Anda di halaman 1dari 13

GASTER Vol. 10 No.

1 Februari 2013

PENGARUH KUALITAS IMPLEMENTASI KURIKULUM PRAKTIK PADA


KEPUASAN LULUSAN DAN DAMPAKNYA PADA KINERJA BIDAN
(Suatu Upaya Penelusuran Alumni D-3 Kebidanan Poltekkes Kemenkes
Tanjungkarang di Kota Bandar Lampung)
Ika Fitria Elmeida, Mamun Sutisna, Firman F. Wirakusumah
Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang Prodi Kebidanan Metro,Fakultas Kedokteran
Universitas Padjadjaran, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung.
Latar Belakang: Kualitas implementasi kurikulum praktik meliputi dimensi kehandalan, daya
tanggap, jaminan, empati, dan penampilan sik merupakan salah satu alat pemasaran jasa
yang utama untuk mencapai tujuan organisasi, sekaligus memuaskan kebutuhan dan keinginan
pelanggan dalam hal ini adalah lulusan dan pengguna lulusan. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui pengaruh kualitas implementasi kurikulum praktik yang meliputi dimensi kehandalan,
daya tanggap, jaminan, empati, dan tampilan sik terhadap kepuasan lulusan dan mengetahui
dimensi mana yang pengaruhnya paling besar terhadap kepuasan lulusan D III Kebidanan
Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang di Kota Bandar Lampung. Penelitian deskriptif analitik
dengan pendekatan cross sectional serta menggunakan teknik acak sederhana proporsional,
telah dilakukan terhadap 50 bidan lulusan tahun 2009 dan 2010 yang memenuhi kriteria inklusi
dan eksklusi. Variabel kualitas implementasi kurikulum praktik dan kepuasan lulusan diukur
dengan menggunakan kuesioner dengan skala Likert 1-5. Uji statistik dengan diagram kartesius
Importance performance, Pearson Product Moment dan analisis jalur (path analysis). Hasil
penelitian ini mencatat bahwa pengaruh kualitas implementasi kurikulum terhadap kepuasan
lulusan secara simultan adalah 83% (nilai p 0,05). Secara parsial dimensi yang mempunyai
pengaruh bermakna terhadap kepuasan lulusan adalah dimansi daya tanggap, empati dan
penampilan sik (nilai p 0,05). Pengaruh daya tanggap, empati dan penampilan sik masingmasing adalah 33,4%, 18,8%, dan 29,7% sehingga total pengaruh gabungan adalah 82% (nilai
p 0,05). Simpulan: bahwa kualitas implementasi kurikulum praktik berpengaruh secara
simultan terhadap kepuasan lulusan dan dimensi yang paling berpengaruh adalah daya tanggap
dan penampilan sik. Perlu diteliti faktor-faktor lain yang berkaitan dengan kepuasan lulusan
dan pengguna lulusan.
Kata kunci: jasa pendidikan, kualitas implementasi kurikulum praktik, lulusan.

A. PENDAHULUAN

peserta didik secara aktif mengembangkan

Dalam Undang-undang Republik Indonesia

potensi dirinya untuk memiliki kekuatan

No. 23 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan

spirital keagamaan, pengendalian diri,

Nasional disebutkan bahwa pendidikan adalah

kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan

usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan

yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa,

suasana belajar dan proses pembelajaran agar

dan negara. Untuk pelaksanaan pendidikan

Pengaruh Kualitas Implementasi Kurikulum ...

GASTER Vol. 10 No. 1 Februari 2013


tersebut dibutuhkan kurikulum yang dapat

dan peneliti dibidang kesehatan (Undang-

memberikan arah bagi satuan pendidikan

undang RI no.20 Th 2003).

tertentu (Undang-undang RI no.20 Th. 2003).

Implementasi kurikulum D 3 Kebidanan

Kepuasan pelanggan merupakan sesuatu

secara keseluruhan adalah proses belajar

yang harus dicapai oleh sekolah supaya sekolah

mengajar yang diterapkan dalam institusi

tetap ada sesuai dengan konsep pemasaran

jurusan kebidanan, yaitu meliputi proses

yang bertujuan untuk mencapai prot

perencanaan yang tugas dosen mempersiapkan

melalui kepuasan pelanggan (Tjiptono,2006).

