Anda di halaman 1dari 4

http://www.stpp-bogor.ac.id/html/index.php?

id=artikel&kode=24
Kotoran dan Limbah Ternak Sebagai Sumber Pupuk Organik
Tanggal : 10/06/2011, dibaca 5060 kali.

Daur-ulang limbah ternak berperan dalam


mencegah terjadinya pencemaran lingkungan,
dan secara bersamaan juga meningkatkan
produksi tanaman. Suatu hal yang cukup nyata
bahwa limbah ternak yang cukup banyak dapat
diubah menjadi pupuk organik yang berharga
murah. Kotoran ternak mempunyai nilai pupuk
(padat dan cair) yang tinggi dan mudah
terdekomposisi. Cara tradisional yang umum
dilaksanakan untuk meningkatkan kandungan
bahan organik tanah, adalah menambahkan
bahan yang belum matang dalam bentuk pupuk
kandang, kompos atau bahan tanaman seperti pupuk hijau. Penggunaan pupuk kandang sebagai
sumber hara tanaman merupakan praktek pertanian yang sudah lama dilaksanakan oleh petani di
wilayah
tropika
Asia,
terutama
di
tanah
sawah.
Penggunaan pupuk kandang sudah cukup lama diidentikkan dengan keberhasilan program
pemupukan dan pertanian berkelanjutan. Hal ini tidak hanya karena mampu memasok bahan organik,
tetapi karena berasosiasi dengan tanaman pakan, yang pada umumnya meningkatkan perlindungan
dan konservasi tanah. Kondisi ekonomi yang cukup berat bagi petani disatu pihak dan usaha
mempertahankan dan meningkatkan kesuburan tanah di pihak lain. mengharuskan petani
mempertimbangkan kembali semua bentuk pembenah organik yang tersedia setempat, seperti pupuk
kandang,
residu
tanaman
dan
pupuk
hijau.
Sebelum kita memanfaatkan pupuk kandang di lahan pertanian, maka diperlukan pengkajian yang
cukup mendalam tentang kebiasaan petani terhadap pupuk kandang yang dimiliki, karena masalah
teknis dan sosial petani sering mengharnbat program yang telah disusun, baik untuk jangka pendek
maupun
jangka
panjang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pupuk kandang berhubungan dengan komposisi hara
yang dikandung. Pilihan antara pupuk kandang dan pupuk anorganik hanya karena pertimbangan
kandungan
hara,
ekonomis,
transportasi
dan
aksesbilitas.
1.
Pupuk
Kandang
Kering.
Penggunaan pupuk kandang kering dianjurkan berdasarkan alasan kebersihan, pupuk kandang
kering juga mengurangi pengaruh kenaikan temperatur selama proses dekomposisi dan terjadinya
kekurangan nitrogen yang diperlukan tanaman. Untukk mempercepat proses pengeringan, maka
pupuk kandang dicampur debu atau lumpur kering dalam jumlah yang seimbang, kemudian
diletakkan di tempat yang terlindung dari sinar matahari langsung dan diberi penutup sampai pupuk
tersebut
dimanfaatkan.
Abu bakaran dapur atau abu bakaran yang lain dapat ditambahkan, dengan komposisi 40% pupuk
kandang dan masing-masing 30% untuk debu atau lumpur. Campuran ini disimpan dalam kondisi
analog
sampai
saatnya
diperlukan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kandang kering mempunyai kandungan nitrogen yang
bervariasi, sapi 2,41%, kerbau, 1,09%, babi 2,11%, dan ayam ras 3,17%. Kandungan nitrogen tidak
pernah stabil dan berubah setiap waktu.
2.
Pupuk
Kandang
Cair
Pupuk kandang cair juga baik sebagai sumber hara tanaman. Mengumpulkan pupuk kandang cair
dilakukan dengan cara yang baik, maka bahan ini merupakan sumber pupuk yang dapat
dimanfaatkan dengan mudah. Saran menggunakan pupuk kandang cair:

Lantai kandang dan tempat memandikan ternak harus terbuat dari semen demikian juga
bak penampungan limbah cair dan kencing dibuat dengan ukuran 3 x 3 m dan kedalaman 1,5 m.

