Anda di halaman 1dari 14

KERANGKA ACUAN KERJA

BANTUAN TEKNIS PENYUSUNAN RPIJM BIDANG CIPTA KARYA KABUPATEN /KOTA


(DALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KETERPADUAN PROGRAM BIDANG CIPTA KARYA)
Pendahuluan
1.

Latar
Belakang

Dokumen Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM) Kab/Kota


Bidang Cipta Karya merupakan dokumen perencanaan yang penting dalam
pembangunan bidang Cipta Karya, yang menjadi dasar dalam penyusun program
dan anggaran serta mendorong proses pemerataan pembangunan infrastruktur
PU/Cipta Karya yang lebih ideal, efektif dan efisien.
Dalam proses pelaksanaan keterpaduan program bidang infrastruktur
permukiman perlu mengacu pada Amanat Penataan Ruang/Spasial, Amanat
Pembangunan Nasional, dan Amanat Pembangunan bidang PU/CK, Rencana
Pembangunan Daerah dan Amanat Internasional.
Amanat Penataan Ruang:

UU No. 26/2007 tentang Penataan Ruang.

PP No. 26/2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. (RTRW


Nasional).

Amanat Pembangunan Nasional:

UU No. 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.

UU No. 17/2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional


2005-2025.

PP No. 5/2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional


2010-2014.

UU 32/2004 tentang Pemerintah Daerah.

PP 38/2007 tetang Pembagian Urusan pemerintah antara Pemerintah,


Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kab/Kota.

UU No 39 /2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus.

PP No 2 /2011 tentang Penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus.

Perpres No. 32/2011 tentang Master Plan Percepatan Peluasan


Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Amanat Pembangunan bidang PU/CK:

UU No 1 /2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.

UU 20/2011 tentang Rumah Susun.

UU 28/2002 tentang Bangunan Gedung.

UU 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah.

UU 7/2004 tentang Sumber Daya Air

PP 16/2005 tentang Pengembangan SPAM.

PP 81/2012 tentang Pengelolaan Sampah RT dan Sampah Sejenis.

PP 36/2005 tentang Peraturan Pelaksanaan UU BG, SPM bidang PU dan


PR, RPI2JM bidang Cipta karya.

Amanat Internasional:

Agenda Habitat I dan II.

RIO + 20.

MDGs dan SDGs.

RPIJM sebagai dokumen perencanaan bidang Cipta Karya juga merupakan


integrasi dari strategi pembangunan sektor bidang Cipta Karya (Rencana Induk
Sektor). Masterplan Infrastruktur Bidang Cipta Karya diantaranya; Strategi
Pengembangan Infrastruktur Permukiman yaitu Strategi Pembangunan
Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP), Strategi Sanitasi Kota (SSK),
Rencana Tata Bangunan Lingkungan (RTBL), dan Rencana Induk Sistem
Penyediaan Air Minum (RISSPAM), Rencana Tata Ruang Wilayah
Kabupaten/Kota, dan Visi Misi Pemimpin Daerah Kabupaten/Kota di dalam
RPJMD/Renstra SKPD Kabupaten/Kota yang membidangi bidang Cipta Karya.
RPIJM sebagai dokumen kelayakan dan kerjasama program dan anggaran
pembangunan bidang cipakarya di daerah antara pemerintah pusat, propinsi, dan
kab/kota, bermanfaat dalam mendorong pembangunan infrastruktur bidang
ciptakarya dalam rangka memacu pertumbuhan kab/kota dan pemerataan
pembangunan. RPIJM juga merupakan dokumen perencanaan yang dibuat oleh
kab/kota dalam mendorong keterpaduan penanganan infrastruktur bidang
ciptakarya berdasarkan entitas.
RPIJM yang disusun diharapkan juga dapat menggambarkan multi sumber
pendanaan dan multi stakeholders di dalam investasi infrastruktur permukiman
baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota),
Swasta (Dunia Usaha), Masyarakat, dan Pinjaman / Hibah Luar Negeri. Dengan
demikian RPIJM yang disusun merupakan consolidated Feasibility Study yang
dapat diterima oleh semua pihak.
Arahan kebijakan pembangunan infrastruktur permukiman Tahun 2014
menekankan kepada penerapan pembangunan kawasan permukiman yang layak
huni (livable) dan berkelanjutan (sustainable). Pembangunan kawasan
permukiman harus dimulai dengan pendekatan entitas, serta tidak hanya sektoral.
Pembangunan juga harus melihat prospek ke depan dengan membaca
perkembangan global (agenda sustainable cities and human settlements), serta
pembangunan di wujudkan secara inklusif, mewujudkan kelembagaan yang
efektif, serta menjalin kemitraan internasional. Ditjen Cipta Karya memiliki
tanggung jawab yang besar dalam melakukan fungsi koordinasi dan fasilitasi
terhadap Provinsi dan Kab/kota dalam mewujudkan permukiman yang layak huni
dan berkelanjutan dengan mengawal implementasi kebijakan keterpaduan
program pembangunan bidang infrastruktur permukiman.
Ditjen Cipta Karya juga telah menyusun pemrioritasan pembangunan bidang
keciptakaryaan berdasarkan 4 kluster penanganan, yaitu:

Pengelompokan penanganan bidang Cipta Karya prioritas strategis Nasional


berdasarkan kategori Kab/Kota yang termasuk dalam PKN/PKSN/KSN/MP3EIKPI, memiliki perda RTRW, dan perda BG sebagai kab/Kota kluster A yang terdiri
dari 94 Kab/kota. Sedangkan Kab/Kota yang termasuk dalam
PKN/PKSN/KSN/MP3EI-KPI, dan hanya memiliki perda RTRW sebagai kab/Kota
kluster B yang terdiri dari 80 Kab/Kota.
Hingga saat ini hampir seluruh Kabupaten/Kota telah menyusun dan memiliki
dokumen RPIJM Kabupaten/Kota. Namun, kualitasnya masih sangat rendah dan
belum mengacu kepada kebijakan-kebijakan perencanaan pembangunan bidang
keciptakaryaan yang berlaku serta bersifat sektoral. Pendampingan teknis ini
dimaksudkan untuk mendorong pemerintah daerah (pemda) kabupaten/kota
dalam mereview dokumen perencanaan bidang Cipta Karya yang berkualitas dan
terpadu khususnya untuk Kab/Kota yang termasuk dalam kluster Strategis
nasional (Kluster A dan Kluster B) yang berjumlah 176 Kab/Kota.
Mengingat pentingnya RPIJM dalam mendorong terwujudnya keterpaduan bidang
Cipta Karya khususnya Kab/kota yang termasuk kategori strategis Nasional,
maka Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur
Permukiman, Direktorat Bina Program, Ditjen Cipta Karya perlu melakukan
Bantuan Teknis Penyusunan RPIJM Kabupaten/Kota. Diharapkan dengan
terlaksananya kegiatan ini, dapat mendorong pembangunan di bidang
infrastruktur permukiman yang lebih baik.
2.

Maksud dan
Tujuan

Maksud pekerjaan ini adalah memberikan pendampingan berupa bantuan teknis


kepada Kabupaten/Kota yang termasuk dalam kategori strategis nasional terpilih
dalam menyusun/mereview dokumen Rencana Program Investasi Jangka
Menengah (RPIJM) Kabupaten/Kota bidang Cipta Karya sesuai dengan pedoman
penyusunan RPIJM dan kebijakan keterpaduan program bidang Infrastruktur
permukiman.
Tujuan pekerjaan ini adalah:
Memfasilitasi penyusun dokumen review Rencana Program Investasi Jangka
Menengah (RPIJM) Kabupaten/Kota yang telah mengakomodasi kebijakan
keterpaduan program infrastruktur permukiman Direktorat Jenderal Cipta Karya
berbasis entitas dan kawasan dan mengidentifikasi pelaksanaan kegiatan
keterpaduan program TA 2014.

3.

Sasaran

1. Teridentifikasinya kualitas RPIJM Kab/Kota kategori Strategis Nasional terpilih.


2. Terfasilitasinya pemerintah daerah dalam merencanakan keterpaduan
program bidang infrastruktur permukiman di Kab/Kota kategori Strategis
nasional terpilih dengan prinsip multi sektor, multi pendanaan, dan multi tahun;
berbasis pada kondisi, kebutuhan, dan aspirasi daerah; serta sesuai dengan
kebijakan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
3. Terfasilitasinya Pemerintah daerah dalam mengidentifikasi pelaksanaan
keterpaduan program bidang infrastruktur permukiman di Kab/Kota kategori
strategis nasional TA 2014.

