Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

TEKNOLOGI INFORMASI
DATABASE MANAGEMENT

disusun oleh
kelompok 2:
AHMAD FARIHIN UMAR
AHMAD MUYASSAR IBRAHIM
AHMAD ZULHIKAM SYARIFUDDIN
ANDI ASTI ABADI ISLAM
ANDI MUHAMMAD BISMIFADLIKA KALIMULLAH

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UIN ALAUDDIN MAKASSAR
2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah S.W.T yang telah memberikan rahmat serta
karunia-NYA kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang berjudul
DATABASE MANAGEMENT.
Makalah ini berisikan tentang informasi DATABASE MANAGEMENT atau yang lebih
khusussnya membahas tentang pengertian, kelebihan maupun kekurangan dari databases
management system serta pokok bahasan lain yang membahas menggenai databases management
system.
Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi dan pengetahuan bagi kita semua.
Kami menyadari makah ini jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak
yang bersifat membenagun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam
penyusunan makalah ini dari awal hingga akhir.
Semoga Allah S.W.T senantiasa meridhai usaha kita, AAMIIN.

Makassar, 25 Mei 2015


Kelompok 2

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Basis data adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik
sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari
basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query)
basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS).
Istilah "basis data" berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas,
memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan
yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk
buku besar, kwitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari
pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di
dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis
data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau
memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang
umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua
informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris
dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini,
hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain
seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili
hubungan antar tabel.
Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan
perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database
management system/DBMS).

1.2 Rumusan Masalah


Dari uraian diatas penulis mengembangkan permasalahan pokok yang dibahas dalam
makalah ini, yaitu:
1. Apa yang dimaksud dengan basis data secara umum dan khusus ?
2. Apa kegunaan dari basisdata?
3. Sistematika Data Base Management System ?

1.3 Tujuan
1.
2.
3.
4.
5.

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :


Mengenal konsep basisdata secara umum
Mengenal konsep basisdata secara khusus
Mengenal proses pembuatan basisdata
Mengetahui sistematika Data Base Management System
Memahami Data Base Management System dalam Sistem Basis Data

BAB II
PEMBAHASAN
A. Terminologi Dan Konsep Basis Data
Basis data terdiri dari 2 kata, yaitu basis & data. Basis dapat diartikan sebagai markas / gudang, tempat
berkumpul. Sedangkan data adalah fakta yang mewakili suatu objek seperti manusia, barang, hewan
peristiwa, keadaan dan sebagainya, yang direkam dalam bentuk angka, huruf simbol, teks gambar,
bunyi atau kombinasinya.
Basis data sendiri dapat di definisikan dalam sejumlah sudut pandang seperti :
1.himpunan kelompok data / arsip yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar
kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat & mudah.
2.Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan
tanpa pengulangan/ penumpukan (redundansi), untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
3.Kumpulan file/ tabel /arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan
elektronis.

Disk

MAP

lemari Arsip

Basis data

Basis data dan lemari arsip sesungguhnya memiliki prinsip kerja dan tujuan yang sama. Prinsip
utamanya adalah pengaturan data/arsip. Dan tujuan utamanya adalah kemudahan dan kecepatan
dalam pengambilan kembali data/ arsip. Perbedaannya hanya terletak pada media penyimpanan yang
digunakan . jika lemari arsip menggunakan lemari sebagai media penyimpanannya, maka basisdata
mnenggunakan media penyimpanan elektronis seperti disk (disket, harddisk).
Yang perlu diingat adalah bahwa tidak semua bentuk penyimpanan data secara elektronis bisa disebut
basis
data.
Yang
sangat
ditonjolkan
dalam
basisdata
adalah
pengaturan/pemilaha/pengelompokkan/pengorganisasian data yang akan kita simpan sesuai
fungsi/jenisnya. Pemilahan/ pengelompokan ini dapat berbentuk sejumlah file/ tabel terpisah atau dalam
bentuk pendefinisian kolom-kolom/field-field data dalam setiap file/tabel.
Tujuan dibangunnya basis data adalah sebagai berikut :
Kecepatan & kemudahan (speed)
Dgn memanfaatkan basis data, memungkinkan kita untuk dapat menyimpan data atau melakukan
perubahan/ manipulasi terhadap data atau menampilkan kembali data tersebut secara lebih cepat &
mudah.
Efisiensi ruang penyimpanan (space)
Karena keterkaitan yang erat antara kelompok data dalam sebuah basisdata,maka redundansi
(pengulangan) pasti akan selalu ada, sehingga akan memperbesar ruang penyimpanan. Dengan
basisdata, efisiensi ruang penyimpanan dapat dilakukan dengan menerapkan sejumlah
pengkodean, atau dengan membuat relasi-relasi antar kelompok data yang saling berhubungan.
Keakuratan (accuracy)
Pengkodean atau pembentukan relasi antar data bersama dengan penerapan aturan/batasan
(constraint), dmain data, keunikan data, dsb, yang secara ketat dapat diterapkan dalam sebuah
basis data, sangat berguna untuk menekan ketidak akuratan penyimpanan data.
Ketersediaan (availability)
Dengan pemanfaatan jaringan komputer, maka data yang berada di suatu lokasi/cabang dapat juga
diakses (tersedia/available) bagi lokasi/cabang lain.
Kelengkapan (completeness)

