Anda di halaman 1dari 7

BAB III

HIDROSTATIKA
1. PENGANTAR
Hidrostatika ialah ilmu perihal zat alir atau fluida yang diam tidak bergerak dan
hidrodinamika parihal zat alir yang bergerak. Hidrodinamika yang khusus mengenai aliran
gas dan udara, disebut Aerodinamika.
Fluida ialah zat yang dapat mengalir. Jadi, termasuk zat cairdan gas. Perbedaan zat cair
dengan ghas terutama terletak pada kompresibilitasnya. Gas mudah dimampatkan, sedang zat
cair praktis tidak dapat dimampatkan. Dalam pembahasan kita disini, perubahan kecil volume zat
cair yang menderita tekanan, umumnya diabaikan.
Rapat massa suatu bahan yang homogen didefinisikan sebagai massanya persatuan
volum. Satuan kerapatan sdalam ketiga sistem satuan ialah: satu kiliogram per m-3 (1 kg m3),
satu gram per cm3 dan slug per ft-3. Rapat massa akan kita lambangkan dengan huruf Yunani r
(rho):
=

m
,m= V
V

(13-1)

Misalnya, berat 1 ft3 air ialah 62,5 lb; rapatnya ialah 62,5/32,2 = 1,94 slug per ft-3.
beberapa harga rapat masspada suhu kamar tercantum dalam tabel 13-1.

Berat jenis suatu bahan ialah perbandingan rapat massa bahan itu terhadap rapat massa
air dan sebab itu berupa bilangan semata.
Berat jenis (spesific gravity) sebenarnyamerupakan istilah yang sangat keliru, karena
tidak ada sangkut pautnya dengan berat (gravity). Lebih tepat disebut rapat realtif, karena lebih
memperjelas konsepnya.

2 . TEKANAN DI DALAM FLUIDA


Waktu menerangkan tekanan hidrostatika pada Bagian 11-1, berat fluida diabaikan dan
tekanan dianggap sama pada semua titik. Tetapi seperti sudah kita ketahui, makin tinggi dari
permukaan bumi makin berkurang tekanan udara, dan di dalam tealaga atau laut tekanan juga
akan makin berkurang jika makin jauh dari dasar. Karena itu definisi tekanankita buat berlaku
umum dan mendefinisikan tekanan di

Sembarang titik sebagai perbandingan gaya normal dF yang bekerja pada suatuluas kecil
dA dimana titik itu sendiri berada, terhadap luas dA itu:
p=

dF
dF= pdA
dA '

(13-2)

Jika tekanan itu sama di semua titik padabidang di seluas A, maka persamaan
persamaan ini menjadi persamaan (11-3):
p=

F
F= pA
A'

Marilah sekarang kita cari hubungan umum antara tekanan p pada sembarang titik di
dalam fluida dengan tinggi letak y titik itu.jika fluida dalam kesetimbangan, maka semua unsur
volumnya jugadalam kesetimbangan. Pandanglah unsur berbentuk lapisan sangat tipis, seperti
pada gambar 13-1, yang tebalnya dy dan luas permukaannya A. Kalau rapat massa fluida p,
massa unsure itu ialah pA dy dan beratnya dw ialah pgA dy. Gaya yang dikerjakan pada unsure
tersebut oleh fluida sekelilingnya dimana mana selalu tegak lurus pada permukaan unsur.
Berdasarkan simetri, gaya resultan horisontal pada sisisnyasma dengan nol. Gaya ke atas pada

permukaan sebelah bawah ialah pA, sedangkangaya ke bawah pada permukaan sebelah atas ialah
(p + dp)A. Karena dalam kesetimbangan,

Karena

dan g keduanya besaran positif, maka dy yang positif (tinggi bertambah)

dibarengi oleh dp yang negatif (tekanan berkurag). Jika p1 dan p2 ialah tekanan pada tinggi y1,
dan y2 di atas suatu bidang patokan, maka integrasi persamaan (13-3), kalau p dan g konstan,
menghasilkan:

p2 p1 = -

g (y2 y1)

Marilah kita terapkan persamaan ini pada zat cairdalam bejana terbuka, seperti pada
Gambar 13-2. Ambillah titik 1 pada bidang sekehendak dan misalkan r ialah tekanan pada titik
ini,ambil titik 2 di permukaan zat cair, dimana tekanan sama dengan tekanan atmosfir pa. Maka:
pa p = - pg (2 y1),
p = pa + pgh (13-4)