4.

Lokasi
Kegiatan

Paket kontraktual pekerjaan ini berlokasi di Propinsi Nusa Tenggara Timur Target
lokasi pelaksanaan pekerjaan bantuan teknis dilakukan di 8 (Delapan)
Kabupaten/Kota terpilih yaitu :
a. Kota Kupang
b. Kabupaten Kupang
c. Kabupaten Timor Tengah Utara
d. Kabupaten Belu
e. Kabupaten Ngada
f. Manggarai Barat
g. Sumba Timur
h. Alor
Catatan: (merupakan Kab/Kota kategori Strategis Nasional terpilih).

5.

Sumber
Pendanaan

Alokasi biaya untuk kegiatan ini sebesar Rp. 850.000.000(Delapan ratus lima
Puluh juta Rupiah) termasuk PPN 10% yang bersumber dari APBN dan
dibebankan melalui DIPA Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program
Infrastruktur Permukiman Provinsi Nusa Tenggara Timur Direktorat Bina
Program, Ditjen. Cipta Karya TA 2014

6.

Nama dan
Organisasi
Pejabat
Pembuat
Komitmen

Pejabat Pembuat Komitmen Perencanaan dan Pengendalian Program


Infrastruktur Permukiman Pada Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian
Program Infrastruktur Permukiman Provinsi Nusa tenggara Timur Direktorat Bina
Program, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum.
Data Penunjang

7.

Data Dasar

Data-data dasar yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan ini adalah:


1. Pedoman Penyusunan RPIJM
2. RPJPN 2005-2025, RPJMN 2010-2014, RPJMD
3. RTRW Nasional/KSN, RTR Pulau, RTRW Propinsi/Kab/Kota.
4. Peraturan Perundangan Pembangunan bidang PU/CK
5. MP3EI, MP3KI, KEK, Direktif presiden
6. Peraturan Bangunan dan Gedung
7. SPM bidang PU dan PR

8. RPI2JM bidang Cipta karya


9. Kesepakatan pada Agenda-agenda internasional; Habitat I dan II, RIO +
20, MDGs dan SDGs.
10. Review pedoman Penyusunan RPIJM Kabupaten/Kota Bidang Cipta
Karya
11. Dokumen Strategi Infrastruktur Permukiman yaitu Dokumen Strategi
Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP),
Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP),
Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL), Rencana Induk Sistem
Pengembangan Air Minum (RISPAM), Strategi Sanitasi Kota (SSK).
8.

Standar
Teknis

Pedoman Penyusunan RPIJM (Rencana Program Investasi Jangka


Menengah Bidang Cipta Karya ) Direktorat Jenderal Cipta Karya kementerian
Pekerjaan Umum ,Desember 2012.

9.

Studi-Studi
Terdahulu

10.

Referensi
Hukum

1.

Laporan Akhir
Laporan Akhir
Laporan Akhir
Laporan Akhir
Laporan Akhir
Laporan Akhir
Laporan Akhir
2013
Laporan Akhir
2013
Laporan Akhir

Reviw RPIJM Kota Kupang Thn 2012- Thn 2013


Reviw RPIJM Kabupaten Kupang Thn 2012- Thn 2013
Reviw RPIJM Kabupaten TTU Thn 2012- Thn 2013
Reviw RPIJM Kabupaten Belu Thn 2012- Thn 2013
Reviw RPIJM Kabupaten Ngada Thn 2012- Thn 2013
Reviw RPIJM Kabupaten Ngada Thn 2012- Thn 2013
Reviw RPIJM Kabupaten Manggarai Barat Thn 2012- Thn
Reviw RPIJM Kabupaten Sumba Timur Thn 2012- Thn
Reviw RPIJM Alor Thn 2012- Thn 2013

Undang-Undang No. 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Lahan bagi


