Anda di halaman 1dari 65

SOFT TISSUE

INJURY

Mr. XIphoideus

Otot (muscle)
Jaringan kontraktif yang berfungsi sebagai
penggerak tubuh.
Alat gerak tubuh manusia sistem musk
uloskeletal: pasif rangka (skeletal); aktif
otot (muscle)

Jenis otot
Otot skeletal
Otot jantung
Otot polos

Smooth muscle

Skeletal muscle

Cardiac muscle

3 TYPES OF MUSCLE

Struktur otot
Suatu otot a
dalah kump
ulan MYOFI
BRIL
Myofibril m
erupakan ku
mpulan dari
MYOFILAME
NT
Myofibril di
bungkus ole
h serabut ja
ringan ikat

M
U
S
C
L
E
S
T
R
U
C
T
U
R
E

LIGAMEN
Anatomi
Jaringan ikat
(pita putih)
Miskin
pembuluh darah

Melekat di
periosteum

LIGAMEN
Fisiologi
KUAT

KERAS

INELASTIS

FLEKSIBEL

TENDON
Anatomi fisiologi
Merupakan sejenis tali putih yang keras dari j
aringan serabut yang tidak elastis.
Panjangnya berbeda-beda dan tebalnya berg
antung pada letaknya dalam tubuh.
Kebanyakan otot memiliki tendon di akhir pe
rlekatannya.
Tendon bisa ditutupi oleh selubung synovial u
ntuk mencegah pergeseran dan bisa juga dipi
sahkan dari struktur disebelahnya oleh bursa.
Tendon merupakan struktur yang kuat dan jar
ang putus tetapi luka dapat terjadi pada pem
asangan sesuatu di tulang atau pada teno-mu
scular junction.

FASCIA
Lapisan berupa jaringan ikat
Pembungkus
Fascia Superfisialis dan Fascia P
rofunda
Fascia Profunda membungkus o
tot dan membentuk septum int
ermusculare
Semua otot di bungkus oleh Fas
cia

Fungsi Fascia

Membungkus otot
Fiksasi otot
Proteksi otot
Bentuk fisiologis dan membant
u sirkulasi

Injury ligament
( sprain, rufture ) & heali
ng of ligament

Jaringan Yang Telibat


Penghubung

Penyebab Soft Tissue I


njury
Pada umumnya disebabkan oleh :
Trauma ( lansung dan tidak langsung ) antara lai
n disebabkan oleh traific accident ,sport injury,p
embebanan lebih pada aktifitas sehari-hari ( wak
tu,jarak dan beban ) serta merupakan kasus pen
yerta dari fraktur (patah tulang)
Patologis disebabkan oleh infiltrasi organik pato
gen kedalam serabut collagen dan menyebabka
n ruptur ligamentum.
Fatique/stres : disebabkan oleh penggunaan yan
g berlebihan terhadap jaringan lunak atau karen
a aktifitas yang berulang dalam waktu yang lama
.

KLASIFIKASI SPRAIN DAN RUPTURE OF LIGAMENT

Sprain Tingkat I :
Pada cedera ini terdapat sedikit
hematomadalam ligamentum dan hanya
beberapa serabut yang putus.
Pasien bisa merawat sendiri selama prose
s rehabilitasi, atau setelah mendapatkan
diagnosa dari dokter.
Masa penyembuhan antara 2-6 minggu.
Cidera ini menimbulkan rasa nyeri tekan
(tenderness), pembengkakan dan rasa sa
kit pada daerah tersebut.

Sprain Tingkat II :
Pada cidera ini lebih banyak serabut da
ri ligamentum yang putus, tetapi tidak
sampai terjadi putus total.
Terjadi rupture pada ligament sehingga
menimbulkan penurunan fungsi sendi.
Cedera menimbulkan rasa sakit, nyeri t
ekan, pembengkakan, efusi(cairan yang
keluar) dan biasanya tidak dapat meng
gerakkan persendian tersebut.

Sprain Tingkat III :


Pada cedera ini seluruhligamentum putus, sehinnga kedua ujun
gya terpisah.
Persendian yang bersangkutan merasa sangat sakit, terdapat dar
ah dalam persendian, pembekakan, tidak dapat bergerak seperti
biasa, dan terdapat gerakan-gerakan yang abnormal.
Untuk bisa pulih kembali maka diperlukan tindakan operasi dan f
isioterapi dan rata-rata memakan waktu 8-10 minggu.
Pada tingkatan ini ligamen mengalami putus secara total dan tid
ak dapat digerakkan.
Tanda-tanda
- Edema, perdarahan dan perubahan warna yang lebih nyata.
-Bengkak atau memar.
-Terjadi inflamasi atau peradangan.
-Ketidakmampuan untuk menggunakan sendi, otot dan tendon.
-Tidak dapat menyangga beban, nyeri lebih hebat dan konstan.
-Nyeri pada persendian tulang.
-Terjadi kekakuan sendi.