Kelengkapan data yang disimpan dalam sebuah database bersifat relatif, bisa jadi saat ini dianggap
sudah lengkap, tetapi belum tentu pada suatu saat dianggap lengkap. Untuk mengakomodasi
kelengkapan data, seperti
Keamanan (security)
aspek keamanan dapat diterapkan dengan ketat, dengan begitu kita dapat menentukan pemakai
basis data serta obyek-obyek didalamnya ,serta jenis-jenis operasi apa saja yang boleh
dilakukannya.
Kebersamaan pemakaian (sharability)
Basis data yang dikelola dengan aplikasi multi user dapat memenuhi kebutuhan ini.

Alasan mengapa mempelajari basisdata :


- perpindahan dari komputasi ke informasi
- himpunan elemen data semakin banyak dan beragam
o perpustakaan digital. Video interaktif
o kebutuhan untuk memperluas DBMS
- DBMS mencakup bidang ilmu lain
o System operasi, bahasa pemrograman, teori komputasi, AI, logika, multimedia.
Operasi dasar pembuatan Basis data :
Pembuatan Basis Data (Create Database)
Yang identik dengan pembuatan lemari arsip yang baru.
Penghapusan Basis Data (Drop Database)
Yang identik dengan perusakan lemari arsip (sekaligus beserta isinya, jika ada)
Pembuatan File/Table baru ke suatu basis data (Create Table)
Yang identik dengan penambahan map arsip baru ke sebuah lemari arsip yang telah ada.

Penghapusan File/Table dari suatu basis data (Drop Table)


Yang identik dengan perusakan map arsip lama yang ada di sebuah lemari arsip.
Penambahan data baru ke suatu file/table di sebuah basis data (insert)
Identik dengan penambahan lembaran arsip baru kesebuah map arsip.
Pengambilan data dari sebuah file/table (Retrieve/Search)
Identik dengan pencarian lembaran arsip dari sebuah map arsip.
Pengubahan data dari sebuah file/table (Update)
Identik dengan perbaikan isi lembaran arsip yang ada di sebuah map arsip.
Penghapusan data dari sebuah file/table (Delete)
Identik dengan penghapusan sebuah lembaran arsip yang ada di sebuah map arsip.

A. Hirarki Data
Berdasarkan tingkat kompleksitas nilai data, tingkatan data dapat disusun kedalam sebuah hirarki, mulai
dari yang paling sederhana hingga yang paling komplek.
1. basis data, merupakan sekumpulan dari bermacam-macam tipe record yang memiliki
Sistem Basis Data
hubungan antar record.
2. berkas/file, merupakan sekumpulan rekaman data yang berkaitan denngan suatu
Basis Data
objek.
3. record , merupakan sekumpulan field/atribut/data item yang saling berhubungan
File
terhadap obyek tertentu
- fixed length record, semua field dalam record memiliki ukuran yang tetap.
Record
- Variabel length record, field-field dalam record dapat memiliki ukuran berbeda
(metode penandaan yang digunakan adalah : end of record marker, indikator
panjang, dan tabel posisi record)
Field
4. field/atribut/data item, merupakan unit terkecil yang disebut data,yang tidak dapat
dipecah lagi menjadi unit lain yang bermakna.
byte
- fixed length field, memiliki ukuran yang tetap.
- variabel length field, field-field dalam record dapat memiliki ukuran berbeda.
Bit
5. byte, adalah bagian terkecil yang dialamatkan dalam memori.
byte mrupakan sekumpulan bit yang secara konvensional terdiri atas kombinasi
delapan bit yang menyatakan sebuah karakter dalam memori (I byte= I karakter)
6. bit, adalah sistem binner yang terdiri atas dua macam nilai, yaitu 0 dan 1. sistem binner
merupakan dasar yang dapat digunakan untuk komunikasi antara manusia dan mesin, yang
merupakan serangkaian komponen elektronik dan hanya dapat membedakan 2 macam keadaan,
yaitu ada tegangan dan tidak ada tegangan yang masuk ke rangkaian tersebut.

