Anda di halaman 1dari 2

Professional Behaviour

Poin perilaku profesional:


1. Melakukan setiap

tindakan dengan

berhati-hati

dan teliti

sehingga tidak

membahayakan pasien dan diri sendiri.


Dalam melakukan suatu tindakan baik itu pemeriksaan ataupun tata laksana seorang
dokter ataupun tenaga medis seharusnya bertindak dengan memikirkan keselamatan
pasien dan dirinya sendiri. Hal ini berkaitan dengan melakukan tindakan sesuai
prosedur yang ada. Contohnya seorang pasien dengan keadaan syok dan harus
dipasangkan kateter intravena. Dalam pemasangan kateter intravena dokter tersebut
harus melakukannya sesuai dengan prosedur dimana salah satunya adalah proteksi diri
dengan menggunakan sarung tangan. Penggunaan sarung tangan tersebut selain untuk
proteksi diri dokter tersebut tapi juga untuk proteksi pasien.
2. Memperhatikan kenyamanan pasien
Kenyamanan pasien merupakan salah satu hal yang penting dalam membangun
hubungan komunikasi yang baik. Dengan pasien merasa nyaman komunikasi antara
dokter dengan pasien dapat berjalan dengan baik dan hal-hal penting yang berkaitan
dengan penyakit ataupun keluhan pasien dapat digali dengan sebaik-baiknya. Karena
apabila pasien sudah merasa nyaman dengan dokter, pasien akan lebih mudah dan
lebih percaya untuk menceritakan keluhan yang dirasakannya kepada dokter. Yang
mana keluhan tersebut pneting untuk diketahui dalam menegakkan diagnosis.
3. Melakukan tindakan sesuai prioritas
Dalam melakukan suatu pemeriksaan seorang dokter seharusnya dapat menetukan
prioritas dalam pemeriksaan tersebut. Lakukan pemeriksaan yang relevan dengan
kondisi dan gejala klinis yang dikeluhkan oleh pasien. Memprioritaskan pemeriksaan
yang dilakukan juga penting dalam penegakan diagnosis yang tepat. Apabila
pemeriksaan yang dilakukan sesuai dengan prioritas maka seorang dokter dapat
menemukan hasil pemeriksaan yang sesuai dengan gejala klinis yang terdapat pada
pasien. Contohnya apabila seorang pasien datang dengan keluhan nyeri perut.
Pemeriksaan yang diprioritaskan adalah yang berkaitan dengan nyeri perut tersebut.
Lakukan pemeriksaan yang relevan dengan keluhan pasien.
4. Menunjukkan rasa hormat kepada pasien

Dokter harus menunjukkan rasa hormat kepada pasien dikarenakan pasien juga
merupakan manusia yang wajib dihargai dan dihormati oleh sesama manusia. Karena
apabila seorang dokter menunjukkan rasa hormat dan menghargai pasien, pasien pun
akan menunjukkan rasa hormat dan mengahrgai dokter tersebut.
5. Mengetahui keterbatasan dengan merujuk atau melakukan konsultasi bila diperlukan.
Seorang dokter harus mengetahui batas keilmuan yang ia miliki. Apabila seorang
dokter merasa suatu kasus bukan lah area kompetensi nya maka seharusnya dokter
tersebut merujuk ke dokter yang memang memiliki kompetensi mengenai kasus
tersebut. Contohnya seorang wanita hamil 23 minggu datang dengan keluhan
perdarahan tanpa adanya rasa nyeri. Hasil dari anamnesis dan pemeriksaan fisik yang
dilakukan dokter menunjukkan gejala ke arah plasenta previa. Dokter yang
menangani pasien tahu bahwa kondisi tersebut bukanlah area kompetensi nya. Maka
dokter tersebut merujuk ke dokter spesialis obgyn untuk mendapatkan penatalaksaan
selanjutnya.