknya Abdullah bin Ubai bin Salul justru memuji
aliansi tersebut. Ia berkata,aku adalah seorang yang sangat mengkhawatirkan akan adanya
bencana. Maka Allah SWT pun menurunkan baraah dengan mereka melalui firmannya,
wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian jadikan Yahudi dan Nasrani sebagai.
Sebagian dari mereka adalah wali bagi sebagian yang lainnya. Dan barang siapa diantara kalian
yang menjadikan mereka sebagai wali maka sesungguhnya dia adalah bagian dari mereka.
Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang zalim. Maka engkau melihat orang-orang
yang di dalam hatinya terdapat panyakit berlomba-lomba kepada mereka. Mereka berkata,kami
khawatir apabila kami tertimpa musibah. Maka semoga Allah mendatangkan kemenangan atau
urusan Nya sehingga mereka menyesal atas apa yang selama ini mereka sembunyikan di dalam
diri mereka.1
RASULULLAH SAW MENDATANGI YAHUDI
Tidak ada yang pantas dilakukan atas penghianatan dan penentangan terhadap Rasulullah SAW
selain memerangi mereka. Yahudi Bani Qoiniqo sendiri sudah bisa merasakan hal tersebut. Mereka
pun berlindung di balik benteng dan bersiap-siap menghadapi umat islam. Rasulullah SAW
bersama orang-orang Madinah mendatanginya pada hadi Sabtu, pertengahan syawwal pada tahun
kedua Hijriah. Kali ini panji dibawa oleh pamannya, Hamzah bin Abdul Muththalib. Sementara
beliau menugaskan Abu Lubabah al Anshori untuk menjaga kota Madinah. Mereka pun
mengepung benteng tersebut selama lima belas hari.
DI BALIK PERISTIWA PERANG
POSISI YAHUDI SEMAKIN TERDESAK DAN LEMAH
Orang-orang Yahudi sadar bahwa mereka tidak mampu menghadapi pasukan Rasulullah SAW
dengan peperangan. Sementara benteng tempat mereka berlindung tidak mungkin bisa
menyelamatkan mereka dari tangan umat islam. Mereka pun semakin dihantui katakutan yang
teramat sangat. Mereka ingin lari secepatnya meninggalkan harta, senjata, dan bahkan rumah
mereka. Disinilah kita bertanya, dimanakah kecongkakan Yahudi selama ini? Dimanakah
perkataan mereka kepada Rasulullah SAW,jika engkau memerangi kami, niscaya engkau akan
tahu bahwa kami adalah orang yang sebenarnya.
EKSODUS BANI QOINUQA
Ketakukan orang-orang Yahudi terhadap umat islam yang mengepungnya sudah mencapai titik
puncak. Akhirnya mereka menyerahkan diri dan harta mereka kepada Rasulullah SAW. Mereka
rela terhadap apa yang akan dilakukan terhadap diri, istri, keturunan, dan harta benda mereka.
Maka datanglah Abdullah bin Ubai, salah seorang yang bersekutu dengan Yahudi, kepada
Rasulullah SAW dan berkata,wahai, Muhammad berbuat baiklah kepada sekutuku, mereka adalah
sekutu Kazraj. Rasulullah SAW pun mengacuhkannya. Kemudian ia mengulanginya lagi. Namun
Rasulullah SAW berpaling darinya. Abdullah bin Ubai pun memasukkan tangannya ke dalam saku
baju Rasulullah SAW. Seketika itu wajah Rasulullah SAW berubah dan berkata,biarkan aku!
kembali berkata,celaka engkau! Biarkan aku! Abdullah bin Ubai berkata,demi Allah aku tidak
1

. Al Maidah 51-52

www.tarbiyah-online.com

Page1

beliau tampak begitu marah, sampai semua orang dapat melihat perubahan di wajahnya. Beliau

Seri: Siroh
akan membiarkanmu sampai engkau berbuat baik kepada sekutu-sekutuku. Empat ratus orang
tidak mengenakan baju besi, tiga ratus orang mengenakan baju besi, mereka telah melindungiku.
Aku

adalah

seorang

yang

benar-benar

takut

tertimpa

bencana.

Rasulullah

SAW

menjawab,mereka adalah untukmu, dengan syarat mereka harus keluar dari kota Madinah dan
tidak berdampingan lagi dengan kami di kota ini. Rasulullah SAW pun memberikan waktu tiga
malam kepada mereka, dan menugaskan Ubadah bin Shomit untuk mengawasinya.
Akhirnya Bani Qoiniqa pun harus pergi dengan meninggalkan harta dan persenjataan mereka.
Mereka berjalan hingga sampai di lembah al Quro, di selatan Khaibar. Mereka tinggal di sana
untuk beberapa waktu lamanya. Kemudian mereka meneruskan perjalanan ke Adzriat, di Syam.
Di sanalah mereka menetap. Namun belum berapa lama mereka tinggal, mereka binasa
semuanya.1 Dengan demikian kaum muslimin pun dapat terbebas dari kelompok kelima di kota
Madinah, yang selama ini telah meresahkan umat islam dan membantu memberikan informasi
kepada orang-orang musyrikin.
HASIL DARI PEPERANGAN INI
1. Pembersihan kota Madinah dari Yahudi Bani Qoiniqa yang selama ini selalu membuat
keresahan di tengah komunitas umat islam serta kezaliman terhadap agama maupun
kehormatan mereka.
2. Terbebas kota Madinah dari kelompok kelima yang selama ini menjadi agen informasi orangorang musyrik.
3. Menumbuhkan rasa takut pada kabilah-kabilah Yahudi lainnya seperti Bani Nadhir dan Bani
Quraidzah, agar tak seorang pun dari mereka yang berani berbuat semena-mena terhadap
umat islam ataupun berani menghianati perjanjian yang telah disepakati bersama Rasulullah
SAW.
4. Bertambahnya rasa tsiqoh kaum muslimin terhadap diri sendiri, kebanggaan terhadap agama
ini, serta kemampuan berperang dan mengantisipasi. Dengan demikian semakin tinggi pulalah
posisi umat islam di mata masyrakat arab.
HIKMAH DAN PELAJARAN DARI PEPERANGAN INI
1.

Janji Allah SWT kepada orang-orang yang beriman dan ancaman Nya kepada orang-orang
kafir akan selalu ditepati. Allah SWT berjanji bahwa mereka pasti akan dikalahkan.
katakanlah kepada orang-orang kafir bahwa mereka pasti akan dikalahkan dan digiring
ke neraka jahannam. Dan itulah tempat kembali yang paling buruk.

2.

Akibat dari kesewenang-wenangan adalah kenistaan. Dan akibat dari perusakan adalah
kebinasaan di dunia dan diakhirat.

3.

Peristiwa tersebut menunjukkan sifat pengecut adalah sifat sejati orang Yahudi di
sepanjang sejarah. Kesombongan dan klaim bahwa mereka memiliki kekuatan hanyalah
propaganda belaka. Sesuatu yang mereka harap benar-benar menjadi sebuah realita,
namun kenyataan menolaknya. Dari peristiwa ini pula tampak bahwa orang Yahudi tidak
akan merasa gentar kecuali melalui tangan orang-orang yang beriman dan para pembela

. Sirah Ibnu Katsir 2/138

www.tarbiyah-online.com

Page1

akidah yang benar.