B. Konsep DBMS (database management system)


Database Management System (DBMS) merupakan paket program (Software) yang dibuat agar
memudahkan dan mengefisienkan pemasukan, pengeditan, penghapusan dan pengambilan informasi
terhadap database.
Software yang tergolong kedalam DBMS antara lain, Microsoft SQL, MySQL, Oracle, MS. Access, dan
lain-lain
Komponen utama DBMS :
1. perangkat keras
berupa komputer dan bagian-bagian didalamnya, seperti prosesor, memori & harddisk. Komponen
inilah yang melakukan pemrosesan dan juga untuk menyimpan basis data.
2. basisdata
sebuah DBMS dapat memiliki beberapa basisdata, setiap basisdata dapat berisi sejumlah obyek
basisdata (file,tabel,indeks dsb). Disamping berisi data,setiap basisdata juga menyimpan definisi
struktur (baik untuk basisdata maupun obyek-obyeknya secara detail).
3. perangkat lunak
perangkat lunak ini terdiri dari sistem operasi dan perangkat lunak/program pengelola basisdata.
Perangkat lunak inilah yang akan menentukan bagaimana data diorganisasi,disimpan, diubah dan
diambil kembali. Ia juga menerapkan mekanisme pengamanan data, pemakaian data secara
bersama, pemaksaan keakuratan/konsistensi data, dsb.
Contoh perangkat lunak DBMS : MS access, SQL Server, Oracle dsb.
4. pengguna/user
pengguna dapat digolongkan menjadi 3 :
pengguna akhir / end user.
Dapat dibagi menjadi 2 :
- pengguna aplikasi : adalah orang yang mengoperasikan program aplikasi yang
dibuat oleh pemrogram aplikasi.
- pengguna interaktif : adalah orang yg dpt memberikan perintah-perintah pada
antar muka basisdata, misalnya SELECT, INSERT dsb.
pemrogram aplikasi
adalah orang yang membuat program aplikasi yang menggunakan basisdata.
administrator database / DBS (database administrator)
adalah orang yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan basisdata.
Tugas DBA :
- mendefinisikan basisdata
- menetukan isi basisdata
- menentukan sekuritas basisdata

C. Pemanfaaatan Ilmu Basis Data


Bidang Fungsional :
Kepegawaian
Pergudangan (inventory)
Akuntansi
Reservasi
Layanan Pelanggan
Bentuk Perusahan :
Perbankan
Rumah Sakit
Produsen Barang
Sekolah
Telekomunikasi

D. Abstraksi Data
Salah satu tujuan dari DBMS adalah untuk menyediakan fasilitas/antarmuka (interface) kepada
user.untuk itu system tersebut akan menyembunyikan detail tentang bagaimana data disimpan dan
dipelihara, sehingga data yang terlihatoleh user sebenarnya berbeda dengan yang tersimpan secara
fisik.

Abstraksi data merupakan tingkatan-tingkatan pengguna dalam memandang bagaimana sebenarnya


data diolah dalam sebuah sistem database sehingga menyerupai kondisi yang sebenarnya dihadapi
oleh pengguna sehari-hari.. Sebuah DBMS seringkali menyembunyikan detail tentang bagaimana
sebuah data disimpan dan dipelihara (diolah) dalam sebuah sistem database, dengan tujuan untuk
memudahkan pengguna dalam menggunakan DBMS tersebut. Karena itu seringkali data yang terlihat
oleh pemakai sebelumnya berbeda dengan yang tersimpan secara fisik.

Terdapat 3 level abstraksi :


1. Level Fisik (Physical Level)
Lapis fisik merupakan lapis terendah, lapis ini menjelaskan bagaimana (how) data sesungguhnya
disimpan. Pada lapis inilah struktur data dijabarkan secara rinci.
2. Level Logik / Konseptual (Conceptual Level)
Lapis konseptual lebih tinggi dari lapis fisik. Lapis ini menjabarkan data apa (what) saja yang
sesungguhnya disimpan pada basisdata, dan juga menjabarkan hubungan-hubungan antardata
secara keseluruhan. Seorang pengguna dalam level ini dapat mengetahui bahwa data mahasiswa
disimpan pada tabel mahasiswa, tabel krs, tabel transkrip dan lain sebagainya. Level ini biasa
dipakai oleh DBA.
3. Level Penampakan/pandangan (View Level)
Lapis pandangan merupakan lapis tertinggi pada abstraksi data. Pada lapis ini pengguna hanya
mengenal struktur data yang sederhana, yang berorientasi pada kebutuhan pengguna. Data yang
dikenal oleh masing-masing pengguna bisa berbeda-beda dan barangkali hanya mencakup
sebagian dari basis data. Misalnya: Bagian keuangan hanya membutuhkan data keuangan, jadi
yang digambarkan hanya pandangan terhadap data keuangan saja, begitu juga dengan bagian
akuntansi, hanya membutuhkan data akuntansi saja. Jadi tidak semua pengguna database
membutuhkan seluruh informasi yang terdapat dalam database tersebut.
Sebagai gambaran , misalnya terdapat struktur data bertipe record seperti berikut :
Pegawai = RECORD
Nama
Alamat
Bagian
Gaji
End:

:
:
:
:

STRING;
STRING;
STRING;
LongInt;

Pada contoh ini record pegawai berisi 4 buah field (nama, alamat, bagian, gaji ). Setiap field memiliki
nama, dan setiap nama memiliki tipe data.
Pada level fisik, pegawai dapat dijabarkan sebagai blok data yang terletak pada lokasi berurutan (satuan
byte). Pada lapis konseptual masing-masing record dijabarkan dengan definisi tipe data . pada lapis
view, user tertentu hana boleh mengakses data tertentu, contohnya, seorang yang menangani
penggajian berhak mengetahui gaji seseorang bahkan mengubahnya, tetapi orang yang bekerja di
bagian lain tentu tidak boleh melihatnya.

