Anda di halaman 1dari 5

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

Laboratorium: Elektro
Jurusan: Teknik Elektro

Sensor Suhu

Smt: 4

Praktek: 5

Waktu : 2 SKS

A. TUJUAN
Mahasiswa dapat merangkaian rangkaian pada trainer dan dapat mengetahui cara
kerja sensor suhu PTC dan NTC.
B. DASAR TEORI
a) Pengertian Sensor Suhu
Sensor adalah komponen yang dapat digunakan untuk mengkonversi suatu
besaran tertentu menjadi satuan analog sehingga dapat dibaca oleh suatu
rangkaian elektronik. Sensor merupakan komponen utama dari suatu tranduser,
sedangkan tranduser merupakan sistem yang melengkapi agar sensor tersebut
mempunyai keluaran sesuai yang kita inginkan dan dapat langsung dibaca pada
keluarannya. Suhu adalah salah satu gejala alam yang diukur dalam sebuah
sistemkontrol. Derajat atau tingkat kepanasan sesuatu atau obyek yang diukur.
Sehingga Sensor suhu adalah alat yang digunakan untuk merubah besaran panas
menjadi besaran listrik yang dapat dengan mudah dianalisis besarnya. Ada
beberapa metode yang digunakan untuk membuat sensor ini, salah satunya dengan
cara menggunakan material yang berubah hambatannya terhadap arus listrik
sesuai dengan suhunya.
Sensor adalah alat yang digunakan untuk mengubah besaran mekanis, magnetis,
panas, sinar, dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik. Sensor sering digunakan
untuk pendeteksian pada saat melakukan pengukuran atau pengendalian. Sensor
suhu adalah alat atau komponen atau sensor elektronika yang dipakai untuk
mengukur suhu. Pada percobaan ini kita menggunakan sensor suhu yang
menggunakan termistor atau yang menggunakan resistor NTC atau PTC.
Prinsip dasar dari termistor adalah perubahan nilai tahanan (atau hambatan atau
werstan atau resistance) jika suhu atau temperatur yang mengenai termistor ini
berubah. Termistor ini merupakan gabungan antara kata termo (suhu) dan resistor
(alat pengukur tahanan).
Sensor suhu termistor ditemukan oleh Samuel Ruben pada tahun 1930, dan
mendapat hak paten di Amerika Serikat dengan nomor #2.021.491. Ada dua
macam termistor secara umum: Posistor atau PTC (Positive Temperature
Coefficient), dan NTC (Negative Temperature Coefficien). Nilai tahanan pada
PTC akan naik jika suhunya naik, sementara NTC justru kebalikannya.
Termistor adalah salah satu jenis sensor suhu yang mempunyai koefisien
temperatur yang tinggi.dimana komponen ini dapat mengubah nilai resistansi
karena adanya perubahan temperatur. Dengan demikian dapat memudahkan kita
untuk dijadikan sebagai mengubah energi panas menjadi energi listrik.termistor