HEALING SOFT TISSUE


Menurut Dandy (1993) yang dik
utip oleh Hanssenkam (1999), b
ahwa pada dasarnya penyembu
han pada cidera jaringan lunak
ada 3 tahap yaitu:
1. Injury
2. Inflamation
3. Repair.

1.Injury
Pada tahap ini ,jaringan lunak yang disa
yat pada proses operasi menyebabkan l
uka dan perdarahan serta kematian be
berapa jaringan tersebut. Pada ruang in
cisi akan terjadi perdarahan yang kemu
dian akan diikuti penggumpalan. Setela
h itu tubuh akan mengeluarkan leukosit
untuk fagositosis jaringan yang mati.

2. Inflamation
Pada masa ini juga terdapat tanda-tanda peradang
an seperti bengkak, nyeri, teraba panas, dan kemer
ah-merahan, dan kehilangan fungsi.
Pada tahap ini karena terjadi kerusakan pada jarin
gan lunak akan menstimulus pengeluaran zat-zat ki
miawi dari dalam tubuh yang membuat nyeri seper
ti histamin dan bradykinin.
Bengkak terjadi karena penimbunan exudat dibaw
ah kulit. Teraba panas dan kemerah-merahan terja
di karena perubahan vaskuler berupa vasodilatasi
pembuluh darah, sehingga darah banyak terkonse
ntrasi pada luka tersebut, (Lachmann,1988).

3. Repair
Pada tahap ini penyembuhan terjadi de
ngan mengganti jaringan yang rusak at
au hilang dengan jaringan subtitusi (jari
ngan pengganti). Jaringan subtitusi yan
g mengganti jaringan asal yang rusak at
au hilang adalah jaringan kolagen (colla
gen), sehingga akan timbul fibrosis yan
g akhirnya akan berwujud sebagai jarin
gan parut (cicatrix).

LIGAMENT

1.

2.

3.

4.

5.

Dandy ( 1993 ) menguraikan proses dan reaksi penyemb


uhan jaringan lunak akibat suatu cedera sebagai berik
ut :
Setelah injury terjadi perdarahan akibat robeknya pem
buluh darah kapiler dan akan menginfiltrasi ruang ( sp
ace ) antar jaringan dan membeku ( clot )
Pada 2-3 hari kemudian mulai nampak garis-garis luka
dan sel-sel macrophage menggantikan jaringan yang
mati.pembuluh darah kapiler mulai terbentuk dan sec
ara bersamaan fibroblast akan menyusup pada bekua
n darah ( clot ) dan berubah menjadi jaringan granulas
i
Antara 3-14 hari fibroblast akan membentuk jaringan f
ibrous,vaskularisasi pada daerah tersebut mulai berku
rang ,garis/ bekas luka pada jaringan mulai mengkerut
sampai dengan 80 % dari bentuk semula
Setelah 14 hari luka membaik dan secara anatomis jari
ngan lunak tersebut telah pulih sehingga toleransi terh
adap pembebanan minimal sampai moderate
Setelah 3 bulan dari cedera jaringan tersebut mampu t
erhadap pembebanan maksimal ( penguluran ) dan sia

KERANGKA WAKTU
PENYEMBUHAN LIGAMENT
Waktu

Yang terjadi

Awal

Eritrosit, leukosit dan limfosit


tinggi, fase inflammasi

24 jam

Makrofage dan monosit didaerah


luka meningkat terjadi reaksi
panas disekitar daerah cidera

72 jam

Pengaliran darah ke jaringan yang


cidera minimal

Next 6 weeks

Pembentukan kapiler baru


Pembentukan jaringan fibroblast
dari fibrin
Pembentukan jaringan kolagen,
yang terbentuk acak

6 weeks-1 year

Kolagen tipe I berganti menjadi


kolagen tipe III
Fibril meningkat dari ukuran kecil
dan menjadi seperti ikatan tali

Lebih dari 1 tahun

Hampir kuat seperti kondisi awal

PRINSIP PRINSIP MANAGE


MENT SOFT TISSUE INJURY

Ligament
(sprain,
rupture
partial/ total)
Muscle
(strain,
rupture,
contusio, etc)

Trauma,
injury,
degeneratif,
etc

Tendon
(strain,
rupture
partial/ total,
calcification)
Fascia

tightness,

CHARTS
Chief of complain
Fisioterapist mempertanyakan pada
pasien bagaimana keluhan utama y
ang dirasakan pada pasien terkait d
engan kondisi patologi soft tissue in
jury (otot fascia, ligament, tendon).

History taking
fisioterapist mempertanyakan l
ebih lanjut mengenai bagaimana
proses perjalanan penyakitnya. Ya
ng berkaitan dengan penyebab, ri
wayat dan lain yang dapat memb
antu proses diagnosa.

Asymetric

Inspeksi statis ( ekspresi waja


h pasien, asimetris dan alignme
nt tubuh, deformitas)
Inspeksi dinamis (gait analyse)
Quick test (bervariasi tiap regio)
PFGD ( Aktif, pasif,TIMT)
Palpasi (suhu,nyeri tekan,tonus
dan swelling)

Restrictive
ROM : semua ROM dari semua sendi
dilakukan secara pasif dengan mem
beri kode N (normal), L (limitasi).
ADL : Eating,toileting, dressing, self c
are, dan sex.