E. Model Basis Data


Model database adalah suatu konsep yang terintegrasi dalam menggambarkan hubungan (relationships)
antar data dan batasan-batasan (constraint) data dalam suatu sistem database. Model data yang paling

umum, berdasarkan pada bagaimana hubungan antar record dalam database (Record Based Data
Models), terdapat tiga jenis,
yaitu :
a. Model Database Hirarki (Hierarchical Database Model)
Model hirarkis biasa disebut model pohon, karena menyerupai pohon yang dibalik. Model ini
menggunakan pola hubungan orangtua-anak

Dosen
Siti
Nurbaya

Pengantar
Basis
Data

Rud
i

Ast
i

Din
a

Dosen
Ashad
i

Pemrograma
n
C

Matematika
I

Din
a

It
a

Ed
i

Ed
i

b. Model Database Jaringan (Network Database Model)

Dosen
Siti
Nurbaya

Penganta
r
Basis
Data

Rud
i

Ast
i

Dosen
Ashad
i

Pemrograma
n
C

Din
a

Ed
i

Matematika
I

It
a

c. Model Database Relasi (Relational Database Model)


Model Relasional merupakan model yang paling sederhana sehingga mudah digunakan dan
dipahami oleh pengguna. Model ini menggunakan sekumpulan tabel berdimensi dua ( yang disebut
relasi atau tabel ), dengan masing-masing relasi tersusun atas tupel atau baris dan atribut. DBMS
yang bermodelkan relasional biasa disebut RDBMS (Relational Data Base Management System).
Model database ini dikemukakan pertamakali oleh EF codd, seorang pakar basisdata. Model ini
sering disebut juga dengan database relasi.
Model database hirarki dan jaringan merupakan model database yang tidak banyak lagi dipakai
saat ini, karena adanya berbagai kelemahan dan hanya cocok untuk struktur hirarki dan jaringan saja.
Artinya tidak mengakomodir untuk berbagai macam jenis persoalan dalam suatu sistem database.
Model database relasi merupakan model database yang paling banyak digunakan saat ini,
karena paling sederhana dan mudah digunakan serta yang paling penting adalah
kemampuannya dalam mengakomodasi berbagai kebutuhan pengelolaan database. Sebuah

database dalam model ini disusun dalam bentuk tabel dua dimensi yang terdiri dari baris
(record) dan kolom (field), pertemuan antara baris dengan kolom disebut item data
(data value), table-tabel yang ada di hubungkan (relationship) sedemikian rupa
menggunakan field-field kunci (Key field) sehingga dapat meminimalkan duplikasi data.
Tingkatan Data Dalam Database Relasi
Dalam suatu sistem database relasi, data yang tersimpan dalam DBMS mempunyai
tingkatan-tingkatan, sebagai berikut :
Karakter (Characters)
Merupakan bagian terkecil dalam database, dapat berupa karakter numerik (angka 0 s.d
9), huruf ( A - Z, a - z) ataupun karakter-karakter khusus, seperti *, &. %, # dan lain-lain.
Field atau Attribute
Merupakan bagian dari record yang menunjukkan suatu item data yang sejenis,
Misalnya : field nama, file NIM dan lain sebagainya. Setiap field harus mempunyai nama
dan tipe data tertentu. Isi dari field di sebut Data Value. Dalam table database, field ini
disebut juga kolom.
Record atau Tupple
Tuple/Record adalah kumpulan data value dari attributee yang berkaitan sehingga dapat
menjelaskan sebuah entity secara lengkap. Misal : Record entity mahasiswa adalah kumpulan data
value dari field nobp, nama, jurusan dan alamat per-barisnya. Dalam tabel database, Record disebut
juga baris.
Table/Entity
Entity merupakan sesuatu yang dapat diidentifikasi dari suatu sistem database, bisa berupa objek,
orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya akan disimpan di database. Misal. Pada
sistem database akademik, yang menjadi entity adalah, mahasiswa, dosen, matakuliah dan lain-lain.
Dalam aplikasi nantinya, penggunaan istilah Entity sering di samakan dengan istilah Tabel. (Entity =
table). Disebut tabel, karena dalam merepresentasikan datanya di atur dalam bentuk baris dan
kolom. Baris mewakili 1 record dan kolom mewakili 1 field. Dalam sistem database tradisional,
entity/table ini disebut juga dengan file.
Database
Kumpulan dari tabel-tabel yang saling berelasi, disusun secara logis, sehingga menghasilkan
informasi yang bernilai guna dalam proses pengambilan keputusan.
Ada beberapa sifat yang melekat pada suatu tabel :
Tidak boleh ada record yang sama (kembar)
Urutan record tidak terlalu penting, karena data dalam record dapat diurut sesuai dengan kebutuhan.
Setiap field harus mepunyai nama yang unik (tidak boleh ada yang sama).
Setiap field mesti mempunyai tipe data dan karakteristik tertentu
Contoh produk DBMS terkenal yang menggunakan model relasional antara lain adalah :
1. DB2 (IBM)
2. Rdb/VMS (Digital Equipment Corporation)
3. Oracle (Oracle Corporation)
4. Informix (Informix Corporation)
5. Ingres (ASK Group Inc)
6. Sybase (Sybase Inc)
Di lingkungan PC, produk-produk berbasis relasional yang cukup terkenal antara lain adalah :
1. Keluarga R:Base (Microrim Corp) antara lain berupa R:Base 5000
2. Keluarga dBase (Ashton-Tate, sekarang bagian dari Borland International), antara lain dbase III Plus,
dBase IV, serta Visual dBase
3. Microsoft SQL ( Microsoft Corporation)
4. Visual FoxPro (Microsoft Corporation)
MACAM-MACAM PERINTAH DATA BASE
1. Bahasa Definisi Data (Data Definition Language/ DDL)
DDL adalah perintah-perintah yang biasa digunakan oleh administrator basis data (DBA) utnuk
mendefinisikan skema ke DBMS. Skema adalah deskripsi lengkap tentang struktur medan, rekaman,
dan
hubungan
data
pada
basis
data
Index merupakan suatu mekanisme yang lazim digunakan pada basis data, yang memungkinkan
pengambilan data dapat dilakukan dengan cepat.