materi pembelajaran, alat peraga dan ruangan

Permasalahan yang dihadapi oleh institusi

kelas, kemudian proses pembelajaran yang

jasa pendidikan (Parasuraman, Zeithaml,

diadakan di dalam kelas dan di laboratorium

Berry, 1996)) adalah bagaimana strategi

dan proses pembelajaran di lahan praktik, yang

pelayanan untuk memberikan kepuasan pada

kualitas semua proses tersebut ditentukan oleh

pengguna jasa pendidikan tersebut. Dalam

jumlah dan kualitas sumber daya manusia

hal ini pemakai jasa pendidikan adalah

baik itu tenaga pendidik (dosen) maupun

mahasiswa dan orangtua mahasiswa yang

tenaga administrasi dan tenaga ahli lainnya,

membiayainya. Kepuasan pelanggan eksternal

juga ditunjang oleh sarana prasarana yang

pada perusahaan jasa sangat ditentukan oleh

berkualitas dan memadai, baik di lokasi

pelayanan yang diberikan pelanggan internal

pembelajaran maupun di lokasi lahan praktik

dan dalam dunia pendidikan jalur institusi

yang meliputi kualitas lahan praktik dan

politeknik kesehatan, peranan dosen sebagai

kualitas pembimbing lahan praktik Terdapat

penyedia jasa dan sekaligus pelanggan internal

lima dimensi kualitas layanan jasa yang pada

sangat mempengaruhi kepuasan mahasiswa.

akhirnya menjadi penentu tingkat kepuasan,

Pendidikan D-3 kebidanan bertujuan

termasuk di dalamnya adalah kepuasan lulusan

untuk menyiapkan tenaga bidan profesional

dalam implementasi kurikulum praktik. Kelima

yang mampu menerapkan dan melaksanakan

dimensi tersebut adalah kehandalan, daya

tugas dan wewenang bidan di masyarakat serta

tanggap, jaminan, empati, dan penampilan sik

berperan serta aktif dalam berbagai kegiatan

(Parasuraman, Zethaml,Berry, 1996).

di masyarakat sesuai dengan perannya, yaitu

Saat ini jumlah institusi pendidikan Diploma

sebagai bidan pelaksana, pengelola, pendidik,

III (D 3) kebidanan yang diselenggarakan oleh

8 Pengaruh Kualitas Implementasi Kurikulum ...

GASTER Vol. 10 No. 1 Februari 2013


pemerintah maupun swasta sudah demikian

kepuasan pengguna lulusan yang dalam

banyaknya, hasilnya ribuan lulusan D 3

penelitian ini peneliti batasi adalah atasan

kebidanan bermunculan setiap tahunnya dan

lulusan di tempatnya bekerja (Prol Kesehatan

telah bertugas di berbagai tempat seperti di

Prov. Lampung, 2010).

rumah sakit, puskesmas, klinik dan menjadi

Kenyataan mengenai keberhasilan dari

bidan di desa, namun kompetensi lulusan D

implementasi pengembangan kurikulum

3 kebidanan tersebut belum bisa dikatakan

di Indonesia, yaitu dari penelitian Rino di

baik (Prol Kesehatan Prov. Lampung, 2010,

Universitas Andalas Padang dan penelitian

Tjiptono, 2006).

Najamudin di Solo, yang mengungkapkan

Begitu banyak lulusan D 3 kebidanan

bahwa implementasi kurikulum yang

ternyata tidak berdampak signikan terhadap

berkualitas akan menghasilkan produk, yaitu

angka kematian ibu (AKI) di Indonesia .

lulusan yang berkualitas pula sehingga dapat

Berdasarkan hasil survei SDKI diketahui

memuaskan pengguna lulusan. Implementasi

penurunan AKI dari tahun 2002-2003 sebesar

pengembangan kurikulum adalah merupakan

307 per 1.000 kelahiran hidup dan pada

langkah penting sekaligus sebagai terobosan

tahun 2007 AKI hanya turun menjadi 228 per

inovatif untuk dilakukan sehingga kebutuhan

1.000 kelahiran hidup (Prol Kesehatan Prov.

masyarakat dapat dibaca secara lebih

Lampung, 2010).

komprehensif sekaligus mampu menjawab

Da l am ra ngka p eni ng kat a n m u t u


pendidikan yang dapat menghasilkan bidan

persoalan dan memberikan alternatif solusi


yang terjadi saat ini.