Pekerjaan : terganggu/tidak
Rekreasi : Terganggu/tidak

Tissue Impairment
Komponen miotendinogen :
otot dan tendon ?
Komponen osteo-artrogen : t
ulang dan sendi ?
Komponen neurogen : saraf ?
Komponen psikogen : depres
i,kecewa,cemas,stress,dll.

Spesifik
>Tes-tes spesifik apa saja yang berhubun
gan dengan gangguan muskuloskeletal kai
tannya denga soft tissue injury.
> Semua tes spesifik yang mendukung ter
api ;
MMT
Tes Motorik ( Reaksi
ADL )
ROM
Pemeriksaan Lab.
palpasi
Pemeriksaan radiolog
VAS
i,Foto X-Ray dan tes-t
Sirkuferensia
es spesifik lainnya.
VRS / HARS

PROBLEMS:
nyeri,
oedema,
ketidakstabilan (instability)
kehilangan pergerakan (lost of
movement)
kehilangan fungsi (lost of functi
on)

PENANGANAN
PROTECTION
(STRAPPING, SLING,
SPLINTING)
REST

ICE
(MODALITAS DINGIN)

mengurangi pergerakan /
immobilisasi
mengistirahatkan area yang
bermasalah

aliran darah (vk), (-) tekanan


hidrostatik kapiler, (-) aliran darah
tambahan

tekanan dari luar, (-) volume


COMPRESSION (PERBAN
tissue spaces
ELASTIS)

ELEVATION

(-) tekanan hidrostatik kapiler,


assist venous lymphatic return.

Jauhi HARM
Heat, menggunakan panas saat
penanganan pertama cedera ak
an meningkatkan pembengkaka
n karena panas akan membuat
pembuluh darah semakin mele
bar, seperti pemberian balsam,
jahe, minyak kocok, saina, bere
ndam di bathtub dan shower pa
nas.

Alcohol, meminum alkohol atau


merendam bagian yang cedera d
engan alcohol akan meningkatka
n pembengkakan serta memperl
ambat penyembuhan.
Running, berlatih dalam 48-72 j
am saat cedera akan memperbu
ruk kondisi. Seseorang dinyataka
n aman bermain kembali setelah
dilakukan pemeriksaan dan diag
nosa dari dokter/ fisioterapis

Massage (pijatan) pada saat cede


ra akan meninggalkan aliran dara
h sehingga akan membuat semaki
n bengkak, dan dapat terjadi kerus
akan pada jaringan yang cedera.
Misalnya ligamennya terluka lalu
diberikan massage maka luka sob
eknya akan semakin melebar dan
pada saat kembali ke lapangan ak
an menjadi kendor dan terganggu
stabilitasnya sehingga memudahk
an terjadinya cedera ulang.

Treatment Goals???

Non
operativ
e

Operativ
e

NON OPERATIVE:

Mengendalikan oedema dan nyeri


Memelihara ROM sendi yg terkait
Promote functional joint after healing

permits
Membantu penyembuhan jaringan
Menghindari aktivitas/latihan yang terl
alu membebani otot, tendon, sendi dan
memperlambat proses penyembuhan
Mengembalikan fungsi setelah healing
permits

Operative

Mengendalikan oedema
Membantu penyembuhan luka
Memodulasi scar formation
Memelihara ROM sendi yg terkait
Promote functional joint after healing permits
Membantu penyembuhan jaringan
Memantau tanggapan dari sendi untuk meny
esuaikan latihan dan ADL
Menghindari aktivitas/latihan yang terlalu me
mbebani otot, tendon, sendi dan memperlamb
at proses penyembuhan
Mengembalikan fungsi setelah healing permits

SPLINTING
Mencegah kontraktur
Melindungi tendon
yang lemah
Untuk
mengistirahatkan
jaringan ditiap akhir
sesi latihan

STRAPPING
Melindungi gerakan
sendi/ otot dari beban
yg berlebihan

(Tendon muscle ligament)

MODALITAS

COLD

HEATIN
G

ES

US

MASSA
GE

EXERCI
SE

ETC.

EXERCISE
LIGAME
NT

strengthening exercises muscle,


STM (transv friction),
active exc (manual, machanic)

MUSCLE

graded exercise (isometric, free active,


assisted etc)

TENDON

early mobilisation exercise,


graded exercise,
promote tendon glidding

FASCIA

Passive strecthing,
STM

Post operative: konsultasi deng


an ahli bedah mengenai intra o
peration, kondisi tendon, otot, l
igamen
Mengendalikan oedema
Pain management
Graded ADL exercise/ home pr
ogramme (educate prevention
of recurrence)

EVALUASI

Luka
Oedema
Nyeri
AROM, PROM, pengukuran k
ekuatan

KOMPLIKASI
Infeksi
Kembalinya rupture,
sprain
Kelebihan scar form
ation

SYUKRON KATSIRON YA
UKHTINAAH....