Anda di halaman 1dari 15

KELOMPOK KERJA AMPL-BM

KABUPATEN LOMBOK BARAT

KELOMPOK KERJA AMPL-BM


KABUPATEN LOMBOK BARAT

BAB IV
RENCANA PROGRAM PENGEMBANGAN
SANITASI YANG SEDANG BERJALAN
Meningkatnya kemajuan tehnologi an pembangunan diharapkan
mampu meningkatkan kualitas kesehatan penduduk secara signifikan dan
mampu menurunkan angka kematian, keadaan kesehatan mengenai
banyaknya sarana kesehatan, jumlah tenaga kesehatan yang tersedia.
Pembangunan dibidang kesehatan yang telah dilaksanakan di
Kabupaten Lombok Barat belum sepenuhnya meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat. Hal ini tercermin dari masih tingginya angka
kematian bayi, angka kematian ibu melahirkan dan kurang gizi atau gizi
buruk pada balita, disamping itu juga masih minimnya tenaga kesehatan
sehingga dapat mempengaruhi terhadap layanan kesehatan masyarakat.
4.1. Visi dan Misi Sanitasi Kabupaten Lombok Barat
Dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah memerlukan satu filosofi pembangunan yang mampu menjadi
pedoman bagi daerah untuk menentukan visi dab misi pembangunan. Visi
Pembangunan Kabupaten Lombok Barat periode 2010-2014 adalah
Terwujudnya Masyarakat Lombok Barat yang Maju, Mandiri dan
Bermartabat dengan Dilandasi Nilai-nilai Patut Patuh Patju. Dan Misi
Kabupaten Lombok Barat terkait dengan Sanitasi adalah Maningkatkan
Optimalisasi Pelayanan Pendidikan dan Kesehatan secara Berkeadilan,
Berkualitas dan Berkesinambungan. Misi ini merupakan upaya dalam
memberikan akselerasi yang iptimal terhadap pelayanan penddiikan dan
kesehatan masyarakat Kabupaten Lombok Barat yang berpegang pada
prinsip keadilan, berkualitas dan berkesinambungan, Sehingga dengan
demikian diharapkan terciptanya sumberdaya manusia Lombok Barat

BUKU PUTIH SANITASI

12
0

KELOMPOK KERJA AMPL-BM


KABUPATEN LOMBOK BARAT

yang sehat, cerdas, produktif dan konpetitif sebagai agen perubahan


untuk masa yang akan datang.
Menyangkut pada Visi dan Misi, Maksud dan Tujuan, Sanitasi
Kabupaten Lombok Barat adalah sejalan dengan kebijakan Renstra
AMPL-BM sebagai acuan dan panduan dalam melaksanakan kebijakan
dengan langkah-langkah yang kongkrit untuk memajukan program dan
kebijakan AMPL kabupaten Lombok Barat, yaitu
Terwujudnya
Masyarakat Lombok Barat yang Mampu Memanfaatkan, Mengelola
dan Memelihara Sarana dan Prasarana Air Minum dan Penyehatan
Lingkungan secara Berkelanjutan yang dilandasi oleh Prilaku Hidup
Bersih dan Sehat Tahun 2020
Untuk mencapai dan merealisasi Visi Sanitasi Kabupaten Lombok
Barat menjadi kondisi nyata diperlukan langkah-langkah dalam bentuk
rumusan Misi sebagai berikut :
a. Meningkatkan cakupan pemanfaatan sarana air minum dan
penyehatan lingkungan.
b. Mengalokasikan anggaran pembangunan Air Minum dan
Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat.
c. Menyusun Kebijakan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan
Berbasis Masyarakat Kabupaten Lombok Barat
d. Melestarikan sumber-sumber daya air
e. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ber-perilaku hidup
bersih dan sehat
4.2. Strategi Penanganan Sanitasi Kabupaten Lombok Barat
Strategi Pembangunan daerah merupakan rumusan langkahlangkah strategis dengan mengoptimalkan potensi daerah dan peluangpeluang yang ada serta mengatasi kelemahan internal dan tantangan
ekternal pembangunan daerah. Berdasarkan tujuan dan sasaran-sasaran
pembangunan yang telah ditetapkan dan mencermati isu-isu strategis
pembangunan Kabupaten Lombok Barat lima tahun ke depan, dimana
strategi dan arah kebijakan umum pembangunan terkait Sanitasi sesuai
permasalahan atau Isu Strategis yang dituangkan dalam RPJMD
Kabupaten Lombok Barat 2010-2014, adalah sebagai berikut :
1. Rendahnya Derajat Kesehatan dan status gizi masyarakat.
2. Rendahnya Kemampuan Pelayanan Inprastruktur Daerah sehingga
terjadinya kesenjangan pembangunan antar wilayah dan antar
sektor.
BUKU PUTIH SANITASI