bermutu, maka diperlukan tenaga dosen

Gambaran lain mengenai dampak tidak

yang berkualitas, sarana dan prasarana, serta

berkualitasnya suatu implementasi kurikulum

kurikulum baik meliputi pemberian teori

sehingga tidak memuaskan pengguna terlihat

yang oleh tenaga pendidik yang kompeten

pada penelitian Hermayati di Yogyakarta dan

dan berkualitas maupun praktik yang meliputi

Srinadi dan Nilakusmawati di Bali bahwa jika

pemilihan lahan praktik yang bermutu, waktu

implementasi kurikulum tidak berkualitas

praktik yang memadai dan pembimbing praktik

sehingga tidak memuaskan mahasiswa dan

lapangan yang kompeten dan berkualitas

tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna maka

sehingga dapat memuaskan pengguna, yaitu

akan meningkatkan pengangguran karena tidak

mahasiswa dan pada akhirnya juga memenuhi

siap pakainya lulusan suatu sekolah.

Pengaruh Kualitas Implementasi Kurikulum ...

GASTER Vol. 10 No. 1 Februari 2013


Tujuan penelitian ini dilakukan untuk

dilihat kompetensi seorang bidan tersebut

mengetahui pengaruh kualitas implementasi

dan diharapkan sudah banyak melaksanakan

kurikulum praktik yang meliputi dimensi

asuhan kebidanan di pelayanan kesehatan.

kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati,

Besar sampel yang dibutuhkan pada penelitian

dan penampilan sik pada kepuasan lulusan

ini adalah 50 org.

dan dimensi kualitas yang paling besar dalam


memberikan kepuasan pada lulusan, serta

C. HASIL DAN PEMBAHASAN


Analisis ini dilakukan untuk

dampaknya pada kinerja bidan.

menggambarkan masing-masing variabel


B. BAHAN DAN METODE PENELITIAN

lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.

Penelitian ini merupakan penelitian


deskriptif analitik dengan rancangan Cross
Sectional dengan pendekatan kuantitatif.
Rancangan Cros Sectional adalah rancangan

1. Kesenjangan antara implementasi


kurikulum praktik yang diharapkan dan
implementasi kurikulum praktik yang
dirasakan

penelitian dengan pendekatan transfersal,

Dimensi kualitas implementasi

karena observasi terhadap faktor resiko dan efek

kurikulum praktik yang diteliti

dilakukan hanya sekali pada saat yang sama.

dalam penelitian ini meliputi dimensi

Lokasi penelitian adalah di kota Bandar

kehandalan, daya tanggap, jaminan,

Lampung. Populasi terjangkau pada penelitian

empati, dan penampilan sik. Berikut akan

ini adalah semua lulusan D III Kebidanan

disampaikan hasil penelitian mengenai

Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang Lampung

kepuasan lulusan.

yang lulus pada tahun 2009 dan 2010 karena

Tabel 1 Kesenjangan antara Implementasi


Kurikulum Praktik yang dirasakan dan
Implementasi Kurikulum Praktik yang
Diharapkan

lulusan tahun tersebut adalah yang paling baru


merasakan implementasi kurikulum sehingga
diharapkan masih mengingat dan merasakan
implementasi kurikulum D III kebidanan yang
diberikan.
Kriteria yang lain adalah sudah bekerja
minimal 4 bulan di tempat pelayanan kesehatan,

No
1
2
3
4
5

karena dalam waktu 4 bulan sudah dapat

10 Pengaruh Kualitas Implementasi Kurikulum ...

Rata-rata (Mean)
Implementasi
Tingkat
Kurikulum Kenya- HarapKepuasan
(P-E)
Praktik
(%)
taan (P) an (E)
Kehandalan
3.39
4.00 -0.62
85
Daya tanggap 3.28
4.41 -1.13
74
Jaminan
2.79
4.66 -1.86
60
Empati
3.40
4.20 -0.80
81
Penampilan
2.98
4.35 -1.36
69
sik
Rata-rata
3.17
4.32 -1.15
73

GASTER Vol. 10 No. 1 Februari 2013


Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat
bahwa implementasi kurikulum praktik sudah
cukup memenuhi harapan, hal ini dapat dilihat
dari rata-rata kesenjangan antara nilai yang
dirasakan/persepsi dan yang diharapkan.
Kesenjangan tertinggi adalah implementasi