Gulma dan tanaman air dimasukkan ke dalam bak penampungan dan biarkan selama 2 minggu
untuk proses fermentasi. Pupuk kandang cair dapat dimanfaatkan dengan cara menyiramkan pada
tanaman.

Buat kolam penampungan sehingga kencing ternak dan limbah cair lainnya dapat
ditampung. Sebelum kencing dan limbah cair lainnya mencapai kolam. buang atau pisahkan bahan
padat dan dimanfaatkan untuk membuat kompos. Untuk menyaring bahan padat dapat
menggunakan kasa atau jaring pada ujung saluran pembuang.

Buat bak yang terbuat dari beton atau semen berukuran 2 x 2 m dan ketinggian 1 m.
Campur kencing ternak dengan air untuk mengencerkan sebelum digunakan untuk menyiram
tanaman.

Dapat membuat saluran pembuang yang terbuat dart semen atau beton langsung ke lahan
pertanian.

3.
Mengelola
Pupuk
Kandang
Sebetulnya tidak mudah memanfaatkan kotoran ternak sebagai pupuk kandang tanpa mengandung
limbah yang lain karena bersifat ruah dan mudah rusak. Menyebar pupuk kandang ke lahan pertanian
mengurangi kehilangan hara yang dikandung pupuk kandang. Cara terbaik untuk mengelola pupuk
kandang adalah melindungi dari terik matahari langsung atau terkena air hujan sampai pupuk
tersebut digunakan. Ada empat sistem yang umum dilakukan untuk menangani pupuk kandang:

Mengumpulkan pupuk kandang segar setiap hari dan ditaburkan langsung di lahan.

Disimpan dalam lubang atau ditimbun dan dihindarkan dari terik matahari langsung
dengan diberi pelindung/penutup. Biarkan pupuk kandang tersebut mengalami proses fermentasi
sebelum digunakan.

Pupuk cair disimpan dalam kondisi aerob dan dilakukan perlakuan tertentu sebelum
digunakan.

Pupuk cair disimpan secara anaerob dan dilakukan perlakuan tertentu sebelum digunakan.

Tujuan penggunaan superfosfat adalah untuk meningkatkan kualitas pupuk kandang, yakni:

Menekan kehilangan nitrogen dalam bentuk amoniak;

Meningkatkan kandungan fosfat pupuk kandang dan membuat pupuk dengan kandungan
hara berimbang

Meningkatkan efisiensi penggunaan fosfat oleh tanaman, karena pada umumnya koloid
tanah mengikat kuat fosfat yang diberikan dalam bentuk pupuk.

Penggunaan Pupuk Kandang Segar Setiap Hari

Kotoran ternak dari kandang dibersihkan kemudian dikumpulkan di tempat penimbunan, dicampur
atau diperkaya dengan pupuk fosfat, kemudian disebar di lahan. Cara terbaik untuk menghindarkan
terjadinya kehilangan akibat proses dekomposisi dan volatilisasi, adalah meningkatkan kualitas hara
pupuk
kandang
yang
akan
digunakan.
Penggunaan pupuk kandang segar secara langsung ke tanaman selalu tidak menguntungkan dan
menimbulkan masalah karena kandungan, gulma, organisme penyebab penyakit dan senyawa toksik
yang kemungkinan dikandung ekskresi. Penggunaan pupuk kandang segar kemungkinan besar
timbul panas selama proses dekomposisi dan juga tanaman kekurangan unsur tertentu. Terlepas dari
masalah polusi, proses fermentasi kemungkinan dihasilkan bahan pupuk yang lebih baik daripada
bahan yang segar.
4.
Komposisi
Pupuk
Kandang
Limbah yang berasal dari kandang ternak jumlahnya cukup banyak terutama di desa-desa yang
masih memanfaatkan ternak sebagai tenaga mengolah atau ternak sebagai salah satu usaha
meningkatkan kegiatan pertanian secara terpadu. Limbah ternak tersebut ada yang dimanfaatkan
untuk pupuk kandang, tetapi ada juga yang dibakar. Bahan-bahan ini semua cukup potensial sebagai
sumber
hara
untuk
campuran
residu
tanaman
pada
saat
pengomposan.
Salah satu faktor kritis yang perlu dipahami dalam proses pengomposan adalah kandungan nitrogen
dan nisbah C/N dan bahan dasar yang dikomposkan. Kencing ternak merupakan Limbah, akan tetapi
dengan teknik konservasi yang sederhana kandungan hara dalam kencing dapat dimanfaatkan
sebagai pupuk.

