Anda di halaman 1dari 11

KEHIDUPAN ISLAMI DALAM

PROFESI
Oleh:
Prof. Dr. H. Romli SA.,M.Ag

A. Pengertian Kehidupan Islami


dan
Yang dimaksud dengan kehidupan Islami ialah
Profesi
seperangkat nilai, norma, dan tata aturan
Islami yang bersumber dari al-Quran dan
Sunnah untuk menjadi pola dan pedoman
dalam menjalani kehidupan sehari-hari dalam
berbagai aspeknya.
Sementara profesi, yang terambil dari bhs.
Inggeris; Profession yang berarti menyangkut
bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan
keahlian (keterampilan dan kejuruan)
tertentu.

Lanjutan:
Dengan demikian kehidupan Islami
dalam profesi adalah tata aturan
Islami yang bersumber dari al-Quran
dan Sunnah yang menjadi pedoman
dalam menjalankan tugas dari
berbagai pekerjaan atau profesi yang
ditekuni oleh manusia.

B. Islam dan Profesi


Islam memberi ruang dan tempat bagi
setiap oarng (muslim) untuk menekuni
berbagai profesi yang tersedia dan terus
berkembang. Al-Quran menyebutkan:
( sesungguhnya usaha/profesi kamu
itu bermacam-macam, (Q. S. al-Lail/92: 4).
Islam sangat menganjurkan dalam menjali
tugas dan profesi itu didasarkan kepada
kemampuan dan keahlianyang setiap saat
mesti terus ditingkatkan dengan berbagai
cara, seprti pendidikan dan latihan, yang
pada gilirannya nanti seseorang akan
menjadi profesiaonal.

Lanjutan: 1
Allah berfirman dalam al-Quran:

(Katakanlah setiap orang akan berbuat
menurut keadaannyakemampuan yang
ada pada dirinyamaka tuhanmu lebih
mengetahui siapa yang benar jalannya, (Q.
S. al-Isra/17: 84).
*Dalam Hadis Nabi disebutkan:Jika
sesuatu perkara diserahkan kepada orang
bukan ahlinya (tidak profesional) tunggulah
kehancuranya (Hadis).

Lanjutan: 2
Dalam pandangan Islam bahwa profesi dan
pekerjaan yang kita emban atau kita jalani pada
hakekatnya adalah amanah, yaitu kepercayaan
yang diberikanyang menuntut kita untuk
menjaga, melindunginya dan menjalankanya
sesuai dengan akad dan transaksi dan janji yang
diucapkan. Allah berfirman dalam al-Quran:
.. (Sesungguhnya
Allah memerintahkan kamu semua untuk
menunaikan dan menyampaikan amanat
kepada ahlinya(Q. S. al-Nisa/4 :58).

Lanjutan: 3
Bahwa dalam Islam bekerja dan melaksanakan
profesi dengan sungguh-sungguh dan atas
dasar ikhlas serta beorientasi pada
pengabdian, maka akan bernilai ibadah.
Allah Berfirman, Tidaklah aku ciptakan Jin dan
Manusia kecuali semata-mata untk beribadah
(Q. S. al-Dzariyat, ayat: 56).
Bekerja dalam pandangan Islam bukan saja
sekedar melaksanakan profesi sesuai aturan
dan mekanisme yang berlaku pada sebuah
instansi/institusi, tetapi juga dituntut agar
berprestasi.

C. Islam dan Pngembangan


Profesi

Bekerja bukan sekedar tutntutan


melaksanakan profesi berdasarkan
keahlian (skill), tetapi juga dituntut agar
mampu berkreasi dan berimprovisasi
dalam rangka mengembangkan profesi:
Dalam al-Qura disebutkan, Allah yang
menjadikan mati dan hidup supaya dia
menguji kamau,Siapa yang terbaik di
antara kamu(Q. S. al-Mulk/67 :2).

Lanjutan: 1
Dalam melaksanakan profesi
hendaklan menunjung tinggi nilai-nilai
kehalalan, kemanfatan dan
ke,maslahatan dan keselamatan
dalam kehidupan baik dunia maupun
akhirat.
Dalam bekerja hendaklan menhindari
hal-hal yang bisa menimbulkan
kemudaratan dan hancurnya nilai-nilai
kjejujuran, kebenaran dan
keteladanan.

Lanjutan; 2
Dalam menjalani profesi hendaklah
menempatkan diri sebagai orang yang
pandai bersyukur kepada Allah atas profesi
yang diberikan Allah, yang telah
memberikan nikmat kehidupan.
Dalam menjalani profesi hendaklah
mampu mengembangkan prinsip
kerjasama dan kebaikan dan ketakwaan
kepada Allah, serta menghindari prilaku
individualisme, konflik, manipulatif dan
koruptif serta konsumtif dan hedonistik.

D. Penutup
Demikianlah beberpa prinsip tentang
kehidupan Islami dalam menjalani
profesi wajib diaplikasikan oleh setiap
pegawai/karyawan dimana dan apapun
bidang profesi yang diembannya.
Palembang, Nopember 2014
Prof. Dr. H. Romli SA, M. Ag.