Tabel 2 Hubungan Kepuasan Lulusan


m e nge nai K ual i t a s Im p l em e nt a s i
Kurikulum Praktik dan Kinerjanya
Kepu- keteKoesien
tusan rangan determinasi
Kepuasan 0,533 4,362 2,009 Ho
signi 28,38%
Lulusan
ditolak kan
dan
Kinerjanya
Variabel

rxy

thitung

ttabel

kurikulum praktik berdasarkan dimensi

Dari tabel tersebut di atas dapat

jaminan, sedangkan kesenjangan terendah

diketahui bahwa besarnya hubungan

adalah dimensi kehandalan. Rata-rata tingkat

Kepuasan Lulusan mengenai kualitas

kepuasan tertinggi adalah pada praktik

implementasi kurikulum praktik dan

kehandalan dengan nilai 85% dan terendah

kinerjanya adalah sebesar 0,533, hubungan

pada jaminan yaitu sebesar 60%.

ini termasuk kategori sedang. Hasil


pengujian dengan statistik t didapat nilai
t hitung (4.362) > t tabel (2.009). hal
tersebut mengindikasikan penolakan Ho
yang menunjukkan bahwa terdapatnya
hubungan antara kepuasan lulusan
mengenai kualitas implementasi kurikulum
praktik dan keinerjanya.

Gambar 1 Diagram Importance Performance

2. P en g a ru h K ua l i t a s Im pl e m e nt a s i
Kurikulum Praktik (Kehandalan, Daya
Tanggap, Jaminan, Empati, Penampilan
Fisik) Terhadap Kepuasan Lulusan.

Berikut ini merupakan analisis mengenai


hubungan antara kepuasan lulusan mengenai
kualitas implementasi kurikulum praktik dan
kinerjanya

Dalam metode analisis jalur, untuk


mencari hubungan kausal atau pengaruh
variabel-variabel penelitian, terlebih dahulu
dihitung matriks korelasi dari variabelvariabel kualitas implementasi kurikulum
praktik yang terdiri dari kehandalan (X1),

Pengaruh Kualitas Implementasi Kurikulum ...

11

GASTER Vol. 10 No. 1 Februari 2013


daya tanggap (X2), jaminan (X3), empati
(X4), dan penampilan sik (X5).
Tabel 3 Matriks Korelasi Antar Variabel
Bebas
Variabel
X1
X2
X3
X4
X5

X1
1
0,663
0,597
0,747
0,612

X2
0,663
1
0,536
0,577
0,679

X3
0,597
0,536
1
0,582
0,601

X4
0,747
0,577
0,582
1
0,522

X5
0,612
0,679
0,601
0,522
1

Gambar 2 Diagram Jalur Pengaruh


Kualitas Implementasi Kurikulum
Praktik Terhadap kepuasan Lulusan
Hipotesis utama penelitian ini adalah

Keterangan: Nilai r

kualitas implementasi kurikulum praktik


Berdasarkan tabel 3 nilai korelasi antar

yang terdiri dari kehandalan (X1), daya

variabel bebas yaitu kehandalan, daya

tanggap (X2), jaminan (X3), emphati

tanggap, jaminan, empati dan penampilan

(X4), dan penampilan sik (X5) terhadap

sik mempunyai korelasi positif.

kepuasan lulusan (Y). Hipotesis penelitian

Berdasarkan hasil perhitungan matriks

tersebut dinyatakan dalam hipotesis

korelasi dan matriks invers dapat diperoleh

statistik berikut ini:

koesien jalur, pengaruh secara keseluruhan

H0 :

dari kualitas implementasi kurikulum

H1 : Sekurang-kurangnya ada satu, yxi

praktik yang terdiri dari kehandalan (X1),

0, i = 1, 2, 3, 4, 5

yx 1

yx 2

yx 3

yx 4

yx 5

daya tanggap (X2), jaminan (X3), empati


Tabel 5 Pengujian Secara Simultan

(X4), dan penampilan sik (X5) serta


koesien jalur variabel lainnya di luar X1,
X2, X3, X4 dan X5 (koesien residu).
Tabel 4 Besarnya Koesien Jalur
yx1 = 0,060
yx2 = 0,383
Koesien Jalur
yx3 = 0,111
yx4 = 0,200
yx5 = 0,324
Pengaruh secara
0,827
bersamaan
Pengaruh Residu
0,173

Hipotesis
F hitung F tabel Keputusan Kesimpulan
Alternatif
X1, X2,
X3, X4 dan
X5 secara
42,179 2,43
H0 ditolak Signikan
simultan
berpengaruh
terhadap Y

Pada tabel di atas dapat kita ketahui bahwa


hasil pengujian signikan yang berarti secara
keseluruhan variabel kehandalan (X1), daya
tanggap (X2), jaminan (X3), empati (X4), dan
penampilan sik (X5) berpengaruh terhadap
kepuasan lulusan (Y).