Pembangunan untuk Kepentingan Umum;
2. Undang-Undang No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan
Permukiman;
3. Undang-Undang No. 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun;
4. Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup;
5. Undang-Undang No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah;
6. Undang-Undang Republik Indonesia No 26 Tahun 2007 Tentang Penataan
Ruang;
7. Undang-Undang Republik Indonesia No 7 Tahun 2004 Tentang Sumber
Daya Air;
8. Undang-Undang No. 1 Tentang 2004 tentang Perbendaharaan Negara;
9. Undang-Undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional;
10. Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;
11. Undang-Undang No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan
Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;

12. Undang-Undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;


13. Undang-Undang No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung;
14. Peraturan Pemerintah No 30 Tahun 2011 tentang Pinjaman Daerah
(sumber pinjaman daerah Pemerintah, Pemerintah Daerah Lainnya,
Lembaga Keuangan Bank, Lembaga Keuangan Non Bank, serta
Masyarakat);
15. Peraturan Pemerintah No 10 Tahun 2011 tentang Tata Cara Pengadaan
Pinjaman dan/atau Penerimaan Hibah serta Penerusan Pinjaman dan/atau
Hibah Luar Negeri;
16. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 26 Tahun 2008 Tentang
Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional;
17. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 42 Tahun 2008 Tentang
Pengelolaan Sumber Daya Air;
18. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 38 Tahun 2007 Tentang
Pembagian Urusan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota;
19. Peraturan Pemerintah No 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan
(DAU, DAK, dan DBH);
20. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 16 Tahun 2005 Tentang
Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum;
21. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 36 Tahun 2005 Tentang
Bangunan Gedung;
22. Peraturan Pemerintah No 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Daerah;
23. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 40 Tahun 1994 Tentang
Rumah Negara;
24. Peraturan Presiden No 7 Tahun 2011 tentang Rencana Kebutuhan
Pinjaman Luar Negeri (RKPLN) Tahun 2010-2014 untuk sektor energi dan
infrastruktur;
25. Peraturan Presiden Republik Indonesia No 7 Tahun 2005 Tentang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2004-2009;
26. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 16 Tahun 2012 tentang
Penyusunan Dokumen Lingkungan
27. Peraturan Menteri Bappenas No 4 Tahun 2011 tentang Tata Cara
Pengadaan Pinjaman Luar Negeri dan Penerimaan Hibah;
28. Peraturan Menteri Keuangan No 191 Tahun 2011 tentang Mekanisme
Pengelolaan Hibah;
29. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 9 Tahun 2011 tentang Pedoman
Umum Kajian Lingkungan Hidup Strategis;
30. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 14/PRT/M/2010 tentang Standar
Pelayanan Minimum;
31. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 15 Tahun 2010 tentang Petunjuk
Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Infrastruktur (Bidang
Infrastruktur Air Minum dan Bidang Infrastruktur Sanitasi);
32. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum
No. 08/PRT/M/2010 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum;

33. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 02/PRT/M/2010 Tentang


Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010-2014;
34. Peraturan Menteri Dalam Negeri No 57 Tahun 2010 tentang Pedoman
Standar Pelayanan Perkotaan;
35. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 12/PRT/M/2009 Tentang Pedoman
Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Non Hijau di Wilayah
Kota/Kawasan Perkotaan;
36. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 05/PRT/M/2008 Tentang Pedoman
Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan
Perkotaan;
37. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 16/PRT/M/2008 Tentang
Kebijakan Dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Permukiman;
38. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 18 Tahun 2007 Tentang
Penyelenggaraan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum;
39. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 6 Tahun 2007 Tentang Pedoman
Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan;
40. Peraturan Menteri Dalam Negeri No 69 Tahun 2007 Tentang Kerjasama
Pembangunan Perkotaan;
41. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum
NO.18/PRT/M/2007 Tentang
Penyelenggaraan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum;
42. Peraturan Menteri Dalam Negeri No 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah (dengan perubahan Permendagri No
59/2007 dan Permendagri 21/2011);
43. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 53 Tahun 2006 tentang Tata Cara
Pemberian Pinjaman Daerah dari Pemerintah yang Dananya dari Pinjaman
Luar Negeri;
44. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 20/PRT/M/2006 Tentang Kebijakan
dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum
(KSNP-SPAM);
45. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 21/PRT/M/2006 Tentang Kebijakan
dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Pengelolaan Persampahan
(KSNP-SPP);
46. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 494/PRT/M/2005 tentang
Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Perkotaan (KSNP-Kota);
Ruang Lingkup
11.