12
1

KELOMPOK KERJA AMPL-BM


KABUPATEN LOMBOK BARAT

3. Kurangnya Partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan


terjadinya kesenjangan kesetaraan gender.
Untuk mempercepat inpelementasi pencapaian visi dan misi dalam
proses pembangunan daerah dari permasalahan/isu strategi di atas
dikembangkan Strategi :
1. Isu Strategi Rendahnya Derajat Kesehatan dan Status Gizi
Masyarakat, dikembangkan strategi :
a. Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat
b. Optimalisasi dan revitalisasi Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak
c. Optimalisasi peran lembaga-lembaga tradisional dalam
mengakselerasi tingkat status gizi dan kesehatan masyarakat.
2. Isu Strategi Rendahnya Kemampuan Pelayanan Infrastruktur
Daerah Sehingga Terjadinya kesenjangan pembangunan antar
wilayah dan antar sektor, dikembangkan antara lain strategi :
a. Meningkatkan penyediaan perumahan dan pemukiman yang
sehat.
3. Isu
Strategi
Kurangnya
Partisipasi
masyarakat
dalam
pembangunan dan terjadinya kesenjangan kesetaraan gender,
dengan strategi :
a. Optimalisasi peran masyarakat dalam pembangunan
b. Terjaminnya keadilan gender dalam pembangunan.

Untuk mempercepat inpelementasi pencapaian visi dan misi dalam


proses pembangunan daerah di Kabupaten Lombok Bar Arah Kebijakan
dan Kebijakan Umum terkait Sanitasi yaitu :
1. Arah Kebijakan Peningkatan derajat kesehatan fisik dan mental
masyarakat, dengan kebijakan umum :
a. Meningkatkan kualitas lingkungan sehat dan budaya hidup
sehat.
b. Mengoptimalkan pelayanan kesehatan yang terjangkau,
berkualitas dan adil terutama bagi masyarakat miskin.
2. Arah Kebijakan Peningkatan Efisiensi dan efektifitas pelayanan
KIA, dengan kebijakan umum :
a. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pendidikan
kesehatan Ibu.
BUKU PUTIH SANITASI

12
2

KELOMPOK KERJA AMPL-BM


KABUPATEN LOMBOK BARAT

3. Arah Kebijakan Peningkatan dan Pembinaan peran lembaga


tradisional dalam pengembangan kesehatan masyarakat, dengan
kebijakan umum :
a. Meningkatkan bentuk peranserta dan kualitas lembaga
tradisional dalam mengakselerasi tingkat kesehatan dan status
gizi masyarakat.
4. Arah Kebijakan Optimalisasi Penyediaan perumahan dan perbaikan
lingkungan pemukiman, dengan kebijakan umum :
a. Meningkatkan system penyediaan sanitasi dasar dan air beku
yang memadai.
5. Arah Kebijakan Penguatan system dan mekanisme pembangunan
partisipatif, dengan kebijakan umum :
a. Meningkatkan peran, bentuk
pembangunan partisipatif.

dan

mekanisme

system

6. Arah Kebijakan Peningkatan


kualitas perempuan dan
kelembagaan pengarusutamakan gender atau anak, dengan
kebijakan umum :
a. Mengoptimalkan peranserta dan kesetaraan gender dalam
pembangunan.
Dalam melaksanakan rencana pembangunan kesehatan di Kabupaten
Lombok Barat tahun 2010-2014, telah diidentifikasikan beberapa kekuatan
(strength), kelemahan (weakness), peluang (Oppurtunity) dan tantangan
(treat).
1. Kekuatan (strength)
Beberapa
factor
yang
menjadi
penguat
dalam
pembangunankesehatan lima tahun kedepan antara lain adalah :
a. Terrsedianya rencana dan prasarana pelayanan kesehatan
yang merata.
b. Dukungan pembiayaan dari berbagai sumber.
c. Pengembangan
terpadu