12 Pengaruh Kualitas Implementasi Kurikulum ...

GASTER Vol. 10 No. 1 Februari 2013


3. Pengujian Secara Parsial
Tabel 6 Pengujian Parsial
Koesien
t
t
Keputusan Kesimpulan
Jalur
hitung tabel
yx1 = 0
0,060
0,555 2,02
H0
Tidak
diterima
Signikan
yx2 = 0
0,383
4,027 2,02 H0 ditolak Signikan
yx3 = 0
0,111
1,285 2,02
H0
Tidak
diterima
Signikan
yx4 = 0
0,200
2,040 2,02 H0 ditolak Signikan
yx5 = 0
0,324
3,460 2,02 H0 ditolak Signikan

No Hipotesis
1
2
3
4
5

Gambar 3 Diagram Jalur Kualitas


Implementasi Kurikulum Praktik
(X2, X4, dan X5) Terhadap Kepuasan
Lulusan

Dari tabel 6 dapat kita ketahui bahwa


nilai t hitung untuk X2, X4, dan X5
lebih besar dari pada t tabel. Ini berarti
variabel daya tanggap (X2), empati (X4)
dan penampilan sik (X5) memberikan
pengaruh yang signikan terhadap variable
kepuasan lulusan (Y), sedangkan nilai t
hitung untuk variabel X1 dan X3 lebih
kecil dari pada t tabel, ini berarti bahwa
variabel kehandalan (X1) dan jaminan
(X3) tidak memberikan pengaruh yang
signikan terhadap kepuasan lulusan (Y).
Atas dasar pertimbangan bahwa
hanya tiga variabel yang berpengaruh
secara bermakna, maka perlu dilakukan
perubahan diagram hubungan struktural
antara variabel. Berikut di bawah ini dapat
digambarkan hubungan struktural antara
tiga variabel beserta koesien jalurnya.

Setelah digambar hubungan struktural


yang baru untuk variabel bebas yang teruji
pengaruhnya secara bermakna (signikan),
maka dapat ditentukan besar pengaruh
masing-masing variabel bebas yaitu kualitas
implementasi kurikulum praktik: dimensi daya
tanggap (X2), empati (X4), dan penampilan
sik (X5) terhadap kepuasan lulusan seperti
yang diuraikan pada tabel berikut.
Tabel 7 Besar Pengaruh Daya Tanggap
(X2) terhadap Kepuasan Lulusan (Y)
Pengaruh langsung dan tidak
Besar
langsung
Kontribusi
X2 langsung
pyx2pyx2
16,7%
X2 melalui X4 pyx2rx2x4pyx4
6,3%
X2 melalui X5 pyx2rx2x5pyx5
10,4%
Total pengaruh
33,4%
X2 terhadap Y

Dari tabel di atas dapat kita ketahui bahwa


total pengaruh yang diberikan daya tanggap
terhadap kepuasan adalah sebesar 33,4%.

Pengaruh Kualitas Implementasi Kurikulum ...

13

GASTER Vol. 10 No. 1 Februari 2013


Tabel 8 Besar Pengaruh Empati (X4)
terhadap Kepuasan Lulusan (Y)
Pengaruh langsung dan tidak
langsung
X4 langsung
pyx4pyx4
X4 melalui X2 pyx4rx2x4pyx2
X4 melalui X5 pyx4rx4x5pyx5
Total pengaruh
18,8%
X4 terhadap Y

Besar
Kontribusi
7,2%
6,3%
5,2%

lulusan poltekkes yang mewakili populasi,


dan hasilnya akan diteliti sejauh mana
pengaruhnya terhadap kepuasan lulusan
bidan Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang.
Tanggapan responden terhadap
dimensi kehandalan berkenaan dan
kemampuan untuk memberikan layanan

Dari tabel di atas dapat kita ketahui

yang akurat sejak pertama kali tanpa

bahwa total pengaruh yang diberikan

membuat kesalahan apapun dan

tampilan sik terhadap kepuasan adalah

menyampaikan jasanya sesuai dengan

sebesar 18.8%.

waktu yang disepakati (Tjiptono, 2006).