Lingkup
Kegiatan

1. Persiapan Pekerjaan
a. Melakukan persiapan pelaksanaan kegiatan, termasuk di dalamnya
melakukan koordinasi tim untuk pelaksanaan kegiatan, penyepakatan
rencana kerja dan metodologi pelaksanaan kegiatan, sampai dengan
pengumpulan data dan informas
b. Melakukan konsolidasi dengan semua pemangku kepentingan dalam

proses penyamaan tujuan dan rencana kerja Penyusunan bantek RPIJM


Kab/Kota yang termasuk KSN.
Output:

Rencana kerja dan metodologi pelaksanaan kegiatan

Data dan Informasi yang diperlukan

Desain pengumpulan data dan informasi

2. Melakukan identifikasi potensi dan permasalahan


a. Melakukan identifikasi terhadap kualitas dokumen RPIJM Kab/Kota yang
termasuk kategori KSN.

Penilaian terhadap kelengkapan dokumen

Penilaian terhadap keterpaduan strategi pengembangan kota dan


kawasan

Penilaian kelayakan aspek teknis per sektor

Penilaian terhadap keterpaduan program berdasarkan entitas

Penilaian Kelayakan lingkungan dan sosial

Penilaian kelayakan pendanaan

Penilaian kelayakan kelembagaan

Penilaian terhadap matriks program

b. Melakukan identifikasi pelaksanaan keterpaduan program di Kab/Kota


yang termasuk KSN untuk TA 2014.
c. Melakukan identifikasi perencanaan keterpaduan program di KSK
Kab/Kota kategori strategis nasional.
d. Melakukan identifikasi perencanaan percepatan pencapaian SPM di
Kab/Kota strategis Nasional.
e. Melakukan identifikasi kegiatan-kegiatan yang masuk dalam kategori
inovasi baru/creative program.
f. Melakukan identifikasi kegiatan-kegiatan yang potensial didanai melalui
PHLN, CSR, dan Non APBN lainnya.
3. Melakukan analisis
Memfasilitasi Kab/Kota yang termasuk dalam KSN dalam melakukan analisis
perencanaan keterpaduan program infrastruktur permukiman.
4. Focus Group Discussion (FGD)
Penyedia Jasa memfasilitasi pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD)
dengan stakeholder Satker Randal, Satker Sektor Provinsi, dan Kab/Kota
bidang Cipta Karya. FGD dilakukan dalam rangka merencanakan keterpaduan
program penanganan infrastruktur permukiman, yaitu:

a. Perumusan strategi/skenario penanganan kawasan


b. Perumusan kawasan-kawasan yang akan diprioritaskan sebagai lokasi
keterpaduan program bidang infrastruktur permukiman
c. Penyusunan Kebutuhan penanganan sektor
d. Penyusunan rencana program investasi, kriteria kesiapan, serta skema
kebijakan pendanaan sector dalam rangka keterpaduan program
berdasarkan entitas TA 2015-2019
5. Rapat Koordinasi
Penyedia Jasa melakukan rapat koordinasi yang terdiri dari :
a. Koordinasi rutin kepada Satker Randal Provinsi dan Satker Sektor
Provinsi;
b. Koordinasi periodik dengan Provinsi termasuk Satker Sektoral Provinsi,
SKPD Kabupaten/Kota yang membidangi Cipta Karya; dan Satuan Tugas
RPIJM Kabupaten/Kota dari lokasi pekerjaan bantuan teknis;
c. Menyusun laporan rapat koordinasi setiap kali selesai melakukan rapat
koordinasi.
6. Rapat Pembahasan Laporan, yaitu Penyedia Jasa melakukan ekspose dan
pembahasan kepada pihak pemerintah propinsi serta menjaring masukan
penyempurnaan.
12.

Keluaran

Penyelenggaraan kegiatan ini akan menghasilkan keluaran berupa :


1. Laporan Pendahuluan.
2. Laporan Antara.
3. Laporan Draft Final.
4. Laporan Final.

13.