DDL Digunakan untuk mespesifikasikan struktur/skema basis data yang menggambarkan/mewakili


desain basis data secara keseluruhan.
Hasil kompilasi perintah DDL adalah kamus data (File yang berisi metadata (data yang
mendeskripsikan data sesungguhnya).
Struktur penyimpan dan metode akses yang digunakan oleh sistem basis data disebut dengan data
storage and definition language.
2. Bahasa Manipulasi Data (Data Manipulation laguage/ DML)
DML adalah perintah-perintah yang digunakan untuk mengubah, manipulasi dan mengambil data pada
basis data. Tindakan seperti menghapus, mengubah, dan mengambil data menjadi bagian dari DML.
DML pada dasarnya dibagi menjadi dua :
- Prosedural, yang menuntut pengguna menentukan data apa saja yang diperlukan dan bagaimana
cara mendapatkannya.
- Nonprosedural, yang menuntut pengguna menentukan data apa saja yang diperlukan, tetapi tidak
perlu menyebutkan cara mendapatkannya.
3. DQL ( Data Query Language)
Query sesungguhnya berarti pertanyaan atau permintaan. Istilah ini tetap dipertahankan dalam bentuk
asli, karena telah populer di kalangan pengguna DBMS di Indonesia

F. Model Entity-Relationship (ER)


Model Entity-Relationship adalah model data konseptual tingkat tinggi untuk perancangan basis data.
Model data konseptual adalah himpunan konsep yang mendeskripsikan struktur basis data, transaksi
pengambilan dan pembaruan basis data.
Model ER adalah data konseptual tak tergantung DBMS dan platform perangkat keras tertentu. Model
ER dikemukakan oleh Chen [1976]. Sejak itu, telah memperoleh banyak perhatian dan perluasan.
Model ER adalah persepsi terhadap dunia nyata sebagai terdiri objek-objek dasar yang disebut entitas
dan keterhubungan (relationship) antar entitas-entitas itu.
Konsep paling dasar di model ER adalah entitas, relationship dan atribut.
Komponen-komponen utama model ER adalah:
a. Entitas (entity), Entitas memodelkan objek-objek yang berada diperusahaan/lingkungan.
b. Relationship. Relationship memodelkan koneksi/hubungan di antara entitas-entitas.
c. Atribut-atribut (properi-properti), memodelkan properti-properti dari entitas dan relationship.
d. Konstrain-konstrain (batasan-batasan) integritas, konstrain-konstrain ketentuan validitas.
Entitas (Entity) dan Himpunan Entitas (Entitas Sets)
Entitas merupakan individu yang mewakili sesuatu yang nyata (eksistensinya) dan dapat dibedakan dari
sesuatu yang lain. Sebuah kursi yang kita duduki, seseorang yang menjadi pegawai di sebuah
perusahaan dan sebuah mobil yang melintas di depan kita adalah entitas.
Sekelompok entitas yang sejenis dan berada dalam lingkup yang sama membentuk sebuah himpunan
entitas (entity sets). Sederhananya, entitas menunjuk pada individu suatu objek, sedang himpunan
entitas menunjuk pada rumpun (family) dari individu tersebut.
Seorang pasien, misalnya akan dimasukkan dalam himpunan entitas pasien. Sedang seorang dokter
akan ditempatkan dalam himpunan entitas dokter.
Dalam berbagai pembahasan/literature, penyebutan himpunan entitas (yang kurang praktis) ini
seringkali digantikan dengan sebutan entitas saja.
Karena itu sering ditemui, penggunaan istilah entitas (entity) di sebuah literature sebenarnya menunjuk
pada
himpunan
entitas.
Kunci Entitas
Sebagaimana model relasional, adalah penting dan berguna untuk memasukkan kunci yang

diasosiasikan dengan himpunan entitas. Kunci pada himpunan entitas S, adalah himpunan atribut A.
Sehingga tidak ada dua entitas di S yang mempunyai nilai sama untuk tiap atribut di A dan tidak ada
subset di A yang dapat menjadi kunci di S, dengan demikian kunci mempunyai property minimal.
Atribut (Atributes/Properties)
Setiap entitas pasti memiliki atribut yang mendeskripsikan karakteristik (property) dari entitas tersebut.
Penentuan / pemilihan atribut-atribut yang relevan bagi sebuah entitas merupakan hal penting lainnya
dalam pembentukan model ER. Contoh : nim, nama, alamat, kode.
Relasi (Relationship) dan Himpunan Relasi (Relationship Sets)
Relasi menunjukkan adanya hubungan di antara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas
yang
berbeda.
Misalnya, entitas seorang mahasiwa dengan
nim = 980001 dan
nama_mhs = Ali Akbar (yang ada di himpunan entitas Mahasiswa)
mempunyai relasi dengan entitas sebuah mata kuliah dengan
kode_kul=IF-110 dan
nama_kul=Struktur Data.
Relasi diantara kedua entitas tadi mengandung arti bahwa mahasiswa tersebut
mengambil/mempelajari mata kuliah tersebut di sebuah perguruan tinggi yang ditinjau.