Tabel 9 Pengaruh Langsung Dan Tidak


Langsung Penampilan Fisik (X5)
terhadap Kepuasan Lulusan (Y)
Pengaruh langsung dan tidak
Besar
langsung
Kontribusi
X5 langsung
pyx5pyx5
14,1%
X5 melalui X2 pyx5rx2x5pyx2 10,4%
X5 melalui X4 pyx5rx4x5pyx4
5,2%
Total pengaruh
29,7%
X5 terhadap Y

Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa


tingkat kepuasan responden pada dimensi
kehandalan adalah 84,62% yang dalam
batasan tingkat kepuasan konsumen adalah
sangat puas. Jika dilihat dari item pernyataan
yang paling tinggi tingkat kepuasannya
(91,79%) pada dimensi kehandalan
adalah pada item tentang kemampuan

Dari tabel di atas dapat kita ketahui

dosen dalam mengatasi masalah-masalah

bahwa total pengaruh yang diberikan

pokok tentang manajemen kelas dan

tampilan sik adalah sebesar 29,7%.

cara penanggulangannya, temuan ini

Berikut akan dibahas persepsi lulusan

menunjukkan bahwa kehandalan dosen

poltekkes terhadap kualitas implementasi

dalam mewujudkan kebutuhan responden

kurikulum praktik dan tingkat kepuasan

dalam mengatasi masalah-masalah

lulusan terhadap kualitas implementasi

pokok tentang manajemen kelas dan cara

kurikulum praktik yang meliputi dimensi

penanggulangannya sudah sangat baik dan

kehandalan, daya tanggap, jaminan,

sangat memuaskan responden. Sedangkan

empati, dan penampilan sik. Penilaian

dilihat dari item pernyataan paling rendah

lulusan poltekkes ini akan mendeskripsikan

tingkat kepuasannya (81,31%) adalah

14 Pengaruh Kualitas Implementasi Kurikulum ...

GASTER Vol. 10 No. 1 Februari 2013


pada item tentang dosen mengadakan

masalah mengenai layanan informasi

tes awal sebelum mengadakan Proses

yang segera dan menilai hasil ujian yang

Belajar Mengajar (PBM). Temuan ini

objektif sudah sangat baik dan sangat

menunjukkan bahwa kehandalan dosen

memuaskan responden.

dalam mengadakan tes awal sebelum

Tanggapan responden terhadap

mengadakan PBM sudah memuaskan

dimensi jaminan yang berkaitan dengan

responden.

perilaku dosen mampu menumbuhkan

Tanggapan responden terhadap

kepercayaan terhadap institusi pendidikan

dimensi daya tanggap yang berkaitan

dan institusi pendidikan bisa menciptakan

dengan ketersediaan dan kemampuan

rasa aman bagi para pelanggannya.

para karyawan untuk membantu para

(Tjiptono, 2006, Eisner EW., 1974).

pelanggan dan merespon permintaan

Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa

mereka, serta menginformasikan kapan

tingkat kepuasan responden pada dimensi

jasa akan diberikan dan kemudian

jaminan adalah 60,21% yang dalam

memberikan jasa secara cepat serta

batasan tingkat kepuasan konsumen

mendengar dan mengatasi keluhan yang

adalah kurang puas. Jika dilihat dari item

diajukan konsumen (Tjiptono, 2004).

pernyataan yang paling tinggi tingkat

Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa

kepuasannya (70,87%) pada dimensi

tingkat kepuasan responden pada dimensi

jaminan adalah pada item yaitu tentang

daya tanggap adalah 74,38% yang

terdapatnya ruang yang cukup untuk

dalam batasan tingkat kepuasan adalah

praktikum. Temuan ini menunjukkan

puas. Jika dilihat dari item pernyataan

bahwa terdapatnya ruang yang cukup

yang paling tinggi tingkat kepuasannya

untuk praktikum sudah baik dan dapat

(90,41%) pada dimensi daya tanggap

memuaskan responden. Sedangkan dilihat

adalah pada item tentang kemampuan

dari item pernyataan paling rendah tingkat

objektitas dosen dalam memberi nilai

kepuasannya yaitu berada pada kategori

dan menginformasikan layanan. Temuan

kurang puas (43,27%) adalah pada item

ini menunjukkan bahwa daya tanggap

pernyataan no. 26 yaitu tentang hubungan

dosen dalam mewujudkan kebutuhan

kepercayaan yang terbangun antara

responden dalam mengatasi masalah-

dosen dengan mahasiswa. Temuan ini

Pengaruh Kualitas Implementasi Kurikulum ...