system

perencanaan

dan

penganggaran

2. Kelemahan (weakness)
Sedangkan kelemahan pembangunan kesehatan lima tahun
kedepan adalah :
BUKU PUTIH SANITASI

12
3

KELOMPOK KERJA AMPL-BM


KABUPATEN LOMBOK BARAT

a. Kuantitas, kualitas dan distribusi tenaga teknis khususnya


dokter, bidan dan perawat masih kurang.
b. Keterbatasan pembiayaan untuk penanganan kasus penyakit
dan kurang gizi.
c. Koordinasi lintas program yang belum terjalin dengan optimal.
3. Peluang (opportunity)
Peluang yang mungkin dikembangkan dalam pembangunan
kesehatan lima tahun kedepan antara lain adalah :
a. Dukungan Lintas sektor dan stakeholder lainnya cukup tinggi
b. Partisipasi masyarakat cukup tinggi.
4. Tantangan (threat)
Sedangkan beberapa tantangan dalam pembangunan kesehatan
lima tahun kedepan adalah :
a. Pembiayaan partisipatif masyarakat masih belum jelas.
b. Kelembagaan
emergency.

di

level

masyarakat

dalam

kasus-kasus

c. Kesadaran dan prilaku masyarakat tentang PHBS masih


kurang.
d. Kualitas Pelayanan di tingkat rujukan masih kurang.

4.3.

Rencana Peningkatan Pengelolaan Limbah Cair

Program ini ditujukan untuk mewujudkan peningkatan kualitas


lingkungan perumahan dan permukiman yang sehat dan bersih dalam
rangka upaya-upaya perbaikan dan peningkatan kualitas derajat
kesehatan masyarakat. Sasaran yang ingin dicapai dari program ini
adalah:
(1).Tersedianya sarana dan prasarana pendukung penyehatan
lingkungan
permukiman melalui pembuatan MCK dan sanitasi,
saluran limbah rumah tangga, instalasi pengelolaan lumpur tinja dan
alat-alat kebersihan dengan sasaran utama kawasan permukiman
kumuh.

BUKU PUTIH SANITASI

12
4

KELOMPOK KERJA AMPL-BM


KABUPATEN LOMBOK BARAT

(2).Terwujudnya pembuatan dan perbaikan/normalisasi saluran drainase


yang menunjang kesehatan dan kebersihan lingkungan permukiman.
(3).Menurunnya angka kerawanan terhadap kesehatan lingkungan dan
bahaya penyakit
(4). Pengembangan perangkat peraturan perundangan penyelenggaraan

pengelolaan air limbah permukiman.


a.

Menyusun

peraturan

daerah

yang

mendukung

penyelenggaraan pengelolaan air limbah permukiman/domestik.


b.

Menyebarluaskan

informasi

peraturan

terkait

pengelolaan air limbah permukiman/domestik


c.

Menerapkan peraturan yang telah dibuat.

(5) Peningkatan

dan

pengembangan

alternatif

sumber

pendanaan

pembangunan prasarana dan sarana air limbah permukiman/domestik.


Strategi yang diterapkan adalah pembiayaan bersama pemerintah
pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah Kabuapten Lombok Barat.
Dalam Renstra Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Barat
tahun 2010-2014 sesuai dengan Visi dan Misi dan tujuan yang ingin
dicapai adalah membangun kesadaran dan kepatuhan para pemangku
kepentingan dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan
hidup secara bertanggung jawab untuk pelestarian dan fungsi
lingkungan hidup berkelanjutan.

4.3.1. Sistim Terpusat (Off Site)


Adapun kegiatan pokok yang akan dilakukan dengan system
terpusat
adalah
(1). Pembuatan instalasi pengelolaan lumpur tinja
(2). Pembuatan dan perbaikan/normalisasi drainase lingkungan
(3). Pembuatan saluran limbah rumah tangga
4.3.2. Sistim Sanimas
Kabupaten Lombok Barat hingga disusunnya Buku Putih ini, tidak
melaksanakan program dengan Sistem Sanimas.
BUKU PUTIH SANITASI

12
5

KELOMPOK KERJA AMPL-BM


KABUPATEN LOMBOK BARAT

4.3.3. Sistim On Site


Adapun kegiatan pokok yang akan dilakukan dengan system
setempat
Adalah
(1). Pembuatan saluran limbah rumah tangga;
(2). Pembuatan MCK dan sanitasi
(3). Pengadaan alat-alat kebersihan.
4.4. Rencana Peningkatan Pemgelolaan Sampah (Limbah Padat)
Terkait dengan pelayanan yang diberikan oleh Kantor Kebersihan
dan Tata Kota Kabupaten Lombok Barat sesuai dengan Tupoksinya, maka
perkembangan pada Bidang Kebersihan dan Tata Kota pada periode
tahun 2010 hingga tahun 2014 mencakup pada :

1.