sedang

Kumpulan semua relasi diantara entitas-entitas yang terdapat pada himpunan entitas-himpuan entitas
tersebut membentuk himpunan relasi (relationship sets).
Sebagaimana istilah himpunan entitas yang banyak sekali disingkat menjadi entitas, istilah himpunan
relasi jarang sekali digunakan dan lebih sering disingkat dengan istilah relasi saja.
Kardinalitas/derajat Relasi
Kardinalitas Relasi menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada
himpunan entitas yang lain. Kardinalitas relasi merujuk kepada hubungan maksimum yang terjadi dari
himpunan entitas yang satu ke himpunan entitas yang lain dan begitu juga sebaliknya.
Kardinalitas di antara dua himpunan entitas (misalnya A dan B) dapat berupa :
a. Satu ke satu (One to One),
setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada
himpunan entitas begitu juga sebaliknya setiap entitas pada himpunan entitas B berhubungan dengan
paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas A.
b. Satu ke Banyak (one to many),
setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan
entitas
B,
tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpunan entitas B berhubungan dengan paling
banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas A.
c. Banyak ke Satu (Many to One),
setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada
himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpunan entitas A
berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas B.
d. Banyak ke Banyak (Many to Many)
setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan
entitas
B,
demikian juga sebaliknya, di mana setiap entitas pada himpunan entitas B dapat berhubungan dengan
banyak entitas pada himpunan entitas A.

Diagram Entity-Relationship (ER)


Penggambaran Model ER secara sistematis dilakukan melalui diagram ER. Notasi-notasi simbolik di
dalam Diagram ER yang dapat digunakan adalah:
1. Persegi panjang, menyatakan Himpunan Entitas.
2. Lingkaran/Elips, menyatakan atribut (Atribut yang berfungsi sebagai key digaris bawahi).
3. Belah ketupat, menyatakan Himpunan Relasi.
4. Garis, sebagai penghubung antara Himpunan Relasi dengan Himpunan Entitas dan Himpunan
Entitas dengan atributnya.
5. Kardinalitas Relasi dapat dinyatakan dengan banyaknya garis cabang atau dengan pemakaian
angka (1 dan 1 untuk relasi one to one, 1 dan N untuk relasi one to many atau N dan N untuk
relasi many to many).
Contoh diagram ER :
Tahap Pembuatan Diagram ER
Diagram ER selalu dibuat secara bertahap. Paling tidak ada dua kelompok penahapan yang biasa
ditempuh di dalam pembuatan diagram ER, yaitu :
a. Tahap pembuatan Diagram ER awal (preliminary design). Yaitu :
-

Mengidentifkasi dan menetapkan seluruh himpunan relasi diantara himpunanhimpunan entity yang ada beserta kunci tamu (foreign key)- nya.
Setelah menentukan entity dan attribute beserta field kuncinya, maka selanjutnya
adalah menentukan entity yang terbentuk akibat adanya relasi antar entity.
Misalnya antara entity mahasiswa dengan entity dosen, terjadi suatu hubungan
proses mengajar, maka proses mengajar ini merupakan entity baru. Entity
mengajar ini harus kita tentukan juga attribute yang melekat padanya beserta
kunci tamu (foreign key). Kunci tamu adalah field kunci utama pada tabel lain, dan
field tersebut digunakan juga pada tabel yang satu lagi. Misalnya nobp adalah
field kunci dari entity mahasiswa, pada entity mengajar terdapat juga attribute
NoBP, maka keberadaan attribute nobp pada entity mengajar disebut sebagai
kunci tamu. Proses menentukan hubungan antar entity juga sangat menentukan
kualitas system database yang dirancang.

Menentukan derajat relasi untuk setiap himpunan relasi.