15

GASTER Vol. 10 No. 1 Februari 2013


menunjukkan bahwa jaminan dalam

dosen tidak mempunyai pengalaman

hal hubungan kepercayaan antara dosen

praktik klinik yang memadai, maka

dengan mahasiswa yang kurang baik.

akan sulit untuk memberikan pengajaran

Dimensi Empati tergambar

terutama simulasi atau demonstrasi praktik

dalam: dosen memberikan perhatian

di laboratorium dan di lahan praktik.

individual kepada mahasiswa, dosen

Karena teori yang ada di buku belum

yang memperlakukan mahasiswa secara

tentu sama dengan kenyataan yang ada di

penuh perhatian, sungguh-sungguh

lapangan.

m eng ut am ak an p el an ggan, dose n

Dimensi penampilan sik

menguasai materi dan dalam penyajian

berkaitan dengan daya tarik fasilitas

materi dosen berusaha menarik perhatian

sik, perlengkapan, dan material yang

mahasiswa.

digunakan institusi, serta penampilan

Berdasarkan tabel 1 dapat dilihat

dosen. Dimensi ini tergambar dalam:

bahwa tingkat kepuasan lulusan pada

peralatan modern, fasilitas yang berdaya

dimensi empati adalah 81,64% dalam CSI

tarik visual, dosen yang berpenampilan

berada pada kategori puas, jika dilihat per

rapi dan profesional, serta materi-materi

item pernyataan, maka dapat dilihat bahwa

yang berkaitan dengan jasa yang berdaya

item pernyataan no. 39 berada di urutan

tarik visual (Mangkuprawira, 2007).

tertinggi tingkat kepuasannya bahkan untuk

P e ngu kur a n t i ngk at ke pua sa n

seluruh dimensi dengan proporsi lulusan

lulusan mutlak diperlukan dalam upaya

yang merasa puas adalah 100%, bunyi item

peningkatan mutu kurikulum pendidikan.

39 adalah dosen memiliki pengalaman

Dengan melakukan pengukuran tingkat

kerja pada praktik klinik yang memadai.

kepuasan lulusan dapat diketahui

Temuan ini memberi arti bahwa seluruh

sejauhmana dimensi-dimensi mutu

lulusan merasa puas dengan keadaan dosen

implementasi pendidikan yang diberikan

yang sudah berpengalaman klinik yang

dapat memenuhi harapan lulusan. Apabila

memadai, pengalaman praktik klinik bagi

belum sesuai dengan harapan lulusan, hal

dosen kebidanan sangat penting karena

tersebut dapat dijadikan sebagai masukan

diperlukan dalam memberikan pengajaran

kepada organisasi pendidikan, sedangkan

teori dan praktik kepada mahasiswa, jika

apabila kinerja pelayanan pendidikan yang

16 Pengaruh Kualitas Implementasi Kurikulum ...

GASTER Vol. 10 No. 1 Februari 2013


diperoleh pada suatu fasilitas pelayanan

Posisi penempatan variabel yang telah

pendidikan sesuai dengan harapannya,

dianalisis dibagi menjadi empat bagian,

maka lulusan akan merasa bangga dan

yaitu:

percaya dengan institusi pendidikan dan

a. Kuadran I: menunjukkan bahwa

merasa loyal kepada institusi pendidikan

faktor-faktor pelayanan pendidikan

tempatnya menimba ilmu dan mereka

yang dianggap penting oleh lulusan,

dengan penuh percaya diri dan tidak ragu

tetapi pihak penyelenggara pendidikan

untuk merekomendasikan institusinya

belum melaksanakan sesuai dengan

kepada pihak lain. Pelanggan akan mencari

keinginan lulusan, sehingga lulusan

institusi pendidikan pada institusi yang

merasa tidak puas. Variabel dalam

dapat memenuhi harapan dan tidak

kuadran ini harus ditingkatkan.

mengecewakan (Mangkuprawira,2007).

b. Kuadran II: menunjukkan bahwa

Tingkat kepuasan lulusan yang

faktor-faktor pelayanan pendidikan

a k u r a t s a n g a t d i bu t u h ka n d a l a m

yang dianggap penting oleh lulusan

upaya peningkatan mutu kurikulum

telah dilaksanakan dengan baik dan

pendidikan, oleh karena itu pengukuran

dapat memuaskan lulusan, sehinggan

tingkat kepuasan perlu dilakukan secara

penyelenggara pendidikan wajib

berkala, teratur dan berkesinambungan

mempertahankan kinerjanya.