5.
Kelebihan
Pemanfaatan
Pupuk
Kandang
Apabila kita mempunyai pupuk kandang yang berasal dari usaha tani kita sendiri tanpa harus
membeli, maka harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk pupuk yang dikombinasikan
dengan
pupuk
kimia.
Pupuk organik pada umumnya lebih bermanfaat sebagai bahan pembenah tanah. Pada umumnya
bahan-bahan ini mengandung N, P, dan K dalam jumlah yang rendah, tetapi dapat memasok unsur
hara mikro esensial. Sebagai bahan pembenah tanah bahan organik dan pupuk kandang mempunyai
kontribusi dalam mencegah erosi, pengerakan tanah, dan retakan tanah. Di samping itu, mampu
meningkatkan kemampuan tanah mengikat lengas, memperbaiki struktur dan pengatusan tanah.
Bahan organik juga memacu pertumbuhan dan perkembangan bakteri dan biota tanah lainnya.
Nitrogen dan unsur hara lainnya yang dikandung bahan organik di lepaskan secara perlahan-lahan.
Dengan demikian pemberian yang berkesinambungan membantu dalam membangun tanah,
terutama dalam jangka panjang.
6.
Toksisitas
Pupuk
Kandang
Pada umumnya, kotoran babi banyak mengandung unsur Cu (tembaga), Zn (seng) dan As
(arsenikum). Pupuk kandang sapi mengandung 1% NaCl. Kotoran ayam yang digunakan untuk pupuk
sering mengandung koksidiostat yang berfungsi sebagai herbisida. Apabila pupuk kandang yang
mengandung bahan kimia seperti koksidiostat dimanfaatkan untuk pupuk dengan dosis tinggi secara
terus menerus, maka kemungkinan besar dapat bertUngsi sebagai zat alelopati yang dapat
menghambat
pertumbuhan
benih
maupun
bibit.
Penggunaan pupuk kandang dalam jumlah banyak, akan mendorong perkembangan lalat dan
menimbulkan bau yang menyengat. Berkenaan dengan masalah pencemaran, bau busuk merupakan
pencemaran udara yang paling besar mendapatkan perhatian.
7.
Penggunaan
Pupuk
Kandang
Pupuk kandang selalu diaplikasikan sebelum atau pada saat pengolahan tanah sebelum benih atau
bibit ditanam. Pupuk kandang setelah disebar merata di permukaan tanah kemudian tanah dibajak
dan digaru. Pupuk kandang dapat ditambahkan bersama pupuk kimia pada saat tanam dengan cara
membenamkan
di
antara
tanaman
sejajar
dengan
baris
tanaman.
Pupuk kandang cair diberikan dengan cara menyiramkan pada tanaman. Apabila dalam jumlah cukup
banyak dapat diberikan bersama-sama air irigasi.
8.
Takaran
Penggunaan
Pupuk
Kandang
Takaran atau dosis penggunaan pupuk kandang sangat bervariasi, tergantung pada jenis tanaman,
tanah, musim, dan jenis pupuk kandang.
9.
Pupuk
Kandang
dalam
Mempertahankan
Kesuburan
Tanah
Nilai pupuk kandang tidak hanya ditentukan berdasarkan pasokan bahan organik tetapi besarnya
pasokan nitrogen. Nitrogen yang dilepaskan oleh aktivitas mikroorganisme kemudian dimanfaatkan
oleh
tanaman.
Pupuk kandang mempunyai pengaruh yang baik terhadap sifat fisik dan kimia tanah. Penggunaan
pupuk kandang untuk mempertahankan kesuburan tanah merupakan bentuk praktek pertanian
organik. Penggunaan pupuk kandang yang dipadukan dengan pupuk kimia, kapur pertanian dan
tanaman legum serta didukung pengolahan tanah yang baik. pengendalian gulma dan praktek
pertanian yang lain akan berdampak baik bagi pengembangan pertanian organik.
10.
Penggunaan
Limbah
Ternak
sebagai
Sumber
Pakan
Limbah ternak dapat digunakan langsung sebagai pakan ternak. Kenyataannya, praktek ini sudah
lama dilaksanakan dan diperkirakan hara yang dikandung limbah ternak 3 -10 kali lebih bermanfaat
apabila langsung digunakan sebagai pakan daripada didaur-ulang secara tradisional melalui
tanaman. Hara dalam pupuk kandang berasal dari pakan yang dikonsumsi oleh ternak, lebih dari 70%
N yang dimakan oleh hewan dapat dilihat dalam kotorannya, demikian juga kalium sebesar 80%. Di
antara kotoran ternak, kotoran ayam mempunyal kandungan hara tertinggi, terendah sapi, sedang
kotoran babi berada di antaranya.
11.
Pengolahan
Limbah
untuk
Pakan
Limbah ternak besar biasanya diolah untuk pakan dalam keadaan kering, tetapi apabila proses
pengeringan terlalu tinggi akan menurunkan kandungan protein. Aroma dan rasa (meskipun nilai
gizinya rendah) dapat diperbaiki melalui proses fermentasi. Kotoran ternak kecil dapat dibuat pakan
melalui proses silase yang dicampur dengan sekam padi, dan menghasilkan pakan dengan kualitas
baik.
Perbandingan bahan campuran dalam proses silase adalah 505 jerami padi, 20% kotoran ternak kecil
kEmudian diberi sekam padi. Dari hasil penelitian campuran silase melalui proses ini, akan membuat