Peralatan,
Material,
Personil dan
Fasilitas dari
Pejabat
Pembuat
Komitmen

a. Data.
Pengguna Jasa akan memfasilitasi kebutuhan surat dinas dan data/informasi
yang diperlukan sesuai kewenangan yang berlaku untuk melengkapi
penyusunan kegiatan ini.
b. Fasilitas perjalanan dinas.
Pengguna Jasa menyediakan biaya perjalanan dinas sesuai yang tercantum
di dalam BoQ.
c. Staf Pengawas.
Pengguna jasa akan membentuk Tim Teknis yang bertindak sebagai
pengawas dan pengarah pelaksanaan kegiatan dalam rangka pelaksanaan
jasa konsultansi oleh Penyedia Jasa.

14.

Peralatan dan a. Akomodasi bagi tenaga profesional harus disediakan oleh penyedia jasa
dengan atas biaya sendiri.
Material dari
Penyedia Jasa b. Penyedia Jasa akan memfasilitasi kegiatan rapat koordinasi, workshop, serta

Konsultansi

diseminasi sebagaimana yang diperlukan oleh Pengguna Jasa.


Penyedia jasa harus menyediakan fasilitas menunjang
kelancaran
pelaksanaan kegiatan dan harus
memperhitungkan semua biaya
pengeluaran yang akan dimasukkan dalam biaya penawaran.
d. Penyedia Jasa harus sudah memperhitungkan biaya operasional dan biaya
non-operasional untuk workshop dan diseminasi dalam penawaran.
c.

15. Lingkup
Kewenangan
Penyedia Jasa

Penyedia Jasa dapat memfasilitasi pemerintah provinsi dan Kab/Kota dalam


membantu perencanaan keterpaduan program, meminta bahan/data/dokumen
RPIJM Kab/Kota maupun data terkait dengan penilaian RPIJM Kab/Kota kategori
Strategis Nasional terpilih untuk kemudian dikoordinasikan/didiskusikan dengan
Pemerintah Daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota).

16. Jangka Waktu


Penyelesaian
Kegiatan

Penyelenggaraan kegiatan ini dilaksanakan selama 7 (tujuh) bulan kalender.

17.

Kebutuhan tenaga ahli sebagai berikut:

Personil

No
1
1.1

1.2
1.3
1.4
1.5

1.6
2
2.1
2.2

Personil
Tenaga Ahli
Ahli
Pengembangan
Wilayah (Ketua
Tim)
Ahli Ekonomi
Pembangunan
Ahli Air Minum
Ahli Penyehatan
Lingkungan
Ahli Penataan
Bangunan dan
Lingkungan
Ahli Permukiman
Tenaga
Penunjang
Sekretaris
Operator Komputer

Kualifikasi Pendidikan
minimal

Pengalaman
Minimal
(tahun)

Jumlah
(OB)

S2 Perencanaan Wilayah
dan Kota atau S2
Manajemen Pembangunan

S1 Teknik Lingkungan

S1 Teknik Arsitektur

S1 Ekonomi Studi
Pembangunan
S1 Teknik Sipil/S1 Teknik
Lingkungan

S1 Teknik Planologi/S1
Teknik Arsitektur

6
6

Penjelasan:
1. Team leader, yaitu Tenaga Ahli Pengembangan Wilayah, dengan latar
belakang pendidikan formal minimum S2 Perencanaan Wilayah dan Kota