Perhatikan bahwa bentuk bejana tidak mempengaruhi tekanan, dan bahwa jika tekanan
itu sama di semua titik pada kedalaman yang sama. Berdasarkan persamaan (13-4) juga terbukti
bahwa kalau tekanan p, diperbesar dengan cara yang bagaimanapun, umpamanya dengan

memasukkan sebuah piston dari atas, besar tekanan p disemua titik di dalam zat cair itu harus
pula bertambah dengan jumlah yang sama. Hal ini dikemukakan oleh sarjana Perancis Blaise
Pascal (1623 1662) pada tahun 1653 dan disebut Hukum Pascal. Bunyinya: Tekanan yang
diberikan pada fluida dalam bejana tertutup diteruskan tanpa berkurang kesemua bagian fluida
dan dinding bejana itu. Asas ini bukanlah suatu asas yang berdiri sendiri, melainkan suatu
konsekuensi yang wajar dari hukum hukum mekanika.

Hukum Pascal: dapat diterangkan berdasarkan cara kerja penekan hidrolik, seperti pada
gambar (13-3). Sebuah piston yag luas penampangnya kecil, a, digunakan untuk melakukan gaya
kecil f langsung terhadap suatu zat cair, misalnya minyak. Tekanan p = f/a diteruskan lewat
sebuah pipa penghubung ke sebuah silinder yang lebih besar dari yang pistonnya juga lebih besar
(berpenampang A). Karena tekanan di dalam kedua silinder sama, maka:
f F
A
p= = dan F= xf
a A
a
Oleh sebab itu penekan hidrolik adalah suatu alat untuk melipat gandakan gaya faktor
perkaliannya sama dengan perbandingan antaraluas kedua piston. Kursi tukang cukur, kursi
dokter gigi, pengangkat mobil dalam bengkel dan rem hidrolik adalah alat alat yang
menerapkan asas penekan hidrolik.
3. PARADOKS HIDROSTATIKA
Jika sejumlah bejana berbagai bentuk saling dihubungkan seperti pada Gambar 13-4 (a),
lalu ke dalamnya dituangkan suatu zat cair, maka permukaan zat cair itu dalam masing masing
bejana akan terletak horisontal sama tinggi. Ketika asas asas hidrostatika belum dipahami
betuk, hal ini merupakan peristiwa yang aneh sekali dan dinamakan orang paradoks
hidrostatika. Sepintas lalu bejana C, misalnyaakan menimbulkan tekanan yang lebih besar

terhadap atasnya daripada B, dan karena itu cairan akan terpaksa mengalir dari C ke B. Tetapi
persamaan (13-4) menyatakan, bahwa tekanan hanya bergantung pada dalamnya zat cair di
bawah permukaannya, dan sama sekali bukan padabentuk bejana tempat zat cair itu. Karena
dalamnya zat cair sama di setiap bejana, tekanan terhadap alas masing masingpun sama dan
karena itu sistem dalam kesetimbangan.

Penjelasan lebih terperinci di bawah ini dapat membantu kita memahami kejadian
tersebut. Lihatlah bejana C pada gambar 13.4 (b). Gaya gaya yang dikerjakan oleh dindingnya
terhadap zat cair ditunjukkan oleh anak anak panah. Arah gayadi mana mana tegak lurus
dinding bejana gaya gaya miring terhadap dinding yang condong dapat diuraikan menjadi
komponen horisontal dan komponen vertikal.
Berat zat cair dalam bagian bagian yang dibubuhi huruf A didukung oleh komponen
vertikal gaya gaya tersebut. Jadi tekanan pada dasar bejana tersebut hanyalah berat zat cair
vertikal gaya gaya tersebut. Jadi, tekanan pada dasar bejana tersebut hanyalah berat zat cair
dalam kolom B berbentuk silinder. Yang dijelaskan di atas berlaku untuk semua bejana,
bagaimanapun bentuknya.
4. PENGUKUR TEKANAN
Pengukur tekanan yang paling sederhana ialah manometer pipa terbuka, terlukis pada
Gambar 13-5 (a). Alat ini berupa pipa berbentuk U yang bverisi zat cair. Ujung yag satu
menderita tekanan p yang hendak diukur, sedangkan ujungnya yang satu lagi berhubungan denga
atmosfir.tekanan pada dasar kolom sebelah kiri ialah p + rgy1,. Sedangkan pada dasar kolom
sebelah kanan pa +