2.

Pengembangan
kinerja
pengelolaan persampahan.

- Penanganan
/
pengangkutan sampah.
Penanganan lokasi pengangkutan sampah.
Penanganan
sarana
dan
prasarana
sampah
( pemeliharaan TPS dan kendaraan angkutan sampah ).

Penanganan dan peningkatan kinerja pegawai tanaga


angkut sampah dan tenaga sapu jalan.
-

Penanganan tenaga angkut sampah.


Penanganan tenaga sapu jalan.

Perkembangan Bidang Kebersihan Kabupaten Lombok Barat


No

Indikator Sasaran

Sat
.

Tahun
2010

2011

2012

2013

2014

Bidang Kebersihan

BUKU PUTIH SANITASI

12
6

KELOMPOK KERJA AMPL-BM


KABUPATEN LOMBOK BARAT

Pengembangan kinerja
pengelolaan persampahan
-

Penanganan/pengangk
utan sampah

M3

35.188,0
0

37.588,0
0

40.500,0
0

42.000,0
0

44.500,0
0

Penanganan lokasi
pengangkutan sampah

M2

1.420,00

1.420,00

1.420,00

1.420,00

1.420,00

Bua
h

77,00

77,00

77,00

77,00

77,00

Penanganan sarana
dan prasarana sampah
(pemeliharaan TPS dan
kendaraan angkut
sampah)

Strategi dan Kebijakan Pengelolaan Sampah Kantor Kebersihan


dan Tata Kota Kabupaten Lombok Barat 2010-2014
Misi

Strategi

N
o

Uraian

No

Uraian

Memberikan
pelayanan
kepada
masyarakat
secara
profesional

1.1

Memberikan
pelayanan masalah
penanganan
kebersihan /
persampahan
penataan kota kepada
masyarakat dengan
baik dan
mengutamakan
permintaan
masyarakat

BUKU PUTIH SANITASI

Kebijakan
No
1.1.1

Uraian
Meningkatkan
Pengelolaan dan
Pengangkutan Sampah di
Wilayah Kabupaten
Lombok Barat

12
7

KELOMPOK KERJA AMPL-BM


KABUPATEN LOMBOK BARAT

Misi
N
o

Uraian

Strategi
No

Uraian

Kebijakan
No

Uraian

Meningkatkan
peran serta
masyarakat
dan swasta
dalam
pelaksanaan
pengelolaan
kebersihan
dilingkungan

2.1

Mengajak masyarakat
umumnya dan swasta
pada khususnya untuk
mensosialisasikan
tentang pentingnya
kebersihan dan
keindahan

2.1.1

Mendorong dan
Memotivasi Masyarakat
tentang Pentingnya
Hidup Sehat dengan
Memberikan
Pengetahuan Cara
Pengelolaan Sampah
Yang Baik;

Meningkatkan
pengelolaan,
pemanfaatan
dan
pengendalian
ruang terutama
untuk Ruang
Terbuka Hijau
(RTH), paruparu kota, jalur
hijau, serta
kawasan
lainnya dalam
menjaga
kesegaran
udara bagi
masyarakat
Lombok Barat

3.1

Memberikan
pelayanan kebersihan
dan penataan kawasan
tanpa harus merusak
lingkungan

3.1.1

Mendorong peningkatan
produktivitas, produksi
sampah dan mendaur
ulang sampah menjadi
produk yang berguna
dan bernilai tinggi.

Rencana Program dan Kegiatan yang sumber dana dari APBD


untuk menginpelementasikan Strategi dan Kebijakan yang tertuang dalam
Renstra SKPD Kebersihan dan Tata Ruang Tahun 2010-2014 Kabupaten
Lombok Barat melalui Pengembangan Kinerja Pengelolaan Sampah,
adalah sebagai berikut :
1.
Penyediaan
Persampahan

Sarana

dan

Prasarana

Pengelolaan

2. Peningkatan Operasi dan Pemeliharaan Prasarana dan


Sarana Persampahan
3. Peningkatan Kemampuan Aparat Pengelolaan Persampahan
4. Sosialisasi Kebijakan Pengelolaan Persampahan.
BUKU PUTIH SANITASI

12
8

KELOMPOK KERJA AMPL-BM


KABUPATEN LOMBOK BARAT

4.5.

