Anda di halaman 1dari 4

Kandungan Unsur Hara Kotoran Sapi, Kambing, Domba dan Ayam

Advertisement

Organikilo.co - Pupuk Kandang mempunyai manfaat yang sangat penting untuk meraih
kesuksesan besar didalam hal budidaya pertanian dan peternakan menggunakan pola organik.
Tujuan utama pemanfaatan kotoran hewan tidak saja tertuju untuk menyuburkan tanaman , tetapi di
luar itu pupuk alami yang di produksi binatang ternak juga mempunyai keunggulan tertentu untuk di
olah sebagai pakan alternative ternak yang lainnya. Sebagai contoh kotoran kambing , domba dan
ayam dapat di fermentasi untuk pakan ternak lele , atau pun kotoran kambing di proses
menjadi pakan / makanan alternative untuk segala unggas.
Pentingnya mengetahui jumlah dalam persen (%) kandungan kimiawi ( unsur hara Makro & Mikro
kotoran hewan ) kotoran Sapi, Kambing, Domba dan Ayam adalah faktor atau pun kunci sukses memproduksi pupuk organik bentuk padat (Bokashi , Baca
Juga :http://www.organikilo.co/2014/11/cara-membuat-bokashi-pupuk-hayati.html ) juga meramu
pakan alternative untuk budidaya unggas dan sektor perikanan. Berbekal pengetahuan serta belajar
mengetahui kandungan unsur hara kotoran Sapi, Kambing, Domba dan Ayam "Pupuk
Kandang" dapat dijadikan perbandingan sebelum memproses pupuk kandang baik sebagai Bokashi
dan makanan ternak alternative.
Karena didasari rasa cinta dengan dunia pertanian serta peternakan yang berbasis organik , maka
blog cara budidaya organik akan menguraikan kandungan kimiawi unsur hara Makro & Mikro yang
terdapat dalam kotoran Hewan ( KOHE ) Sapi, Kambing, Domba dan Ayam. Jika tertarik dengan
artikel ini silahkan menyimak lebih rinci , hingga akhir artikel yang diolah dari berbagai sumber di
internet.

Tabel Unsur Hara Kotoran Sapi, Kambing, Domba dan Ayam

Kotoran Sapi
Kotoran sapi ( Bahasa Jawa: Cletong ) merupakan pupuk kandang limbah dari peternakan sapi yang
mempunyai kandungan serat tinggi , karena terdapat Serat atau selulosa dalam kadar tinggi pada
kotoran ternak ini baik dalam bentuk padat dan air kencing sapi, ia merupakan senyawa rantai
karbon yang dapat mengalami proses pelapukan lebih kompleks. proses pelapukan secara alamiah

oleh berbagai jenis mikroba tersebut membutuhkan unsur Nitogen (N) yang terkandung pada kotoran
sapi tersebut dalam jumlah besar. Karena alasan ini pupuk kandang dalam kondisi segar atau masih
baru tidak disarankan untuk memupuk tanaman apapun.
Karena menggunakan pupuk kandang dari teranak apa saja tanpa proses fermentasi terlebih dahulu
, akan menimbulkan dampak buruk bagi tanaman. Aplikasi kotoran sapi yang paling baik dan
rekomendasi adalah membutuhkan proses pengomposan atau fermentasi terlebih dahulu. Selain
memiliki kadar serat tinggi , kotoran sapi juga mempunyai kadar air yang cukup tinggi. Karena
tingginya kadar air itulah , rata-rata petani di Indonesia kadang menjuluki "CLETONG"dengan
sebutan pupuk kandang dingin.

Kotoran Kambing
Kualitas bokashi dari kotoran sapi akan semakin bagus jika pencampuran kotoran kambing sebelum
proses fermentasi di mulai. Peningkatan kandungan unsur hara baik makro atau mikro akan
mengalami peningkatan dan lebih komplek berkat mancampur pupuk kandang dari sapi dan kotoran
kambing.
Seperti tabel komposisi kandungan kimiawi makro & mikro antara kotoran hewan sapi dan
kambing memiliki keunggulan pada unsur makro Nitrogen (N) , Kalium (K) serta kalsium (Ca). Namun
semui itu tergantung juga, dari jenis tanaman apa yang akan di pupuk menggunakan bokashi yang
terbuat dari campuran kotoran sapi dan kambing.
Selain kotoran Kambing padat , air kencing kambing juga sangat baik untuk dijadikan pupuk organik
cair. Memang jumlah urine kambing tidaklah sebanyak air kencing sapi , namun kandungan berbagai
jenis unsur hara makro dan mikro pada urin kambing lebih bagus.