gy2, di mana p ialah rapat massa dalam manometer itu. Karena tekanan

tekanan tersebut keduanya bekerja terhadap titik yang sama, maka:


p+

gy1 = pa +

gy2

dan
p pa =

g(y2 y1) = rpgh

Tekanan p itu disebut tekanan mutlak, sedangkan selisih p p, antara tekanan ini dengan
tekanan atmosfir disebut tekanan realtif atau tekanan pengukur (gauge pressure). Ternyata pula,
bahwa tekanan pengukur itu sebanding dengan selisih tinggi kolom kolom zat cair itu.
Barometer raksaterdiri dari atas npipa gelas panjang yang sesudah diisi dengan raksa lalu
dibalik dan dimasukkan ke dalam bejana berisi raksa pula, seperti pada gambar 12-5 (b). Dalam
ruang diatas kolom raksa hanya ada uap raksa yang tekanannya pada suhu kamar demikian
kecilnya sehingga boleh diabaikan. Teranglah bahwa:
Pa =

g(y2 y1) = pgh

Karena manometer dan barometer raksa sangat sering dipakai dilaboratorium, tekanan
atmosfir dan tekanan tekanan lainnya lazim dinyatakan dengan ucapan sekianinci raksa,
sentimeter raksa, atau milimeter raksa. Walaupun semua bukan merupakan satuan
sesungguhnya, akan tetapi karena demikian diskriptifnya, satuan satuan tersebut seringdipakai.
Tekanan yang dihasilkanoleh kolom raksayang tingginya satumilimeter biasadisebut satu Torr,
sebagai penghormatan kepada sarjana fisika bangsa italia, Toirricelli, yang pertama tama
menyelidiki kolom barometer raksa.
13-5 CONTOH SOAL

Hitunglah tekanan atmosfir pada suatu hari ketika tiggi barometer 76,0 cm. Tinggi kolom
raksa tergantung pada p dan g dan juga pada tekanan atmosfir. Jadi, baik rapatmassaraksa
maupun percepatan gaya berat setempat harus diketahui. Rapat masanya berubah ubah,
bergantung pada suhu cuaca, sedangkan g bergantung pada letak lintang dan tiggi letak (elevasi)
di atas permukaan bumi. Semua barometer berketelitian tinggi mempunyai thermometer dan
suhu daftar koreksi untuk perbedaan suhu tinggi letak.
Kalu dimisalkan g = 980 cm/sek2 dan p = 13,6 g cm, maka:
Pa =

gh = 13,6 cm-3 x 980 cm sek-2 x 76 cm = 1.013,000 dyn cm-2

(Jadi kira kira sejuta dyn per centimeter persegi) dalam satuan Inggris,
76 cm = 30 in = 2,5 ft
g = 850 lb ft-3

Pa = 2120 lb ft-2 = 4,7 lb in


Tekanan sebesar 1,013 x 106 dyn cm-2 1, 013 x 105 Nm = 2147,7 lb in-2 disebut satu
atmosfir (1 atm). Tekanan yang besarnya tepat sejuta dyn per sentimeter persegi disebut satu bar,
dan tekanan sebesar seperseribu bar, disebut satu milibar.
Jadi 1 bar = 100 milibar.tekanan atmosfir dinyatakan dalam ukuran 1000 milibar ini,
seperti dipergunakan oleh Biro Cuaca Amerika Serikat. Pengukur tekanan jenis Bourdon untuk
kebanyakan keperluan lebih praktis daripada manometer zat cair. Alat ini terdiri atas sebuah
tabung kuningan yang digepengkan salah satu ujungnya tertutup, dan dilengkungkan sampai
berbentuk lingkaran. Ujung yang tertutup itu dihubungkan oleh roda bergigi dan pinion dengan
jarum penunjuk yang bergerak di atas skala. Ujung yang terbuka dihubungkan dengan perkakas
yang tekanannya akan diukur. Jika tekanan sudah bekerja dalam pipa gepeng tadi, maka pipa
akan menjadi kurang lengkungya, seperti halnya selang karet menjadi lurus karena dilalui air.
Gerak ujung tertutup yang timbul karenanya diteruskan ke jarum penunjuk skala.