sapi perah memproduksi susu yang lebih banyak daripada silase hanya menggunakan jagung.
Teknologi yang lebih berkembang adalah menggunakan teknologi EM. Melalui teknologi EM dapat
dibuat bokashi menggunakan campuran dedak, kotoran ayam dan kotoran kambing untuk pakan
ayam, sedang bokashi dengan campuran dedak dan kotoran ayam digunakan untuk pakan babi.
12. Pembuatan Bokashi Kotoran Ayam dan Kotoran Kambing

Satu bagian dedak padi ditambah 1 bagian kotoran ayam dan satu bagian kotoran kambing
dicampur merata dan diusahakan kandungan air masing-masing bahan sama. Kotoran ayam yang
digunakan dapat kotoran ayam murni atau yang telah bercampur dengan sekam padi. Selain
menggunakan tiga campuran tersebut dapat juga dipersiapkan bokashi yang tidak menggunakan
kotoran kambing, hanya kotoran ayam saja.

Ditambahkan salah satu yang tersedia sebanyak satu sendok makan gula pasiri, gula
merah cair/molase, 1 sendok makan EM dan 1 liter air.

Kadar air bahan adonan diatur 30% (cara cepat apabila digenggam tidak menggumpal)

Selanjutnya masukkan dalam karung dan diikat. Proses berjalan selama 2 hari. Selama
proses berlangsung akan mengeluarkan aroma manis dan bau amoniak yang berasal dari kencing
kambing hilang. Setelah dua hari bokashi siap untuk pakan ternak ayam. Membuat stok bokashi
yang berasal dari kotoran ternak tidak lebih dart 7 hari, karena setelah lewat masa tersebut rasa
dan aroma bokashi berubah.

13.
Kendala
Pemanfaatan
Kotoran
Ternak
sebagai
Sumber
Pakan
Kemungkinan besar konsumen akan menolak jenis pakan yang berasal dari kotoran ternak. Masalah
serius lain yang sering dihadapi bahwa kotoran ternak kadangkala mengandung bahan mineral dalam
jumlah yang cukup banyak, sehingga tidak layak untuk digunakan sebagai pakan. Hal ini karena
kebanyakan pakan yang kaya mineral tidak mudah dihancurkan daripada bahan kaya organik. Bahan
mineral kemungkinan bukan berasal dari pakan atau sumber lain, misalkan CuSO4 (tembaga sulfa)
yang digunakan sebagai disinfektan untuk ternak babi. Di samping itu, kebanyakan pabrik pakan
menolak untuk memproses kotoran ternak.