Rencana
Peningkatan
Lingkungan.

Pengelolaan

Saluran

4.6.

Rencana Pengembangan Penyediaan Air Minum

Drainase

Rencana peningkatan pengelolaan air bersih yang sedang


dan akan dilaksanakan kabupaten Lombok Barat terkait pengelolaan
air bersih dapat dilihat dari analisa kebutuhan yang ada tercantum
dalam RIPJM Kabupaten Lombok Barat, dengan kebijakan umum
yakni; Meningkatkan sistim penyediaan sanitasi dasar dan air baku
yang memadai, dan dengan program (i) Meningkatkan penyediaan
dan pengelolaan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan, (ii)
Meningkatkan Pengelolaan dan penyediaan Air Baku.

4.6.1 Analisis Kebutuhan Prasarana Air Minum


Analisis kebutuhan prasarana air minum digunakan untuk
memprediksi kebutuhan air minum lima tahun ke depan serta untuk
mengetahui

kesenjangan antara

kebutuhan

dan

ketersediaan

pelayanaan.

4.6.2Analisis Kondisi Pelayanan


Secara umum permasalahan yang ada di Kabupaten Lombok
Barat yang senantiasa membutuhkan sumber daya yang cukup
besar sehingga menyebabkan tingginya biaya operasional. Adapun
permasalahan tersebut antara lain :
Terbatasnya sumber air baku
BUKU PUTIH SANITASI

12
9

KELOMPOK KERJA AMPL-BM


KABUPATEN LOMBOK BARAT

Tersebarnya kawasan permukiman


Kawasan permukiman yang berada di tempat tinggi dan jauh dari
jaringan
Angka kehilangan air yang cukup tinggi
Sistem produksi kurang maksimal
Tarif yang masih rendah
Perkembangan permukiman yang tumbuh pesat di Kabupaten
Lombok Barat menuntut akan kebutuhan air bersih semakin
bertambah, dengan demikian keberadaan PDAM sangat diharapkan
oleh

masyarakat.

permasalahan

Namun

maka

karena

perusahaan

berbagai

belum

kendala

dapat

dan

memberikan

pelayanan yang maksimal.

4.6.3Analisis Kebutuhan Program


Program dan kebijakan yang dilakukan saat ini adalah baru
sebatas untuk mempertahankan ketersediaan sistim pelayanan air
bersih yang sudah terbangun atau kelangsungan operasional sistim
yang ada dengan mengesampingkan tingkat keuntungan atau profit
lebih dulu. Strategi dan Program untuk tetap bisa melakukan
kegiatan operasional adalah :
Mempertahankan

sistim

pelayanan

yang

sudah

ada

dan

meningkatkan kemampuannya
Meningkatkan pendapatan dan menekan biaya

operasional

dengan mengoptimalkan dan memanfaatkan segala potensi yang


ada
Mencari bantuan dana kepada Pemerintah baik melalui APBD
Provinsi atau APBD Daerah serta kebijakan untuk sarana
perkuatan sistem
BUKU PUTIH SANITASI

13
0

KELOMPOK KERJA AMPL-BM


KABUPATEN LOMBOK BARAT

4.6.4 Rekomendasi
Rekomendasi yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut ini.
1. Penataan / Pengaturan / perlindungan sumber-sumber air baku
permukaan dan sumber air baku tanah dalam melalui penataan
wilayah tata air kawasan terhadap pencemaran lingkungan.
2. Membangun sistim air bersih untuk lokasi permukiman yang belum
dilayani PDAM dengan sistim yang memenuhi syarat teknis dan
berbiaya operasi rendah
3. Melaksanakan

program

pengendalian

kehilangan

air

untuk

menurunkan angka kehilangan air


4. Meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan baik dalam hal
pelayanan air bersih dengan mempertimbangkan pembentukan
zona air minum maupun pelayanan pengaduan dan pembayaran
rekening
5. Penataan sistem manajemen Pengelolaan air bersih
6. Menyesuaikan tarif dasar air terutama dengan inflasi setiap
tahunnya sehingga bisa menutupi biaya operasional untuk
kelangsungan dan peningkatan operasional pelayanan