atau S2 Manajemen Pembangunan yang memiliki pengalaman kerja di


bidangnya selama 3 tahun (6 MM).
Bertanggung jawab :
a. Bertanggung jawab atas koordinasi pelaksanaan seluruh kegiatan
bantuan teknis.
b. Bertanggung jawab atas penyelesaian seluruh pekerjaan kegiatan.
c. Memonitor seluruh kemajuan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh
para tenaga ahli dan asisten.
d. Bertanggung jawab langsung terhadap kualitas produk perencanaan
pekerjaan.
e. Bertanggung jawab atas penyusunan tahapan pelaksanaan seluruh
laporan pekerjaan yang harus dihasilkan.
f. Menyusun dan mengarahkan program kerja untuk masing-masing wilayah
perencanaan beserta pelaporannya yang harus dipenuhi oleh seluruh tim.
g. Menganalisis dan merangkum berbagai analisis perhitungan yang telah
dilakukan oleh seluruh staf ahli di masing masing wilayah perencanaan,
sehingga menghasilkan kualitas produk seperti yang telah ditetapkan.
2. Tenaga Ahli Ekonomi Pembangunan, memiliki latar belakang pendidikan
formal minimal S1 Ekonomi Studi Pembangunan dan mempunyai
pengalaman kerja di bidangnya minimal selama 2 tahun (5 MM).
Bertanggung jawab :
a. Bertanggung jawab terhadap pekerjaan analisis dan penyusunan
kebijakan dalam bidang Ekonomi Pembangunan serta masalah
kebijakan pengembangan ekonomi di masing-masing wilayah
pekerjaan.
b. Mengidentifikasikasi dan merencanakan metode penyusunan dan
analisis ekenomi/pembiayaan pembangunan di masing-masing wilayah
pekerjaan.
c. Melakukan analisis keuangan dan peningkatan kapasitas keuangan di
masing-masing wilayah pekerjaan.
d. Selalu berkoordinasi dengan Team Leader dalam setiap pengambilan
keputusan di masing-masing wilayah pekerjaan.
3.

Tenaga Ahli Air Minum, memiliki latar belakang pendidikan formal minimal
S1 Teknik Sipil/Teknik Lingkungan dan mempunyai pengalaman di
bidangnya minimal selama 2 tahun (6 MM).
Bertanggung jawab :
a. Bertanggung jawab terhadap pekerjaan analisis dan penyusunan
kebijakan dalam bidang sarana dan prasarana air minum di masingmasing wilayah pekerjaan.
b. Menganalisis rencana kebutuhan pengembangan sarana dan prasarana
air minum di masing-masing wilayah pekerjaan.
c. Selalu berkoordinasi dengan Team Leader dalam setiap pengambilan
keputusan di masing-masing wilayah pekerjaan.

18. Jadwal
Tahapan
Pelaksanaan

4.

Tenaga Ahli Penyehatan Lingkungan, memiliki latar belakang pendidikan


formal minimal S1 Teknik Lingkungan, dan mempunyai pengalaman kerja di
bidangnya minimal selama 2 tahun (6 MM).
Bertanggung jawab :
a. Bertanggung jawab terhadap pekerjaan analisis dan penyusunan
kebijakan dalam bidang sarana dan prasarana sanitasi (air limbah,
drainase, dan persampahan) di masing-masing wilayah pekerjaan.
b. Menganalisis rencana kebutuhan pengembangan sarana dan prasarana
sanitasi (air limbah, drainase, dan persampahan) di masing-masing
wilayah pekerjaan.
c. Selalu berkoordinasi dengan Team Leader dalam setiap pengambilan di
masing-masing wilayah pekerjaan.
d. Menganalisis kajian lingkungan implikasi dari rencana pengembangan
infrastruktur PU/CK yang kemungkinan terjadi di masing-masing wilayah
pekerjaan.

5.

Tenaga Ahli Penataan Bangunan dan Lingkungan, memiliki latar


belakang pendidikan formal S1 Teknik Arsitektur, dan memiliki pengalaman
kerja minimal selama 2 tahun (6 MM).
Bertanggung jawab :
a. Bertanggung jawab terhadap pekerjaan analisis dan penyusunan
kebijakan dalam bidang sarana dan prasarana bangunan gedung dan
lingkungan di masing-masing wilayah pekerjaan.
b. Menganalisis rencana kebutuhan pengembangan sarana dan prasarana
bangunan gedung dan lingkungan di masing-masing wilayah pekerjaan.
c. Selalu berkoordinasi dengan Team Leader dalam setiap pengambilan
keputusan di masing-masing wilayah pekerjaan.

6.

Tenaga Ahli Permukiman, memiliki latar belakang pendidikan formal


minimal S1 Teknik Planologi atau S1 Teknik Arsitektur, dan mempunyai
pengalaman di bidangnya minimal selama 2 tahun (6 MM).
Bertanggung jawab :
a. Bertanggung jawab terhadap pekerjaan analisis dan penyusunan
kebijakan dalam skenario pengembangan wilayah dan skenario
pengembangan infrastruktur PU/CK di masing-masing wilayah
pekerjaan.
b. Selalu berkoordinasi dengan Team Leader dalam setiap pengambilan
keputusan di masing-masing wilayah pekerjaan.