dibedakan dalam 3 jenis,yaitu termistor yang mempunyai koefisien negatif, yang


disebut NTC ( Negative temperature Coefisient), temistor yang mempunyai
koefisien positif, yang disebut PTC (positive Temperature Coefisient) dan
termistor yang mempunyai tahanan kritis, yaitu CTR ( Critical Temperature
Resistance).
b) Metode Pembuatan Sensor Suhu
1) Menggunakan Bahan Logam
Logam akan bertambah besar hambatannya terhadap arus listrik jika panasnya
bertambah. Hal ini dapat dijelaskan dari sisi komponen penyusun logam.
Logam dapat dikatakan sebagai muatan positif yang berada di dalam elektron
yang bergerak bebas. Jika suhu bertambah, elektron-elektron tersebut akan
bergetar dan getarannya semakin besar seiring dengan naiknya suhu. Dengan
besarnya getaran tersebut, maka gerakan elektron akan terhambat dan
menyebabkan nilai hambatan dari logam tersebut bertambah.
2) Menggunakan Bahan Semi Konduktor
Bahan semikonduktor mempunyai sifat terbalik dari logam, semakin besar
suhu, nilai hambatan akan semakin turun. Hal ini dikarenakan pada suhu yang
semakin tinggi, elektron dari semikonduktor akan berpindah ke tingkat yang
paling atas dan dapat bergerak dengan bebas. Seiring dengan kenaikan suhu,
semakin banyak elektron dari semikonduktor tersebut yang bergerak bebas,
sehingga nilai hambatan tersebut berkurang. Untuk mendapatkan sinyal listrik
yang baik dengan sedikit kegaduhan, dapat digunakan jembatan Wheatstone
dan rangkaian Lock in Amplifier.
c) Jenis Jenis Sensor Suhu
1) NTC (Negative Temperature Coeficient ) adalah jenis resistor non linier yang
nilai hambatannya terpengaruh oleh perubahan suhu. Makin tinggi suhu yang
mempengaruhi makin kecil nilai hambatannya. NTC, termistor yang
mempunyai koefisient negatif yang tinggi, termistor jenis ini dibuat dari
oksida logam yang terdapat dar golongan transisi, seperti Zr O2 - Y2P3
NiAI2O3 Mg (Al, Cr, Fe). oksida-oksida ini sebenarnya mempunyai resistansi
yang sangat tingg, tetapi dapat diubah menjadi bahan semikonduktor dengan
menambahkan beberapa ion lain yang mempunyai valensi yang berbeda
disebut dengan doping. dan pengaruh dari resistansinya dipengaruhi
perubahan temperatur yang diberikan.
2) PTC (Positive Temperature Coeficient) adalah jenis resistor non linier yang
nilai hambatannya terpengaruh oleh perubahan suhu. Makin tinggi suhu yang
mempengaruhi makin besar nilai hambatannya. PTC merupakan resistor
dengan koefisien positif. dalam hal ini, termistor PTC berbeda dengan temistor
NTC, antara lain:
Koefisien temperature dari thermistor PTC bernilai positif hanya dalam
interfal temperatur tertentu, sehingga diluar interval tersebut akan bernilai
nol atau negative,

harga mutlak dan koefisien temperatur dari termistor PTC jauh lebih besar
dari pada termistor NTC.
C. ALAT DAN BAHAN
1. Power supply
2. Multimeter
3. Sensor suhu PTC (Positive Temperature Coeficient)
4. Sensor suhu NTC (Negative Temperature Coeficient)
5. Kabel penghubung
6. Kabel penjepit
7. Trainer sensor suhu
D. GAMBAR RANGKAIAN

E. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA


1. Berdoa sebelum memulai kegiatan belajar
2. Memakai pakaian praktikum
3. Membaca dan memahami petunjuk praktikum pada setiap lembar job sheet
4. Menggunakan peralatan dengan benar dan berhati-hati
5. Membersihkan alat dan runagan sebelum dan sesudah digunakan
6. Berdoa setelah selesai melakukan kegiatan praktikum.
F. LANGKAH KERJA
1. Menyiapkan semua alat dan bahan yang diperlukan
2. Memeriksa semua alat dan bahan yang akan digunakan
3. Merangkaian rangkaian sesuai job sheet
4. Memeriksa kembali rangkian sebelum dioperasikan.

G. HASIL PERCOBAAN
1. Sensor suhu PTC
No.
1.
2.

Keadaan
Heater
Cooler

Resistansi
6
5

Suhu
63oC
32,8oC

2. Sensor suhu NTC


No.
1.
2.

Keadaan
Heater
Cooler

Resistansi
750
950

Suhu
41,5oC
32,3oC

H. KESIMPULAN
1. Apabila Galvanometer dalam keadaan seimbang, maka nilai dari galvanometer
tersebut adalah 0. Ketika galvanometer itu diganggu (sensor) nilai dari
galvanometer akan berubah.
2. Untuk sensor PTC (Positive Temperature Coefficient) akan berbanding lurus
terhadap resistansi. Pada kenyataan suhu yang dihasilkan berbanding lurus
terhadap resistansi.
3. Terbukti sensor NTC (Negative Temperature Coefficient) berbanding terbalik
terhadap resistansi.
4. Dimungkinkan galvanometer pada trainer terjadi kerusakan, karena ketika
galvanometer diganggu oleh sensor, nilai pada galvanometer tetap 0.

PRAKTEK DASAR SISTEM KONTROL


PRAKTEK KE 5
Sensor Suhu

Tanggal Penyerahan

: 8 Juni 2015

Nama Mahasiswa

: Sadiah Fajri

NIM

: 5301413043

Rombel

: 2 (Selasa, 11.00)

PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Juni, 2015