4.6.5 Sistem Prasarana yang Diusulkan


Program penyediaan air minum non perpipaan adalah dengan rincian
sebagai berikut:
Pembinaan terhadap sistim air bersih yang sudah ada
Pembuatan sistim baru pada kawasan permukiman yang masih
belum terjangkau jaringan air bersih PDAM

BUKU PUTIH SANITASI

13
1

KELOMPOK KERJA AMPL-BM


KABUPATEN LOMBOK BARAT

Membantu pemasangan jaringan pipa transmisi dan distribusi untuk


kawasan yang sudah dapat terlayani jaringan pipa distribusi
PDAM

1. Usulan dan Prioritas Program


Program penyediaan air minum adalah dengan rincian sebagai
berikut:

Penyediaan dan pengendalian mutu air baku

Perlindungan daerah tangkapan air dan pembuatan sumur


resapan

Pembenahan jaringan transmisi dan distribusi

Pengendalian kehilangan air

Perluasan cakupan pelayanan dan pembentukan zona air


minum

4.7.

Kerjasama dalam penyediaan air baku dan air bersih

Rencana Peningkatan Kampanye PHBS


Strategi penanganan sanitasi terkait kegiatan Kampanye
Prilaku Hidup Bersih dan Sehat di kabupaten Lombok Barat yang
sedang dan akan dijalankan hingga berakhirnya masa RPJM
Kabupaten Lombok Barat 2010-2014 adalah sebagai berikut :

Tabel 4. .Strategi, Arah Kebijakan dan Kebijakan Umum Pembangunan


Kabupaten Lombok Barat Tahun 2010-2014
Isu Strategi
Rendahnya
Derajat
Kesehatan dan
status gizi

Strategi
1.Meningkatkan
derajat
kesehatan
masyarakat

BUKU PUTIH SANITASI

Arah Kebijakan

Kebijakan Umum

1. Peningkatan
1. Meningkatkan
derajat
kualitas lingkungan
kesehatan fisik
sehat dan budaya
dan mental
hidup sehat

13
2

KELOMPOK KERJA AMPL-BM


KABUPATEN LOMBOK BARAT

Masyarakat

2 Optimalisasi dan
masyarakat
2. Mengoptimalkan
revitalisasi
pelayanan kesehatan
2. Peningkatan
pelayanan
yang terjangkau,
efisiensi dan
kesehatan ibu
berkualitas dan adil
efektifitas
dsn anak
terutama bagi
pelayanan KIA
masyarakat miskin
3 Optimalisasi
peran lembaga- 3. Peningkatan
3. Meningkatkan peran
dan pembinaan serta masyarakat
lembaga
tradisional dalam peran lembaga
dalam pendidikan
tradisional
mengakselerasi
kesehatan ibu
tingkat status gizi dalam
pengembangan 4. Meningkatkan bentuk
dan kesehatan
kesehatan
peran serta dan
masyarakat
masyarakat
kualitas lembaga
tradisional dalam
mengakselerasi
tingkat kesehatan ibu
dan status gizi
masyarakat

Program dan Kegiatan dalam Renstra Dinas Kesehatan


Kabupaten Lombok Barat 2010-2014, yang mengacu pada
Permendagri No. 13 tahun 2006. Program PHBS melalui bidang
Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, dengan
kegiatan :
1.

Pengembangan Media Promosi dan Informasi Sadar Hidup


Sehat

2.

Penyuluhan Masyarakat Pola Hidup Sehat.

Tabel 4. Pembiayaan Indikatif Program dan Kegiatan Tahun 2010-2014


Program dan
Kegiatan
Promosi
Kesehatan
dan
Pemberdaya
an

Tahun

Pembiayaan
Total

APBD II

Sumber Lainnya

2010

1.001.355.000 142.200.000

859.155.000

2011

1.051.422.750 149.310.000

902.112.750

2012

1.156.565.025 162.241.000

992.324.025

BUKU PUTIH SANITASI

13
3

KELOMPOK KERJA AMPL-BM


KABUPATEN LOMBOK BARAT

Masyarakat

2013

1.330.049.779 188.877.150

1.141.172.629

2014

1.596.059.735 226.652.580

1.369.407.155

BUKU PUTIH SANITASI

13
4