Kotoran Domba
Berdasarkan hasil penelitian oleh Gatenby 1986 tentang kandungan unsur hara makro dan mikro
yang terdapat pada kotoran domba, ia berpendapat bahwa kotoran ternak domba diketahui
mengandung hara makro N, P, K serta mineral-mineral esensial yang memegang peran penting untuk
pertumbuhan berbagai jenis tanaman. Masih berdasarkan Gatenby 1986 , Kotoran domba juga kaya
kandungan bahan organik yang disinyalir mampu memperbaiki sifat biologis,fisik dan kimia pada
tanah pertanian secara alami, mengurangi erosi dan juga meningkatkan kemampuan tanah untuk
menahan atau menyimpan cadangan air.
Selain kotoran domba diketahui mengandung hara makro N, P, K serta berbagai mineral esensial ,
kotoran ternak ini mempunyai beragam juga jenis bakteri , baik itu bakteri yang menguntungkan juga
bakteri yang merugikan. Nah , dengan mengetahui ragam bakteri pada kotoran domba , tentu belajar
tentang fermentasi bokashi ( pupuk organik padat ) serta fermentasi pupuk organik cair (baca
juga: http://www.organikilo.co/2014/11/cara-membuat-pupuk-organik-cair-mol-poc.html) sangat
penting untuk menghilangkan bakteri yang merugikan dan meningkatkan mikroba yang
menguntungkan.
Adapun dari hasil berbagai riset tentang kotoran domba , telah di ketahui beberapa jenis bakteri yang
menguntungkan antara lain :

Nitrosococcus sp, bakteri ini memiliki kemapuan mengubah amonia menjadi Nitogen
(N) yang dapat diserap oleh tanaman (NH4+ & NO3).
Pseudomonas striata, bakteri ahli pelarut phospat, dapat menghasilkan vitamin dan
fitohormon zat pengatur tumbuh (ZPT) sangat dibutuhkan oleh semua tanaman.
Nitrosomonas sp, bakteri ini mempunyai kepakaran merubah dari amonia jadi Nitrogen
(N) yang dapat diserap oleh tanaman (NH4+ & NO3).
Mikoriza, bakteri sangat baik untuk pertumbuhan berbagai tanaman.
Pseudomonas fluorescens, bakteri jenis ini mempunyai kemampuan mencegah
penyakit tumbuhan dalam tanah (Phytium sp).
Streptomyces sp, Bacillus mojavensis bakteri ini adalah mempunyai spesialisasi untuk
meningkatkan kemampuan tanah untuk menahan berbagai macam unsur hara dan air.
Tricoderma sp, kemampuan bakteri jenis ini mencegah Fusarium sp yang menyebar
pada sekitar tanaman juga menghambat fungi , patogen seperti Plasmodiophora
brassicae.

Aplikasi kotoran domba yang telah dijadikan Bokashi sangat rekomendasi untuk menyuburkan
berbagai jenis tanaman , seperti padi (baca juga: http://www.organikilo.co/2014/11/budidayaberas-hitam-organik.html ) , palawija , ketela pohon , ubi kayu , sayur-sayuran , Cabai , Terong ,
Tomat dan tanaman budidaya yang lainnya. Kotoran Domba sangat cocok untuk di fermentasi
sebagai makanan / pakan alternative untuk budidaya berbagai unggas & ikan seperti , Lele , Patin
dll.

Kotoran (Tai) Ayam


Berdasarkan penelitian Widodo (2008:05) , pupuk kandang / kotoran ternak ayam adalah sangat kaya
kandungan nitrogen organik untuk menyuburkan tanah, selain itu tahi ayam mempunyai peranan
yang cukup penting untuk memperbaiki sifat biologis,fisik dan kimia pada tanah pertanian secara
alami. Berkat kerja keras mikroba pengurai di dalam tanah, kotoran ayam yang telah diproses
menjadi BOKASHI akan mengalami penguraian secara alamiah baik unsur hara Makro & Mikro oleh
organisme menjadi bahan organik tanah - Sumber makanan tanaman untuk tumbuh kembang.
Menurut berbagai hasil penelitian tentang kandungan unsur hara pada kotoran ayam , telah diketahui
bahwa pupuk kandang / Organik jenis ini tergolong rendah, namun tai ayam memiliki peran penting
juga. Adapun manfaat yang diperoleh dari penggunaan kotoran ayam sebagai pupuk , ia dapat
menyediakan beberapa unsur hara makro serta mikro seperti Zn, Cu, Mo, Co, Ca, Mg, dan Si.
Selain mensupplai berbagai unsur hara makro & mikro seperti di atas kotoran ayam memiliki
kemampuan untuk meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) tanah. Dan kelebihan lain dari
menggunakan pupuk bokashi yang terbuat dari tahi ayam dapat membentuk senyawa kompleks yang
bereaksi dengan ion logam. Karena kemampuan membentuk senyawa kompleks bokashi kotoran
ternak ayam , ia mampu menyingkirkan dan mengurangi ion-ion logam yang berpotensi menghambat
penyediaan unsur hara seperti Al, Fe dan Mn atau ion logam yang meracuni tanaman.
Aplikasi pupuk kandang kotoran ayam sangat rekomendasi untuk menyuburkan tanaman yang
berdaun lemah , seperti sayur-sayuran , Cabai , Terong , Tomat dan tanaman budidaya yang
berdaun lemah lainnya. Tai ayam juga sangat cocok untuk diolah atau di fermentasi sebagaipakan
alternative untuk budidaya ikan seperti , Lele , Patin dll.

Demikian ulasan dari blog organikilo.co , jika ada yang kurang silahkan berbagi via kotak komentar ,
jika bermanfaat silahkan berbagi menggunakan tombol jejaring sosial anda. Salam Tani dan Ternak
Organik Nusantara . Salam SUKSES
http://www.organikilo.co/2014/12/kandungan-unsur-hara-kotoran-sapi.html