(Kemendiknas RI, 2002).

c. Kuadran III: menunjukkan bahwa

Analisis Importance-Performance

faktor-faktor pelayanan pendidikan

Matriks merupakan salah satu cara untuk

yang dianggap kurang penting oleh

mengukur kepuasan lulusan melalui teknik

lulusan dan kinerjanya tidak terlalu

survei kepuasan pelanggan. Konsep ini

istimewa. Peningkatan variabel pada

berasal dari konsep dimensi kualitas

kuadran ini dapat dipertimbangkan

pelayanan, dimana tingkat kepentingan

kembali karena pengaruhnya terhadap

pelanggan diukur sesuai dengan yang

manfaat yang dirasakan lulusan sangat

dikerjakan oleh penyelenggara pendidikan

kecil.

agar menghasilkan pelayanan yang

d. Kuadran IV: menunjukkan bahwa

berkualitas tinggi (Kemendiknas RI,

unsur-unsur pelayanan pendidikan

2002).

yang dianggap kurang penting,

Pengaruh Kualitas Implementasi Kurikulum ... 17

GASTER Vol. 10 No. 1 Februari 2013


tetapi dijalankan oleh penyelanggara

antara kepuasan lulusan mengenai kualitas

pelayanan pendidikan dengan sangat

implementasi kurikulum praktik dan kinerja

baik dan sangat memuaskan lulusan.

lulusan dengan tingkat keeratan 0,533.

Hal ini dianggap terlalu berlebihan,

Pada penelitian ini tingkat kepuasan

sehingga dapat dikurangi agar

pasien berdasarkan dimensi kualitas menurut

pelayanan pendidikan lebih efektif

Parasuraman dkk (Parasuraman, Zithaml,

dan esien.

Berry,1996) kualitas implementasi kurikulum


praktik yang meliputi dimensi kehandalan, daya

D. SIMPULAN DAN SARAN

tanggap, jaminan, empati dan penampilan sik

Pengaruh kualitas implementasi kurikulum

berpengaruh secara simultan atau gabungan

praktik pada kepuasan lulusan secara simultan

terhadap kepuasan lulusan. Dimensi daya

adalah 83% (p0,05). Dimensi parsial yang

tanggap dan penampilan sik adalah dimensi

pengaruhnya bermakna pada kepuasan lulusan

yang paling berpengaruh signikan terhadap

adalah daya tanggap, empati dan penampilan

kepuasan lulusan.

sik (p0,05). Terdapat hubungan yang positif

18 Pengaruh Kualitas Implementasi Kurikulum ...

GASTER Vol. 10 No. 1 Februari 2013


DAFTAR PUSTAKA
Eisner EW. Concting conseption of curriculum. Berkeley, California: MacCuthan Publishing
corporation; 1974.
Hamalik O. Manajemen pengembangan kurikulum. Bandung: Sekolah Pascasarjana Universitas
Pendidikan Indonesia dengan PT Remaja Rosdakarya; 2007
Hasan H. Evaluasi kurikulum. Bandung: Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia
dengan PT Remaja Rosdakarya; 2008.
Kemendiknas RI. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 045/U/2002
tentang Kurikulum Inti perguruan Tinggi. Jakarta: Kemendiknas ; 2002.
Mangkuprawira S, Hubeis AV. Manajemen mutu sumber daya manusia. Bogor: Penerbit Ghalia
Indonesia; 2007.
Mulyasa E. Kurikulum berbasis kompetensi. Padang: Universitas Andalas; 2001.
Parasuraman, Zeithaml, Berry LL. Delivering quality services. New York: The Free Press a
Division of Macmillan inc 866 third avenue;1996: 114-8.
Sanjaya W. Perencanaan dan desain sistem pembelajaran. Jakarta: Kencana; 2010.
Sukmadinata NS. Pengembangan kurikulum teori dan praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya;
2010.
Taba H. Curriculum development: theory into practice. Edisi ke-2. New York: Macmillan Publish
co.Inc; 1962.
Tim Dinkes Provinsi Lampung.2010, Prol Kesehatan Provinsi Lampung.
Tjiptono F. Manajemen jasa.2006, Yogyakarta: penerbit Andi.
Tjiptono F, Candra G. Service quality satisfaction. Sydney & Jakarta: penerbit Andi; 2004.
Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003. Sistem pendidikan nasional. Bandung: Citra Umbara.

Pengaruh Kualitas Implementasi Kurikulum ... 19