Setelah semua entity dan attribute yang dibutuhkan terbentuk, maka selanjutnya
adalah menentukan derajat relasi antar entity tersebut, apakah satu kesatu, satu
ke banyak atau sebaliknya, atau banyak ke banyak. Berhati-hatilah dalam
menentukan derajat relasi ini, karena nantinya akan berhubungan dengan proses
query terhadap data
Melengkapi himpunan entitas dan himpunan relasi dengan atribut-atribut deskriptif (non key).
-

Mengidentifikasi dan menetapkan seluruh entity yang terlibat dalam sistem


database tersebut.
Menentukan attribute-attribute atau field dari masing-masing entity beserta kunci
(key)-nya.
Menentukan attribute dari suatu entitas sangat menentukan baik atau tidaknya
sistem database yang dirancang, karena attribute ini sangat menentukan nantinya
dalam proses relasi. Attribute merupakan ciri khas yang melekat pada suatu
entity, misalnya attribute pada mahasiswa dapat berupa nobp, nama, tempat
lahir, tanggal lahir, alamat, nama orang tua, pekerjaan orang tua dan lain-lain.
Dari sekian banyak kemungkinan attribute yang ada pada entity mahasiswa, kita
dapat menggunakan hanya yang perlu saja. Setelah menentukan attributenya
selanjutnya adalah menentukan field kunci. Field kunci adalah penanda attribute
tersebut sehingga bisa digunakan untuk relasi nantinya dan field kunci ini harus
bersifat unik. Misalnya pada entity mahasiswa, attribute nobp bisa dijadikan field
kunci, karena bersifat unik dan tidak ada mahasiswa yang mempunyai nobp sama.

Jenis-Jenis Kunci (Key)


Candidat Key
Sebuah attribute atau lebih yang secara unit mengidentifikasi sebuat record, disebut
candidate key. Attribute ini mempunyai nilai yang unik pada hampir setiap
recordnya. Fungsi dari candidate key ini adalah sebagai calon primary key.

Contoh candidate-key :
Candidate Key

ID_Cus
112233
112231
112241

Name
Tim
Kate
Tyson

NoOfPay
890
891
895

Amount
9000
8000
10000

Primary Key
Salah satu atrribut dari candidat key dapat dipilih menjadi primary key dengan 3 kriteria sbb :

Key tersebut lebih natural untuk dijadikan acuan


Key tersebut lebih sederhana
Key tersebut cukup uniqe

Foreign Key
Jika sebuah primary key terhubungan ke table/entity lain, maka keberadaan primary
key pada entity tersebut di sebut sebagai foreign key. Misal : Primary Key KodeDosen
dari entity Dosen digunakan juga pada field entity KRS, maka keberadaan field
KodeDosen pada entity KRS disebut sebagai foreign key.
Alternate Key
Setiap atribut dari candidate key yang tidak terpilih sebagai primary key akan
dinamakan alternate key. Pada contoh sebelumnya bila untuk primary key dipilih
ID_Cus maka alternate key nya adalah No.of Pay
.

Primary Key

Foreign Key

KODE

MK

SKS KD-Dosen

TEL 100
TEL 200
TEL 210

Fisika
Isyarat
T.Kendali

3
2
2

KD-Dosen Nama_Dosen
D-100

Badu,S.T

D-101
D-109

Ir.Thomas
Harry,S.T,M.T

Primary Key
b. Tahap optimasi Diagram ER (final design).

D-101
D-109
D-101

G. Normalisasi
Proses normalisasi adalah proses untuk memperoleh properti-properti skema relasi yang bagus menjadi
bentuk normal lebih tinggi sehingga syarat-syarat dibawah ini terpenuhi:
a. Mengoptimalisasi redudansi (pengulangan data yang tidak perlu). Redudansi tidak bisa dihilangkan
sama sekali karena berguna untuk integritas referensial, tetapi redudansi bisa dioptimalisasi. Untuk
jumlah data yang tidak terlalu banyak mungkin tidak terlalu berpengaruh dalam hal penggunaan
harddisk. Tapi bayangkan jika ada ribuan, bahkan jutaan redudansi, mungkin akan sangat
berpengaruh pada penggunaan ruang.
b. Menghilangkan anomali. Anomali pada dasarnya adalah ketidak-konsistenan (inkonsistensi).
Misalkan ada pergantian nama dari Bank Perkasa menjadi Bank Perkasa Utama sebanyak 4 record.
Jika pergantian nama hanya dilakukan pada salah satu record saja, maka terjadi ketidakkonsistenan yaitu satu nomor bank berrelasi dengan 2 nama bank yang berbeda.
Dekomposisi tabel dapat mengurangi redudansi yang ada dan menghilangkan anomali.
Perancangan melalui proses normalisasi mempunyai keuntungan-keuntungan sebagai berikut :
a. Meminimalkan ukuran penyimpanan yang diperlukan untuk penyimpanan data.
b. Meminimalkan resiko inkonsistensi data pada basis data.
c. Meminimalkan kemungkinan anomaly pembaruan.
d. Memaksimalkan stabilitas struktur data.
Bentuk Normal
Tujuan proses normalisasi adalah mengkonversi relasi menjadi bentuk normal lebih tinggi. Terdapat
beragam tingkat bentuk normal, yaitu :
a. Bentuk normal pertama (1NF)
b. Bentuk normal kedua (2NF)
c. Bentuk normal ketiga (3NF)
d. Bentuk normal Boyce-Codd (BCNF)
e. Bentuk normal keempat (4NF)
f. Bentuk normal kelima (5NF)
Codd mendefinisikan bentuk normal pertama, kedua dan ketiga di makalah (Codd, 1970). Bentuk normal
ketiga kemudian diperbaiki sehingga mempunyai bentuk normal yang lebih kuat yaitu BCNF (Codd,
1974). Fagin memperkenalkan bentuk normal keempat (Fagin, 1977), kemudian Fagin juga
memperkenalkan bentuk normal kelima (Fagin, 1979).
Bentuk normal pertama untuk menghilangkan atribut bernilai jamak. Bentuk normal kedua untuk
menghilangkan kebergantungan parsial. Bentuk normal ketiga untuk menghilangkan kebergantungan
transitif. Bentuk normal Boyce-Codd untuk menghilangkan anomaly tersisa disebabkan kebergantungan
fungsional. Bentuk normal keempat untuk menghilangkan kebergantungan nilai jamak. Bentuk normal
kelima untuk menghilangkan anomaly tersisa.
Tiga bentuk normal pertama berkaitan dengan kebergantungan fungsional. Sementara itu bentuk
keempat dan kelima berkaitan dengan redudansi yang disebabkan kebergantungan banyak nilai (multivalued dependencies).
Bentuk Normal Pertama
Bentuk normal pertama adalah ekivalen dengan definisi model relasional. Relasi adalah bentuk normal
pertama (1NF) jika semua nilai atributnya adalah sederhana (bukan komposit).
Syarat :
o Tidak ada set atribut yang berulang atau bernilai ganda.
o Telah ditentukannya primary key untuk tabel atau relasi.
o Tiap atribut hanya memiliki satu pengertian.
o Tiap atribut yang dapat memiiki banyak nilai sebenarnya menggambarkan entitas atau relasi
yang terpisah.
Bentuk Normal Kedua
Syarat :

Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal ke satu.


Atribut bukan kunci(non-key attribute) haruslah memiliki ketergantungan fungsional
sepenuhnya pada primary key
Relasi pada bentuk normal kedua harus tidak menyimpan fakta-fakta mengenai bagian kunci relasi.
Bentuk normal kedua menghilangkan kebergantungan parsial dan masih memiliki anomali-anomali yang
secara praktis tidak dapat diterima.
o
o

Bentuk Normal Ketiga


Syarat :
o Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal ke dua.
o Atribut bukan kunci(non-key attribute) tidak boleh memiliki ketergantungan fungsional
terhadap atribut bukan kunci lainnya. Seluruh atribut bukan kunci pada suatu relasi hanya
memiliki ketergantungan fungsional terhadap primary key di relasi itu saja.
Bentuk normal ketiga menghilangkan kebergantungan transitif, awalnya bentuk normal ketiga dipikir
sebagai bentuk normal puncak/paling akhir. Namun kemudian dapat ditemukan bentuk normal lebih kuat
yaitu bentuk normal Boyce-Codd.
Bentuk Normal Boyce-Codd (BCNF)
BCNF memiliki ketentuan yaitu masing-masing atribut utama bergantung fungsional penuh pada
masing-masing kunci dimana kunci tersebut bukan bagiannya. Relasi adalah BCNF (optimal) jika setiap
determinan atribut-atribut relasi adalah kunci relasi. Relasi adalah BCNF (optimal) jika kapanpun faktafakta disimpan mengenai beberapa atribut, maka atribut-atribut ini merupakan satu kunci relasi. BCNF
dapat memiliki lebih dari satu kunci. Properti penting BCNF adalah relasi tidak memiliki informasi yang
redundan.
Bentuk Normal Keempat
Relasi dalam bentuk normal keempat (4NF) jika relasi dalam BCNF dan tidak berisi kebergantungan
banyak nilai. Untuk menghilangkan kebergantungan banyak nilai dari satu relasi, kita membagi relasi
menjadi dua relasi baru. Masing masing relasi berisi dua atribut yang mempunyai hubungan banyak
nilai.
Bentuk Normal Kelima
Bentuk normal kelima (5NF) berurusan dengan properti yang disebut join tanpa adanya kehilangan
informasi (lossless join). Bentuk normal kelima (5NF) juga disebut PJNF (projection-join normal form).
Kasus-kasus ini sangat jarang muncul dan sulit untuk dideteksi secara praktis.
Contoh Normalisasi pada beberapa tingkatan.
Diberikan tabel Mahasiswa di bawah ini, akan dilakukan normalisasi sampai bentuk normal ke tiga

Perhatikan bahwa tabel di atas sudah dalam bentuk normal ke Satu(1NF).

Bentuk Normal 2 ( NF2 )

Belum memenuhi kriteria 3NF,


Karena atribut non-key Nilai dan
Bobot masih memiliki ketergantungan fungsional.
Bentuk Normal 3 NF3

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
DBMS dapat diartikan sebagai program komputer yang digunakan untuk
memasukkan, mengubah, menghapus, memodifikasi dan memperoleh data/informasi dengan praktis
dan efisien. Kelebihan-kelebihan dari DBMS antara lain terdapat dari faktor performance nya yang
lebih efisien dalam penggunaan penyimpanan data atau memory, integritas data yang lebih terjamin,
independensi, sentralisasi, dan sekuritas yang lebih fleksibel. Komponen-komponen yang terdapat
dalam DBMS terdiri dari interface, database control system, hardware, operating system, database,
dan user.
Dalam pembuatan basisdata terdapat beberapa tahapan antara lain pengumpulan dan
analisis, perancangan database secara konseptual, dan terakhir proses design database.