7.

Tenaga Pendukung yang diperlukan dalam kegiatan ini adalah 1 (satu)


orang operator komputer dan 1 (satu) sekretaris.

Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini adalah 6 (enam) bulan kalender.


Penyedia harus membuat jadwal pelaksanaan sesuai kebutuhan untuk kegiatan

Kegiatan

ini

Laporan
19. Laporan
Pendahuluan

Laporan ini diserahkan paling lambat 1 (satu) bulan setelah dikeluarkan Surat
Perintah Kerja (SPK) sebanyak 20 eksemplar, berisi persiapan pelaksanaan,
metode pelaksanaannya sesuai dengan kerangka acuan pekerjaan, analisa
permasalahan, serta jadwal pelaksanaan pekerjaan.

20.

Laporan
Antara

Laporan ini diserahkan paling lambat 4 bulan setelah dikeluarkan Surat Perintah
Kerja (SPK) sebanyak 20 eksemplar berisi mengenai hasil-hasil pekerjaan yang
telah dilaksanaan mulai dari hasil kajian awal, permasalahan yang dihadapi,
kompilasi data, dan hasil survey.

21.

Laporan Draft
Final

Laporan ini diserahkan paling lambat 5 bulan setelah dikeluarkan Surat Perintah
Kerja (SPK) sebanyak 20 eksemplar, laporan ini berisi:
i. Konsep akhir dari pekerjaan ini yang berisi keseluruhan hasil kajian; dan
ii. Lampiran I berupa laporan hasil perencanaan keterpaduan program
seluruh Kab/Kota yang termasuk Kategori KSN selama 5 tahun (20152019);
iii. Lampiran II hasil pemantauan pelaksanaan keterpaduan program TA
2014.

22.

Laporan Final

Laporan ini diserahkan paling lambat 6 bulan setelah dikeluarkan Surat Perintah
Kerja (SPK) sebanyak 20 eksemplar berisi seluruh hasil kegiatan dan telah
didiskusikan dengan tim teknis, diserahkan sesudah dilakukan perbaikan dan
penyempurnaan dari laporan draft final yang telah memperoleh masukan dari
para ahli dan nara sumber lainnya. Laporan final juga dibuat dalam bentuk soft
copy berupa CD sebanyak 10 keping.

23.

Laporan
Bulanan

Laporan bulanan diserahkan pada bulan ke dua dan ke empat setelah


dikeluarkan Surat Perintah Kerja (SPK) sebanyak 10 eksemplar. Berisi mengenai
hasil pekerjaan yang dilakukan, hasil kajian, temuan, kompilasi data, dan hasil
survey.
Hal-Hal Lain

24.

Produksi
Dalam Negeri

Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di wilayah
Negara Republik Indonesia.

25.

Alih
Pengetahuan

Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk menyelenggarakan pertemuan


dan pembahasan dalam rangka alih pengetahuan kepada personil proyek/satuan
kerja Pejabat Pembuat Komitmen sebagai berikut:

1. Pertemuan dan pembahasan dilakukan pada setiap kali penyedia jasa akan
menyerahkan laporannya, yaitu pada saat akan menyerahkan Laporan
Pendahuluan, Laporan Antara, Laporan Draft Final, dan Laporan Final.
2. Sebelum pertemuan dan pembahasan dilakukan, penyedia jasa harus
melakukan penjelasan rencana pembahasan kepada petugas yang telah
ditunjuk sebagai Tim Teknis kegiatan yang bersangkutan.
3. Setelah pertemuan dan pembahasan dilakukan, penyedia jasa harus
melakukan konsultasi hasil pertemuan dan pembahasan dengan petugas
yang telah ditunjuk sebagai Tim Teknis kegiatan yang bersangkutan.
4. Pertemuan dan rapat rutin dengan Tim Teknis.

PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN PERENCANAAN


DAN PENGENDALIAN PROGRAM INFRASTRUKTUR
PERMUKIMAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2014

Ir.IMELDA KIA HIPIR


NIP. 19650513 199703 2 002